• Tidak ada hasil yang ditemukan

Assalamu alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Assalamu alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh,"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KA K AT TA A P PE EN NG GA AN NT TA AR R

Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh,

Puji Syukur Kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas karunia-Nya Rencana Strategis Badan Koordinasi Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 telah tersusun dan merupakan salah satu wujud dari kewajiban Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten dalam penyusunan dokumen perencanaan dalam kurun waktu lima tahun.

Rencana strategis Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012 – 2017 merupakan rumusan pernyataan visi,misi,tujuan, dan sasaran,strategi,kebijakan, program dan kegiatan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMD Provinsi Banten Tahun 2012 – 2017 yang akan menjadi pedoman dalam penyiapan Rencana Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten selama 5 (lima) tahun kedepan.

Keberadaan Rencana Strategis Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 akan menjadi pedoman dalam rangka proses penyusunan rencana tahunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten tahun 2013 sampai dengan tahun 2017.

Sebagai komitmen bersama dalam proses pencapaian harapan di masa yang akan datang, hendaknya Rencana Strategis ini menjadi arah dan pedoman serta motivasi peningkatan kinerja bagi para aparatur Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provisni Banten didalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh.

Serang, September 2012 KEPALA

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DAN PELAYAN TERPADU

Drs. H. IMAN SULAIMAN. A, MM NIP. 19551114 198603 1 004

(3)

BAB VII PENUTUP ... KOTAVI I– 1

LAMPIRAN

KATA PENGANTAR ...i DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN...I-I.

1.1 Latar Belakang ...I-1 1.2 Tujuan Dan Sasaran ...1-2 1.3 Dasar Hukum ...I-4 1.4 Sistematika Penulisan ...I-7 BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KOORDINASI

PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU

PROVINSI BANTEN ...II –1.

2.1 Tugas Pokok dan Fungsi... II-1 2.2 Struktur Organisasi... II-2

2.3 Sumber Daya ...II-16 2.4 Kinerja Pelayanan ...II-28 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN

FUNGSI ...III – 1 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan

Fungsi Pelayanan ...III-1 3.2 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ..…... III-2

3.3 Telaahan Visi, Misi dan Program Keapala Daerah

dan Wakil Kepala Daerah terpilih ...III-5 3.4 Penentuan Isu strategis ... III-8

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN

KEBIJAKAN ...IV- I 4.1 Visi Dan Misi ...IV-1 4.2. Tujuan Dan Sasaran ... IV-3

4.3. Strategi Dan Kebijakan ...IV-4 BAB V PROGRAM DAN INDIKASI KEGIATAN V – 1

5.1. Rencana Program dan Kegiatan ... IV-1 5.2. Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan

Pendanaan Indikatif ... IV-3

BAB VI INDIKATOR KINERJA ... KOTAVI – 1

DAFTRA ISI

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.1 Jumlah dan Komposisi Pegawai menurut Status dan

Golongan pada BKPMPT Provinsi Banten Tahun 2012 ...I-1 Tabel 2.1.2 Komposisi PNS BKPMPT Provinsi Banten berdasarkan

Jabatan dan Golongan Tahun 2012...1-2 Tabel 2.1.3 Komposisi Pegawai BKPMPT Provinsi Banten Berdasarkan

Pendidikan ...I-4 Tabel 2.1.4 Daftar Inventaris BKPMPT Provinsi Banten Tahun 2012 ...I-7 Tebel 2.2.1 Pencapaian Kinerja Pelayanan BKPMPT Provinsi Banten.

Tebel 2.2.2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan BKPMPT

Provinsi Banten Tahun 2009-2010 ...I-7 Tebel 2.2.3 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan BKPMPT

Provinsi Banten Tahun 2011-2012 ... KPMPT Provinsi Banten Tahun 2012I-7 Tebel 2.5.1 Program dan Indikasi Kegiatan BKPMPT Tahun 2013-

2017...I-7 Tebel 2.5.2 Rencana Program, Kegiatan, Indikator, Kelompok

Sasaran, dan Pendanaan Indikatif BKPMPT Provinsi

Banten 2012-2017...I-7 Tebel 2.6.1 Indikator Kinerja BKPMPT Provinsi Banten 2012-2017 ...I-7

(5)

Rencana Strategi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 ini adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) yang berisikan visi, misi, kebijakan, program dan kegiatan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten yang mengacu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Banten Tahun 2012- 2017 serta hal ini sesuai dengan amanat dari Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Adapun pernyataan harapan yang ingin dan/atau dicapai Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten selam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan adalah Banten Tujuan Utama Investasi Di Indonesia dengan misi :

(1) Mewujudkan Kapasitas Kelembagaan yang berkualitas;

(2) Meningkatkan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing;

(3) Meningkatkan daya tarik Penanaman Modal.

(4) Meningkatkan pelayanan realisasi pelaksanaan penanaman modal secara Terpadu

Sedangkan kebijakan yang merupakan instrumen dalam menentukan pelaksanan program adalah :

1. Meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan aparat, Pelayanan Administrasi serta Sarana dan Prasarana kerja aparatur.

2. Melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan penanaman modal yang tepat dan akurat.

3. Meningkatkan Koordinasi Penanaman modal.

Penutup

BAB 7

(6)

4. Pengembangan Potensi unggulan Daerah.

5. Meningkatkan Pembinaan dan Fasilitasi dunia Usaha dalam rangka kemitraan antar pelaku usaha ( Memfasilitasi penyediaan promotion And Business Centre dan Forum Interaksi Investor Mitra Banten (West Java Patner).

6. Menyediakan materi dan media promosi yang epektif dan efisien.

7. Menyediakan materi dan media promosi yang epektif dan efisien.

8. Meningkatkan jaringan kerjasama secara terkoordinasi dan berkelanjutan

Selanjutnya program dan kegiatan yang merupakan instrument dari kebijakan dan harus di laksanakan secara operasional setiap tahun adalah 1. Program Peningkatan Kualitas Tata kelola Pemerintah Daerah.

1.1. Penyusunan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 1.2. Penyusunan Laporan Kinerja Keuangan dan Neraca Aset

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran dan Kapasitas Aparatur.

2.1. Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran 2.2. Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran 2.3. Pemeliharaan Barang dan Jasa Perkantoran 3. Program Penyediaan Data Pembangunan Daerah.

3.1. Penyediaan Data dan Infromasi Pembangunan 4. Program Peningkatan Iklim Investasi.

4.1. Pengendalian dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal 4.2. Optimalisasi Regulasi, Fasilitasi dan Pelayanan Perijinan dan non

Perijinan Penanaman Modal

4.3. Fasilitasi Percepatan Realisasi Izin Usaha Tetap Penanaman Modal 5. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi.

