• Tidak ada hasil yang ditemukan

9 Perencanaan dan Pembangunan Kebun Kela

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "9 Perencanaan dan Pembangunan Kebun Kela"

Copied!
161
0
0

Teks penuh

(1)

Perencanaan dan Pembangunan

Kebun Kelapa Sawit

(2)
(3)

Survey Tinjau

Informasi mengenai:

• Jalan masuk ke areal baru

• Sumber air yang cukup untuk pembibitan,

pemukiman, dan pabrik kelapa sawit (PKS)

Taksiran luas lahan yang mempunyai

(4)

Survey Kesesuaian Lahan

Mencakup:

• Peta dan data luas berdasarkan kelas

kesesuaian lahan

• Peta luas kerangka berdasarkan tahapan

penanaman disertai tanda batas di lapangan

Peta kondisi vegetasi dan data taksiran luas

hutan primer, sekunder, semak belukar, dan lalang

• Lokasi quari material penimbunan dan

(5)

Master Plan Pembangunan Kebun Kelapa Sawit

Pembentukan unit kebun berdasarkan luas

areal konsesi baru yang akan dikelola

Waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk

proyek pembangunan seluruh areal konsesi baru tersebut sampai tanaman menghasilkan

(6)

Perencanaan Lokasi Sarana Penunjang

Identifikasi terhadap lokasi yang sesuai untuk

kantor, gudang dan tempat tinggal (emplasemen)

Identifikasi terhadap lokasi yang akan digunakan

untuk pembibitan: mempertimbangkan

persyaratan lokasi pembibitan --- penyusunan rencana kerja dan biaya pembibitan

Penentuan lokasi jalan masuk dengan

(7)

Peninjauan Lapangan dan Tata Batas

Mempertimbangkan keperluan konservasi

lahan, air, dan tingkat kesuburan lahan

Pencapaian pertumbuhan dan

(8)

Tanah Mineral

• Pada areal miring dibuat teras • Kemiringan curam (> 250) tidak

direkomendasikan untuk ditanami

Kemiringan Keterangan

< 5 derajad Ditanam dengan jarak standar, tidak perlu teras atau tapak kuda

5 – 8 derajad Mekanika teras lebar minimal 2 m, dengan interval 35 m, tidak perlu tapak kuda, tanaman ditanam sesuai standar

> 8 – 12 derajad Solum tanah dalam: lebar teras 4,5 m Solum tanah dangkal: lebar teras 4 m

> 12 – 25 derajad Lebar teras minimal 3,5 m tergantung kondisi tanah serta kedalam solum tanah

(9)

Tanah Mineral lanjutan …

Kepastian kemiringan lahan harus diukur (clinometer) Pada areal teras, jalan dibuat terlebih dahulu sebelum

pembuatan teras

Keuntungan:

Perbedaan level antara jalan dan teras dapat

diminimalkan, memudahkan operasioanal dari jalan ke teras

Level jalan dibuat lebih tinggi dari backslope teras agar

air dari permukaan jalan mengalir dengan efektif ke

bagian belakang teras supaya dapat dimanfaatkan oleh tanaman

Mengurangi aliran permukaan di jalan, meminimalkan

(10)

Tanah Gambut

• Berdasarkan kedalam: gambut dangkal ( 0 – 1

m), sedang (1 – 3 m), dan dalam (> 3 m)

Gambut dalam tidak direkomendasikan untuk

ditanami

Yang terpenting: saluran drainase

Sistem drainase: main drain, collection drain,

field drain

Jenis Parit Lebar Atas

(m) Lebar Bawah (m) Kedalaman (m)

Main drain 4 3 4

Collection drain 3 2,5 3

(11)
(12)
(13)

Penyusunan Tata Ruang

Jaringan jalan terutama penghubung ke luar dan

masuk lokasi kebun

Batas kebun

Lokasi pembibitan

Kondisi lahan: darat, rawa, bukit, sungaiRencana pembagian blok

Penetuan main road dan collection road

Rencana lokasi emplasemen dan bangunan

lainnya

(14)

Rintisan Jalan di Tanah Mineral

Desain jalan dibuat bersamaan dengan

pembuatan blok

Pembuatan jalan dengan buldozer (minimal tipe

D 06)

Pada main road (lebar 7 m) dan collection road

(lebar 5 m) dibuat parit pada satu sisi badan jalan

Pembentukan badan jalan dengan road greaderJalan yang dibentuk cembung pada bagian

tengah badan jalan agar air cepat teratus

Pemadatan badan jalan dengan road roller

(15)
(16)

