• Tidak ada hasil yang ditemukan

Degradasi Sumber Daya Air Dan Tanah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Degradasi Sumber Daya Air Dan Tanah"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS ILMIAH

“Degradasi Sumber Daya Air Dan Tanah”

Oleh :

HERMANSYAH TONGASA D1B1 12 055

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI JURUSAN AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HALU OLEO

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah konservasi tanah dan air yang berjudul degradasi sumber daya tanah dan air.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya konstruktif agar saya dapat memperbaiki makalah ini di lain waktu.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ini tentang “Degradasi Sumber Daya Air Dan Tanah” dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

kendari, Februari 2016

(3)

DAFTAR ISI

1.1 Apakah yang dimaksud dengan degradasi tanah dan air? 1.2 Bagaimanakah tipe-tipe degradasi tanah dan air?

1.3 Apakah yang mendasari Faktor-Faktor terjadinya Degradasi Tanah? 1.4 Seperti apa Karakteristik Tanah yang Terdegradasi!

1.5 Bagaimanakah Proses terjadinya Degradasi Tanah? 2.1 Bagaimana Klasifikasi Tanah yang Terdegradasi?

2.2 Adakah pengaruh Degradasi Tanah terhadap Produktivitas? 2.3 Permasalahan seperti apa yang timbul akibat degradasi?

2.4 Mengetahui peranan penting Rehabilitasi pada Degradasi Sifat Fisik, biologi dan kimia Tanah!

(4)

A. Latar belakang

Definisi degradasi agak bersifat subjective (Lamb, 1994), memiliki arti yang berbeda tergantung pada suatu kelompok masyarakat. Rimbawan memiliki persepsi yang bervariasi terhadap arti degradasi. Sebagian mengatakan bahwa hutan yang terdegradasi adalah hutan yang telah mengalami kerusakan sampai pada suatu

point/titik dimana penebangan kayu maupun nonkayu pada periode yang akan datang menjadi tertunda atau terhambat semuanya. Sedangkan sebagian lainnya

mendefinisikan hutan yang terdegradasi sebagai suatu keadaan dimana fungsi ekologis, ekonomis dan sosial hutan tidak terpenuhi. Sedangkan menurut Oldeman (1992)mengatakan bahwa degradasi adalah suatu proses dimana terjadi penurunan kapasitas baik saat ini maupun masa mendatang dalam memberikan hasil (product).

Tanah dan air merupakan dua sumber daya alam yang sangat penting sebagai penyokong kehidupan makhluk hidup di dunia terutama manusia. Kedua sumber alam tersebut sangat mudah mengalami kerusakan atau degradasi. Berbagai aktivitas manusia penyebab rusaknya sumber daya tersebut seperti aktivitas pertanian, rumah tangga, maupun industry berperan besar dalam penurunan kualitas serta fungsi tanah dan air. Apabila tanah dan air mengalami kerusakan maka penunjang kehidupan manusia pun akan mengalami penurunan dan tidak akan produktif jika digunakan. Oleh karena itu perlu upaya konservasi tanah dan air untuk menjaga kualitas tanah dan air sehingga mampu menyokong kehidupan makhluk hidup secara berkelanjutan.

Degradasi tanah menurut FAO (1977) adalah hasil satu atau lebih proses terjadinya penurunan kemampuan tanah secara aktual maupun potensial untuk memproduksi barang dan jasa. Degradasi terjadi ketika erosi lebih besar daripada deposisi, Degradsi meliputi erosi,pelapukan,dan mass wasting.

