• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKAT"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN

VOLUME PENJUALAN IKAN LELE PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

(Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang

Kabupaten Tulungagung)

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh:

Koirin Mafidah

NIM. 17402153379

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI

TULUNGAGUNG

(2)

ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN

VOLUME PENJUALAN IKAN LELE PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

(Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang

Kabupaten Tulungagung)

PROPOSAL SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Seminar Proposal

Oleh:

Koirin Mafidah

NIM. 17402153379

KELAS 6N

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI

TULUNGAGUNG

(3)

A. Judul Penelitian

Judul “Analisis Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan Volume Penjualan Ikan Lele Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung)”.

B. Latar Belakang Masalah

Perkembangan bisnis di Indonesia saat ini semakin meningkat. Hampir setiap hari kita terlibat dalam dunia bisnis seperti pembelian barang dan jasa. Bermacam-macam kebutuhan hidup mulai dari sandang, pangan dan papan harus kita penuhi setiap hari. Saat ini persaingan bisnis haruslah profesional dan konsisten dalam memenuhi kebutuhan konsumennya, disamping harus berlomba-lomba dengan para pesaing dalam mempertahankan citra terhadap konsumen. Hal tersebut menandai bahwa perkembangan ekonomi menyebabkan perubahan-perubahan yang mengakibatkan bisnis menghadapi berbagai kendala seperti persaingan memperebutkan pangsa pasar dan konsumen. Untuk menangani kendala tersebut perusahaan harusnya mengetahui posisi pasar dimana barang dan jasa ditawarkan.

Suatu perusahaan selalu menginginkan agar hasil penjualannya meningkat secara terus-menerus. Usaha dalam meningkatkan penjualan ini sangat diperlukan bagi keberlangsungan perusahaan. Perusahaan yang tidak bisa memenuhi keinginan konsumen akan mengalami penurunan volume penjualan. Jika dari tahun ke tahun perusahaan terus-menerus mengalami penurunan produksi maka dipastikan perusahaan akan gulung tikar. Misalnya, ketika pesaing usaha terus bertambah maka persaingan dalam jenis industri yang sejenis seharusnya memiliki spesifkasi keunggulan produk tersendiri. Selain itu, perusahaan harus bisa memahami betul kebutuhan konsumen, mendesain dan mengontrol kualitas produk dan pelayanan secara efektif dan efsien.1 Bahkan sebisa

(4)

mungkin dapat menciptakan produk baru sebagai inovasi untuk meningkatkan volume penjualan.

Persaingan produk yang terus meluas menyebabkan timbul strategi pemasaran yang berguna dalam membantu menjaga usaha agar tetap berkembang. Agar berhasil perusahaan harus bekerja lebih keras melebihi pesaing untuk memuaskan hasrat beli konsumen. Oleh karena itu, strategi pemasaran harus disesuaikan menurut kebutuhan konsumen ataupun pesaing. Strategi pemasaran harus dirancang secara kompetitif, mulai dari menganalisis usaha pesaing. Dengan begitu perusahaan dapat mengetahui bagian-bagian mana yang memiliki potensi untuk dijadikan keunggulan dan bagian mana yang menjadi titik lemah pesaing. Kegiatan pemasaran pada dasarnya berfokus pada produk, penetapan harga, kebijakan distribusi dan strategi promosi sebagai bauran pemasaran. Aktivitas bauran pemasaran memegang peranan penting bagi kelangsungan bisnis usaha.

Salah satu indikator keberhasilan pemasaran produk dapat dilihat dari besar kecilnya volume penjualan yang dicapai dalam suatu periode. Umumnya apabila volume penjualan yang diperoleh rendah maka keuntungannya akan rendah juga. Strategi pemasaran dengan memperhatikan produk yang dihasilkan berkualitas akan mempengaruhi tingkat penjualan. Harga yang ditawarkan kepada konsumen terjangkau atau sesuai kebutuhan yang diharapkan oleh konsumen sehingga akan meningkatkan penjualan. Saluran distribusi yaitu penempatan lokasi perusahaan yang terjangkau atau strategis, sehingga memudahkan konsumen untuk datang atau mengadakan transaksi akan produk tersebut. Dari pentingnya peranan marketing mix dalam usaha meningkatkan penjualan atau pencapaian laba yang diharapkan perusahaan, maka perusahaan harus tepat dalam menerapkan strategi pemasaran2.

2 Andi Rizkqi Yunawan, Penerapan Strategi Marketing Mix dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada

(5)

Strategi pemasaran selalu digunakan agar setiap bisnis yang dijalankan berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Salah satu bisnis yang banyak diminati masyarakat yaitu budidaya ikan.

