Pengaruh Media Sosial Terhadap Penjualan Suatu Barang
Disusun:
Julius Kurnia Andre Kusuma F1117035
Jurusan Ekonomi Pembangunan Transfer Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Bab 1 Pendahuluan
Latar belakang
kemajuan teknologi dan globalisasi membuat setiap elemen dalam kegiatan ekonomi mengalami peningkatan dalam setiap aktivitasnya. Konsumen menginginkan pola pemenuhan kebutuhan yang efektif dan efisien. Kemajuan teknologi terlihat seperti meningkatnya jumlah smartphone, meningkatnya penggunaan internet dan munculnya bisnis yang selama ini tidak diperhitungkan dan tiba-tiba merajai pasar seperti alibaba.com, Amazon.com, zalora atau e-bay. Setiap orang memiliki notebook atau netbook, serta munculnya smartphone yang dilengkapi oleh internet acces, layanan e-mail, facebook, twitter, instagram, youtube, path, snapchat dan sebagainya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin memperluas perdagangan menjadi tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini menyebabkan semakin tinggi pula persaingan yang harus dihadapi oleh semua pihak terutama pihak perusahaan selaku produsen. Perusahan-perusahaan menentukan strategi pemasaran agar menjadi pilihan konsumen. Pemahaman akan keadaan pasar dan perumusan strategi pasar yang tepat akan memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk atau barang mereka yaitu, dengan cara menggaet artis untuk memakai produk dari perusahaan tersebut di media sosial atau televisi.
Interactions marketing melakukan penelitian untuk membaca tren
kebiasaan konsumen. Survei online pun dilakukan pada sejumlah konsumen. Diketahui, 91 persen, konsumen melakukan survei untuk mengetahui review produk sebelum mereka berbelanja. Lalu, sebanyak 37 persen melakukan penelitian tentang produk yang dibeli sambil berbelanja.
Review produk bisa ditemukan dimanapun, blog, Twitter, Path, Facebook, youtube, instagram atau mungkin testimoni dari teman-teman terdekat. Hal ini bagi konsumen ternyata sangat berpengaruh dalam hal membuat keputusan dalam berbelanja sebuah produk.
dalam hal product knowledge sehingga mendapatkan produk yang benar-benar sesuai kebutuhan.
Bab 2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah
Media sosial saat ini menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Oleh sebab itu para pelaku ekonomi memanfaatkan atas keberadaan media sosial yang sedang menjadi kebutuhan di masyarakat dengan cara memperkenalkan produk mereka lewat media sosial. Tidak bisa dipungkiri keberadaan media sosial yang sekarang ini menjadi sebuah roda perekonomian bagi para pelaku ekonomi dilihat dari sebuah online shop memperoleh omset yang yang tidak kurang dari 10 juta rupiah. Namun disisi lain dari bisnis di media sosial akan berdampak buruk pada toko-toko.
pertanyaan Penelitian
1. Pengaruh media sosial pada penjualan barang
2. Dampak positif dan negatif media sosial bagi pelaku ekonomi Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh media sosial pada penjualan barang
Bab 3 Kajian Literatur
Eksternalitas
1. Pengertian
Berbagai pendapat mengemukakan teorinya tentang pengertian eksternalitas. Pendapat oleh Rosenb (1988) menyatakan bahwa eksternalitas terjadi ketika aktivitas suatu satu kesatuan mempengaruhi kesejahteraan kesatuan yang lain yang terjadi di luar mekanisme pasar (non market mechanism). Tidak seperti pengaruh yang ditransmisikan melalui mekanisme harga pasar,
eksternalitas dapat mempengaruhi inefisiensi ekonomi. Dalam hal ini eksternalitas merupakan konsekuensi dari ketidakmampuan seseorang untuk membuat suatu property right. Hyman (1999) menyatakan bahwa eksternalitas merupakan biaya atau manfaat dari transaksi pasar yang tidak direfleksikan dalam harga.