(5)

senyawa dari limbah industry atau limbah pertanian. Peristiwa ini disebut dengan polusi air. Masuk dan mengendapnya sedimen di dalam air secara berlebihan akan menyebabkan pedangkalan dan memungkinkan terjadinya banjir akibat berkurangnya daya tampung air. Sedangkan masuknya unsur hara ke badan air menyebabkan terjadinya eutrofikasi yang merupakan meningkatnya unsur hara dalam air sehingga mempercepat pertumbuhan tanaman air dan mikroba. Eutrofikasi menyebabkan menurunnya fungsi badan air seperti ikan, alur transportasi, dan sumber air untuk konsumsi dan irigasi.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka karya tulis ilmiah konservasi tanah dan air yang berjudul degradasi sumber daya tanah dan air maka Rumusan masalah tersebut dapat dijawab melalui pertanyaan pertanyaan sebagai berikut :

1.6 Apakah yang dimaksud dengan degradasi tanah dan air? 1.7 Bagaimanakah tipe-tipe degradasi tanah dan air?

1.8 Apakah yang mendasari Faktor-Faktor terjadinya Degradasi Tanah? 1.9 Seperti apa Karakteristik Tanah yang Terdegradasi!

1.10 Bagaimanakah Proses terjadinya Degradasi Tanah? 2.3 Bagaimana Klasifikasi Tanah yang Terdegradasi?

2.4 Adakah pengaruh Degradasi Tanah terhadap Produktivitas? 2.3 Permasalahan seperti apa yang timbul akibat degradasi?

2.4 Mengetahui peranan penting Rehabilitasi pada Degradasi Sifat Fisik, biologi dan kimia Tanah!

2.6 Upaya apa yang di lakuakn untuk mencegah atau mengurangi dampak erosi tanah?

C. Tujuan penulisan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan, tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

(6)

2. Memahami apa arti degradasi sumber daya tanah dan air dan cara penanggulanganya.

D. Manfaat Penulisa

Harapan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah bermanfaat, dan berguna sebagai :

1. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang degradasi sumber daya tanah dan air.

2. Hasil penyusunan karya tulis ilmiah ini sebagai bahan referensi alternative.

BAB II PEMBAHASAN

(7)

Tanah dan air merupakan dua sumber daya alam yang sangat penting sebagai penyokong kehidupan makhluk hidup di dunia terutama manusia. Kedua sumber alam tersebut sangat mudah mengalami kerusakan atau degradasi. Berbagai aktivitas manusia penyebab rusaknya sumber daya tersebut seperti aktivitas pertanian, rumah tangga, maupun industry berperan besar dalam penurunan kualitas serta fungsi tanah dan air. Apabila tanah dan air mengalami kerusakan maka penunjang kehidupan manusia pun akan mengalami penurunan dan tidak akan produktif jika digunakan. Oleh karena itu perlu upaya konservasi tanah dan air untuk menjaga kualitas tanah dan air sehingga mampu menyokong kehidupan makhluk hidup secara berkelanjutan. 1.2 Tipe-Tipe Degradasi Tanah Dan Air

Tipe degradasi tanah mengacu kepada kerusakan secara fisik, kimia dan biologi yang terjadi in-situ. Terdapat tipe degradasi tanah, yaitu:

- polusi

- erosi (pemindahan bahan tanah oleh air dan angin) - penurunan kesuburan dan kandungan bahan organik - salinisasi/alkalinisasi

- makin dalamnya permukaan air

- Semakin kecilnya debit air sungai dari tahun ke tahun. - Semakin tingginya pencemaran air sungai

1.3 Faktor-Faktor Terjadinya Degradasi Tanah

(8)

faktor alami penyebab degradasi tanah antara lain: areal berlereng curam, tanah yang muda rusak, curah hujan intensif, dan lain-lain. Faktor degradasi tanah akibat campur tangan manusia baik langsung maupun tidak langsung lebih

mendominasi dibandingkan faktor alami, antar lain: perubahan populasi, marjinalisasi penduduk, kemiskinan penduduk, masalah kepemilikan lahan, ketidakstabilan politik dan kesalahan pengelolaan, kondisi sosial dan ekonomi, masalah kesehatan, dan pengembangan pertanian yang tidak tepat.

