Perencanaan dan Pembangunan
Kebun Kelapa Sawit
Survey Tinjau
Informasi mengenai:
• Jalan masuk ke areal baru
• Sumber air yang cukup untuk pembibitan,
pemukiman, dan pabrik kelapa sawit (PKS)
• Taksiran luas lahan yang mempunyai
Survey Kesesuaian Lahan
Mencakup:
• Peta dan data luas berdasarkan kelas
kesesuaian lahan
• Peta luas kerangka berdasarkan tahapan
penanaman disertai tanda batas di lapangan
• Peta kondisi vegetasi dan data taksiran luas
hutan primer, sekunder, semak belukar, dan lalang
• Lokasi quari material penimbunan dan
Master Plan Pembangunan Kebun Kelapa Sawit
• Pembentukan unit kebun berdasarkan luas
areal konsesi baru yang akan dikelola
• Waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk
proyek pembangunan seluruh areal konsesi baru tersebut sampai tanaman menghasilkan
Perencanaan Lokasi Sarana Penunjang
• Identifikasi terhadap lokasi yang sesuai untuk
kantor, gudang dan tempat tinggal (emplasemen)
• Identifikasi terhadap lokasi yang akan digunakan
untuk pembibitan: mempertimbangkan
persyaratan lokasi pembibitan --- penyusunan rencana kerja dan biaya pembibitan
• Penentuan lokasi jalan masuk dengan
Peninjauan Lapangan dan Tata Batas
• Mempertimbangkan keperluan konservasi
lahan, air, dan tingkat kesuburan lahan
• Pencapaian pertumbuhan dan
Tanah Mineral
• Pada areal miring dibuat teras • Kemiringan curam (> 250) tidak
direkomendasikan untuk ditanami
Kemiringan Keterangan
< 5 derajad Ditanam dengan jarak standar, tidak perlu teras atau tapak kuda
5 – 8 derajad Mekanika teras lebar minimal 2 m, dengan interval 35 m, tidak perlu tapak kuda, tanaman ditanam sesuai standar
> 8 – 12 derajad Solum tanah dalam: lebar teras 4,5 m Solum tanah dangkal: lebar teras 4 m
> 12 – 25 derajad Lebar teras minimal 3,5 m tergantung kondisi tanah serta kedalam solum tanah
Tanah Mineral lanjutan …
• Kepastian kemiringan lahan harus diukur (clinometer) • Pada areal teras, jalan dibuat terlebih dahulu sebelum
pembuatan teras
Keuntungan:
• Perbedaan level antara jalan dan teras dapat
diminimalkan, memudahkan operasioanal dari jalan ke teras
• Level jalan dibuat lebih tinggi dari backslope teras agar
air dari permukaan jalan mengalir dengan efektif ke
bagian belakang teras supaya dapat dimanfaatkan oleh tanaman
• Mengurangi aliran permukaan di jalan, meminimalkan
Tanah Gambut
• Berdasarkan kedalam: gambut dangkal ( 0 – 1
m), sedang (1 – 3 m), dan dalam (> 3 m)
• Gambut dalam tidak direkomendasikan untuk
ditanami
• Yang terpenting: saluran drainase
• Sistem drainase: main drain, collection drain,
field drain
Jenis Parit Lebar Atas
(m) Lebar Bawah (m) Kedalaman (m)
Main drain 4 3 4
Collection drain 3 2,5 3
Penyusunan Tata Ruang
• Jaringan jalan terutama penghubung ke luar dan
masuk lokasi kebun
• Batas kebun
• Lokasi pembibitan
• Kondisi lahan: darat, rawa, bukit, sungai • Rencana pembagian blok
• Penetuan main road dan collection road
• Rencana lokasi emplasemen dan bangunan
lainnya
Rintisan Jalan di Tanah Mineral
• Desain jalan dibuat bersamaan dengan
pembuatan blok
• Pembuatan jalan dengan buldozer (minimal tipe
D 06)
• Pada main road (lebar 7 m) dan collection road
(lebar 5 m) dibuat parit pada satu sisi badan jalan
• Pembentukan badan jalan dengan road greader • Jalan yang dibentuk cembung pada bagian
tengah badan jalan agar air cepat teratus
• Pemadatan badan jalan dengan road roller
Collection road
Rintisan Jalan di Gambut
• Jalan dibuat dengan sistem tanggulan dengan membuat
