• Tidak ada hasil yang ditemukan

pokok bahasan 5. sanksi 6. pembatalan & pencabutan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "pokok bahasan 5. sanksi 6. pembatalan & pencabutan"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1. landasan hukum

2. hubungan dalak dengan perizinan

penanaman modal

3. kewenangan pemantauan, pembinaan &

pengawasan pelaksanaan penanaman modal

4. pemantauan, pembinaan & pengawasan

penanaman modal

5. sanksi

6. pembatalan & pencabutan

2

(3)

3

uu nomor 25/2007 tentang

penanaman modal pp nomor 38/2007 tentang

pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemda provinsi &

pemda kabupaten/kota

perka bkpm nomor 3/2012 tentang

pedoman & tata cara pengendalian pelaksanaan penanaman modal

Perpres No. 27 /2009 Tentang

Pelayanan Terpadu Satu Pintu bidang Penanaman Modal

(4)

perizinan pengendalian perizinan & pengendalian pelaksanaan

permohonan pendaftaran/ izin prinsip pelaksanaan Izin konstruksi masa iu komersial produksi Laporan

semesteran triwulan i n v e s t o r dalam negeri pembatalan asing izin pusat: 1.masterlist barang modal/ bahan baku 2.rptka 3.API izin daerah: uug imb izin lokasi imta k o n s t r u k s i pencabutan

masalah task force

Sudah

IU

hubungan dalak dengan

perizinan penanaman modal

(5)

5

maksud :

melaksanakan pemantauan,

pembinaan & pengawasan sesuai

hak, kewajiban dan tanggung jawab

penanam modal

tujuan :

1. data perkembangan realisasi, masalah

& hambatan

2. bimbingan & fasilitasi penyelesaian

masalah/hambatan

3. pengawasan pelaksanaan fasilitas

fiskal

sasaran :

tercapainya

realisasi

penanaman

modal

sesuai

dengan

peraturan

perundang-undangan

(6)

kegiatan

1. pemantauan 2. pembinaan 3. pengawasan 6

ruang lingkup

perizinan :

1. pendaftaran/pendaftaran perluasan (perluasan usaha) 2. izin prinsip, izin prinsip perluasan, izin prinsip perubahan

3. izin usaha, izin usaha perluasan, izin usaha penggabungan perusahaan (merger), izin usaha perubahan

4. izin kantor perwakilan perusahaan asing

5. surat izin usaha perwakilan perusahaan perdagangan asing (SIUP3A) 6. perizinan lainnya

non perizinan :

1. persetujuan pembebasan bea masuk impor mesin, barang & bahan 2. persetujuan perpajakan lainnya

3. API 4. IMTA

(7)

*

* meningkatkan kompetensi tki

* menyelenggarakan pelatihan & lakukan alih teknologi

* menerapkan tata kelola perusahaan yang baik * melaksanakan csr, menyampaikan lkpm,

laporan impor mesin, laporan impor tasi berdasar api

* menghormati tradisi budaya masyarakat * mematuhi ketentuan peraturan

undangan

* mengalokasikan dana untuk pemulihan lokasi

# kepastian hak, hukum & perlindungan # informasi terbuka ttg bu yang dijalankan # hak pelayanan & berbagai fasilitas

kemudahan

hak

(8)

TANGGUNG JAWAB PENANAM MODAL

• Menjamin tersedianya modal

• Menanggung dan menyelesaikan segala kewajiban

dan kerugian

• Menciptakan iklim usaha yang sehat

• Menjaga kelestarian lingkungan hidup

• Menciptakan keselamatan kesehatan kenyamanan

dan kesejahteraan pekerja

• Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang

(9)
(10)

10

kegiatan yang

dilakukan untuk

memantau &

mengevaluasi

perkembangan

pelaksanaan

penanaman modal

perizinan

penanaman

modal

pemantauan

(11)

perka bkpm nomor 3/2012

kewenangan pemantauan

11

bkpm

pdppm

(perangkat daerah provinsi bidang penanaman modal)

pdkpm

(perangkat daerah kabupaten/k ota bidang penanaman modal) badan pengusahaan

kpbpb

administrator

kek

perka bkpm

kewenangan pemerintah  gubernur  dekonsentrasii

(12)

