• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASKEB NIFAS (PROSESS LAKTASI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ASKEB NIFAS (PROSESS LAKTASI)"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS INDIVIDU

PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI

(ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS)

OLEH :

SADARIAH

PO713211151038

TINGKAT II A

JURUSAN KEBIDANAN

(2)

PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI

Laktasia atau Menyusui merupakan suatu proses produksi, sekresi , dan pengeluaran ASI, yang membutuhkan calon ibu yang siap secara psikologis dan fisik,kemudian bayi yang telah cukup sehat untuk menyusu, serta produksi ASI yang telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi, dimana volume ASI 500-800N ml/hari.Adapun hormon-hormon yang mempengaruhi laktasi proses laktasi adalah sebagai berikut : mulai dari bulan ketiga kehamilan, tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara.

1. Progeteron

Mempengaruhi pertumbunhan dan ukuran alveoli.Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan.Hal ini menstimulasi produksi secara besar-bearan.

2.Estrogen

Menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar.Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui.

3. Prolaktin

Berperan dalam membesarnya alveoli dalam masa kehamilan.Prolatin hormon yang diproduksi oleh glandula pituitaria.Hormon ini penting untuk memproduksi ASI, dan meningkat selama kehamilan.

4. Oksitosin

Mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya sehingga merangsang kontraksi rahim.Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down / milk ejection refleks.

(3)

Memasuki usia kehamilan dua bulan ,plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara,putting dan areola sebelum melahirkan..Bulam kelia dan enam,payudara siap memproduksi ASI,namun ASI juga bisa diproduksi tampa kehamilan (induced lactation).

Adapun siklus laktogenesisi atau stadium laktogenensis dibedakan menjadi tiga stadium yaitu

1) Laktogenesisi l : pada fase terakhir kehamilan ,payudara wanita memasuki fase laktogenesis l.Saat itu payudara memproduksi kolostrum.

2) Laktogenesisi ll: Saat melahirkan, keluarnya plasenta menyebabkan turunnya tingkat hormon progesteron, estrogen, dan HPL secara tiba-tiba, namun hormon prolaktin tetap tinggi.

3) Laktogenesisi lll: Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selam kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan.

a. Produksi ASI

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh dua refleks yaitu :

(4)

Refleks neurohormonal mengatur peoduksi ASI dengan stimulasi dengan rangsangan mekanik (isapa) pada puting susu melalui nervus vagus ke hipofise anterior sehingga prolaktin disekresi keperedaran darah ke alveoli mammae untuk merangsang pembentukan ASI.

2. Let-down Reflex (Pengeluaran ASI oleh Oksitosin)

Merupakan refleks psikomotorik,dimana komponen fisik sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi ibu .Isapan bayi pada puting susu ibu diteruskan oleh nervus vagus menuju hipofise posterior sehingga oksitosin disekresi dan menyebabkan sel-sel miopitel mammae berkontraksi sehigga ASI mengalir ke ampulla mammae dan selanjutnya mengalir keluar pada papilla mammae oleh tekanan lidah bayi dari bawah dan platum durum dari atas akan mengurut ampulla mammae.

b. Refleks yang penting dalam mekanisme hisapan bayi

(5)

Timbul saat bayi baru lahir tersentuh pipinya,dan bayi akan menoleh keaarah sentuhan. Bibir bayi dirangsang dengan papilla mammae,maka bayi akan membuka mulut dan berusaha menangkap puting susu.

2). Refleks mengisap (Sucking Refleks)\

Refleks ini timbul apabila langit-langit mulut bayi tersentuh oleh puting. Agar puting mencapai palatum , maka sebagian besar areola masuk kedalam mulut bayi. Dengan demikian sinus laktiferus yang berada di bawah areola, tertekan antara gusi, lidah dan palatum sehingga ASI keluar.

