• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TEORI PERKEMBANGAN KARIR GURU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH TEORI PERKEMBANGAN KARIR GURU"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAGIAN 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Greenhaus (1987: 5) yang dikutip oleh Irianto (2001: 93), Karir adalah sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami oleh setiap individu/pegawai dan secara luas dapat dirinci ke dalam obyective events. Menurut Gibson dkk. (1995: 305) Karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan.

Dalam pendidikan bimbingan dan konseling, layanan yang diberikan salah satunya yaitu bimbingan karier. Guru BK atau Konselor yang akan melaksanakan bimbingan dan koseling karier tertunya harus memiliki pemahaman secara teoritis mengenai karier. Maka dari itu penulis tertarik untuk membahas teori-teori karier. Dalam makalah ini penulis membahas tiga teori psikologi perkembangan karir yaitu Teori Super, Teori Savickas, dan Teori Blustein.

Kerangka teori Super didasarkan pada tiga bidang psikologis. Yang pertama adalah bidang psikologi diferensial. Pengaruh psikologis kedua pada teori Super ini berasal dari teori self concept. Pengaruh ketiga adalah prinsip-prinsip psikologi perkembangan.

Savickas mengembangkan istilah adaptasi untuk menunjukkan mekanisme penyesuaian yang dibutuhkan untuk perubahan karir. Sedangkan Teori Blustein menggabungkan sudut pandang konstruksionis yang menyatakan bahwa pekerjaan berfungsi untuk membangun identitas individu dewasa melalui pribadi dan sosial yang ditengahi konstruksi.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep Teori Perkembangan Karir Super dan Teori Self-Expression?

2. Bagaimana konsep Pengaruh dan Pembaharuan dari Savickas? 3. Bagaimana konsep Psikologi Pekerjaan Blustein?

(2)

1. Untuk mengetahui dan memahami konsep Teori Perkembangan Karir Super dan Teori Self-Expression

2. Untuk mengetahui dan memahami konsep Pengaruh dan Pembaharu dari Savickas

3. Untuk mengetahui dan memahami konsep Psikologi Pekerjaan Blustein

D. Sistematika penulisan

Penulisan makalah TEORI PERKEMBANGAN KARIER SUPER, SARVICKAS, DAN BLUSTEIN ini dilakukan secara sistematis sesuai dengan tata cara penilisan makalah. Berikut sistematika penilisan makalahnya.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan dan Manfaat D. Sistematika Penulisan

BAGIAN II TEORI PERKEMBANGAN KARIR SUPER, SAVICKAS, DAN BLUSTEIN

I. Teori Perkembangan Karir Super dan Self-Expression

A.Career Ladder

B. Identitas Karier dan Implementasi C. Career Rainbow

D. Archway of Career Determinants E. Super dan Career Diamond II. Pengaruh dan Pembaharu Savickas

A. Penyesuaian B. Konstruk Sosial

C. Karakteristik Penyesuaian Karir D. Tema Cerita Hidup

E. Carrer Diammond

(3)

B. Adaptasi untuk Tekanan Global

C. Konseling Karir Relasional

D. Pendekatan Emancipatory Communitarian (EC) BAGIAN III PEMBAHASAN

A. Teori Super

B. Career Construction : A Developmental Theory of Vocational Behavior

C. Teori Blustein BAGIAN IV PENUTUP I. Kesimpulan

(4)

BAGIAN 2

TEORI PERKEMBANGAN KARIR Super, Savickas dan Blustein

Pada akhir tahun 1940-an dan 1950-an, Donald Super menyelesaikan Pola Studi Karir (1957), yang mengikuti riwayat kerja dari sejumlah pria selama 25 tahun dan menentukan serangkaian tahap kehidupan untuk pergerakan karir sepanjang hidup. Setelah Super memberikan bukti untuk model usia, konselor dapat menerapkan konsep-konsep, seperti kesiapan perkembangan, kematangan karir, dan identitas karir. Namun, sebenarnya teori Super hanya sepenuhnya berlaku untuk orang kulit putih dalam dunia kerja pada pertengahan abad kedua puluh. Setelah tahun 1960, dengan banyaknya perempuan mengejar karier, pola laki-laki berlaku menjadi lebih universal. Perubahan selama beberapa dekade berikutnya menjadi semakin nyata karena lapangan menjadi lebih sadar akan kebutuhan konseli multikultural. Dengan demikian, konsep teoritis Super memerlukan revisi. Mark Savickas (2005), bekerja dengan Super untuk memperbarui teori perkembangan, menerapkan konstruksionisme sosial/kognitif dengan preposisi Super dan menambahkan konstruksi yang memberi kejelasan bagaimana identitas karir dibangun dan bagaimana karir beradaptasi terhadap perubahan. Akhirnya, Blustein (2006) mengumpulkan konsep dari teori pengembangan karir, sosiologi, psikologi organisasi dan ekonomi untuk mengembangkan psikologi termasuk pekerjaan yang menawarkan perspektif yang lebih luas untuk konselor karir serta implikasi bagi kebijakan sosial.