12

realisasi penanaman modal

1. jumlah proyek & nilai investasi 2. hambatan/permasalahan

3. mesin & peralatan 4. Pelaksanaan API kegiatan pemantauan : 1. tahap konstruksi 2. tahap produksi/ operasi komersial (iu)

lkpm

pendaftaran /

izin prinsip /

surat persetujuan / izin usaha

• pengumpulan • verifikasi & evaluasi lkpm

tata cara pemantauan

penanaman modal

(13)

13

manfaat

pemantauan

pendataan rekomendasi kebijakan pertimbangan permohonan bimbingan & fasilitasi rekomendasi pengawasan

(14)

14

tahap pembangunan

triwulan 1 : periode januari – maret (paling lambat 5 april) triwulan 2 : periode april – juni ( paling lambat 5 juli)

triwulan 3 : periode juli – september (paling lambat 5 oktober)l

triwulan 4 : periode oktober – desember ( paling lambat 5 januari tahun berikutnya)

tahap produksi komersil (telah ada izin usaha)

2 kali setahun  semesteran

semester 1 : januari - juni (paling lambat 5 juli)

semester 2 : juli – desember (paling lambat 5 januari tahun berikutnya)

(15)

15

tata cara

penyampaian lkpm

perusahaan yang memiliki beberapa bidang usaha 

wajib merinci realisasi investasi untuk masing-masing

bidang usaha

perusahaan merger  perusahaan penerus (surviving

company) wajib menyampaikan lkpm untuk seluruh

kegiatan penanaman modal hasil penggabungan

15

perusahaan yang memiliki kegiatan penanaman modal

lebih dari 1 kabupaten/kota 

lkpm untuk masing-masing kabupaten/kota

perusahaan yang telah beralih

status pma pmdn atau pmdn  pma

(16)

16

khusus kantor perwakilan perusahaan asing atau kantor

perwakilan perusahaan perdagangan asing 

wajib menyampaikan lkpm setiap akhir tahun ke bkpm

16

lkpm disampaikan secara on line melalui

spipise atau

secara langsung (hard copy & soft copy) atau

e-mail bkpm di

[email protected]

atau

e-mail pdppm, pdkpm, badan pengusahaan kpbpb,

administrator kek

(17)

17

laporan realisasi impor

dilakukan secara online melalui spipise (http://nswi.bkpm.go.id) atau

portal indonesia national single window (http://insw.go.id)

2

.

perusahaan pemilik api  terealisasi/ tidak

wajib lapor setiap triwulan = lkpm

1

.

perusahaan yang telah mendapat fasilitas bea

masuk atas mesin/barang & bahan

dilakukan secara online melalui spipise (http://nswi.bkpm.go.id) atau

http://inatrade.kemendag.go.id atau

portal indonesia national single window (http://insw.go.id) wajib lapor realisasi impor

7

hari setelah realisasi impor 

(18)

18

rekapitulasi hasil verifikasi

& evaluasi lkpm

pdkpm/kpbpb /kek melakukan verifikasi & evaluasi lkpm menyampaikan hasil kompilasi data realisasi penanaman modal selambat- lambatnya

2

hari

kerja setelah batas waktu disampaikan kepada

pdppm

pdppm melakukan verifikasi & evaluasi lkpm  kewenangan + dari pdkpm/kpbpb/kek menyampaikan hasil kompilasi data realisasi penanaman modal selambat- lambatnya

3

hari

kerja setelah batas waktu dari pdkpm disampaikan kepada

bkpm

melakukan verifikasi & evaluasi lkpm  kewenangan pemerintah + dari pdppm bkpm

(19)

19 • lampiran vlll

• setiap

triwulan (7)

pdkpm

• lampiran vlll

• setiap

triwulan

(10)

pdppm

• lampiran vlll

• setiap

triwulan

bkpm

bupati/walikota

gubernur

kepala lembaga

menteri/

terkait

RI - 1

mekanisme pelaporan

lkpm

(20)

20

menteri

perdagangan

menteri keuangan

melalui

badan kebijakan fiskal

mekanisme pelaporan

realisasi impor

o

Form lamp vl

o

realisasi impor

setiap 3 bulan

pemilik api

perusahaan yang

memperoleh fasilitas

o

Form lampiran vll

o

realisasi impor setiap 6 bulan

(21)

21

(22)

22

1. tahap pembangunan

(23)

23

(24)

24

(25)

