• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KOMPARASI SISTEM EKONOMI KAPITALIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STUDI KOMPARASI SISTEM EKONOMI KAPITALIS"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KOMPARASI SISTEM EKONOMI KAPITALIS,SOSIALIS

DAN ISLAM

(Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia)

Dosen Pengampu : ZEIN MUTTAQIN S.E.I., M.A.

Disusun Oleh

MH Nashrudin Ridlo

14423038

Fathurrozaq

14423111

PRODI EKONOMI ISLAM

FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

(2)

i KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan rahmat kepada kita sekalian sehingga penyusun dapat menyelesaikan proyek pembuatan makalah dengan tanpa aral suatu

apapun.

Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman islamiyah seperti yang telah kita rasakan sekarang.

Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan maksimal. Penyusun menyadari makalah ini masih banyak terdapat kekurangan yang harus diperbaiki. Maka dari

itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penyusun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca.

Yogyakarta, 22 Desember 2016

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang ... 1

Tujuan ... 2

Target ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

Pengertian ... 3

Sistem Ekonomi Kapitalis ... 3

Sistem Ekonomi Sosialis ... 4

Sistem ekonomi Islam ... 5

Aspek-Aspek ... 5

Aspek Sejarah ... 5

Aspek Filosofi ... 6

Aspek Kepemilikan ... 7

Aspek Mekanisme Pasar ... 7

Aspek Mata Uang ... 8

BAB III PENUTUP ... 10

Kesimpulan ... 10

(4)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sistem ekonomi dunia mempunyai sejarah yang sangat panjang dan berliku-liku. Teori ekonomi sudah muncul sejakzaman Yunani kuno. Seperti yang sudah diketahui kata ekonomi berasal dari kata oikos dan nomos yang berarti pengaturan atau pengelolaan rumah tangga. Istilah tersebut pertama digunakan oleh Xenophone, seorangfilsuf Yunani. Pada masa itu pula Plato menuliskan beberapa teori ekonomi dalam bukunya Respublika. Walaupun teori Plato yang menyinggung teori ekonomi ini banyak diambil oleh para ilmuan, tapi ia tidak pernah terfokus membahas tentang ekonomi

secara khusus melainkan sejalan dengan pemikirannyatentang suatu bentuk masyarakat yang yang sempurna atau sebuah utopia. Selain Plato pada masa Yunani kuno juga melahirkan seorang filsuf yang berjasa dalam bidang ekonomi yaitu Aristoteles, yang mana ia adalah murid dari Plato.

Pada abad ke-12muncul pemikiran ekonomi baru yang dipelopori oleh kaum skolastik. Pemikiran ekonomi skolastik mempunyai ciri khas kuatnya hubungan antara ekonomi dengan

masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini terjadi karena pemikiran ini banyak dipengaruhi oleh gereja. Hal tersebut dibiktikan dengan banyaknya tokoh pemikir ekonomi skolastik yang berasal dari kaum religius gereja.

Setelah pemikiran ekonomi skolastik muncul pemikiran ekonomi mazhab klasik yg dipelopori oleh Adam Smith. Mazhab ini berpendapat bahwa kebutuhan manusia akan terpenuhi dengan baik apabila sumber-sumber daya produksi digunakan dengan seefisien mungkin. Selain itu hasil produksi baik dalam bentuk barang dan jasa diperjualbelikan di pasaran dengan mekanisme persaingan

sempurna. Dalam pemikiran-pemikiran ekonomi klasik ini ditemukan teori-teori yang mendasari sistem ekonomi kapitalis.Teori-teori mazhab klasik banyak dikritik dan direvisi oleh kalangan neo klasik.

Seiring berjalanya waktu banyak terjadi kritikan-kritikan terhadap ekonomi mazhab klasik ini karena dianggap hanya menyejahterakan segelintir orang saja dan merugikan sebagian yang lain.

Yang kemudian pada akhirnya lahirlah pemikiran ekonomi Marxisme yang dipelopori oleh Karl Marx. Pemikiran ini sekaligus meruntuhkan teori-teori pemikiran ekonomi klasik.