Perkembangan pembangunan perikanan di Indonesia sebagai bagian pembangunan nasional telah memperlihatkan hasil yang cukup baik. Dalam kegiatan produksi, budidaya ikan memiliki tujuan yaitu memaksimumkan keuntungan usaha. Perolehan keuntungan maksimum ini berkaitan dengan efisiensi dalam berproduksi. Proses produksi terkadang juga tidak efisien, ketidakefisienan tersebut biasanya disebabkan oleh dua hal yaitu secara teknis tidak mempunyai tingkat keefisienan dan tidak efisien pada tingkat harga dan pengeluaran tertentu. Akan tetapi semua pembudidaya ikan dapat dikatakan sebagai penerima harga dalam pasar.3

Sekarang ini jarang dijumpai sekumpulan pembudidaya ikan mampu mengorganisasikan kelompoknya sehingga mempunyai posisi tawar yang kuat di pasar. Ikan merupakan sumber protein hewani yang beresiko lebih kecil bagi kesehatan manusia karena memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang berperan dalam melindungi jantung. Daging ikan dapat menurunkan kolesterol dalam darah, mencegah terjadinya penggumpalan darah, dan sangat diperlukan untuk pembentukan otak dibandingkan dengan sumber lainnya seperti daging, ayam dan telur.

Salah satu jenis ikan yang banyak diminati yaitu ikan lele. Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial di berbagai daerah, tak luput pula di Kabupaten kecil seperti Tulungagung. Banyak masyarakat yang memilih membudidayakan ikan lele karena budidaya ikan lele dinilai sangat mudah dipelajari dan dipasarkan. Dari tahun ke tahun pun jumlah pembudidayanya semakin meningkat. Selain untuk mempertahankan spesiesnya, kegiatan pembudidayaan perlu ditingkatkan guna memenuhi permintaan pasar dan kebutuhan gizi masyarakat, apalagi diiringi oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap ikan lele membuat peluang usahanya semakin terbuka. Mulai dari usaha pembenihan, pembesaran hingga usaha pengolahan. Ada beberapa hal yang mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan lele diantaranya, dapat dibudidayakan di lahan dan

3 Ahmad Taufiq Az-Zahnuji, Analisis Efisiensi Budidaya Ikan Lele di Kabupaten Boyolali studi di

(6)

sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, teknologi budidayanya mudah dikuasai oleh masyarakat, pemasarannya relatif mudah, dan modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.4

Banyaknya petani pembudidaya ikan lele tidak terlepas dari persaingan pemasarannya. Dalam perkembangannya budidaya ikan lele dipengaruhi oleh berbagai faktor dan juga tidak terlepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pembudidaya ikan lele di Tulungagung terutama dalam hal pemasaran. Selama ini, pembudidaya ikan lele di Tulungagung melaksanakan strategi pemasaran melalui agen atau langsung ke pengepul.

Diambil dari masalah pemasaran dalam budidaya ikan lele, maka dengan adanya keterbatasan pemasaran produk Usaha budidaya ikan lele yang terletak di desa Gondosuli, Gondang, Tulungagung menemukan strategi dalam meningkatkan volume penjualan dalam proses pemasaran. Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian yang berjudul: “Analisis Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan Volume Penjualan Ikan Lele Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung)”.

C. Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan fokus penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana budidaya ikan lele desa Gondosuli, Tulungagung dalam mengimplementasikan strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan?

2. Bagaimana budidaya ikan lele desa Gondosuli, Tulungagung dalam mengimplementasikan strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan perspektif ekonomi Islam?

D. Tujuan Penelitian

4 Jaja, et. all., Usaha Pembesaran dan Pemasaran Ikan Lele serta Strategi Pengembangannya di UD

(7)

1. Mengetahui implementasi strategi bauran pemasaran budidaya ikan lele desa Gondosuli, dalam meningkatkan penjualan.

2. Mengetahui implementasi strategi bauran pemasaran budidaya ikan lele desa Gondosuli, dalam meningkatkan penjualan perspektif ekonomi Islam.

E. Identifikasi Penelitian dan Batasan Masalah

Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas dan tidak terarah maka diperlukan pembatasan masalah dalam penulisan skripsi. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini agar terarah dan tidak terlalu meluas, maka penulis memberikan batasan permasalahan. Penulis membatasi objek yang digunakan mengingat waktu, biaya dan kemampuan penulis yang terbatas. Berikut ini adalah batasan masalah dalam penelitian: 1. Responden yang diteliti adalah sepuluh orang petani budidaya ikan lele di desa

Gondosuli, Gondang, Tulungagung.

2. Dari sekian banyak faktor yang menghambat penurunan tingkat penjualan ikan lele, penelitian ini akan menggunakan strategi bauran pemasaran untuk meneliti seberapa besar implementasi baurn pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan.

F. Manfaat Penelitian 1. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai pengembangan keilmuan dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat tentang solusi dalam mengatasi penurunan tingkat penjualan ikan lele dengan bauran pemasaran untuk meningkatkan pendapatan hasil usaha dan mengurangi hambatan-hambatan yang menjadi kendala dalam menurunkan tingkat pendapatan.