25

1

. laporan realisasi impor mesin dan/atau

barang dan bahan

berdasarkan surat persetujuan pabean

2. laporan realisasi impor berdasarkan

angka pengenal importir (api)

3. laporan rekapitulasi realisasi impor

pemilik api

4. laporan rekapitulasi realisasi impor

mesin dan/atau barang dan bahan

(26)
(27)

27

kegiatan

bimbingan

kepada penanam modal untuk

merealisasikan penanaman modalnya & fasilitasi penyelesaian masalah atas

hambatan pelaksanaan kegiatan penanaman modal

pembinaan

pelaksanaan

kegiatan

penanaman

modal

(28)

perka bkpm nomor 3/2012

kewenangan pembinaan

28

pdkpm

(perangkat daerah kabupaten/o ta bidang penanaman modal) badan pengusahaan

kpbpb

administrator

kek

pdppm

(perangkat daerah prov bidang pm)

bkpm

koordinasi dengan instansi pemerintah

terkait

Pembinaan kebijakan pemerintah pembinaan kebijakan pemerintah provinsi

(29)

29

pembinaan

dilaksanakan melalui :

1. bimbingan sosialisasi

2. pemberian konsultasi

3. fasilitasi penyelesaian

masalah/hambatan

a. identifikasi & verifikasi masalah

b. koordinasi dengan instansi terkait

c. komunikasi hasil fasilitasi

(30)
(31)

31

upaya atau kegiatan yang

dilakukan guna

mencegah &

mengurangi terjadinya

penyimpangan

pengawasan

ketentuan pelaksanaan penanaman modal & penggunaan fasilitas penanaman modal

(32)

perka bkpm nomor 3/2012

kewenangan pengawasan

32

bkpm

Pdppm

-

Pdkpm

Badan pengusahaa n

Kpbpb

administrator

kek

instansi teknis terkait

hal-hal tertentu = pencemaran lingkungan, permintaan

perusahaan/pemda/instansi terkait, pengaduan masyarakat)

- lintas prov -strategis -fas. fiskal - kewenan gan pemerint ah • Lintas kab/kota

•Kewenangan prov • kewenangan

(33)

33

lkpm, media massa,

laporan masyarakat

diduga terdapat

penyimpangan

pengawasan

tidak langsung

pengawasan

langsung

jenis pengawasan

(34)

34

pengawasan

dilaksanakan melalui pemeriksaan ke

lokasi proyek  tindak lanjut dari:

1. evaluasi pelaksanaan penanaman

modal

2. adanya indikasi penyimpangan 

ketentuan

3. penggunaan fasilitas sesuai tujuan

(35)

35

melalui penelitian/evaluasi atas informasi

pelaksanaan ketentuan & fasilitas penanaman modal

melakukan pemeriksaan ke lokasi proyek

surat pemberitahuan kepada perusahaan tentang

adanya petugas pengawasan dari unit teknis

terkait paling lambat

5 hk

sebelum pelaksanaan

pengawasan (lampiran lx)

pimpinan/penanggung jawab perusahaan di lokasi proyek

wajib

memberikan informasi

hasil pemeriksaan langsung dituangkan dalam bentuk

bap

tandatangan : pemeriksa & pimpinan perusahaan

dalam hal ditemukan pelanggaran/penyimpangan, ditindak

lanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

(36)

36

bap diperlukan dalam rangka :

1. evaluasi atas pelaksanaan penanaman modal

2. proses permohonan pencabutan di bkpm yang diajukan oleh : a. pdkpm sesuai kewenangannya

b. pdppm

3. permohonan pencabutan yang diajukan ke pdppm, oleh pdkpm untuk proyek kewenangan pemerintah provinsi yang berlokasi pada 1 kabupaten/kota

4. pengawasan penggunaan mesin/barang/bahan yang mendapat fasilitas pembebasan bea masuk

5. tindak lanjut penemuan bukti awal penyimpangan 6. proses pengenaan & pembatalan sanksi

berita acara pengawasan

(bap)

(37)

ititkan 37

pembuatan bap

- lampiran xl

- surat tugas untuk bap ditandatangani : 1. bkpm  direktur wilayah 2. pdppm  kepala pdppm 3. pdkpm  kepala pdkpm 4. kpbpb  kepala badan pengusahaan kpbpb