parit pada satu sisi jalan
• Design jalan dibuat bersamaan dengan pembuatan blok • Penentuan sisi badan jalan yang akan dibuat parit harus
ditetapkan satu arah berdasarkan pertimbangan lokasi rendahan yang dominan agar parit mampu mengalirkan air dengan lancar
• Pembukaan jalan dengan cara menggali parit pada satu
sisi jalan menggunakan excavator dan tanah hasil galian ditimbunkan pada badan jalan
• Setelah timbunan tanah mengering, diratakan dengan
Collection road
Main drain = main road
Pembuatan Parit di Blok Kebun Lahan Gambut
• Dibuat dengan perbandingan 1:4, 1 parit setiap
4 jalur tanaman
• Ukuran: 1 x 1 m, dibuat menggunakan excavator • Tujuan: memperbaiki drainase lahan (water
management) sehingga dapat tercipta kondisi yang idial bagi pertumbuhan dan produksi
kelapa sawit
• Dibuat di gawangan mati tepat ditengah antara 2
Pemadatan Jalur Tanam di Lahan Gambut (Compaction)
• Tujuan: pemadatan lahan agar lebih mampu
menopang pertumbuhan tanaman kelapa sawit
• Pemadatan jalur tanam dilakukan dengan
menggunakan trek excavator dan dilalui beberapa kali sampai padat
• Trek excavator diarahkan untuk melintas di jalur
tanam dengan titik tanam sebagai as lintasannya
• Jalur tanam dilintasi sebanyak 2 x, dengan lebar
Pertanaman muda di gambut
Macam Lahan yang Dibuka
•
Hutan
•
Alang-alang
•
Kebun tua
Hutan, Kebun Tua, dan Replanting
• Ekosistem stabil• Daun gugur – menutup
tanah – menahan pukulan hujan
• Akar – menahan tanah • BO – humus – nutrisi
tanaman
• Kebun BO dimasukkan
Alang-alang
• Hutan ditebang – tidak
dipelihara – tumbuh alang-alang
Pembukaan Lahan Hutan, Kebun Tua,
dan Replanting
• Cara : manual, mekanis, kombinasi
mekanis-manual
• Alat - manual : gergaji, kapak, parang,
cangkul, bajak, garu
• Alat - mekanis : chainsaw, bulldozer,
Pembukaan Lahan Hutan, Kebun Tua, dan Replanting Secara Manual
• Pembabatan semak : parang
• Penebangan pohon: gergaji & kampak, dipilih
pohon ekonomis lebih dahulu kemudian yang lain, arah tebang memperhatikan topografi
• Pembongkaran tonggak : kampak
• Pembakaran : daun, ranting dibiarkan
mengering dibakar pada musim kemarau
• Pengendalian ilalang : manual, mekanis, kimia • Pengolahan tanah : bajak,garu, cangkul
Lanjutan …..
• Pada lahan bekas kebun tua atau
replanting, akar harus lebih bersih – mengurangi penyakit akar
• Pada lahan miring dibuat teras, saluran
air, rorak atau penanaman menurut garis kontur
• Dilakukan penanamn tanaman penutup
tanah dan pohon pelindung
• Jalan harus segera dibuat untuk akses ke
Pembukaan Hutan Cara Mekanis
• Pembuatan jalan rintisan : bulldozer • Penebangan pohon : chainsaw
• Perobohan pohon-pengumpulan kayu :
bulldozer
• Pemotongan-perencekan : chainsaw • Merumpuk cabang & ranting yang
dipotong : traktor
Penebangan pohon dengan diameter diatas 10 cm menggunakan kampak atau chainsaw. Tinggi penebangan tergantung pada diameter batang
Diameter batang (cm) Maksimum tinggi penebangan (cm)
ARAH PENUMBANGAN & ARAH TUMBANG KAYU
Cabang dan ranting yang dipotong dirumpuk memanjang arah Utara-Selatan (agar
mendapat cahaya matahari maksimal→cepat kering). Jarak antar Rumpukan 50-100 m
Secara periodik harus dikontrol dari gulma dan sumber hama seperti tikus dan oryctes serta penyakit seperti Ganoderma
Pembukaan Lahan Alang-Alang
Dilakukan satu tahun sebelum tanam dengan cara :
1.Manual : dibabat menggunakan parang 2.Mekanis : dibajak dan digaru dengan
menggunakan traktor atau buldozer
Yang perlu diperhatikan?
