321797533 Presentasi Penatausahaan BOS SMA Tahun 2016

Teks penuh

(1)

PENATAUSAHAAN

BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH SMA

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

(2)
(3)

Program Indonesia Pintar

Tujuan dari program ini antara lain:

1. Meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun

untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan

pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan

Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun.

2. Meringankan biaya personal pendidikan.

3. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (

drop out

)

atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.

4. Menarik siswa putus sekolah (

drop out

) atau tidak melanjutkan agar

kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar

Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

(PKBM)/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)/Balai Latihan Kerja

(BLK) atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

(4)

PRIORITAS SASARAN PIP

Sasaran PIP adalah anak berusia 6 sampai dengan 21 tahun yang merupakan:

1. Peserta didik pemegang KIP;

2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan

pertimbangan khusus seperti:

a. Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH);

b. Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS);

c. Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti

sosial/panti asuhan;

d. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam;

e. Kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari

keluarga terpidana, berada di LAPAS, memiliki lebih dari 3 saudara yang

tinggal serumah;

f. Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya;

g. Peserta didik kelas 6, kelas 9, dan kelas 12;

h. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang:

(5)

DISDIK KAB/KOTA

DISDIK KAB/KOTA

SISWAmelapor membawa KIP ke sekolah.

PESERTA DIDIK PAKET A,B,C, dan Peserta Kursus, pelatihan melapor ke

SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal lainnya

SEKOLAH

Mengentri atau memutakhirkan (updating) data peserta didik pemegang KIP ke Dapodik. Data tersebut berfungsi sebagai data usulan siswa penerima dari tingkat sekolah ke direktorat teknis.

SKB/PKBM/LKP penglola dana bantuan PKK dan PKW

mengusulkan peserta didik pemegang KIP kepada dinas pendidikan kab/kota

2

2

3

3

1. Memberikan persetujuan tertulis, dan meneruskan daftar penerima PIP dari sekolah ke direktorat teknis terkait.

2. Untuk SD dan SMP, mengusulkan pemegang KIP melalui aplikasi data.dikdasmen.

kemdikbud.go.id/pipdikdasmen.

3. Mengusulkan SKB/PKBM/lembaga kursus, Paket A, B, C ke direktorat terkait

KEMDIKBUD

(Dit. Teknis)

KEMDIKBUD (Dit. Teknis)

4

4

1. Dit. PPKK (Non Formal) memvalidasi dan menerbitkan SK

serta meneruskan ke Dit. PSD, PSMP, PSMA, dan PSMK

2. Dit PSD, PSMP, PSMA dan PSMK Meng-SK-kan penerima PIP

5

5

SK Penerima Dana PIP

Mekanisme Pengusulan Peserta Didik Pemegang KIP

(6)

ATRIBUT KUNCI DATA SISWA

Nama

Tanggal lahir

Tempat lahir

NISN

Jenis Kelamin

(7)

APLIKASI DAPODIK 2016/2017 TERKAIT PIP

7

1. Pastikan siswa yang mendapat kiriman kartu melaporkan ke sekolah untuk di

inputkan nomor KIP ke dalam sistem dapodik

2. Kolom isian KIP berdiri sendiri kolom terpisah dari isian nomor kartu

KPS/KKS/PKH

3. NOMOR KIP YANG MATCH DENGAN DATA BDT AKAN DI MIGRASI

OTOMATIS ke kolom KIP YANG SEMULA DI KOLOM KPS

4. Jika siswa memiliki nomor KPS/KKS/PKH SEGERA DI GANTI DENGAN

NOMOR KIP

5. Ada tambahan KOLOM ISIAN BARU NAMA YANG TERTERA DI KIP ,

dengan tujuan sebagai baseline data cetak kartu perbaikan KIP

(8)

D

Sekolah/SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal lainnya

1. Menseleksi dan menyusun daftar peserta didik yang masih aktif dan tidak memiliki KIP sebagai calon penerima dana PIP seperti pada nomor 2 prioritas penerima sasaran PIP

2. Untuk jenjang SD dan SMP, sekolah menandai status kelayakan Peserta Didik di aplikasi Dapodik sebagai calon penerima dana/ manfaat PIP

1. Dik PKP memvalidasi dan menerbitkan SK serta meneruskan ke Dit PMK

2. Dit PSD, PSMP, PSMA dan PSMK Meng-SK-kan penerima PIP

Mekanisme Pengusulan Peserta Didik

Tidak Mempunyai

KIP

DISDIK KAB/KOTA

DISDIK KAB/KOTA

1. Memberikan persetujuan tertulis, dan meneruskan daftar penerima PIP dari sekolah ke direktorat teknis terkait.

2. Untuk SD dan SMP, mengusulkan pemegang KIP melalui aplikasi data.dikdasmen.

kemdikbud.go.id/pipdikdasmen.