5. kek administrator kek - lampiran x

- dilakukan di

lokasi proyek

(38)

38

pejabat yang melakukan pemeriksaan

dari instansi pemerintah terkait

terdiri dari :

1. kementerian /lembaga pembina bidang

usaha

2. kementerian tenaga kerja & transmigrasi

3. kementerian negara lingkungan hidup

4. badan pertanahan nasional

5. direktorat jenderal pajak

6. direktorat jenderal bea cukai

7. badan pengusahaan kpbpb

8. administrator kek

9. instansi terkait lainnya

pemberitahuannya

5

hk sebelum pelaksanaan

(39)

39

pejabat yang melakukan pemeriksaan

dari instansi terkait

di tingkat provinsi/kabupaten/kota terdiri dari :

1.

dinas/instansi teknis daerah pembina

bidang usaha

2.

instansi perpajakan di daerah

3.

instansi bea & cukai di daerah

4.

badan/kantor pertanahan di daerah

5.

instansi keimigrasian di daerah

6.

instansi kepolisian di daerah

(40)

40

nomor identitas

kepabeanan

(nik)

pemilik nik dapat diblokir oleh

ditjen bea & cukai akibat :

1. pelanggaran atas kegiatan

importasi

2. kekurangan pembayaran

dalam jangka waktu yang

ditetapkan

3. dalam jangka waktu

12

bulan secara terus menerus

tidak melakukan kegiatan

impor

perusahaan mengajukan

permohonan rekomendasi

pembukaan nik :

1. lampiran xll

2. kelengkapan data :

a. rekaman surat blokir

b. lkpm periode terakhir

c. rekaman dokumen

impor bl atau awb &

invoice

1. bkpm

2. lampiran Xlll

3. rekomendasi pembukaan

(41)

41

perka nomor 3/2012

bkpm/pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/

administrator kek

penerbit perizinan & nonperizinan

dapat mengenakan sanksi administratif kepada perusahaan yang :

1. tidak memenuhi kewajiban & tanggung-jawab 2. melakukan penyimpangan terhadap :

a. perizinan & nonperizinan penanaman modal b. ketentuan pelaksanaan penanaman modal termasuk penggunaan mesin, barang & bahan

yang mendapat fasilitas pembebasan bea masuk

(42)

1. peringatan

tertulis

2. tidak dilayaninya permohonan perpanjangan

jadwal pengimporan mesin, barang & bahan

3. tidak dilayaninya permohonan perubahan

daftar induk mesin/barang & bahan

4. pembekuan api

5. rekomendasi pengurangan kuota impor mesin,

barang & bahan

6.

pembatasan

kegiatan usaha

7.

pembekuan

kegiatan usaha dan/atau fasilitas

penanaman modal

8.

pencabutan

kegiatan usaha

dan/atau fasilitas penanaman modal

jenis sanksi administratif

(43)

pengenaan

peringatan

tertulis

tidak memenuhi kewajiban &

tanggungjawab administrasi

penanaman modal, maka perusahaan

penanaman modal diperingati tertulis

3 kali berturut-turut

dengan

tenggang waktu 1 bulan

sejak tanggal

peringatan sebelumnya diterbitkan

43

(44)

pembatasan

kegiatan

usaha

1. dikenakan apabila dalam

jangka waktu

1

bulan sejak

peringatan yang ke 3 tidak memberi tanggapan

2. dalam hal perusahaan

melakukan upaya perbaikan, maka dapat diajukan

permohonan pembatalan pembatasan kegiatan usaha (lampiran xxv)

3. bkpm/pdppm/pdkpm/ badan usahapengusahaan kpbpb,

administrator kek menerbitkan surat pembatasan kegiatan usaha

dalam waktu

5

hari kerja setelah

dilakukan bap (lampiran xxvl) 44

1. pembatasan

kegiatan usaha di salah satu atau beberapa lokasi  perusahaan memiliki beberapa lokasi (lampiran xxlv) 2. pembatasan kapasitas produksi

(45)

pembekuan

kegiatan usaha &

fasilitas penanaman modal

1. dikenakan apabila dalam jangka waktu

1

bulan sejak pembatasan

kegiatan usaha, perusahaan tidak memberi tanggapan, pembekuan

kegiatan usaha dapat berupa :

a. penghentian sementara sebagian kegiatan pada lokasi tempat usaha

b. penghentian sementara sebagian bidang usaha (lampiran XXVll) c. pembekuan fasilitas pm surat pembekuan kegiatan usaha