(7)

5.1. Penyelenggaraan Promosi Investasi

5.2. Peningkatan Kerjasama Penanaman modal

Dari 5 (lima) program yang rencana akan dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun memerlukan anggaran sebesar Rp 46.144.000.000 dengan perincian untuk tiap program adalah :

1. Program Peningkatan Kualitas Tata kelola Pemerintah Daerah.

Tahun 2013 sebesar Rp 757.000.000 Tahun 2014 sebesar Rp 830.000.000 Tahun 2015 sebesar Rp 914.000.000 Tahun 2016 sebesar Rp 1.010.000.000 Tahun 2017 sebesar Rp 1.106.000.000

2. Program Peningkatan sarana dan Prasarana Perkantoran dan kapasitas Aparatur .

Tahun 2013 sebesar Rp 2.300.000.000 Tahun 2014 sebesar Rp 2.350.000.000 Tahun 2015 sebesar Rp 2.900.000.000 Tahun 2016 sebesar Rp 3.310.000.000 Tahun 2017 sebesar Rp 3.500.000.000

3. Program Penyediaan Data pembangunan daerah . Tahun 2013 sebesar Rp 300.000.000

Tahun 2014 sebesar Rp 350.000.000 Tahun 2015 sebesar Rp 380.000.000 Tahun 2016 sebesar Rp 400.000.000 Tahun 2017 sebesar Rp 420.000.000

4. Program peningkatan Iklim Investasi . Tahun 2013 sebesar Rp 1.500.000.000 Tahun 2014 sebesar Rp 1.660.000.000

(8)

Tahun 2015 sebesar Rp 1.889.000.000 Tahun 2016 sebesar Rp 2.106.000.000 Tahun 2017 sebesar Rp 2.338.000.000

5. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi.

Tahun 2013 sebesar Rp 2.500.000.000 Tahun 2014 sebesar Rp 2.769.000.000 Tahun 2015 sebesar Rp 3.148.000.000 Tahun 2016 sebesar Rp 3.510.000.000 Tahun 2017 sebesar Rp 3.897.000.000

Sebagai konsistensi implementasi Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten untuk selanjutnya perlu diperhatikan kaidah pelaksanaannya sebagai berikut:

1. Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten berkewajiban untuk mengupayakan pencapaian dan implementasi Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan Indikasi Kegiatan yang telah ditetapkan dalam Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2012 serta telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012-2017.

2. Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten 2012-2017 sebagai penjabaranya setiap tahun disusun Rencana Kerja (Renja) Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahunan yang berpedoman pada Renstra serta tetap memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten.

3. Dalam rangka meningkatkan efektivitas Renstra dan Renja Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten

(9)

2012-2017, setiap tahun dari tahun 2012 sampai dengan 2017 dilakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah . 4. Dalam rangka meningkatkan efektivitas Renstra Badan Koordinasi

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten 2012-2017, dilakukan evaluasi Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten 2012-2017.

(10)

1.1. LATAR BELAKANG

Menarik investasi domestik dan luar negeri menjadi pilihan bagi daerah ketika kecenderungan keterbatasan dana dari pusat dalam pengembangan ekonomi daerahnya. Agar investasi itu datang maka daerah dituntut melakukan dua hal, yaitu memperbaiki tata kelola pengelolaan unit yang bertanggung jawab terhadap keberadaan, kedatangan, dan keberlanjutan investasi di daerah dan melakukan inventarisasi akan potensi lokal yang bersifat khas untuk ‘dijual´ kepada investor luar daerah atau luar negeri. Mengacu pada analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Thread), pemanfaatan sumber daya alam dan manusia harus dapat bersinergi untuk memperoleh manfaat yang maksimal. Hal ini tentunya memerlukan perencanaan yang sistematis , terarah dan terpadu .

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, serta perangkat peraturan perundangan penjabarannya, mengamanatkan diantaranya bahwa perangkat daerah berkewajiban menyiapkan rencana kerja sebagai acuan penyelenggaraan pembangunan oleh perangkat daerah bersangkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya, baik untuk jangka waktu lima tahunan maupun tahunan.

Selain itu pula kewajiban perangkat daerah dalam penyiapan rencana kerja untuk jangka waktu lima tahunan, telah diamanatkan dalam UU No. 32 Tahun 2004 pada Pasal 151 Ayat 1.

Dalam Rangka Penyusunan dan penetapan Renstra-SKPD sebagaimana diatur dalam UU No. 25 Tahun 2004 merupakan bagian dari proses penyusunan dan penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyiapkan rancangan Renstra-SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman pada rancangan awal RPJM Daerah (Pasal 15 Ayat 3), selanjutnya Kepala Bappeda menyusun rancangan RPJM Daerah dengan menggunakan rancangan Renstra-SKPD dengan berpedoman pada RPJP Daerah (Pasal 15 Ayat 4);

Berdasarkan pasal 15 ayat 4 tersebut dapat diambil suatu pemahaman bahwa penyusunan dan penetapan Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah merupakan suatu proses yang sejalan dan timbal balik dengan penyusunan dan penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah telah diamanatkan pula bahwa Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Program dan Kegiatan SKPD, serta disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD dengan berpedoman pada RPJM Daerah dan bersifat indikatif.

Pendahuluan BAB 1

penda

hulu

(11)

Selanjutnya Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Provinsi Banten sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkewajiban untuk menyiapkan Rencana Strategis sebagai acuan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang menjadi tugas dan fungsinya dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan.

Kewajiban ini, disamping sebagai bentuk implementasi untuk melaksanakan amanat peraturan perundangan juga didasarkan atas kebutuhan dalam menyongsong era pembangunan Pemerintah Provinsi Banten. Rencana Strategis adalah dokumen perencanaan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Provinsi Banten untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program, dan Indikasi Kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsinya serta diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012-2017 dan bersifat indikatif.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, tantangan pembangunan di bidang penanaman modal daerah yang diemban oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten secara umum meliputi : pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah Provinsi di bidang Penanaman Modal; perumusan dan penyusunan rencana kerja serta kebijakan teknis di bidang penanaman modal di Provinsi Banten;

penyelenggaraan pelayanan penanaman modal daerah pada pemerintah Provinsi Banten; pemberian perijinan/rekomendasi penanaman modal di Provinsi Banten dalam rangka tugas pembantuan, desentralisasi dan dekonsentrasi serta pelaksanaan pelayanan umum lintas Kabupaten dan Kota; pelaksanaan kerjasama di bidang penanaman modal dengan Kabupaten dan Kota; pengindentifikasian sumber-sumber potensi daerah secara menyeluruh untuk kepentingan perencanaan dan pengendalian pembangunan di bidang penanaman modal Provinsi; pengkoordinasian pelaksanaan promosi penanaman modal; pelaksanaan pengawasan, pembinaan dan pengendalian atas pelaksanaan penanaman modal;

1.2. TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan penyusunan Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), diantaranya adalah untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten selama 5 (lima) tahun dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan bidang penanaman modal daerah, Sedangkan sasaranya adalah sebagai berikut:

1. Teridentifikasinya kondisi dan potensi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten;

2. Teridentifikasinya kebijakan pelaksanaan penanaman modal daerah di Provinsi Banten tahun 2012-2017 yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten ;

(12)

3. Teridentifikasinya kondisi dan prospek penanaman modal daerah yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten;

4. Teridentifikasinya permasalahan dan isu strategis penanaman modal daerah yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten;

5. Terumuskannya visi, misi, tujuan dan sasaran Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017;

6. Terumuskannya strategi dan kebijakan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017;

7. Terumuskannya program dan indikasi kegiatan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017.

1.3. LANDASAN HUKUM

Penyusunan Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 disusun dengan berlandaskan pada :

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4010);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

(13)

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 Tentang Tahapan Tatacara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Kawasan Industri;

11. Keputusan Presiden Nomor 177 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 97 Tahun 1993 tentang Tata Cara Penanaman Modal;

12. Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bidang Penanaman Modal;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tahapan Tatacara Penyusunan Pengendalian, Evaluasi Pelaksanaan

Rencana Pembangunan Daerah;

14. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayan Perijinan Terpadu Satu Pintu;

15. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2012 – 2017;

16. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu.