2. Secara Praktis

a. Untuk Masyarakat Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Penelitian ini diharapkan dapat menemukan solusi untuk mengatasi kendala dalam memasarkan dan memberikan solusi bagi masyarakat agar memperoleh pembayaran tunai sehingga akan menjadi jembatan dalam meningkatkankan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

(8)

Peneltian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, selain itu dapat menambah khasanah pengetahuan bauran pemasaran yang diperkaya dengan nilai-nilai Islam, serta dapat menambah wawasan dan pengalaman baru yang digunakan sebagai modal dalam meningkatkan disiplin ilmu, terutama setelah terjun langsung ke dunia enterpreneur.

c. Untuk penelitian selanjutnya

Penelitian ini diharapkan dapat membatu dalam memberikan gambaran awal bagi peneliti, selanjutnya yang mana juga meneliti tentang strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

d. Untuk Jurusan Ekonomi Syariah

Penelitian ini dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai referensi tambahan dalam mengembangkan karya ilmiah, serta dapat menambah wawasan tentang strategi dalam mengatasi hambatan proses pemasaran.

G. Penegasan Istilah

1. Penegasan Konseptual a. Pemasaran

Istilah pemasaran dalam bahasa inggris dikenal dengan nama marketing. Marketing merupakan proses di mana seseorang atau kelompok dapat memenuhi need dan want melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran barang dan jasa. Dari sudut pandang The American Marketing Association, Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, services to create exchanges that satisfy individual and organizational goals. Artinya marketing adalah proses merencanakan konsepsi, harga, promosi, distribusi ide, menciptakan peluang yang memuaskan individu dan sesuai dengan tujuan organisasi.5

Jadi yang dimaksud marketing dalam penelitian ini adalah keseluruhan proses penciptaan, proses perubahan nilai (value), tentang produk yang akan ditawarkan kepada pangsa pasar oleh petani budidaya ikan lele desa Gondosuli, Gondang, Tulungagung.

(9)

b. Volume Penjualan

Penjualan adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi/seseorang yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain membeli barang atau jasa yang ditawarkan6. Sedangkan, volume penjualan adalah banyaknya barang atau jasa yang

terjual pada saat terjadi tukar-menukar. Semakin besar jumlah barang atau jasa yang terjual, semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Volume penjualan dalam penelitian ini adalah jumlah hasil panen ikan lele yang terjual alam penjualan yang dilakukan petani budidaya ikan lele desa Gondosuli.

c. Budidaya Ikan Lele

Budidaya adalah Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil, suatu sistem yang digunakan untuk memproduksi sesuatu dibawah kondisi buatan. Ikan Lele atau ada juga sebagain masyarakat yang menyebutnya dengan ikan keli adalah salah satu jenis ikan yang hidup di air tawar seperti kolam, sungai dan lainnya. Lele pada umumnya sangatlah mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, pipih memanjang, dan memiliki “kumis” yang mencuat disekitar mulutnya.7 Budidaya ikan lele pada

penelitian ini yaitu usaha membesarkan ikan lele untuk diambil manfaatnya, selain untuk diambil manfaat dari hasil penjualan, usaha ini digunakan untuk menjaga spesies ikan lele.

d. Perspektif Ekonomi Islam

Pemasaran dalam pandangan Islam merupakan suatu penerapan disiplin strategis yang sesuai dengan nilai dan prinsip syariah. Marketing Syariah adalah sebuah disiplin strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan nilai dari satu inisiator kepada stakeholder dimana secara keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah8. Dalam penelitian ini,

ekonomi Islam dijadikan sebagai sudut pandang dalam menganalisis penerapan bauran pemasaran pada usaha budidaya ikan lele desa Gondosuli dalam meningkatkan volume penjualan.

6 Basu Swastha, Azas-azas Marketing, (Yogyakarta: BPFE, 1998), hal. 8.

7 Indonesia Student, Pengertian Ikan Lele dan Penjelasannya Lengkap, dalam

http://www.indonesiastudents.com/pengertian-ikan-lele-dan-penjelasannya-lengkap/ diakses tanggal 28 Mei 2018.

(10)

2. Penegasan Operasional

Yang dimaksud dengan “Analisis Bauran Pemasaran dalam Meningkatkan Volume Penjualan Ikan Lele Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Budidaya Ikan Lele Desa Gondosuli Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung)”, dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis strategi bauran pemasaran dalam implementasi peningkatan volume penjualan ikan lele desa Gondosuli ditinjau dari perspektif ekonomi Islam.

H. Landasan Teori

1. Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang dilakukan individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka perlukan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan saling bertukar produk yang memiliki nilai dengan pihak lain9. Menurut Kotler dan Armstrong, pemasaran adalah proses dimana perusahaan

menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai dari pelanggan sebagai imbalannya10.

Kegiatan memasarkan barang tidak hanya menawarkan barang atau menjual barang kepada konsumen akan tetapi juga mencakup kegiatan yang lebih luas seperti menjual, membeli, mengangkut, mensortir, menyimpan dan lain sebagainya.

2. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung kepada seberapa mampu sebuah perusahaan memahami kebutuhan dan keinginan pasar serta penyampaian kepuasan yang diinginkan itu lebih efektif dan efesien dibandingkan pesaing11. Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara beragam seperti:

a. Kami mewujudkan keinginan anda b. Kami tidak puas sebelum anda puas c. Setia melayani anda

9 Philip Kotler, dkk,Manajemen Pemasaran dengan pemasaran efektikf dan Pofitable, cetakan Kedua

(Jakarta: Gramedia Pusat Utama, 2004), hal. 7.

10 Philip Kotler dan Gary Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran, Jilid 1, (Jakarta:PT Indeks, 2008), hal. 37.

(11)

d. Memperoleh lenih dari apa yang anda bayarkan

Pada dasarnya konsep pemasaran dan konsep penjualan pempunyai pengertian yang berbeda. Konsep penjualan mempunyai perspektif dari dalam keluar. Konsep itu sendiri dimulai dengan pabrik, berfokus pada produk perusahaan yang sudah ada dan melakukan penjualan dan promosi besar-besaran untuk memperoleh penjualan yang mampu mendatangkan laba. Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar ke dalam. Konsep tersebut memusatkan perhatian penuh pada penaklukan pelanggan untuk mendapatkan penjualan jangka pendek.12

3. Strategi Pemasaran

Menurut Marrus, strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai13.

Perencanaan strategi pemasaran adalah menemukan berbagai peluang yang menarik kemudian menyusun strategi pemasaran yang menguntungkan14. Menurut Chandra,

strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu15. Strategi pemasaran (marketing strategy)

menentukan target pasar dan bauran pemasaran yang terkait. Strategi ini adalah gambaran mengenai apa yang akan dilakukan suatu perusahaan di pasar. Diperlukan dua bagian yang saling berhubungan yaitu:

a. Target pasar, yaitu sekelompok konsumen yang ingin ditarik oleh perusahaan.

b. Bauran pemasaran, yaitu variabel yang akan diawasi yang disusun oleh perusahaan untuk memuaskan kelompok yang ditargetkan perusahaan.

4. Bauran Pemasaran

12Muchlisin Riadi, Pengertian, Konsep dan Strategi Pemasaran, dalam https://www.kajianpustaka.html

diakses 26 Mei 2018.

13Dimas Hendika Wibowo, et. all., Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM

pada BatikDiajeng Solo Vol. 29 No. 1 (Malang, Universitas Brawijaya Malang, 2015), hal. 60.

14 Cannon, et. all., Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial Global, Edisi 16, (Jakarta: Salemba

Empat,2008), hal. 40.

(12)

Manajemen pemasaran dikelompokkan dalam empat aspek yang sering dikenal dengan marketing mix atau bauran pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong, bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari empat kelompok variabel yang disebut “empat P”,yaitu16:

a. Product/Produk

Produk berarti kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. Elemen-elemen yang termasuk dalam bauran produk antara lain ragam produk, kualitas, design, fitur, nama merek, kemasan, serta layanan.

b. Price/Harga

Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk. Harga adalah satu-satunya unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, sedangkan unsur-unsur lainnya menghasilkan biaya. Harga adalah unsur bauran pemasaran yang paling mudah disesuaikan dan membutuhkan waktu yang relatif singkat, sedangkan ciri-ciri produk, saluran distribusi, bahkan promosi membutuhkan lebih banyak waktu.

c. Place/Tempat

Tempat atau saluran pemasaran meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. Saluran distribusi adalah rangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Saluran distribusi dapat didefinisikan sebagai himpunan perusahaan dan perorangan yang mengambil alih hak atau membantu dalam pengalihan hak atas barang atau jasa tertentu selama barang atau jasa tersebut berpindah dari produsen ke konsumen.

d. Promotion/Promosi

Promosi berarti aktivitas yang menyampaikan produk dan membujuk pelanggan untuk membelinya. Definisi promosi menurut Kotler adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh produsen untuk mengomunikasikan manfaat dari produknya, membujuk, dan mengingatkan para konsumen sasaran agar membeli produk tersebut. Secara rinci tujuan promosi menurut Tjiptono adalah menginformasikan, membujuk

(13)

pelanggan sasaran dan mengingatkan17. Bagi produsen, promosi adalah kegiatan

untuk menginformasikan produk, membujuk konsumen untuk membeli serta mengingatkan konsumen agar tidak melupakan produk, sedangkan bagi konsumen, promosi adalah komunikasi antara produsen dan konsumen18.

5. Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah singkatan dari strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), oportunities (peluang), dan threats (ancaman), merupakan suatu metode penyusunan strategi perusahaan atau organisasi. Kotler dan Keller membagi analisis SWOT ke dalam dua faktor, yaitu faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman dan faktor internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan19. Analisis

SWOT adalah pengidentifikasian beberapa faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi yang akan dipergunakan perusahaan. Sastradipoera juga menjelaskan bahwa analisis SWOT merupakan salah satu metode yang populer untuk menetapkan strategi manajemen pemasaran yang efektif20. Analisis SWOT akan memasangkan keempat

elemen yang saling berhubungan sehingga diperoleh hasil berupa rencana-rencana yang digunakan sebagai strategi alternatif perusahaan.

6. Volume Penjualan

Menurut Swastha penjualan dapat diartikan sebagai Ilmu dan seni yang mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjualan untuk mengajak orang lain agar membeli barang atau jasa yang ditawarkan21. Menurut Stanton menyatakan bahwa

menjual merupakan aktivitas atau kegiatan yang dapat menguntungkan apabila rencana atau bagian dari menjual tersebut sudah menjadi aksi22. Volume penjualan mempunyai

arti penting dalam kegiatan yang dilakukan secara efektif oleh penjualan untuk

17 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran Edisi III, (Yogyakarta:CV. Andi Offset, 2008) hal. 221-222. 18 Bilson Simamora, Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel, (Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utama, 2003), hal. 36.

19 Kotler dan Keller, Manajemen Pemasaran Edisi 12 Jilid 1, (Jakarta: PT Indeks, 2009), hal. 63.

20 Yosua Holomon Iulando Siregar, et. all., Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Volume

Penjualan Ekspor Jurnal Administrasi Bisnis pada Perusahaan PT Kaltim Prima Coal Vol. 42 No. 1 (Malang: Universitas Brawijaya Malang, 2017), hal. 38.

21 Dina Fitriono dan Khuzaini, AnalisisPengaruh Bauran Pemasaran terhadap Volume Penjualan Produk,

Vol. 3 No 11, (Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, 2014), hal. 6.

(14)

mendorong agar konsumen mau membeli. Tujuan dari volume penjualan yaitu untuk memperkirakan seberapa besar keuntungan yang diterima dengan menjual produk kepada konsumen serta biaya yang telah dikeluarkan. Naik turunnya volume penjualan perusahaan dapat dilihat dari intesitas pembelian konsumen dan area perusahaan. Adapun indikator dari volume penjualan menurut Kotler yaitu harga, promosi, saluran distribusi, produk.23 Berdasarkan indikator tersebut maka strategi bauran pemasaran

diperlukan dalam meningkatkan volume penjualan.

(15)

I. Penelitian Terdahulu

No Judul Penulis Persamaan Perbedaan Hasil Penelitian

(16)

(2017) Jenis Penelitian: Kualitatif

Prima Coal produsen batubara lokal yang berada di setiap negara tujuan ekspor, kurangnya dukungan pemerintah, perusahaan swasta di Indonesia juga melakukan ekspor, dan banyak perusahaan yang memproduksi batubara jenis Melawan. Kekuatan yang dimili PT Kaltim Prima Coal antara lain kualitas produk terjamin, produsen terlengkap se Indonesia, lokasi tambang yang strategis, memiliki dermaga pribadi, memiliki sarana bongkar muat pribadi, memiliki SDM yang berkualitas, pelayanan open pit yang dilakukan PT Kaltim Prima Coal, dan keadaan keuangan yang kuat berdasarkan laporan keuangan yang ada. Ada pula kelemahan yang dimiliki PT Kaltim Prima Coal, yaitu tuntutan memenuhi target penjualan, dan terbatasnya lahan tambang untuk dieksplor.

3. Analisis Strategi Pemasaran untuk

Dimas Hendika

Meneliti tentang

Objek: Strategi Pemasaran untuk

(17)

Meningkatkan Daya

(18)

Pada Industri Rumah Tangga Tahu Jawa di Kecamatan

Paguyangan Kabupaten Brebes

Jenis Penelitian: Kualitatif

ekonomi islam

Subjek: Industri rumah tangga Tahu Jawa di Kecamatan Paguyangan

Kabupaten Brebes

(19)

J. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian

Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi.24

Adapun pendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian yang mengutamakan penekanan pada proses dan makna yang tidak diuji, atau diukur dengan setepat-tepatnya dengan data yang berupa data deskriptif25. Menurut Strauss dan Corbin, penelitian

kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi26. Metode penelitian kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan.

Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda; kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakekat hubungan antara peneliti dan responden, dan ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.27

2. Tempat Penelitian

Subjek penelitian berupa petani pembudidaya ikan lele di Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

3. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif seorang peneliti wajib hadir di lapangan, karena di sini peneliti merupakan instrumen. Peneliti harus hadir sendiri secara langsung ke lapangan untuk proses pengumpulan data. Peneliti kualitatif harus menyadari benar bahwa dirinya sendirilah yang merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data,

24 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan , (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hal. 1.

25 Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: Alim’s Publishing, 2017), hal. 158. 26 V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi, (Yogyakarta: PT. Pustaka Baru,

2015), hal. 21.