Pada saat itu di sekitar abad 5 hingga 6 masehi, ekonomi islam telah dipraktekkan oleh Rasulullah Muhammad SAW bersama masyarakat Makkah dan Madinah. Kemudian dilanjutkan oleh khulafaurrasyidin selama bertahun-tahun dan terus berlanjut hinggakejayaan islam di Turki. Pemikiran ekonomi islam telah melahirkan peradaban besar bagi dunia. Ekonomi islam banyak

melahirkan teori ekonomi mulai dari kebijakan fiskal, kebijakan moneter, hingga mekanisme pasar.

(5)

2 Barat menjadi tumpuan hampir di seluruh negara saat ini telah menimbulkan ketidakadilan ekonomi, karena hanya menguntungkan Barat melalui hegemoni mata uang kertas dan sistem pinjaman ribawi (Amalia:2005).Bahkan kedua teori, baik kapitalis murni maupun sosialis murni

dianggap sudah tidak mampu berkembang (Swasono:2010).Ekonomi kapitalis hanya menguntungkan kaum-kaum elit dunia dan negara-negara yang mempunyai nilai mata uang kuat saja. Berbagai krisis terjadi di belahan dunia.

Dari sejarah panjang ekonomi inilah penulis akan mengambil 3 aliran besar yang telah banyak menjadi tumpuan dasar perekonomian di dunia. Aliran-aliran itu adalah ekonomi kapitalis, ekonomi sosialis dan ekonomi islam.Ketiga sistem ekonomi tersebut tentulah memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dalam makalah ini akan dipaparkan perbandingan-perbandingan

sistem ekonomi dari ketiga aliran tersebut mulai dari aspek sejarah, aspek filosofi, aspek mekanisme pasar dan aspek mata uang

2. Tujuan

a. Apa pengertian system ekonomi kapitalis, sosialis dan ekonomi islam?

b. Bagaimana perbandingan aspek-aspek ekonomi dalam system ekonomi kapitalis, sosialis dan

islam?

3. Target

a. Mengetahui pengertian system ekonomi kapitalis, sosialis dan ekonomi islam

b. Memahami perbandingan aspek-aspek ekonomi dalam system ekonomi kapitalis, sosialis dan

(6)

3 penggunaannya. Setiap individu mempunyai kebebasan serta hak penuh dalam mengambil manfaat atas harta atau kekayaan sebagai alat produksi dan berusaha.

Dalam sistem ekonomi kapitalis individu bebas melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginannya. Dengan demikian adanya kebebasan dalam melakukan tindakan ekonomi dan persaingan antarpelaku ekonomi terjamin secara penuh untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi individu yang bersangkutan. Negara tidak berhak ikut campur dan terlibat langsung terhadap kebebasan tidakan ekonomi individu. Manusia bebas dalam berkreasi secara optimal dalam melakukan produksi dan distribusi atau berusaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya bagi diri sendiri.

Modal atau kapital merupakan unsur atau alat dalam melakukan produksi dan kebebasan berusaha bagi setiap individu untuk meraih tujuan-tujuan pribadi secara optimal. Sebagai koreksi dari pengalaman sistem ekonomi kapitalis tersebut maka muncullah pengaturan-pengaturan yang bertujuan di satu pihak agar pengelolaan bisnid tidak menyebabkan kerugian di masyarakat. Di lain pihak setiap pelaku bisnis diberikan kebebasan berusaha agar kreativitas dan produktivitas manusia berjalan seiring dengan keseimbangan dan keserasian tujuan antara pelaku dan pihak-pihak terkait di dalam kehidupan bisnis di masyarakat.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, alokasi daya ekonomi menjadi tidak dapat otimal bagi masyarakat karena adanya ketimpangan yang makin menajam antara kelompok usaha besar dengan kelompok usaha kecil dan menengah. Hal ini dipicu oleh karakter yang khas di dalam sistem ekonomi kapitalis, yaitu : semangat bersaing antara pelaku ekonomi sangat tinggi dan kebersamaan sosial menjadi lemah di antara pelaku ekonomi dalam masyarakat.