3. Untuk jenjang SMA dan SMK, sekolah menandai status kelayakan Peserta Didik di aplikasi Dapodik sebagai calon penerima dana/ manfaat PIP

KEMDIKBUD

(Dit. Teknis)

(9)

Diagram Penyaluran Dana PIP

Sekolah/SKB/PKBM/lembaga kursus

KPPN menyalurkan dana sesuai SP2D ke rekening penyalur

KEMDIKBUD

1 1. Mengirimkan SK penerima kepada disdik kab/kota

dan lembaga penyalur untuk dibuatkan rekening 2. Mengajukan SPP, SPM ke KPPN untuk diterbitkan

SP2D

4

4

2

2

Siswa mengambil dana BSM/PIP di lembaga penyalur membawa persyaratan dan dokumen yang telah tetapkan

6

6

1. Berkoordinasi terkait kesiapan pencairan dana kepada penerima dengan disdik kab/kota/sekolah

2. Menyalurkan dana bantuan Mengirimkan SK penerima kepada

sekolah

5

(10)

PERBEDAAN VIRTUAL DENGAN TABUNGANKU

No Perbedaan Virtual TabunganKu

1 Bukti Kepemilikan Surat Keterangan Sekolah Buku Tabungan

2 Jumlah Digit

Tahun 2015 :

18 digit kombinasi huruf angka Contoh :

MUHAMMAD

10400156B070005MD1

Tahun 2016 :

20 digit kombinasi huruf angka

M ARBIANSYAH

(11)
(12)

MEKANISME UNTUK MENDAPATKAN KIP

Persyaratan mendapatkan KIP :

1. Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS);

2. Sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Apabila orang tua peserta didik belum memiliki KKS/PKH,

(13)

13

PENGADUAN DAN KONFIRMASI PENERIMA KIP

(14)

PENGADUAN

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM)

Direktorat Pembinaan SMA:

Telepon : (021) 75912056 Fax: (021) 75912057

HP

: 0812-8538-0515

e-mail

:

kip.sma@kemdikbud.go.id

Pengaduan tertulis disampaikan ke

alamat:

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas

up. Kasubdit Peserta Didik

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

Kompleks Ditjen Pendidikan Menengah,

Gedung A Lantai 3

(15)

Pendahuluan Kegiatan PBS

(16)

LATAR BELAKANG

 Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA merupakan program Pemerintah

berupa pemberian dana langsung ke sekolah yang digunakan untuk membantu sekolah dalam memenuhi biaya operasioal sekolah non personalia

 Program BOS SMA ditujukan untuk meningkatkan daya beli siswa

terhadap pendidikan SMA dalam rangka mendukung Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun

 Pada tahun 2016 ini, penyaluran dana BOS SMA dilakukan dengan

mekanisme transfer ke provinsi yang selanjutnya ditransfer ke rekening sekolah secara langsung

 Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, pada tingkat sekolah ditemui

bahwa belum seluruh sekolah memiliki kesadaran maupun kemampuan untuk menyusun dokumen pertanggungjawaban dan pelaporan terkait pertanggungjawaban BOS SMA secara baik dan benar

 Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan

(17)

TUJUAN MATERI SOSIALISASI

17

1. Menyediakan referensi bagi bendahara sekolah

penerima BOS SMA dalam melaksanakan

kegiatan Penatausahaan BOS SMA Tahun 2016

(18)

HASIL YANG DIHARAPKAN

Terwujudnya pemahaman tentang

Penatausahaan BOS SMA oleh bendahara sekolah

penerima BOS;

Tersosialisasinya format-format

pertanggungjawaban BOS SMA Tahun 2016

kepada bendahara sekolah penerima BOS;

Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas

(19)

POKOK BAHASAN MATERI

SOSIALISASI

19

A KONSEPSI PROGRAM BOS SMA

 Kebijakan BOS SMA  Tujuan BOS SMA

 Peran BOS SMA dalam Pendanaan Pendidikan SMA  Prinsip Pengelolaan BOS SMA

 Program BOS SMA dan MBS

 Kebijakan Keberpihakan BOS SMA Terhadap Siswa Miskin (Fee Waive dan

Discount Fee)

 Penggunaan Dana BOS SMA Tahun 2016

B PENATAUSAHAAN BOS SMA TAHUN 2016

 Dokumen Pelaksanaan Kegiatan

 Dokumen Perencanaan dan Pembukuan

C PELAPORAN BOS SMA TAHUN 2016

(20)

LINGKUP PEMBAHASAN MATERI

Materi ini menjelaskan lebih lanjut Petunjuk Teknis

BOS SMA Tahun 2016, pada bagian prosedur

pelaksanaan BOS SMA khususnya pembahasan

pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan;

(21)

KEBIJAKAN BOS SMA 2016

21

1.

Merupakan

program

pemerintah

untuk

mendukung

pelaksanaan rintisan program Wajib Belajar 12 (dua belas)

Tahun;

2.

Merupakan program pemerintah berupa pemberian dana

langsung kepada SMA Negeri dan Swasta untuk membantu

memenuhi

biaya operasional non-personalia sekolah

dan

pembiayaan lainnya untuk menunjang proses pembelajaran;

3.

Besaran dana BOS SMA yang diterima sekolah dihitung

berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan satuan

biaya (

unit cost

) bantuan yang ditetapkan;

4.

Sekolah

diwajibkan

untuk

memberikan

kompensasi

membebaskan (

fee waive

) dan/atau membantu (

discount fee

)

siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan

biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler. Bagi sekolah

yang berada di provinsi/kab/kota yang telah menerapkan

pendidikan gratis, maka sekolah tidak diwajibkan memberikan

pembebasan

(fee waive)

dan/atau membantu

(discount fee)

(22)

TUJUAN PROGRAM BOS SMA 2016

Secara umum program BOS SMA bertujuan untuk mewujudkan

layanan pendidikan menengah khususnya jenjang SMA yang

terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat.