Konservasi : lahan dengan kemiringan > 100
1. Mekanis : teras (sengkedan), rorak
(lobang penampung air hujan), saluran drainase, tanggul, cek dam
Biologis : barisan tanaman (Vetiver
Kenapa lahan dengan kemiringan >
10
0?
Tidak seluruh curah hujan dapat berinfiltrasi masuk ke dalam tanah
Fungsi konservasi lahan
• Membantu pertumbuhan, pemeliharaan,
dan panen yang efektif
• Meminimalkan erosi dan aliran permukaan • Miningkatkan infiltrasi
• Menjaga dan mempertahankan
kelembaban tanah
• Mengupayakan agar tanaman
Daur Hidrologi
aliran air tanah
air permukaan
lapisan kedap air
Akibat erosi
• Erosi = pengangkutan tanah ke tempat
yang lebih rendah karena aliran air (daerah tropis)
• Erosi menghilangkan lapisan tanah atas
yang subur, tersisa tanah lapisan bawah yang kurang subur
• Hasil tanaman lebih rendah
Fungsi Pembuatan Teras
1.Mengurangi aliran permukaan air (Run-off) yang akan mengurangi bahaya erosi 2.Memperbesar daya infiltrasi dan
penyimpanan air tanah (meningkatkan efektivitas pemupukan)
Macam teras
• Ada tiga macam teras : teras bangku, teras
gulud dan teras individu
• Teras bangku : teras yang dibuat
memotong lereng dan meratakan tanah di bagian bawah membentuk susunan seperti tangga, dibuat sedikit miring ke dalam agar air lebih banyak meresap. Tebing teras
ditanami rumput, bibir tebing ditanami tanaman penguat teras. Teras bangku tidak cocok untuk tanah mudah longsor, jeluk dangkal dan lapisan bawah
Teras Gulud
• Dibuat dengan memotong lereng sesuai
dengan kontur, dilengkapi dengan guludan dan saluran pembuangan
• Jeluk tanah dangkal, teras bangku tidak
cocok
• Kemiringan < 150
• Saluran drainasi di pinggir, sebelah dalam
Teras Gulud
Gulud
Saluran drainasi
Teras Individu
• Teras yang dibuat dengan meratakan
tanah di sekitar tanaman dengan garis tengah 1 – 1,5 m
• Dapat dibuat pada lereng > 45o
• Piringan teras dibuat sedikit miring ke
Teras Individu
Kemiringan asli
Rorak:
Galian yang dibuat di sebelah pokok
Penentuan garis kontur
• Dengan theodolit
• Dengan selang berisi air dengan prinsip
bejana berhubungan
• Dengan ondol-ondol (frame A)
• Dengan alat-alat tersebut ditentukan
titik-ttik dengan tinggi tempat yang sama
• Dengan menghubungkan titik tersebut
Macam Perbanyakan
• Generatif: biji kelapa sawit hasil persilangan
Dura x Pisifera
• Vegetatif: teknik kultur jaringan, sampai saat ini
banyak kelemahannya yaitu terjadinya variasi somaklonal, bibit hasil kultur jaringan memiliki potensi membentuk buah mantel cukup tinggi (partenokarpi) per TBS, potensi buah tidak jadi juga cukup tinggi per TBS, sehingga randemen CPO per TBS rendah
• Sampai saat ini, teknik perbanyakan yang
Tahapan Kegiatan Produksi benih
• Kegiatan di lapangan • Kegiatan di pabrik
Kegiatan di lapangan
• Bagging
Kegiatan di SPU
• Penerimaan tandan
Cold storage
• Tujuan: untuk menunda proses
Hot room (T = 39-41oC )
• Tujuan: untuk
Dark room
• Tujuan: untuk memperlambat
packing
• Kecambah dalam kantong-kantong plastik
ditempatkan pada kardus berukuran
PEMBIBITAN
Tujuan Pembibitan
• Untuk menghasilkan bibit kelapa sawit
berkualitas tinggi yang harus tersedia sesuai dengan kebutuhan tahapan
