• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organizational Theory & Design

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Organizational Theory & Design"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas Program Studi

Organizational Theory &

Design

Keputusan Individual

Dr. Adi Nurmahdi MBA

PASCA FEB

MM www.mercubuana.ac.id

(2)

Bagian 1

Definisi persepsi

dan

(3)

Apa itu Persepsi ?

Adalah suatu proses yang ditempuh

individu-individu untuk mengorganisasikan

dan menafsirkan kesan indera mereka agar

memberi makna kepada lingkungan.

(4)

Kisah Enam Orang Buta Melihat

Gajah

(5)

Faktor- faktor yang

(6)
(7)

Bagian 2

Definisi persepsi

dan

(8)

Teori Hubungan ( Attribution

Theory)

• Usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.

(9)

Teori Hubungan ( Attribution

Theory)

• Kesalahan Hubungan Fundamental (Fundamental

Attribution Error)

Kecenderungan untuk merendahkan faktor-faktor pengaruh ekseternal, dan meninggikan faktor-faktor pengaruh internal.

• Bias Pemikiran Diri Sendiri (Self-Serving Bias)

Kecenderungan bagi individu untuk menghubungkan keberhasilan mereka dengan faktor internal, sementara menyalahkan faktor eksternal jika terjadi kegagalan.

(10)

Bagian 3

Jalan Pintas yang Sering Digunakan

dalam Menilai Individu Lain

(11)

Jalan Pintas yang Sering Digunakan

dalam Menilai Individu Lain

• Persepsi Selektif ( Selective Perception )

Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap

seseorang.

• Efek Halo ( Halo Effect )

Membuat sebuah gambaran umumtentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.

• Efek-Efek Kontras ( Contrast Effects )

Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang

dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.

(12)

Jalan Pintas yang Sering Digunakan

dalam Menilai Individu Lain

• Proyeksi ( Projection )

Menghubungkan karakteristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.

• Pembentukan Stereotip ( Stereotyping )

Menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok dimana orang tersebut tergabung.

(13)

Jalan Pintas yang Sering Digunakan

dalam Menilai Individu Lain

Berbagai Aplikasi Khusus dalam Organisasi :

Wawancara Pekerjaan

Harapan Kinerja

Evaluasi Kinerja

(14)

Bagian 4

Hubungan antara persepsi dan pengambilan keputusan individual

(15)

Hubungan antara persepsi dan

pengambilan keputusan individual

• Keputusan adalah pilihan-pilihan yang dibuat dari dua alternatif atau lebih.

• Masalah adalah ketidaksesuaian antara perkara saat ini dan keadaan yang diinginkan.

• Pembuatan keputusan muncul sebagai reaksi atas sebuah masalah.

• Setiap keputusan membutuhkan interpretasi dan evaluasi informasi. Persepsi setiap pengambil keputusan tentu akan berbeda.

• Interpretasian ini bersifat individual sehingga keputusan yang dihasilkan juga akan berbeda satu dengan yang lain.

(16)

Bagian 5

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

(17)

Pengambilan Keputusan dalam

Organisasi

• Masalah

Ketidaksesuaian antara perkara saat ini dan keadaan yang diinginkan.

• Model Rasional ( Rational Decision – Making Model )

Sebuah model pembuatan keputusan yang mendeskripsikan bagaimana individu seharusnya berperilaku untuk

memaksimalkan beberapa hasil. • Rasional

Membuat pilihan-pilihan yang konsisten dan memaksimalkan nilai dalam batasan-batasan tertentu.

(18)

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

Langkah-langkah dalam Model Pembuatan

Keputusan Rasional :

1. Mendefinisikan masalah.

2. Mengidentifikasikan kriteria keputusan.

3. Menimbang kriteria tersebut.

4. Mengembangkan alternatif.

5. Mengevaluasi alternatif-alternatif yang ada.

6. Memilih alternatif terbaik.

(19)

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

• Rasionalitas yang Dibatasi ( Bounded Rationality )

Membuat keputusan dengan membuat berbagai model sederhana yang menggali fitur dasar dari masalah tanpa mendapatkan semua kerumitannya.