Adapun secara khusus bertujuan untuk:

1.

membantu biaya operasional sekolah

non-personalia

;

2.

meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMA;

3.

mengurangi angka putus sekolah SMA;

4.

mewujudkan keberpihakan pemerintah (

affimative action

)

bagi siswa miskin SMA dengan membebaskan (

fee waive

)

dan/atau membantu (

discount fee

) tagihan biaya sekolah

dan biaya lainnya di sekolah, khususnya bagi siswa miskin;

5.

memberikan kesempatan yang setara (

equal opportunity

)

bagi siswa miskin SMA untuk mendapatkan layanan

pendidikan yang terjangkau dan bermutu;

(23)

PERAN BOS DALAM PEMBIAYAAN SMA

23

(24)

PRINSIP PENGELOLAAN BOS

Swakelola dan Partisipatif

Transparan

Akuntabel

Demokratis

Efektif dan Efisien

Tertib Administrasi dan

Pelaporan

(25)

Program BOS SMA dan

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

25

 Program BOS SMA memberikan dukungan kepada sekolah dalam

menerapkan konsep MBS yaitu:

 Kebebasan dalam perencanaan, pengelolaan dan pengawasan program

yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Penggunaan dana semata-mata ditujukan hanya untuk kepentingan peningkatan layanan pendidikan dan tidak ada intervensi atau pemotongan dana dari pihak manapun dan untuk kepentingan apapun. Pengelolaan program BOS SMA menjadi kewenangan sekolah secara mandiri dengan mengikut sertakan komite sekolah dan masyarakat;

 Sekolah mengelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Sekolah harus memiliki Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) 4 tahunan, menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dengan dana BOS SMA merupakan bagian integral dari RKAS tersebut;

 RKJM, RKT dan RKAS harus dibahas dalam rapat dewan guru/pendidik,

kemudian disetujui/ditandatangani kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disetujui/ ditandatangani oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (untuk SMA negeri) atau Yayasan (untuk SMA swasta);

 Rencana Penggunaan Dana/Rencana Anggaran Biaya (RAB) BOS SMA

(26)

KEBIJAKAN

FEE WAIVE

DAN

DISCOUNT FEE

(27)

KEBIJAKAN

FEE WAIVE

DAN

DISCOUNT FEE

27

Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah

Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa

(28)

Ilustrasi

Fee Waive

dan

Discount Fee

SEBELUM ADA BOS:

KEBUTUHAN SEKOLAH PER TAHUN = 3.000.000.000

JUMLAH SISWA = 1.000 ANAK

SPP = 250.000/ANAK/BULAN

SETELAH ADA BOS:

KEBUTUHAN SEKOLAH PER TAHUN = 3.000.000.000

DAPAT DANA BOS PUSAT = 1.400.000.000

KEBUTUHAN RIIL = 1.600.000.000

JUMLAH SISWA = 1.000 ANAK

ANAK MISKIN = 200 ANAK (BEBAS SEMUA) 

600.000.000

(29)

KETENTUAN PENGGUNAAN DANA BOS

- 1

29

 Penggunaan dana BOS SMA adalah untuk kegiatan operasional sekolah non

personalia sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah. Dasar hukum yang menjadi acuan biaya operasional non personalia adalah Permendiknas No. 69 Tahun 2009 Tentang Standar Biaya Operasional Non Personalia yang komponennya meliputi biaya pembelian alat dan bahan habis pakai, transportasi lokal, konsumsi, upah, dan jasa profesi. Untuk biaya transportasi lokal, konsumsi, upah, dan jasa profesi harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;

 Sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam

menentukan barang/jasa dan tempat pembeliannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk pengadaan barang/jasa yang dapat dilakukan tanpa mekanisme lelang, pengadaan barang/jasa dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/jasa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi sedangkan untuk pengadaan barang/jasa yang harus dilakukan dengan mekanisme lelang, pengadaan barang/jasa dilakukan dengan menggunakan mekanisme e-procurement dan e-purchasing

(30)

KETENTUAN PENGGUNAAN DANA BOS

- 2

Untuk pembiayaan pemeliharaan dan perawatan sarana/

prasarana sekolah, sekolah harus membuat rencana kerja

dan memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan

pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku;

Terhadap setiap barang inventaris yang telah dibeli,

sekolah wajib melakukan pencatatan terhadap hasil

pembelian tersebut, untuk sekolah negeri dicatat menjadi

aset pemerintah Kabupaten/Kota dan untuk sekolah swasta

dicatat menjadi aset yayasan;

Sekolah melaporkan setiap hasil pembelian barang

(31)

31

 Dana BOS SMA Tahun 2016 yang diterima oleh sekolah, dapat digunakan untuk

membiayai komponen kegiatan-kegiatan dengan urutan prioritas sebagai berikut:

1. Pengadaan Buku Teks Pelajaran dan Buku Bacaan; 2. Pembiayaan Pengelolaan Sekolah;

3. Pengadaan Alat Habis Pakai Praktikum Pembelajaran; 4. Pengadaan Bahan Habis Pakai Praktikum Pembelajaran; 5. Langganan Daya dan Jasa;

6. Penyelenggaraan Evaluasi Pembelajaran;

7. Kegiatan Pembelajaran/Intra Kurikuler dan Ekstra Kurikuler; 8. Pemeliharaan dan Perawatan sarana/prasarana Sekolah; 9. Kegiatan Penerimaan Siswa Baru;

10. Pembiayaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Manajemen

Sekolah;

11. Pengelolaan Data Individual SMA melalui Dapodikdasmen; 12. Pengembangan Website Sekolah;

13. Biaya Asuransi Keamanan dan Keselamatan Sekolah Serta Penanggulangan

Bencana;

14. Pembelian Peralatan Komputer Pembelajaran; 15. Pelaporan BOS SMA.

(32)

Pengadaan Buku Teks Pelajaran dan Buku Bacaan

a.