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menyajikan tentang : latar belakang, tujuan dan sasaran, landasan hukum serta sistematika penulisan Renstra Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU

Bab ini menyajikan tentang kedudukan, tugas pokok dan fungsi; struktur organisasi, sumber daya aparatur; prasarana dan sarana kerja serta kinerja pelayanan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten 5 (lima) Tahun sebelumnya

(14)

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Bab ini menyajikan permasalahan dan isu strategis yang disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi pelayanan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten secara internal maupun eksternal yang sinergis memberikan kontribusi terhadap keberhasilan visi dan misi yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Banten 2012-2017 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN

KEBIJAKAN

Bab ini menyajikan tentang Visi, Misi, Strategi dan kebijakan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah dan pelaksanaan pembangunan.

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, PENDANAAN INDIKATIF Bab ini menyajikan tentang Program, Kegiatan, Indikator Kinerja dan Pendanaan Indikatif Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 serta indikator kinerja, kelompok sasaran dan pagu anggaran indikatif.

BAB VI INDIKATOR KINERJA

Bab ini menyajikan tentang indikator kinerja Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Tahun 2012-2017 yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Provinsi Banten, karena Indikator kinerja ini disamping berdasarkan tugas pokok dan fungasi juga mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Provinsi Banten .

BAB VII PENUTUP

Bab ini menyajikan tentang kesimpulan program-program yang rencana akan dilaksanakan serta program transisi untuk mengantisipasi kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah dan kaidah pelaksanaan.

(15)

Daftar Inventaris BKPMPT Provinsi Banten Tahun 2012

No

SPESIFIKASI BARANG Keadaan

Barang (B/KB/RB

)

Jumlah Barang Nama / Jenis Barang Merk / Type

1 2 3 4 5

1 Pompa Lain-lain GROUNDFOS /

Jetpump B 1

2 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Toyota / Kijang LX B 1

3 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Toyota / SFR B 1

4 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Toyota / Kijang LX B 1

5 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Toyota / Kijang LGX B 1 6 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Toyota / kijang LSX 1.8 B 1 7 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Suzuki / Carry Futura

GRV B 1

8 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Mitsubishi Grandia /

kuda B 1

9 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Toyota / Inova G

Manual B 1

10 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Avanza / G (Silver

Metalik) B 1

11 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) Avanza / G ( Hitam

Metalik) B 1

12 Mini Bus (Penumpang

14 orang ke bawah) TOYOTA AVANZA / S B 2

13 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

14 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

15 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

16 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

17 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

18 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

19 Sepeda Motor HONDA / Supra Fit B 1

20 Sepeda Motor Honda / Win 100 B 1

21 Sepeda Motor HONDA / SUPRA X

125 TR B 1

22 Sepeda Motor Honda / CS 1 B 5

23 Perkakas Pengangkat

Bermesin Lain-lain Konstruksi air bawah

tanah / Pipa Paralon B 1

(16)

24 Global Positioning

System GPS B 1

25 Mesin Ketik Elektronik TA Royal / Sedang B 1 26 Mesin Ketik Elektronik TA Royal / 110

PS/Display B 1

27 Mesin Ketik Elektronik TA-Royal / GAB N110

DS 9" B 1

28 Mesin Hitung Listrik Aurora / PR-190/Print B 1 29 Mesin Calculator Citizen / 5 DC-868 12

Digit B 2

30 Mesin Calculator kadio / 5 DC-868 12

Digit B 1

31 Mesin Calculator Citizen KB 1

32 Mesin Calculator Casio KB 1

33 Mesin Foto Copy dengan

kertas biasa folio Canon B 1

34 Lemari Besi Brother B 3

35 Lemari Besi Elite (arsip) / 438 B 1

36 Lemari Besi Elite (Arsip) / 436, 2

pintu B 2

37 Lemari Besi Elite / 436-2 Pintu B 2

38 Lemari Besi VIP B 5

39 Rak Kayu Rak Buku B 1

40 Rak Kayu Rak Data 3 Susun /

Rak Arsip B 3

41 Filling Besi/Metal Elite / 4 laci B 5

42 Filling Besi/Metal Brother / 4 laci B 3

43 Filling Besi/Metal Elite / 4 laci B 6

44 Filling Besi/Metal Brother / B4-AC/ 4

LACI B 3

45 Filling Besi/Metal Elite / B4-4-0.5 DX/ 4

Laci B 3

46 Filling Besi/Metal Elite / B4-4-1.0 DX/

4 laci B 3

47 Filling Besi/Metal Elite / B4-4-0.5DX B 2

48 Filling Besi/Metal Elite / 902-2 laci B 1

49 Filling Besi/Metal Elite / b4-4-4-0.5 DX B 3 50 Filling Besi/Metal Brother / 4 laci B 104 B 5

51 Band Kas Ichiban B 1

(17)

52 Lemari Kaca Elite / 438 B 1 53 Papan Visuil Movie Board / Stuktur

Organigram(150x135c

m/150x100cm) B 2

54 Papan Visuil Stuktur Organisasi /

120 cm B 4

55 Alat Penghancur Kertas GBC SHRED MASTER

/ 5 S B 2

56 Papan Nama Instansi - B 1

57 Papan Nama Instansi Plang Besi PTSP /

Papan Nama PTSP B 2

58 Papan Pengumunan Papan Informasi /Pengumuman /

Berdiri B 1

59 White Board Uk.sedang / Gantung B 1

60 White Board uk sedang/kaki B 1

61 White Board Uk.Besar / gantung B 1

62 Mesin Absensi M 2000 B 1

63 Alat Pemotong Kertas Atary / uk.15'x12" KB 1 64 Overhead Projektor LCD Proyektor /

Infocus B 1

65 Overhead Projektor Toshiba / TLP S 41 KB 1 66 Overhead Projektor Proyektor LCD/Toshiba

/ Built In B 1

67 Overhead Projektor Acer / PD 527 D B 1

68 Display Roll Banner Elektrik B 2

69 Display Standing Poster B 2

70 Display Expand Banner (Magic

Tape Pop Up) / Uk.428

x 231 cm B 1

71 Display Extra Display banner /

Uk.229 x 303 cm B 2

72 Display Hanging Frame / X

Banner Uk.60x160 cm B 3

73 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) MAX (Sun Trackers) /

HD 12L/17 B 1

74 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Rak Standing

Promotion Double B 2

75 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Rak Table Promotion B 2

76 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Poster / Uk.80 x

100cm B 5

77 Alat Kantor Lainnya Electric Rolling banner B 2

(18)

(Lain-lain)

78 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Expand Banner B 2

79 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Koper B 2

80 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Rak Display B 4

81 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Hanging Banner B 10

82 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Alat Promosi / Neon

Box B 1

83 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Moving sign / Runing

text LED B 1

84 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Garasi /Tempat

Parkir/ Kanopi B 1

85 Alat Kantor Lainnya

(Lain-lain) Lampu Hias Taman /

Bulat / bola B 1

86 Lemari Kayu Lemari perpustakaan /

Jati B 2

87 Lemari Kayu Olympic (lemari Buku)

/ BC-903 B 1

88 Lemari Kayu EXPO B 1

89 Lemari Kayu Olympic / KSA Pintu

Kaca B 1

90 Lemari Kayu Lemari Arsip B 2

91 Lemari Kayu Olympic / Cherri

Rabbit B 1

92 Zice Zice / Kursi Tamu B 2

93 Tempat Tidur Kayu

(lengkap) Jati / 1 set B 1

94 Meja Rapat 1 set B 1

95 Meja Rapat 1 set / Oval B 1

96 Meja Tulis Tambahan B 1

97 Meja Tulis Solid / 1/2 Biro B 2

98 Meja Tulis Biro B 1

99 Meja Tulis Solid B 1

100 Meja Telpon M. Tlp B 1

101 Meja Reseption Meja Front Office / 1

set B 2

102 Meja Tambahan Meja TV B 1

103 Meja Tambahan Meja security / 1 set B 1

104 Meja Tambahan Nittaku Super / Meja B 1

(19)