Syarat Lokasi Pembibitan
• Air tersedia cukup, bermutu baik, bersih, pH
minimum 4 (cukup untuk mengairi minimal 80.000 l/ha/hari)
• Lokasi datar, berdrainase baik, tidak terkena
banjir
• Tersedia top soil dalam jumlah yang cukup
untuk pengisian polibag
• Aman dari segala macam gangguan, termasuk
Penghitungan Luas Lokasi
Pembibitan
• Umur bibit siap tanam yang optimum 11 –
13 bulan
• Jarak tanam antar polibag 90 x 90 x 90
cm, segitiga sama sisi
• 1 ha tempat pembibitan dapat
Persiapan Lahan dan Kegiatan
Pembibitan
• Pembersihan lahan
• Lahan dilengkapi dengan instalasi air dan
irigasi
• Jaringan jalan untuk pengangkutan benih
ke tempat pembibitan maupun bibit ke lokasi penanaman
• Sistem pembibitan yang dipakai: 2 tahap
PEMBIBITAN
Persiapan
pembibitan
Pembibitan
Awal
Sistem irigasi
• Tujuan: untuk menjamin bahwa masing-masing
polibag bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan optimal
• Penyiraman bibit menggunakan sistem
pengairan berkabut (mist irrigation)
• Untuk keperluan pengabutan air irigasi
Kebutuhan Kecambah
Kerapatan Tanam per Ha
Kebutuhan Kecambah per Ha
128 – 130 182
136 190
148 207
Lanjutan
• Permintaan kecambah/kebutuhan
Tujuan
• Memberikan waktu lebih longgar untuk
membuat persiapan areal pembibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau memiliki 4-5 helai daun untuk memudahkan
Ukuran Polibag
• 0.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat
(setelah diisi akan berdiameter 10 cm dan tinggi 17,5 cm)
• Berwarna hitam
• Diberi lubang perforasi, jarak antar lubang
5 cm x 5 cm
• Letak lubang dimulai dari tengah kantong
Media Tanam
• Top soil dari tanah mineral (kedalaman 20-30
cm) dengan tekstur lempung, kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut
• Media diayak dengan saringan 1 cm x 1 cm
untuk mencegah masuknya gumpalan-gumpalan tanah, bersih dari sampah dan kotoran lainnya
• Media dicampur dengan rock phospate (50 kg
Cara Pengisian Polibag
• Empat minggu sebelum penanaman kecambah,
polibag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup
• Guncang polibag pada waktu pengisian untuk
memadatkan tanah dan diisi sampai ketinggian 1 cm dari bibir polibag
• Polibag disiram air setiap hari sampai tanah
Penempatan dan Penyusunan
Polybag
• Persiapan bedengan dengan lebar 120 cm dan panjang
menyesuaikan dengan kondisi areal (10-15 m), jarak antar bedengan 70 cm
• Tanah bedengan ditinggikan 5 cm dengan mengikis
tanah dari area antar bedengan, sehingga air tidak menggenangi bedengan saat hujan
• Dipasang papan lebar 10 cm atau bambu di sepanjang
pinggir bedengan untuk menahan agar polibag tidak tumbang
• Polibag disusun secara rapat pada bedengan
Perlakuan terhadap Kecambah
• Pada waktu penerimaan kecambah, petidiletakkan di tempat terlidung dari sinar matahari langsung
• Peti dibuka, setiap kantong berisi kecambah
diperiksa
• Kantong dibiarkan terbuka selama beberpa
menit untuk memungkinkan terjadinya pergantian udara
• Kecambah harus segera ditanam pada hari itu
juga (saat penerimaan kecambah)
• Pada saat akan dilakukan penanaman
Kecambah Siap Tanam
Plumula
Radikula
Lanjutan ….
