PENGUMPULAN BAHAN
BAKU TANAMAN OBAT
Tujuan perkuliahan
• Memahami cara pemanenan
tanaman obat
• Memahami faktor-faktor yang
Pendahuluan
•
Simplisia merupakan bahan jamu, hendaknya
memenuhi persyaratan baku mutu
•
Standar mutu bahan baku jamu mengacu pada
buku standar
•
Bahan baku terdiri dari simplisia tanaman obat
Penyediaan bahan uji berkualitas
Jangka
Pendek
• Regionalisasi sumber bahan baku (clustering)
• Penerapan GAP/GACP • Penjamin mutu
• Pemetaan sentra produksi bahan baku, pola supply chain, dan kelembagaan • Jaminan mutu melalui COA, Fingerprint
Bahan Baku Berkualitas
Permasalahan Bahan Baku Jamu
:
• Produksi petani atau pengumpul bersifatmusiman dan kebutuhan bahan harian
• Mutu bahan rendah sekali karena proses
pasca panen dilakukan sekedarnya
• Petani cenderung mau budidaya tanaman obat yang bernilai ekonomis tinggi saja
• Teknis budidaya rendah dan tanaman obat tidak dianggap sebagai komoditi unggulan
Lanjutan...
• Banyak tanaman obat yang dikumpulkan dari pinggir jalan atau dekat dengan industri sehingga rentan
pada kandungan logam berat
• Pengetahuan tentang botani tanaman sama sekalli tidak dikuasai sehingga sangat mudah terjadi
kekeliruan atau pemalsuan
Sistem pengadaan bahan jamu
Budidaya sendiri Pembinaan petani
Kemitraan dengan petani
Kriteria TO Promising
Khasiat tinggi
Toksisitas relatif rendah
Nilai ekonomi tinggi
Budidaya Mudah
Produktiftas tinggi
Mengapa Harus Budidaya..?
Menjaga kontinuitas suplai Melestarikan lingkungan Meningkatkan kualitas Menjaga keseragaman mutu
simplisia
Menambah nilai ekonomi Ter ukur/ Tercatat (untuk
1. Panen
Tujuan : mengambil bagian-bagian tanaman obat yang akan diolah sesuai dengan karakterisktik tanaman obat :
Simplisia daun (folium)
• Merupakan jenis
simplisia yang paling umum digunakan.
• Dapat dipakai dalam
bentuk segar dan kering
• Dalam keadaan kering
bentuknya tak
Simplisia kulit (cortex)
• Korteks adalah kulit (bagian terluar dari tanaman tingkat tinggi yang berkayu
• Bagian yang sering digunakan sebagai
ramuan meliputi kulit batang, cabang atau kulit akar sampai ke lapisan epidermis
• Potongan atau hasil pengelupasan kulit
batanga atau cabang memiliki bentuk dan ukuran yang tidak beraturan tergantung dari ukuran batang dan cabang asalnya
Simplisia kayu (lignum)
• Simplisia kayu merupakan
pemanfaatan dari bagian batang atau cabang tanaman obat berupa kayu tanpa kulit.
• Kayu dibentuk dalam
potongan-potongan kecil atau serutan kayu
• Contoh :
Simplisia herba
• Umumnya berupa produk tanaman
obat dari jenis terna yang bersifat herbaceus
• Terdiri seluruh bagian tanaman atau
seluruh bagian yang berada di atas tanah.
Simplisia bunga (fos)
• Dapat berupa bunga tunggal atau
majemuk, bagian bunga dari bunga majemuk, serta komponen penyusun bunga.
• Contoh : bunga puspa, bunga
Simplisia akar (radix)
• Aka tanaman yang sering digunakan sebagai bahan obat dapat berasal dari tanaman jenis tanaman perdu atau
tanaman terna yang berbatang lunak dan memiliki kandungan air tinggi
• Contoh : akar alang-alang
• Dapat berupa tanaman berkayu keras, kaku dan ulet.
Simplisia umbi (bulbus)
• Bulbus adalag produk berupa
potongan atau rajangan umbil lapis, umbi akar atau umbi batang.
• Contoh :
Simplisia rimpang (rhizome)
• Rhizome atau rimpang biasanya
berada di bawah permukaan tanah.
• Simplisia berupa irisan
• Contoh : temulawak, kunyit, temu
Simplisia buah (fructus)
• Dapat berasal dari
buah yang lunak maupun keras
• Contoh : buah cabe
Simplisia biji (semen)
• Diambil dari buah yang sudah masak • Bentuk dan ukurannya
bermacam-macam tergantung dari jenis tanaman
Penentuan waktu panen :
• Daun : dipanen saat proses fotosintesis maksimal yaitu
pada saat mulai berbunga tapi belum mekar.
• Pucuk daun dipungut yang warnanya belum berubah Misal : daun teh, daun jambu biji
• Bunga dipanen saat menjelang penyerbukan/ pada saat
masih kuncup/saat bunga mekar.