I. Teori Perkembangan Karir Super dan Self-Expression

(5)

minicycle. Namun, transisi seperti itu diperlukan hanya jika perubahan eksternal maupun internal untuk pengejar karir terjadi.

Tahap Perkembangan Karier Super:

a. Growth stage

b. Exploratory stage

c. Establishment stage

d. Maintenance stage

e. Disengagement stage A. Career Ladder

Pada tahun 1996, Super et al menampilkan tahap karir dengan diagram bergambar yang mewakili perubahan yang luas yang dialami dari waktu ke waktu, dengan perubahan transisi terjadi antara langkah-langkah utama pembangunan (Gambar 4.1). Setiap langkah dalam tangga merupakan tahap perkembangan. Seperti kebanyakan teori perkembangan, masing-masing tahapan harus diselesaikan sebelum tahap berikutnya dapat berlangsung. Model perkembangan Super menyarankan proses berkembang.

(6)

Pengembangan Jenjang Karir Super . Setiap transisi , baik psikogenik , sociogenic , econogenic , atau semuanya , memiliki pertumbuhan minicycle tersendiri , eksplorasi, pembentukan , pemeliharaan, dan penurunan dalam pola daur ulang tersebut adalah Career Diamond.

Dalam Teori Perkembangan Super, proses identitas karir bergerak menuju pematangan, dimana seseorang menjadi siap untuk pindah ke tahap perkembangan berikutnya. Super mendefinisikan kematangan karir (1994) sebagai kemampuan untuk berurusan dengan persyaratan situasi tertentu dalam konteks tahap perkembangan seseorang. Untuk anak, kemampuan untuk mengamati perilaku orang dewasa dan berfantasi mengambil peran orang dewasa adalah tingkat kematangan yang diharapkan dalam tahap pertumbuhan. Untuk remaja, menjelajahi beberapa jalur kerja dan membuat pilihan tentatif yang sesuai dengan mengembangkan konsep diri adalah tugas psikologis yang tepat.

Konsep Perkembangan Super (1957; 1996) bekerja dengan baik dengan remaja dan orang muda yang membuat pilihan awal. Sebagai anak-anak yang mengembangkan rasa diri, mereka dapat memperjelas faktor-faktor tertentu yang berlaku untuk karir, biasanya menyangkut kemampuan, nilai-nilai, dan kepentingan. Tahap teori perkembangan kurang relevan diadaptasikan untuk orang dewasa dengan tuntutan seringnya pengalihan karir. Tahap pemeliharaan cepat menghilang seperti pengalaman banyak pekerja karena perubahan sering terjadi dalam perekonomian.

B. Identitas Karier dan Implementasi

Super melukis gambar yang benar-benar bersifat psikologis, di mana orang secara bertahap matang untuk merealisasikan identitas ekspresi diri yang menyebabkan kepuasan karir (Super, 1996).

(7)

masing-masing pekerjaan yang cukup luas dan sesuai untuk sejumlah orang dengan variasi karakteristik dalam identitas karir.

C. Career Rainbow

Kemudian dalam karirnya, Super (1990) menambahkan konsep kehidupan dalam peran akuntansi untuk perubahan selama masa dewasa dan perbedaan gender. Peran kehidupan digambarkan oleh Super dengan gambar pelangi ( Gambar 4.2 ) .

SituationalDeterminants, Remote-Immediate

Social structure Historical change

Socioeconomic organization and conditions Employment practices

School Community

Family

Gambar 4.2 Pelangi Karir

(8)

Pelangi dalam Gambar 4.2 menampilkan peran ganda dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan untuk menggambarkan dampak dari tugas hidup yang berbeda di seluruh rentang kehidupan. Sebuah gambar yang lebih besar dari label pelangi dengan beberapa peran dapat digunakan untuk konseli, untuk warna, menunjukkan jumlah waktu atau kepentingan masing-masing peran di dalam hidup mereka pada titik tertentu dalam suatu waktu. (Apakah konseli menggunakan warna yang berbeda untuk masing-masing yang bersangkutan dalam ruang peran rentang usia yang berbeda. Panjang garis warna mewakili kepentingan peran).

D. Archway of Career Determinants

(9)

Gambar 4.3 Faktor yang Menentukan Karir dalam Lengkungan

Faktor yang Menentukan Karir dalam Lengkungan. Lengkungan ini memiliki dua kolom masing-masing duduk di dasar didasarkan pada latar belakang biologi - geografis orang tersebut. Kolom kiri menunjukkan daftar komponen kepribadian individu: kecerdasan, bakat, dan bakat khusus, kebutuhan, nilai-nilai, kepentingan. Mahkota pada kolom atas menunjukkan pribadi prestasi individu yang telah dicapai. Kolom kanan mewakili faktor eksternal yang mempengaruhi peran kehidupan seseorang: ekonomi, masyarakat, pasar tenaga kerja, komunitas, keluarga, sekolah, dan kelompok sebaya. Faktor eksternal datang bersamaan di atas pilar dari kebijakan sosial yang mempengaruhi praktek kerja. Dua kolom bergabung dengan lengkungan mewakili diri sebagai pilar pusat yang diapit oleh tahap perkembangan, konsep peran diri.

