• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAANPENANGKARANBENIHKEDELAI.pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERENCANAANPENANGKARANBENIHKEDELAI.pptx"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

All sections to appear here

(2)

PERENCANAAN

PENANGKARAN BENIH

KEDELAI

(3)

PENDAHULUAN

Penangkaran Adalah Upaya Perbanyakan Melalui

(4)

Klasifikasi Benih Kedelai

BERDASARKAN FUNGSI DAN CARA PRODUKSI, BENIH TERDIRI

ATAS:

benih inti (Nucleus seed),

benih sumber dan

benih sebar.

(5)

BENIH PENJENIS MERUPAKAN PERBANYAKAN DARI BENIH INTI, YANG SELANJUTNYA AKAN DIGUNAKAN UNTUK PERBANYAKAN BENIH KELAS-KELAS SELANJUTNYA, YAITU BENIH DASAR DAN BENIH POKOK

1. BENIH PENJENIS (BREEDER SEED) ]

BENIH PENJENIS ADALAH BENIH SUMBER YANG DIPRODUKSI DAN

DIKENDALIKAN LANGSUNG OLEH PEMULIA (BREEDER) YANG

MENEMUKAN ATAU DIBERI KEWENANGAN UNTUK MENGEMBANGKAN VARIETAS TERSEBUT.SAAT INI BENIH PENJENIS DIKELOLA OLEH UPBS

DI BALAI PENELITIAN KOMODITAS, UNTUK KEDELAI DI

BALITKABI.DALAM SERTIFIKASI, BENIH PENJENIS DICIRIKAN OLEH LABEL BERWARNA PUTIH (RENCANA MENJADI WARNA KUNING) YANG

DITANDATANGANI OLEH PEMULIA DAN KEPALA INSTITUSI

(6)

2. BENIH DASAR (FOUNDATION SEED) BENIH DASAR ADALAH BENIH SUMBER YANG DIPRODUKSI OLEH PRODUSEN BENIH (BBI, BPTP, PERUSAHAAN BENIH BUMN/SWASTA YANG PROFESIONAL) DAN PENGENDALIAN MUTUNYA MELALUI SERTIFIKASI BENIH (BPSB ATAU SISTEM MANAJEMEN MUTU).BENIH DASAR MERUPAKAN BENIH SUMBER UNTUK PERBANYAKAN/PRODUKSI BENIH POKOK (BP). UNTUK PENYEDIAAN BENIH KEDELAI UNGGUL BERSUBSIDI BAGI PETANI, BALITKABI AKAN MEMBANTU MEMPRODUKSI BENIH DASAR MENGINGAT MASIH LEMAHNYA SISTEM PERBENIHAN KEDELAI.

3. BENIH POKOK (STOCK SEED)

(7)

4.

BENIH SEBAR (

EXTENSION SEED

)

BENIH SEBAR ADALAH BENIH YANG DIPRODUKSI

OLEH PRODUSEN/PENANGKAR BENIH DI DAERAH

DAN

PENGENDALIAN

MUTUNYA

MELALUI

(8)
(9)
(10)

SERTIFIKASI BENIH

UNTUK MENGHASILKAN BENIH BERMUTU DAN BERSERTIFIKAT DIPERLUKAN SERTIFIKASI YANG MENCAKUP PEMELIHARAAN DI LAPANGAN DAN DILABORATORIUM.

A. PRODUKSI BENIH BERSERTIFIKAT HARUS TERDAFTAR DI BALAI

PENGAWASANDAN SERTIFIKASI BENIH (BPSB)

B. SERTIFIKASI LAPANG DIMULAI PADA SAAT PENENTUAN LOKASI FASE

VEGETATIF, FASE GENERATIF DAN PANEN.

C. PETANI BUKAN PENANGKAR BENIH, DAPAT MEMPRODUKSI BENIH

BERSERTIFIKAT MELALUI KERJASAMA DENGAN PENANGKAR BENIH, SEPERTI MELALUI SISTEM OPERASI LAPANGAN (OPLAP).

(11)

Distribusi Benih

BENIH PENJENIS BS

1.

PENGADAAN DAN DISTRIBUSI BENIH PENJENIS (BS), SAAT

INI SEPENUHNYA DITANGANI PEMERINTAH.

2.

BENIH PENJENIS (BS) DI PRODUKSI OLEH

LEMBAGA PENELITIAN

(PUSLITBANGTAN, BALITTAN,

BATAN DAN PERGURUAN TINGGI)

(12)

Benih Pokok (SS)

BENIH POKOK (STOCK SEED=SS)

1.

BENIH POKOK (SS) DIPRODUKSI OLEH BBU, BUMN,

SWASTA, MAUPUN PENANGKAR BENIH TERPILIH

(13)

Benih Dasar (FS)

BENIH DASAR (FOUNDATION SEED=FS)

1.

