• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KEBUTUHAN ANGKUTAN BUS JURUSAN SEMARANG - SUKOREJO (Analyses of Public Transport Demand for Semarang - Sukorejo) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISA KEBUTUHAN ANGKUTAN BUS JURUSAN SEMARANG - SUKOREJO (Analyses of Public Transport Demand for Semarang - Sukorejo) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

95

DAFTAR PUSTAKA

1. _______, “Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur”, Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Jakarta, 1996.

2. Bruton, M. J., “Introduction to Transportation Planning”, Hutchinson London, (2nd edition) 1981.

3. Cendi, M, dan Fahrul, H.,”Analisa Kebutuhan Angkutan Bus Ekonomi Jurusan Semarang-Jogja”, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil Undip, Semarang, 2005.

4. Hobbs, F. D., “Traffic Planning And Engineering”, Oxford, (2nd edition) 1979.

5. LPM ITB – KBK Rekayasa Transportasi,” Modul Pelatihan Perencanaan Sistem Angkutan Umum”, Jurusan Teknik Sipil ITB, Bandung, 1997. 6. Niko Andika, F., dan Wahyu I.,”Analisa Kebutuhan Angkutan Bus Sedang

Jurusan Semarang-Jepara”, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil Unisula, Semarang, 2001.

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan dalam evaluasi ini adalah metode Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum Di

Sesuai dengan Standar Dirjen Perhubungan Darat SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek

Pembangunan Terminal Angkutan Jalan Raya Dalam Kota dan Antar Kota. Surat Keputusan Direktur Jendral Perhubungan

Berdasarkan dari masalah tersebut maka penelitian ini meninjau mengenai mekanisme subsidi angkutan umum penumpang pada trayek utama di Kota Semarang sabagai akibat

687 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap Dan Teratur, dimana nilai faktor muat yang distandarkan adalah 70 %

Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2002 No : SK.687/AJ.206/DRJD/2002 “Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Kota Dalam Trayek Tetap dan Teratur”

Angkutan Perdesaan Definisi angkutan perdesaaan dalam Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur yaitu angkutan