Collection road

(17)

Rintisan Jalan di Gambut

Jalan dibuat dengan sistem tanggulan dengan membuat

parit pada satu sisi jalan

Design jalan dibuat bersamaan dengan pembuatan blokPenentuan sisi badan jalan yang akan dibuat parit harus

ditetapkan satu arah berdasarkan pertimbangan lokasi rendahan yang dominan agar parit mampu mengalirkan air dengan lancar

Pembukaan jalan dengan cara menggali parit pada satu

sisi jalan menggunakan excavator dan tanah hasil galian ditimbunkan pada badan jalan

• Setelah timbunan tanah mengering, diratakan dengan

(18)

Collection road

Main drain = main road

(19)

Pembuatan Parit di Blok Kebun Lahan Gambut

• Dibuat dengan perbandingan 1:4, 1 parit setiap

4 jalur tanaman

Ukuran: 1 x 1 m, dibuat menggunakan excavator • Tujuan: memperbaiki drainase lahan (water

management) sehingga dapat tercipta kondisi yang idial bagi pertumbuhan dan produksi

kelapa sawit

• Dibuat di gawangan mati tepat ditengah antara 2

(20)
(21)

Pemadatan Jalur Tanam di Lahan Gambut (Compaction)

• Tujuan: pemadatan lahan agar lebih mampu

menopang pertumbuhan tanaman kelapa sawit

• Pemadatan jalur tanam dilakukan dengan

menggunakan trek excavator dan dilalui beberapa kali sampai padat

• Trek excavator diarahkan untuk melintas di jalur

tanam dengan titik tanam sebagai as lintasannya

Jalur tanam dilintasi sebanyak 2 x, dengan lebar

(22)

Pertanaman muda di gambut

(23)

Macam Lahan yang Dibuka

Hutan

Alang-alang

Kebun tua

(24)

Hutan, Kebun Tua, dan Replanting

Ekosistem stabil

Daun gugur – menutup

tanah – menahan pukulan hujan

Akar – menahan tanahBO – humus – nutrisi

tanaman

Kebun BO dimasukkan

(25)

Alang-alang

Hutan ditebang – tidak

dipelihara – tumbuh alang-alang

(26)

Pembukaan Lahan Hutan, Kebun Tua,

dan Replanting

Cara : manual, mekanis, kombinasi

mekanis-manual

Alat - manual : gergaji, kapak, parang,

cangkul, bajak, garu

Alat - mekanis : chainsaw, bulldozer,

(27)

Pembukaan Lahan Hutan, Kebun Tua, dan Replanting Secara Manual

• Pembabatan semak : parang

• Penebangan pohon: gergaji & kampak, dipilih

pohon ekonomis lebih dahulu kemudian yang lain, arah tebang memperhatikan topografi

• Pembongkaran tonggak : kampak

• Pembakaran : daun, ranting dibiarkan

mengering dibakar pada musim kemarau

• Pengendalian ilalang : manual, mekanis, kimia • Pengolahan tanah : bajak,garu, cangkul

(28)

Lanjutan …..

Pada lahan bekas kebun tua atau

replanting, akar harus lebih bersih – mengurangi penyakit akar

• Pada lahan miring dibuat teras, saluran

air, rorak atau penanaman menurut garis kontur

Dilakukan penanamn tanaman penutup

tanah dan pohon pelindung

Jalan harus segera dibuat untuk akses ke

(29)
(30)

Pembukaan Hutan Cara Mekanis

• Pembuatan jalan rintisan : bulldozer • Penebangan pohon : chainsaw

• Perobohan pohon-pengumpulan kayu :

bulldozer

• Pemotongan-perencekan : chainsaw • Merumpuk cabang & ranting yang

dipotong : traktor

(31)

Penebangan pohon dengan diameter diatas 10 cm menggunakan kampak atau chainsaw. Tinggi penebangan tergantung pada diameter batang

Diameter batang (cm) Maksimum tinggi penebangan (cm)

(32)

ARAH PENUMBANGAN & ARAH TUMBANG KAYU

(33)

Cabang dan ranting yang dipotong dirumpuk memanjang arah Utara-Selatan (agar

mendapat cahaya matahari maksimal→cepat kering). Jarak antar Rumpukan 50-100 m

Secara periodik harus dikontrol dari gulma dan sumber hama seperti tikus dan oryctes serta penyakit seperti Ganoderma

(34)
(35)
(36)
(37)

Pembukaan Lahan Alang-Alang

Dilakukan satu tahun sebelum tanam dengan cara :

1.Manual : dibabat menggunakan parang 2.Mekanis : dibajak dan digaru dengan

menggunakan traktor atau buldozer

(38)
(39)
(40)
(41)

Yang perlu diperhatikan?