(lampiran XXVlll)

d. pembekuan api (lampiran XXlX)

2. bkpm/pdppm menerbitkan surat pembekuan kegiatan

usaha dan/atau fasilitas atau api dalam jangka waktu

5

hari kerja setelah dilakukan bap

(46)

3.

pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek yang melakukan pembekuan kegiatan usaha yang mendapat fasilitas pm harus memberitahukan kepada bkpm

4. dalam hal perusahaan melakukan perbaikan maka dapat diajukan permohonan pembatalan pembekuan

- kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm (lampiran XXXl) - api (lampiran XXXll)

5

. terhadap permohonan pembatalan pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm dilakukan bap oleh tim pengendalian

pelaksanaan penanaman modal yang dikoordinasikan oleh bkpm/

pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek yang menerbitkan izinnya

6. bkpm/ pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek yang menerbitkan pembatalan pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm dalam waktu 5 hari kerja

setelah dilakukan bap

(47)

47

1. sanksi ini dikenakan kepada perusahaan

a. yang tidak memberi tanggapan tertulis tentang upaya perbaikan dalam jangka waktu

1

bulan sejak diterbitkan surat pembekuan

kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm

b. melakukan pelanggaran & telah mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 2. bkpm/pdppm/pdkpm /badan pengusahaan kpbpb/administrator

kek yang menerbitkan izinnya menerbitkan keputusan pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm 3. pdppm/ /pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek yang menerbitkan pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm harus memberitahukan kepada bkpm

pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas

penanaman modal

(48)

pembatalan

tindakan administratif

oleh bkpm /pdppm/pdkpm/

badan pengusaha pkpbpb/administrator kek,

sesuai kewenangan yang mengakibatkan tidak berlakunya persetujuan

yang

tidak dilaksanakan

dalam bentuk kegiatan nyata

1. secara administratif berupa :

a. akta pendirian perusahaan & pengesahannya b. npwp

c. izin lokasi

d. perjanjian sewa lahan/gedung

e. surat persetujuan fasilitas bea masuk atas impor barang modal f. api-p

g. rptka h. imb

i. izin uug/ho atau situ 2. fisik berupa :

a. pengadaan lahan/tempat usaha

b. pembangunan/sewa gedung/pabrik atau ruang kantor/tempat usaha c. pengimporan mesin/pembelian mesin dalam negeri

48

kegiatan nyata

(49)

permohonan pembatalan

diajukan oleh :

1. perusahaan kepada bkpm/pdppm/pdkpm/badan pengusahaan

kpbpb/administrator kek yang menerbitkan perizinan penanaman modal

2. perusahaan kepada pdppm/pdkpm/badan pengusahaan

kpbpb/administrator kek  perizinan diterbitkan oleh bkpm & saat ini telah menjadi kewenangan bkpm/pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek

3. pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek  perizinan diterbitkan oleh bkpm & masih menjadi kewenangan pemerintah

4. kantor perwakilan perusahaan asing kepada bkpm

5. kantor perwakilan perusahaan perdagangan asing kepada bkpm

49

lampiran xlv

(50)

50

bentuk usulan

pembatalan

l

ampiran xv

kelengkapan data selain kppa & kp3a : bap

kelengkapan data kppa & kp3a :

1. surat pernyataan yang ditandatangani oleh

direksi perusahaan dari kantor pusat di negara

asal

2. surat kuasa bermaterai cukup dari direksi

kantor pusat negara asal  kepala kantor

perwakilan atau pihak lain yang tidak

(51)

51

surat pembatalan perizinan

penanaman modal

penerbitan

5

hk

(52)

pencabutan

tindakan pemerintah yang

mengakibatkan tidak berlakunya persetujuan penanaman modal yang telah dilakukan dalam bentuk kegiatan nyata, baik administratif maupun fisik

1

. bkpm/pdppm/pdkpm/badan pengusahaan

kpbpb/administrator kek melakukan pencabutan

terhadap perizinan penanaman modal

2. untuk perizinan yang telah diterbitkan bkpm namun

saat ini telah menjadi kewenangan provinsi/

kabupaten/kota/badan pengusahaan kpbpb/

administrator kek, maka pencabutannya dilakukan

oleh

provinsi/ kabupaten/kota/badan pengusahaan

kpbpb/ administrator kek

52

(53)

