• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUMPULAN BAHAN BAKU TANAMAN OBAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGUMPULAN BAHAN BAKU TANAMAN OBAT"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUMPULAN BAHAN

BAKU TANAMAN OBAT

(2)

Tujuan perkuliahan

Memahami cara pemanenan

tanaman obat

Memahami faktor-faktor yang

(3)

Pendahuluan

Simplisia merupakan bahan jamu, hendaknya

memenuhi persyaratan baku mutu

Standar mutu bahan baku jamu mengacu pada

buku standar

Bahan baku terdiri dari simplisia tanaman obat

(4)

Penyediaan bahan uji berkualitas

Jangka

Pendek

Regionalisasi sumber bahan baku (clustering)

Penerapan GAP/GACPPenjamin mutu

Pemetaan sentra produksi bahan baku, pola supply chain, dan kelembagaan • Jaminan mutu melalui COA, Fingerprint

Bahan Baku Berkualitas

(5)

Permasalahan Bahan Baku Jamu

:

• Produksi petani atau pengumpul bersifat

musiman dan kebutuhan bahan harian

Mutu bahan rendah sekali karena proses

pasca panen dilakukan sekedarnya

• Petani cenderung mau budidaya tanaman obat yang bernilai ekonomis tinggi saja

• Teknis budidaya rendah dan tanaman obat tidak dianggap sebagai komoditi unggulan

(6)

Lanjutan...

• Banyak tanaman obat yang dikumpulkan dari pinggir jalan atau dekat dengan industri sehingga rentan

pada kandungan logam berat

• Pengetahuan tentang botani tanaman sama sekalli tidak dikuasai sehingga sangat mudah terjadi

kekeliruan atau pemalsuan

(7)

Sistem pengadaan bahan jamu

Budidaya sendiriPembinaan petani

Kemitraan dengan petani

(8)

Kriteria TO Promising

Khasiat tinggi

Toksisitas relatif rendah

Nilai ekonomi tinggi

Budidaya Mudah

Produktiftas tinggi

(9)

Mengapa Harus Budidaya..?

Menjaga kontinuitas suplaiMelestarikan lingkunganMeningkatkan kualitasMenjaga keseragaman mutu

simplisia

Menambah nilai ekonomiTer ukur/ Tercatat (untuk

(10)

1. Panen

Tujuan : mengambil bagian-bagian tanaman obat yang akan diolah sesuai dengan karakterisktik tanaman obat :

(11)

Simplisia daun (folium)

Merupakan jenis

simplisia yang paling umum digunakan.

Dapat dipakai dalam

bentuk segar dan kering

Dalam keadaan kering

bentuknya tak

(12)
(13)

Simplisia kulit (cortex)

• Korteks adalah kulit (bagian terluar dari tanaman tingkat tinggi yang berkayu

Bagian yang sering digunakan sebagai

ramuan meliputi kulit batang, cabang atau kulit akar sampai ke lapisan epidermis

Potongan atau hasil pengelupasan kulit

batanga atau cabang memiliki bentuk dan ukuran yang tidak beraturan tergantung dari ukuran batang dan cabang asalnya

(14)

Simplisia kayu (lignum)

Simplisia kayu merupakan

pemanfaatan dari bagian batang atau cabang tanaman obat berupa kayu tanpa kulit.

Kayu dibentuk dalam

potongan-potongan kecil atau serutan kayu

Contoh :

(15)

Simplisia herba

Umumnya berupa produk tanaman

obat dari jenis terna yang bersifat herbaceus

Terdiri seluruh bagian tanaman atau

seluruh bagian yang berada di atas tanah.

(16)
(17)

Simplisia bunga (fos)

Dapat berupa bunga tunggal atau

majemuk, bagian bunga dari bunga majemuk, serta komponen penyusun bunga.

Contoh : bunga puspa, bunga

(18)

Simplisia akar (radix)

Aka tanaman yang sering digunakan sebagai bahan obat dapat berasal dari tanaman jenis tanaman perdu atau

tanaman terna yang berbatang lunak dan memiliki kandungan air tinggi

Contoh : akar alang-alang

Dapat berupa tanaman berkayu keras, kaku dan ulet.

(19)

Simplisia umbi (bulbus)

Bulbus adalag produk berupa

potongan atau rajangan umbil lapis, umbi akar atau umbi batang.

Contoh :

(20)

Simplisia rimpang (rhizome)

Rhizome atau rimpang biasanya

berada di bawah permukaan tanah.

Simplisia berupa irisan

Contoh : temulawak, kunyit, temu

(21)

Simplisia buah (fructus)

Dapat berasal dari

buah yang lunak maupun keras

Contoh : buah cabe

(22)

Simplisia biji (semen)

Diambil dari buah yang sudah masakBentuk dan ukurannya

bermacam-macam tergantung dari jenis tanaman

(23)

Penentuan waktu panen :

Daun : dipanen saat proses fotosintesis maksimal yaitu

pada saat mulai berbunga tapi belum mekar.

Pucuk daun dipungut yang warnanya belum berubah Misal : daun teh, daun jambu biji

Bunga dipanen saat menjelang penyerbukan/ pada saat

masih kuncup/saat bunga mekar.

