AKADEMI MANAJEMEN
INFORMATIKA DAN KOMPUTER
(AMIK) INDONESIA BANDA ACEH
2016
i
PENANGGUNG JAWAB
H. Ihsanuddin MZ, SE., MM
PENGARAH
Rahmi Hajriyanti, SE., M.Si Khairul Amri, SE., M.Si Syamsul Rizal, SE., MM
KETUA
Lukman Ahmad, SE., MM
SEKRETARIS
Muhammad Wali, ST., MM
ANGGOTA
Harry Idwan, S.Kom Munawir, S.Pd.I., S.Kom., MM Sufyan Arsyad, SE., MM Imilda, SE Dewi Suswati, ST Evri Yenni, SE., M.Si Era Mustika, S.Pd., MM Fitriani, SE., MM
DESAIN COVER
Abdurrazak, ST, SP
Panduan Tugas Akhir
ii
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Buku Pedoman Pelaksanaan Tugas Akhir (TA) AMIK Indonesia Banda Aceh ini akhirnya dapat diselesaikan dengan baik dan diterbitkan sesuai dengan jadual yang direncanakan. Buku Pedoman Pelaksana Tugas Akhir (TA) ini sudah mengalami perbaikan dari Buku Pedoman Pelaksana Tugas Akhir (TA) yang telah ada sebelumnya, sesuai dengan usulan perbaikan dari Tim Penyusun serta Dosen-Dosen Tetap Yayasan dengan memperhatikan Statuta AMIK Indonesia Banda Aceh serta mempertimbangkan dinamika pendidikan nasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Buku Pedoman Pelaksana Tugas Akhir (TA) ini disusun dengan tujuan untuk dapat memberikan informasi penting dalam pelaksanaan Tugas Akhir bagi mahasiswa semester VI (enam).
Program D-III dan unsur pelaksana pendidikan AMIK Indonesia Banda Aceh, untuk lebih representatif, Buku Pedoman ini juga dilengkapi dengan Form Tugas Akhir (TA) untuk setiap bidang program. Dengan demikian tersusunnya Buku Pedoman Pelaksana Tugas Akhir (TA) ini diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di AMIK Indonesia Banda Aceh. Kegiatan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme lulusan sebagai intellectual capital AMIK Indonesia Banda Aceh, dengan demikian dukungan dan kerjasama yang baik dari pemangku kepentingan (stakeholders) sangat dibutuhkan untuk mensukseskan kegiatan akademik ini.
Buku Pedoman ini kami sadari masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami mengharap kritik dan saran sebagai bahan perbaikan pada penerbitan yang akan datang. Semoga Buku Pedoman ini bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Tugas Akhir serta unsur pelaksanaan pendidikan AMIK Indonesia Banda Aceh. Amin Ya Robbal Alamin.
Banda Aceh, Mei 2016 Direktur,
iii
Tugas akhir ditulis untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi diploma (program diploma tiga) di AMIK Indonesia Banda Aceh. Tugas akhir yang disusun harus mengikuti standar penyusunan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Buku Pedoman Penyusunan Penulisan Proposal dan Laporan Tugas Akhir ini merupakan Buku Pedoman yang digunakan untuk menyusun Proposal dan Laporan Tugas Akhir pada Program Studi Manajemen Informatika AMIK Indonesia Banda Aceh. Sehingga dengan dibuatnya Buku Pedoman ini diharapkan mampu menjadi pedoman bagi mahasiswa/i yang sedang menyusun Proposal dan Tugas Akhir di lingkungan AMIK Indonesia Banda Aceh, khususnya di Program Studi Manajemen Informatika.
Perbaikan atau revisi terhadap prosedur yang ada, jika diperlukan akan tetap dilakukan guna mencari solusi / manfaat yang terbaik. Akhir kata, semoga buku ini dapat memberikan manfaat.
Banda Aceh, Mei 2016
Tim Penyusun
iv
SK TIM PENYUSUN TUGAS AKHIR (TA) ...
TIM PENYUSUN ... i
KATA PENGANTAR DIREKTUR ... ii
KATA PENGANTAR TIM PENYUSUN ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang ... 1
1.2Tujuan ... 1
1.3Jenis Kegiatan ... 2
1.4Pengertian Tugas Akhir ... 3
1.5Syarat Mengajukan Judul Tugas Akhir (TA) ... 3
1.6Landasan Hukum Panduan Tugas Akhir (TA) ... 3
BAB II PEMBIMBING TUGAS AKHIR ... 5
2.1Pelaksanaan Penyusunan Tugas Akhir ... 5
2.1.1 Penyusunan Usulan Judul Tugas Akhir ... 5
2.1.2 Penyusunan Tugas Akhir... 5
2.1.3 Pengajuan Judul Tugas Akhir ... 6
2.2Persyaratan Pembimbing ... 6
2.2.1 Dosen Pembimbing I ... 6
2.2.2 Dosen Pembimbing II (didalam AMIK Indonesia) ... 7
2.2.3 Dosen Pembimbing II (diluar AMIK Indonesia) ... 7
2.3Prosedur Penunjukan Pembimbing ... 7
2.4Penggantian Pembimbing ... 8
2.5Persyaratan Penguji ... 8
v
v
2.5.2 Dosen Penguji (diluar AMIK Indonesia) ... 8
2.6Prosedur Penunjukan Penguji ... 9
2.7Tugas dan Kewajiban ... 9
2.8Prosedur Penyelesaian Tugas Akhir ... 11
BAB III SISTEMATIKA PROPOSAL TUGAS AKHIR ... 13
3.1Pelaksanaan Penyusunan Proposal Tugas Akhir ... 13
BAB IV SISTEMATIKA TUGAS AKHIR ... 16
4.1Pelaksanaan Penyusunan Tugas Akhir ... 16
BAB V SISTEMATIKA PENULISAN TUGAS AKHIR ... 21
5.1Pelaksanaan Penulisan Tugas Akhir ... 21
BAB VI PENULISAN SUMBER KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA ... 26
6.1Pengantar ... 26
6.2Aturan HARVARD-APA STYLE ... 26
6.2.1 Aturan Penulisan Sumber Kutipan... 26
6.2.2 Aturan Penulisan Daftar Pustaka ... 27
6.3Cara Penulisan Sumber Kutipan ... 28
6.4Cara Penulisan Daftar Pustaka ... 28
6.5Cara Penulisan Daftar Pustaka jika Penulis Sama ... 34
BAB VII EVALUASI TUGAS AKHIR... 36
7.1Ujian Tugas Akhir ... 36
7.2Penilaian Tugas Akhir ... 37
7.3Pasca Ujian Tugas Akhir ... 37
BAB VIII TEMA TUGAS AKHIR ... 39
8.1Tema Tugas Akhir ... 39
BAB IX DOKUMENTASI HASIL TUGAS AKHIR ... 44
9.1Pendahuluan ... 44
vi
vii
Tabel 5.1 Biodata Dosen ... 25 Tabel 8.1 Tema Tugas Akhir ... 40
viii
1 1.1. Latar Belakang
Penulisan karya ilmiah dalam bentuk tugas akhir merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi diploma tiga (D3). Walaupun latar belakang bahan penulisan laporan tugas akhir berbeda, sesuai dengan bidang ilmu yang dikembangkan masing-masing program studi, namun diperlukan adanya keseragaman dalam penulisannya. Untuk memenuhi tujuan tersebut, perlu disusun suatu pedoman penyusunan laporan tugas akhir yang khusus diperuntukkan bagi Dosen Pembimbing dan mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Indonesia Banda Aceh.