Lima faktor penyebab degradasi tanah akibat campur tangan manusia secara langsung, yaitu : deforestasi, overgrazing, aktivitas pertanian, ekploitasi berlebihan, serta aktivitas industri dan bioindustri. Sedangkan faktor penyebab tanah terdegradasi dan rendahnya produktivitas, antara lain : deforestasi, mekanisme dalam usaha tani, kebakaran, penggunaan bahan kimia pertanian, dan penanaman secara monokultur. Faktor-faktor tersebut di Indonesia pada umumnya terjadi secara simultan, sebab deforestasi umumnya adalah langkah permulaan degradasi lahan, dan umumnya tergantung dari aktivitas berikutnya apakah ditolerenkan, digunakan ladang atau perkebunan maka akan terjadi pembakaran akibat campur tangan manusia yang tidak terkendali.

Umumnya faktor-faktor penyebab degradasi baik secara alami maupun campur tangan manusia menimbulkan kerusakan dan penurunan produktivitas tanah. Pada sistem usaha tani tebas dan bakar atau perladangan berpindah masih tergantung pada lama waktu bera agar tergolong sistem usaha yang berkelanjutan secara

(9)

tanaman, dan tingginya konsentrasi Al pada tingkat meracun serta rendahnya kejenuhan basa mendorong penurunan produksi tanaman

1.4 Karakteristik Tanah yang Terdegradasi

Karakteristik tanah terdegradasi umumnya diukur dengan membandingkan dengan tanah non terdegradasi yaitu tanah hutan. Perbandingan tanah hutan sebagai tanah non terdegradasi karena memiliki siklus tertutup artinya semua unsur hara di dalam sistem tanah hutan berputar dan sangat sedikit yang hilang atau keluar dari sistem siklus hutan. Sedangkan selain tanah hutan merupakan sistem terbuka dimana siklus hara dapat hilang dari sistem tersebut. Penurunan sifat pada tanah untuk penggunaan non hutan akan menunjukkan memburuknya sifat-sifat dari tanah tersebut .

1.5 Proses Terjadinya Degradasi Tanah Dan Air

Lima proses utama yang terjadi akibat timbulnya tanah yang terdegradasi, yaitu: menurunnya bahan kandungan bahan organik tanah, perpindahan liat, memburuknya struktur dan pemadatan tanah, erosi tanah, deplesi dan pencucian unsur hara. Khusus untuk tanah-tanah tropika basa terdapat tiga proses penting yang menyebabkan terjadinya degradasi tanah, yaitu: 1) degradasi fisik yang berhubungan dengan memburuknya struktur tanah sehingga memicu pergerakan, pemadatan, aliran banjir berlebihan, dan erosi dipercepat, 2) degradasi kimia yang berhubungan dengan terganggunya siklus C, N, P, S dan unsur-unsur lainnya, dan 3) degradasi biologi yang berhubungan dengan menurunya kualitas dan kuantitas bahan organik tanah, aktivitas biotik dan keragaman spesies fauna tanah yang juga menurun ikut menurun.

Dan juga selain dari kelima proses utama yang terjadi akibat timbulnya tanah yang terdegradasi yang telah di sebutkan di atas, ada juga hal lain yang menyebabkan proses terjadinya degradasi tanah dan air yaitu sbb: (1). Semakin banyak dan

(10)

(2). Semakin luasnya areal semak-semak belukar dan tanah gundul bekas penebangan hutan ilegal dan peladangan bakar yang tidak dihijaukan kembali.

(3). Semakin menurunnya tingkat kesuburan tanah/lahan untuk budidaya pertanian, karena siklus pemanfaatan lahan yang terlalu intensif tanpa upaya penyuburan kembali (refertilization). (4). Semakin banyaknya terjadi tanah longsor di wilayah pegunungan/perbukitan, dan tanah terbuka bekas penggalian tambang permukaan (emas, timah, batubara dan lain-lain). (5). Semakin bertambahnya areal lahan kritis akibat dibiarkan begitu saja dan terbakar setiap tahun. Sedangkan Degradasi Sumber Daya Air yaitu : (1) Semakin kecilnya debit air sungai dari tahun ke tahun (2). Semakin besarnya perbedaan debit air sungai pada musim hujan dengan musim kemarau (3). Semakin dalamnya permukaan air tanah dan mengeringnya sumur penduduk di daerah ketinggian (4). Adanya penetrasi air asin pada sumur penduduk di beberapa kota pantai/pesisir (5). Semakin kecilnya “Catchment Water Areas” (daya serap lahan terhadap curahan air hujan) (6). Semakin tingginya pencemaran air sungai (terutama sungai-sungai di Pulau Jawa).