3). Refleks Menelan ( Swallowing Refleks)

Refleks ini timbul apabila mulut bayi terisi oleh ASI,maka ia akan miopitel di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong ASI masuk dalam pembuluh ampula. Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang terletak pada duktus. Bila duktus melebar, maka secara reflektoris oksitosin dikeluarkan oleh hipofisis

c. Komposisi ASI

1. Kolostrum

(6)

dan sangat kaya dengan antobody terutama lg A yang melindungi bayi dari infeksi.

2. ASI Transisi / Peralihan

Produksi ASI peralihan dari kolostrum menjadi ASI matur.Diproduksi pada hari 4-10 atau masa laktasi (atau sampai pada minggu 3-5) .Mengandung KH dan lemak tinggi, sedangkan protein kurang. Volume lebih meningkat dibanding kolostrum.

3. ASI Matur

Merupakan makanan bersih walaupun tidak steril, dianggap aman bagi bayi dan merupakan makanan satu-satunya bayi sampai dengn empat bulan pertama (ASI Eksklusif).

d. Hambatan Produksi ASI

Produksi dan sekresi ASI dapat dipengaruhi oleh kondidi buah dada,hipofisis atau hipotalamus.,faktor yang memengaruhi produksi ASI:

1. Kutang (BH) yang ketat

2. Kurangnya stimulus pada payudara dan puting susu

3. Penggunaan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen

4. Let-down refleks yang tidak baik oleh karena ibu mengalami depresi, kecemasan dan rasa tidak aman dan nyaman.

(7)

Payudara adalah Organ tubuh yang terletak bagian bawah kulit dan di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Dengan kata lain, payudara terletak di dinding depan fasia superfisialis antara tulang dada sampai tulang iga ke enam, bentuknya cembung ke depan bervariasi dan di tengahnya terdapat putting susu yang terdiri dari kulit dan jaringan erektil (Maryunani, 2010). Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.

a. Anatomi Payudara

Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :

1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.

(8)

2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah.

Letaknya mengelilingi putting susu dan berwarna kegelapan yang disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya. Perubahan warna ini tergantung dari corak kulit dan adanya kehamilan. Pada wanita yang corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan, bila kulitnya kehitaman maka warnanya lebih gelap. Selama kehamilan warna akan menjadi lebih gelap dan wama ini akan menetap untuk selanjutnya, jadi tidak kembali lagi seperti warna asli semula.Pada daerah ini akan didapatkan kelenjar keringat, kelenjar lemak dari montgomery yang membentuk tuberkel dan akan membesar selama kehamilan.

3. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.

Terletak setinggi interkosta IV, tetapi berhubung adanya variasi bentuk dan ukuran payudara maka letaknya akan bervariasi. Pada tempat ini terdapat lubang – lubang kecil yang merupakan muara dari duktus laktiferus, ujung – ujung serat saraf, pembuluh darah, pembuluh getah bening, serat – serat otot polos yang tersusun secara sirkuler sehingga bila ada kontraksi maka duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan putting susu ereksi, sedangkan serat – serat otot yang longitudinal akan menarik kembali putting susu tersebut. Payudara terdiri dari 15 – 25 lobus. Masing – masing lobulus terdiri dari 20 – 40 lobulus. Selanjutnya masing – masing lobulus terdiri dari 10 – 100 alveoli dan masing – masing dihubungkan dengan saluran air susu ( sistem duktus ) sehingga merupakan suatu pohon. Puting susu dapat pula menjadi tegak bukan sebagai hasil dari beberapa bentuk perangsangan seksual yang alami dan puting susu seorang wanita mungkin tidak menjadi tegak ketika ia terangsang secara seksual. Pada daerah areola terdapat beberapa minyak yang dihasilkan oleh kelenjar Montgomery. Kelenjar ini dapat berbentuk gelombang-gelombang naik dan sensitif terhadap siklus menstruasi seorang wanita. Kelenjar ini bekerja untuk melindungi dan meminyaki puting susu selama menyusui. Beberapa puting susu menonjol ke dalam atau rata dengan permukaan payudara.