Membeli buku teks pelajaran untuk siswa dan pegangan

guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh

sekolah. Buku teks pelajaran yang dibeli mencakup

pembelian buku mata pelajaran baru, mengganti buku

yang rusak, dan membeli kekurangan buku agar tercukupi

rasio satu siswa satu buku untuk tiap mata pelajaran.

Buku teks pelajaran yang dibeli sekolah adalah buku teks

pelajaran yang telah dinilai, dibeli hak ciptanya dan telah

ditetapkan Harga Eceran Tertingginya oleh Pemerintah.

b. Membeli buku bacaan untuk penunjang proses

pembelajaran di sekolah.

(33)

Pembiayaan Pengelolaan Sekolah

a.

Biaya pembelian alat tulis kantor yang dibutuhkan dalam

mendukung kegiatan pembelajaran dan administrasi

kantor antara lain: buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol,

kertas, CD,

flashdisk, toner,

buku induk siswa, buku

inventaris, buku raport, buku induk guru, dan lainnya;

b.

Pembelian peralatan kebersihan antara lain: sapu, alat pel,

tempat sampah, cairan pembersih lantai, dan lainnya;

c.

Pembelian peralatan kesehatan dan keselamatan antara

lain: tandu, stetoskop, tabung oksigen, tabung pemadam

kebakaran, dan lainnya;

d.

Pembiayaan surat-menyurat;

e.

Biaya manajemen pengelolaan BOS di sekolah.

33

(34)

Pengadaan Alat Habis Pakai Praktikum Pembelajaran

a. Biaya pengadaan alat habis pakai ditujukan untuk pembelian alat-alat

praktikum dalam materi pembelajaran antara lain: praktikum IPA, IPS, bahasa, komputer, olahraga, kesenian, dan keterampilan;

b. Biaya Praktikum IPA antara lain: preparat, sendok, baterai, dll; c. Biaya Praktikum IPS antara lain: batuan, globe, peta,dll;

d. Biaya Praktikum Bahasa antara lain: CD, kaset, headset,dll;

e. Biaya pembelian suku cadang alat praktikum komputer antara lain: CD,

mouse, keyboard, dll;

f. Biaya pembelian alat praktek olahraga antara lain: raket, bat, net,dll;

g. Biaya pembelian alat praktek kesenian antara lain: gitar, seruling,dll; h. Biaya pembelian alat praktek keterampilan antara lain: pahat, palu,

transistor,dll;

i. Biaya pembelian software/CD Multimedia Pembelajaran;

j. Biaya transportasi lokal dan konsumsi dalam pembelian alat.

(35)

Pengadaan Bahan Habis Pakai Praktikum Pembelajaran

a.Biaya pengadaan bahan habis pakai ditujukan untuk pembelian bahan-bahan

praktikum dalam materi pembelajaran antara lain: praktikum IPA, IPS, bahasa, komputer, olahraga, kesenian, dan keterampilan;

b.Biaya pembelian bahan Praktikum IPA antara lain: HCl, formalin, aquadest, dll; c.Biaya pembelian bahan Praktikum IPS antara lain: format chart,dll;

d.Biaya pembelian bahan Praktikum Bahasa antara lain: headcleaner, CD, dll; e.Biaya pembelian bahan praktikum Komputer antara lain: tinta/toner, dll;

f. Biaya pembelian bahan praktikum Olahraga antara lain: bola, shuttlecock, dll; g.Biaya pembelian bahan praktikum Kesenian antara lain: cat air, kuas, dll;

h.Biaya pembelian bahan praktikum Keterampilan dan Kewirausahaan antara

lain: bahan makanan khas daerah, benih-benih pertanian, bahan tenun dan lainnya, dll;

i. Biaya transportasi lokal dan konsumsi dalam pembelian bahan.

35

(36)

Langganan Daya dan Jasa

a.

Biaya untuk membayar langganan daya dan jasa yang

mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah, antara lain: listrik,

telepon, air, langganan koran, majalah/publikasi berkala yang

terkait dengan pendidikan, baik

offline

maupun

online

, jasa

kebersihan/sampah dan jasa lainnya;

b.

Pembiayaan pemasangan instalasi baru apabila sudah ada

jaringan di sekitar sekolah serta penambahan daya listrik;

c.

Langganan internet dengan cara berlangganan maupun prabayar,

baik dengan

fixed modem

maupun dengan

mobile modem

.

Termasuk pula untuk pemasangan baru apabila sudah ada

jaringan di sekitar sekolah. Khusus untuk penggunaan internet

dengan

mobile modem

, batas maksimal pembelian paket/

voucher

adalah sebesar Rp. 250.000/bulan;

d.

Khusus untuk sekolah yang berada di daerah terpencil dan belum

ada jaringan listrik dapat sewa genset atau panel surya,

tergantung mana yang dirasakan lebih cocok di daerah tersebut.

(37)

Penyelenggaraan Evaluasi Pembelajaran

a.