Laporan tugas akhir bagi mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Indonesia Banda Aceh adalah suatu karya tulis ilmiah berupa paparan hasil penelitian (research) maupun studi kasus (case study), yang mengkaji dan membahas suatu masalah dalam bidang ilmu teknologi dan informatika baik didukung bidang ilmu manajemen maupun teknik, dengan mempertimbangkan keterbatasan mahasiswa khususnya pemilihan perangkat lunak yang digunakan dalam memecahkan masalah penelitian. Oleh karena itu penelitian ini lebih bersifat analitis. Tugas Akhir ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang memiliki ciri-ciri antara lain:
a. Harus ada permasalahan yang jelas (dilengkapi dengan data yang riil) b. Harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah (metodologi penelitian)
c. Mengungkapkan adanya fakta-fakta baru atau fakta khusus yang obyektif/dan harus memberikan dampak yang bermanfaat bagi manusia, organisasi atau lembaga maupun pengembangan ilmu.
d. Hasil Tugas Akhir dipertanggungjawabkan dan dituangkan dalam bentuk laporan dengan mengikuti tata tulis ilmiah yang telah ditentukan melalui sidang akhir.
1.2. Tujuan
Penyusunan Tugas Akhir mahasiswa diharapkan mampu merangkum dan mengaplikasikan semua pengalaman pendidikan untuk memecahkan masalah dalam bidang keahlian/bidang studi tertentu secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan berbobot, berdasarkan
BAB I
data/informasi yang akurat dan didukung analisis yang tepat dan menuangkannya dalam bentuk penulisan karya ilmiah.
Mengerjakan Tugas Akhir merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dalam program diploma Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Indonesia Banda Aceh, yang mempunyai tujuan agar mahasiswa:
a. Mampu membentuk sikap mental ilmiah
b. Mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian yang berdasarkan rasional tertentu yang dinilai penting dan bermanfaat ditinjau dari beberapa segi.
c. Mampu melaksanakan penelitian mulai dari penyusunan rancangan penelitian, pelaksanaan penelitian, sampai pelaporan hasil penelitian dalam bentuk naskah Tugas Akhir.
d. Mampu melakukan kajian secara kuantitatif dan kualitatif dan menarik kesimpulan yang jelas serta mampu merekomendasikan hasil penelitiannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Mampu mempresentasikan dan mempertahankan hasil Tugas Akhir di dalam forum ujian sidang meja hijau di hadapan tim dosen penguji.
1.3. Jenis Kegiatan
Adapun kegiatan yang dapat dijadikan pada Tugas Akhir antara lain : 1. Pengkajian/ studi, antara lain :
a. Literatur b. Perbandingan c. Kelayakan d. Perancangan e. Terapan
2. Perancangan, antara lain :
a. Teori, metode atau asas baru b. Model/ system/ program c. Alat/ prototype
3 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
1.4. Pengertian Tugas Akhir
Tugas Akhir merupakan karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil observasi, praktek kerja, atau penelitian terapan sederhana yang menjadi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma Tiga (D3) untuk memperoleh gelar Ahli Madya dalam bidang Komputer (Amd. Kom) di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Indonesia Banda Aceh bobot untuk mata kuliah Tugas Akhir adalah 4 SKS.
1.5. Syarat Mengajukan Judul Tugas Akhir
Adapun syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat mengajukan judul Tugas Akhir adalah sebagai berikut:
1. Tercatat sebagai mahasiswa aktif pada Program D3 Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Indonesia Banda Aceh.
2. Telah mengambil matakuliah Tugas Akhir pada semester berjalan.
3. Telah menyelesaikan matakuliah minimal 110 SKS dengan IPK minimal 2,80
1.6. Landasan Hukum Panduan Tugas Akhir
Mata kuliah Tugas Akhir ini diselenggarakan dengan dasar hukum mengacu pada :
1. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3859);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum (Lembaran Negara tahun 1999 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3860);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2000, tentang Standar Nasional Pendidikan; 4. UUD Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2013 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5438);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);
5 2.1. Pelaksanaan Penyusunan Tugas Akhir 2.1.1. Penyusunan Usulan Judul Tugas Akhir
Mahasiswa yang akan mengajukan usulan judul tugas akhir diwajibkan mengikuti tata cara sebagai berikut :
a. Usulan judul tugas akhir diajukan mulai Semester VI dengan judul dan permasalahan yang sesuai dengan disiplin ilmu.
a. Mahasiswa yang dapat mengajukan usulan judul tugas akhir adalah mahasiswa yang telah menempuh sekurang-kurangnya 110 sks, dan telah menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian serta telah menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (Dengan Mengumpulkan Laporan Praktek Kerja Lapangan) .
b. Bagi mahasiswa yang usulan judul tugas akhir nya telah diterima, maka dapat mengajukan proposal tugas akhir untuk mendapatkan dosen pembimbing.
c. Setiap mahasiswa akan mendapatkan 2 orang dosen pembimbing yang terdiri dari : dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II.
d. Telah menyelesaikan segala persyaratan administrasi dan persyaratan akademik yang dipersyaratkan untuk kegiatan Tugas Akhir.
2.1.2. Penyusunan Tugas Akhir
Mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir diwajibkan mengikuti tata cara sebagai berikut :
a. Mencantumkan tugas akhir pada KRS semester bersangkutan yang telah ditandatangani oleh ketua program studi atau pembantu direktur bidang akademik. b. Mahasiswa yang dapat menyusun tugas akhir adalah mahasiswa yang menempuh
sekurang-kurangnya 105 sks, dan telah mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian serta telah menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (Dengan Mengumpulkan Laporan Praktek Kerja Lapangan).
c. Setiap mahasiswa wajib mendapatkan bimbingan 2 orang dosen sesuai dengan bimbingan usulan tugas akhir.
BAB II
2.1.3. Pengajuan Judul Tugas Akhir
Berikut ini merupakan prosedur dalam pengajuan judul Tugas Akhir :
1. Mahasiswa mencari sendiri judul (minimal 2 dan maksimal 3 judul) dan tempat dilakukannya penelitian Tugas Akhir.
2. Membuat surat pengajuan judul Tugas Akhir dengan format yang ditentukan (Lampiran A).
3. Apabila Judul tidak disetujui dianggap gugur/batal oleh Ketua Program Studi sebanyak 2 (dua) kali permohonan judul, dan mahasiswa dapat mengajukan judul Tugas Akhir selanjutnya kepada PUDIR I.
4. Judul yang disetujui akan diumumkan kembali kepada mahasiswa.
5. Selanjutnya di mahasiswa diberikan surat SK Pembimbing untuk diberikan ke masing-masing Dosen Pembimbing.
6. Judul disusun dalam bentuk proposal untuk tiap judul yang diajukan kemudian diserahkan ke Pembimbing II dan diteruskan kepada Pembimbing I.
2.2. Pesyaratan Pembimbing
Untuk kelancaran pelaksanaan Tugas Akhir (TA), mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang pembimbing, yang masing-masing disebut dengan Pembimbing I dan Pembimbing II. Pembimbing I bertindak sebagai koordinator pembimbing dan harus merupakan dosen tetap pada prodi/jurusan asal mahasiswa. Pembimbing II dapat berasal dari dalam atau luar prodi/jurusan asal mahasiswa, atau dari luar AMIK Indonesia Banda Aceh, disesuaikan dengan kebutuhan penelitian mahasiswa. Penetapan Pembimbing I dan II dilakukan oleh ketua prodi/jurusan, namun mahasiswa dapat mengusulkan pembimbing yang dirasakan sesuai dengan topik yang akan dikerjakan. Adapun persyaratan pembimbing TA di AMIK Indonesia Banda Aceh adalah:
2.2.1. Dosen Pembimbing I
a. Dosen tetap AMIK Indonesia Banda Aceh dan mempunyai pendidikan minimal S2 atau dosen tetap yang masih S1 dengan jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. b. Pernah menjadi dosen pembimbing II dan memiliki keahlian relevan pada kajian yang
akan diteliti mahasiswa.