(9)

Payudara mengalami tiga perubahan yang dipengaruhi hormon. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa fertilitas, sampai ke klimakterium dan menopause. Sejak pubertas pengaruh ekstrogen dan progesteron yang diproduksi ovarium dan juga hormon hipofise,telah menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus. Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur menstruasi. Sekitar hari kedelapan menstruasi payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi pembesaran maksimal. Kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata. Selama beberapa hari menjelang menstruasi payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan. Pada waktu itu pemeriksaan foto mammogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. Begitu menstruasi mulai, semuanya berkurang.Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui. Pada kehamilan payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berproliferasi, dan tumbuh duktus baru. Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu. (Samsuhidajat, 1997)

(10)

Seperti petunjuka pada buku kebidanan Postpartum yang diterbitkan oleh pusdisnakes bekerja sama dengan WHO dan JHPIEGO, maka peranan awal bidan dalam memberikan ASI adalah :

1.

Yakinkan bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibunya.

2.

Bantulah ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri.

Cara bidan memberikan memberikan dukungan bagi pemberian ASI :

Biarkan ibu bersama bayinya setelah dilahirkan beberapa jam pertama.

Penting sekali membina hubungan atau ikatan disamping pemberian ASI.Bayi yang normal berada dalam keadaan bangun dan sadar selama beberapa jam pertama sesudah lahir.Kemudian mereka akan memasuki masa tidur pulas.Penting untuk memberikan ASI pada waktu masih terbangun.Buatlah bayi merasa hangat dengan membaringkan dan menempel pada kulit ibunya dan menyelimuti mereka.Ini dilakukan kurang lebih 30 menit,karena saat itulah kebanyakan bayi siapa menyusu.

Ajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah yang timbul.

Perawatan yangt dimaksud adalah perawatan ibu tetap menjaga agar tangan dan puting susu tetap bersih untuk mencegah kotoran dan kuman masuk ke dalam mulut bayi.Seorang ibu harus mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh puting susu dan sebelum menyusui.

Bantulah ibu pada waktu pertama kali memberi ASI. Posisi menyusui yang benar disini adalah penting: 1. Berbaring miring

2. Duduk

3. Berbaring miring maupun duduk

4. Badan bayi harus dihadapkan kearah badan ibu dan mulutnya berada di hadapan puting susu ibunya.

5. Bayi sebaiknya ditopang pada bahunya sehingga posisi kepala yang agak tengadah dapat dipertahankan.

(11)

Informasi yang perlu diketahui dalam hal ini adalah tanda-tanda bahwa bayi telah berada pada posisi yang baik pada payudara sebagai berikut :

a) Seluruh tubuhnya berdekatan dan terarah pada ibunya b) Mulut dan dagunya berdekatan dengan payudara. c) Areola tidak akan bisa terlihat dengan jelas

d) Anda dapat melihat bayi melakukan hisapan yang lamban dan dalam , dan menelan ASI nya

 Bayi harus ditempatkan dekat ibunya di kamar yang sama ( rawat gabung / rooming –in)

Cara memudahkan ibu untuk menyusui bayinya bila lapar,disini ibu harus memahami 5anda-tanda yang menunjukan bahwa bayinya lapar.

 Memberi ASI pada bayi sesering mungkin

Biasanya bayi baru lahir ingin minum ASI setiap 2-3 jam atau 10-12 kali dalam 24 jam.Bila bayi tidak meminta ASI katakan pada ibu untuk memberikan ASI setiap 4 jam.Namun, selama dua hari pertama sesudah lahir,beberapa bayi tidur panjang selama 6-8 jam.Untuk memberiakan ASI pada bayi setiap 4 jam, yang paling baik adalah membangunkannya selama siklus tidurnya .Pada hari ketiga setelah lahir ,sebagian besar bayi menyusu setiap 2-3 jam.

 Jangan memberikan minuman lainnya yang harus diberikan adalah kolostrum dan ASI.