Kegiatan yang dapat dibiayai adalah kegiatan ulangan

harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir

semester atau ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat

kompetensi dan ujian sekolah;

b.

Komponen pembiayaan dari kegiatan di atas meliputi:

I.

Fotocopy/penggandaan naskah soal dan lembar

jawaban;

II.

Fotocopy laporan pelaksanaan hasil ujian untuk

disampaikan oleh guru kepada Kepala Sekolah, serta

dari Kepala Sekolah ke Dinas Pendidikan dan ke

orangtua;

III.

Biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan evaluasi

pembelajaran.

37

(38)

Kegiatan Pembelajaran/Intra Kurikuler dan Ekstra Kurikuler

a. Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran/intra kurikuler seperti:  Kegiatan pembelajaran remedial dan/atau pengayaan materi;

 Pemantapan persiapan ujian;  Pelaksanaan try out dan lainnya;

b. Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan pembinaan siswa melalui ekstra kurikuler seperti:  Ekstra kurikuler kesiswaan antara lain: OSIS, Pramuka, PMR, UKS, KIR, dan lainnya;

 Ekstra kurikuler olahraga dan kesenian antara lain: Voli, Pencak Silat, Karate, Seni Tari, marching band

dan lainnya.;

c. Pembiayaan lomba/seleksi/pertandingan kesiswaan yang tidak dibiayai dari dana pemerintah

pusat/pemerintah daerah meliputi: biaya pendaftaran, biaya transportasi lokal dan konsumsi dalam rangka mengikuti kegiatan;

d. Cakupan pembiayaan untuk kegiatan pembelajaran/intra kurikuler dan ekstra kurikuler meliputi:

pembelian bahan dan alat habis pakai pendukung kegiatan, sewa fasilitas kegiatan, konsumsi, biaya transportasi lokal, dan jasa profesi;

e. Sewa fasilitas kegiatan digunakan bila sekolah tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan di sekolah (misal:

sewa kolam renang, sewa lapangan sepak bola/futsal, dan lainnya);

f. Biaya transportasi lokal dapat diberikan kepada guru pembimbing ekstra kurikuler/siswa/tenaga

kependidikan apabila kegiatan dilakukan di luar jam mengajar dan hari kerja serta kegiatan luar sekolah yang tidak dibiayai oleh pihak penyelenggara;

g. Jasa profesi hanya diberikan kepada narasumber yang mewakili instansi resmi di luar sekolah (misal:

Kwarda, KONI daerah, BNN, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Unsur keagamaan, dan lainnya);

(39)

Pemeliharaan dan Perawatan Sarana/prasarana

Sekolah

Biaya untuk memelihara dan merawat sarana dan prasarana

sekolah agar tetap berfungsi dan layak digunakan, meliputi:

a.

Pengecatan, perawatan dan perbaikan atap bocor, pintu dan

jendela, meubelair, lantai ubin/keramik, plafond, lampu/bohlam

dan lainnya;

b.

Perawatan dan perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan

WC);

c.

Perawatan dan perbaikan instalasi listrik sekolah;

d.

Perawatan dan perbaikan saluran air kotor;

e.

Perawatan dan perbaikan komputer praktek, printer, laptop

sekolah, LCD, AC, dan lainnya;

f.

Pemeliharaan taman dan fasilitas sekolah lainnya;

g.

Untuk seluruh pembiayaan di atas dapat dikeluarkan pembayaran

upah tukang, biaya transportasi lokal dan konsumsi.

39

(40)

Kegiatan Penerimaan Siswa Baru

a.

Semua jenis pembiayaan dalam rangka

penerimaan siswa baru (termasuk pendaftaran

ulang untuk siswa lama), antara lain:

Penggandaan formulir pendaftaran;

Administrasi pendaftaran;

Penentuan peminatan/

psikotest

;

Publikasi (pembuatan spanduk, brosur, dan

lainnya);

Layanan

online

PPDB;

Biaya masa orientasi siswa baru/MOPDB.

b.

Pembiayaan meliputi biaya fotocopy,

(41)

Pembiayaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran

dan Manajemen Sekolah

a.Biaya untuk penyelenggaraan kegiatan Kelompok Kerja Guru

(KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala

Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Forum Komunikasi Tata Usaha (FKTU);

b.Biaya untuk menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan

mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh sekolah;

c.Biaya untuk mengadakan In House Training (IHT)/workshop/lokakarya untuk

peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan

kurikulum/silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan penerapan program penilaian kepada siswa;

d.Pembiayaan meliputi: biaya fotocopy, konsumsi, biaya pendaftaran seminar,

biaya transportasi lokal, dan jasa profesi bagi nara sumber dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya umum (SBU) daerah;

e.Dana BOS SMA tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama

yang telah dibiayai oleh pemerintah/pemda.

41

(42)

Pengelolaan Data Individual SMA melalui Dapodikdasmen

a.

Biaya yang dikeluarkan dalam rangka kegiatan entri, validasi,

updating,

dan sinkronisasi data individual sekolah (meliputi: profil

sekolah, siswa, sarana dan prasarana, serta pendidik dan tenaga

kependidikan) ke dalam aplikasi Dapodikdasmen.

b.