(20)

penganalisis data dan sekaligus menjadi pelapor dari hasil penelitiannya. Oleh karena itu, peneliti harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lapangan. Hubungan baik antara peneliti dan subjek. Peneliti sebelum dan sesudah memasuki lapangan merupakan kunci utama keberhasilan dalam pengumpulan data. Sehubungan dengan pengumpulan data tersebut peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Peneliti sebelum memasuki lapangan terlebih dahulu minta izin kepada kepala desa Gondosuli, Tulungagung

b. Peneliti menghadap kepala desa dan memberikan surat izin penelitian.

c. Secara formal memperkenalkan diri kepada subyek atau pemilik usaha budidaya yang akan di wawancarai.

d. Memahami betul latar belakang penelitian yang sebenar-benarnya

e. Membuat jadwal observasi sesuai dengan kesepakatan antara peneliti dan subyek penelitian.

f. Melaksanakan penelitian sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati bersama.

4. Sumber Data

Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Untuk melengkapi data penelitian ini maka peneliti mempersiapkan beberapa metode antara lain metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti membagi data menjadi dua kelompok yaitu:

a. Sumber Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti memperoleh data atau informasi langsung dengan menggunakan instrumen-instrumen yang telah ditetapkan. Data primer dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.28

Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah pemilik usaha budidaya ikan lele, ketua RT dan RW setempat. Oleh karena itu, demi menjaga data agar tidak simpang siur, maka akan diperkuat dengan data sekunder juga.

b. Sumber Data Sekunder

(21)

Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yang bersifat publik, yang terdiri atas: struktur organisasi data kearsipan, dokumen, laporan-laporan serta buku-buku lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini.29

Data sekunder dari penelitian ini adalah data yang didapatkan dari pemilik usaha budidaya ikan lele yang berupa data hasil penjualan tiap tahunnya dan tingkat pendapatan setiap panen.

5. Instrumen Pengumpulan Data

Secara umum terdapat tiga teknik pengumpulan data yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi.

a. Observasi

Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah observasi terlibat yang dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu pengamatan deskiptif, pengamatan terfokus dan pengamatan selektif.30

1) Pengamatan deskiptif yaitu pengamatan yang dilakukan ketika memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian, pada tahap ini peneliti belum membawa masalah yang akan diteliti. Maksudnya adalah peneliti dating hanya melakukan penelitian secara umum tentang letak geografis kolam budidaya, produk apa saja yang dihasilkan, ranah pemasaran yang dilakukan petani pembudidaya ikan lele dan secara umum letak desa Gondosuli serta mayoritas pekerjaan masyarakatnya. 2) Pengamatan terfokus yaitu kondisi ketika peneliti sudah mempersempit observasi menjadi focus tetentu31. Maksudnya adalah peneliti sudah mulai menarik

pengamatan umum menjadi lebih sempit.

3) Pengamatan selektif adalah peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga data yang diperoleh menjadi lebih rinci.

b. Wawancara

Wawancara yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara mendalam (Indepth Interview), yaitu penggalian data secara mendalam terhadap satu topik

29Ibid., hal. 79

(22)

dengan pertanyaan terbuka32. Wawancara dilakukan dengan sepuluh pemilik usaha

budidaya ikan lele di desa Gondang, Tulungagung yaitu dengan wawancara satu per satu. Jika data yang diperoleh belum memuaskan, maka akan dilakukan wawancara lanjutan dengan orang yang berbeda. Sehingga informan akan terus bertambah dan semakin besar sesuai dengan teknik snowball sampling dimana teknik yang dilakukan dengan mengambil sampel sumber data, yang mulanya jumlahnya sedikit lama-lama menjadi besar.

Wawancara yang dilakukan kepada pihak petani budidaya ikan lele yaitu tentang strategi pemasaran yang diterapkan dan tingkat pendapatannya. Meliputi, proses pemasaran agar mendapat pembayaran secara tunai, tingkat perolehan hasil panen, besarnya pendapatan setiap panen dan cara menjaga konsistensi pasar.

c. Studi Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam metode dokumentasi peneliti mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa: catatan, buku agenda, surat kabar, majalah, dokumen-dokumen, arsip, transkrip dan sebagainya33. Dalam melaksanakan metode

dokumentasi peneliti mencari data-data yang dimiliki pemilik usaha budidaya ikan lele dan peneliti menformulasikan dalam bentuk laporan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data diartikan sebagai upaya data yang sudah tersedia kemudian diolah dengan statistik dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Dengan demikian, teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut untuk menjawab rumusan masalah34.

Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian35. Namun fokus penelitian ini

32Ibid., hal. 234.

33 H.A. Fatchan, Metode Penelitian Kualitatif, (Surabaya: Jenggala Pustaka Utama, 2011), hal. 82. 34 V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian ..., hal. 121.

(23)

masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.