(7)

4 B. Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi kapitalis adalah individu tidak berhak dalam kepemilikan atas harta benda atau kekayaan serta penggunaannya. Kepemilikan atas harta dan kekayaan sepenuhnya berada pada negara. Dalam sistem ekonomi sosialis, kepemilikan harta benda ditentukan oleh negara. Dengan demikian hak individu terhadap sesuatu harta dan kekayaan hanya menerima sejumlah keperluan yang ditentukan oleh negara. Oleh karena itu, segala aktivitas produksi dan distribusi ditentukan oleh negara.

Dalam sistem ekonomi sosialis, kebersamaan sosial dan ekonomi masyarakat sepenuhnya diatur secara penuh oleh negara. Manusia secara individu merupakan bagian dari sosial dan secara keseluruhan dari manusia ini melakat kebersamaan dalam produksi dan ekonomi untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bersama secara lebih meluas. Pada sistem ekonomi sosialis terlihat hak-hak individu benar-benar dibatasi dan tidak terdapat kesempatan yang maksimal atau layak optimal bagi masyarakat untuk berkreasi dan untuk mengadakan kegiatan produksi di masyarakat. Akses kepada sosial dalam sistem ini sangat kuat dan segala kebutuhan dan keinginan masyarakat atas suatu barang atau jasa dikontrol dan diatur serta dikendalikan oleh negara.

Prinsip etika bisnis sistem ekonomi sosialis, sebenarnya bertujuan secara umum sesuai dengan tujuan etika bisnis yang memang cukup berat dan mengutamakan tercapainya tujuan kesejahteraan masyarakat banyak dan secara kolektif tujuan kesejahteraan itu ingin dicapai secara ideal atau harmonis. Akan tetapi dalam aplikasinya sistem ekonomi sosialis justru menimbulkan distorsi-distorsi dalam alokasi sumber daya ekonomi secara maksimal bagi masyarakat luas. Hal ini terjadi akibat para individu tidak dapat secara optimal untuk mengembangkan diri dan kehilangan semangat dan gairah untuk meningkatkan produktivitasnya. Dengan demikian,di dalam sistem ekonomi sosialis, individu di dalam masyakat kurang bergairah dalam menjalankan profesionalismenya karena kepuasan yang diterimakan oleh negara tidak layak dan penuh pembatasan yang diperlukan oleh negara kepada mereka.

(8)

5 C. Sistem Ekonomi Islam

Sebenarnya tidak ada definisi ekonomi Islam baku yang digunakan sebagai pedoman umum yang menjadikan secara pasti. Beberapa ekonom Islam berusaha untuk mendefinisikan akan tetapi tidak lepas dari konteks permasalahan-permaslahan ekonomi yang mereka hadapi sehingga ada kesan telah terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan definisi ekonomi Islam. Yang dimaksud dengan sistem ekonomi Islam adalah ilmu ekonomi yang dilaksanakan dalam praktek (penerapan ilmu ekonomi) sehari -hari bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat maupun pemerintah/penguasa dalam rangka mengorganisasi faktor produksi, distribusi, dan pemanfaatan barang dan jasa yang dihasilkan tunduk dalam peraturan-peraturan/perundang-undangan Islam (Sunnatullah).

Sedangkan menurut Muhammad Abdul Manan mendefinisikan ekonomi Islam sebagai upaya untuk mengoptimalkan nilai Islam dalam kehidupan ekonomi masya rakat, ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh ekonomi Islam. Hal senada pula dengan M. M. Metwally mengatakan bahwa yang dimaksaud dengan ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari te ntang perilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat yang mengikuti Al Quran , hadits nabi, ijma dan qiyas. Dengan demikian, sumber terpenting peraturan/perundang-undangan perekonomian Islam adalah Al Quran dan Sunnah.