Makanan lain seperti air bisa membuat bayi sakit dan menurunkan persediaan ASI ibunya,karena ibu memproduksi ASI itu tergangtung pada seberapa banyak ASI-nya dihisap oleh bayi.Bila minuman lain atau air diberikan,bayi tidak akan merasa lapar,sehingga ia tidak akan menghisap  Hindari susu botol dan “dot empeng”

Susu botol dan kempengan membuat bayi bingung dan dapat membuatnya menolak pentil ibunya atau tidak menghisap dengan baik (Pusdiknakes bekerjasam dengan WHO dan JHPIEGO 2001

C. MANFAAT PEMBERIAN ASI

(12)

1. Dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik

Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas. Ibu – ibu yang diberi penyuluhan tentang ASI dan laktasi, umumnya berat badan bayi (pada minggu pertama kelahiran) tidak sebanyak ibu-ibu yang tidak diberi penyuluhan. Alasannya ialah bahwa kelompok ibu-ibu yang tersebut segera menghentikan ASInya setelah melahirkan. Frekuensi menyusui yang paling sering (tidak dibatasi) juga dibuktikan bermanfaat karena volume ASI yang dihasilkan lebih banyak sehingga penurunan berat badan bayi hanya sedikit.

2. Mengandung antibodi

Mekanisme pembentukan antibodi pada bayi adalah sebagai berikut : apabila ibu mendapat infeksi maka tubuh ibu akan membentuk antibodi dan akan disalurkan dengan bantuan jaringan limposit. Antibodi di payudara disebut Mammae Associated Immunompetent Lymphoid Tissue (MALT). Kekebalan terhadap penyakit saluran pernafasan yang di transfer disebut Bronchus Associated Immunocompetent Lymphoid Tissue (BALT) dan untuk penyakit Saluran pencernaan ditransfer melalui

Gut Associated Immunocompetent Lymphoid Tissue (GALT).

3. ASI mengandung komposisi yang tepat

Yaitu dari berbagai bahan makanan yang baik untuk bayi yaitu terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk 6 bulan pertama.

4. Mengurangi kejadian karies dentis

Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena kebiasaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.

(13)

Hubungan fisik ibu dan bayi baik untuk perkembangan bayi, kontak kulit bayi yang mengakibatkan perkembangan psikomotor maupun social yang lebih baik.

6. Terhindar dari alergi

Pada bayi baru lahir sistem IgE belum sempurna. Pemberian susu formula akan merangsang aktivitas sistem ini dan dapat menimbulkan alergi. ASI tidak menimbulkan efek ini. Pemberian protein asing yang ditunda sampai umur 6 bulan akan mengurangi kemungkinanan alergi.

7. ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi

Lemak pada ASI adalah lemak tak jenuh yang mengandung omega 3 untuk pematangan sel-sel otak sehingga jaringan otak bayi yang mendapat ASI eksklusif akan tumbuh optimal dan terbebas dari rangsangan kejang sehingga menjadikan anak lebih cerdas dan terhindar dari kerusakan sel-sel saraf otak.

8. Membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan menghisap mulut bayi pada payudara. Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusui dengan botol dan dot.

b). Bagi ibu

1. Aspek kontrasepsi.

Hubungan mulut bayi pada puting susu merangsang ujung syaraf sensorik sehingga post anterior hipofise mengeluarkan prolaktin. Prolaktin

masuk ke indung telur, menekan produksi estrogen akibatnya tidak ada ovulasi. Menjarangkan kehamilan, pemberian ASI memberikan 98% metode kontrasepsi yang efesien selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran bila diberikan hanya ASI saja (eksklusif) dan belum terjadi menstruasi kembali.

2. Aspek kesehatan ibu

(14)

3. Aspek penurunan berat badan

Ibu yang menyusui eksklusif ternyata lebih mudah dan lebih cepatkembali ke berat badan semula seperti sebelum hamil. Pada saat hamil, badan bertambah berat, selain karena ada janin, juga karena penimbunan lemak pada tubuh. Cadangan lemak ini sebutulnya memang disiapkan sebagai sumber tenaga dalam proses produksi ASI. Dengan menyusui, tubuh akan menghasilkan ASI lebih banyak lagi sehingga timbunan lemak yang berfungsi sebagai cadangan tenaga akan terpakai.