(10)

kemampuan (yaitu, kecerdasan, bakat, dan bakat khusus). Komponen pilar ini mengarah ke kepribadian, yang merupakan landasan atas lengkungan, semua faktor-faktor personal digunakan untuk mendapatkan prestasi. Di kolom kanan, bidang lingkungan hidup ditampilkan. Sebuah basis geografis mendukung komunitas, keluarga, sekolah, dan kelompok sebaya di samping ekonomi, masyarakat, dan pasar tenaga kerja. Semua bidang lingkungan mendukung pilar kanan atas terhadap kebijakan sosial yang mempengaruhi praktek kerja. Diri, digambarkan di bagian atas lengkungan, melewati tahap perkembangan yang menciptakan konsep peran diri, yang menerjemahkan pengaruh faktor diri dan pengaruh lingkungan dari dua kolom.

E. Super and Career Diamond

Teori Super ini menjelaskan tentang tahapan eksplorasi karier. Dalam tahap ini, konseli mengembangkan konsep diri dan berhubungan dengan factor luar (eksternal). Namun, puncak dari faktor tersebut akan menempatkan supervisi yang digambarkan sebagai identitas karier.

Gambar 4.4 Mengeksplorasi Tahapan pada Career Diamond

II. Pengaruh dan Pembaharuan Savickas’s

Savickas (Super et al., 1996) bekerja sama dengan Super dan diperbarui secara teori yang akan mempengaruhi teori peran dan pengaruh faktor eksternal. Savickas juga menambahkan pendekatan teori Super perkembangan dengan menanamkan konsep-konsep dari konstruksi kognitif, tetapi kurang menekankan pada awal pilihan karier yang dilakukan oleh remaja dan menyoroti kehidupan karier selama pengalamannya pada saat dia dewasa.

A

Exploring Self-Concept

Exploring External Awareness

(11)

Perbedaan individu juga berfungsi untuk mempengaruhi konstruksi identitas karier meskipun pilihan unik yang tidak memerlukan atau menemukan pada pekerjaan spesifik yang sesuai dengan faktor pekerjaan. Sebaliknya, banyak pekerjaan akan memenuhi kebutuhan dan kemampuan individu untuk berbagai tingkat dan beragam pilihan lain. Diberbagai bidang, akan ada orang lain yang sama dan berbeda dalam berbagai cara untuk melaksanakan tanggung jawab pekerjaan. Namun ada juga tempat dalam setiap pekerjaan untuk berbagai orang dengan berbagai karakteristik pribadi.

Sebagai individu memilih pilihan karier, mereka menciptakan karier pribadi yang membentuk identitas karier. Sarvickas (1997) mengoperasionalkan proses karier bukan sebagai kajian internal namun sebagai gambaran yang lebih jelas dalam membangun konstruksi pribadi/social, seseorang menerima saran/masukan dan persetujuan dari orang lain untuk pilihan yang merupakan konteks social. Sarvickas (2005) juga menyatakan, individu harus mempertimbangkan pribadi dengan kebutuhan eksternal dan harus mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber dalam skema umum. Akhirnya, proses identitas karier berkembang dari waktu ke waktu dan dengan beberapa pengalaman, meskipun Self-concept Career membentuk gambar yang stabil oleh remaja, konstruksi terus diubah sepanjang masa dewasa sebagai individu yang membuat keputusan baru dan perubahan situasi kerja.

Savickas (2005) membuat proses perubahan yang lebih konkret dengan menjelaskan bagaimana perubahan itu terjadi. Lima tahap perkembangan (pertumbuhan, mengeksplorasi, pembentukan, pemeliharaan, pelepasan) terdapat untuk setiap perubahan besar dalam kehidupan. Kariernya mungkin tidak merasa seolah-olah ia bergerak melalui tahapan karena pilihan, tetapi merasa terdorong untuk memenuhi harapan masyarakat, melakukan apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan persepsi individu, apa yang orang lain butuhkan/harapkan.

A. Penyesuaian

(12)

berkarier harus berurusan dengan persyaratan pekerjaan dengan sikap yang tepat dan keyakinan, dan menghadapi perubahan situasi secara efektif. Dalam rangka untuk menjaga kelayakan karier, individu harus peduli dengan persyaratan/permintaan, kebutuhan pribadi. Untuk menghadapi realitas internal dan eksternal, seseorang harus mempertahankan harga diri dan rasa keberhasilan untuk memenuhi tantangan.