Biaya yang dikeluarkan meliputi:

Alat Tulis Kantor;

Sewa jasa internet, apabila sekolah belum memiliki koneksi internet;

Biaya konsumsi petugas entri, validasi,

updating,

dan sinkronisasi;

Biaya transportasi lokal, apabila proses entri validasi,

updating,

dan

sinkronisasi tidak dapat dilakukan di sekolah karena belum memiliki

koneksi internet;

Biaya petugas entri, validasi,

updating,

dan sinkronisasi yang

diberikan mengikuti ketentuan dan kewajaran yang berlaku di

daerah sesuai dengan beban kerja.

(43)

Pengembangan

Website

Sekolah

a.

Biaya untuk membangun dan/atau

mengembangkan serta

memelihara/maintenance website

sekolah dengan domain “sch.id”;

b.

Pembiayaan meliputi: pembelian

domain, konsumsi, biaya transportasi

lokal, dan jasa profesi pengembang

website.

43

(44)

Biaya Asuransi Keamanan dan Keselamatan Sekolah

Serta Penanggulangan Bencana

a.

Biaya untuk membayar premi asuransi sarana dan

prasarana sekolah seperti: asuransi kebakaran, asuransi

bencana alam, asuransi kehilangan dan lainnya;

b.

Biaya penanggulangan dampak darurat bencana

(misalkan: banjir, kabut asap, gunung meletus, gempa

bumi, tsunami, dll), khususnya selama masa tanggap

darurat.

(45)

Pembelian Peralatan Komputer Pembelajaran

a.

Membeli komputer

desktop/work station

untuk digunakan dalam

proses pembelajaran, dengan jumlah maksimal yang dapat dibeli

adalah 5 unit/tahun;

b.

Membeli

printer

atau

printer plus scanner

, dengan jumlah maksimal

yang dapat dibeli adalah 1 unit/tahun;

c.

Membeli

laptop

untuk digunakan dalam proses pembelajaran,

dengan jumlah maksimal yang dapat dibeli adalah 1 unit/tahun dan

harga maksimal Rp. 6 juta;

d.

Membeli proyektor untuk digunakan dalam proses pembelajaran,

dengan jumlah maksimal yang dapat dibeli adalah 1 unit/tahun

dengan harga maksimum Rp. 5 juta;

e.

Keterangan:

Komputer

desktop/workstation

,P

rinter/printer scanner

,

laptop

dan

proyektor harus dibeli di toko resmi;

Proses pengadaan barang oleh sekolah harus mengikuti peraturan

yang berlaku;

Peralatan di atas harus dicatat sebagai aset/inventaris sekolah.

45

(46)

Pelaporan BOS SMA

Biaya untuk menyusun dan mengirimkan

laporan sekolah kepada pihak berwenang

antara lain: biaya fotocopy dan penjilidan,

konsumsi dan biaya transportasi lokal

penyusunan laporan BOS SMA.

(47)

LARANGAN PENGGUNAAN DANA BOS

SMA - 1

47

Dana BOS SMA tidak boleh digunakan untuk hal berikut :

a.disimpan dengan maksud dibungakan; b.dipinjamkan kepada pihak lain;

c.membeli software/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS SMA

atau software sejenis;

d.membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan

biaya besar, misalnya studi banding, tur studi (karya wisata) dan sejenisnya;

e.membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD

kecamatan/kabupaten/kota/provinsi/pusat, atau pihak lainnya, kecuali

untuk menanggung biaya transportasi dan konsumsi siswa/pendidik/tenaga kependidikan yang ikut serta dalam kegiatan tersebut;

f.membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;

g.membiayai akomodasi kegiatan seperti sewa hotel, sewa ruang sidang, dan

lainnya;

h.membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan

pribadi (bukan inventaris sekolah);

(48)

LARANGAN PENGGUNAAN DANA BOS

SMA - 2

i.

digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;

j.

membangun gedung/ruangan baru;

k.

membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahan/peralatan yang tidak

mendukung proses pembelajaran;

l.

menanamkan saham;

m.

membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana

pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar;

n.

membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan

operasional sekolah, misalnya membiayai iuran dalam rangka

upacara peringatan hari besar nasional dan upacara

keagamaan/acara keagamaan;

o.

membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/

sosialisasi/pendampingan terkait program BOS SMA/perpajakan

program BOS SMA yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD

pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan;

(49)

SANKSI PENYALAHGUNAAN DANA BOS

49

A.

Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan

undang-undang yang berlaku (pemberhentian, penurunan pangkat,

mutasi kerja);

B.

Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi, yaitu dana BOS

SMA yang terbukti disalahgunakan agar dikembalikan ke sekolah;

C.

Penerapan proses hukum, yaitu mulai proses penyelidikan,

penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau

terbukti melakukan penyimpangan dana BOS SMA;

D.

Apabila berdasarkan hasil monitoring atau audit, sekolah terbukti

melakukan penyimpangan, atau tidak menyusun laporan

pertanggungjawaban penggunaan dana BOS (termasuk laporan

online

ke laman BOS di

www.bos.kemdikbud.go.id

), tim manajemen

BOS kabupaten/kota dapat meminta secara tertulis kepada bank

(dengan tembusan ke sekolah) untuk menunda pengambilan dana

BOS dari rekening sekolah;

E.

Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan

pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya

(50)

Penatausahaan BOS SMA

(51)

DOKUMEN PENATAUSAHAAN

KEGIATAN-1

51

Dokumen Pelaksanaan Kegiatan

a.

Formulir Data Pokok Sekolah (Formulir BOS-01)

b.

