• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Perundangan UU0091960

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Perundangan UU0091960"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 9 TAHUN 1960

TENTANG

POKOK-POKOK KESEHATAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa kesehat an rakyat adal ah sal ah sat u modal pokok dal am

rangka pert umbuhan dan kehidupan bangsa, dan mempunyai peranan pent ing dal am penyel esaian revol usi nasional dan penyusunan masyarakat sosial is Indonesia;

b. bahwa kesej aht eraan umum t ermasuk kesehat an, harus

diusahakan sebagai pel aksanaan cit a-cit a bangsa Indonesia yang t ercant um dal am mukadimah Undang-undang Dasar; Menimbang pula:

1. bahwa perl u ada dasar-dasar hukum unt uk usaha kesej aht eraan rakyat khusus dal am bidang kesehat an;

2. bahwa perl u dit et apkan Undang-undang t ent ang Pokok-pokok Kesehat an agar dapat disel enggarakan kesehat an rakyat sesuai dengan cit a-cit a bangsa Indonesia;

3. bahwa perat uran perundang-undangan t ent ang kesehat an yang berl aku sekarang yang dimaksud dal am "Het Regl ement of de Dienst der Vol ksgezondheid" (St aat sbl ad 1882 No. 97) t idak sesuai l agi dengan cit a-cit a revol usi Nasional Indonesia dan karena it u perl u dicabut .

Mengingat : a. Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-undang Dasar;

b. Perat uran Pemerint ah Penggant i Undang-undangNo. 10 t ahun

1960;

Dengan perset uj uan Dewan Perwakil an Rakyat Got ong-Royong;

Memut uskan :

Menet apkan :

UNDANG-UNDANG TENTANG POKOK-POKOK KESEHATAN.

BAB I

KETENTUAN-KETENTUAN UMUM.

Pasal 1.

Tiap-t iap warganegara berhak memperol eh deraj at kesehat an yang set inggi-t ingginya dan perl u diikut -sert akan dal am usaha- usaha kesehat an Pemerint ah.

Pasal 2.

(2)

Pasal 3.

(1) Pert umbuhan anak yang sempurna dal am l ingkungan hidup yang sehat adal ah

pent ing unt uk mencapai generasi yang sehat dan bangsa yang kuat .

(2) Pengert ian dan kesadaran rakyat t ent ang pemel iharaan dan perl indungan kesehat an adal ah sangat pant ing unt uk mencapai deraj at kesehat an yang set inggi-t ingginya.

BAB II

TUGAS PEMERINTAH.

Pasal 4.

Pemerint ah memel ihara dan mempert inggi deraj at kesehat an rakyat dengan menyel enggarakan dan menggiat kan usaha-usaha dal am l apangan :

a) pencegahan dan pemberant asan penyakit , b) pemul ihan kesehat an,

c) penerangan dan pendidikan kesehat an pada rakyat , d) pendidikan t enaga kesehat an,

e) perl engkapan obat -obat an dan al at -al at kesehat an, f ) penyel idikan-penyel idikan,

g) pengawasan, dan

h) l ain-l ain usaha yang diperl ukan.

Pasal 5.

Pemerint ah berusaha mencukupi keperl uan rakyat yang pokok unt uk hidup sehat , yang t erdiri dari sandang-pangan, perumahan dan l ain-l ain, sert a mel akukan usaha-usaha unt uk mempert inggi kemampuan ekonomi rakyat .

Pasal 6.

Pemerint ah mel akukan pencegahan penyakit dengan menyel enggarakan: 1. hygiene l ingkungan t ermasuk kebersihan.

2. pengebal an (immunisasi),

3. karant ina,

4. hal -hal l ain yang perl u.

Pasal 7.

Pemerint ah memberant as penyakit menul ar dan penyakit endemis (penyakit rakyat ).

Pasal 8.

(1) Pemerint ah mengusahakan pengobat an dan perawat an unt uk masyarakat disel uruh wil ayah Indonesia secara merat a, agar t iap-t iap orang sakit dapat memperol eh pengobat an dan perawat an dengan biaya yang seringan-ringannya.