2. Aspek-Aspek A. Aspek Sejarah

Ekonomi islam telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW sejak 569-632 Masehi bersama masyarakat Mekah dan Madinah, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaurrasyidin yang membangun pemerintahan selama 29 tahun,dari 632-661 masehi. Kemudian terus dipraktekkan oleh dinasti-dinasti islam setelah sepeninggalan Khulafaurrasyidin hingga kejayaan Islam di Turki. Sejarah

pemikiran ekonomi islam telah melahirkan peradaban besar yang berpengaruh di dunia. Ekonomi islam telah mempraktikkan kebijakan fiscal, kebijakan moneter, pengelolaan anggaran Negara hingga mekanisme pasar sejak zaman Rasulullah SAW hingga masa kejayaan islam di Turki (Amalia: 2005)

Tokoh-tokoh pemikir ekonomi antara lain adalah Abu Yusuf (182-798). Dia telah menggagas

teori kebijakan fiskal, keuangan publik, hi gga eka is e pasar. I a Yahyâ Ib ‘U ar ( -289H), seorang tokoh ekonom yang mengupas masalah penetapan harga dan penimbunan. Imam Ghazali (450-505 H), ulama besar yang mengungkap persoalan mata uang, pasar, dan pajak. Ada juga Ibn Khaldun (732-808 H), seorang ulama besar yang banyak mengkaji tentang pengangguran, keuangan publik, hingga perdagangan internasional. Masih banyak lagi ulama-ulama yang berkontribusi dalam

bidang ekonomi, sehingga menopang kebangkitan peradaban Islam masa lalu.

(9)

6 menggantikannya. Setelah Uni Soviet runtuh, Sistem ekonomi kapitalis menggantikannya lagi. Masa –masa itu jauh setelah munculnya para ekonom muslim yang mampu melampaui zamannya. Mereka telah mengungkapkan ide-ide besar untuk mengatasi segala persoalan ekonomi yang

muncul di masyarakat. Apalagi dibandingkan dengan teori ekonomi sosialis. Tentu Islam lebih dahulu dan lebih mampu menyelesaikan persoalan ekonomi, karena teori ekonomi sosialis sudah dianggap runtuh seiring runtuhnya Uni Soviet.

B. Aspek Filosofi

Teori-teori ekonomi muncul karena ketidakseimbangan antara tersedianya sumberdaya dan keinginan manusia. Kesejahteraan dan eksistensi manusia di dunia menuntut agar mencari solusi

dari persoalan tersebut (Muslim:2012). Maka muncul pelbagai macam teori ekonomi, seperti teori kapitalis ,teori sosialis dan teori ekonomi Islam.

Dari aspek filosofi ketiga teori ini pasti memiliki perbedaan. Sumber hokum islam adalah Al-quran dan Hadits. AlAl-quran dan hadits memiliki nilai universal yang tidak hanya berisi kaidah ekonomi, namun segenap deimensi kehidupan manusia (Muslim:2012). Sedangkan ekonomi kapitalis dan sosialis berasal dari pemikiran-pemikiran masing-masing aliran. Contohnya kapitalis berasal dari Adam Smith dan sosialis berasal dari pemikiran Karl Max. Pemikiran ekonomi kapitalis

dan komunis semuanya bersumber dari pemikiran manusia. Pemikiran-pemikiran tersebut dipengaruhi oleh asumsi-asumsi pemikirnya. Sedankan asumsi-asumsi pemikirnya bersumber dari latar belakang yang mempengaruhi mindset bepikir mereka. System ini dapat dipahami ketika berada di situasi dimana system ekonomi ini muncul. System ekonomi sosialis pun bertumpunya kepada kekuasan, artinya segala kegiatan ekonomi semuanya diatur penuh oleh Negara. Semua ini merupakan hasil pemikiran manusia. Berbeda dengan pemikiran-pemikiran ekonomi islam yang

segala sumbernya berdasarkan wahyu ilahi.

Dasar pemikiran ekonomi islam diilhami dari Alquran dan hadits yang berasal dari wahyu Allah SWT, sedangkan teori ekonomi kapitalis dan sosialis adalah hasil dari pemikiran manusia. Maka system-sistem ekonomi ini jelas berbeda. Walaupun ada yang menganggap bahwa urusan ekonomi adalah urusan dunia yang diserahkan kepada manusia, namun kebebasan manusia untuk

menciptakan peradaban ekonomi yang baik tentu tidak boleh melanggar pokok-pokok aturan dari Allah SWT.