Formulir Rencana Penggunaan Dana BOS (Formulir

BOS-03)

c.

Formulir Laporan Penggunaan Dana BOS (Formulir

BOS-04)

d.

Formulir Lembar Pencatatan Pengaduan Masyarakat

(Formulir BOS-06A) dan Lembar Pencatatan

Pertanyaan/Kritik/Saran (Formulir BOS-06B)

e.

Formulir Buku Penerimaan Barang (Formulir BOS-07)

f.

Formulir Buku Pencatatan Inventaris (Formulir BOS-08)

g.

Formulir Rekapitulasi Pembelian Barang Inventaris di

(52)

Formulir

BOS-01A

(53)

Formulir

BOS-01A

Formulir Data Sekolah-2

(54)

Formulir

BOS-01A

(55)

Formulir

BOS-01B

Formulir Peserta Didik SMA

(56)

Formulir

BOS-01C

(57)

Formulir

BOS-01C

Formulir Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA-2

(58)

Formulir

BOS-01C

(59)

Formulir

BOS-01C

Formulir Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMA-4

(60)

Alokasi Sementara

Alokasi sementara untuk penyaluran dana BOS SMA (SK

Penerima) tiap sekolah dilaksanakan pada awal triwulan

didasarkan pada data Dapodikdasmen dengan ketentuan

sebagai berikut:

Triwulan 1 (Januari-Maret) didasarkan pada

Dapodikdasmen tanggal

15 Desember

tahun

sebelumnya;

Triwulan 2 (April-Juni) didasarkan pada Dapodikdasmen

tanggal

1 Maret

;

Triwulan 3 (Juli-September) didasarkan pada

Dapodikdasmen tanggal

1 Juni

;

Triwulan 4 (Oktober-Desember) didasarkan pada

(61)

Alokasi Final

61

Alokasi final dana BOS SMA tiap sekolah yang

digunakan sebagai dasar untuk perhitungan dan

penyaluran kekurangan/kelebihan salur triwulan

(rekon) berjalan didasarkan data Dapodikdasmen

dengan ketentuan sebagai berikut:

Triwulan 1 (Januari-Maret) didasarkan pada

Dapodikdasmen tanggal

30 Januari

;

Triwulan 2 (April-Juni) didasarkan pada

Dapodikdasmen tanggal

30 April

;

Triwulan 3 (Juli-September) dan triwulan 4

(Oktober-Desember) didasarkan pada Dapodikdasmen tanggal

(62)

Formulir

BOS-03

(63)

Formulir

BOS-04

Formulir Laporan Penggunaan Dana BOS

(64)

Formulir BOS-06A dan

BOS-06B

(65)

Formulir BOS-07

Formulir Buku Penerimaan Barang

(66)

Formulir BOS-08

(67)

Formulir BOS-09

Formulir Rekapitulasi Pembelian Inventaris Sekolah

(68)

Pelaksanaan

Perencanaan

Penatausahaan

Bukti-bukti

Pengeluaran/Pajak

Terkait Daya dan Jasa

Lain-lain

(69)

DOKUMEN PENATAUSAHAAN

KEGIATAN-2

69

Dokumen Perencanaan dan Pembukuan

Dokumen Perencanaan

a.

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Formulir BOS-K1)

b.

Rencana Penggunaan Dana BOS SMA (Formulir BOS-K2)

Pembukuan

a. Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3)

b. Buku Pembantu Kas (Formulir BOS-K4)

c. Buku Pembantu Bank (Formulir BOS-K5)

d. Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS-K6)

e. Realisasi Penggunaan Dana Tiap Jenis Dana (Formulir BOS-K7)

dan Surat Pernyataan Tanggungjawab (Lampiran Formulir BOS-K7)

f. Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOS SMA (Formulir

BOS-K7a)

g. Opname Kas (Formulir BOS-K7b) dan Berita Acara Pemeriksaan

(70)

Formulir

BOS-K1

(71)

Formulir

BOS-K2

Rencana Penggunaan Dana BOS SMA

Keterangan:

1. No. Urut, disikan dengan urutan penjelasan item yang diuraikan;

2. No. Kode, diisikan dengan nomor kategori sesuai dengan nomor kode Standar Nasional Pendidikan pada form K1, dengan penjelasan sebagai berikut:

• Standar Kompetensi Lulusan; • Standar Standar Isi;

• Standar Standar Proses; • Standar Pendidik dan Tenaga

Kependidikan;

• Standar Sarana dan Prasarana; • Standar Standar Pengelolaan; • Standar Standar Pembiayaan; • Standar Penilaian

3. Uraian, diisikan dengan penjelasan rencana penggunaan dana, dibuat serinci mungkin dan memuat volumenya;

4. Jumlah, diisikan dengan jumlah dana yang dialokasikan pada setiap uraian;

5. Triwulan, diisikan dengan

uraian jumlah uang, apabila kegiatan dimaksud dilaksanakan tidak hanya dalam waktu 1 (satu) triwulan.