Konservasi : lahan dengan kemiringan > 100

1. Mekanis : teras (sengkedan), rorak

(lobang penampung air hujan), saluran drainase, tanggul, cek dam

Biologis : barisan tanaman (Vetiver

(42)

Kenapa lahan dengan kemiringan >

10

0

?

Tidak seluruh curah hujan dapat berinfiltrasi masuk ke dalam tanah

(43)

Fungsi konservasi lahan

Membantu pertumbuhan, pemeliharaan,

dan panen yang efektif

Meminimalkan erosi dan aliran permukaanMiningkatkan infiltrasi

• Menjaga dan mempertahankan

kelembaban tanah

Mengupayakan agar tanaman

(44)
(45)

Daur Hidrologi

aliran air tanah

air permukaan

lapisan kedap air

(46)
(47)

Akibat erosi

Erosi = pengangkutan tanah ke tempat

yang lebih rendah karena aliran air (daerah tropis)

• Erosi menghilangkan lapisan tanah atas

yang subur, tersisa tanah lapisan bawah yang kurang subur

Hasil tanaman lebih rendah

(48)

Fungsi Pembuatan Teras

1.Mengurangi aliran permukaan air (Run-off) yang akan mengurangi bahaya erosi 2.Memperbesar daya infiltrasi dan

penyimpanan air tanah (meningkatkan efektivitas pemupukan)

(49)

Macam teras

• Ada tiga macam teras : teras bangku, teras

gulud dan teras individu

• Teras bangku : teras yang dibuat

memotong lereng dan meratakan tanah di bagian bawah membentuk susunan seperti tangga, dibuat sedikit miring ke dalam agar air lebih banyak meresap. Tebing teras

ditanami rumput, bibir tebing ditanami tanaman penguat teras. Teras bangku tidak cocok untuk tanah mudah longsor, jeluk dangkal dan lapisan bawah

(50)
(51)

Teras Gulud

Dibuat dengan memotong lereng sesuai

dengan kontur, dilengkapi dengan guludan dan saluran pembuangan

• Jeluk tanah dangkal, teras bangku tidak

cocok

• Kemiringan < 150

• Saluran drainasi di pinggir, sebelah dalam

(52)

Teras Gulud

Gulud

Saluran drainasi

(53)

Teras Individu

• Teras yang dibuat dengan meratakan

tanah di sekitar tanaman dengan garis tengah 1 – 1,5 m

• Dapat dibuat pada lereng > 45o

Piringan teras dibuat sedikit miring ke

(54)

Teras Individu

Kemiringan asli

(55)
(56)

Rorak:

Galian yang dibuat di sebelah pokok

(57)
(58)
(59)

Penentuan garis kontur

• Dengan theodolit

• Dengan selang berisi air dengan prinsip

bejana berhubungan

Dengan ondol-ondol (frame A)

• Dengan alat-alat tersebut ditentukan

titik-ttik dengan tinggi tempat yang sama

Dengan menghubungkan titik tersebut

(60)
(61)
(62)
(63)

Macam Perbanyakan

Generatif: biji kelapa sawit hasil persilangan

Dura x Pisifera

Vegetatif: teknik kultur jaringan, sampai saat ini

banyak kelemahannya yaitu terjadinya variasi somaklonal, bibit hasil kultur jaringan memiliki potensi membentuk buah mantel cukup tinggi (partenokarpi) per TBS, potensi buah tidak jadi juga cukup tinggi per TBS, sehingga randemen CPO per TBS rendah

Sampai saat ini, teknik perbanyakan yang

(64)
(65)

Tahapan Kegiatan Produksi benih

Kegiatan di lapangan • Kegiatan di pabrik

(66)

Kegiatan di lapangan

(67)
(68)

Bagging

(69)
(70)
(71)
(72)
(73)

Kegiatan di SPU

• Penerimaan tandan

(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)

Cold storage

Tujuan: untuk menunda proses

(80)

Hot room (T = 39-41oC )

• Tujuan: untuk

(81)
(82)

Dark room

Tujuan: untuk memperlambat

(83)

packing

Kecambah dalam kantong-kantong plastik

ditempatkan pada kardus berukuran

(84)

PEMBIBITAN

(85)