Tenis / Pingpong

105 Kursi Rapat - B 20

106 Kursi Tamu Standar / oscar

3.2.1.1tables B 1

107 Kursi Tamu 1 set B 2

108 Kursi Tamu Kursi Ruang Tunggu B 5

109 Kursi Tamu Jati / 1 set B 1

110 Kursi Tamu 1 set B 1

111 Kursi Putar Putar/pk lgn/Hitam B 6

112 Kursi Putar Kursi Esl IV / Putar/pk

lgn/Hitam B 11

113 Kursi Putar Ichiko / Putar/Biru B 12

114 Kursi Putar Ichiko / tp

lengan/hitam B 14

115 Kursi Putar Polaris / K 307 B 25

116 Kursi Putar OMEX B 15

117 Kursi Lipat Chitose / Hitam B 2

118 Meja Komputer Olympic / CD-1617 A B 1

119 Meja Biro Olympic/List hitam /

1/2 Biro B 9

120 Meja Biro Victor / D4-007 B 12

121 Meja Biro Victor / D4-007 B 11

122 Meja Biro Olympic/List Abu /

1/2 Biro B 13

123 Meja Biro Olympic B 44

124 Meja Biro UNO / 1/2 biro B 14

125 Meja Biro UNO / 1/2 biro B 1

126 Meja Biro PTSP / 4 meja B 1

127 Sofa FORTUNA / 2-1-1 B 1

128 Jam Elektronik Delta / Bundar B 8

129 Mesin Penghisap Debu Nasional / MC-4500 1

PK B 1

130 Lemari Es UCHIDA / URG-058 1

pk B 1

131 AC Unit Changhong / AC

Berdiri. 5 pk B 1

132 AC Split Daewoo / DSB-091 L (1

PK) B 2

(20)

133 AC Split Sanken / HAS-2096 (1

PK) B 2

134 AC Split National (1pk) / CS-

C9BKN/CU C9BKN5 B 2

135 AC Split National / CS-

C9BKN/CU C9BKN5 B 1

136 AC Split DENPOO / DS 18

PLASMA/seri

A3040582 (2 PK) B 1

137 AC Split NATIONAL / CU-C18

BKN 5, 2 PK B 1

138 AC Split Panasonic / Envio CS-

C9GKP B 2

139 AC Split Panasonic / 1/2 pk B 5

140 AC Split Panasonic / 1 pk B 12

141 AC Split Panasonic / 2 PK B 2

142 AC Split LG Terminator Inverter

/ S10ICEV B 5

143 Televisi Polytron / 29" BB 2932

K B 1

144 Televisi LG / 42LB7RF HD B 1

145 Televisi LG LCD / 22LG30R B 1

146 Sound System PIONEER HOME

TEATHRE / DVD XV

EV61 B 1

147 Wireless TOA / ZW-770 B 1

148 Camera Video Camera CCTV / BENZ

BZ-810HCS B 1

149 Camera Film Samsung / Digital B 1

150 Alat Hiasan LUKISAN / Tema

Perahu,Pemandangan

& Hutan B 3

151 Lambang GarudaPancasila GARUDA B 1

152 Gambar Presiden/WakilPresiden Pigura / Pigura cetak

ukir B 2

153 Tangga Alumunium LG / Tangga

Alumunium B 2

154 Dispenser SANYO-ORCHIDE /

hOT & COOL, Non CFC B 3

155 Dispenser SANKEN / HWD 960 B 2

156 Dispenser Sanken B 3

157 Handy Cam SONY / DCR-TRV

75E,LCD 3.5" 2.1MP B 1

(21)

158 Handy Cam SONY / DCR-TRV 75E,

LCD 3.5" 2.1MP B 1

159 Handy Cam SONY / DCR-DVD805E B 1

160 Alat Pemadam Portable Yamato / YA-10L B 2

161 Alat Pemadam Portable Yamato / GMP-35P B 2

162 P.C Unit Intel PC / Pentium III B 1

163 P.C Unit Intel PC / Pentium

4/1.6GH B 1

164 P.C Unit Intel PC / Pentium

III/PC B 1

165 P.C Unit Intel PC / Pentium IV /

PC B 1

166 P.C Unit Intel PC / P4/1.8 GHz B 1

167 P.C Unit Acer veriton 7600

G/Mon LCD 15" /

Pentium 4/2.4GH B 1

168 P.C Unit Acer Aspire G 600

LX20,Mon LCD 17" /

Pentium 4/2.0 GHz B 1

169 P.C Unit Acer Veriton 7500

G/Mon LCD 15" /

Pentium 4/2.4 GH B 1

170 P.C Unit Acer Veriton 7500 G/

Mon LCD 15" /

Pentium 4/2.4 GH B 1

171 P.C Unit Acer Aspire III,Mon LCD 15" / Pentium

4/2.6 GHz B 1

172 P.C Unit ION Magnifo P 40 / P.4 B 1

173 P.C Unit HP Pavilion / Intel

Pantium D Procesor B 3

174 P.C Unit Acer Power FH / D 925 B 2

175 P.C Unit LG / Dual Core B 2

176 P.C Unit Acer / Aspire M 3710 B 2

177 P.C Unit Acer B 5

178 P.C Unit Hp Preserio B 1

179 P.C Unit HP Pavilion / OMNI

200-5312D B 6

180 Lap Top Compaq / Presario/P

III B 1

181 Lap Top TOSHIBA / Notebook

series P4 B 1

182 Lap Top TOSHIBA / Notebook B 1

(22)

series 5200

183 Lap Top Acer / Pentium M 735 B 1

184 Lap Top Toshiba Portege / M

500 V B 3

185 Lap Top Toshiba Portage / M

400 (Tablet edition) B 1

186 Lap Top LENOVO / 3000 V200

A16 B 1

187 Lap Top Toshiba / L-300 B 1

188 Lap Top Acer B 3

189 Lap Top HP Pavilion / G4-

1212tx B 5

190 Note Book BYON / M31W S/S5A B 2

191 Note Book Hp B 4

192 Personal KomputerLain-lain Ipad 2 Apple / Apple

64 GB,WIFI,3G B 1

193 Printer HP Laser Jet / P 1102 B 2

194 Peralatan MiniKomputer Lain-lain Asus B 1 195 Peralatan MiniKomputer Lain-lain Superdisk 1GB / Flash

drive/USB Driver B 2

196 Peralatan MiniKomputer Lain-lain USB Flash Drive /

Vixelview 2.0 512 MB KB 1

197 Printer HP / Laser J 6L B 1

198 Printer HP / Laser Jet 1000 B 3

199 Printer HP / Laser Jet 1010 B 4

200 Printer HP / Hp Color Laser

Jet 4600 DN B 1

201 Printer Hp Laser Jet 1000 B 1

202 Printer Epson / LQ 2180 B 2

203 Printer HP / Laser Jet 1022 B 4

204 Printer Epson Stylus Photo /

R230 B 1

205 Printer HP / LJ P1006 B 1

206 Printer Printer Ink jet Canon

Pixma / MP 258 B 2

207 Printer Printer Laser CANON /

LBP 2900 B 4

208 Printer Printer HP Laser / P

1102 B 1

209 Scanner Canonscan / D 646 B 1

(23)