• Intuisi ( Intuitive Decision Making )

Proses bawah sadar yang berasal dari pengalaman yang telah disaring.

(20)

Bagian 6

(21)

Bias umum dan Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan • Bias Kepercayaan Diri yang Berlebih ( Overconfidence Bias )

Percaya terlalu banyak pada kemampuan kita sendiri untuk membuat keputusan yang baik - terutama saat berada di luar keahlian sendiri.

• Bias Jangkar ( Anchoring Bias )

Kecenderungan untuk sangat tertarik dengan informasi awal, dari mana kita kemudian gagal menyesuaikan diri dengan baik untuk informasi yang berikutnya.

• Bias Konfirmasi ( Confirmation Effects )

Kecenderungan untuk mencari informasi yang menguatkan pilihan-pilihan masa lalu dan mengabaikan informasi yang bertentangan dengan penilaian-penilaian masa lalu.

(22)

Bias umum dan Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan

• Bias Ketersediaan ( Availability Bias )

Kecenderungan individu mendasarkan penilaian mereka pada informasi yang sudah tersedia bagi mereka.

• Bias Representatif ( Representative Bias )

Menilai kemungkinan suatu kejadian dengan menganggap situasi saat ini sama seperti situasi di masa lalu.

• Peningkatan Komitmen ( Escalation of Commitment )

Komitmen yang meningkat untuk sebuah keputuasn meskipun terdapat informasi negatif.

(23)

Bias umum dan Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan

• Kesalahan yang Tidak Disengaja ( Randomness Error ) Kecenderungan individu untuk percaya bahwa mereka dapat memprediksi hasil dari peristiwa-peristiwa yang tidak disengaja.

• Keengganan Resiko ( Risk Aversion )

Kecenderungan individu untuk lebih menyukai keuntungan rata-rata jika ada faktor resiko, meskipun jika resiko

diambil dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. • Bias Peninjauan Kembali ( Hindsight Bias)

Kecenderungan kita untuk pura-pura yakin bahwa kita telah memprediksi hasil dari sebuah peristiwa secara akurat, setelah hasil tersebut benar-benar diketahui.

(24)

Beberapa Cara Mengurangi Bias dan

Kesalahan

Fokus Pada Tujuan

Cari Informasi yang melemahkan keyakinan

Anda

Jangan berusaha mengartika peristiwa

yang tidak disengaja

(25)

Bagian 7

PERBEDAAN INDIVIDUAL

DAN BATASAN ORGANISASIONAL

(26)

Perbedaan – Perbedaan Individual

Kepribadian ( Personality )

Gender

Kemampuan Mental ( Mental Ability )

(27)

Batasan-batasan Organisasional

• Evaluasi Kinerja

Dalam membantu keputusan, para manajer sangat dipengaruhi oleh kriteria-kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi mereka.

• Sistem Penghargaan

Sistem penghargaan organisasi mempengaruhi para pembuat keputusan dengan cara menyatakan mereka pilihan-pilihan yang lebih baik menurut hasil pribadi.

• Peraturan Formal

Peraturan-peraturan formal menentukan berbagai keputusan individu ketika organisasi menstandarisasi perilaku mereka. • Batasan Waktu yang Ditentukan oleh Sistem

Organisasi menentukan batas waktu untuk berbagai keputusan. • Peristiwa Historis

Keputusan-keputusan di masa lalu terus membayangi pilihan yang ada pada saat ini.

(28)

Bagian 8

(29)

Tiga Kriteria Keputusan Etis

• Utilitarianisme ( Utilitarianism )

Keputusan-keputusan dibuat untuk memberikan kebaikan terbesar untuk jumlah terbanyak.

• Fokus pada Hak

Keputusan-keputusan yang dibuat terfokus pada Hak, keputusan konsisten dengan kemerdekaan dan hak-hak fundamental.

• Fokus pada Keadilan

Kriteria ini mengharuskan dalam mengambil keputusan fokus pada keadilan bagi semua anggota organisasi tersebut.