Ketika terjadi eksternalitas, maka pihak ketiga selain pembeli dan penjual suatu barang dipengaruhi oleh produksi dan konsumsinya. Biaya atau manfaat dari pihak ketiga tersebut tidak dipertimbangkan baik oleh pembeli maupun penjual suatu barang yang berproduksi atau yang menggunakan produk sehingga menghasilkan eksternalitas. Lebih jauh Hyman menyatakan bahwa harga pasar yang terjadi tidak secara akurat menggambarkan baik marginal social cost (MSC) maupun marginal socila benefit (MSB).
Jadi secara umum bisa dikatakan bahwa eksternalitas merupakan semua dampak atau pengaruh yang muncul dari sebuah kegiatan, dimana pengaruh tersebut akan berdampak pada pihak lain. Dampak atau pengaruh yang dimaksud adalah bisa pengaruh positif, negatif, kecil, maupun besar. Menariknya bahwa dampak-dampak tersebut bisa terjadi secara bersamaan meskipun dampak tersebut bersifat antitesis atau kontradiktif.
eksternalitas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan pasar. Deskripsinya adalah bahwa dengan adanya eksternalitas, menyebabkan pasar gagal menginternalisasikan fungsi produksi dan distribusinya secara efisien (Kurniawansyah H 2017)
2. Ilustrasi
Ilustrasi sederhana dari penjelasan diatas dapat dijabarkan sebagai berikut ; eksternalitas negatif tidak diperhitungkan kedalam perhitungan biaya akan membuat barang produksi kian banyak, sebab biaya yang dikeluarkan terlalu murah sehingga harga barangnya pun menjadi murah. Sebaliknya ketika eksternalitas positif tidak terakomodir pada biaya produksi akan membuat barang yang diproduksi terlalu sedikit sehingga menyebabkan harga barang menjadi mahal. Itulah yang dimaksud pasar menjadi gagal karena tidak ada makna efisien dari proses tersebut. Contoh : ketika ada dua pengusaha (produsen) memproduksi suatu barang yang saling mempengaruhi satu sama lain (ekternalitas). Sebut saja pengusaha A adalah pengusaha tambang lokal, dan pengusaha B adalah pengusaha perikanan di laut.
Pengusaha A akan memproduksi barang/tembaga sekitar 1/5 ton/hari dengan biaya sedikit lebih tinggi, sementara pengusaha B mampu memanen 1 ton ikan dari usaha perikanan di laut dengan biaya lebih rendah. Namun pengusaha tambang tersebut merasa bahwa biaya operasional dan produksi dari usahanya cukup tinggi, sehingga pengusaha A memutuskan untuk memangkas salah satu fase produksinya yaitu pembuangan tailing/limbah tambang tersebut ke laut.
Dengan begitu biaya produksi menjadi semakin berkurang dan barang yang diproduksi menjadi lebih banyak. Sementara pengusaha B mendapat efek negatif dari pengusaha A atas limbah industry pengusaha B. Akibatnya produksi barang dari pengusaha B menjadi berkurang dan barang tersebut pun akan menjadi mahal. Ilustrasi tersebut menarasikan bahwa eksternalitas negatif yang tidak dimasukkan dalam proses produksi membuat biaya terlalu murah dengan demikian barang yang diproduksi menjadi banyak (Retnandari, 2013).
3. Jenis-Jenis Eksternalitas a. Produsen -- Produsen
dari jagung tersebut sangat mengganggu warga binaan di Lapas tersebut. Maka dalm hal ini produsen satu telah mempengaruhi produsen lainnya (eksternalitas negatif). Contoh lain seperti penjual soto berdampingan dengan penjual es campur. Pada prinsipnya konsumen akan membeli soto juga pasti akan membeli es campur. Kondisi tersebut saling memberikan pengaruh positif terhadap usaha mereka (eksternalitas positif).
