BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Perkembangan industri karet dan logam di Indonesia, pada awalnya sebagian besar karet alam Indonesia diperdagangkan dalam bentuk karet lembaran yakni karet sit asap, Namun sejak diperkenalkan teknologi karet remah (crumb rubber) pada tahun 1968, produksi karet sit secara drastis menurun, beralih ke karet remah, tidak kurang dari 90% produksi karet alam nasional setiap tahunnya merupakan karet remah (Departemen Perindustrian Karet 2010).
Pada saat ini banyak perusahaan yang bergerak di bidang karet dan logam untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri. Karet dan logam dua bahan baku yang sama pentingnya untuk menghasilkan sebuah produk baru misalnya digunakan untuk industri textile, automotif, hospital, fun world, printing, dan lain-lain (Company Profile PT. Perkalin Indah).
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen maka perusahaan harus membuat produk yang baik serta berkualitas, dan tentunya perusahaan harus benar-benar memperhatikan tenaga kerjanya, agar tenaga kerja menjadi loyal terhadap perusahaan.
Loyalitas karyawan terhadap organisasi memiliki makna kesediaan seseorang untuk melanggengkan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun (Takdir 2009). Loyalitas karyawan akan tercipta bila komunikasi dan gaya kepemimpinan dapat diterima oleh karyawan.
Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik
langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media (Dr. H.M Anton Athoillah, M.M. 2010:214).
Gaya kepemimpinan pada dasarnya dapat dilihat dari bermacam-macam sudut pandang. Bila dilihat dari sudut pandang perilaku pemimpin, apa yang dikemukakan oleh Tannenbaum dan Schmidt, perilaku pemimpin membentuk suatu kontinum dari sifat otokratik sampai demokratik. Menurut beliau sifat ekstrim ini dipengaruhi oleh intensitas penggunaan kekuasaan oleh pemimpin dan pengguna kebebasan oleh pengikut. Kombinasi dari kedua faktor inilah yang menentukan kepemimpinan (DR. Edy Sutrisno, M.Si. : 2009).
Menurut Dedy Takdir Syaifudin (2009:57), menyatakan bahwa terdapat pengaruh langsung positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap loyalitas karyawan.
Menurut Kurnia Aditya, Nina (2009), menyatakan bahwa terdapat hubungan antara komunikasi dengan loyalitas karyawan, jika komunikasi terbentuk secara positif maka loyalitas karyawan akan tinggi.
Sedangkan menurut Hassa & Lina (2009), mengatakan bahwa komunikasi merupakan satu hal yang penting untuk menunjang kesuksesan organisasi baik dalam meningkatkan kinerja organisasi maupun dalam mengelola karyawan. Komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan akan mengakibatkan tercipta koordinasi dan efektivitas kerja sehingga karyawan loyal terhadap perusahaan.
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka penelitian ini difokuskan pada usaha untuk mengidentifikasi komunikasi dan gaya kepimimpinan yang mungkin justru dapat mendorong loyalitas karyawan. Penelitian ini akan menguji efek sikap karyawan atas pekerjaan pada perusahaan PT. Perkalin Indah yang bergerak dibidang industri karet dan logam.
Melihat betapa pentingnya hubungan komunikasi dan gaya kepemimpinan didalam mengoperasikan perusahaan, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai:
“HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PT. PERKALIN INDAH
YANG BERGERAK DIBIDANG INDUSTRI KARET DAN LOGAM” 1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana komunikasi yang terjadi di PT. Perkalin Indah. 2. Bagaimana gaya kepemimpinan yang ada di PT. Perkalin Indah.
3. Seberapa besar hubungan komunikasi dan gaya kepemimpinan terhadap loyalitas karyawan pada PT. Perkalin Indah.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini dibuat dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui komunikasi di PT. Perkalin Indah.
2. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan di PT. Perkalin Indah.
3. Untuk mengetahui hubungan komunikasi dan gaya kepemimpinan terhadap loyalitas pada PT. Perkalin Indah.
1.4 Kegunaan Penelitian
Penulis mengharapkan penelitian ini dapat memberikan hasil yang bermanfaat, sesuai dengan tujuan penelitian diatas. Hasil dari penelitian ini di harapkan dapat berguna baik secara akademis maupun praktis.
1. Kegunaan Secara Akademis
a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis serta menambah ilmu yang telah di dapatkan dibangku kuliah.
b. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar studi perbandingan dan referensi bagi penelitian lain yang sejenis.