2.1 Klasifikasi Tanah yang Terdegradasi

Klasipikasi tanah terdegradasi cukup banyak dimunculkan oleh para ahli diantaranya adalah GLASOD (Globall Aseeemen of Soil Degradation), suatu proyek yang dirancang UNEP. Klasipikasi GLASOD didasarkan atas keseimbangan antara kekuatan rusak iklim dan resisensi alami kelerengan terhadap kekuatan merusak akibat intervensi manusia. Sehingga dihasilkan penurunan kapasitas tanah saat ini atau kedepan untuk mendukung kehidupan manusia

(11)

overgrazing, kesalahan pengelolan pertanian, ekspoitasi berlebihan, dan aktivitas industri.

2.2 pengaruh Degradasi Tanah terhadap Produktivitas

Dalam rangka rehabilitasi lahan-lahan kritis yang luasnya semakin besar di Indonesia serta meningkatnya produktivitas untuk keperluan pertanian, perkebunan, kehutanan dan pelestarian alam, maka perlu dilakuakan upaya-upaya yang dapat yang dapat memodifikasi lingkungan tersebut (Subiksa, 2002). Degradasi tanah

berpengaruh terhadap penurunan produktivitas tanah. Kehilanagn produktivitas dicirikan dengan terjadinya erosi akibat tanah terdegradasi diperkirakan 272 juta Mg pangan dunia hilang berdasarkan tingkat produksi tahun 1996 (Lal, 2000).

Tanah yang mengalami kerusakan baik kerusakan karena sifat fisik, kimia dan maupun biologi memiliki pengaruh terhadap penurunan produksi padi mencapai sekitar 22% pada lahan semi kitis, 32 % pada lahan kritis, dan diperkirakan sekitar 38% pada lahan sangat kritis. Sedangkan untuk kacang tanah mengalami penurunan sekitar 9%, 46%, 58% masing-masing pada tanah semi kritis, kritis dan tanah yang sangat kritis. Sifat tanah yang berkorelasi nyata terhadap produksi padi adalah kedalaman solum, kandungan bahan organik.

2.3 permasalahan yang timbul akibat degradasi sumber daya tanah dan air p er ma s al a ha n ya n g da pa t berakibat pada degradasi lahan, menurunnya suplai air, erosi, pemadatan tanah dan pencucian hara,kerusakan vegetasi dan emisi gas rumah kaca. Diperkirakan bahwa pertumbuhan dan laju regenerasimenurun pada areal yang terkena kerusakan yang diantaranya disebabkan oleh rusaknya hutan danmenurunnya produktivitas lahan yang terjadi setelah penebangan. Penebangan hutan baik Selective maupun clear cutting, dan kebakaran hutan merupakan faktor utama yang menyebabkan rusaknya ekosistem Dampak Degrdasi Lahan/ Tanah.  Kerusakan lahan atau tanah dapat menyebabkan berbagai dampak antara

(12)

 Erosi mempunyai beberapa akibat buruk. Penurunan kesuburan tanah. Kedua menurunnya produksi sehingga akan mengurangi pendapatan petani. Erosi tanah dapat terjadi akibatadanya curah hujan yang tinggi, vegetasi penutup lahan yang kurang. Kemiringan lerengdan tata guna lahan yang kurang tepat.pedankalan sungai untuk mengalirkan juga berkurang dan menyebabkan bahaya banjir. Padangkalan saluran pengairan

mengakibatkan naiknya dasar saluran, mengurangi luas lahan pertanian yang mendapat aliran irigasi.