Kriteria Kecambah Abnormal:
• Belum jelas radicula (berwarna putih) dan
atau plumula (berwarna kuning)
• Radicula atau plumula busuk • Radicula dan plumula searah • Adanya jamur
Lanjutan
• Embrio yang sedang berkembang pada
kecambah masih lemah dan harus diperlakukan dengan hati-hati
• Kecambah selalu ditempatkan dilokasi yang
terlindungi dari sinar matahari langsung
• Apabila ditemukan kecambah yang plumulanya
Penanaman Kecambah
• Tanah pada polibag disiram sampai jenuh
• Kantong plastik berisi kecambah dibuka dengan hati-hati
dan kecambah diletakkan di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida
• Kecambah diseleksi dan dihitung
• Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi
radicula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan arah ke atas
• Kecambah ditanam pada kedalaman sekitar 2 cm di bawah
permukaan tanah polibag
• Hindarkan penanaman kecambah yang terlalu dalam dan
terbalik
• Polibag disiram sampai jenuh setelah penanaman
kecambah
Naungan
• Pada tahap awal pembibitan, harus diberi
naungan
• Bibit dengan 2 daun, naungan dapat
dikurangi 50%
• Bibit dengan 3 daun, naungan dihilangkan • Luas naungan sebesar bedengan dengan
Penyiraman
• Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore,
selama 30 menit atau setara dengan 6 mm curah hujan untuk setiap penyiraman
• Bila pada malam hari ada curah hujan > 10 mm,
tidak perlu penyiraman pada keesokan harinya, dan penyiraman sore hari bergantung pada
kelembaban tanah di polibag
• Bila pagi hari ada hujan > 10 mm, tidak perlu
penyiraman pada pagi dan sore
• Bila ada genangan air yang bertahan di polibag
Seleksi Bibit di Pre-Nursery
• Dilakukan pada umur 2 bulan dan pada
saat transplanting
• Bibit yang diafkir harus dimusnahkan
• Bibit yang dipindahkan ke main nursery
harus bibit yang benar-benar sehat
• Jumlah bibit afkir di pre nursery 8-10 %
Tata Cara Pelaksanaan Seleksi Bibit
• Mengangkat dan menyingkirkan semua
bibit afkir dari bedengan sebelum
dilakukan pemindahan bibit sehat ke main nursery
• Memusnahkan semua bibit afkir
• Mencatat dan melaporkan semua bibit
Ciri Fisik Bibit yang Diafkir
• Pucuk bengkok atau daun berputar: diakibatkan oleh
penanaman kecambah yang dilakukan terbalik dan karena faktor genetik, dapat diketahui dari daun-daun yang tumbuhnya melengkung membentuk setengah lingkaran
• Daun lalang atau daun sempit: bibit tumbuh dengan
bentuk daun yang sempit memanjang dan tegak menyerupai daun lalang, karena genetik
• Daun kerdil dan sempit: perkembangan helai daun
tampak kerdil dan sempit
• Daun menyempit dan tegak: bibit dengan daun
menyempit dan tegak
• Daun yang menggulung: helaian daun tidak membuka
Lanjutan….
• Daun berkerut/keriput: memperlihatkan berbagai tingkat
kerutan dan pada tingkat yang lebih berat akan terlihat kerutan tersebut pecah menyilang, faktor genetik
• Daun melipat: helaian daun tidak membuka secara
normal, tetapi menciut lengket seperti melipat dan bergulung, akibat kekurangan air
• Bibit kerdil: bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh
lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya, faktor genetik
• Chimaera: sebagian atau seluruh daun secara seragam
berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dari jaringan yang normal
• Bibit dengan serangan penyakit berat: bercak daun dan
Kapan Dilakukan
• Pemindahan dari pre menuju main nursery
Ukuran Polibag
• 0.15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat (setelah diisi
tanah berdiameter 23 cm dan tinggi 39 cm)
• Berwarna hitam dengan 4 baris lubang perforasi
berjarak 5 cm x 5 cm, letak lubang dimulai dari tengah kantong plastik bagian bawah
• Untuk bibit cadangan sisipan sebanyak 5%