2. Kegunaan Praktis
Adapun kegunaan praktis pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Bagi penulis
Penelitian ini akan menambah wawasan dan pengetahuan khususnya dalam bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya pada masalah yang diteliti yaitu pelaksanaan mengenai hubungan komunikasi dan gaya kepemimpinan terhadap loyalitas karyawan.
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan bisa menghasilkan suatu kesimpulan dan saran-saran terhadap masalah yang dihadapi instansi sebagai bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan loyalitas karyawan.
c. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana informasi untuk memperkaya cakrawala berfikir dan sebagai bahan referensi tambahan untuk penelitian ilmiah yang akan dilakukan selanjutnya.
1.5 Kerangka Pemikiran
Sebagaimana yang telah kita ketahui, pekerjaan tidak dapat terlepas dari hubungan antar para pelaku organisasi yang sudah pasti saling terkoordinasi. Dalam organisasi kita mengenal adanya loyalitas karyawan.
Dari uraian diatas, dapatlah diketahui beberapa faktor penentu loyalitas karyawan, salah satunya adalah komunikasi dan gaya kepemimpinan yang menjadi variabel dari penelitian ini.
Menurut Dr. H.M Anton Athoillah,M.M. (2010:214), berpendapat bahwa : Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media.
Menurut Edy Sutrisno 2009, berpendapat bahwa : “Gaya kepemimpinan pada dasarnya dapat dilihat dari bermacam-macam sudut pandang. Bila dilihat dari sudut pandang perilaku pemimpin, apa yang dikemukakan oleh Tannenbaum dan Schmidt, perilaku pemimpin membentuk suatu kontinum dari sifat otokratik sampai demokratik. Menurut beliau sifat ekstrim ini dipengaruhi oleh intensitas penggunaan kekuasaan oleh pemimpin dan pengguna kebebasan oleh pengikut.Kombinasi dari kedua faktor inilah yang menentukan kepemimpinan”.
Tantangannya adalah bukan pada membuat daftar faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas kerja karyawan, tetapi lebih kepada mengidentifikasi faktor-faktor penentu mana yang lebih dominan karena tidak selalu sama antara karyawan satu dengan yang lain.
Pada umumnya karyawan yang memiliki motivasi kerja yang rendah, semangat menurun, tingkat absensi tinggi karena kurangnya komunikasi pemimpin dalam memahami karyawannya serta gaya kepemimpinan yang diterapkan kurang sesuai dengan karyawannya sehingga loyalitas kerja karyawan akan menurun.
Menurut Dedy Takdir Syaifudin (2009:45), mengemukakan bahwa :“Loyalitas karyawan terhadap organisasi memiliki makna kesediaan seseorang untuk melanggengkan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun”.
Dari pemikiran diatas, penulis mengadakan penelitian tentang hubungan komunikasi dan gaya kepemimpinan di dalam meningkatkan loyalitas karyawan dan untuk mengetahui seberapa besar hubungan komunikasi antara atasan dan bawahan terhadap loyalitas karyawan dan dari pemikiran diatas pula maka penulis membuat hipotesis :
“Jika komunikasi dan gaya kepemimpinan dapat diterima dengan baik oleh karyawan, maka loyalitas karyawan akan meningkat”.
1.6 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti, adapun teknik yang digunakan yaitu sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan
Melaksanakan peninjauan langsung ke PT. Perkalin Indah. Metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap masalah yang berkaitan dengan hubungan komunikasi dan gaya kepemimpinan terhadap loyalitas karyawan.
b. Wawancara
Yaitu dengan cara mengadakan wawancara dengan bagian kepegawaian yang mempunyai wewenang dari para karyawan yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.
c. Penyebaran angket dan kuisioner
Yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara mengajukan daftar pertanyaan tertulis (angket) dan disertai dengan alternatif jawaban yang akan diberikan kepada responden.
2. Studi Kepustakaan
Penelitian dilakukan dengan cara membaca dan mempelajari literatur yang sesuai dengan pembahasan skripsi. Maka data yang diambil oleh penulis adalah :
A. Data primer
Adalah data yang diperoleh dari penelitian pada perusahaan yang bersangkutan yang menjadi objek penelitian dengan cara menyebarkan kuisioner, observasi dan wawancara.
B. Data sekunder
Adalah data objek penelitian seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi, serta aktivitas yang diperoleh dari literatur. 1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penulis mengadakan penelitian pada perusahaan PT. Perkalin Indah bergerak di bidang karet dan logam yang berada di komplek PIK, Jalan Raya Penggilingan Blok D 2-3, Jakarta Timur.