Tujuan Pembibitan

Untuk menghasilkan bibit kelapa sawit

berkualitas tinggi yang harus tersedia sesuai dengan kebutuhan tahapan

(86)

Syarat Lokasi Pembibitan

• Air tersedia cukup, bermutu baik, bersih, pH

minimum 4 (cukup untuk mengairi minimal 80.000 l/ha/hari)

Lokasi datar, berdrainase baik, tidak terkena

banjir

Tersedia top soil dalam jumlah yang cukup

untuk pengisian polibag

• Aman dari segala macam gangguan, termasuk

(87)

Penghitungan Luas Lokasi

Pembibitan

Umur bibit siap tanam yang optimum 11 –

13 bulan

Jarak tanam antar polibag 90 x 90 x 90

cm, segitiga sama sisi

1 ha tempat pembibitan dapat

(88)

Persiapan Lahan dan Kegiatan

Pembibitan

Pembersihan lahan

• Lahan dilengkapi dengan instalasi air dan

irigasi

Jaringan jalan untuk pengangkutan benih

ke tempat pembibitan maupun bibit ke lokasi penanaman

• Sistem pembibitan yang dipakai: 2 tahap

(89)

PEMBIBITAN

Persiapan

pembibitan

Pembibitan

Awal

(90)

Sistem irigasi

• Tujuan: untuk menjamin bahwa masing-masing

polibag bibit memperoleh air yang cukup setiap hari untuk mendapatkan pertumbuhan optimal

• Penyiraman bibit menggunakan sistem

pengairan berkabut (mist irrigation)

• Untuk keperluan pengabutan air irigasi

(91)

Kebutuhan Kecambah

Kerapatan Tanam per Ha

Kebutuhan Kecambah per Ha

128 – 130 182

136 190

148 207

(92)

Lanjutan

Permintaan kecambah/kebutuhan

(93)
(94)
(95)

Tujuan

Memberikan waktu lebih longgar untuk

membuat persiapan areal pembibitan dan mempersempit tempat pemeliharaan bibit selama 3 bulan pertama atau memiliki 4-5 helai daun untuk memudahkan

(96)

Ukuran Polibag

0.075 mm x 15 cm x 23 cm lay flat

(setelah diisi akan berdiameter 10 cm dan tinggi 17,5 cm)

• Berwarna hitam

Diberi lubang perforasi, jarak antar lubang

5 cm x 5 cm

• Letak lubang dimulai dari tengah kantong

(97)

Media Tanam

• Top soil dari tanah mineral (kedalaman 20-30

cm) dengan tekstur lempung, kecuali di areal gambut dapat menggunakan tanah gambut

Media diayak dengan saringan 1 cm x 1 cm

untuk mencegah masuknya gumpalan-gumpalan tanah, bersih dari sampah dan kotoran lainnya

Media dicampur dengan rock phospate (50 kg

(98)

Cara Pengisian Polibag

• Empat minggu sebelum penanaman kecambah,

polibag harus sudah diisi tanah dalam jumlah cukup

Guncang polibag pada waktu pengisian untuk

memadatkan tanah dan diisi sampai ketinggian 1 cm dari bibir polibag

Polibag disiram air setiap hari sampai tanah

(99)

Penempatan dan Penyusunan

Polybag

Persiapan bedengan dengan lebar 120 cm dan panjang

menyesuaikan dengan kondisi areal (10-15 m), jarak antar bedengan 70 cm

Tanah bedengan ditinggikan 5 cm dengan mengikis

tanah dari area antar bedengan, sehingga air tidak menggenangi bedengan saat hujan

Dipasang papan lebar 10 cm atau bambu di sepanjang

pinggir bedengan untuk menahan agar polibag tidak tumbang

• Polibag disusun secara rapat pada bedengan

(100)

Perlakuan terhadap Kecambah

Pada waktu penerimaan kecambah, peti

diletakkan di tempat terlidung dari sinar matahari langsung

Peti dibuka, setiap kantong berisi kecambah

diperiksa

Kantong dibiarkan terbuka selama beberpa

menit untuk memungkinkan terjadinya pergantian udara

Kecambah harus segera ditanam pada hari itu

juga (saat penerimaan kecambah)

Pada saat akan dilakukan penanaman

(101)

Kecambah Siap Tanam

Plumula

Radikula

(102)

Lanjutan ….