b. Produsen -- Konsumen
Merupakan eksternalitas yang muncul dari produsen dan mempengaruhi konsumen. Misalnya ketika pabrik tempe berada dekat dengan pemukiman, maka masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk membeli tempe, artinya akses masyarakat sangat mudah. Hal tersebut telah memberikan efek/eksternalitas positif bagi masyarakat. Sementara ketika pengusaha air mineral di suatu daerah menyedot air dalam volume yang banyak, akibatnya para petani sekitar kesulitan mendapatkan air untuk rutinitas pertaniannya dan hal tersebut sangat berpengaruh kepada hasil pertaniannya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa produsen memberikan eksternalitas negatifnya kepada konsumen.
c. Konsumen -- Konsumen
Merupakan eksternalitas yang muncul dari konsumen dan mempengaruhi konsumen lainnya. mislanya ; seseorang baru saja membeli DVD baru dan senang dengan lagu India. Kebetulan tetangganya juga sangat senang dengan lagu India, jadi setiap seseorang tersebut menyetel lagu India, tetangganya juga ikut menikmati eksternalitas dari kegiatan yang dilakukan tersebut. Namun ternyata ketika tetangganya menyukai lagu dangdut Dewi Persik, maka tetangga merasa kurang nyaman dengan aktivitas yang dilakukan, dengan begitu tetangga tersebut merasakan eksternalitas negatif dari aktivitas yang dilakukan seseorang tersebut.
d. Konsumen -- Produsen
Merupakan eksternalitas yang muncul dari konsumen dan mempengaruhi produsen. Misalnya ; ketika limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai dan bermanfaat bagi pemelihara ikan di sungai. Kondisi tersebut telah memberikan pengaruh positif (eksternalitas) khususnya bagi pemelihara ikan tersebut. Pada contoh lain ketika di kebun bunga banyak orang yang sedang melakukan selfie yang kemudian membuat kebun bunga rusak, maka kondisi tersebut telah memberikan pengaruh negatif (eksternalitas) bagi produsen.
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Perilaku Konsumen
Kotler (2008) menjelaskan perilaku konsumen sebagai suatu studi tentang unit pembelian –bisa perorangan, kelompok, atau organisasi. Unit-unit tersebut akan membentuk pasar sehingga muncul pasar individu atau pasar konsumen, unit pembelian kelompok, dan pasar bisnis yang dibentuk
Organisasi
Faktor-faktor Perilaku Konsumen
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian, seperti faktor-faktor yang dikemukakan menurut Kotler dan Keller (2008:173) antara lain sebagai berikut.
1. Faktor budaya terdiri atas budaya, subbudaya, dan kelas sosial
2. Faktor sosial terdiri atas kelompok referensi, keluarga, peran, dan status 3. Faktor pribadi terdiri atas usia, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian, dan gaya hidup
4. Faktor psikologis terdiri atas motivasi, persepsi, pembelajaran, dan memori.
Keputusan Pembelian
Menur ut Kotler dan Keller (2012:192), terdapat beberapa unsur yang menjadi perhatian dan pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, yaitu
BAB 4 PEMBAHASAN Sejarah Media Sosial di Indonesia
Media sosial di Indonesia mulai pesat mengikuti perkembangan akses internet pada para pengguna di Inodnesia, terlebih lagi dengan perkembangan infrastruktur internet yang ada di Indonesia seperti misalnya akses wifi, jaringan fiber dan lain sebagainya.
Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2012, kurang lebih 63 juta masyarakat Indonesia terhubung dengan internet dan sebanyak 95 persen aktivitas yang mereka lakukan adalah adalah membuka media sosial. Bahkan Indonesia sampai diprediksi akan menjadi negara dengan pengguna sosial media paling aktif dan paling banyak. Salah satu alasan yang paling kuat mengapa hal tersebut bisa terjadi adalah karena perangkat-perangkat internet mobile semakin terjangkau harganya bagi masyarakat sehingga memungkinkan penetrasi jaringan pada user yang lebih luas.