Kerusakan sumber daya air selain banjir dan erosi adalah kekeringan dan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kerusakan sumber daya tanah dan air merupakan masalah yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini karena sebagai sumber dayaalam,tanah mempunyai peranan yang sangat penting. Sebagai sumber unsur bagi tumbuhandan sebagai media akar tumbuhan

berjangkar dan tempat air tanah tersimpan. Erosi yang t er j a di se ca ra t er us me n e ru s da pa t me ng ak i b at k an se di me n t as i. Se di me n t as i

a da l ah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh Air, angin atau gletser kesuatu wilayah yang kemudian diendapkan.

2.4 peranan penting Rehabilitasi pada Degradasi Sifat Fisik, biologi dan kimia Tanah

Degradasi sifat fisik tanah pada umumnya disebabkan karena memburuknya struktur tanah. Kerusakan struktur tanah diawali dengan penurunan kestabilan agregat tanah sebagai akibat akibat dari pukulan air hujan dan kekuatan limpasan permukaan. Penurunan kestabilan agregat tanah berkaintan dengan penurunan kandungan bahan organik tanah, aktivitas perakaran dan mikroorganisme tanah. Penurunan ketiga agen pengikat tanah tersebut, selain menyebabkan agregat tanah relatif mudah pecah juga menyebabkan terbentuknya kerak di permukaan tanah (soil crusting) yang

(13)

proses penyumbatan pori tanah ini, porositas tanah, disribusi pori tanah, dan kemampuan tanah untuk mengalirkan air mengalami penurunan dan limpasan permukaan akan meningkat. Sehingga upaya perbaikan degradasi sifat fisik tanah mengarah terhadap perbaikan struktur tersebut.

Untuk pengelolaan tanah, tiga strategi dasar yang perlu untuk disarankan adalah (1) eliminasi pengkerakan tanah atas melalui ”pengolahan dalam ” secara berkala, (2) meningkatan kandungan bahan organik tanah melalui peningkatan jumlah masukan seresah yang bervariasi kualitasnya, dengan cara menanam tanaman penutup tanah atau menanam berbagai jenis pohon, dan (3) peningkatan diversitasi tanaman pohon dalam rangka meningkatkan jumlah dan penyebaran sistem perakaran.

Upaya perbaikan terhadap sifat tanah adalah dalam pemantapan agregat tanah yang memiliki tekstur lepas dengan menggunakan polimer organik. Polyacrilamide (PAM) berberat molekul tinggi dan bermuatan negatif sedang mampu memantapkan permukaan tanah, menurunkan run-of dan erosi. Rehabilitasi tanah terdegradasi dapat ditinjau dari sifat tanah yang mengalami penurunan dan diupayakan dilakukan perbaikan dengan menggunakan amelioran. Bentuk degradasi tanah yang terpenting di kawasan Asia antara lain adalah erosi tanah, degradasi sifat kimia berupa

penurunan bahan organik tanah dan pencucian unsur hara.

(14)

Aldd dan meningkatkan C-organik tanah. Penurunan Aldd selain disebabkan oleh kenaikan pH dan pengikatan oleh bahan-bahan tanah bermuatan negatif, juga disebabkan karena pengkhelatan senyawa humit. Peranan asam fulvik dalam mengkhelat Al jauh lebih tinggi dibandingkan asam humik sekitar tiga kalinya.

Bahan organik sebagai bahan rehabilitasi juga didapat dari limbah, terutama limbah industri kelapa sawit yang banyak diluar pulau Jawa. menyatakan bahwa tandan kosong kelapa sawit sebanyak 95 Mg/ha mampu meningkatkan pH tanah, kandungan P, K, Mg, dan KTK tanah, serta meningkatkan produksi tandan buah segar 16,3%. pemanfaatan limbah cair kelapa swit atau POME (Palm Oil Mill Efflunt)

meningkatkan karbon mikroorganisme C-mic, dengan kecenderungan makin lama limbah diaplikasikan kandungan C-mic makin meningkat.