(72)
(73)

Formulir

BOS-K3

Keterangan Pengisian Buku Kas Umum

Petunjuk pengisian:

Kolom (1)

:

Diisi tanggal pembukuan (format:

tanggal-bulan-tahun)

Kolom (2)

:

Diisi kode 8 SNP sesuai penggunaan

Kolom (3)

:

Diisi nomor bukti pembukuan

Kolom (4)

:

Disi uraian transaksi

penerimaan/pengeluaran

Kolom (5)

:

Diisi jumlah penerimaan yang tercantum

dalam dokumen sumber

Kolom (6)

:

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum

dalam dokumen sumber

Kolom (7)

:

Diisi jumlah saldo setelah

ditambah/dikurangi jumlah

penerimaan/pengeluaran yang tercantum dalam

dokumen sumber

(74)
(75)

Formulir

BOS-K4

Keterangan Pengisian Buku Pembantu Kas

Petunjuk pengisian:

Kolom (1) :

Diisi tanggal pembukuan (format:

tanggal-bulan-tahun)

Kolom (2) :

Diisi kode 8 SNP sesuai penggunaan

Kolom (3) :

Diisi nomor bukti pembukuan

Kolom (4) :

Disi uraian transaksi

penerimaan/pengeluaran

Kolom (5) :

Diisi jumlah penerimaan yang tercantum

dalam dokumen sumber

Kolom (6) :

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum

dalam dokumen sumber

Kolom (7) :

Diisi jumlah saldo setelah ditambah/dikurangi

jumlah penerimaan/pengeluaran yang tercantum

dalam dokumen sumber

(76)
(77)

Formulir

BOS-K5

Keterangan Pengisian Buku Pembantu Bank

Petunjuk pengisian:

Kolom (1) :

Diisi tanggal pembukuan (format:

tanggal-bulan-tahun)

Kolom (2) :

Diisi kode 8 SNP sesuai penggunaan

Kolom (3) :

Diisi nomor bukti pembukuan

Kolom (4) :

Disi uraian transaksi/pengeluaran

Kolom (5) :

Diisi jumlah penerimaan yang tercantum

dalam dokumen sumber

Kolom (6) :

Diisi jumlah pengeluaran yang tercantum

dalam dokumen sumber

Kolom (7) :

Saldo uang yang ada di Bank

(78)
(79)

Formulir

BOS-K6

Keterangan Pengisian Buku Pembantu Pajak

Petunjuk pengisian:

Kolom (1)

:

Diisi tanggal pembukuan (format:

tanggal-bulan-tahun)

Kolom (2)

:

Diisi kode 8 SNP sesuai penggunaan

Kolom (3)

:

Diisi nomor bukti pembukuan

Kolom (4)

:

Disi uraian transaksi penerimaan

pajak

Kolom (5,6,7,8,9) :

Diisi jumlah pungutan yang diterima

Kolom (10)

:

Diisi jumlah pajak yang telah

disetorkan ke Kas Negara

Kolom (11)

:

Disi jumlah saldo setelah ditambah

penerimaan pajak atau dikurangi jumlah

setoran pajak yang tercantum dalam

dokumen sumber

(80)

Formulir

(81)

Formulir

BOS-K7a

Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOS SMA

(82)

Formulir

BOS-K7b

(83)

Formulir

BOS-K7c

Berita Acara Pemeriksaan Kas

(84)

Pelaporan BOS SMA

(85)

JENIS LAPORAN

85

Laporan lengkap

penggunaan dana BOS SMA

per triwulan dan tahunan (hasil dari kompilasi

laporan Triwulanan). Laporan lengkap sekolah ini

selanjutnya disimpan di sekolah untuk bahan

pemeriksaan; dan

Laporan ringkas

yaitu rekapitulasi penggunaan

dana BOS SMA per triwulan. Laporan ini

disampaikan

sekolah

ke

laman

(86)

Skenario Pelaporan BOS 2016

Penerimaan Dana Tw1

Triwulan 1

Penggunaan dana

Triwulan 2 Triwulan 3 Triwulan 4

Penerimaan

Dana Tw2 Penerimaan Dana Tw3 Penerimaan Dana Tw4

Laporan

Triwulan 1 Triwulan 2Laporan Triwulan 3Laporan Triwulan 4Laporan

(87)

LAPORAN LENGKAP

87

Laporan lengkap sekolah terdiri dari dokumen-dokumen sebagai

berikut:

1.

RKAS (Formulir BOS-K1 dan Formulir BOS-K2);

2.

Pembukuan;

a. Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3);

b. Buku Pembantu Kas (Formulir BOS-K4);

c. Buku Pembantu Bank (Formulir BOS-K5);

d. Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS-K6);

3.

Realisasi Penggunaan dana tiap sumber dana (Formulir

BOS-K7);

4.

Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOS SMA (Formulir

BOS-K7a);

5.

Opname Kas (Formulir BOS-K7b) dan Berita Acara Pemeriksaan

Kas (Formulir BOS-K7c);

6.

Bukti-bukti pengeluaran dan perpajakan;

7.

Lembar Pencatatan Pertanyaan/Kritik/saran; dan

(88)

LAPORAN RINGKAS

Laporan ringkas berupa rekapitulasi penggunaan

dana BOS SMA berdasarkan 15 (lima belas)

komponen penggunaan per triwulan

menggunakan Formulir BOS-K7A.

(89)

Laporan Tim Manajemen Sekolah 

Memasukkan informasi dari formulir BOS-K7a ke dalam menu “Penggunaan Dana BOS SMA’ yang ada dalam lapor.bos.kemdikbud.go.id atau sistem online lainnya yang ditetapkan oleh Tim Manajemen BOS Pusat.

1.

Masuk ke web

Tekan, “Ubah”. Salin dengan isi pada format BOS K-7A

5.

Tekan, “Simpan”

6.

Keluar. Tekan “log out”

(90)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...