(2) Dal am ist il ah sakit t ermasuk cacat , kel emahan dan usia l anj ut .

(3)

(4) Pemerint ah mel akukan usaha-usaha khusus unt uk menj amin kesehat an pegawai, buruh dan gol ongan-gol ongan karya l ain besert a kel uarganya sesuai dengan f ungsi dan l ingkungan hidupnya.

(5) Pemerint ah mengat ur dan menggiat kan usaha-usaha dana sakit .

Pasal 9.

(1) Pemerint ah mel akukan usaha-usaha agar rakyat memil iki pengert ian dan

kesadaran t ent ang pemel iharaan dan perl indungan kesehat an.

(2) Pemerint ah mengadakan usaha-usaha khusus unt uk kesehat an ket urunan dan

pert umbuhan anak yang sempurna, baik dal am l ingkungan kel uarga, maupun dal am l ingkungan sekol ah sert a l ingkungan masyarakat remaj a dan keol ahragaan.

Pasal 10.

(1) Pemerint ah mengadakan, mengat ur, mengawasi dan membant u pendidikan t enaga kesehat an.

(2) Pemerint ah menet apkan penggunaan dan penyebaran t enaga kesehat an

Pemerint ah maupun swast a sesuai dengan keperl uan masyarakat dengan mengingat keseimbangan ant ara j uml ah t enaga yang diperl ukan dan t enaga yang t ersedia.

(3) Pemerint ah mengat ur kedudukan hukum, wewenang dan kesanggupan hukum t enaga kesehat an.

(4) Pemerint ah mengawasi dan membimbing t enaga kesehat an dal am menj al ankan kewaj ibannya dengan memperhat ikan norma-norma keagamaan.

Pasal 11.

(1) Pemerint ah berusaha mencukupi keperl uan rakyat akan obat .

(2) Pemerint ah menguasai, mengat ur dan mengawasi persediaan, pembuat an,

penyimpanan, peredaran dan pemakaian obat , obat (t ermasuk obat bius dan minuman keras), bahan obat , al at dan perbekal an kesehat an l ainnya.

(3) Obat , bahan obat , al at dan perbekal an kesehat an yang dimaksud dal am ayat (2 ) harus memenuhi syarat -syarat yang dit et apkan dal am Farmakopee Indonesia dan perat uran-perat uran l ain.

(4) Obat -obat asl i Indonesia disel i diki dan dipergunakan sebaik-baiknya.

Pasal 12.

(1) Pemerint ah menyel enggarakan penyel idikan-penyel idikan t ent ang keadaan

kesehat an rakyat .

(2) Penyel idikan ini mel iput i st at ist ik, penyel idikan l aborat orium, penyel idikan

masyarakat , bedah mayat dal am keadaan darurat sert a percobaan hewan dengan mengingat perkembangan il mu penget ahuan t ermasuk il mu t enaga at om.

BAB III.

ALAT-ALAT PERLENGKAPAN PEMERINTAH

Pasal 13.

(4)

a. Depart emen Kesehat an

b. Dinas Kesehat an Pemerint ah Daerah.

c. Al at -al at dan badan-badan Pemerint ah yang l ain.

(2) Tugas, susunan dan wewenang sert a hubungan sat u dengan l ainnya dit et apkan dengan perat uran-perat uran perundangan.

BAB IV USAHA SWASTA

Pasal 14

(1) Pemerint ah mengat ur, membimbing, membant u dan mengawasi usaha-usaha kesehat an badan-badan swast a.

(2) Usaha-usaha swast a dal am l apangan kesehat an harus sesuai dengan f ungsi sosial nya.

(3) Rumah sakit , bal ai pengobat an dan l embaga-l embaga kesehat an swast a l ainnya harus memenuhi syarat -syarat minimal yang dit et apkan ol eh Ment eri Kesehat an. (4) Usaha-usaha pengobat an berdasarkan il mu dan/ at au cara l ain dari pada il mu

kedokt eran, diawasi ol eh Pemerint ah agar t idak membahayakan masyarakat .