7 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
2.2.2. Dosen Pembimbing II (didalam AMIK Indonesia Banda Aceh)
a. Dosen tetap AMIK Indonesia Banda Aceh dan mempunyai pendidikan minimal S2 atau dosen tetap yang masih S1 dengan jabatan fungsional minimal Asisten Ahli b. Apabila tenaga dosen tetap yang memenuhi persyaratan butir (a) jumlahnya tidak
mencukupi, AMIK Indonesia Banda Aceh dapat menunjuk tenaga dosen tidak tetap yang memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki gelar Magister (S-2). c. Pernah menjadi dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan dan memiliki keahlian
relevan atau mendekati dengan kajian yang akan diteliti mahasiswa.
d. Dosen yang berlatar belakang pendidikan S2 (Komputer) dan/atau memiliki keahlian relevan atau mendekati dengan kajian yang akan diteliti mahasiswa.
2.2.3. Dosen Pembimbing II (diluar AMIK Indonesia Banda Aceh)
a. Dosen yang memiliki NIDN/NIDK yang diluar AMIK Indonesia Banda Aceh atau dosen tetap Yayasan dan mempunyai pendidikan minimal S2 atau dosen tetap yang masih S1 dengan jabatan fungsional minimal Lektor.
b. Apabila tenaga dosen tetap yang memenuhi persyaratan butir (a) jumlahnya tidak mencukupi, AMIK Indonesia Banda Aceh dapat menunjuk tenaga dosen tidak tetap yang memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki gelar Magister (S-2). c. Pernah menjadi dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan dan memiliki keahlian
relevan atau mendekati dengan kajian yang akan diteliti mahasiswa atau memiliki masa kerja ≥ 6 tahun.
d. Dosen yang berlatar belakang pendidikan S2 (Komputer) dan/atau memiliki keahlian relevan atau mendekati dengan kajian yang akan diteliti mahasiswa.
2.3. Prosedur Penunjukan Pembimbing
Mekanisme penentuan pembimbing tugas akhir :
1. Penunjukan Dosen pembimbing I dan II, ditentukan berdasarkan Judul Proposal Tugas Akhir mahasiswa yang disesuaikan dengan topik penelitian dan bidang keahlian dosen pembimbing.
2. Penunjukan Dosen pembimbing dibatasi maksimal 10 orang mahasiswa per semester dengan ketentuan 10 orang mahasiswa sebagai pembimbing I dan 8 orang mahasiswa sebagai pembimbing II per semester.
4. Ketua Program Studi secara tertulis menyampaikan penunjukan pembimbing I dan pembimbing II kepada Direktur dengan persetujuan PUDIR I.
5. Direktur segera mengeluarkan SK pengangkatannya yang berlaku untuk dua semester dan dapat diperpanjang sampai dengan tiga semester.
2.4. Penggantian Pembimbing
Apabila karena suatu alasan atau adanya halangan sehingga pembimbing I dan/atau pembimbing II tidak dapat menjalankan tugasnya lebih dari dua bulan, mahasiswa yang bersangkutan melapor kepada ketua program studi dan/atau PUDIR I sehingga dapat menunjuk penggantinya dengan memperhatikan persyaratan pembimbing pada point 2.2.1 dan 2.2.2
2.5.Pesyaratan Penguji
Untuk kelancaran pelaksanaan Tugas Akhir (TA), mahasiswa diuji oleh 4 (empat) orang penguji, yang masing-masing disebut dengan ketua tim penguji dan sekretaris tim penguji dan anggota penguji 2 (dua) orang. Adapun persyaratan penguji TA di AMIK Indonesia Banda Aceh adalah:
2.5.1. Penguji (didalam AMIK Indonesia Banda Aceh)
a. Dosen tetap AMIK Indonesia Banda Aceh yang memiliki NIDN/NIDK dan mempunyai pendidikan minimal S2 dan/atau dosen yang masih S1 dengan jabatan fungsional minimal Asisten Ahli.
b. Apabila tenaga dosen tetap yang memenuhi persyaratan butir (a) jumlahnya tidak mencukupi, AMIK Indonesia Banda Aceh dapat menunjuk tenaga dosen tidak tetap yang memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki gelar Magister (S-2). c. Pernah menjadi dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan dan memiliki keahlian
relevan atau mendekati dengan kajian yang akan diteliti mahasiswa.
2.5.2. Penguji (diluar AMIK Indonesia Banda Aceh)
9 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
b. Apabila tenaga dosen tetap yang memenuhi persyaratan butir (a) jumlahnya tidak mencukupi, AMIK Indonesia Banda Aceh dapat menunjuk tenaga dosen tidak tetap yang memenuhi persyaratan serendah-rendahnya memiliki gelar Magister (S-2). c. Pernah menjadi dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan atau penguji dan
memiliki keahlian relevan atau mendekati dengan kajian yang akan diteliti mahasiswa atau memiliki masa kerja ≥ 8 tahun.
2.6. Prosedur Penunjukan Penguji
Mekanisme penentuan penguji tugas akhir :
1. Penunjukan penguji, ditentukan berdasarkan Judul Proposal Tugas Akhir mahasiswa yang disesuaikan dengan topik penelitian dan bidang keahlian dosen penguji.
2. Penunjukan Dosen penguji dibatasi maksimal 10 orang mahasiswa per semester.
3. Ketua Program Studi secara tertulis menyampaikan penunjukan penguji kepada Direktur dengan persetujuan PUDIR I.
4. Direktur segera mengeluarkan SK pengangkatannya berlaku untuk jadwal sidang tugas akhir yang ditentukan.
2.7. Tugas dan Kewajiban
Pelaksanaan pembuatan tugas akhir terdiri 4 unsur utama yaitu: ketua program studi, Pembimbing I, Pembimbing II, dosen penguji, dan mahasiswa dengan tugas dan kewajiban masing-masing sebagai berikut:
1. Tugas dan kewajiban ketua prodi
a. Menerima judul proposal tugas akhir yang diajukan mahasiswa sesuai dengan peraturan AMIK Indonesia Banda Aceh.
b. Mengajukan daftar calon Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II kepada PUDIR I jika kuota spesialisasi pembimbing telah memenuhi batas maksimal.
c. Membantu jalan keluar kepada Pembimbing I dan pembimbing II, jika ada masalah dalam proses pembuatan tugas akhir.
d. Bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan tugas akhir.
2. Tugas dan Kewajiban Pembimbing I
1) Mendapatkan dan menentukan permasalahan dan judul. 2) Memperoleh pustaka yang diperlukan.
3) Mengerjakan penelitian. 4) Menyusun hasil penelitian. 5) Menganalisis hasil penelitian. 6) Menyimpulkan hasil penelitian.
7) Membuat bagan alir dan jadwal rincian penelitian. c. Bertanggung jawab penuh pengesahan tugas akhir. d. Menandatangani pengesahan tugas akhir.
e. Duduk sebagai ketua tim penguji.
3. Tugas Pembimbing II
a. Memberikan bimbingan secara aktif atas pelaksanaan yang digariskan pembimbing I. b. Memberi pengarahan pelaksanaan teknis pembuatan tugas akhir sesuai yang
digariskan pembimbing I.
c. Membantu pembimbing I dalam pelaksanaan penulisan tugas akhir sesuai yang digariskan pembimbing I.
d. Menandatangani pengesahan tugas akhir (mendukung persetujuan pembimbing). e. Berfungsi sebagai sekretaris tim penguji
4. Tugas Dosen Penguji
a. Menguji kemampuan mahasiswa dalam membuat tugas akhir.
b. Memberi penilaian yang obyektif terhadap mahasiswa sesuai dengan petunjuk ujian tugas akhir.
c. Menyerahkan hasil penilaian dan menerima keputusan ketua penguji.