B. Konstruksi Sosial

Savickas berusaha untuk mengintegrasikan pendekatan yang berbeda dengan teori karier dalam apa yang disebut konvergensi konsep teoritis (Savickas dan Walsh, 1996). Sehingga, teorinya digunakan RIASEC Belanda dalam kategori RIASEC dari setiap tipe kepribadian dan lingkungan kerja (Savickas, 2005).

Konstruksi dasar lingkungan seseorang merupakan titik awal bagi individu mempertimbangkan pilihan karier, sementara hal lainnya lebih ke individual pada konstruk yang ditambahkan saat orang yang berkarier membuat pilihan lebih lanjut.

Partisipasi dalam pekerjaan adalah salah satu sarana bagi individu untuk mencapai integrasi sosial. Memanfaatkan konstruksi sosial seperti kategori RIASEC menyediakan konten untuk pilihan karier sementara bagaimana seseorang membuat pilihan dalam menerapkan konstruksi internal. Sarvickas (2005) menggunakan istilah habitus untuk menggambarkan keterkaitan antara pandangan subjektif individu terhadap konstruksi sosial dan definisi tujuan struktur sosial.

C. Karakteristik Adaptasi Karir

(13)

adaptabilitas. Sikap (A) dan keyakinan (B) menunjukkan keadaan dan perasaan seseorang untuk beradaptasi lebih efektif.

D. Tema Cerita Hidup

Konselor membantu mengembangkan praokupasi konseli untuk mengungkapkan nilai-nilai inti dan kebutuhan psikodinamik. Proses tersebut memberikan makna yang mendalam untuk pencarian karir konseli dan menyediakan peta untuk refleksi konseli tentang arti kehidupan. Savickas (2005) menuliskan bahwa "tema kehidupan adalah tentang persoalan ... tema adalah tentang apa yang penting dalam kisah hidup .... apa yang dipertaruhkan dalam kehidupan orang itu. "(hal.59). Biasanya apa yang penting bagi orang tersebut juga apa yang penting bagi orang lain dan merupakan kontribusi orang tersebut untuk terdorong berbuat untuk kebaikan bersama. Savickas (2005) juga menyarankan arti tematik bagi seseorang yaitu berhubungan dengan tipe kepribadian seperti dalam kode RIASEC dan pengalaman awal keluarga dalam analisis gaya hidup Adlerian.

Gambar 4.5

Deretan Berlian yang Berulang (The Repeating String of Diamond). Ketika seorang individu membuat pilihan atau perubahan, sebuah periode baru dari perluasan kesadaran diri dan persyaratan eksternal dimulai. Dengan pengalaman dalam peran kerja yang baru, visi baru dari pekerjaan dibentuk sampai integrasi diri dan pekerjaan eksternal menuntut sempit ke titik di mana perubahan ditandai. Kemudian periode lain mengeksplorasi dengan Karir Berlian baru dimulai lagi.

E. Berlian Karier (Career Diamond)

(14)

tunggal yang menandai transisi atau perpindahan karir. Prosesnya maju dari kesadaran kepada mengeksplorasi self-concept karir dan realitas eksternal untuk mengintegrasikan tuntutan eksternal dengan menyesuaikan konstruksi psikologis yang diperlukan.

Namun, seperti yang digambarkan dalam gambar 4.5, berlian karir menunjukkan fase penjelajahan baru membuka berlian baru setelah menutup berlian sebelumnya. Setelah membuat satu pilihan, ada sedikit waktu bagi seseorang untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru. Mengingat bahwa perubahan terjadi teratur dari waktu ke waktu, berulang terus-menerus telah terbukti sebagai rangkaian berlian secara berkala membuka dan menutup.

Savickas (2005) menyatakan setiap perubahan karir mengulang penjelajahan melalui proses pelepasan. Berlian karier menekankan tahap pemeliharaan dan menekankan perlunya untuk eksplorasi dengan cepat setelah setiap pilihan. Memasuki peran pekerjaan baru tentu memerlukan waktu penyesuaian; bagaimanapun, karena perubahan berikutnya, kesadaran terus-menerus terhadap peluang baru memungkinkan seorang yang berkarir menggunakan pekerjaannya saat ini sebagai persiapan untuk kerja berikutnya. Tanpa waktu yang lama mempertahankan satu posisi dan kehilangan pekerjaan yang diharapkan, baik pekerja maupun pengusaha berkomitmen untuk terlibat dalam jangka panjang.

III. Psikologi Pekerjaan Blustein

(15)

pandang konstruksionis yang menyatakan bahwa pekerjaan berfungsi untuk membangun identitas individu dewasa melalui pribadi dan sosial yang ditengahi konstruksi. Namun, beberapa pekerja merasa terasing dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Dalam pekerjaan yang mereka lakukan terkadang beberapa yang hanya mengungkapkan perasaan tidak berdaya dan ketakutan, bukan rasa keberhasilan dan prestasi.