Kriteria Kecambah Abnormal:

• Belum jelas radicula (berwarna putih) dan

atau plumula (berwarna kuning)

Radicula atau plumula busuk • Radicula dan plumula searah • Adanya jamur

(103)

Lanjutan

• Embrio yang sedang berkembang pada

kecambah masih lemah dan harus diperlakukan dengan hati-hati

Kecambah selalu ditempatkan dilokasi yang

terlindungi dari sinar matahari langsung

Apabila ditemukan kecambah yang plumulanya

(104)

Penanaman Kecambah

Tanah pada polibag disiram sampai jenuh

Kantong plastik berisi kecambah dibuka dengan hati-hati

dan kecambah diletakkan di baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida

Kecambah diseleksi dan dihitung

Penanaman kecambah harus memperhatikan posisi

radicula yang akan diposisikan arah ke bawah dan plumula yang akan diposisikan arah ke atas

Kecambah ditanam pada kedalaman sekitar 2 cm di bawah

permukaan tanah polibag

Hindarkan penanaman kecambah yang terlalu dalam dan

terbalik

Polibag disiram sampai jenuh setelah penanaman

kecambah

(105)

Naungan

Pada tahap awal pembibitan, harus diberi

naungan

Bibit dengan 2 daun, naungan dapat

dikurangi 50%

Bibit dengan 3 daun, naungan dihilangkanLuas naungan sebesar bedengan dengan

(106)

Penyiraman

• Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore,

selama 30 menit atau setara dengan 6 mm curah hujan untuk setiap penyiraman

• Bila pada malam hari ada curah hujan > 10 mm,

tidak perlu penyiraman pada keesokan harinya, dan penyiraman sore hari bergantung pada

kelembaban tanah di polibag

• Bila pagi hari ada hujan > 10 mm, tidak perlu

penyiraman pada pagi dan sore

• Bila ada genangan air yang bertahan di polibag

(107)

Seleksi Bibit di Pre-Nursery

Dilakukan pada umur 2 bulan dan pada

saat transplanting

Bibit yang diafkir harus dimusnahkan

Bibit yang dipindahkan ke main nursery

harus bibit yang benar-benar sehat

Jumlah bibit afkir di pre nursery 8-10 %

(108)

Tata Cara Pelaksanaan Seleksi Bibit

Mengangkat dan menyingkirkan semua

bibit afkir dari bedengan sebelum

dilakukan pemindahan bibit sehat ke main nursery

Memusnahkan semua bibit afkir

• Mencatat dan melaporkan semua bibit

(109)

Ciri Fisik Bibit yang Diafkir

Pucuk bengkok atau daun berputar: diakibatkan oleh

penanaman kecambah yang dilakukan terbalik dan karena faktor genetik, dapat diketahui dari daun-daun yang tumbuhnya melengkung membentuk setengah lingkaran

Daun lalang atau daun sempit: bibit tumbuh dengan

bentuk daun yang sempit memanjang dan tegak menyerupai daun lalang, karena genetik

• Daun kerdil dan sempit: perkembangan helai daun

tampak kerdil dan sempit

• Daun menyempit dan tegak: bibit dengan daun

menyempit dan tegak

• Daun yang menggulung: helaian daun tidak membuka

(110)

Lanjutan….

Daun berkerut/keriput: memperlihatkan berbagai tingkat

kerutan dan pada tingkat yang lebih berat akan terlihat kerutan tersebut pecah menyilang, faktor genetik

Daun melipat: helaian daun tidak membuka secara

normal, tetapi menciut lengket seperti melipat dan bergulung, akibat kekurangan air

Bibit kerdil: bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh

lebih kecil dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya, faktor genetik

• Chimaera: sebagian atau seluruh daun secara seragam

berubah pucat atau bergaris kuning terang yang sangat kontras dengan warna hijau gelap dari jaringan yang normal

Bibit dengan serangan penyakit berat: bercak daun dan

(111)
(112)
(113)

Kapan Dilakukan

Pemindahan dari pre menuju main nursery

(114)

Ukuran Polibag

0.15 mm x 35 cm x 50 cm lay flat (setelah diisi

tanah berdiameter 23 cm dan tinggi 39 cm)

Berwarna hitam dengan 4 baris lubang perforasi

berjarak 5 cm x 5 cm, letak lubang dimulai dari tengah kantong plastik bagian bawah

Untuk bibit cadangan sisipan sebanyak 5%

ditanam pada polibag ukuran 0.18 mm x 50 cm x 60 cm

Ketebalan polibag merata, kelenturan polibag

harus cukup agar tidak rusak atau mudah robek akibat terik matahari

Harus dipastikan bahwa polibag tersebut bukan

(115)