5. Tugas dan kewajiban mahasiswa
a. Secara aktif mempersiapkan rencana kegiatan penyelesaian tugas akhir.
b. Menepati jadwal pertemuan bimbingan tugas akhir yang telah disepakati bersama. c. Mengikuti petunjuk Pembimbing I dan Pembimbing II.
11 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
2.8. Prosedur Penyelesaian Tugas Akhir
Prosedur penyelesaian tugas akhir diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam proses pemetaan tahapan yang telah dan/atau akan diselesaikan mahasiswa. Adapun tahapan pelaksanaan sebagai berikut:
1. Mahasiswa mengajukan judul kepada koordinator tugas akhir/ka.prodi/PUDIR I.
2. Mahasiswa yang judulnya telah diterima kemudian mengajukan proposal tugas akhir yang terdiri dari BAB I, BAB II dan BAB III untuk dibimbing oleh pembimbing II dan diteruskan ke pembimbing I.
3. Mahasiswa yang telah mendapatkan SK dosen pembimbing wajib melakukan penelitian serta menyusun tugas akhir sesuai dengan buku panduan tugas akhir.
4. Apabila tugas akhir tidak dapat diselesaikan pada semester bersangkutan, diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
a. Mahasiswa diperkenankan menyelesaikan pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik dan pembimbingnya tetap sama)
b. Semester bersangkutan tetap diperhitungkan dalam waktu maksimal studi.
5. Apabila tugas akhir tidak dapat diselesaikan dalam tiga semester berturut-turut, maka; a. Mahasiswa diperkenankan menyelesaikan pada semester berikutnya dengan
mencantumkan kembali pada KRS (topik dan pembimbingnya tetap sama); b. Semester bersangkutan tetap diperhitungkan dalam waktu maksimal studi; c. Nilai maksimal yang didapatkan pada ujian sidang tugas akhir B
d. Pembimbing I, melalui PUDIR I Bidang Akademik, memberikan peringatan tertulis kepada mahasiswa yang berisi pernyataan, bahwa jika pada semester perpanjangan tugas akhir tidak dapat diselesaikan, mahasiswa yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sebagaimana disebut pada butir (6) di bawah ini.
6. Apabila tugas akhir tidak dapat diselesaikan dalam empat semester berturut-turut, diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
a. Pembimbing I memberikan huruf mutu E.
b. Mahasiswa diharuskan menempuh kembali tugas akhir tersebut dengan topik yang berbeda (tim pembimbing bisa tetap sama atau berbeda).
c. Selanjutnya berlaku ketentuan pengambilan tugas akhir mulai dari awal (ganti judul). 7. Setelah tugas akhir selesai dalam bentuk konsep pertama (first draft) dan telah disetujui
8. Penulisan akhir dilakukan mahasiswa setelah ujian dengan mempertimbangkan masukan/saran perbaikan (kalau ada) dari hasil diskusi dalam ujian tersebut. Setelah penulisan akhir selesai, tim pembimbing melakukan evaluasi final.
9. Konsep akhir (final draft) tugas akhir untuk sidang dibuat dalam rangkap lima, dengan rincian:
a. Satu eksemplar untuk Pembimbing I; b. Satu eksemplar untuk Pembimbing II; c. Dua eksemplar untuk 2 (dua) orang penguji; d. Satu eksemplar untuk mahasiswa.
e. Lampirkan buku PPL sebagai acuan sidang akhir.
10.Setelah ujian Tugas akhir (komprehensif), apabila dinyatakan lulus, dan setelah dilakukan perbaikan seperlunya, tugas akhir yang telah disetujui pembimbing harus dibuat sekurang-kurangnya dalam rangkap lima dengan rincian:
a. Satu eksemplar (atau lebih) untuk Perpustakaan AMIK Indonesia Banda Aceh. b. Satu eksemplar untuk Pembimbing I.
c. Satu eksemplar untuk Pembimbing II. d. Satu eksemplar untuk Instansi terkait. e. Satu eksemplar untuk mahasiswa.
11.Apabila mahasiswa yang bersangkutan di nyatakan tidak lulus dalam ujian komprehensif: a. Bila mahasiswa yang bersangkutan tidak lulus pada ujian komprehensif yang pertama maka mahasiswa tersebut di berikan kesempatan untuk mengulang pada ujian komprehensif yang kedua.
b. Bila mahasiswa yang bersangkutan tidak lulus pada ujian komprehensif yang kedua maka mahasiswa tersebut harus memperbaiki tugas akhir.
13
3.1. Pelaksanaan Penyusunan Proposal Tugas Akhir
Sebelum pengajuan proposal tugas akhir, mahasiswa diminta untuk mengajukan usulan Judul Tugas akhir. Usulan judul tugas akhir dapat diajukan oleh mahasiswa yng telah menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan. Untuk mendapatkan judul yang lebih baik, mahasiswa diminta untuk mengajukan minimal 3 judul tugas akhir.
Pengajuan proposal Tugas akhir merupakan langkah berikutnya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa setelah usulan judul tugas akhir diterima untuk mendapatkan dosen pembimbing. Penulisan proposal tugas akhir yang seragam sesuai buku pedoman ini merupakan suatu kebutuhan dengan maksud:
1. Sebagai standarisasi format penulisan proposal tugas akhir, 2. Untuk peningkatan kualitas akademik pada jenjang Diploma (D3), 3. Pedoman bagi mahasiswa dalam penulisan proposal tugas akhir.
Penulisan proposal hendaknya dibuat secara realistis, komprehensif, dan terperinci. Tata cara penulisan proposal tugas akhir meliputi:
A. Bagian Awal
Bagian awal terdiri dari : 1. Sampul
Sampul harus memuat judul proposal tugas akhir, logo AMIK Indonesia Banda Aceh, Nama dan nomor induk mahasiswa, nama kampus dan tahun akademik. Sampul proposal tugas akhir terlampir.
2. Kata Pengantar; format terlampir 3. Daftar Isi, format terlampir 4. Daftar Tabel, format terlampir 5. Daftar Gambar, format terlampir 6. Daftar Lampiran, format terlampir
B. Bagian Utama
Bagian Utama, terdiri atas :
BAB III
a. BAB I :
1. Latar belakang masalah
Latar belakang masalah mengambarkan secara jelas permasalahan yang terjadi sehingga memerlukan pemecahan masalah dengan dukungan logika dan teori yang mendasari timbulnya gagasan pemecahan / pembahasan masalah.
2. Batasan Penulisan
Batasan penulisan merupakan pembahasan yang ruang lingkupnya lebih terperinci agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara maksimal.
3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penulisan yang dilakukan dan harus dikemukakan dengan jelas.
4. Manfaat Penulisan
Setiap hasil penulisan pada prisipnya harus memiliki manfaat atas tujuan yang akan dicapai dari penulisan sebaiknya memiliki manfaat; baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan, manfaat bagi obyek yang dibahas, manfaat bagi penulis sendiri ataupun bagi pengembangan penulisan.
5. Metode Pegumpulan Data
Metodologi pengumpulan data memuat langkah-langkah yang akan ditempuh di dalam pegumpulan data penulisan
6. Sistematika penulisan
Berisi sistematika penulisan Tugas akhir yang memuat uraian secara garis besar isi Tugas akhir untuk tiap-tiap bab.