Analisis data di lapangan menurut Miles dan Huberman dibagi menjadi tiga tahapan yang harus dikejakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yakni reduksi data (data reduction) yaitu merangkum data. Merangkum adalah memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

Langkah beikutnya adalah penyajian data (data display). Dalam penelitian kualitatif yaitu dengan bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.36 Dalam penelitian kualitatif sering digunakan yaitu teks yang bersifat

naratif. Dengan menyajikan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami. Selain dengan cerita narasi juga dapat berupa grafik, matrik dan chart.

Langkah terakhir yaitu conclusion drawing/verification. Yaitu menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya, tetapi apabila kesimpulan yang ditemukan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.37

7. Pengecekan Keabsahan Temuan

Selain menganalisis data penelitian kualitatif sebagai instrumen. Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data agar memperoleh data yang dalam pengecekan keabsahan temuan ini penulis mengadakan interview kepada pemilik usaha budidaya ikan lele secara langsung. Dan untuk menetapkan keabsahan data ini diperlukan teknik pemeriksaan. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik untuk mengetahui ke validan data dengan mengadakan kegiatan sebagai berikut:

a. Triangulasi

(24)

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu, tekniknya dengan pemeriksaan sumber lainnya.38

Triangulasi merupakan cara untuk melihat fenomena dari beberapa sudut, yaitu untuk membuktikan temuan dengan berbagai sumber informasi dan teknik. Misalnya hasil dari observasi dapat dicek dengan wawancara atau membaca laporan serta melihat lebih tajam hubungan antara berbagai data.39

Peneliti memperoleh data mengenai strategi pemasaran hasil panen ikan lele dari hasil wawancara dengan pemilik usaha budidaya ikan lele. Dalam hal ini peneliti tidak hanya cukup meneliti kepada satu orang saja akan tetapi peneliti perlu juga untuk mewawancarai perangkat desa (ketua RT/RW setempat) selaku pelaku aktif dalam kegiatan yang diadakan, serta peneliti memerlukan beberapa dokumen-dokumen resmi untuk memastikan kebenaran kegiatan tersebut.

b. Menggunakan bahan referensi

Untuk meningkatkan kepercayaan akan kebenaran data dengan menggunakan hasil rekaman tape atau bahan dokumentasi.40 Peneliti data mengenai

strategi pemasaran dari pemilik usaha dengan mengunakan rekaman tape dan dokumentasi. Memberikan chek bertujuan agar informasi yang diperoleh dan digunakan dalam penelitian skripsi sesuai dengan apa yang dimaksud oleh informan. Setelah mentranskrip rekaman wawancara atau mencatat hasil pengamatan atau mempelajari dokumen kemudian mendiskripsikan, menginterpretasikan dan memaknai data secara tertulis kemudian dikembalikan kepada sumber data untuk diperiksa kebenarannya, ditanggapi jika perlu ada pemahaman data baru, memberi chek dilakukan segera setelah ada yang masuk draf dan skripsi sesudah menjadi secara utuh.

8. Tahap-tahap Penelitian

Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan yaitu: a. Tahap pra lapangan

38Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian ..., hal. 177.

39 Nasution, Metode Penelitian Naturalistik- Kualitatif , (Bandung: Trasito, 1996), hal. 116

(25)

Tahap pralapangan adalah tahapan dimana seorang peneliti sebelum memasuki lapangan atau peneliti sebelum mengadakan penelitian di lapangan. Maka seorang peneliti akan mengadakan tahapan-tahapan sebagai berikut:41

1) Menyusun rancangan penelitian, 2) Memilih tempat penelitian, 3) Mengurus perizinan,

4) Menjajaki dan menilai keadaan tempat penelitian, 5) Memilih dan memanfaatkan informan, dan 6) Etika penelitian lapangan.

b. Tahap pekerjaan lapangan

Tahap pekerjaan lapangan adalah tahap penelitian atau tahap peneliti memasuki tempat penelitian adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut: 42

1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri,

2) Memasuki lapangan, dengan mengamati berbagai fenomena dan wawancara dengan beberapa pihak yang bersangkutan.

3) Berperan serta sambil pengumpulan data. c. Penyusunan laporan penelitian.

Laporan penelitian ini disusun berdasarkan dari hasil data yang telah diperoleh peneliti.

K. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

Sistematika penelitian ini berisi tentang isi keseluruhan penelitian yang terdiri dari bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir penelitian. Bagian awal memuat sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan penguji, halaman pernyataan keaslian, motto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, dan abstrak.

Adapun bagian isi, penelitian terdiri dari enam bab, yaitu:

BAB I Pendahuluan, berisi uraian mengenai latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, penegasan istilah, dan

41Ibid., hal. 85-91.

(26)

sistematika pembahasan.

