• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Ilmu Pengetahuan Modern dalam Pr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Ilmu Pengetahuan Modern dalam Pr"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU PENGETAHUAN

DALAM PRESFEKTIK AL-QUR’AN

(Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Modern)

Dosen :

M. Andre Agustianto, Lc, MH.

Disusun Oleh :

(2)

KATA PENGANTAR

Asslamau’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita semua rahmat serta hidayahNya sehingga kita masih di berikan sehat jasmani dan rohani. Shalawat serta salam juga tidak pernah lupa kami haturkan kepada junjungan seluruh umat, Nabi besar Muhammad SAW.

Tak lupa juga kami haturkan sejuta terimakasih kepada Bapak Dosen telah memberikan kami Ilmu yang Atas Izin Allah, bermanfaat (aamiin.)

Kami mempersembahkan sebuah makalah tentang ILMU PENGETAHUAN DALAM PRESFEKTIF AL-QUR’AN, yang dengan penuh harap bahwa nantinya akan bermanfaat. Dengan segala upaya yang kami usahakan, makalah yang tidak sempurna ini berhasil kami selesaikan. Tentu saja dengan kemampuan kami yang terbatas, dan Atas Izin Allah kami mampu membagi sedikit ilmu kami kepada para pembaca. Tentu saja kami sangat mengharapkan kritik dan saran kepada hasil tulisan kami ini. Agar ke depannya, kami bisa membuat karya tulisan yang lebih baik dari pada upaya kami kali ini.

Surabaya, 8 Desember 2017

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...1

DAFTAR ISI...2

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang...3 2. Rumusan Masalah...4 3. Tujuan...4

BAB II PEMBAHASAN

1. Ilmu Pengetahuan dalam Presfektif Al-Qur’an...5 2. Keterkaitan antara Ilmu Pengetahuan Modern dengan Al-Qur’an...7 3. Kontradiksi Ilmu Pengetahuan dengan Al-Qur’an...8

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan...11 2. Saran...11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Al-Qur’an merupakan Kalamullah. Satu-satunya kitab yang menjadi pembenar atas kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an menjadi mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Beliau di utus untuk menyampaikan wahyu yang beliau dapatkan kepada umat. Memberi contoh sikap yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an Kalamullah. Al-Qur’an juga memiliki berbagai kemukjizatan yang luar biasa. Di antaranya adalah jawaban dari segala permasalah kehidupan.

Tentu saja jauh sebelum Ilmu Pengetahuan di temukan, Al-Qur’an lebih dulu menjadi pedoman hidup masyarakat Arab pada zaman dahulu. Al-Qur’an juga turun secara berangsur-angsur sesuai dengan permasalah pada masa itu. Hal itu saja sudah cukup membuktikan bahwa Al-Qur’an sudah membahas soal Ilmu Pengetahuan modern, jauh sebelum di temukannya Ilmu Pengetahuan.

(5)

2. Rumusan Masalah

a. Bagaimanakah hubungan antara Ilmu Pengetahuan Modern dengan Al-Qur’an? b. Apa saja bukti bahwa Ilmu Pengetahuan Modern begitu berhubungan dengan

Al-Qur’an?

c. Apakah muncul kontradiksi tentang Ilmu Pengetahuan dalam Al-Qur’an

3. Tujuan

a. Mengetahui, memahami, dan mengerti hubungan antara Ilmu Pengetahuan dengan AL-Qur’an.

b. Memberikan bukti jelas bahwa Ilmu Pengetahuan Modern dengan Al-Qur’an berhubungan sangat erat.

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Ilmu Pengetahuan dalam Presfektif Al-Qur’an

Ilmu Pengetahuan biasa akrab dengan bahasa kita adalah sains atau, dapat di rumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang di kumpulkan melalui suatu proses pengajian dan dapat di terima oleh rasio, atau dapat di nalar.1

Prinsip Ilmu Pengetahuan juga dengan jelas tertera dalam Al-Qur’an. Adalah wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah. Surah al-‘Alaq ayat 1-5.

“Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Yang mengajarkan dengan petunjuk. Yang mengajar kan manusia apa-apa yang tidak di ketahuinya.”