A. Career Diamond

Perhatian Blustein kepada pekerja yang memiliki sedikit pilihan dalam pekerjaan yang mereka lakukan dan tidak bisa membayangkan karir mereka dengan posisi berturut-turut merupakan ilustrasi oleh diamond terbalik. Model Diamond terbalik dengan faktor-faktor eksternal yang beralih dari bagian bawah gambar ke atas, menunjukkan kebutuhan eksternal mendominasi atas kriteria yang berkaitan dengan diri sendiri. Blustein berpendapat bahwa ekspresi diri melalui pekerjaan terbatas hanya pada beberapa orang. Tujuan dalam konseling mungkin untuk membalikkan pembalikan dari karir berlian. Minimal, konselor dapat menggunakan berlian terbalik untuk membantu konseli melihat bahwa meskipun kontrol eksternal arus pilihan karir, rencana untuk masa depan dapat membalik berlian sehingga dapat mendapatkan kontrol dan meningkatkan kemungkinan untuk implementasi karir diri.

(16)

Self

B. Adaptasi untuk Tekanan Global

Blustein (2006) menyarankan sewaktu ekonomi kita bergolak kita dapat menciptakan suasana dimana semua pekerja, baik pekerja kelas menengah dan pekerja status-rendah serupa, akan mengalami ketakutan yang sama dan dislokasi sosial tanpa keamanan pekerjaan. Konselor karir tidak lagi dapat mengasumsikan konseli kelas menengah dapat menikmati akses penuh ke sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan identitas karir. Untuk membantu konseli dalam membangun ketahanan, intervensi konseling berfokus pada pengembangan kesadaran kritis konseli, membantu mereka mengurangi untuk menyalahkan diri dan meningkatkan kesadaran tentang pengaruh sosial-politik pada peran kerja dan ketersediaan peluang.

C. Konseling Karir Relasional

(17)

mengeksplorasi bagaimana hubungan informasi kehidupan konseli (Schultheiss, 2003; Whiston 6 c Keller, 2004). Konselor karir harus memahami diri mereka dan membantu konseli memahami koneksi antara hubungan dan pengalaman karir (Schultheiss, 2003; 2005).

D. Pendekatan Emancipatory Communitarian (EC)

Teori Blustein (2006) mendukung nilai-nilai yang menyangkut keseimbangan bagi individu dan masyarakat. Semua orang bekerja untuk kelangsungan hidup, penentuan nasib sendiri, dan untuk hubungan sosial. Teori karir telah dibatasi, lebih menekankan pelaksanaan identitas karir. Pandangan ini terbatas karena hanya berlaku untuk beberapa yang beruntung, tidak termasuk orang-orang yang tidak memiliki akses penuh ke peluang yang tersedia atau pilihan dalam menentukan peran pekerjaan.

Blustein (2006) juga menekankan perlunya konseling karir untuk memeriksa koneksi sekolah dengan pekerjaan dan untuk lebih banyak perhatian untuk para penganggur. Pendekatan emansipatoris menunjukkan peran advokasi bagi konselor karir, bekerja menuju keadilan sosial dengan metode konseling yang tidak memisahkan individu dari hubungan sosial. EC memperluas pendekatan postmodern dengan memadukan perhatian komunal dengan nilai-nilai individu. Perbedaan mengenai beberapa pendekatan terkait dengan nilai – nilai dan asumsi dari pendekatan – pendekatan sebelum EC dalam tabel 4.2. Dengan tabel tersebut konselor dapat menentukan konsep teoritis yang sesuai untuk individu tersebut. Namun, konselor juga mungkin memberikan kontribusi dengan mempertimbangkan implikasi sosial yang berurusan dengan isu-isu karir dari satu pendekatan.

Tabel 4.2. Rangkuman tentang Nilai, Asumsi, dan Praktek dari Empat Pendekatan Psikologi

Wilayah Pendekatan Tradisional

Empowering Approaches

Pendekatan Postmodern

(18)

(EC)

(19)
(20)

BAGIAN III PEMBAHASAN

A. Teori Super

Menurut Super (Supriyono, 2000) salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan karir individu yaitu konsep diri. Konsep diri adalah pandangan individu tentang diri dan lingkungan. Savickas dalam Super mendefinisikan konsep diri sebagai gambaran dari dalam peran tertentu, situasi, atau posisi, melakukan beberapa set fungsi, atau dalam beberapa hubungan. Konsep diri terbentuk melalui sosial, pengalaman, dan pembelajaran interaktif, ditambah kesadaran diri.

Menurut Super (Savickas, 2002) tahap perkembangan karir terdiri dari: growth (4-13 tahun) ,exploration (14-24 tahun), establishment (25-44 tahun), maintenance (45-64 tahun) dan decline (lebih dari 65 tahun). Super (Osipow, 1983) mengklasifikasikan faktor – faktor yang mempengaruhi kematangan karir ke dalam lima kelompok sebagai berikut :

a. Faktor bio-sosial. b. Faktor lingkungan c. Kepribadian d. Faktor vokasional. e. Prestasi individu.