(5) Perusahaan f armasi dan al at -al at kesehat an harus bekerj a sesuai dengan rencana dan pimpinan Pemerint ah.

BAB V

PERATURAN PERALIHAN

Pasal 15.

(1) Pel aksanaan Undang-undang ini diat ur dengan perat uran- perat uran perundangan yang dal am wakt u 1 t ahun berangsur-angsur membat al kan ket ent uan-ket ent uan menurut "Het Regl ement op de Dienst der Voksgezondheid" dan perat uran-perat uran l ain berdasarkan "Het Regl ement op de Dienst der Vol ksgezondheid" t ersebut .

(2) Perat uran-perat uran dan ket ent uan-ket ent uan kesehat an l ainnya yang sudah ada pada hari t anggal diundangkannya Undang- undang ini, t et ap berl aku sel ama perat uran-perat uran dan ket ent uan-ket ent uan kesehat an it u t idak bert ent angan dicabut , digant i, dit ambah dan diubah ol eh perat uran-perat uran dan ket ent uan-ket ent uan at as kuasa Undang-undang ini.

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP.

Pasal 16.

Undang-undang ini dapat disebut Undang-undang Pokok Kesehat an.

Pasal 17.

(5)

Agar supaya set iap orang dapat menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempat an dal am Lembaran-Negara Republ ik Indonesia.

Disahkan di Jakart a

pada t anggal 15 Okt ober 1960.

Pej abat Presiden Republ ik Indonesia,

DJUANDA.

Diundangkan di Jakart a

pada t anggal 15 Okt ober 1960. Pej abat Sekret aris Negara,

(6)

PENJELASAN

ATAS

UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 1960

TENTANG

POKOK-POKOK KESEHATAN.

PENJELASAN UMUM.

Bagi suat u masyarakat sosial is Indonesia yang adil , makmur dan sej aht era, soal kesehat an merupakan suat u unsur yang sangat pent ing. Berhubung dengan it u maka perl u dit et apkan suat u Undang-undang t ent ang Pokok-pokok Kesehat an yang sesuai dengan dasar-dasar Negara kit a sert a sesuai pul a dengan kemaj uan il mu penget ahuan. Perat uran yang sampai sekarang berl aku, yakni "Het Regl ement op de Dienst der Vol ksgezondheid" dengan perat uran-perat uran pel aksanaannya, yang t idak sesuai l agi dengan al am kemerdekaan dan hasrat pembangunan bangsa Indonesia, perl u segera digant i dengan suat u Undang-undang Pokok sebagai l andasan bagi perat uran-perat uran kesehat an sel anj ut nya.

Dal am Undang-undang ini dimuat ket ent uan-ket ent uan umum t ent ang pengert ian mengenai kesehat an berdasarkan il mu kedokt eran modern, yang dipakai pul a ol eh Organisasi Kesehat an Sedunia dal am Konst it usinya t ahun 1946.

PENJELASAN PASAL DEMI PASAL.

Pasal 1.

Dal am ket ent uan umum ini dit egaskan j uga bahwa deraj at kesehat an yang set inggi-t ingginya harus dicapai ol eh sel uruh rakyainggi-t secara merainggi-t a. Disamping hak uninggi-t uk memperol eh pemel iharaan kesehat an yang sebaik-baiknya, t iap-t iap warga-negara perl u pul a akt if ikut -sert a dal am semua usaha kesehat an yang dil akukan Pemerint ah.

Pasal 2.

Ist il ah kesehat an mengandung art i keadaan sej aht era (wel l being).

Pasal 3.

