Strategi Dakwah
Melalui Media Film
Film Negeri 5 Menara
Film Negeri 5 Menara merupakan sebuah film garapan
Kompas Gramedia production bersama Million Pictures yang merupakan adaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi berjudul Negeri 5 Menara. Skenario film ini ditulis oleh Salman Aristo yang juga penulis naskah film Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, dll. Film berdurasi 100 menit ini, disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Film ini mengambil lokasi syuting di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, Sumatera Barat, Bandung, hingga London.
Sinopsis Film Negeri 5 Menara
Pertengahan tahun 1988 Alif akan lulus SMP. Bersama sahabatnya, Randai, mereka berharap bisa masuk SMA terkenal di Bukit Tinggi, lalu melanjutkan kuliah di ITB. Namun Amaknya menginginkan Alif untuk masuk ke Pondok Madani, sebuah pesantren di sudut Ponorogo, Jawa Timur. Alif memberontak tapi akhirnya memenuhi pinta orangtuanya walau setengah hati.
Ketika tiba di Pondok Madani, dilihatnya tempat itu 'kampungan' dan mirip penjara karena peraturan yang ketat dan keharusan ikut kelas adaptasi setahun. Alif sering menyendiri. Seiring berjalannya waktu, Alif mulai bersahabat dengan teman-teman satu kamarnya, yaitu Baso dari Gowa, Atang dari Bandung, Raja dari Medan, Said dari Surabaya, dan Dulmajid dari Madura. Mereka berenam selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan diri mereka Sahibul Menara alias para pemilik menara.
Strategi Dakwah dalam Film Negeri 5
Menara
Bagi sebagian orang, pesantren dianggap pendidikan kelas dua. Pesantren dianggap
Dalam film ini, penulis mempopulerkan kata-kata mutiara (mahfuzhot),
yaitu “Man Jadda Wajada” dan “Man Shabara Zhafira.” Mantra yang menjadi motivasi besar Alif dan sahabtnya dalam meraih kesuksesan. “Man Jadda Wajada” dan “Man Shabara Zhafira” adalah kalimat yang kerap kali diajarkan di pesantren. Man Jadda Wajada yang memiliki arti Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil dan Man Shabara Zhafira memiliki arti Siapa yang bersabar pasti akan beruntung.
Film Negeri 5 Menara ini sendiri merupakan kisah perjuangan menggapai
. Film Negeri 5 Menara memiliki hikmah dan inspirasi tentang tekad,
kerja keras, dan persaudaraan. Dimana jika kita bersungguh-sungguh dan bertekad besar dalam meraih impian kita, niscaya kita dapat