Amelioran lain yang umum digunakan pada tanah-tanah tropika adalah kapur. Pengapuran umumnya ditujukan untuk menetralkan Aldd terutama pada tanaman yang peka terhadap keracunan Al. Biasanya meningkatkan pH tanah hingga 5,5 sedangkan bila karena keracunan Mn, maka pH perlu dinaikkan hingga 6,0.

2.5 Upaya Apa Yang Di Lakukan Untuk Mencegah Atau Mengurangi Dampak Erosi Tanah

Erosi tidak dapat dicegah secara sempurna karena merupakan proses alam. Pencegahan erosi merupakan usaha pengendalian terjadinya erosi yang berlebihan sehingga dapat menimbulkan bencana. Ada banyak cara untuk mengendalikan erosi antara lain:

1). Pengolahan Tanah

Areal tanah yang diolah dengan baik dengan penanaman tanaman, penataan tanaman yang teratur akan mengurangi tingkat erosi.

2). Pemasangan Tembok Batu Rangka Besi

Dengan membuat tembok batu dengan kerangka kawat besi di pinggir sungai dapat mengurangi erosi air sungai.

(15)

Yaitu mengembalikan suatu wilayah hutan pada kondisi semula dari keadaan yang sudah rusak di beberapa tempat.

4). Penempatan Batu Batu Kasar sepanjang Pinggir Pantai 5). Pembuatan Pemecah Angin atau Gelombang

Pohon pohonan yang ditanam beberapa garis untuk mengurangi kekuatan angin.

6). Pembuatan Teras Tanah Lereng

Teras tanah berfungsi untuk memperkuat daya tahan tanah terhadap gaya erosi.

(16)

A. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan mengenai degradasi sumber daya tanah dan air, maka dapat di ambil kesimpulan sbb:

1). Degradasi adalah penurunan kualitas maupun kerusakan hutan.

2). Tipe degradasi tanah mengacu kepada kerusakan secara fisik, kimia dan biologi seperti polusi,erosi, penurunan kesuburan dan kandungan bahan organik,

salinisasi/alkalinisasi, dalamnya permukaan air, kecilnya debit air sungai, pencemaran air sungai.

3). Degradasi tanah pada umumnya disebabkan karena 2 hal yaitu faktor alami dan akibat faktor campur tangan manusia.

4). Karakteristik tanah terdegradasi umumnya diukur dengan membandingkan dengan tanah non terdegradasi yaitu tanah hutan.

5). Lima proses utama yang terjadi akibat timbulnya tanah yang terdegradasi, yaitu: menurunnya kandungan bahan organik tanah, perpindahan liat, memburuknya struktur dan pemadatan tanah, erosi tanah, deplesi dan pencucian unsur hara.

6). Tipe degradasi tanah 2 macam yaitu : 1) berhubungan dengan displasemen bahan tanah , 2) berdasarkan deterosiasi in situ.

7). p er ma s al a ha n ya n g da pa t berakibat pada degradasi lahan, menurunnya suplai air, erosi, pemadatan tanah dan pencucian hara,kerusakan vegetasi dan emisi gas rumah kaca.

8). Degradasi sifat fisik tanah pada umumnya disebabkan karena memburuknya struktur tanah, dan juga Upaya perbaikan terhadap sifat tanah adalah dalam pemantapan agregat tanah yang memiliki tekstur lepas dengan menggunakan polimer organik.

9). Ada banyak cara untuk mengendalikan erosi seperti Pengolahan Tanah dll. B. Saran

(17)

kerusakan tanah harus dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil secara sistematis

(18)

Budy Frasetya TQ, Abraham S.K, Rachmat H “Analisis Potensi Kerusakan Tanah Untuk Produksi Ubi Kayu ( Manihot Utilisima) Pada Lahan Kering Pada Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang,” jurnal agro, Vol. 1, No. 1 (2014) 22-32.