Karena sumbernya adalah wahyu maka segala aktivitas ekonomi Islam harus bersifat pengabdian kepada Allah Swt.. Hal itu berbeda dari kegiatan ekonomi dalam sistem yang dihasilkan oleh pemikiran manusia. Teori kapitalis sangat mendewakan individualisme. Sehingga teori ini menonjolkan rasiona-lisme dan materialisme. Yang menjadi pedoman ajarannya adalah bebas

berbuat dan bebas bertindak. Teori kapitalis mengajarkan bahwa kesuksesan ekonomi ditentukan oleh diri sendiri atau disebut anthropocentrismindivi-dualism. Sedangkan ekonomi sosialis menggantungkan semuanya kepada negara.

(10)

7 Islam yang menjadi penentu bagi berhasil atau tidaknya seseorang, hal itu tidak bisa terlepas dan dilepaskan kaitannya dengan kehendak-Nya. Manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah, maka tidak boleh terlepas dari aturan yang menjadikannya khalifah. Demikian juga dalam hal mencari dan

mengumpulkan harta, teori kapitalis tidak membatasi cara manusia untuk mengumpulkan harta, namun Islam membatasinya dengan jalan yang baik dan tidak melanggar aturan-aturan Allah Swt.

C. Aspek Kepemilikan

Teori kapitalis mengajarkan bahwa harta yang sudah diperoleh mutlak menjadi hak milik pribadi. Karena mendapatkannya dari usaha sendiri maka untuk menggunakannya juga bebas atas

kemaunnya sendiri. Berbeda dengan ekonomi kapitalis, dalam ekonomi sosialis mempunyai konsep kepemilikan yang berbeda, yaitu semua yang ada di wilayahnya merupakan hak milik Negara. Sedangkan Islam mengajarkan bahwa pemilik mutlak harta adalah Allah Swt. Manusia hanyalahsebagai pemegang amanah untuk mengelola dan memanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.

Hak milik dalam ekonomi Islam terikat dengan aturan yang ditetapkan oleh syariat. Jadi

kepemikan dalam Islam tidaklah mutlak namun nisbi. Jika kita merujuk kepada nas Alquran yang menyatakan bahwa semua yang ada dilangit dan bumi adalah milik Allah Swt. Maka kita bisa menyimpulkan bahwa semua harta bahkan kita sendiri adalah milik Allah. Jika seluruh harta adalah milik Allah, maka manusia hanyalah diberi mandat untukmenggunakan dan memanfaatkan saja. Sebagai khalifah di muka bumi, maka manusia terikat dengan ketentuan yang ditetapkan Allah. Allah SWT telah memberikan kuasa kepada manusia untuk memanfaatkannya. Hal ini bukan berarti

bahwa Islam tidak mengakui hak milik kekayaan, namun hak milik tersebut tersebut terikat oleh aturan-aturan untuk kepentingan orang banyak dan tidak membahayakan orang lain.

D. Aspek Mekanisme Pasar

Paradigma teori ekonomi kapitalis adalah kebebasan individu sehingga instrument atau alat yang mereka junjung tinggi untuk tegaknya nilai-nilai kebebasan dan kepemilikan individual tersebut adalah mekanisme pasar bebas. Hal ini berarti bahwa pemerintah tidak boleh ikut campur dalam hal pasar. Sedangkan dalam teori ekonomi Islam mengenalkan sebuah lembaga yang bernama hisbah.

Yaitu sebuah lembaga pemerintah yang berkewajiban mengawasi kebijakan pasar agar tetap berjalan untuk kemaslahatan umat bukan hanya untuk segelintir orang. Dalam aspek investasi, teori ekonomi kapitalis meletakkan dasar investa-sinya pada riba atau interest. Di mana akibat yang muncul dari sistem ini adalah banyaknya spekulasi dan tidak terkait dengan sektor riil dengan sektor keuangan. Sehingga banyak uang beredar di dunia maya, justru tidak beredar di sektor riil.

Sedangkan teori ekonomi Islam mengaharamkan riba dan menggantinya dengan sistem bagi hasil. Di mana sistem ini tidak akan menzalimi pihak lain dalam berbisnis.