7. Jadwal Pelaksanaan
15 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
b. BAB II : 8. Landasan Teori
Landasan teori memuat uraian sistematis tentang landasan-landasan teori yang terkait dengan objek penulisan yang disajikan, yang bersumber dari buku teks dan/ atau hasil penelitian
empiris yang telah dimuat dalam jurnal ilmiah. c. Bab III Gambaran Umum
Bab ini menguraikan tentang objek tempat praktek yang terdiri dari profil, tupoksi, struktur organisasi, dan visi misi.
d. Bagian Akhir
Bagian Akhir, terdiri atas : 1. Daftar pustaka
16 4.1. Pelaksanaan Penyusunan Tugas Akhir
Penulisan Tugas akhir dilakukan setelah proposal judul diajukan dan mendapatkan SK pembimbing. Selanjutnya, sebagai sebuah karya ilmiah, harus dibuat laporan berupa penulisan tugas akhir. Berdasarkan hal ini, maka tugas akhir Program Studi Manajemen Informatika merupakan karya ilmiah berupa paparan tulisan hasil penulisam yang membahas masalah dalam bidang ilmu informatika di bawah pengawasan dosen pembimbing dengan menggunakan kaidah yang berlaku sesuai buku pedoman. Pada bab ini dibahas sistematika dari penulisan tugas akhir yang terdiri dari bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.
A. Bagian Awal
Bagian awal mencakup halaman sampul depan, halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, intisari (bahasa Indonesia), ringkasan, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, jika diperlukan arti lambang dan singkatan disajikan.
1. Sampul depan
Sampul depan memuat judul tugas akhir, logo AMIK Indonesia Banda Aceh, nama dan NIM mahasiswa, nama program studi, nama kampus dan kota institusi serta tahun penyelesaian tugas akhir. Semua tulisan/logo dibuat dengan format rata tengah (center).
a. Judul tugas akhir ditulis dalam bahasa Indonesia, dibuat singkat, jelas, dan menunjukkan masalah yang diteliti dengan tepat serta tidak membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam.
b. Logo AMIK Indonesia Banda Aceh dicantumkan dengan diameter 4,0 cm.
c. Nama dan NIM mahasiswa. Nama ditulis lengkap, tidak boleh disingkat. NIM mahasiswa secara lengkap dituliskan di bawah nama. d. Nama program studi, nama kampus, Kota Institusi dan Tahun. Perlu diperhatikan bahwa urutannya harus hierarki: Program Studi Manajemen Informatika, AMIK Indonesia Banda Aceh, Tahun 2016.
2. Halaman judul
Secara umum, halaman judul sama dengan halaman sampul depan, tetapi ditulis dengan tambahan informasi. Contoh halaman judul disajikan pada Lampiran.
17 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
3. Halaman pengesahan
Lembar pengesahan memuat pengesahan dari dosen penguji setelah tugas akhir diuji dan dinyatakan lulus.
4. Halaman Pernyataan
Lembar ini menyatakan bahwa Laporan Tugas akhir tidak terdapat karya yang pernah dilakukan penulisam oleh orang lain.
5. Halaman moto dan persembahan (jika diperlukan)
Bahasa yang digunakan harus mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baku. 6. Ringkasan (bahasa indonesia)
Bagian ini memuat uraian singkat (tidak lebih dari 250 kata) tetapi padat dan jelas serta memberikan gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir. Intisari tugas akhir memuat apa dan mengapa penulisam dikerjakan, bagaimana dikerjakan, dan apa hasil penting yang diperoleh dari penulisam.
7. Kata pengantar
Bagian ini memuat ucapan syukur yang disampaikan penulis kepada siapa saja yang telah membantu menyelesaikan tugas akhir, harapan-harapan yang dianggap perlu oleh penulis. 8. Daftar isi
Daftar isi memberikan gambaran tentang isi tugas akhir secara menyeluruh, untuk digunakan sebagai petunjuk bagi pembaca. Secara lengkap, daftar isi memuat seluruh bagian tugas akhir, disertai dengan nomor halaman bagian tersebut. Apabila di dalam tugas akhir memuat daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, atau daftar lambang dan singkatan, maka daftar-daftar tersebut harus dicantumkan pada daftar isi. Contoh daftar isi disajikan pada Lampiran.
9. Daftar tabel
Bagian ini berisi daftar seluruh tabel yang tertulis di dalam tugas akhir. Antara heading dengan nomor halaman dipisahkan oleh titik-titik. Posisi nomor halaman rata kanan. Format penulisan sbb.:
Tabel 2.1 <Heading tabel><Pemisah><Nomor halaman> Tabel 2.2 <Heading tabel><Pemisah><Nomor halaman> 10.Daftar gambar
Bagian ini berisi daftar seluruh gambar yang ditampilkan di dalam tugas akhir. Antara heading dengan nomor halaman dipisahkan oleh titik-titik. Posisi nomor halaman rata kanan. Format penulisan sbb.:
Gambar 2.2 <Heading gambar><Pemisah><Nomor halaman> 11.Daftar lampiran
Daftar lampiran memuat nomor dan judul semua lampiran yang disajikan dalam naskah berikut nomor halamannya. Judul lampiran dalam halaman daftar lampiran harus sama dengan judul lampiran dalam naskah. Format penulisan sebagai berikut :
Lampiran 1 <Heading lampiran><Pemisah><Nomor halaman> Lampiran 2 <Heading lampiran><Pemisah><Nomor halaman> 12.Daftar istilah, arti lambang dan singkatan (jika diperlukan)
Daftar istilah, arti lambang dan singkatan menjelaskan seluruh istilah (asing ataupun serapan yang sudah dibakukan tetapi belum digunakan secara luas) Contoh:
Berkas : file
Pemindai : scanner, alat yang digunakan untuk mengkonversi gambar/teks tercetak menjadi data digital.
B. Bagian Utama
Sistematika penulisan tugas akhri pada bagian utama memuat butir-butir sebagai berikut: Bagian Utama, terdiri atas :
a. BAB I :
1. Latar belakang masalah
Latar belakang masalah mengambarkan secara jelas permasalahan yang terjadi sehingga memerlukan pemecahan masalah dengan dukungan logika dan teori yang mendasari timbulnya gagasan pemecahan / pembahasan masalah.
2. Batasan Penulisan
Batasan penulisan merupakan pembahasan yang ruang lingkupnya lebih terperinci agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara maksimal.
3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penulisan yang dilakukan dan harus dikemukakan dengan jelas.
4. Manfaat Penulisan
19 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
manfaat bagi obyek yang dibahas, manfaat bagi penulis sendiri ataupun bagi pengembangan penulisan.
5. Metode Pegumpulan Data
Metodologi pengumpulan data memuat langkah-langkah yang akan ditempuh di dalam pegumpulan data penulisan
6. Sistematika penulisan
Berisi sistematika penulisan Tugas akhir yang memuat uraian secara garis besar isi Tugas akhir untuk tiap-tiap bab.
7. Jadwal Pelaksanaan
Bagian ini menjelaskan rencana jadwal yang dibuat dengan mempertimbangkan tahap-tahap pelaksanaan yang akan dilakukan, rincian kegiatan serta target waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap dan jadwal disajikan dalam bentuk matriks. Format terlampir.
b. BAB II : 8. Landasan Teori
Landasan teori memuat uraian sistematis tentang landasan-landasan teori yang terkait dengan objek penulisan yang disajikan, yang bersumber dari buku teks dan/ atau hasil penelitian
empiris yang telah dimuat dalam jurnal ilmiah. c. Bab III Gambaran Umum
Bab ini menguraikan tentang objek tempat praktek yang terdiri dari profil, tupoksi, struktur organisasi, dan visi misi.
d. Bab IV Analisa dan Pembahasan
e. Bab V Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan memuat secara singkat dan jelas tentang hasil penulisam yang diperoleh sesuai dengan tujuan penulisam. Kesimpulan didasarkan atas pengujian dan analisis yang dilakukan di dalam proses penulisam. Kesimpulan harus memiliki korelasi dengan rumusan masalah. Saran digunakan untuk menyampaikan masalah yang dimungkinkan untuk penulisam lebih lanjut. Saran berisi hal-hal yang diperlukan dalam rangka pengembangan topik tugas akhir selanjutnya maupun perbaikan yang harus dilakukan sesuai dengan kesimpulan yang didapatkan.