Perkembangan gawai turut mendukung perkembangan akses media sosial di Indonesia. Telepon genggam pintar seperti Android, iOS, dan lain sebagainya, beserta beragam model IoT seperti phablet, tablet, dan lain sebagainya turut menyumbang pada semakin luasnya akses internet dan media sosial bagi masyarakat di Indonesia.
Saat ini media sosial tidak hanya digunakan sebagai platform komunikasi dan sosialisasi, tetapi juga digunakan untuk kepentingan ekonomi, pemerintahan, dan lain sebagainya. Konstruksi realitas sosial terhadap suatu informasi atau peristiwa tertentu sangat mudah dilakukan dengan media sosial. Apabila kamu tertarik mendalaminya, kamu bisa mempelajari teori konstruksi sosial untuk membantu memahami realitas ini. Lihat juga teori konvergensi media, teori media komunikasi, atau teori persamaan media.
Orang-orang Indonesia semakin hari semakin aktif dalam dunia media sosial, dengan tingkat penetrasi yang mencapai puluhan juta orang, sehingga konten-konten apapun dapat viral dengan mudah seperti misalnya peristiwa-peristiwa unik sampai pada hal-hal kecil yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan viral.
berinteraksi, tetapi juga untuk melakukan gerakan-gerakan atau mendukung gagasan-gagasan tertentu agar mereka dapat berkontribusi dalam mengatur perkembangan masyarakat yang ada di sekitarnya, seperti misalnya petisi penghentian siaran televisi yang tidak mendidik, pembubaran gerakan massa tertentu dan lain sebagainya.
Penggunaan media sosial juga semakin beragam. Tidak hanya aktivitas mencari teman, bersosialisasi, dan lain sebagainya, tetapi media sosial di Indonesia juga digunakan untuk melakukan promosi produk tertentu atau pada prinsipnya melakukan bisnis tertentu. Dengan demikian para pebisnis akan memiliki kemudahan dalam melakukan aktivitas distribusi sehingga biaya produksi akan semakin rendah. Tidak hanya berjualan, media sosial juga difungsikan untuk aktivitas politik sebagaimana telah disinggung sebelumnya.
Melihat besarnya potensi pengguna di Indonesia tersebut sampai membuat perusahaan media sosial mulai membuka cabang-cabang atau kantor resmi untuk memudahkan komunikasi dengan pemerintah ataupun dengan para penggunanya yang ada di Indonesia. Pembukaan kantor resmi ini tentu menguntungkan karena selain memudahkan pengguna media sosial tersebut untuk menyampaikan keluhannya, juga membuka peluang pekerjaan bagi orang-orang tertentu.
Pembahasan
1. Pengaruh media sosial pada penjualan barang
Sejumlah pelaku bisnis mengakui keberadaan sosial media dapat mendongkrak jumlah penjualan dari bisnis yang sedang mereka kelola. Jika menengok ke halaman-halaman jejaring sosial pun akan banyak ditemui berbagai macam penawaran dan iklan yang dimunculkan oleh para pebisnis ini. Tujuannya? Tak lain tak bukan, adalah demi mengejar profit yang lebih banyak.
Pendeknya, sosial media memainkan peran yang signifikan dalam proses pemasaran sebuah usaha; yang kemudian bisa berdampak pada meningkatnya jumlah penjualan, naiknya jumlah omzet, dan bertambahnya keuntungan.