(1) Yang dimaksud dengan kesehat an sosial ial ah perikehidupan dal am masyarakat : perikehidupan ini harus sedemikian rupa sehingga set iap warga-negara mempunyai cukup kemampuan unt uk memel ihara dan memaj ukan kehidupannya sendiri sert a kehidupan kel uarganya dal am masyarakat yang memungkinkannya bekerj a, berist irahat dan menikmat i hiburan pada wakt unya. Generasi yang sehat hanya t ercapai kal au pert umbuhannya dipel ihara menurut syarat -syarat kesehat an. Pemel iharaan anak dal am kandungan ibu, pada masa bayi, kanak-kanak, dan pada masa remaj a perl u diperhat ikan sepenuhnya. Dal am pada it u harus dipent ingkan pul a usaha pert umbuhan j asmani guna menyempurnakan f isik bangsa.

(7)

Pasal 4.

Dal am pasal ini diperinci dal am garis-garis besar usaha-usaha prevent if , kurat if dan l ain-l ainnya. Unt uk mewuj udkan hak set iap warga-negara akan kesehat an Pemerint ah mengadakan usaha-usaha sepert i t erperinci garis-garis besarnya dal am pasal ini. Usaha-usaha ini dil aksanakan dengan memperhat ikan perkembangan il mu penget ahuan dan t ehnik dal am bidang kesehat an.

Pasal 5.

Keadaan ekonomi adal ah unsur yang sangat berpengaruh t erhadap keadaan kesehat an. Berhubung dengan it u maka masal ah sandang-pangan, perumahan dan l ain-l ain perl u dicant umkan.

Pasal 6.

Lingkungan hidup manusia harus sesuai dengan syarat -syarat kesehat an.

Yang dimaksudkan dengan l ingkungan hidup ial ah : segal a sesuat u yang t erdapat disekit ar seet iap manusia dal am kehidupan- nya sehari-hari, umpamanya: udara, t empat kediaman dan t anah sekit arnya, t empat bekerj a, t empat berkumpul , t empat ibadah dan sebagainya. Dal am hal ini sangat perl u adanya kebersihan, pemberant asan serangga dan l ain-l ain khewan penyebar penyakit . Mencegah penyakit berart i mengusahakan segal a sesuat u yang dapat mel indungi rakyat dari sebab-musabab penyakit , umpamanya usaha karant ina, vaksinasi, usaha-usaha dal am l apangan kesehat an j iwa dan t unt unan t ehnis dal am soal pembuat an bangunan-bangunan, pembuat an dan penj ual an makanan dan minuman dan l ain-l ain.

Pasal 7.

Penyakit -penyakit menul ar sepert i cacar, t yphus, chol era, pes dan l ain-l ainnya, j ika t imbul harus segera diberant as. Penyakit endemis (penyakit rakyat ) sepert i mal aria, t . b. c. , f ramboesia, t rachoma dan l ain-l ai nnya harus dil enyapkan sel ekas-l ekasnya.

Pasal 8.

Pemerint ah berusaha agar kesempat an unt uk pengobat an dan perawat an bagi rakyat diberikan secara merat a disel uruh wil ayah Indonesia, dengan biaya bagi rakyat yang seringan-ringannya sampai kepada cuma-cuma. Unt uk usaha it u diadakan rumah sakit , pol ikl inik, l embaga- l embaga, rombongan-rombongan kesehat an (umpamanya unt uk j emaah haj i), dan sebagainya. Pemerint ah memberi kesempat an pada t enaga-t enaga kerohanian unt uk membant u dan membimbing baik t enaga kesehat an maupun penderit a dal am menj al ankan ibadat nya. Dal am perat uran perburuhan, perat uran kepegawaian, perat uran pensiunan dan sebagainya, perl u soal -soal kesehat an, baik secara prevent if maupun kurat if , diat ur dengan seksama. Dal am pada it u diperhat ikan j uga, agar buruh dan pegawai t ersebut di at as dil indungi t erhadap hal -hal yang mengganggu at au membahayakan kesehat annya, dan diberi kesempat an unt uk hiburan dan ist irahat . Dal am gol ongan-gol ongan karya l ain (ayat 4) t ermasuk j uga angkat an bersenj at a besert a kel uarganya.

Pasal 9.

(1) Cukup j el as.

(8)

Pasal 10.