Media Tanam

Persyaratannya sama dengan media

tanam pada pre nursery

Tanah di polibag besar diberi lubang untuk

(116)

Pengisian Polibag

Polibag harus sudah siap diisi tanah

minimal 4 minggu sebelum pemindahan

bibit dari pre-nursery, dengan tujuan untuk mendapatkan tingkat kepadatan tanah

(117)

Cara Pengisian Polibag

Polibag dibalik sebelum diisi tanah agar dapat berdiri

tegak dan silindris

Media tanam disaring melalui saringan 1,5 cm x 1,5 cm

untuk menghindari adanya gumpalan-gumpalan tanah, sampah, akar tanaman, dll

Persiapkan media tanam dan isikan ke dalam polibagJangan dilakukan pemadatan tanah dalam polibag

dengan cara menekan kuat ke arah bawah

Guncang polibag pada waktu pengisian untuk

mendapatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengherut/terlipat

• Polibag diisi tanah sampai ketinggian 2,5 cm dari bibir

(118)

Penempatan Polibag

Dari 100% bibit:

95% akan digunakan dalam penanaman serempak

(pada main nursery jarak tanamnya 90 cm x 90 cm x 90 cm)

5% akan digunakan dalam penyisipan (jarak tanamnya

150 cm x 150 cm x 150 cm)

Penempatan polibag dilakukan dengan rapi:

Terlebih dahulu dilakukan pemancangan di dua sisi

petak memakai alat meteran dan kawat licin atau tali rami, dengan menggunakan bahan cat dan anak

pancang

Pada saat menyusun polibag di main nursery, kedua

(119)

Pemindahan ke Main-Nursery

Tata caranya:

Untuk tempat pemindahan bibit polibag kecil dibuat

beberapa kotak kayu, dan dibutuhkan pisau silet/cutter untuk menyayat polibag kecil

Dibutuhkan juga kereta sorong atau trailer mini tractor

untuk memindahkan kotak berisi bibit kecil dari pre-nursery

Pastikan polibag besar sudah tersusun benar dengan

posisi tegak dan telah diisi tanah

Satu hari sebelum transplanting, siram tanah di polibag

besar sampai jenuh air, guna memudahan pembuatan lubang tanam pada keesokan harinya

• Buat lubang tanam di tengak polibag dengan

(120)

Lanjutan ….

Kedalaman lubang tanam 20 cm atau disesuaikan dengan

tinggi tanah di polibag kecil

Siram bibit di pre-nursery sebelum dipindahkan

Angkat bibit pre-nursery secara hati-hati dan disusun ke

atas masing-masing kotak kayu sebagai tempat

pengangkutannya dan diangkut ke lokasi polibag besar

Turunkan bibit dilokasi polibag besar dan letakkan dengan

hati-hati satu demi satu di samping masing-masing polibag besar

Sayat polibag kecil secara vertikal disepanjang sisi polibag,

keluarkan bibit lengkap dengan tanahnya dari polibag kecil, masukkan ke dalam lubang tanam di polibag besar

Tekan sedikit untuk memadatkan tanah dan lakukan

penambahan tanah sehingga permukaan tanah dari polibag kecil sama dengan permukaan tanah polibag besar atau 5 cm di bawah bibir polibag besar

(121)

Peyiraman

Setiap polibag memerlukan air sebanyak 2

l/hari atau setara dengan penyiraman

(122)

Penambahan Tanah

Penambahan tanah di dalam polibag

dilakukan seperlunya untuk

mempertahankan permukaan tanah sekitar 5 cm di bawah bibir polibag

Pemberian Mulsa

Mulsa diberikan secara merata di atas

permukaan tanah dalam polibag segera setelah penanaman

• Mulsa yang dianjurkan adalah cangkang,

(123)

Seleksi Bibit di MN

Dilakukan 4 kali yaitu:

• Pada umur 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan pada

saat persiapan pengiriman bibit ke lapangan Tata cara seleksi bibit:

• Berikan tanda dengan cat warna putih di polibag

setiap bibit afkir/abnormal

• Catat semua bibit yang diafkir

• Bibit afkir dikeluarkan dari blok bibitan dan

dimusnahkan

(124)

Ciri Bibit Afkir di MN

Kerdil: bibit yang pertumbuhan vegetatifnya jauh lebih kecil

dibandingkan dengan bibit sehat seumurnya

Bibit erect: akibat faktor genetik, daun tumbuh dengan sudut

sangat sempit/tajam terhadap sumbu vertikal sehingga terlihat tumbuh tegak

Bibit yang layu dan lemah: pelepah dan helai daun terlihat

lemah/layu, penampilan bibit secara keseluruhan pucat dan pertumbuhan daun muda cenderung lebih pendek dari yang seharusnya