4. Aspek psikologis

Keuntungan menyusui bukan hanya bermanfaat untuk bayi, tetapi juga untuk ibu. Ibu akan merasa bangga dan diperlukan, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.

c). Bagi keluarga a) Aspek ekonomi

ASI tidak perlu dibeli, sehingga dana yang seharusnya digunakan membeli susu formula dapat digunakan untuk keperluan lain. Kecuali itu, penghematan juga disebabkan karena bayi yang mendapat ASI lebih jarang sakit sehingga mengurangi biaya berobat.

b) Aspek psikologi

Kebahagian keluarga bertambah, karena kelahiran lebih jarang sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga.

Menurut Utami (2005) menyimpulkan bahwa pemberian ASI sangat bermanfaat untuk:

1. ASI sebagai nutrisi

2. ASI sebagai bahan makanan yang berkasiat meningkatkan daya tahan tubuh 3. ASI meningkatkan kecerdasan

4. Menyusui meningkatkan jalinan kassih sayang

(15)

ASI adalah suatu emusi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu hal ini berdasarkan stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi 3 macam:

1. Kolostrum

ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi lahir. Kolostrum merupakan cairan yang agak kental yang berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibanding dengan ASI mature, bentuknya agak kasar karena mengandung butiran lemak dan sel – sel epitel, dengan khasiat kolostrum sebagai berikut:

a) Sebagai pembersih selaput usus BBL sehingga saluran pencernaan siap untuk menerima makanan.

b) Mengandung kadar protein yang tinggi terutama gama globulin sehingga dapat memberikan perlindungan tubuh terhadap infeksi.

c) Mengandung zat antibodi sehingga mampu melindungi tubuh bayi dari berbagai penyakit infeksi untuk jangka waktu sampai dengan 6 bulan.

2. ASI masa transisi

ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari kesepuluh

3. ASI mature

ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai seterusnya (Ambarwati, RE, 2009, hal. 24-25)

Komposisi Zat Gizi dalam ASI, antara lain :

1. Protein

a) ASI mengandung alfa-laktalbmin baik untuk pencernaaan bayi

b) ASI mengandung asam amino esensial taurin yang tinggi yang penting untuk pertumbuhan retina dan bilirubin

c) Asam amino sistin penting untuk pertumbuhan otak d) Tirosin da Fenilanin rendah baik untuk bayi prematur e) Laktoferin berfungsi untuk mengangkut zat besi f) Lisozin merupakan antibody alami.

(16)

Kadar lemak dalam ASI pada mulanya rendah kemudian meningkat jumlahnya. Lemak ASI berubah kadarnya setiap kali diisap oleh bayi yang terjadi secara otomatis. Komposisi lemak pada lima menit pertama isapan akan berbeda pada 10 menit kemudian. Kadar lemak pada hari pertama berbeda dengan hari kedua dan akan berubah menurut perkembangan bayi dan kebutuhan energi yang dibutuhkan bayi. Selain jumlahnya yang mencukupi, jenis lemak yang dalam ASI mengandung lemak rantai panjang yang merupakan lemak kebutuhan sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna serta mempunyai jumlah yang cukup tinggi. Dalam bentuk Omega 3, Omega 6, DHA dan Acachidonid acid merupakan komponen penting untuk mielinasi. Lemak selain diperlukan dalam jumlah sedikit sebagai energi, juga digunakan oleh otak untuk membuat mielin, sedangkan myelin merupakan zat yang mengelilingi sel saraf otak dan akson agar tidak mudah rusak bila terkena rangsangan .

3. Mineral

ASI mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Zat besi dan kalsium di dalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Walaupun jumlah kecil tetapi dapat diserap secara keseluruhan dalam usus bayi. Berbeda dengan Air Susu Sapi yang jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar harus dibuang melalui sistem urinaria maupun pencernaan karena tidak dapat dicerna. Hal ini sangat membebankan ginjal bayi. Kadar mineral yang tidak diserap akan memperberat kerja usus bayi untuk mengeluarkan, mengganggu keseimbangan (ekologi) dalam usus bayi, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri merugikan yang akan mengakibatkan kontraksi usus bayi tidak normal sehingga bayi kembung, gelisah karena obstipasi atau gangguan metabolisme.