210 Scanner Canon / Lide 25 B 1

211 Modem Huawei / E 3520 B 5

212 Peralatan JaringanLain-lain Jaringan Kompuer B 1 213 Meja Kerja PejabatEselon III Ichiko / Uk.Biro B 5 214 Meja Kerja PejabatEselon III HORSEMETAL / 1 biro B 5 215 Meja Kerja PejabatEselon III Meja keja Es III / 1 set

PTSP B 1

216 Meja Kerja PejabatEselon IV UNO / 1 biro B 11 217 Meja Kerja Pegawai NonStruktural 1/2 biro B 5 218 Meja Rapat PejabatEselon II Jati / 1 set B 1

219 Kursi Kerja PejabatEselon II Esl II B 1

220 Kursi Kerja PejabatEselon III - B 4

221 Kursi Kerja PejabatEselon III CHAIRMEN B 5 222 Kursi Kerja PejabatEselon IV CHAIRMEN B 11 223 Kursi Rapat RuanganRapat Staff Polaris / K 504 B 25 224 Lemari Buku untukPerpustakaan Standar B 2 225 Lemari Arsip untukarsip Dinamis Elite / 436-2 pintu B 3 226 Proyektor + Attachment LCD PROYEKTOR

(SONY) / VPLEX 120 B 1

227 Unintemuptible PowerSupply (UPS) Prolink / PRO65OP B 1 228 Camera Electronic SONY / Cybershoot R1 B 1 229 Camera Electronic Exilim / Digital Poket B 1 230 Camera Electronic FUJIFILM / S3300S NR B 1 231 Mesin Jilid TATA / Mesin Jilid

Spiral B 1

232 Sound System PMS80D (JBN) / 8

CHANEL B 1

233 Telephone (PABX) Panasonic / 206 B 1

234 Telephone (PABX) Panasonic / KX-TES

824ND (15 Line) B 1

235 Handy Talky Motorolla / GP 2000 B 2

(24)

236 Facsimile Panasonic / KX-

FT63BX B 1

237 Alat Komunikasi Lain-lain Jaringan Telepon /

PABX KB 1

238 Screen Galaxi 84 / Screen

Proyektor B 1

239 Personal Komputer PC HP Pavilion / OMNI

120-1010D B 3

240 Vertical Bandsaw Gordyn Vertical Band B 1

241 Bangunan GedungKantor Permanen Betton B 1 Sumber : BKPMPT Provinsi Banten tahun 2012

Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten masih perlu penunjang dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara kontinyu.

(25)

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Banten dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten, selanjutnya diganti dengan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2008. BKPMD Provinsi Banten diubah menjadi Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten yang merupakan unit kerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang mempunyai tugas membantu Gubernur dalam melaksanakan kewenangan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan dibidang Penanaman Modal.

2.1 TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Dalam rangka penyelenggaraan tugas tersebut, maka fungsi BKPMPT Provinsi Banten sebagai berikut :

1. Pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah Provinsi di bidang Penanaman Modal;

2. Perumusan dan penyusunan rencana kerja serta kebijakan teknis di bidang penanaman modal di provinsi Banten;

3. Penyelenggaraan pelayanan penanaman modal daerah pada pemerintah Provinsi Banten;

4. Pemberian perijinan/rekomendasi penanaman modal di Provinsi Banten dalam rangka tugas pembantuan, desentralisasi dan dekonsentrasi serta pelaksanaan pelayanan umum lintas Kabupaten dan Kota;

5. Sinkronisasi terhadap perencanaan program kegiatan dengan Kabupaten Kota mengacu kebijakan nasional di bidang penanaman modal;

BAB 2 Gambaran Pelayanan Badan

Koordinasi Penanaman Modal

Daerah Provinsi Banten

(26)

6. Pengindentifikasian sumber-sumber potensi daerah secara menyeluruh untuk kepentingan perencanaan dan pengendalian pembangunan di bidang penanaman modal Provinsi;

7. Pengkoordinasian pelaksanaan promosi penanaman modal;

8. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan penanaman modal;

9. Penyediaan dukungan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis di bidang penanaman modal;

10.Penyelenggaraan system informasi dan perencanaan tata ruang di bidang penanaman modal di provinsi Banten;

11.Pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha badan;

12.Penyusunan dan penyampaian laporan secara berkala pelaksanaan penanaman modal;

13.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2.3 STRUKTUR BADAN KOORDINASI PENANANAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU PROVINSI BANTEN.

A. Kepala Badan B. Sekretaris

a. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;

b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

c. Sub Bagian Keuangan;

C. Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal a. Sub Bidang Promosi Penanaman Modal;

b. Sub Bidang Kerjasama Penanaman Modal;

D. Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal a. Sub Bidang Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan;

b. Sub Bidang Pelayanan Fasilitasi Penanaman Modal;

E. Kepala Bidang Data, Informasi, Pembinaan dan Pengendalian a. Sub Bidang Data dan Informasi Potensi Penanaman Modal;

b. Sub Bidang Pengendalian dan Evaluasi;

(27)

2.4 URAIAN TUGAS SATUAN ORGANISASI KEDUDUKAN

Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu merupakan unsur pendukung tugas Gubernur di bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

TUGAS POKOK

Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan.

Kepala Badan

Kepala Badan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah Provinsi di bidang penanaman modal daerah dan pelayanan perizinan dan non perizinan;

b. perumusan dan penyusunan rencana kerja serta kebijakan teknis di bidang penanaman modal daerah dan pelayanan perizinan dan non perizinan;

c. pengkoordinasian pelaksanaan kebijakan penanaman modal daerah;

d. pengelolaan data dan sistem informasi di bidang penanaman modal daerah;

(28)

e. pelaksanaan pembinaan dan pengendalian atas pelaksanaan penanaman modal daerah, guna menciptakan iklim usaha yang kondusif;

f. perencanaan pengembangan kawasan di bidang penanaman modal daerah;

g. pelaksanaan promosi penanaman modal daerah;

h. pelaksanaan kerjasama di bidang penanaman modal daerah;

i. penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu bidang penanaman modal;

j. pemberian pelayanan dan fasilitasi perizinan penanaman modal dalam rangka tugas pembantuan, desentralisasi dan dekonsentrasi serta pelaksanaan pelayanan umum lintas kabupaten dan kota;

k. pembinaan aparatur bidang penanaman modal;

l. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha Badan;

m. penyusunan dan penyampaian laporan secara berkala pelaksanaan penanaman modal;

n. pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Uraian Tugas

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud di atas), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu mempunyai tugas sebagai berikut:

a. memimpin, mengatur dan mengendalikan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan;

b. merumuskan dan menetapkan Rencana Strategis, Program Kerja dan Rencana Kerja Badan;

c. merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis serta kebijakan operasionaldata informasi, pembinaan dan pengendalian, promosi, kerjasama dan pelayanan perizinan penanaman modal daerah;

d. mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan penanaman modal daerah;

e. mengkaji, merumuskan dan mengembangkan sistem teknologi informasi di bidang penanaman modal daerah;

