• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Nias Di Sibolga (1971-2000)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Nias Di Sibolga (1971-2000)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

11 Abstrak

Penelitian ini berjudul “Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Nias Di Sibolga”. Keberadaan masyarakat Nias di Kota Sibolga telah berlangsung semenjak masa penjajahan Belanda. Mereka dipekerjakan oleh Belanda dengan sistem kontrak. Ketika masa kontraknya selesai kemudian mereka mendirikan pemukiman-pemukiman di Kota Sibolga. Oleh Belanda mereka dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang menggunakan kekuatan fisik. Sebagai kelompok minoritas di Kota Sibolga, Etnis Nias berusaha untuk mempertahankan identitas dirinya seperti: bahasa, agama dan adat istiadat. Dengan dipertahankannya identitas diri ini mereka berusaha untuk memahami makna identitas dirinya sebagai Etnis Nias. Makna ke-Nias-an bagi orke-Nias-ang Nias juga dipengaruhi keberadake-Nias-annya di luar lingkungke-Nias-an masyarakat suku bangsanya.

Interaksi sosial dan budaya Masyarakat Nias di Sibolga dipengaruhi oleh adanya kelompok dominan, perspepsi terhadap masyarakat yang menimbulkan streotip buruk terhadap Etnis Nias akibat dari faktor dari pihak mereka ataupun dari pihak etnis lain.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bersifat kualitatif melaluibeberapa tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Tujuan dari penelitiian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan dan secara analisis tentang kehidupan sosial budaya masyarakat Nias yang berada di Sibolga.

Referensi

Dokumen terkait

Adaptasi yang dilakukan oleh suku Nias terhadap suku Karo cukup baik, mereka berbaur dalam kehidupan suku Karo, serta menciptakan interaksi yang baik serta

Berdasarkan uraian-uraian di atas perlu diadakan suatu penelitian terhadap pelaksanaan pembagian harta warisan dalam masyarakat Tionghoa Nias di Gunungsitoli-Nias

Masyarakat Nias pada saat ini telah menjadikan citra visual adu zatua sebagai konsep produk kerajinan yang layak untuk diperjualbelikan sebagai objek benda budaya dari

Perbedaan kebudayaan dalam struktur yang lebih kecil atau antarkelompok masyarakat di subwilayah budaya Nias Selatan, dalam konteks pembangunan hunian baru, yaitu

masyarakat terhadap budaya asli yang merupakan jati diri masyarakat asli kampung Friwen yang tidak pernah menerapkan budaya aslinya, sehingga dapat dipengaruhi oleh budaya

Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Stereotip Dang Jolma oleh masyarakat terhadap Efektivitas Komunikasi Antarbudaya dengan etnis Nias di Kelurahan Pasir Bidang.. Tujuan

Masyarakat Nias pada saat ini telah menjadikan citra visual adu zatua sebagai konsep produk kerajinan yang layak untuk diperjualbelikan sebagai objek benda budaya dari

Dalam budaya pun masyarakat Kelurahan pensiunan memiliki kebudayaan yang berbeda tidak heran jika percampuran budaya yang terjadi di Kelurahan Pensiunan menimbulkan budaya baru,