4. Vitamin

ASI mengandung vitamin yang lengkap. Vitamin cukup untuk 6 bulan sehingga tidak perlu ditambah kecuali vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K. Oleh karena itu, perlu tambahan vitamin K pada hari pertama, ketiga dan ketujuh. Vitamin K1 dapat diberikan oral.

(17)

Kira-kira 88 persen terdiri dari air. Air ini berguna untuk melarutkan zat-zat yang terdapat di dalamnya .ASI merupakan sumber air yang secara metabolik adalah aman dai air ini dapat meredakan rangsangan haus pada bayi.

6. Turin,DHA dan AA pada ASI

a) Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

b) Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak.

(18)

a. Upaya memperbanyak dan memperlancar ASI

Cara yang baik untuk menjamin pengeluaran ASI ialah dengan mengusahakan agar setiap kali menyusui buah dada betul-betul menjadi kosong, karena pengosongan buah dada dalm waktu tertentu merangsang kelenjar buah dada membuata susu lebih banyak.Sebab-sebab buah dada akan terhisap habis anatara lain disebabkan bayi lemah, putting susu lecet, dan produksi susu berlebihan.Dalam hal ini buah dada belum sepenuhnya kosong dengan jalan memompa dan mengurut. Susu yang diperas itu boleh diberikan pada bayi (Indriati 2007).

Adapun menurut Sudaryati dkk (20015) menulis mengenai upaya memperbanyak ASI ini sebagai berikut :

1. Pada minggu-minggu pertama harus lebih sering menyusui untuk merangsang produksinya

2. Berikan bayi keduah buah dada ibu tiap kali menyusui, juga untuk merangsang produksinya

3. Biarkan bayi mengisap lama pada tiap buah dada, makin lama dihisap makin banyak rangsangannya

4. Jangan terburu-buru memberi formula pada bayi sebgai tambahan

(19)

6. Makanan ibu sehari-hari harus cukup dan berkualitas makanan yang mengandung protein, maupun vitamin dan mineral, baik untuk menunjang pertumuhan dan kesehatan bayinya

7. Ibu harus banyak istirahat dan tidur

8. Bilamana produksi ASI tidak cukup, maka dapat dicoba dengan pemberian obat pada ibu, seperti tablet Moloco B12 untuk menambah produksi ASI-nya.

b. Cara meningkatkan kualitas ASI

Agar produksi ASI meningkat perlu diperhatikan hal-hal berikut (Indriati,2007) :

1. Minumlah susu setiapa hari

2. Daun pucuk katuk dan sayur asin membuat air susu lebih banyak keluar

3. Faktor jiwapun penting, ibu yang hidup tenang lebih banyak mengeluarkan susu daripada ibu yang sedang dalam kesedihan 4. Melakukan perawatan payudara

5. Dengan obat-obatan, sesuai petunjuk dari dokter

F. TANDA BAYI CUKUP ASI

(20)

1. Sesudah menyusui atau minum bayi tampak,puas tidak menangis dan dapat tidur nyenyak.

2. ASI yang diberikan tidak tersisa.

3. Selambat-lambatnya sesudah 2 minggu lahir, berat badan waktu lahir tercapai kembali.Penurunan berat badan faali selama dua minggu sesudah lahir tidak melebihi 10o/

o berat badan waktu lahir.

4. Bayi tumbuh dengan baik,dapat dilihat pada daftar dari daftar baku berat badan berdasarkan umur di bawah. Pada umur 5-6 berat badan mencapai dua kali berat badan waktu lahir. Pada umur 1 tahun berat badan mencapai tinggi tiga kali berat badan waktu lahir.

Adapun kriteria tanda bayi cukup ASI,antara lain :

a) Bayi kencing setidaknya 6 kali dalam 24 jam dan warmanya jernih sampai kuning muda.

b) Bayi menyusui seringt,tiap 2-3 jam atau 8-12 kali dalam sehari

c) Bayi tampak puas ,sewaktu-waktu merasa lapar bangun dan tidur cukup. d) Bayi tampak sehat,warna kulit dan turgor baik, anak cukup aktif.

e) Bayi bertambah berat badannya rata-rata 500 gram.