ditanam pada polibag ukuran 0.18 mm x 50 cm x 60 cm
• Ketebalan polibag merata, kelenturan polibag
harus cukup agar tidak rusak atau mudah robek akibat terik matahari
• Harus dipastikan bahwa polibag tersebut bukan
Media Tanam
• Persyaratannya sama dengan media
tanam pada pre nursery
• Tanah di polibag besar diberi lubang untuk
Pengisian Polibag
• Polibag harus sudah siap diisi tanah
minimal 4 minggu sebelum pemindahan
bibit dari pre-nursery, dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah
Cara Pengisian Polibag
• Polibag dibalik sebelum diisi tanah agar dapat berdiri
tegak dan silindris
• Media tanam disaring melalui saringan 1,5 cm x 1,5 cm
untuk menghindari adanya gumpalan-gumpalan tanah, sampah, akar tanaman, dll
• Persiapkan media tanam dan isikan ke dalam polibag • Jangan dilakukan pemadatan tanah dalam polibag
dengan cara menekan kuat ke arah bawah
• Guncang polibag pada waktu pengisian untuk
mendapatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengherut/terlipat
• Polibag diisi tanah sampai ketinggian 2,5 cm dari bibir
Penempatan Polibag
Dari 100% bibit:
• 95% akan digunakan dalam penanaman serempak
(pada main nursery jarak tanamnya 90 cm x 90 cm x 90 cm)
• 5% akan digunakan dalam penyisipan (jarak tanamnya
150 cm x 150 cm x 150 cm)
Penempatan polibag dilakukan dengan rapi:
• Terlebih dahulu dilakukan pemancangan di dua sisi
petak memakai alat meteran dan kawat licin atau tali rami, dengan menggunakan bahan cat dan anak
pancang
• Pada saat menyusun polibag di main nursery, kedua
Pemindahan ke Main-Nursery
Tata caranya:
• Untuk tempat pemindahan bibit polibag kecil dibuat
beberapa kotak kayu, dan dibutuhkan pisau silet/cutter untuk menyayat polibag kecil
• Dibutuhkan juga kereta sorong atau trailer mini tractor
untuk memindahkan kotak berisi bibit kecil dari pre-nursery
• Pastikan polibag besar sudah tersusun benar dengan
posisi tegak dan telah diisi tanah
• Satu hari sebelum transplanting, siram tanah di polibag
besar sampai jenuh air, guna memudahan pembuatan lubang tanam pada keesokan harinya
• Buat lubang tanam di tengak polibag dengan
Lanjutan ….
• Kedalaman lubang tanam 20 cm atau disesuaikan dengan
tinggi tanah di polibag kecil
• Siram bibit di pre-nursery sebelum dipindahkan
• Angkat bibit pre-nursery secara hati-hati dan disusun ke
atas masing-masing kotak kayu sebagai tempat
pengangkutannya dan diangkut ke lokasi polibag besar
• Turunkan bibit dilokasi polibag besar dan letakkan dengan
hati-hati satu demi satu di samping masing-masing polibag besar
• Sayat polibag kecil secara vertikal disepanjang sisi polibag,
keluarkan bibit lengkap dengan tanahnya dari polibag kecil, masukkan ke dalam lubang tanam di polibag besar
• Tekan sedikit untuk memadatkan tanah dan lakukan
penambahan tanah sehingga permukaan tanah dari polibag kecil sama dengan permukaan tanah polibag besar atau 5 cm di bawah bibir polibag besar
Peyiraman
• Setiap polibag memerlukan air sebanyak 2
l/hari atau setara dengan penyiraman
Penambahan Tanah
• Penambahan tanah di dalam polibag
dilakukan seperlunya untuk
mempertahankan permukaan tanah sekitar 5 cm di bawah bibir polibag
Pemberian Mulsa
• Mulsa diberikan secara merata di atas
permukaan tanah dalam polibag segera setelah penanaman
• Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang,
Seleksi Bibit di MN
Dilakukan 4 kali yaitu:
• Pada umur 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan pada
saat persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara seleksi bibit:
• Berikan tanda dengan cat warna putih di polibag
setiap bibit afkir/abnormal
• Catat semua bibit yang diafkir
• Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan
dimusnahkan
Ciri Bibit Afkir di MN
• Kerdil: bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil
dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya
• Bibit erect: akibat faktor genetik, daun tumbuh dengan sudut
sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga terlihat tumbuh tegak
• Bibit yang layu dan lemah: pelepah dan helai daun terlihat
lemah/layu, penampilan bibit secara keseluruhan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya
• Bibit flat top: daun yang baru tumbuh memiliki ukuran yang
makin pendek dibandingkan daun yang lebih tua sehingga tajuk bibit terlihat rata
• Short internode: jarak antar anak daun pada pelepah terlihat
sangat dekat dan pelepahnya tampak pendek
• Wide internode: jarak antar anak daun pada pelepah terlihat
Lanjutan
• Anak daun sempit: bentuk helai anak daun tampak sempit dan
tergulung sepanjang alur utamanya sehingga berbentuk seperti jarum, anak daun tumbuh membentuk sudut yang tajam
dengan pelepah daun
• Anak daun tidak pecah: helai anak daun tetap bersatu
seluruhnya atau tidak pecah setelah pelepahnya dewasa
• Daun berkerut:bentuk daun memperlihatkan berbagai tingkatan
kerutan dan pada tingkat yang lebih berat akan terlihat kerutan tersebut pecah menyilang
• Chimaera: sebagian atau seluruh daun secara seragam
berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang
sangat kontras dengan warna hijau gelap dari jaringan yang normal
• Bibit terserang crown disease: pelepah membengkok, melintir,
mudah patah
• Blast: bibit biasanya berubah secara progresif ke arah coklat
dan mati perlahan-lahan dimulai dari daun yang lebih tua dan bergerak ke atas ke daun yang lebih muda
Persiapan Pemindahan bibit Ke Lapangan
Pemutaran Bibit (rotating):
• Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum
dikirim ke lapangan
• Setelah diputar, bibit disiram air dengan cukup setiap
hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan untuk persiapan pengangkutan:
• Bibit diangkut dengan menempatkan satu tangan di
dasar polibag dan satunya lagi menggenggam pangkal batang
• Tidak boleh mengangkat bibit dengan cara menarik
daunnya
• Bibit tidak boleh dilemparkan atau dibanting, polibag bisa
pecah
• Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum
Cover Crop
Tanaman Penutup Tanah
• Legume (LCC=legume cover crop)
• Syarat : mudah diperbanyak (biji, stek),
perakaran dangkal, pertumbuhan cepat daun banyak, tahan : pangkas, kering, naungan, OPT,mudah diatur-tidak
Macam Penutup Tanah
• Menjalar : diantara barisan tanaman,
pelindung tebing, bersifat permanen
• Pelindung perdu : di antara barisan TBM,
Jenis LCC Tipe Menjalar pada Perkebunan Kelapa Sawit
• Centrosema pubescens • Pueraria javanica
• Calopoginium mucunoides • Psopocarphus polustris
Jenis LCC Tipe Pelindung Perdu pada Perkebunan Kelapa Sawit
• Flemingia congesta
• Crotalaria anagyroides • Tephrosia vogelii
• Penanaman LCC secara campuran dari berbagai
jenis lebih menguntungkan dari pada hanya menggunakan 1 jenis LCC
• Seleksi LCC: perlu dilakukan sebelum dilakukan
penanaman, seleksi dilakukan melalui pengujian daya kecambah
• Tujuan seleksi LCC: mengetahui kemurnian dan
persentase pertumbuhan dari LCC sehingga akan didapatkan pertumbuhan di lahan yang baik
• Tingkat pertumbuhan minimum beberapa jenis
kacangan: Calopoginium mucunoides (40%),
Calopogonium caeruleum (30%), Pueraria javanica (60%), Mucuna conchinchinensis (75%)
• Apabila persentase pertumbuhan di bawah standar,
Contoh Kebutuhan Benih LCC
• Pada penanaman LCC secara campuran
kebutuhan benihnya sebagai berikut:
Calopoginium mucunoides (6 kg/ha), Pueraria javanica (3 kg/ha), Mucuna conchinchinensis (2 kg/ha), dan Calopogonium caeruleum (0,5