C. Bagian Akhir
Bagian akhir terdiri dari Daftar Pustaka serta Lampiran 1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar referensi dari semua isi referensi, seperti buku Jurnal/papers, artikel, hand outs, laboratory manuals, dan karya ilmiah lainnya yang dikutip di dalam penulisan tugas akhir. Semua referensi yang tertulis dalam daftar pustaka harus dirujuk di dalam tugas akhir.
2. Lampiran
Lampiran dapat digunakan untuk menyajikan prosedur program komputer, algoritma, hasil simulasi, bukti atau keterangan lain yang tidak mungkin disingkat sehingga terlalu panjang untuk dimuat di Bagian Utama Tugas akhir. Lampiran juga dapat digunakan untuk menampilkan data primer yang diperoleh dalam penulisam yang tidak dapat diinterpretasikan secara langsung. Lampiran memuat surat Bukti PKL, bukti SK Bimbingan, lampiran pendukung lainnya,
3. Riwayat Hidup (apabila perlu).
D. Urutan Penyajian Penulisan
Urutan penyajian isi tugas akhir secara umum : Bab I : Pendahuluan
Bab II : Landasan Teori Bab III : Gambaran Umum Bab IV : Analisa dan Pembahasan Bab V : Kesimpulan dan Saran. Daftar Pustaka
21 5.1. Sistematika Penulisan Tugas Akhir A. Ketentuan Umum Penulisan
Cakupan penyusunan penulisan, bahan dan ukuran terdiri dari ketentuan sebagai berikut : 1. Harus dicetak (tidak boleh bolak-balik) pada Jenis kertas ukuran A4 210 x 297 MM
dengan berat 80 gram.
2. Naskah disusun dalam bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan ketentuan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.
3. Penggunaan kata ganti dihindari (digunakan kalimat pasif) dan sedapat mungkin menggunakan istilah Indonesia. Apabila, karena sesuatu hal, terpaksa harus menggunakan istilah asing atau istilah daerah, istilah tersebut harus ditulis miring atau digaris-bawahi secara konsisten.
4. Kata hubung tidak boleh digunakan sebagai awal suatu kalimat, misalnya “maka”, “sehingga”, “sedangkan”, dan lain sebagainya.
5. Perlu diperhatikan bahwa penulisan “ke” dan “di” sebagai awalan, harus dibedakan dengan penulisan “ke” dan “di” sebagai kata depan.
6. Pemenggalan kata harus dilakukan secara cermat, sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar.
7. Simbol atau rumus tidak boleh berada di awal kalimat.
B. Pengetikan Naskah
Aturan pengetikan meliputi: jenis huruf, bilangan dan satuan, jarak baris, batas tepi, pengisian ruangan, Judul Bab, Sub Bab, dan Sub Sub Bab, alenia baru, permulaan kalimat, perincian kebawah, dan Letak simetris.
1. Jenis Huruf
a. Naskah diketik dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman, Calibri atau Arial berukuran 12pt, dan untuk seluruh naskah harus dipakai jenis huruf yang sama.
b. Huruf khusus lain (seperti huruf tebal atau huruf miring bergaris bawah) dapat dipakai untuk tujuan tertentu, misalnya untuk menandai istilah dalam bahasa asing.
BAB V
c. Lambang huruf atau simbol-simbol yang tidak dapat diketik, harus ditulis dengan rapi memakai tinta hitam
2. Bilangan dan Satuan
a. Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada Permulaan kalimat, misal: Roti ini memerlukan 10 gram tepung terigu.
b. Bilangan desimal ditandai dengan tanda koma, bukan dengan tanda titik, misal : 10,5 gram.
c. Satuan yang dinyatakan dengan singkatan resminya ditulis dengan huruf kecil tanpa titik dibelakang, misalnya: 10 g, 10 kg, 10 cal, dan l0 m.
3. Jarak Baris
a. Jarak antara 2 baris dibuat 1,5 spasi, kecuali untuk daftar isi, abstrak, kutipan langsung, judul tabel, judul gambar, dan daftar pustaka diketik dengan jarak 1 spasi.
b. Rumus diketik dengan jarak spasi sesuai dengan kebutuhan.
4. Batas tepi
Batas-batas pengetikan, ditinjau dari tepi kertas, diatur sebagai berikut : a. Tepi atas : 4 cm
b. Tepi bawah : 3 cm c. Tepi kiri : 4 cm d. Tepi kanan : 3 cm
5. Pengisian Ruangan
Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh, artinya pengetikan harus mulai dari batas tepi kiri sampai ke batas tepi kanan (Justify), dan jangan ada ruangan yang terbuang, kecuali kalau akan memulai alenia baru, persamaan, tabel, gambar, bab, sub-sub-bab), atau hal-hal yang khusus.
6. Judul Bab, Sub Bab, dan Sub Sub Bab
a. Judul Bab ditulis seluruhnya dengan huruf besar, diketik tebal dengan ukuran 14pt, dan diatur supaya simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa diakhiri dengan titik, jarak bab dengan judul bab 1,5 spasi.
23 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
satu spasi, jarak judul sub bab dengan baris sebelumnya 3 spasi, jarak judul sub bab dengan baris berikutnya 1,5 spasi.
a. Judul Sub Sub Bab dan seterusnya diketik mulai dari batas tepi kiri dan dicetak tebal, hanya kata pertama diawali huruf besar, tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah judul sub sub bab dimulai dengan alinea baru, jarak judul sub bab dengan baris sebelumnya 1,5 spasi, jarak judul sub bab dengan baris berikutnya 1,5 spasi.
7. Alinea Baru
Alinea baru dimulai pada ketikan yang ke-6 atau 0,5 inci dari tepi kiri.
8. Permulaan Kalimat
Bilangan, lambang, atau rumus kimia yang mengawali suatu kalimat harus dieja, misalnya : Sepuluh ekor kucing. Sedangkan bilangan yang bukan pada permulaan kalimat diketik dengan angka, misal: Roti ini memerlukan 10 gram tepung terigu.
9. Rincian Ke-Bawah
Jika pada penulisan naskah ada rincian yang harus disusun ke bawah, pakailah nomor unit dengan angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian. Penggunaan garis penghubung (-) yang ditempatkan di depan rincian tidak diperkenankan.
10. Letak simetris
Gambar, tabel dan judul gambar/tabel diletakkan simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan.
C. Penomoran
Penomoran meliputi penomoran halaman, penomoran tabel dan gambar, beserta penomoran persamaan matematika.
1. Penomoran Halaman
a. Bagian Awal, angka Romawi Kecil di tengah kertas bagian bawah. Contoh: i, ii, iii, iv, v, dan seterusnya.
b. Bagian Utama, angka nominal di pojok kanan kertas bagian atas, kecuali untuk BAB BARU di tengah kertas bagian bawah. Contoh: 1,2,3,4,5, dan seterusnya.
c. Bagian Akhir, angka Nominal lanjutan Bagian Isi ditengah kertas bagian bawah. Contoh: 60, 61, 62, dan seterusnya.
e. Nomor sub-Bab, dan Sub-sub Bab, Contoh : 1.1
1.1.1 dan seterusnya
2. Penomoran tabel dan gambar
Aturan penulisan tabel dan gambar yaitu: a. Tabel
1) Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel, tanpa diakhiri dengan tanda titik.
2) Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali kalau memang panjang, sehingga tidak mungkin diketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjutan tabel, dicantumkan nomor tabel yang sama dan kata lanjutan dalam kurung.
3) Kalau tabel lebih lebar dari ukuran lebar kertas, sehingga harus dibuat memanjang kertas, maka bagian atas tabel harus dilelakkan disebelah kiri kertas.
4) Letak Tabel harus simetris.
5) Huruf pertama pada kata pertama judul ditulis kapital, kata selanjutnya dengan huruf kecil.
6) Apabila judul Tabel lebih dari satu baris maka harus ditulis satu spasi. b. Gambar
1) Bagan, grafik, peta dan foto semuanya disebut gambar (tidak dibedakan).
2) Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya diletakkan simetris dibawah gambar tanpa diakhiri tanda titik.
3) Gambar tidak boleh dipenggal.
4) Bila gambar diambil dari buku atau kutipan yang lainnya, sumber keterangan gambar harus disebutkan.
5) Ukuran gambar (lebar dan tingginya) diusahakan supaya sewajarwajarya atau serasi (jangan terlalu kecil atau besar).
6) Letak gambar diatur agar simetris.
7) Huruf pertama pada kata pertama judul ditulis kapital, kata selanjutnya dengan huruf kecil.
8) Apabila judul gambar lebih dari satu baris maka harus ditulis satu spasi.
25 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
Contoh: 1. Keterangan Tabel pada BAB III
Tabel 5.1 Biodata Dosen
No Nama NIDN/NIP Jabatan Fungsional
1 Xx Xx Xx
2 Xx Xx Xx
3. Keterangan Gambar pada BAB III
Gambar 5.1 Logo kampus 3. Penomoran persamaan matematika
Nomor persamaan matematika ditulis dengan angka sesuai dengan nomor bab diikuti dengan urutan persamaan matematika. Nomor diketik dalam tanda kurung, sebagai contoh untuk persamaan ke 52 pada Bab III maka ditulis (3.52). Nomor tersebut ditempatkan di dekat batas tepi kanan.
4. Penomoran bullet and numbering
Penomoran tidak boleh dilakukan dengan menggunakan bullet.
D. Sitasi Pustaka
26 6.1 Pengantar
Dalam penulisan karya ilmiah (laporan tugas akhir), ada beberapa metode atau gaya
(style) penulisan sumber kutipan dan penulisan daftar pustaka yang dapat dipilih dan dianut, antara lain: (a) Turabian Style, (b) Harvard Style; (c) Vancouver Style; (d) American Psychological Association (APA) Style; (e) Chicago Style; atau (e) Kombinasi dari berbagai
style.
Masing-masing style penulisan sumber kutipan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan, tetapi suatu style yang dipilih dan dianut harus diterapkan secara konsisten. Beberapa perguruan tinggi dan penerbit jurnal ilmiah di Indonesia memilih dan menganut
style kombinasi, misalnya: (a) Turabian-Harvard Style; (b) Harvard-APA Style; (c)
Harvard- Vancouver Style; (d) Turabian-Vancouver Style; atau style kombinasi lainnya. AMIK Indonesia Banda Aceh memilih Harvard-APA Style sebagai pedoman penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka dalam penulisan karya ilmiah (laporan tugas akhir). Harvard-APA Style harus diterapkan secara konsisten.
6.2Aturan HARVARD-APA STYLE
6.2.1 Aturan penulisan sumber kutipan
a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan.
b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip.
c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua)
d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris).
e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis
27 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan).
f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka]
g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya.
6.2.2 Aturan penulisan daftar pustaka
a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya.
b. Literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah.
c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor.
d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk.
e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama].
f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 6.2.1 huruf e)
g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris).
pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh 6.3 Cara Penulisan Sumber Kutipan
a. Sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks:
1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Asyik (2016) menyatakan bahwa...; jika disertai dengan halaman: Asyik (2016: 289) menyatakan bahwa...; Menurut Asyik (2016: 289) ...
2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Cooper dan Schlinder (2003: 24) …………
3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Guan et al. (2009: 32) ……….
b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks:
1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ... (Asyik, 2016); jika disertai dengan halaman: ... (Asyik, 2016: 289).
2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ... (Cooper dan Schlinder, 2003: 24).
3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. (Guan et al., 2009: 32).
c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: John (2006, 2007); jika tahun publikasi sama: Sumiyana (2007a, 2007b).
d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000).
e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984).
f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undang- undang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012...; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010...; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...
g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23)...; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21)...; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua].
6.4 Cara Penulisan Daftar Pustaka
a. Buku Teks
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan 6.2.1 huruf e).
29 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England.
Wiley, J. 2006.Contemporary Financial Management.3rd ed. Mc. GrowHill. Los Angeles.
Yaya, R., A.E. Martawireja, dan A. Abdurahim. 2009. Akuntansi Perbankan Syariah: Teori dan Praktik Kontemporer. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Salemba Empat. Jakarta.
b. Buku Teks Terjemahan
Aturan penulisan: nama belakang penulis asli, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku asli (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit, nama penerjemah, tahun, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan 6.2.1 huruf e). Contoh:
Baudrillard, J. 1970. La Société de Consommation. Nottingham Trent University. Clifton Lane, Nottingham. Terjemahan J.P. Mayer dan B.S. Turner. 1998. The Consumer Society: Myths and Structures. Sage Publication Inc. Thousand Oaks. London. Cresswell, J.W. 2008. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods
Approaches. Third Edition. Sage Publication. California. Terjemahan A. Fawaid. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Cetakan 1. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Kieso, D.E., J.J. Weygandt, dan T.D. Warfield. 2007. Intermediate Accounting. Twelfth Edition. John Wiley & Sons, Inc. USA. Terjemahan E. Salim. 2008. Akuntansi Intermediate. Edisi Keduabelas. Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
c. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi
Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit.
Contoh:
Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2011. Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi. Cetakan 1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Bagian Hukum Kepegawaian. Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara RI. 2012. Laporan Akuntabilitas Kinerja Lembaga Administrasi Negara RI Tahun 2011. LAN. Jakarta.
d. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi (Berisi Himpunan Peraturan, UU, dan sejenisnya)
Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul peraturan/UU yang dirujuk (cetak miring), nomor atau seri peraturan/UU, edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh:
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2011. Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 58 (Revisi 2009). DSAK-IAI. Jakarta.
International Accounting Standard Board (IASB). 2004. Financial Instruments: Disclosures and Presentation. International Accounting Standard No. 32. UK-IASB. London.
Financial Accounting Standard Board (FASB). 2000. Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurement. Statement of Financial Accounting Concept No. 7. FASB. Norwalk.
Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur. 2012. Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sub-Bagian Akreditasi dan Publikasi Kopertis VII. Surabaya.
Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur. 2012. Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Sub-Bagian Akreditasi dan Publikasi Kopertis VII. Surabaya.
e. Peraturan, Undang-Undang, dan sejenisnya (cetak lepas, tidak berupa buku himpunan)
Aturan penulisan: nomor dan tahun peraturan/UU, judul peraturan/UU yang dirujuk (cetak miring), tanggal pengesahan/penerbitan (jika ada), nomor lembaran negara (jika ada), organisasi penerbit (jika ada), kota tempat pengesahan/penerbitan.
Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. 8 Juli 2003.
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301. Jakarta.
31 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia. Jakarta.
International Accounting Standard No. 32 (2004) Financial Instruments: Disclosures and Presentation. International Accounting Standard Board. United Kingdom. London.
Statement of Financial Accounting Concept No. 7 (2000) Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurement. Financial Accounting Standard Board. Norwalk.
f. Artikel dalam Jurnal
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal (cetak miring), volume dan nomor jurnal (nomor jurnal dalam tanda kurung), nomor halaman artikel dalam jurnal. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan 6.2.1 huruf e).