Menurut Super (dalam Watkins & Campbell, 2000) kematangan karir terdiri dari:

a. Career planning, Dimensi ini mengukur tingkat perencanaan melalui sikap terhadap masa depan. Individu memiliki kepercayaan diri, kemampuan untuk dapat belajar dari pengalaman, menyadari bahwa dirinya harus membuat pilihan pendidikan dan pekerjaan, serta mempersiapkan diri untuk membuat pilihan tersebut.

(21)

kerja serta menggunakan kesempatan dan sumber informasi yang berpotensial seperti orangtua, teman, guru, dan konselor.

c. Career decision making, Dimensi ini mengukur pengetahuan tentang prinsip dan cara pengambilan keputusan. Individu memiliki kemandirian, membuat pilihan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, kemampuan untuk menggunakan metode dan prinsip pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah termasuk memilih pendidikan dan pekerjaan.

d. World of word information, Dimensi ini mengukur pengetahuan tentang jenis-jenis pekerjaan, cara untuk memperoleh dan sukses dalam pekerjaan serta peran-peran dalam dunia pekerjaan.

Donald Super percaya bahwa manusia itu bisa melakukan banyak hal namun jalan ditempat dan perubahan yang terjadi pada individu itu berkelanjutan. Teori ini merupakan model perkembangan yang sangat komperehensif yang mencoba untuk menjelaskan berbagai pengaruh penting pada seseorang saat mereka mengalami peran dalam pengalaman hidup yang berbeda dan berbagai tahap kehidupan.

Teori ini menekankan pada pentingnya pengembangan self concept. Menurut Super, self concept berubah tiap waktu dan perkembangannya menghasilkan pengalaman baru. Super berpendapat bahwa jabatan pilihan dan kompetensi sejajar dengan situasi kehidupan sesorang, disetiap waktu dan pengalaman. Super mengembangkan konsep vocational maturaty, yang mungkin cocok atau tidak dengan chronological age: siklus ini dialami seseoarang pada saat tahapan dimana mengalamai transisi karir.

Menurut Gani (2012). Super menyusun teorinya yang terdiri atas sepuluh pokok pikiran bahwa:

(22)

2. Setiap individu memiliki sejumlah kecakapan untuk sejumlah pekerjaan. Rentangan kemampuan, ciri-ciri kepribadian, dan sifat-sifat lain sedemikian luasnya sehingga setiap orang mempunyai kemungkinan untuk berhasil dalam berbagai jabatan.

3. Setiap jabatan memerlukan pola khas daripada kemampuan, minat, dan sifat-sifat kepribadian, tetapi yang cukup luas mentoleransi terhadap berbagai jenis pekerjaan bagi setiap individu dan berbagai individu dalam suatu jabatan.

4. Preferensi dan kompetensi profesional, situasi-situasi di mana orang hidup dan bekerja, serta konsepsi dirinya akan mengalami perubahan karena waktu dan pengalaman, karena itu membuat pilihan dan penyesuaian merupakan suatu proses yang kontinu.

5. Proses ini dapat disimpulkan ke dalam serangkaian tahap-tahap kehidupan, yakni tahap pertumbuhan, tahap explorasi, tahap pembentukan (establishment), tahap pembinaan (maintenance), dan tahap kemunduran

(decline), dan kemudian masing-masing tahap ini dapat dibagi lagi menjadi:

a. Tahap patensi, dan b. Tahap realistis

Tahap pembentukan dibagi lagi menjadi: a. Tahap mencoba, dan

b. Tahap yang mentah

(23)

6. Hakikat pola karier seseorang ditentukan oleh tingkat sosial ekonomi keluarganya, kemampuan mental, dan kepribadiannya, dan kesempatan-kesempatan yang terbuka bagi dirinya. Semua faktor latar belakang mempengaruhi sikap dan perilakunya.

7. Perkembangan yang melalui tahap-tahap kehidupan, dapat diarahkan oleh sebagai usaha untuk mempermudah proses kematangan, kemampuan, dan minat.

8. Proses perkembangan vokasional pada hakikatnya merupakan pengembangan dan implementasi konsepsi diri.konsepsi diri merupakan suatu hasil perpaduan antara kemampuan dasar yang diwariskan, kesempatan untuk memainkan peranan dirinya, dan evaluasi atau penilaian orang lain terhadap usaha untuk memaikan peran tersebut.

9. Proses kompromi antara faktor individu dan faktor sosial, antara apakah peranan itu dimainkan dalam fantasi ataukah dalam interview-konseling, atau di dalam kegiatan kehidupan nyata seperti kegiatan sekolah, kegiatan kelompok maupun pekerjaan-pekerjaan yang tidak tetap.

10. Kepuasan kerja dan kepuasan hidup tergantung pada seberapa jauh individu mendapatkan/menyalurkan kemampuannya, minatnya, sifat-sifat pribadi, dan nilai-nilai pribadi secara memadai.