Ayat tersebut merupakan dasar Ilmu sains dan teknologi dalam islam. Dalam ayat tersebut dengan jelas Allah memerintahkan kepada kita untuk membaca, menulis, meneliti, menghkaji, dan membahas dengan kemampuan intelektual. Kewajiban membaca, menulis, dan meneliti menjadi inheren dalam Islam. Dan tentu saja, penguasaan dan keberhasilan suatu penelitian atas restu dari Allah.2

Dari wahyu pertama tersebut, ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu. Antara lain; (dengan pena dan tanpa pena.)

Tentu saja bukan hanya wahyu pertama yang berkaitan erat dengan Ilmu Pengetahuan. Beberapa ayat dalam Al-Qur’an juga membuktikan tentang keterkaitan Ilmu Pengetahuan Modern dengan Al-Qur’an, yang turun jauh sebelum Ilmu Pengetahuan Modern di temukan.

Turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan, sekaligus merupakan perintah untuk menuntut ilmu pengetahuan dan

1 A. Baiquni, Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern, (Jakarta, Pustaka ITB : 1983), cetakan 1, hlm. 125.

(7)

menekankan pentingnya arti proses pengetahuan, penelitian dan uji laborat dalam kehidupan manusia untuk memohon kepada Allah agar selalu mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan.

Salah satu hal yang menakjubkan Al-Qur’an adalah isinya yang sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Saat diturunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 tidak terbayangkan oleh masyarakat saat itu bahwa Al-Qur’an mengandung ilmu pengetahuan modern saat ini. Adanya isyarat-isyarat Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa tidak adanya kontradiksi antara agama dan ilmu pengetahuan.

Seperti yang dikatakan seorang ilmuwan yang cukup terkenal yakni Albert Einstein bahwa “ pengetahuan tanpa agama adalah pincang dan agama tanpa pengetahuan adalah buta”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agama dan ilmu pengetahuan tidak dapat dipertentangkan karena keduanya merupakan kedua hala yang perlu disatuakan untuki membuat manusia berada dalam kemajuan namun sekaligus tetap religius.

Sains dan ilmu pengetahuan merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab suci Al-Qur’an. Ilmu pengetahuan merupakan salah satu kebutuhan agama islam, hal ini dibuktikan dengan adanya fakta bahwa setiap kali umat melaksanakan ibadah memerlukan ilmu pengetahuan. Salah satu contoh misalnya dalam puasa seseorang memerlukan pengetahuan tentang cara menentukan awal bulan Ramadhan.

Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang membicarakan tentang ilmu pengetahuan alam. Maurice Buccaile3 menyebutkan bahwa ada 40 ayat Al-Qur’an yang membicarakan secara

(8)

2. Keterkaitan antara Ilmu Pengetahuan Modern dengan Al-Qur’an

Berikut adalah beberapa ayat yang menjelaskan keterkaitan Ilmu Pengetahuan Modern dengan Al-Qur’an :

Al-Qur’an dan Astronomi

Diantara persoalan-persoalan terkait dengan astronomi yang diisyaratkan oleh Al-Qur’an antara lain adalah :

a. Teori Big Bang

Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah al-Anbiya’ : 30 “dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?”. Ayat ini dijelaskan bahwasannya matahari, bintang dan bumi merupakan suatu kesatuan kemudian melalui proses alamiah kemudian berpisah menjadi bagian-bagian yang terpisah dengan lainnya, hal ini menurut Wahbah az-Zuhayli persis apa yang dikatakan para ahli astronomi bahwa asal mula alam ini dahulunya menjadi satu.4

b. Matahari dan Bulan

Saat merujuk kedalam matahari dan bulan didalam Al-Qur’an, dijelaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. “dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan masing-masing dan keduanya itu beredar didalam garis edarnya”.5

Disebutkan pula dalam ayat yang lain, bahwa matahari tidak pernah diam, tetapi bergerak dengan garis edarnya, “dan matahari berjalan di tepat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.6

c. Langit

4 Zuhdi Achmad, dkk, Studi Al-Qur’an, (Surabaya, UINSA Press : 2017), cetakan 7, hlm. 132

5 Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ : 33

(9)

Dalam Al-Qur’an Allah mengarahkan perhatian kepada sifat yang sangat menarik tentang langit. “dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya”.7

d. Benda – benda langit berasal dari Nebula/Kabut (Teori Nebula)

Ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan persoalan ini adalah Qs. Fussilat : 11 kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