(11)

8 boleh ikut campur. Pemerintah hanya sebagai penonton. Sedangkan dalam ekonomi Islam masih mengakui pasar bebas tapi harus diatur mekanismenya. Mekanisme tersebut akan diatur oleh lembaga hisbah. Dalam beberapa kasus pasar yang mengalami gejolak yang tidak normal maka

pemerintah harus ikut menyelesaikannya. Umer Chapra menyatakan bahwa sistem pasar bebas telah merealisasikan kemakmuran dalam perekonomian Barat. Akan tetapi, kemakmuran itu tidak menunjukkan hubungan baik antara kepentingan sosial dan individu. Artinya tidak bisa menciptakan pemerataan kemakmuran.

Dalam ekonomi sosialis semua peraturan pasar serta mekanismenya telah diatur oleh pemerintah. Laba-laba usaha dalam perindustrian semuanya diatur oleh pemerintah pusat. Hal ini sangatlah jauh berbeda jika dibandingkan dengan system kapitalis yang dalam mekanisme pasarnya

menerapkan pasar bebas.

Sistem pasar bebas telah gagal merealisasikan pemerataan. Kemakmuran yang terjadi tidak berhasil menghapuskan kemiskinan atau pemenuhan kebutuhan pokok bagi setiap orang. Justru ketidakmerataan pendapatan dan kekayaan justru semakin meningkat. Di samping itu, tingkat ketidakstabilan ekonomi dan peningkatan jumlah pengangguran telah menambah beban kesulitan

bagi si miskin. Ini menunjukkan bahwa efisiensi berkeadilan dan pemerataan masih terabaikan, meskipun pembangunan mengalami kemajuan yang sangat cepat dan pertumbuhan yang luar biasa dalam kekayaan. Tanpa pengawasan dari negara, pendapatan tidak bisa didistribusikan secara merata. Distribusi pendapatan dan kekayaan yang diawasi oleh negaralah yang akan memberi keadilan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Islam mengakui intervensi pemerintah dalam batas-batas tertentu, sebagaimana diterangkan dalam Hadis tentang tiga hal yang tidak boleh

dikuasai oleh individu, yaitu: api (sumber energi), rumput (sumber daya alam), dan air.

Dalam teori ekonomi Islam, kekayaan harus distribusikan secara adil dan merata. Islam sangat mengecam harta hanya bergulir di kalangan orang-ora g borjuis. Isla e e ta g ko sep ‚ya g

kaya aki kaya, ya g iski aki iski ‛ ya g e jadi jargon ekonomi kapitalis. Walaupun

ekonomi kapitalis memiliki konsep pendistribusian harta melalui konsep pajak, namun konsep tersebut terbukti menzalami banyak orang. Islam telah memberikan solusi untuk mendistribusikan kekayaan tersebut dengan banyak jalan, yaitu zakat, infak, sedekah, wakaf, dan hibah. Konsep yang

ditawarkan Islam ini lebih adil dan tidak menzalimi orang lain.

E. Aspek Mata Uang

Uang adalah faktor utama dalam dunia ekonomi. Nilai mata uang yang stabil sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Jika nilai mata uang runtuh maka sendi-sendi ekonomi juga

(12)

9 yang disebut flat money telahmenggantikan dinar dan dirham. Ternyata, uang kertas tersebut membuat ekonomi dunia menjadi hancur dengan sering terjadinya krisis keuangan hampir di setiap negara. Nilai mata uang yang berbasis kertas semakin hari semakin tidak bernilai. Nilai uang satu

juta rupiah sekarang lebih rendah dari nilai satu juta setahun kemudian. Hal ini membuktikan bahwa nilai mata uang berbasis kertas tidak bernilai.