B. Career Construction : A Developmental Theory of Vocational Behavior

Secara sederhana teori konstruksi karir menyatakan bahwa “individuals construct their career by imposing meaning on their vocational behaviour and occupational experience”. Individu merancang karir dengan cara memaknai perilaku bekerja dan pengalaman dalam bekerja.

(24)

termaktub di dalam teori konstruksi karir (vocational personality, career adaptability, life themes).

Komponen pertama vocational personaliy, yaitu kemampuan individu yang berhubungan dengan karir, kebutuhan, nilai dan minat. Secara mendasar komponen ini menguji isi dari konstruksi karir dengan menggunakan teori Holland mengenai hubungan pengorganisasian diri dan pengorganisasian sosial dalam pekerjaan. Teori konstruksi sosial memaknai minat sebagai suatu proses yang dinamis, bukan aspek kepribadian yang bersifat tetap, berdasarkan hal ini disarankan untuk tidak menjadikan minat sebagai bagian luar dari satu sifat yang menyarankan kesesuaian pekerjaan dengan kesuksesan pekerjaan. Savickas menegaskan, ketika suatu tes minat dilakukan dalam konseling karir, maka hasilnya harus digunakan untuk memetakan kemungkinan-kemungkinan dalam pengembangan karir, bukan sebagai prediksi atas kesesuaian dan kesuksesan dalam karir.

Komponen kedua adalah career adaptability, yaitu konsep yang berhubungan dengan bagaimana individu menyusun suatu karir yang dimana identitas vokasional dengan bentuk karir yang akan dibangun. Savickas (2005) mendefinisikan career adaptability sebagai “ a psychosocial construct thatdenotes an individual’s readiness and resources for coping with current and imminent vocational developmental task, occupational transitions, and personal traumas”.

Jadi yang dimaksud dengan career adapatability, merupakan konstruk psikososial yang menunjukan kesiapan diri individu dan sumber-sumber terkait untuk mengatasi permasalahan dalam menuntaskan tugas perkembangan vokasional, transisi pekerjaan, dan trauma yang dialami oleh individu.

Savickas mendeskripsikan individu yang mampu beradaptasi (adaptive individual), yaitu :

a. Menjadi lebih peduli mengenai masa depannya sebagai seorang pekerja. b. Meningkatkan kontrol diri dalam mengendalikan masa depan pekerjaan. c. Menunjukan semangat dan ketertarikan dengan cara mengeksplorasi

(25)

d. Meningkatkan kepercayaan diri untuk mewujudkan harapan.

Komponen ketiga adalah life-themes, yaitu komponen naratif yang berfokus pada alasan-alasan dalam perilaku karir. Secara sederhana maksud dari

life-themes adalah motif-motif dalam pengembangan karir, hal ini bisa ditelusuri dengan menyimak cerita individu mengenai proses pengembangan karir dirinya. Dari cerita ini dapat diperoleh pola motif individu, dan pola-pola ini akan diperoleh makna tentang karir individu tersebut.

C. Teori Blustein

Berawal dari keinginan agar Amerika Serikat yang terbebas dari rasisme dan diskriminasi, serta menjadi negara yang semua menjamin bahwa semua warganya mendapatkan kesempatan yang sama di segala bidang. Namun hingga saat itu belum sepenuhnya tercapai, masih banyak warga minoritas yang tidak mendapatkan haknya dengan layak, termasuk dalam hal mendapatkan pekerjaan, bahkan para aktivis di awal gerakan vokasional juga memperjuangkan kemerdekaan kaum minoritas atas persamaan haknya dalam bidang ekonomi. Masalah keadilan sosial lain yang terjadi di AS, yaitu:

o Pilihan pekerjaan yang bisa diakses oleh warga kulit hitam hanya 1/3 dari kesempatan yang dimiliki oleh orang kulit putih

o Kaum homoseksual belum mendapatkan hak yang sama dalam bidang pekerjaan

o PHK massal dan Outsourcing

(26)

masalah ketidakrataan distribusi kekuasaan dan uang di AS, dan tidak berpihak pada kaum minoritas, seperti orang miskin, kaum dari ras yang berbeda, dan orang-orang cacat.

(27)

BAGIAN IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan

 Teori perkembangan karier Super.

Menurut Super, tahap perkembangan karier terdiri dari 5 tahap yaitu tahap growth, exploration, establishment, maintenance, dan disengagement. Super menampilkan tahapan karier tersebut dalam bentuk anak tangga atau career ladder, setiap langkah pada tangga tersebut merupakan tahap perkembangan dengan masa transisi diantara setiap langkah. Super juga menambahkan konsep kehidupan yang berhubungan dengan karier dan menampilkannya dalam bentuk career rainbow. Selain bentuk anak tangga dan pelangi, Super juga menampilkan bentuk gapura sebagai penentu karier atau archway of career determinants. Konsep garupa ini menampilkan pengaruh timbal balik dari faktor internal maupun eksternal, pada sisi kiri lengkungan menunjukan bagian-bagian yang berasal dari dalam diri dan sisi kanan menunjukan bagian-bagian eksternal.