Contoh : Bunga mawar diambil minyak atsirinya

Kulit Batang/batang diambil pada saat tanaman sudah

cukup umur. Contoh kulit pulai untuk hipertensi

Akar/ Rimpang/ Umbi : saat pertumbuhan berhenti

- Rimpang : Temulawak

- Akar : Sidaguri untuk asam urat dan rheumatik Pulutan untuk penyakit Gondok

(24)

waktu panen

Sambiloto : sebelum

berbunga

Kunyit, temulawak : daun

luruh

Daun jati belanda, salam,

jambu biji : daun matang fsiologis

Cabe jawa : matang -(hijau

kemerahan)

(25)

Tujuan penanganan dan pengelolaan saat panen :

1. Memperoleh bahan baku yang memenuhi standar

2. Menghindari terbuangnya hasil panen secara percuma serta

mengurangi kerusakan hasil panen 3. Agar semua hasil panen dapat

(26)

PEMANENAN

BIJI

Masak fisiologis (matang)

Kulit polong berubah dari hijau menjadi agak kekuningan

Buah

Panen muda mutunya kurang bagus dan aroma tidak enak

Panen terlambat : kualitas turun, buah lembek dan busuk

Daun Panen muda : kandungan bahan aktif rendah Panen sebelum bunga mekar

(27)

1. Pengumpulan bahan baku

• Bahan baku tanaman harus benar (secara botani)

• Perbedaan jenis tanaman yang digunakan akan memberikan perbedaan terhadap kandungan senyawa sehingga khasiatnya berbeda

(28)
(29)
(30)
(31)

Yang harus diperhatikan dalam pengumpulan bahan :

1. Bagian tanaman yang digunakan 2. Umur tanaman atau bagian

tanaman saat panen

(32)

Contoh bagian tanaman yang

digunakan :

Lengkuas (rimp) - L. wangi (rimp)Adas (buah) - Cabe jawa (buah)

Pulasari (kulit) - T. Hitam (rimp)Kedawung (buah) - L. gajah (rimp)Alba (buah) - pasak bmi (akar)

Kapulaga (buah) - Ky secang (kayu)

Kayu manis (kulit) - Meniran (herba)

Pegagan (herba) - Pepaya (daun)

Jati bld (daun) - Pule (kulit)

Purwoceng (akar) - T. liman (daun) dsb

(33)

Hub Ketinggian dan kadar Alkaloid

Kadar kand alkalod Datura metel

semakin tinggi bila di tnm pd daerah yg lb tinggi

(34)

Pemanenan: secara manual menggunakan

tangan maupun mekanisasi

Cara panen yang dipilih ditentukan oleh:

ketersediaan tenaga kerja, luasan areal pertanaman

Yang perlu diperhatikan saat panen:

sedapat mungkin menghindarkan

komoditas dari kerusakan fsik (seperti memar, luka, lecet, dll)

Adanya kerusakan fsik pada komoditas:

memacu pembusukkan, memacu

transpirasi dan respirasi (cepat layu dan menurun kualitasnya), menginduksi

(35)

Alat panen :

disiapkan sebelum panen dilakukan

(36)
(37)

Cara panen daun:

dipilh daun yang tua sebelum menguning, dipetik secara manual (satu persatu) dengan tangan

(38)
(39)

Cara panen umbi lapis

Tanaman dicabut, umbi dipisahkan

dari daun dan akar, dibersihkan

Contoh : umbi bawang merah (Allium

(40)

Cara memanen akar

Diambil dari bagian bawah di bawah

tanah, dipotong dengan ukuran tertentu

Contoh : akar pule pandak (Rauwolfa

(41)

Cara panen akar :

(42)

Cara panen akar (lanjtn..)

kumpulkan akar lateral

(43)

Cara panen kulit batang (cortex)

Dari batang utama atau cabang

dikelupas dengan panjang dan lebar tertentu. Untuk bahan yang

mengandung minyak atsiri atau

senyawa fenol hindari penggunaan alat logam

Contoh : kulit kayu manis ( Burmani

(44)
(45)

Cara panen buah (semen)

Dipilih buah yang sudah tua/masak,

kupas kulit buahnya, dikeluarkan bijinya dengan cara digilas

(46)
(47)

Dilakukan pada saat kualitas tanaman optimal sesuai dengan kebutuhan (yg mengand m.a pd pagi hari)

Alat potong atau panen dipilih dengan tepat untuk mengurangi terikutnya bahan atau tanah yang

tidak diperlukan

Dilakukan pd kondisi lingkungan yg tepat

(bersinar, tdk mendung, tdk berkabut, tdk hujan)

Peralatan dan tempat harus bersih dan bebas dari cemaran (logam hati2/melukai)

Tidak ada gulma berbahaya yang tercampur dalam panenan

Cara Panen

(1 )

(48)

Cara Panen

(2)

Wadah harus tidak terlalu penuh sehingga bahan tidak tertumpuk terlalu berat dan tidak rusak.

Tempat yang digunakan untuk menampung bahan harus bebas dari cemaran dan terjaga dari

masuknya binatang (tikus, ternak ayam/itik, kambing dll.)

Bahan yang dipanen tidak boleh terkena tanah. Pengangkutan dalam wadah yang kering

(keranjang, kantong, karung, dll)

Selama pengangkutan dijaga agar tidak terkena panas berlebihan (Suhu tinggi bisa terjadi

fermentasi/busuk).

(49)
(50)

087835078452

Referensi

Dokumen terkait

INOVASI INSTRUMEN SIT AND REACH BERBASIS DIGITAL TECHNOLOGY Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu..

Dengan demikian salah satu target yang harus diusahakan semaksimal mungkin adalah revitalisasi pelaksanaan pendidikan bagi umat Islam melalui cara-cara yang sesuai

Disampaikan pada Seminar dan Lokakarya Nasional tentang “Perumusan Kurikulum Pengajaran HAM di Fakultas Hukum Pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Pengajaran HAM di

[r]

Prof Tien prihatin melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini yang lebih cenderung membeli produk pangan dengan brand luar atau produk impor.. Tantangan bagi Indonesia saat

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat hidayah dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan judul “ Redesign

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan

Judul : Studi Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan metode Resistivitas Listrik Konfigurasi wenner-Sclumberger Di Kawasan Pantai Cermin Kiri Kecamatan Pantai cermin..