Bibit flat top: daun yang baru tumbuh memiliki ukuran yang

makin pendek dibandingkan daun yang lebih tua sehingga tajuk bibit terlihat rata

Short internode: jarak antar anak daun pada pelepah terlihat

sangat dekat dan pelepahnya tampak pendek

Wide internode: jarak antar anak daun pada pelepah terlihat

(125)

Lanjutan

Anak daun sempit: bentuk helai anak daun tampak sempit dan

tergulung sepanjang alur utamanya sehingga berbentuk seperti jarum, anak daun tumbuh membentuk sudut yang tajam

dengan pelepah daun

Anak daun tidak pecah: helai anak daun tetap bersatu

seluruhnya atau tidak pecah setelah pelepahnya dewasa

Daun berkerut:bentuk daun memperlihatkan berbagai tingkatan

kerutan dan pada tingkat yang lebih berat akan terlihat kerutan tersebut pecah menyilang

Chimaera: sebagian atau seluruh daun secara seragam

berubah menjadi pucat atau bergaris kuning terang yang

sangat kontras dengan warna hijau gelap dari jaringan yang normal

Bibit terserang crown disease: pelepah membengkok, melintir,

mudah patah

Blast: bibit biasanya berubah secara progresif ke arah coklat

dan mati perlahan-lahan dimulai dari daun yang lebih tua dan bergerak ke atas ke daun yang lebih muda

(126)

Persiapan Pemindahan bibit Ke Lapangan

Pemutaran Bibit (rotating):

Bibit diputar pada tempatnya dua minggu sebelum

dikirim ke lapangan

Setelah diputar, bibit disiram air dengan cukup setiap

hari sampai waktu pengiriman ke lapangan Perlakuan untuk persiapan pengangkutan:

Bibit diangkut dengan menempatkan satu tangan di

dasar polibag dan satunya lagi menggenggam pangkal batang

Tidak boleh mengangkat bibit dengan cara menarik

daunnya

Bibit tidak boleh dilemparkan atau dibanting, polibag bisa

pecah

Bibit disusun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum

(127)

Cover Crop

(128)

Tanaman Penutup Tanah

Legume (LCC=legume cover crop)

• Syarat : mudah diperbanyak (biji, stek),

perakaran dangkal, pertumbuhan cepat daun banyak, tahan : pangkas, kering, naungan, OPT,mudah diatur-tidak

(129)

Macam Penutup Tanah

Menjalar : diantara barisan tanaman,

pelindung tebing, bersifat permanen

Pelindung perdu : di antara barisan TBM,

(130)

Jenis LCC Tipe Menjalar pada Perkebunan Kelapa Sawit

Centrosema pubescensPueraria javanica

Calopoginium mucunoidesPsopocarphus polustris

(131)
(132)
(133)
(134)

Jenis LCC Tipe Pelindung Perdu pada Perkebunan Kelapa Sawit

Flemingia congesta

Crotalaria anagyroidesTephrosia vogelii

(135)
(136)
(137)
(138)
(139)

Penanaman LCC secara campuran dari berbagai

jenis lebih menguntungkan dari pada hanya menggunakan 1 jenis LCC

Seleksi LCC: perlu dilakukan sebelum dilakukan

penanaman, seleksi dilakukan melalui pengujian daya kecambah

Tujuan seleksi LCC: mengetahui kemurnian dan

persentase pertumbuhan dari LCC sehingga akan didapatkan pertumbuhan di lahan yang baik

Tingkat pertumbuhan minimum beberapa jenis

kacangan: Calopoginium mucunoides (40%),

Calopogonium caeruleum (30%), Pueraria javanica (60%), Mucuna conchinchinensis (75%)

Apabila persentase pertumbuhan di bawah standar,

(140)

Contoh Kebutuhan Benih LCC

Pada penanaman LCC secara campuran

kebutuhan benihnya sebagai berikut:

Calopoginium mucunoides (6 kg/ha), Pueraria javanica (3 kg/ha), Mucuna conchinchinensis (2 kg/ha), dan Calopogonium caeruleum (0,5

(141)

Kegunaan LCC

Menahan pukulan hujanMenahan laju air limpasanMenambah N

Menambah BO (memperbaiki sifat fisik, kimia,

biologi tanah)