Beberapa tokoh ulama salaf dan tokoh ekonom modern menggagas kembalinya penggunaan mata uang berbasis emas dan perak. Ide itu muncul karena kegagalan mata uang kertas dalam mempertahankan nilainya. Inflasi yang terjadi hampir sepanjang masa, menggugah mereka untuk kembali ke mata uang yang nilai intrinsiknya sama dengan barangnya. Dalam hal pencetakan uang, segala system ekonomi yang berhubungan dengan mata uang, dalam system ekonomi sosialis

sudah diatur dalam Negara dan harus ditaati seluruh warganya. Dalam aspek mata uang, ekonomi kapitalis tidak mendasarkannya pada sektor riil. Sedangkan ekonomi Islam, pencetakan uang harus didasarkan pada kebutuhan sektor riil. Jika kegiatan sektor riil berjalan, maka uang atau modal baru diciptakan. Berbeda dengan ekonomi kapitalis, uang dicetak untuk menciptakan kerja, sehingga

(13)

10 BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan

Dalam sistem ekonomi kapitalis individu bebas melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginannya. Dengan demikian adanya kebebasan dalam melakukan tindakan ekonomi dan persaingan antarpelaku ekonomi terjamin secara penuh untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi individu yang bersangkutan. Negara tidak berhak ikut campur dan terlibat langsung terhadap kebebasan tidakan ekonomi individu. Manusia bebas dalam berkreasi secara optimal dalam melakukan produksi dan distribusi atau berusaha untuk memperoleh

keuntungan sebesar-besarnya bagi diri sendiri.

Dalam sistem ekonomi sosialis, kebersamaan sosial dan ekonomi masyarakat sepenuhnya diatur secara penuh oleh negara. Manusia secara individu merupakan bagian dari sosial dan secara keseluruhan dari manusia ini melakat kebersamaan dalam produksi dan ekonomi untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bersama secara lebih meluas. Pada sistem ekonomi sosialis terlihat hak-hak individu benar-benar dibatasi dan tidak terdapat kesempatan yang maksimal atau layak optimal bagi masyarakat untuk berkreasi dan untuk mengadakan kegiatan produksi di masyarakat. Akses kepada sosial dalam sistem ini sangat kuat dan segala kebutuhan dan keinginan masyarakat atas suatu barang atau jasa dikontrol dan diatur serta dikendalikan oleh negara.

(14)

11 DAFTAR PUSTAKA

Buchori Muslim, Muhammad, Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalis, Jakarta: Al-Iqtishad,

2012.

Amalia, Euis, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam dari Masa Klasik Hingga Kontemporer, Jakarta: Pustaka Asatruss, 2005.

Swasono, Sri Edi, Ekspose Ekonomi Mewaspadai Globalisasi dan Pasar Bebas, Yogyakarta: Pustep-UGM, 2010.

Budi, Untung,. Hukum dan Etika Bisnis, Yogyakarta: CV Andi Offset , 2012.

Suhrawardi K, Lubis, Hukum Ekonomi Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2000.

Grossman, Gregory dkk, Sistem-Sistem Ekonomi, Jakarta: Bumi Aksara, 1987.

Winardi, Kapitalisme Versus Sosialisme, Bandung: CV. Remadja Karya, 1986.

Saksono, Gatut, Neoliberalisme vs Sosialisme, Yogyakarta: Forkoma PMKRI, 2009.

Al-Assal, Ahmad Muhammad, Sistem, Prinsip dan Tujuan Ekonomi Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Referensi

Dokumen terkait

Diagram 4: Literarni sistem – Tone Pavček: Kaj vse je tata Boža Krakar Vogel, Milena Mileva Blažić: Sistemska didaktika književnosti v teoriji in praksi... – Tolovaj iz

Dari gambaran tersebut di atas jelaslah bahwa perilaku pemimpin, baik perilaku tugas maupun perilaku hubungan, dan motivasi kerja serta penciptaan lingkungan kerja

variables). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel

Dengan demikian dapat diinterpretasikan bahwa kesadaran masyarakat mempunyai hubungan yang lemah dengan pemanfaatan Puskesmas Langara Kabupaten Konawe Kepulauan tahun

‰ Penetapan goal dan objective akan mengarahkan pada hasil mana yang sudah dicapai dan pengukuran mana yang menunjukkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. ‰ Penetapan goal

density lapisan tinta pada keadaan wet dan drypada kertas coated dan uncoated. Berbagai hal yang di paparkan diatas menjadi alasan dan latar belakang penulis untuk

Kami berfokus untuk selalu membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda, dilengkapi fitur yang sebelumnya tidak terbayang akan diperlukan hingga Anda mengetahui besarnya