3. Kontradiksi Ilmu Pengetahuan dengan Al-Qur’an

Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang mengundang manusia untuk beriman atau sebaliknya. Mereka sering diingatkan bagaimana mereka sampai di bumi. Namun semua kontradiksi yang ada dan membuat sebagian manusia mempertanyakan kebenarannya, jauh sebelum itu telah dituliskan “Kami telah menciptakan kamu, maka kenapa kamu tidak membenarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?”8

(10)

dengan penemuan ilmiah yang menginformasikan bahwa pancaran sperma yang menyembur dari alat kelamin mengandung sekitar dua ratus benih manusia, sedangkan yang berhasil bertemu dengan ovum hanya satu, inilah yang dimaksut dalam ayat ini.”11

b. Segumpal Darah

Pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al-Qur’an terungkap saat merujuk pada zigot yang tumbuh pada rahim ibu, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah”.12 Arti kata “alaq” dalam bahasa arab adalah “sesuatu

yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.13

c. Tahapan Penciptaan Manusia Secara Embriologis

Selanjutnya dalam rahim terdapat tiga tahapan yang berbeda. Sungguh biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sama halnya yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an “...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu Allah, Tuhan Kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”.14

Hal ini juga dijelaskan oleh seorang ilmuan, “ kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu kedelapan, dan janin; dari minggu kedelapan sampai kelahiran”.15

Sehingga dapat dilihat bahwa proses penciptaan manusia dan aspek-aspek yang luar biasa ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi didalam sebagian ayat-ayat tersebut sangat rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa diantaranya sebagai berikut :

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa)

11 Zuhdi Achmad, dkk, Studi Al-Qur’an, (Surabaya, UINSA Press : 2017), cetakan 7, hlm. 142.

12 Al-Qur’an Surah Ad-Dhuha : 1-3.

13 Zuhdi Achmad, dkk, Studi Al-Qur’an, (Surabaya, UINSA Press : 2017), cetakan 7, hlm. 142.

14 Al-Qur’an Az-Zumar : 6.

(11)

2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi 3. Janin manusia melekat pada rahim ibu bagaikan lintah

4. Manusia berkembang ditiga kawasan yang gelap di dalam rahim16

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah al-Mu’minun: 12-14 yaitu “dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”.17

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

(12)

Harusnya kita sadar diri dan merendah dihadapan-Nya, Sang pemilik kuasa atas segala hal di alam semesta. Mengamalkan ilmu yang kita dapat, sehingga tidak berhenti dan mati. Semakin banyak orang yang menyerukan nama Allah atas keagungannya, dan tentu saja menjaga. Menjaga diri kita, usia kita, kesehatan kita. Dan tentu saja menjaga iman dan ikhlas dalam diri kita.

2. Saran

Setelah membaca susunan kalimat diatas yang kami buat, kami berharap susunan itu tidak hanya sekedar menjadi susunan kalimat untuk pembaca, tetapi juga sebuah sumber ilmu yang bermanfaat, yang juga tidak berhenti sampai disini begitu saja. Agar manusia dapat mengingat Allah sebagai Maha Kuasa.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Karakteristik umum para akademisi yang ada di perguruan tinggi adalah (1) Menyampaikan pengetahuan, tetapi hanya sedikit yang mengembangan pengetahuan, (2) Kegiatan akademik

Mulai dari proses penerimaan zakat, infak/sedekah yang diakui sesuai dengan nominal yang disetorkan kepada BAZNAS dari muzzaki, penyaluran zakat, infak/sedekah yang diakui ketika

Variabel itu merupakan variabel yang diramalkan atau menerangkan nilainya (Hasan, 1999). Dalam ilmu statistika, teknik yang umum digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua

Keunggulan teknik personifikasi adalah penggunaan format pra-menulis dan format draf untuk mengawali menulis sehingga siswa dengan mudah dapat mengikutinya sebagai sebuah

pembelajaran menulis, salah satunya dalam penelitian sebelumnya metode STAD digunakan dalam jurnal berjudul “Penerapan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada

[r]

Untuk mengetahui kalau teknologi yang dimaksud yaitu sistem informasi perpustakaan benar-benar diterima oleh pengguna, maka dapat diketahui dari indikator manakala

Sedangkan pada saat perekonomian dianggap terlalu cepat yang ditandai dengan pertumbuhan yang tinggi dan tingkat inflasi yang juga tinggi, maka kebijakan fiskal dan