(30)

Bagian 9

(31)

K r e a t i v i t a s

• Kreativitas

Kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan berguna.

• Tiga Komponen Kreativitas : 1. Keahlian

2. Ketrampilan berpikir kreatif 3. Motivasi Tugas

(32)

TIPE KEPUTUSAN

1. Programmed Decision

Prosedur khusus yang dikembangkan

menangani untuk masalah yang rutin dan

berulang-ulang.

2. Nonprogrammed Decision

Keputusan yang bersifat baru dan tdk

terstruktur, diperlukan pada situasi

permasalahan yang unik dan komplek.

(33)

Perbandingan Tipe keputusan

Programmed Decision Nonprogrammed Decision

Masalah Banyak, berulang, rutin. Kepastian adanya hubungan sebab – akibat

Baru, tak terstruktur. Ketidakpastian adanya hubungan sebab - akibat

Prosedur Tergantung pada kebijakan, aturan dan prosedur yang jelas.

Butuh kreativitas, intuisi,

toleransi, pemecahan masalah secara kreatif

Contoh

Perusahaan Pemesanan persediaan periodik

Diversifikasi produk & pasar baru

Universitas Kenaikan angka kredit jabatan

Pembangunan fasilitas kelas baru

Pemerintah Rumah Sakit

Prosedur pendaftaran pasien. Sistem gaji untuk promosi karyawan

Pembelian alat laboartorium. Reorganisasi pada pemerintahan daerah.

(34)

Perbedaan lainnya

TERSTRUKTUR :

‰ Karakteristik rutinitas, berulang ulang

‰ Korelasi antar variabel terlihat jelas

‰ Teknik pengambilan keputusan berdasarkan kebiasaan , tradisi, rutinitas

‰ Tingkat resiko rendah

‰ Sifat peristiwa mudah diramalkan

‰ Nilai keputusan mendekati akurat

‰ Pandangan yang dianut rational

‰ Ada SOP

TIDAK TERSTRUKTUR:

‰ Baru, tidak berulang, jarang terjadi

‰ Sulit dicari hubungannya

‰ Kreativitas, inovasi, intuisi

‰ Resiko tinggi,besar

‰ Sulit diramalkan

‰ Sulit dinilai dengan pasti

‰ Cenderung bounded rationality

(35)

Tipe keputusan lain

ADA DUA TIPE :

1. Atas dorongan pencapaian tujuan

(36)

MODEL:

DORONGAN PENCAPAIAN KEBUTUHAN

PENETAPAN TUJUAN MASALAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN

(37)

MODEL:

TARIKAN TUNTUTAN LINGKUNGAN

MASALAH PENETAPAN TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

(38)

Keputusan yang berkualitas

Kontribusi terhadap peningkatan nilai

organisasi dan individual- KONSEKUENSI

Akurasi antara prediksi dan realisasi - GAP

(39)

Proses Pengambilan keputusan

Revise

Penetapan Goal khusus dan Objective dan Pengukuran Hasil

Pengidentifikasian Masalah Revise Revise Pengembangan Alternatif Pengevaluasian Alternatif Revise Pemilihan Alternatif Revise Revise Penerapan keputusan

(40)

Penetapan Goal khusus dan

Objective serta Pengukuran Hasil

‰ Penetapan goal dan objective akan mengarahkan

pada hasil mana yang sudah dicapai dan pengukuran

mana yang menunjukkan hasil yang sesuai dengan

yang diinginkan.

‰ Penetapan goal dan objective membutuhkan

komunikasi antara manajer dengan bawahan.

(41)

Pengidentifikasian Masalah

Adanya masalah menunjukkan adanya gap antara

goal dan objective organisasi dengan kinerja

aktual.

Faktor yang menggangu identifikasi masalah:

Persepsi terhadap masalah

Penetapan masalah dalam lingkup solusi

Identifikasi gejala sebagai masalah

(42)

Pengembangan Alternatif

Alternatif

(Potensi

Solusi)

harus

dikembangkan

(lingkungan

internal

&

eksternal) dan konsekuensi/akibat yang

mungkin timbul dari setiap alternatif.