Dalam career diamond, Super menjelaskan tentang tahapan eksplorasi karier. Deskripsi Super mengenai perkembangan identitas dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal, dengan hal tersebut seseorang sebelum mencapai puncak kariernya harus mengeksplorasi konsep dirinya dan mengeksplorasi kesadaran eksternalnya.

 Pengaruh dan pembaharuan Savickas

Savickas melakukan pembaharuan terhadap teori Super. Savickas menambahkan pendekatan teori Super perkembangan dengan menanamkan konsep-konsep dari konstruksi kognitif, tetapi kurang menekankan pada awal pilihan karier yang dilakukan oleh remaja dan menyoroti kehidupan karier selama pengalamannya pada saat dia dewasa.

(28)

Seseorang yang ingin mencapai karier yang tinggi harus mengembangkan

ABCs yaitu Attitudes, Beliefs, and Competencies, adaptasi menuntut orang yg mau mencapai kariernya yg tinggi untuk peduli terhadap masa depan, untuk melakukan kontrol atas pilihan yang potensial, memiliki keingintahuan tentang kemungkinan-kemungkinan, dan memiliki keyakinan bahwa kemampuannya efektif untuk mengelola perubahan karir.

Konstruksi dasar lingkungan seseorang merupakan titik awal bagi individu mempertimbangkan pilihan karier. Konstruksi pribadi dikembangkan melalui pengalaman unik individu, termasuk pola anak dan wawasan yang diperoleh sepanjang masa dewasa. Career diamond yang di adopsi Savickas diambil dari career diamond Super. Diamond mengambil fase integrasi dari Savickas.

 Psikologi Kerja Blustein

Teori dari Blustein memasukan teori-teori yang relevan seperti teori perkembangan, sosiologi, dan ekonomi. Memasukkan pengalaman pekerjaan semua orang dari semua kelas. Menggunakan variasi dari metode penelitian termasuk narasi kualitatif. Teori ini berawal dari keinginan agar Amerika Serikat terbebas dari rasisme dan diskriminasi.

Blustein mengilustrasikan career diamond terbalik dengan situasi di mana tuntutan eksternal mendominasi pilihan pribadi dan ekspresi diri. Dalam konsep karier relasional, menempatkan saling ketergantunga sebagai tugas psikologis yang sama pentingnya dan didukung oleh penelitian yang menunjukan bahwa seorang konseli akan secara teratur berkonsultasi untuk membuat pilihan karier.

(29)

Pendekatan Emancipatory Communitarianism, yaitu sebuah konstruk yang memfokuskan praktek perkembangan karir baik pada individu maupun sistem yang berlaku, pendekatan ini menghargai nilai-nilai keadilan sosial dan keberagaman manusia.

(30)

DAFTAR PUSTAKA

Andersen, P., & Vandehey, M. (2011). Career Counseling and Development in Global Economic. USA: Bonks/Cole.

Arjanto, P. (2011, Juni 24). Pengantar Informasi Karir, Konseling Karir, & Perkembangan Karir. Retrieved September 23, 2013, from Blogspot.com: http://paul-arjanto.blogspot.com/2011/06/pengantar-informasi-karir-konseling.html

Imaddudin, Aam. 2012. THEORIES FOCUSING ON PROCESS Teori-teori Konseling Karir yang Fokus pada Proses. [online]. Tersedia: http://wwwhouseofcounseling.blogspot.com/2012/02/isu-kontemporer-dalam-konseling-karir.html [22 September 2013]

Gani, R. A. (2012). Bimbingan Karier. Bandung: Angkasa.

Pranata, Dian. 2011. Teori-teori Donald Super. [Online]. Tersedia : http://dianpranata92.blogspot.com/2011/10/teori-karir-donald-e.html? spref=bl [22 September 2013]

Wigiati, Lestari. 2013. Relationship Between Self Efficacy With Career Maturity At The End College Student. [Online]. Tersedia: journal.uad.ac.id/index.php/EMPATHY/article/ [22 September 2013] ______, 2011. Bab II Landasan Teori. [Online]. Tersedia : repository.usu.ac.id

Gambar

Gambar 4.1 Tangga oleh Super
Gambar 4.2 Pelangi KarirPelangi Kehidupan Karir. Sejumlah peran besar dalam hidup adalah tempat diruang melengkung yang berasal dari daftar Penentu Pribadi dan mencapai kearah daftar usia setengah lingkaran dan rentang atas Tahap PerkembanganSuper  (Pertum
Gambar 4.3 Faktor yang Menentukan Karir dalam LengkunganFaktor yang Menentukan Karir dalam Lengkungan

Referensi

Dokumen terkait