(29)

f. menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian atas pelaksanaan penanaman modal daerah;

g. mengidentifikasikan data dan sumber-sumber potensi daerah secara menyeluruh untuk kepentingan pengembangan penanaman modal;

h. merumuskan pengembangan Perusahaan Daerah serta pemberdayaan usaha daerah;

i. melaksanakan promosi dan kerjasama bidang penanaman modal;

j. menyelenggarakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari Gubernur;

k. menerbitkan izin dan non perizinan penanaman modal yang menjadi kewenangan provinsi;

l. menyelenggarakan bimbingan teknis dan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis penanaman modal daerah;

m. memberikan saran, pertimbangan dan rekomendasi kepada Gubernur mengenai perkembangan penanaman modal daerah;

n. melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;

o. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

p. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sekretaris Badan Tugas Pokok

Sekretaris Badan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan Koordinasi PenanamanModal dan Pelayanan Terpadu dalam melaksanakan perumusan rencana program dan kegiatan, mengkoordinasikan, monitoring, urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, serta perencanaan evaluasi dan pelaporan.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas, Sekretaris Badan mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyusunan rencana program dan rencana kerja Kesekretariatan Badan;

(30)

b. perumusan kebijakan, pedoman, standardisasi, koordinasi, pembinaan dan pengembangan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

c. perumusan pengaturan, pembinaan, pengembangan pelaksanaan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

d. pelaksanaan evaluasi, supervisi dan pelaporan kebijakan standardisasi program administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

e. penyiapan data dan bahan urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

f. pengelolaan urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, penyusunan program evaluasi dan pelaporan;

g. pelaksanaan pelayanan informasi publik;

h. pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Uraian Tugas

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekretaris Badan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja kesekretariatan Badan;

b. menyiapkan bahan kebijakan, pedoman, standardisasi, pelayanan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

c. menyiapkan bahan pembinaan dan pengembangan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

d. menyiapkan bahan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, evaluasi dan pelaporan;

e. menyiapkan bahan program dan kegiatan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan;

f. menyiapkan bahan kegiatan kesekretariatan, perlengkapan, kerumahtanggaan, perpustakaan, kehumasan dan penyusunan program;

g. menyiapkan bahan kegiatan pengelolaan keuangan;

h. menyiapkan bahan administrasi kepegawaian Badan;

i. menghimpun, menata, menyimpan dan menyampaikan informasi publik;

(31)

j. melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;

k. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

l. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bagian Umum dan Kepegawaian Tugas Pokok

Sub-Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam menyiapkan administrasi surat menyurat, kearsipan, perlengkapan, rumahtangga, kepustakaan, kehumasan, administrasi kepegawaian dan pengelolaan inventaris barang dan aset Badan.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok di atas, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub-Bagian;

b. melaksanakan administrasi ketatausahaan Badan;

c. melaksanakan urusan rumah tangga Badan;

d. melaksanakan kegiatan kearsipan dan pengelolaan kepustakaan;

e. melaksanakan penyusunan rencana kebutuhan barang Badan;

f. melaksanakan pengelolaan inventaris barang dan aset Badan;

g. melaksanakan pengelolaan kebersihan, ketertiban dan keamanan kantor serta lingkungannya;

h. melaksanakan fungsi kehumasan;

i. menyiapkan bahan pembinaan dan administrasi kepegawaian lingkup Badan;

j. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

k. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bagian Keuangan Tugas Pokok

Sub-Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam menyiapkan bahan penyusunan rencana anggaran, pembukuan, verifikasi dan perbendaharaan Badan.

Uraian Tugas

(32)

Untuk melaksanakan tugas pokok di atas Kepala Sub-Bagian Keuangan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub-Bagian;

b. menyiapkan rencana anggaran pembiayaan kegiatan di lingkungan Badan;

c. menyiapkan bahan pembayaran dan pengeluaran anggaran belanja Badan dari sumber APBD maupun APBN;

d. melaksanakan kegiatan perbendaharaan dalam rangka pembiayaan kegiatan Badan sesuai anggaran yang telah ditetapkan;

e. melaksanakan pembayaran gaji pegawai sesuai ketentuan yang berlaku;

f. melaksanakan pembukuan penerimaan dan pengeluaran keuangan;

g. melaksanakan administrasi pemungutan, pelaporan, dan penyetoran pajak-pajak;

h. menyiapkan data, perhitungan anggaran dan belanja Badan;

i. menyusun laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Badan;

j. melaksanakan pengawasan administrasi kebendaharawanan lingkup Badan;

k. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

l. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan Tugas Pokok

Sub-Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai fungsi membantu Sekretaris dalam menyiapkan perumusan program dan kegiatan, evaluasi dan pelaporan.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok di atas,Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub-Bagian;

b. menyiapkan bahan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Badan;

(33)

c. menyiapkan bahan rencana anggaran belanja Badan dari sumber APBD maupun APBN;

d. menyiapkan bahan program dan kegiatan Badan;

e. menyiapkan bahan pengumpulan indikator keberhasilan kegiatan Badan;

f. melaksanakan penyusunan rencana kerja tahunan kedalam program kegiatan;

g. melaksanakan fasilitasi program dan kegiatan Badan dari Pemerintah Pusat untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota;

h. menyiapkan bahan petunjuk pelaksanaan kegiatan Badan;

i. melaksanakan monitoring pelaksanaan program dan kegiatan pada BKPMPT

j. melaksanakan koordinasi perencanaan tingkat nasional, regional dan daerah;

k. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana APBD dan APBN ke Kab./Kota;

l. menyusun rencana umum penanaman modal Provinsi (RUPMP);

m. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

n. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Bidang Data, Informasi, Pembinaan dan Pengendalian Tugas Pokok

Bidang Data dan Informasi Penanaman Modal mempunyai tugas membantu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang data, informasi, pembinaan dan pengendalian.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok di atas Bidang Data dan Informasi Penanaman Modal mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyusunan rencana program dan rencana kerja Bidang;

b. pengumpulan, penyusunan dan pengolahan data potensi penanaman modal daerah;

c. penyusunan dan penyampaian informasi potensi penanaman modal daerah;

(34)

d. penyelenggaraan sistem informasi potensi investasi daerah (SIPID);

e. penyelenggaraan pembinaan dan pengendalian penanaman modal daerah;

f. pelaksanaan monitoring dan pengawasan kegiatan penanaman modal baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri;

g. penyusunan dan penyampaian laporan secara berkala perkembangan realisasi penanaman modal daerah;

h. pelaksanaan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Uraian Tugas

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Bidang Data, Informasi, Pembinaan dan Pengendalian mempunyai tugas sebagai berikut :

a. menyusun rencana kerja Bidang;

b. merumuskan kebijakan teknis operasional bidang Data, Informasi, Pembinaan dan Pengendalian;

c. mengumpulkan, menyusun, mengolah dan mendokumentasikan data potensi penanaman modal daerah;

d. menyusun dan mengelola informasi potensi penanaman modal daerah;

e. menyusun dan mengelola data perkembangan PMA dan PMDN;

f. menyajikan Statistik data investasi PMA dan PMDN menurut sektor usaha, lokasi usaha dan asal Negara;

g. menyelenggarakan sistem informasi potensi investasi daerah (SIPID);

h. melaksanakan pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap PMA dan PMDN;

i. menyusun dan melaporkan perkembangan realisasi PMA dan PMDN ;

j. melaksanakan sosialisasi peraturan dan perundangan penanaman modal kepada dunia usahan dan non dunia usaha;

k. melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi dalam pelaksanaan tugas;;

(35)

l. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

m. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bidang Data dan Informasi Potensi Penanaman Modal Tugas Pokok