1.

perusahaan

2.

pdppm /pdkpm/badan pengusahaan kpbpb

/administrator kek

kepada bkpm untuk perizinan

penanaman modal yang diterbitkan bkpm & saat ini

masih kewenangan pemerintah

3. tindak lanjut dari pengenaan sanksi 

pelanggaran

perusahaan

4. putusan pengadilan

yang telah mempunyai keputusan

hukum tetap

53

usulan pencabutan

permohonan pencabutan

dari perusahaan  lampiran XlX

usulan pencabutan 

pdppm/pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/

(54)

54

1. surat permohonan  bermaterai ditandatangani

oleh direksi atau orang yang ditunjuk sebagai

liquidator sesuai rups

2. rups yang telah dituangkan dalam akta notaris 

pencabutan perizinan /pembubaran perusahaan

& penunjukkan liquidator

3. rekaman pencatatan pembubaran perusahaan

dari menkumham

4. rekaman akta pendirian perusahaan & perubahannya

5. lkpm periode terakhir

6. surat kuasa bermaterai cukup untuk pengurusan

permohonan (lampiran XVl)

(55)

55

a. surat usulan pencabutan perusahaan 

ditandatangani oleh

pdppm /pdkpm/badan

pengusahaan kpbpb /administrator kek

b.

bap

kelengkapan data

1.

kewenangan pemerintah

2.

bap

3.

putusan pengadilan yang telah

mempunyai keputusan

(56)

56

1. pemberitahuan penutupan iu p3a dari perusahaan

asing atau cabang perusahaan asing yang menunjuk

perwakilan

2. asli siup3a

3. rekaman imta untuk kepala perwakilan asing, ktp

untuk wni

4. surat pernyataan di atas materai dari kepala p3a

tidak mempunyai hutang piutang

5. rekaman tdp

(57)

57

surat pencabutan perizinan

penanaman modal

penerbitan

7

hk

(58)

58

semoga

bermanfaat

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Jl. Jend. Gatot Subroto No. 44, Jakarta Selatan 12190

Tel: 021-5252008 ext xxxx Fax: 021-525xxxx

(59)

59

1. sanksi ini dikenakan kepada perusahaan

a. yang tidak memberi tanggapan tertulis tentang upaya perbaikan dalam jangka waktu

1

bulan sejak diterbitkan surat pembekuan

kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm

b. melakukan pelanggaran & telah mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 2. bkpm/pdppm/pdkpm /badan pengusahaan kpbpb/administrator

kek yang menerbitkan izinnya menerbitkan keputusan pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm 3. pdppm/ /pdkpm/badan pengusahaan kpbpb/administrator kek yang menerbitkan pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm harus memberitahukan kepada bkpm

4. berdasarkan keputusan pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas pm, bkpm memberitahukan ditjen bea & cukai dan/atau ditjen pajak

untuk melaksanakan tindak lanjut pengembalian fasilitas

pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas

penanaman modal

Referensi

Dokumen terkait

Perihal keewenangan daerah di bidang penanaman modal, ditegaskan kemudian dalam UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa lingkup kewenangan daerah di bidang

Perihal keewenangan daerah di bidang penanaman modal, ditegaskan kemudian dalam UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa lingkup kewenangan daerah di bidang

Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, pelimpahan kewenangan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten

(5) Atas hasil dari pelaksanaan pemantauan realisasi penanaman modal sebagaimana disebutkan pada ayat (3) huruf c, disampaikan oleh DPMPTSP Provinsi kepada BKPM setiap 1

(5) Atas hasil dari pelaksanaan pemantauan realisasi penanaman modal sebagaimana disebutkan pada ayat (3) huruf c, disampaikan oleh DPMPTSP Provinsi kepada BKPM setiap 1

Rencana Strategi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 ini adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk

(5) Atas hasil dari pelaksanaan pemantauan realisasi penanaman modal sebagaimana disebutkan pada ayat (3) huruf c, disampaikan oleh DPMPTSP Provinsi kepada BKPM setiap

Dari ketiga kewenangan yang dimiliki provinsi tersebut jelas Propinsi dapat mengatur atau membuat Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Penanaman modal dalam hal Penanaman modal yang