Perlu mempertimbangkan kendala waktu &

biaya;

banyaknya

alternatif

dengan

kecepatan keputusan yang diambil.

Cara untuk kembangkan alternatif adalah

dengan analisis skenario.

(43)

Pengevaluasian Alternatif

Alternatif

yang

sudah

dipilih

dievaluasi

dan

dibandingkan dengan objective.

Objective dari pengambilan keputusan setiap alternatif

harus berupa hasil/keluaran positif paling banyak dan

akibat buruk paling kecil.

Hubungan Alternatif – Hasil:

– Kepastian : Pengetahuan lengkap ttg probabilitas output

– Ketidakpastian : Tidak punya pengetahuan ttg probabilitas output

(44)

Pemilihan Alternatif

Pemilihan alternatif yang dipilih berdasarkan

hasil/keluaran yang sesuai objective.

Perlu mempertimbangkan dampak alternatif +

dan - terhadap objective yang lain (tujuan yang

satu optimal sedangkan tujuan yang lain tidak

optimal).

Tidak mungkin solusi keputusan akan memuaskan

semuanya, tetapi yang optimal adalah yang sesuai

standar.

(45)

Penerapan Keputusan

Keputusan yang baik adalah yang efektif untuk

implementasi

Perlu pengujian terhadap perilaku orang terhadap

keputusan tersebut

.

Pengendalian dan Pengevaluasian

Efektivitas manajemen terkait dengan

pengukuran hasil periodik

Perlu pengendalian dan evaluasi keputusan

terhadap objective

(46)

Faktor penentu keputusan

No Landasan waktu Deskripsi

1.

Masa lalu

ƒ Pengalaman dan peristiwa masa lalu

ƒ Keinginan masa lalu yang belum terwujud

ƒ Masalah dan tantangan yg timbul pada masa lalu dan belum terselesaikan

ƒ Ketersediaan informasi masa lalu 2.

Masa kini

ƒ Perubahan faktor lingkungan: politik, ekonomi, sosial budaya. ƒ Dorongan visi, misi dan keinginan yang hendak dicapai.

ƒ Masalah dan tantangan yang timbul sebagai hasil dari perubahan lingkungan.

ƒ Adanya konsep kelangkaan dan keterbatasan

ƒ Adanya konsep tentang tindakan atas dasar kesadaran untuk memilih salah satu alternatif atas masalah yang dihadapi

ƒ Keputusan-keputusan yang diambil oleh organisasi lain

ƒ Ketersediaan real time information, informasi yang relevan dan berkualitas

ƒ Adanya sejumlah pengetahuan hasil akumulasi masa lalu yang bernilai tinggi

3.

Masa depan

ƒ Visi, misi dan tujuan yang hendak dicapai ƒ Perubahan faktor lingkungan yang akan terjadi

ƒ Ketidakpastian dan peluang timbulnya risiko dan kelangkaan ƒ Ketersediaan expected information yang diharapkan membantu

(47)

Informasi Sbg Bahan Baku PK

Peran informasi dlm PK (

lihat slide 11 lesson for the future

)

Tergantung pada level keputusan:

¾ level strategik

¾ Level manajemen ¾ Level pengetahuan ¾ Level operasional

(48)

Level strategik

Berkaitan dengan penentuan sejumlah

tujuan, sumberdaya, dan kebijakan

organisasi

Memprediksi masa depan lingkunan

ekstrnal dan internal

Harmonisasi karakteristik organisasi

dengan leingkungannya

(49)

Level manajemen

Pemanfaatan sumberdaya secara efisien

dan efektif

Implementasi tujuan yang ditetapkan pada

level strategik

(50)

Level pengetahuan

Penilaian kembali sejumlah ide baru dalam

menghasilkan produk jasa atau barang

Penentuan cara untuk sosialisasi ide baru

Penentuan cara untuk distribusi informasi

(51)

Level operasional

Menentukan cara terbaik untuk

menerapkan tugas khusus yang telah

ditetapkan

Mengalokasikan sumberdaya sesuai

dengan arahan level manajemen dan

staregik

(52)

Perlu diingat

Seluruh level akan menghadapi tipe

keputusan terprogram/tersruktur maupun

tidak.