(1) Cukup j el as.

(2) Pemerint ah dapat menggunakan t enaga kesehat an disamping ket ent uan-ket ent uan didal am Undang-undang t ahun 1951 No. 8 dan 9, t anpa mengurangi ef f isiensi pekerj aan badan swast a, dengan mengingat j aminan-j aminan seperl unya.

(3) Cukup j el as.

(4) Dal am mengawasi dan membimbing t enaga kesehat an baik yang berwenang

maupun yang t idak berwenang perl u diadakan perat uran-perat uran yang mempunyai ancaman hukuman yang t egas baik dil apangan administ rat if maupun dibidang pidana.

Pasal 11.

Bahan-bahan yang berbahaya, baik dipandang dari sudut keperl uan kesehat an maupun keamanan umum (obat bius, minuman keras dan bahan-bhan berbahaya l ainnya) harus dikuasai ol eh Pemerint ah. Dal am mempergunakan obat asl i sebaik-baiknya t ermasuk j uga menggiat kan perkembangannya.

Pasal 12.

Dal am penyel idikan t ermasuk penyel idikan kedokt eran unt uk kepent ingan pengusut an perkara,

Pasal 13.

(1) Dengan "al at dan badan pemerint ah yang l ain" dimaksud inst ansi-inst ansi dan badan-badan dil uar Depart emen Kesehat an dan dinas kesehat an Pemerint ah daerah, umpamanya : Jawat an Kesehat an Angkat an Darat , Angkat an Laut , Angkat an Udara, Kepol isian, Depart eme-depart emen dan Jawat an-j awat an yang l ain at au Panit ia-panit ia Negara.

(2) Cukup j el as.

Pasal 14.

Didal am mengikut -sert akan masyarakat pada usaha-usaha kesehat an dan berdasarkan sikap Pemerint ah t erhadap usaha swast a pada umumnya. Pemerint ah memberikan kesempat an kepada badan-badan oknum-oknum swast a unt uk menj al ankan usaha-usaha pengobat an, perawat an, pendidikan, penyel idikan (reserach) dan usaha-usaha-usaha-usaha dal am bidang f armasi, dengan ket ent uan bahwa usaha-usaha ini harus mement ingkan f ungsi sosial nya, t idak semat a-mat a bert uj uan mencari keunt ungan. Dal am mengadakan pengawasan yang dimaksud dal am ayat (1) Pemerint ah memperhat ikan keyakinan-keyakinan hidup dari gol ongan dan al iran-al iran resmi dal am masyarakat .

Pasal 15.

Pemerint ah menyusun sist im pengawasan sedemikian rupa sehingga segal a sesuat u yang dimaksudkan dal am Undang-undang Pokok Kesehat an ini, mendapat kan pel aksanaannya.

Pasal 16.

Cukup j el as.

Pasal 17.

Referensi

Dokumen terkait

1) Konseling Individual dan Konseling Kelompok, melalui konseling baik individual maupun kelompok sesuai dengan kebutuhan, konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah yang

Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri yogyakarta menerangkan dengan sesungguhnya, bahwa nama-nama tim pelaksana di bawah ini

This presentation may contain statements regarding the business of PT Selamat Sempurna Tbk and its subsidiaries that are of a forward-looking nature and are therefore based

[r]

Sehubungan dengan Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi paket pekerjaan Repitalisasi Instalasi Listrik Setdakab pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara

Memperhatikan ketentuan dalam Perpres 54 tahun 2010 yang dirubah terakhir kali dengan Perpres 4 tahun 2015 dan tata cara evaluasi kualifikasi sebagaimana diatur dalam

Guna pembuktian kualifikasi, diharapkan saudara membawa semua data dan informasi yang sah dan Asli sesuai dengan Data Isian Kualifikasi dan Dokumen Penawaran yang saudara

Diharapkan yang datang dalam proses klarifikasi teknis adalah Direktur Perusahaan, jika diwakili diwajibkan membawa surat kuasa/tugas bermaterai