G. ASI EKSKLUSIF

(21)

ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat, seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim, kecuali vitamin dan mineral dan obat (Roesli, 2000). Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga berhubungan dengan tindakan memberikan ASI kepada bayi hingga berusia 6 bulan tanpa makanan dan minuman lain, kecuali sirup obat. Setelah usia bayi 6 bulan, barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI dapat diberikan sampai 2 tahun atau lebih (Prasetyono, 2005).

2. Manfaat ASI Eksklusif

a) ASI dapat menjalin kasih sayang

b) Bagi ibu, manfaat menyusui itu dapat mengurangi perdarahan setelah melahirka

c) manfaat ASI bagi ibu dapat mengurangi terjadinya kanker d) mengembangkan kecerdasan bay

e) ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi f) Manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai nutris

H. Masalah dalam Perberian ASI

(22)

Penyebabnya,anataralain :

a) Kesalah dalam teknik menyusui.

b) Akibat dari pemakaian sabun, alkohol, krim ,dll untuk mencuci putting susu c) Bayi yang frenulum lingue (tali lidah yang pendek), sehingga bayinya sulit

menghisap

d) Rasa nyeri dapat timbul jika ibu menghentikan menyusui kurang hati-hati

2. Payudara Bengkak

Penyebabnya adalah ASI tidak disusui secara adekuat, sehingga ASI terkumpul pada systim duktus yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan.Pembengkakan terjadi pada hari ketiga dan keempat sesudah melahirkan. Pembengkakan payudara dapat dicegah dengan :

a) Susukan bayi setelah lahir b) Susukan bayi tampa di jadwal

c) Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi ASI melebihi kebutuhan bayi

(23)

3. Saluran susu tersumbat (obstruvtive duct)

Suatu keadaa dimana terdapat sumbatan pada duktus laktiferus, dengan penyebabnya adalah :

a) Tekanan jari ibu pada waktu menyusui b) Pemakaian BH yang terlalu ketat

c) Komplikasi payudara bengkak, yaitu susu yang terkumpul tidak segera dikeluarkan sehingga menimbulkan sumbatan.

4. Mestitis

Hal ini merupakan radang pada payudara, yang disebabkan, oleh :

a) Payudara bengkak yang tidak disusu secara adekuat

b) Putting lecet yang memdahkan masuknya kuman dan terjadi payudara bengkak.

c) BH yang terlalu ketat

d) Ibu yang diet jelek,kurang istirahat, anemi akan mudah terinfeksi

(24)

Abses payudara merupakan kelanjutan dari mastitis, hal ini dikarenakan meluasnya peradangan payudara. Payudara tampak merah mengkilap dan terdapat nanah sehingga perlu insisi untuk mengeluarkannya.

6. Kelainan Anatomis pada putting susu (putting tenggelam/ datar )

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Jakin Nur, Asmawati Gasma, P Corry Sihotang. (2012).Biologi Dasar dan Biologi perkembangan Jilid 2.Makassar : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Widyasih Hesty, dkk. 2013. Perawatan M asa Nifas. Yogyakarta : Fitramaya.

Anggraini Yetti. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihana

Bahiyatun. 2009. Asuhan Kebinan Nifas Normal, Jakarta : Buku Kedokteran.: ECG

file:///C:/Users/k/Music/Asti%20Ramona%20Jingga%20%20MAKALAH

%20ANATOMI%20PAYUDARA%20DAN%20FISIOLOGI%2.0LAKTASI.htm.

Astri.Diekses pada tanggal 14 Sepetember 2016.Pukul 21.15 wita.

ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA

https://emilasaricika.wordpress.com/2014/06/23/anatomi-dan-fisiologi-payudara/. Diakses pada tanggal 19 September 2016.Pukul 10.45 WITA.

(26)
(27)

Referensi

Dokumen terkait