Contoh : Bunga mawar diambil minyak atsirinya
• Kulit Batang/batang diambil pada saat tanaman sudah
cukup umur. Contoh kulit pulai untuk hipertensi
• Akar/ Rimpang/ Umbi : saat pertumbuhan berhenti
- Rimpang : Temulawak
- Akar : Sidaguri untuk asam urat dan rheumatik Pulutan untuk penyakit Gondok
waktu panen
Sambiloto : sebelum
berbunga
Kunyit, temulawak : daun
luruh
Daun jati belanda, salam,
jambu biji : daun matang fsiologis
Cabe jawa : matang -(hijau
kemerahan)
Tujuan penanganan dan pengelolaan saat panen :
1. Memperoleh bahan baku yang memenuhi standar
2. Menghindari terbuangnya hasil panen secara percuma serta
mengurangi kerusakan hasil panen 3. Agar semua hasil panen dapat
PEMANENAN
BIJI
Masak fisiologis (matang)
Kulit polong berubah dari hijau menjadi agak kekuningan
Buah
Panen muda mutunya kurang bagus dan aroma tidak enak
Panen terlambat : kualitas turun, buah lembek dan busuk
Daun Panen muda : kandungan bahan aktif rendah Panen sebelum bunga mekar
1. Pengumpulan bahan baku
• Bahan baku tanaman harus benar (secara botani)
• Perbedaan jenis tanaman yang digunakan akan memberikan perbedaan terhadap kandungan senyawa sehingga khasiatnya berbeda
Yang harus diperhatikan dalam pengumpulan bahan :
1. Bagian tanaman yang digunakan 2. Umur tanaman atau bagian
tanaman saat panen
Contoh bagian tanaman yang
digunakan :
• Lengkuas (rimp) - L. wangi (rimp) • Adas (buah) - Cabe jawa (buah)
• Pulasari (kulit) - T. Hitam (rimp) • Kedawung (buah) - L. gajah (rimp) • Alba (buah) - pasak bmi (akar)
• Kapulaga (buah) - Ky secang (kayu)
• Kayu manis (kulit) - Meniran (herba)
• Pegagan (herba) - Pepaya (daun)
• Jati bld (daun) - Pule (kulit)
• Purwoceng (akar) - T. liman (daun) dsb
Hub Ketinggian dan kadar Alkaloid
Kadar kand alkalod Datura metel
semakin tinggi bila di tnm pd daerah yg lb tinggi
• Pemanenan: secara manual menggunakan
tangan maupun mekanisasi
• Cara panen yang dipilih ditentukan oleh:
ketersediaan tenaga kerja, luasan areal pertanaman
• Yang perlu diperhatikan saat panen:
sedapat mungkin menghindarkan
komoditas dari kerusakan fsik (seperti memar, luka, lecet, dll)
• Adanya kerusakan fsik pada komoditas:
memacu pembusukkan, memacu
transpirasi dan respirasi (cepat layu dan menurun kualitasnya), menginduksi
Alat panen :
disiapkan sebelum panen dilakukan
Cara panen daun:
dipilh daun yang tua sebelum menguning, dipetik secara manual (satu persatu) dengan tangan
Cara panen umbi lapis
• Tanaman dicabut, umbi dipisahkan
dari daun dan akar, dibersihkan
• Contoh : umbi bawang merah (Allium
Cara memanen akar
• Diambil dari bagian bawah di bawah
tanah, dipotong dengan ukuran tertentu
• Contoh : akar pule pandak (Rauwolfa
Cara panen akar :
Cara panen akar (lanjtn..)
kumpulkan akar lateral
Cara panen kulit batang (cortex)
• Dari batang utama atau cabang
dikelupas dengan panjang dan lebar tertentu. Untuk bahan yang
mengandung minyak atsiri atau
senyawa fenol hindari penggunaan alat logam
• Contoh : kulit kayu manis ( Burmani
Cara panen buah (semen)
• Dipilih buah yang sudah tua/masak,
kupas kulit buahnya, dikeluarkan bijinya dengan cara digilas
Dilakukan pada saat kualitas tanaman optimal sesuai dengan kebutuhan (yg mengand m.a pd pagi hari)
Alat potong atau panen dipilih dengan tepat untuk mengurangi terikutnya bahan atau tanah yang
tidak diperlukan
Dilakukan pd kondisi lingkungan yg tepat
(bersinar, tdk mendung, tdk berkabut, tdk hujan)
Peralatan dan tempat harus bersih dan bebas dari cemaran (logam hati2/melukai)
Tidak ada gulma berbahaya yang tercampur dalam panenan
Cara Panen
(1 )
Cara Panen
(2)
Wadah harus tidak terlalu penuh sehingga bahan tidak tertumpuk terlalu berat dan tidak rusak.
Tempat yang digunakan untuk menampung bahan harus bebas dari cemaran dan terjaga dari
masuknya binatang (tikus, ternak ayam/itik, kambing dll.)
Bahan yang dipanen tidak boleh terkena tanah. Pengangkutan dalam wadah yang kering
(keranjang, kantong, karung, dll)
Selama pengangkutan dijaga agar tidak terkena panas berlebihan (Suhu tinggi bisa terjadi
fermentasi/busuk).
• 087835078452