Melindungi permukaan tanah dari erosiMengurangi pencucian unsur hara

Mempercepat pelapukan barang sisa

LC/replanting

(142)

Dampak Negatif LCC

Persaingan dengan tanaman pokok • Mengganggu tanaman pokok

• Sebagai tempat bersarang tikus

Kadang menjadi inang dari bakteri, virus,

(143)

Beberapa Perlakuan Sebelum Penanaman Benih LCC

Perendaman benih dalam air hangat: dilakukan

selama 2 jam pada suhu 750C

Direndam dalam larutan glycerin: selama 2 jam

pada suhu 600C

Direndam dalam larutan asam (asam sulfat):

selama 8-15 menit

Penipisan kulit benih (skarifikasi)

Supaya pertumbuhan dan perkembangan LCC

berlangsung dengan baik, sebelum benih di tanam perlu diinokulasi menggunakan

(144)

Pohon Pelindung

• Ada beberapa jenis tanaman perkebunan yang

habitat aslinya di dalam hutan untuk memberikan hasil yang tinggi perlu naungan sebagian, dengan pohon pelindung

• Pohon pelindung : dalam barisan, melindungi

tanaman pokok atau tebing, pematah angin, bersifat tetap, Albizzia falcata (sengon laut),

Leucaena glauca, L. leucocephala

• Pohon pelindung mengurangi intensitas cahaya

(145)

Kriteria tanaman yang akan digunakan sebagai pohon pelindung

1. Morfologi daun, tipe percabangan, ketahanan hama penyakit

2. Tumbuh cepat & mampu tumbuh pada tanah kurang subur

3. Tidak mengalami gugur daun pada musim tertentu

4. Tidak bersaing dalam kebutuhan air dan hara dengan tanaman pokok

5. Tidak menjadi inang penyakit, tahan akan angin dan mudah dimusnahkan

(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)

Penanaman

Penanaman : tidak teratur atau teratur • Penanaman teratur menggunakan jarak

tanam

Jarak tanam ditentukan berdasarkan

ukuran tanaman terutama diameter tajuk, tanaman dapat menengkap cahaya

matahari optimal perlu juga

mempertimbangkan diameter perakaran

Kelapa sawit ditanam dengan jarak tanam

(152)

lanjutan

• Jarak tanam ideal berbentuk segitiga

samasisi, penangkapan cahaya maksimal, populasi lebih tinggi (jumlah tanaman 15% lebih banyak), kelemahannya: sulit untuk penerapan mekanisasi dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan, maupun

pemanenan

• Tidak selalu operasional yang terbaik, bisa

bujur sangkar,untuk memudahkan

(153)
(154)

Segi empat Segi tiga

(155)

Tabel . Hubungan jarak tanam, bentuk jarak tanam, dan populasi tanaman

(156)

---Lubang Tanam

Ukuran lubang tergantung ukuran tanaman

terutama daerah perakaran

Pada kelapa sawit ukurannya adalah: 60 cm x

60 cm x 40 cm

Lubang dapat dibuat beberapa bulan sebelum

penanaman agar tanah dalam lubang

mengalami perbaikan. Untuk daerah dengan curah hujan tinggi sering tidak dapat karena tergenang

Beberapa minggu sebelum penanaman lubang

diisi campuran tanah atas dan pupuk organik

Saat penanaman tanah digali seukuran

(157)

Lubang Tanam

Lapisan Lapisan tanah atas tanah bawah

(158)

Kegiatan Setelah Penanaman

Umpan tikus

• Pemberian mulsa dengan janjangan

kosong

(159)

Umpan tikus

Sebagai tindakan pencegahan terhadap

serangan tikus

Per pokok bibit diberi 2 butir umpan tikus,

1 butir diletakkan disebelah kiri pokok dan 1 butir lagi diletakkan di sebelah kanan

pokok

Pemberian umpan tikus selanjutnya

(160)

Pemberian mulsa dengan janjangan kosong

Semua bibit yang baru ditanam di lahan

harus diberikan janjangan kosong (dosis 25 ton/ha)

• Janjangan kosong diletakkan disekitar

piringan bibit, dalam bentuk lingkaran

• Janjangan kosong yang digunakan

haruslah yang masih segar, yang

(161)

Penyisipan

• Penyisipan dilakukan secepat mungkin,

tidak boleh lebih dari 2 tahun setelah tanam

• Menggunakan bibit advaced planting

material

Konsolidasi

Pemeriksaan rutin terhadap tanaman

Gambar

Tabel . Hubungan jarak tanam, bentuk jarak

Referensi

Dokumen terkait