Contoh:
Riduwan, A. 2010. Etika dan Perilaku Koruptif dalam Praktik Manajemen Laba. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia 14(2): 121-141.
Riduwan, A., I. Triyuwono, G. Irianto, dan U. Ludigdo. 2010. Semiotika Laba Akuntansi: Studi Kritikal-Posmodernis Derridean. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia 7(1): 38–60.
Veronica, S. dan Y. S. Bachtiar. 2005. The Role of Governance in Preventing Misstated Financial Statement. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia 2(1): 159–173. g. Artikel Seminar/Simposium (dalam Prosiding)
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, nama prosiding (cetak miring), nomor dan volume prosiding (jika ada), tanggal seminar/simposium, penerbit prosiding (jika ada, cetak miring), nomor halaman artikel dalam prosiding. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan 6.2.1 huruf e). Contoh:
Dewi, A. R. 2003. Pengaruh Konservatisme Laporan Keuangan Terhadap Earnings Response Coeficient. Prosiding Simposium Nasional Akuntansi VI Surabaya. Universitas Airlangga: 119- 159.
h. Artikel Seminar/Simposium (cetak lepas)
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, nama seminar/simposium (cetak miring), tanggal seminar/simposium, nomor halaman artikel. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan 6.2.1 huruf e).
Contoh:
Kalana, I., S. Ngumar, dan I.B. Riharjo. 2012. Independensi Auditor Berbasis Kultur dan Filsafat Herbert Blumer. Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin. 20-23 September: 1-25.
Riduwan, A. 2012. Realitas dalam Cermin Retak: Laba Akuntansi dalam Bingkai Penafsiran Praktisi Bisnis Non-Akuntan (Studi Hermeneutika-Kritis). Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin. 20-23 September: 1-22.
i. Artikel dalam Buku Antologi dengan Editor
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul artikel, judul buku (cetak miring), nama editor buku, penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan 6.2.1 huruf e).
Contoh:
Azra, A. 2005. Pluralisme Islam Dalam Perspektif Historis. Dalam Nilai-Nilai Pluralisme Islam: Bingkai Gagasan Yang Berserak. Editor M. Sururin. Cetakan 1. Penerbit Nuansa. Bandung.
Barth, M.E. 2004. Fair Values and Financial Statement Volatility. Dalam The Market Dicipline Across Countries and Industries. Editor C. Borio, W.C. Hunter, G.G. Kaufman, dan K. Tsatsaronis. MIT Press. Cambridge.
j. Skripsi/Tesis/Disertasi
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul skripsi/tesis/disertasi, skripsi/tesis/disertasi (cetak miring), nama program studi dan/atau perguruan tinggi, kota tempat perguruan tinggi.
Contoh:
Natsir, M. 2008. Studi Efektivitas Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia Melalui Jalur Suku Bunga, Jalur Nilai Tukar, dan Jalur Ekspektasi Inflasi Periode 1990:2-2007:1. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga. Surabaya.
33 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
Verdanasari, E. F. 2012. Pengaruh Penerapan Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan Kualitas Laba sebagai Variabel Intervening. Skripsi. Sekolah Ilmu Ekonomi (STIE) ISM. Jakarta.
Williams, J.W. 2002. Playing the Corporate Shell Game: The Forensic Accounting and Investigation Industry, Law, and the Management of Organizational Appearance.
Dissertation. Graduate Programme in Sociology. York University. Toronto. Ontario.
k. Artikel dari Internet
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, alamat e-mail (cetak miring), tanggal dan jam unduh.
Contoh:
Himman, L.M. 2002. A Moral Change: Business Ethics After Enron. San Diego University Publication. http:ethics.sandiego.edu/LMH/oped/Enron/index.asp. 27 Januari 2008 (15:23).
Wali, M. 2014. Microsoft Visual Studio. http://www.wallgoin.com dan
[email protected].27 Januari 2014 (14:35). l. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan.
Contoh:
Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung.
Takwim, B. 2005. Habitus: Perlengkapan dan Kerangka Panduan Gaya Hidup. Makalah Diskusi Panel. Extension Course Resistensi Gaya Hidup. Forum Studi Kebudayaan Institut Teknologi Bandung. 20 Mei. Bandung.
m. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit.
Contoh:
n. Berita dari Majalah atau Surat Kabar
Aturan penulisan: nama majalah/surat kabar, tahun, judul berita (cetak miring), nomor dan/atau volume (jika ada), tanggal, halaman, kota penerbit.
Contoh:
Koran Tempo. 2002. Belajar dari Skandal Enron. 5 Februari. Halaman 21. Jakarta Majalah Tempo. 2002. Jatuhnya Enron. No. XXXVIII. 23 Januari. Halaman 18. Jakarta 6.5 Cara Penulisan Daftar Pustaka Jika Penulis Sama
Nama penulis yang sama untuk beberapa pustaka/literatur yang berbeda tidak perlu ditulis berulang-ulang, tetapi nama tersebut diganti dengan simbol “ ” (garis bawah/ underline). Hal ini berlaku pula untuk penulisan lembaga/badan/organisasi.
Contoh:
Aboody, D., M.E. Barth., dan R. Kasznik. 1999. Revaluation of Fixed Assets and Future Firm Performance: Evidence from the UK. Journal of Accounting and Economics 26: 149-178.
, , dan . 2006. Do Firms Manage Stock-based Compensation Expenses Disclosed under SFAS 123? Journal of Accounting Research 24(3): 165-182.
Financial Accounting Standard Board (FASB). 1978. Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises. Statement of Financial Accounting Concept No. 1. FASB. Norwalk.
. 1980a. Qualitative Characteristics of Accounting Information. Statement of Financial Account-ing Concept No. 2. FASB. Norwalk.
. 1980b. Accounting and Reporting by Defined Benefit Pension Plans.
Statement of Financial Accounting Standards No. 107. FASB. Norwalk.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2011a. Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 58 (Revisi 2009). DSAK-IAI. Jakarta.
. 2011b. Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 4 (Revisi 2009). DSAK-IAI. Jakarta. International Accounting Standard Board (IASB). 2004a. Financial Instruments:
Disclosures and Presentation. International Accounting Standard No. 32. UK-IASB. London.
. 2004b. Share-based Payment. International Financial Reporting Standard No. 2. UK-IASB. London.
35 Panduan Tugas Akhir AMIK Indonesia Banda Aceh - 2016
Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur. 2012a. Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sub-Bagian Akreditasi dan Publikasi. Kopertis VII. Surabaya.
. 2012b. Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005. Sub-Bagian Akreditasi dan Publikasi. Kopertis VII. Surabaya.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 28 Januari 2010. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23. Jakarta.
Nomor 19 Tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan. 16 Mei 2005. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Jakarta.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 45 (Revisi 2010) Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba. Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia. Jakarta. No. 55 (Revisi 2011) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia. Jakarta.
Riduwan, A. 2010. Etika dan Perilaku Koruptif dalam Praktik Manajemen Laba. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia 14(2): 121-141.
.2012. Realitas dalam Cermin Retak: Laba Akuntansi dalam Bingkai Penafsiran Praktisi Bisnis Non-Akuntan (Studi Hermeneutika-Kritis). Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin. 20- 23 September: 1-22.
,I. Triyuwono, G. Irianto, dan U. Ludigdo. 2010. Semiotika Laba Akuntansi: Studi Kritikal- Posmodernis Derridean. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia
7(1): 38–60.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Pendidikan Tinggi. 10 Agustus 2012. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158. Jakarta. Nomor 14 Tahun 2005 Guru dan Dosen. 30 Desember 2005. Lembaran