Sub-Bidang Data dan Informasi Potensi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Data, Informasi, Pembinaan dan Pengendalian dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan penetapan kebijakan di Bidang Data dan Informasi Potensi Penanaman Modal.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana di atas, Kepala Sub- Bidang Data dan Informasi Potensi Penanaman Modal mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub-Bidang;

b. melaksanakan pengumpulan, penyusunan, pengolahan, mendokumentasian dan penyajian data potensi penanaman modal daerah;

c. melaksanakan penyusun dan pengelolaan informasi potensi penanaman modal daerah;

d. melaksanakan penyusunan dan pengelolaan data perkembangan PMAdan PMDN;

e. melaksanakan penyajian statistik data investasi PMA dan PMDN menurut sektor usaha, lokasi usaha dan asal Negara;

f. melaksanakan penyusunan database PMA dan PMDN menurut sektor, lokasi dan asal Negara

g. melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam pengumpulan data potensi penanaman modal sektor primer, skunder dan tersier;

h. menyiapkan bahan analisa potensi investasi sektor primer, sekunder dan tersier dan peluang pasar;

i. melaksanakan penyusunan database potensi investasi sektor primer, sekunder dan tersier;

j. menyiapkan bahan penetapan kajian teknis operasional pengembangan data Potensi investasi sektor primer, sekunder dan tersier;

(36)

k. menyusun dan mengembangkan sistem informasi potensi investasi daerah (SIPID);

l. menyiapkan bahan informasi penanaman modal melalui media cetak dan elektronik;

m. memberikan layanan data perkembangan PMA dan PMDN;

n. menyusun dan mengembangkan sistem aplikasi data penanaman modal;

o. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

p. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bidang Pengendalian dan Evaluasi Tugas Pokok

Sub-Bidang Pengendalian dan Evaluasi mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Data, Informasi, Pembinaan dan Pengendalian dalam menyiapkan bahan perumusan dan penetapan kebijakan di Bidang Pengendalian dan Evaluasi;

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana di atas, Kepala Sub- Bidang Pengendalian dan Evaluasi mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub bidang;

b. menyusun rumusan bahan pengendalian dan evaluasi kegiatan PMA dan PMDN;

c. menyusun dan menyiapkan bahan pelaksanaan pengendalian dan evaluasi PMA dan PMDN;

d. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pengendalian dan evaluasi PMA dan PMDN;

e. memfasilitasi penanggulangan permasalahan kegiatan penanaman modal

f. melakankan dan mengkoordinasikan pelaksanan kegiatan monitoring perusahaan PMA dan PMDN;

g. menyiapkan rancangan, materi dan melaksanakan pembinaan iklim usaha penanaman modal kepada dunia usaha dan non dunia usaha;

h. melaksanakan evaluasi terhadap Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)

(37)

i. menyiapkan bahan penyusunan mekanisme kemitraan dengan dunia usaha;

j. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

k. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal Tugas Pokok

Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyusunan rencana kerja Bidang;

b. penyusunan dan perumusan strategi pelaksanaan kegiatan promosi dan kerjasama penanaman modal daerah;

c. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan promosi dan kerjasama penanaman modal daerah;

d. pelaksanaan fasilitasi kabupaten/kota dalam kegiatan promosi dan kerjasama penanaman modal daerah;

e. penyediaan sarana dan prasarana promosi dan kerjasama penanaman modal daerah;

f. pelaksanaan promosi penanaman modal daerah di dalam dan di luar negeri;

g. pelaksanaan dan peningkatan serta pembinaan kerjasama penanaman modal daerah;

h. pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Uraian Tugas

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana di atas, Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Menyusun rencana kerja Bidang;

b. mengkoordinasikanpelaksanaan program dan rencana kerja Bidang;

(38)

c. mengkoordinasikan, merumuskan strategi pelaksanaan kegiatanpromosi dan kerjasama penanaman modal daerah;

d. menyiapkan materi, bahan dan media promosi penanaman modal daerah;

e. mengkoordinasikan kegiatan promosi dan kerjasama penanaman modal daerah;

f. melaksanakan kegiatan promosi penanaman modal di dalam dan luar negeri;

g. melaksanakan koordinasi kegiatan kerjasama bidang penanaman modal daerah;

h. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi kegiatan penyelenggaraan promosi dan kerjasama penanaman modal dengan kabupaten/kota;

i. melaksanakan kerjasama penanaman modal daerah;

j. melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;

k. melaksanakan pembuatan laporantugas dan fungsinya;

l. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bidang Promosi Penanaman Modal Tugas Pokok

Sub-Bidang Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal dalam menyiapkan bahan perumusan dan kebijakan di sub bidang promosi Penanaman Modal.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, Kepala Sub-Bidang Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub-Bidang;

b. menyiapkan bahan penetapan kebijakan teknis dan operasional promosi penanaman modal daerah;

c. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan kegiatan promosi penanaman modal daerah di dalam dan luar negeri;

d. menyiapkan materi promosi penananam modal daerah;

e. melaksanakan kegiatan promosi penanaman modal baik di dalam maupun di luar negeri;

(39)

f. melaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan promosi dengan kabupaten/kota;

g. melaksanakan evaluasi, merumuskan dan melaporkan perkembangan hasil promosi penanaman modal daerah;

h. melaksanakan komunikasi tindak lanjut kegiatan promosi penanaman modal daerah;

i. melaksanakan pemembuatan laporantugas dan fungsinya;

j. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bidang Kerjasama Penanaman Modal Tugas Pokok

Sub-Bidang Kerjasama Penanaman Modal mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal dalam menyiapkan bahan perumusan dan penetapan kebijakan di sub bidang kerjasama Penanaman Modal.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, Kepala Sub-Bidang Kerjasama Penanaman Modal mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub-Bidang;

b. menyiapkan bahan kerjasama Penanaman Modal

c. mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan kerjasama Penanaman Modal

d. menyiapkan bahan dan fasilitasi kerjasama dalam dan luar negeri dibidang penanaman modal;

e. mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan kerjasama Penanaman Modal

f. menyusun bahan rumusan evaluasi perkembangan kerjasama kemitraan dunia usaha dan pemberdayaan usaha daerah

g. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

h. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal Tugas Pokok

Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal mempunyai fungsi membantu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dalam melaksanakan penyusunan dan

(40)

pelaksanaan kebijakan di Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok di atas, Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyusunan rencana program dan rencana kerja Bidang;

b. mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan Bidang;

c. perumusan, penetapan kebijakan, standarisasi dan pedoman teknis oprasional pelaksanaan pelayanan terpadu penanaman modal;

d. penyusunan pedoman tata cara permohonan penanaman modal;

e. penyelenggaraan koordinasi pelaksanaan pelayanan terpadu penanaman modal dengan SKPD terkait dan pemerintah kabupaten kota;

f. pengelolaan dokumen perizinan dan non perizinan;

g. penyelenggaraan pelayanan pengaduan masyarakat tentang hambatan pelayanan PTSP penanaman modal;

h. penyelenggaraan Sistem Pelayanan Investasi Perizinan Sistim Elektronik (SPIPSE);

i. penyelenggaraan pelayanan fasilitasi penanaman modal ;

j. penyelenggaraan koordinasipelaksanaan pelayanan fasilitasi penanaman modal ;

k. pelaksanaan tugas lain sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

Tugas Pokok

Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Bidang;

b. menyiapkan bahan kebijakan di bidang pelayanan terpadu penanaman modal ;

c. menyiapkan bahan standarisasi,pedoman,petunjukteknis dan petunjuk pelaksanaan pelayanan terpadu penanaman modal daerah;