BAB II Kajian Pustaka, memuat uraian tentang tinjauan pustaka atau buku-buku teks yang berisi teori-teori besar (grand theory) dan hasil dari penelitian terdahulu. Pembahasan dalam bab ini terdiri dari sub bab deskripsi teori mencakup teori strategi pemasaran, strategi pemasaran jasa, bauran pemasaran jasa, penigkatan volume penjualan, dan perspektif Islam. BAB III Metode Penelitian, berisi tentang rancangan penelitian, kehadiran peneliti,

lokasi penelitian, waktu penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, pengecekan keabsahan temuan, dan tahap-tahap penelitian.

BAB IV Hasil Penelitian meliputi: deskripsi data, temuan penelitian dan analisis data.

BAB V Pembahasan hasil penelitian yang memuat keterkaitan antara temuan penelitian dengan teori-teori besar yang diuraikan di kajian

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2011. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta, 2011. Az-Zahnuji, Ahmad Taufiq. 2011. Analisis Efisiensi Budidaya Ikan Lele di Kabupaten Boyolali

studi di kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali. Semarang: Skripsi Tidak Diterbitkan. Cannon, et. all. 2008. Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial Global. Edisi 16. Jakarta:

Salemba Empat.

Dimas Hendika Wibowo, et. all. 2015. Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM pada Batik Diajeng Solo Vol. 29 No. 1. Malang, Universitas Brawijaya Malang.

Fatchan, H.A. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Jenggala Pustaka Utama.

Fitriono, Dina dan Khuzaini. 2014. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Volume Penjualan Produk, Vol. 3 No 11. Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Iksan. 2009. Manajemen Strategis. Jakarta: Gaung Persada.

Jaja, et. all. 2013. Usaha Pembesaran dan Pemasaran Ikan Lele serta Strategi Pengembangannya di UD Sumber Rezeki Parung, Jawa Barat, Vol. 8 No. 1.Bogor: Manajemen IKM.

Kotler, Philip, dkk. 2004. Manajemen Pemasaran dengan pemasaran efektikf dan Pofitable. Cetakan Kedua. Jakarta: Gramedia Pusat Utama.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1. Jakarta:PT Indeks.

Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi 12 Jilid 1. Jakarta: PT Indeks. Margono. 2002. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Mulyong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nasution. 1996. Metode Penelitian Naturalistik - Kualitatif. Bandung: Trasito.

Purhantara, Wahyu.2010. Metode Penelitian Kualitatif untuk Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Riadi, Muchlisin Pengertian, Konsep dan Strategi Pemasaran, dalam

https://www.kajianpustaka.html diakses 26 Mei 2018.

(28)

Siregar, Yosua Holomon Iulando, et. all. 2017. Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Volume Penjualan Ekspor Jurnal Administrasi Bisnis pada Perusahaan PT Kaltim Prima Coal Vol. 42 No. 1. Malang: Universitas Brawijaya Malang.

Stanton, W. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid Kedua, Edisi Ketujuh. Erlangga : Jakarta. Student, Indonesia. Pengertian Ikan Lele dan Penjelasannya Lengkap, dalam

http://www.indonesiastudents.com/pengertian-ikan-lele-dan-penjelasannya-lengkap/

diakses tanggal 28 Mei 2018.

Subagiyo, Rokhmat. 2017. Metode Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Alim’s Publishing.

Sujarweni, V. Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.

Sula, Muhammad Syakir. 2004. Asuransi Syariah. Jakarta: Gema Insani. Swastha, Basu. 2008. Azas-azas Marketing. Yogyakarta: BPFE.

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran Edisi III. Yogyakarta:CV. Andi Offset.

Referensi

Dokumen terkait

SKENARIO PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN/ KOTA PENYUSUNAN SKENARIO PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN KOTA SURVAI KEBUTUHAN PRASARANA ANALISIS PERMASALAHAN DAN POTENSI

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Ghafur (2001) dengan menggunakan informasi akuntasi mengenai perhitungan rasio-rasio keuangan bank dan pengaruhnya

Nakon ˇsto smo kreirali centralni repozitorij na GitLabu u kojem ´ce se nalaziti naˇs projekt, potrebno ga je sada povu´ci lokalno.. To radimo koriste´ci se

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain: Akar tumbuhan bakau jenis Avicennia marina, bakteri Staphylococcus aureus, bakteri Escherichia coli, larutan

Semakin tinggi konsentrasi starter dan semakin tinggi proporsi bahan (kacang merah : ubi jalar ungu) maka total asam laktat yang dihasilkan akan semakin meningkat,

Keempat, individualized consideration , yaitu kepemimpinan kepala sekolah yang memberikan fokus perhatian pada individu dan kebutuhan pribadinya. Fungsi kepemimpinan kepala

Dalam sejarah perkembangannya, ekonomi Islam telah memenuhi tahapan bagi lahirnya sebuah disiplin ilmu, yaitu pada problematic stage pemikiran ekonomi Islam masih

Peralatan yang digunakan dalam pengujian ini adalah Loading Frame beserta perlengkapannya untuk mengetahui adanya lentur pada balok yang terjadi akibat adanya