Pada level yang lebih atas keputusan

cenderung tidak terstruktur

Bagaimana peran informasi? …… lihat

gambar berikut

(53)

Tingkat organisasi

Tipe Keputusan Operasional Pengetahuan Manajemen strategik Terstruktur TPS - -

-Semi terstruktur

- OAS MIS

DSS

-Tidak terstruktur - KWS ESS

JENIS INFORMASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Keterangan: TPS (transaction processing systems, OAS (office automation system), KWS ( knowledge work system), MIS

(management information syatem), DSS (decision support systems),

(54)

Pengaruh Perilaku Terhadap Pengambilan

Keputusan Individu

• Perilaku yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah:

Ethics, values, Personality, Propensity for Risk, Potensial for Dissonance, serta Escalation of Comitment.

• Etika adalah sistem atau kode yang memberikan arahan

pekerjaan bagi individu.

• Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan etis:

gender, filosofi, edukasi, pengalaman, umur, kesadaran, kultur organisasi, kode etik, reward dan sanksi.

(55)

Values

Value adalah arahan/tuntunan dan keyakinan

bahwa pembuat keputusan menggunakannya

ketika pada kondisi ttt.(kondisional) karena

tempat dan waktu

Value digunakan pada:

– Penetapan objective

– Pengembangan objective

– Pemilihan alternatif

– Penerapan keputusan

(56)

Personality

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi Pembuat

keputusan.

Studi personality pada proses pengambilan keputusan:

personality

variables,

situational

variables,

interactional variables.

Kesimpulan:

– Semua orang tidak pandai dalam semua hal

– Karakteristik tertentu terkait dengan perbedaan proses

pengambilan keputusan

– Hubungan personality terhadap keputusan bervariasi

– Individu yang menghadapi keputusan penting dan ambigu

(57)

Propensity for Risk

Kecenderungan terhadap resiko yang diambil

akan

mempengaruhi

proses

pengambilan

keputusan.

Person yang high aversion to risk akan memilih

keputusan yang tingkat kepastiannya tinggi .

( High Aversion to risk Æ High Certainity)

Besarnya resiko yang diambil tergantung:

Kejelasan Goal yang ditetapkan

Informasi alternatif nya diketahui

(58)

Potential for Dissonance 1

Terkait dengan sebelum keputusan dibuat dan

akibatnya setelah keputusan tersebut ditetapkan.

Postdecision anxiety, terkait dengan kekhawatiran

akibat dari keputusannya.

Cognitive Dissonance (Leon Feon festinger, Teori

penyesalan) adalah Kekhawatiran yang terjadi

ketika ada konflik antara keyakinan dan realita

individu.

(59)

Potential for Dissonance 2

CIRI KEPUTUSANNYA :

• Keputusan bersifat psikologis dan atau pentingnya keuangan. • Ada sekian banyak alternatif yang tidak dihilangkan

• Alternatif yang tidak dipakai tersebut memiliki banyak kelebihan SOLUSINYA :

• Mencari informasi yang mendukung kebijakan pengambilan

keputusan

• Selektif atas informasi yang mendukung keputusannya

• Meminimkan aspek negatif dari keputusan dan perbesar aspek

(60)

Escalation of Commitment

Pembuat

keputusan

tetap

mempertahakan

keputusannya walaupun terdapat informasi yang

negatif, sering dilakukan dengan menambah

sumberdaya untuk antisipasi kerugian.