Sosial media menjadi tempat pemasaran yang efektif karena beberapa hal, antara lain:
• Banyaknya media sosial yang dapat diakses dengan sangat mudah;
bahkan satu orang bisa menjadi anggota dari banyak socmed
• Mudahnya prosedur penyebaran informasi di sosial media; pebisnis
hanya perlu membuat artikel, tulisan, gambar, video, atau bentuk informasi lainnya dan menaruhnya di media sosial tertentu
• Adanya pemberitahuan atau notifikasi kepada pengguna media sosial, termasuk ketika ada postingan baru dari pebisnis tertentu; sehingga informasi bisa diketahui dengan cepat
• Jangkauan yang luas; artinya, satu pesan yang sama bisa langsung
tersampaikan ke banyak orang
Maka dari itu media sosial sangat berpengaruh terhadap penjualan suatu produk atau barang. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2017 sebesar 5,01%. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama ini jika dilihat year on year, ditopang oleh beberapa sektor, salah satunya adalah informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,01%. Hal itu, didorong dari banyaknya pengguna internet, contohnya transaksi online, sehingga sektor informasi dan komunikasi tumbuh
Bahkan Roy Mandey (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) mengatakan, dari catatannya jumlah volume transaksi secara online telah meningkat 1,5% di atas transaksi konvensional. "Kalau sekarang kami lihat sudah 1,5%-2% dari total penjualan ritel modern. Itu karena ada perubahan pola belanja konsumen, jadi yang biasa mereka stok barang, sekarang mereka membeli sesuai kebutuhan saja. Mereka lebih nyaman mereka simpan uangnya, kemudian di investasikan ketimbang belanja.
"Bukan dalam jumlah value, tapi dalam jumlah volume atau transaksi. Mereka yang belanja adalah kebanyakan generasi Y atau generasi muda. Jadi generasi itulah yang meningkatkan penjualan online atau penjualan e-commerce. Tapi untuk yang di atas 50 tahun itu masih menggunakan offline store,"
Ada dampak negatif dan dampak positif dari media sosial bagi pelaku ekonomi. Berikut ini dampak positif dari pelaku ekonomi yang menggunakan social media::
• Lebih praktis karena tidak perlu melewati padatnya lalu lintas. • Kemungkinan harga lebih murah itu besar, karena sang pemilik
online shop tidak perlu membayar sewa ruko, toko dsb.
• Harga bervariasi, sehingga dapat membandingkan antara online
shop satu dengan online shop lainnya.
• Jangkauan belanja luas, tidak hanya sebatas dalam kota, luar kota
pun bisa bahkan luar negeri. terlebih lagi, banyak sekali website yang dikhususkan untuk forum transaksi jual beli lokal, interlokal, maupun internasional.
Media sosial bagi pelaku ekonomi juga memiliki dampak negative, antara lain :
• Yang marak terjadi adalah penipuan, biasanya terjadi ketika
melihat testimonial dari pembeli sebelumnya. Maka itu para pembeli harap berhati - hati dengan modus penipuan berkedok online shop.
• Tidak semua harga di online shop lebih murah dibanding offline
shop, terlebih lagi barang-barang yang cukup langka yang jarang kita lihat di toko-toko offline ataupun sebaliknya. Atau karena merasa ramai pembeli, para pengusaha online shop menaikan harga untuk mencari keuntungan yang lebih besar.
• Karena jangkauan sangat luas, kita masih harus mengirimkan
ongkos kirim yang cukup mahal tergantung jenis paket pengiriman yang kita pilih.
• Sangat bergantung pada kondisi alam, karena biasanya para kurir
melewati jalur darat,udara atau air untuk pengiriman. Apabila cuaca buruk seperti banjir, gelombang tinggi atau angin kencang, bukan tidak mungkin pengiriman akan telat sampai tujuan.
• Barang tidak sesuai pesanan, entah karena kualitas foto yang
Bab 5 Kesimpulan
Daftar Pustaka
Hayat, Cynthia dan Afrido V. Hutapea, “LEGALITAS WEBSITE KOMERSIAL”, Jakarta, 2013.
http://www.scribd.com/doc/29547980/Analisa-Pengaruh-Facebook-Terhadap-Pejualan-Barang-Online
Jaya Indra P, Peran Sosial Media pada Jumlah Penjualan dalam Bisnis. Kompasiana, 2015
Fadhly Fauzi Rachman. Marak e-Commerce, Konsumen Mulai Beralih ke Belanja Online. Detik.com, 2017
Suryani, Tatik. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet: Implikasi pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kottler, Philip dan Keller, Kevin Lane. 2008. Manajemen Pemasaran ( edisi 12 ) PT.Indeka, Jakarta