(41)

d. melaksanakan penyelenggaraan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE);

e. menyiapkan bahan fasilitasi penanaman modal daerah;

f. menyelenggarakan fasilitasi penanaman modal daerah;

g. menyiapkan bahan pelayanan perijinan dan non perizinan;

h. menyelenggarakan pelayanan perizinan dan non perizinan i. menyiapkan bahan pembinaan, pemberdayaan dan mekanisme

kerja pelayanan penanaman modal;

j. menyiapkan bahan evaluasi, merumuskan dan melaporkan perkembangan pelayanan penanaman modal ;

k. melaksanakan pengelolaan dokumen perizinan dan non perizinan;

l. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu kabupaten/kota;

m. melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;

n. melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

o. melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

Sub-Bidang Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan Tugas Pokok

Sub Bidang Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman dalam penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang pelayanan perizinan dan perizinan.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Kepala Sub- Bidang Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub Bidang;

b. menyelenggarakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bidang penanaman modal;

c. menyiapkan bahan standarisasi, pedoman,petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan PTSP bidang penanaman modal daerah;

d. menyusun Pedoman Tata Cara Permohonan Penanaman Modal;

(42)

e. menyiapkan bahan rumusan penetapan norma, standar, dan prosedur pelaksanaan penanaman modal serta pedoman tata cara dan pelaksanaan PTSP yang bersifat lintas kabupaten/kota;

f. menyiapkan bahan pembinaan Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan penananaman modal ;

g. melaksanakan koordinasi dengan Kabupaten/Kota, pusat dan luar provinsi lain dalam rangka perizinan dan non perizinan;

h. melaksanakan pengawasan pelayanan Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan penanaman modal ;

i. melaksanakan pendataan pelaksanaan PTSP lintas Kabupaten/Kota;

j. melaksanakan penyelenggaraan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE);

k. menyusun bahan rumusan evaluasi perkembangan Pelayanan Perijinan dan Non Perijinan penananam modal;

l. memverifikasi dokumen perizinan dan non perizinan;

m. mengelola dokumen perizinan dan non perizinan;

n. melaksanakan pembuatan laporantugas dan fungsinya;

o. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sub-Bidang Pelayanan FasilitasiPenanaman Modal Tugas Pokok

Sub Bidang Pelayanan Fasilitasi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang Pelayanan Terpadu Penanaman Modal dalampenyusunan bahan perumusan kebijakan pelayanan fasilitasi penanaman modal.

Uraian Tugas

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Kepala Sub-Bidang Pelayanan Fasilitasi Penaman Modal mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja Sub Bidang;

b. memfasilitasi dan memproses kemudahan insentif investasi di daerah;

c. menyiapkan surat rekomendasi fasilitasi penanaman modal;

(43)

d. menyiapkan konsep surat persetujuan pemberian fasilitas penanaman modal;

e. melaksanakan koordinasi dengan pusat dan kabupaten / kota dalam rangka fasilitasi penanaman modal;

f. memberikan sosialisasi kepada calon investor dan investor dalam upaya memenuhi ketentuan dan peraturan pemerintah yang terkait dengan pemberian fasilitas barang modal dan bahan baku;

g. menyusun bahan rumusan pemberian fasilitasi penanaman modal kepada calon investor dan investor;

h. menyusun bahan rumusan evaluasi perkembangan fasilitas penanaman modal;

i. melaksanakan monitoring kepada perusahaan PMA dan PMDN penerima izin penanaman modal di Provinsi Banten;

j. melaksanaan pembinaan dan pelatihan fasilits pelayanan penanaman modal;

k. pembuatan laporan tugas dan fungsinya;

l. melaksanakan tugas lain sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

2.5. Sumber Daya Manusia

Penyelenggaraan tugas dan fungsi BKPMPT didukung oleh 70 orang aparatur yang terdiri dari 48 orang PNS, 6 orang satpam, 15 orang tenaga kerja sukarela (TKS) dan 2 orang pengemudi, berdasarkan tingkat golongan pangkat dan ruang, komposisi pegawai adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1.1.

Jumlah dan Komposisi Pegawai menurut Status dan Golongan Pada BKPMPT Provinsi Banten Tahun 2012

NO Status Pegawai Golongan TOTAL %

I II III IV

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1 6 27 8 42 60%

2. Pegawai PTSP - - - - 5 7%

3. SATPAM - - - - 6 9%

4. TKS - - - - 15 21%

5. Pengemudi - - - - 2 3%

JUMLAH 1 6 27 8 70 100%

(44)

Sumber : BKPMPT Provinsi Banten, 2012

Komposisi status kepegawaian Pegawai Negeri Sipil (PNS), berdasarkan tingkat golongan kepegawaian di lingkungan BKPMPT Provinsi Banten sampai dengan tahun 2012 adalah sebagai berikut :

Tabel. 2.1.2.

Komposisi PNS Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Provinsi Banten Berdasarkan Jabatan dan

Golongan Tahun 2012

N0. JABATAN I GOLONGANII III IV JUMLAH

1. Kepala Badan 1 1

2. Sekretaris 1 1

3. Kepala Bidang Promosi dan

Kerjasama 1 1

4. Kepala Bidang Pelayanan

Terpadu Penanaman Modal 1 1

5. Kepala Bidang Data, Informasi, Pembinaan dan

Pengendalian 1 1

6. Kepala Subbag Umum &

Kepegawaian 1 1

7. Kepala Subbag Keuangan 1 1

8. Kepala Subbag Program,

Evaluasi & Pelaporan 1 1

9. Kepala Subbidang Promosi

Penanaman Modal 1 1

10. Kepala Subbidang Kerjasama

Penanaman Modal 1 1

11. Kepala Subbidang Pelayanan

Perijinan dan Non Perijinan 1 1

12. Kepala Subbidang Pelayanan

Fasilitasi Penanaman Modal 1 1

13. Kepala Subbidang Data dan Informasi Potensi Penanaman

Modal 1 1

14. Kepala Subbidang

Pengendalian dan Evaluasi 1 1

15. Pelaksana 1 6 21 28

TOTAL 1 6 28 7 42

% 2 14 67 17 100

Sumber : BKPMPT Provinsi Banten tahun 2012

Referensi

Dokumen terkait

[r]

STANDAR  GEREJA  INTERNATIONAL  YANG

Hasil pekerjaan siswa dianilisis menggunakan pedoman penskoran Szetela dan Nicol (1992). Pada konten perubahan dan hubungan sebanyak 48,75% siswa salah dalam

Konflik teritorial yang sedang dihadapi oleh Jepang membuat Jepang harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya konflik militer, khususnya dengan Cina yang

Bursa AS ditutup melemah pada Senin lalu seiring berlanjutnya penurunan saham-saham teknologi, setelah pelemahan yang terjadi pada perdagangan Jumat lalu.. Realisasi defisit

Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis ingin mengklasifikasikan kanker serviks menggunakan model Backpropagation Neural Network (BPNN) dengan terlebih dahulu

Gambar 2 menunjukkan perubahan konsentrasi MB ketika larutan berkontak dengan katalis baik ketika ada ataupun tanpa peroksida.. A) Perubahan konsentrasi MB dalam larutan selama

Pada entropion terjadi beberapa perubahan seperti berpindahnya posisi orbikularis preseptal ke tepi bawah tarsus, kelemahan retraktor palpebra inferior, berkurangnya