Selt Justification Theory : Pembuat keputusan

akan

meningkatkan

komitmennya

untuk

menjalankan tindakannya karena tidak ingin

mereka/orang lain pada sumberdaya sebelumnya

tidak dialokasikan dengan tepat

(61)

Grup Decision Making

Banyak keputusan diambil melalui grup, tim,

panitia, dll

Cocok untuk:

– Nonprogram Decision

– Permasalahan kompleks butuh multidisiplin / pengetahuan

Peran manajer dalam keputusan kelompok

dengan partisipasi kolaborasi/kerjasama bagian

organisasi

Kolaborasi melibatkan proses gabungan

pengambilan keputusan antra stakeholder atas

maslah masa datang

(62)

Individual Vs Grup Decision Making

Konsensus keputusan :

– Waktu lama

– Lebih baik, terlebih pada latarbelakang masalah yang bervariasi

– Pengaruh buruk dari faktor perilaku, yaitu Dominasi personalitas, Superior atas status, Superior atas keahlian

(63)

Tabel kemungkinan hubungan kualitas

keputusan dengan metoda

Individual Average individual Minority control Majority control Concensus

More

(64)

Techniques for Stimulating Creativity in

Grup decision making

Brainstorming: adalah teknik yang memacu

kreativitas dengan memunculkan ide melalui

diskusi nonkritikal.

Delphi Process: Teknik yang memacu kreatifitas

dengan menggunakan berbagai pertimbangan ide

untuk mencapai konsensus keputusan.

Nominal Grup Technique: Teknik yang memacu

kreativitas dengan mengarahkan orang pada

pertemuan

terstruktur

memalui

sedikit

komunikasi verbal.

(65)

Gaya pemikiran dan persepsi

Merupakan jantung dari proses

pengambilan keputusan

Gaya pemikiran merupakan cara manusia

untuk memperoleh pengetahuan

Bagaimana kita dapat mengetahui sesuatu

Bagaimana kita daat memperoleh informasi

menjadi data, dan

(66)

Klasifikasi gaya pemikiran

rasionalisme empirisme ekssistensialisme idealisme postulational Self-evidence truth Untested opinion literary Method of authority Scientific method

(67)

Scientific method

induksi

Problem solving tools: Matematika Statistik

Pendekatan

kuantitatif dan kualitatif

Fenomena, gejala, fakta, problem Dugaan awal deduksi Prinsip silogisme aritoteles Teori dan konsep

Hipotesis:

(68)

Proses pengolahan informasi

Rangsangan lingkungan: Manusia Peristiwa obyek Interpretasi dan kategorisasi Proses mental & intelektual Penilaian dan keputusan Masalah dan tujuan Proses pengolahan stimulus

Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4

Respon

Proses penyelesaian

Pemilihan Alternatif solusi

(69)

Terima Kasih

Gambar

Tabel kemungkinan hubungan kualitas  keputusan dengan metoda

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh laba yang diinginkan dan biaya produksi terhadap penetapan harga jual pada Produk Garam di Kabupaten Pati, berdasarkan uji

Dari gambar dapat dilihat pengukuran hasil dari koefisien refleksi antena dan VSWR masih sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan yaitu antena mempunyai nilai VSWR

Diagram alir pengujian merupakan sarana untuk mendapatkan hasil uji yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dengan meminimalisasi kesalahan dalam pengukuran. Diagram

Hasil validitas aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun telah sesuai dengan fungsionalitas yang diinginkan yaitu me- nunjukkan hasil analisis proses

Dari gambar dapat dilihat pengukuran hasil dari koefisien refleksi antena dan VSWR masih sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan yaitu antena mempunyai nilai VSWR

Tabel 1 Hasil Pengujian Internal Oleh Pakar NO Form Target yang ingin dicapai Hasil yang diinginkan Kesesuaian Sesuai Tidak 1 Form login Berhasil untuk melakukan login Petugas

3.5 Variabel Penelitian Variabel merupakan komponen yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengukuran agar mendapat suatu hasil tertentu sesuai dengan yang diinginkan sebagai

Hasil dan Pembahasan Hasil perbandingan pengukuran geometri disc refiner dengan jangka sorong menunjukkan angka yang sama sesuai toleransi dengan hasil pengukuran points cloud di