Deddy E “Teknik Konservasi Tanah Lahan Kering Untuk Mengatasi Degradasi Lahan Pada Desa Mojorejo Lamongan,” jurnal bumi lestari, Vol. 13, No 1 (2013) hal 91-97.

Dr. Wanjat Kastolani, M.Pd, “Degradasi Lahan Sub Daerah Aliran Sungai (Sub Das),” jurnal teknologi lingkungan, Vol. 1, No. 1 (2003) 1-17

Effendi P, Mahyudin S, Irsal L, “Degradasi Sumber Daya Alam Ancaman Bagi Kemandirian Pangan Nasional,” Jurnal Studi Pembangunan,

Kemasyarakatan dan Lingkungan, Vol I, No. 3 (1999) 25-38.

Hadisty N.A, Omo R, Sry M, “identifikasi tingkat kerawanan degradasi sekitar hutan mangrove, jurnal pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, Vol.5 No. 1 (2015) 79-8.

Jaka .S, “Kajian Degradasi Tanah Pada Usaha Tani Lahan Kering Berbasis Tembakau Di Sub-Das Progo Hulu ,” Jurnal ilmiah ilmu tanah dan agroklimatologi,

Vol. 6, No. 2 (2009) 69-80.

Kusumahadi, K. S., 2008. Watak dan sifat tanah areal reha- bilitasi Mangrove Tanjung Pasir, Tangerang. Jurnal Vis Vi- talis 1 (1), pp. 15-19.

Kharis Tryono, “Pengaruh System Pengolahan Tanah Terhadap Konservasi Sumber Daya Tanah,” jurnal inovasi pertanian, Vol.6, No. 1 (2007) 11-21.

(19)

Prabang S, Ending Sutari N.S, “Biomonitoring Degradasi Akibat Limbah CPO Di Muara Sungai Mantaya Kalimantantengah,” Jurnal biodiversitas, Vol 9, No. 3 (2008) 232-236.

Sutopo P. N, “Minimalisasi Lahan Kritis Melalui Pengelolaan Sumber Daya Lahan Dan Konservasi Tanah Dan Air Secara Terpadu,” jurnal teknologi

lingkungan, Vol. 1, No. 1 (2000) 73-82.

P. H. Doraja, M S, dan N.D. Kuswytasari “Biodegradasi Limbah Domestic Dengan Menggunakan Alami” jurnal sains dan seni UTS, Vol. 1 No. 1 (2012) ISSN: 2301-928X.

Sudaryanto, Suherman. Riset Geologi Dan PertambanganJakarta, Buletin Geologi, Vol.18,No 4 (2008) hal.61-68.

Vatria, B., 2010. Berbagai kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi ekosistem pantai serta dampak yang ditimbulkannya. Jurnal Belian 9 (1), pp. 47 –54.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan tanah mengikat air pada 2 kelas tekstur tanah yaitu tanah bertekstur liat dan lempung berliat dengan pemberian bahan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kadar liat, bahan organik serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah pada beberapa vegetasi di Kecamatan Jorlang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kadar liat, bahan organik serta kandungan air terhadap indeks plastisitas tanah pada beberapa vegetasi di Kecamatan Jorlang

Peningkatan dosis pupuk kandang secara nyata meningkatkan kandungan bahan organik tanah (Tabel 1) yang akan menjadi koloid humus dan berperan sebagai koloid

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan tanah mengikat air pada 2 kelas tekstur tanah yaitu tanah bertekstur liat dan lempung berliat dengan pemberian bahan

Pertukaran kation terjadi pada koloid liat dan koloid humus yang memiliki muatan negatif tersebut, sehingga tekstur tanah (jumlah liat), jenis mineral liat, dan kandungan

Kondisi ini merupakan integrasi dari pengaruh: (1) kandungan bahan organik yang berwarna gelap, makin tinggi kandungan bahan organik suatu tanah maka tanah tersebut akan berwarna

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan tanah mengikat air pada 2 kelas tekstur tanah yaitu tanah bertekstur liat dan lempung berliat dengan pemberian bahan