Kegunaan LCC
• Menahan pukulan hujan • Menahan laju air limpasan • Menambah N
• Menambah BO (memperbaiki sifat fisik, kimia,
biologi tanah)
• Melindungi permukaan tanah dari erosi • Mengurangi pencucian unsur hara
• Mempercepat pelapukan barang sisa
LC/replanting
Dampak Negatif LCC
• Persaingan dengan tanaman pokok • Mengganggu tanaman pokok
• Sebagai tempat bersarang tikus
• Kadang menjadi inang dari bakteri, virus,
Beberapa Perlakuan Sebelum Penanaman Benih LCC
• Perendaman benih dalam air hangat: dilakukan
selama 2 jam pada suhu 750C
• Direndam dalam larutan glycerin: selama 2 jam
pada suhu 600C
• Direndam dalam larutan asam (asam sulfat):
selama 8-15 menit
• Penipisan kulit benih (skarifikasi)
• Supaya pertumbuhan dan perkembangan LCC
berlangsung dengan baik, sebelum benih di tanam perlu diinokulasi menggunakan
Pohon Pelindung
• Ada beberapa jenis tanaman perkebunan yang
habitat aslinya di dalam hutan untuk memberikan hasil yang tinggi perlu naungan sebagian, dengan pohon pelindung
• Pohon pelindung : dalam barisan, melindungi
tanaman pokok atau tebing, pematah angin, bersifat tetap, Albizzia falcata (sengon laut),
Leucaena glauca, L. leucocephala
• Pohon pelindung mengurangi intensitas cahaya
Kriteria tanaman yang akan digunakan sebagai pohon pelindung
1. Morfologi daun, tipe percabangan, ketahanan hama penyakit
2. Tumbuh cepat & mampu tumbuh pada tanah kurang subur
3. Tidak mengalami gugur daun pada musim tertentu
4. Tidak bersaing dalam kebutuhan air dan hara dengan tanaman pokok
5. Tidak menjadi inang penyakit, tahan akan angin dan mudah dimusnahkan
Penanaman
• Penanaman : tidak teratur atau teratur • Penanaman teratur menggunakan jarak
tanam
• Jarak tanam ditentukan berdasarkan
ukuran tanaman terutama diameter tajuk, tanaman dapat menengkap cahaya
matahari optimal perlu juga
mempertimbangkan diameter perakaran
• Kelapa sawit ditanam dengan jarak tanam
lanjutan
• Jarak tanam ideal berbentuk segitiga
samasisi, penangkapan cahaya maksimal, populasi lebih tinggi (jumlah tanaman 15% lebih banyak), kelemahannya: sulit untuk penerapan mekanisasi dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan, maupun
pemanenan
• Tidak selalu operasional yang terbaik, bisa
bujur sangkar,untuk memudahkan
Segi empat Segi tiga
Tabel . Hubungan jarak tanam, bentuk jarak tanam, dan populasi tanaman
---Lubang Tanam
• Ukuran lubang tergantung ukuran tanaman
terutama daerah perakaran
• Pada kelapa sawit ukurannya adalah: 60 cm x
60 cm x 40 cm
• Lubang dapat dibuat beberapa bulan sebelum
penanaman agar tanah dalam lubang
mengalami perbaikan. Untuk daerah dengan curah hujan tinggi sering tidak dapat karena tergenang
• Beberapa minggu sebelum penanaman lubang
diisi campuran tanah atas dan pupuk organik
• Saat penanaman tanah digali seukuran
Lubang Tanam
Lapisan Lapisan tanah atas tanah bawah
Kegiatan Setelah Penanaman
• Umpan tikus
• Pemberian mulsa dengan janjangan
kosong
Umpan tikus
• Sebagai tindakan pencegahan terhadap
serangan tikus
• Per pokok bibit diberi 2 butir umpan tikus,
1 butir diletakkan disebelah kiri pokok dan 1 butir lagi diletakkan di sebelah kanan
pokok
• Pemberian umpan tikus selanjutnya
Pemberian mulsa dengan janjangan kosong
• Semua bibit yang baru ditanam di lahan
harus diberikan janjangan kosong (dosis 25 ton/ha)
• Janjangan kosong diletakkan disekitar
piringan bibit, dalam bentuk lingkaran
• Janjangan kosong yang digunakan
haruslah yang masih segar, yang
Penyisipan
• Penyisipan dilakukan secepat mungkin,
tidak boleh lebih dari 2 tahun setelah tanam
• Menggunakan bibit advaced planting
material
Konsolidasi
• Pemeriksaan rutin terhadap tanaman