Benih dasar dihasilkan di Balai Benih Induk (BBI)

2.

Distribusi benih dasar diatur oleh Dinas Pertanian

Tanaman Pangan DT I kepada Balai Benih Utama (BBU),

BUMN (PT. Sang Hyang Seri dan PT. Pertani), Koperasi,

Swasta, serta penangkar benih terpilih.

(14)

Benih Sebar (ES)

Benih Sebar (Extention Seed=ES)

1.

Benih sebar di produksi oleh BBU, BUMN/BUMD, Koperasi,

Swasta atau para penangkar benih

2.

Benih sebar biasa disebut benih komersial

3.

Benih sebar disalurkan/dipasarkan kepada konsumen

pengguna/masyarakat/petani, baik secara langsung maupun

melalui agen-agen atau kios-kios.

(15)

VARIETAS UNGGUL

1. KABA. Produktivitas 2,50 t/ha. Tipe tumbuh determinit, tahan

rebah, polong tidak mudah pecah, ukuran biji sedang (10,4 g/100 biji), agak tahan penyakit karat daun. Umur panen 85 hari.

2. SINABUNG. Produktivitas mencapai 2,50 t/ha, tahan rebah, polong

tidak mudah pecah, ukuran biji sedang (10,7 g/100 biji), agak tahan

penyakit karat daun, Phakopsora pachyrhizi. Umur panen 88 hari.

3. PANDERMAN. Adaptif dibudi­dayakan di lahan sawah setelah padii

(16)

•ANJASMORO. Potensi hasil 2,25 t/ha. Tahan rebah, polong tidak mudah pecah, dan agak tahan karat daun. Ukuran biji besar (16 g/100 biji). Umur panen 82,5-92,5 hari.

•BURANGRANG. Potensi hasil 2,5 t/ha. Tahan rebah, dan toleran karat daun. Ukuran biji besar (16 g/100 biji), sesuai untuk diolah menjadi susu kedelai, tahu, dan tempe. Umur panen 80-82 hari.

•TANGGAMUS adaptif untuk lahan kering masam, hasil rata-rata 1,7 ton/ha, hasil tertinggi bisa mencapai 2,8 ton/ha. Tahan rebah, polong tidak pecah, ukuran biji sedang (11,0 g/ 100 biji) dan agak tahan

(17)

NANTI

adaptif untuk lahan kering masam, hasil rata-rata 1,6

ton/ha, hasil tertinggi 2,5 ton/ha. Tahan rebah, polong tidak

mudah pecah, ukuran biji sedang (11,5 g/ 100 biji) dan tahan

terhadap penyakit karat daun. Umur panen 91 hari.

RATAI

adaptif untuk lahan kering masam. Produktivitas di lahan

kering masam di Lampung, Sumatera Selatan, dan Kalimantan

Selatan mencapai 1,6 ton/ha (dengan hasil maksimum 2,7

ton/ha), agak tahan penyakit karat daun (Phakopsoran

pachyrhizi). Umur panen 90 hari.

(18)

Syarat Benih Bermutu

1. Murni dan diketahui nama varietasnya

2. Daya tumbuhnya tinggi( minimal 80% ),serta

vigornya baik

3. Biji sehat, bernas, mengkilat, tidak keriput dan

dipanen dari tanaman yang telah matang

4. Dipanen dan tanaman yang sehat, tidak terkena

penyakit virus

5. Tidak terinfeksi cendawan, bakteri atau virus

(19)

Langkah Pengkaran Benih

1. Ajukan permohonan kepada Penyuluh Pertanian setempat bahwa anda ingin menjadi Penangkar

benih.

2. Bersama Penyuluh Pertanian setempat mengajukan ke Dinas Pertanian setempat c.q BPSB.Pihak

BPSB akan memverikasi usulan tsb sesuai syarat dan ketentuan.

3. Jika diterima maka pihak BPSB akan memberi benih label putih sesuai dengan kapasitas lahan

pengajuan anda.

4. Benih label putih tersebut ditanam dilahan anda sesuai dengan Petunjuk teknis dari BPSB dan

akan diawasi oleh BPSB serta dibina oleh Penyuluh pertanian hingga benih padi tersebut memproduksi ( panen )

5. Pihak BPSB akan meminta sampel hasil panen tsb untuk diuji daya kecambah dan kualitas benih

tsb

6. Jika lulus uji sampel berarti benih tersebut turun generasi pihak BPSB akan mengeluarkan label

ungu sesuai dengan jumlah hasil panen anda.

7. Kemudian Benih label ungu dari hasil produksi tsb anda tanam lagi (spt poin 5,6,7).

8. Jika lulus uji oleh BPSB maka produksi dari label ungu akan turun generasi menjadi Label biru. 9. Benih label biru inilah yang bisa anda sebarkan ke petani. Pihak BPSB akan mengeluarkan label

sesuai total jumlah produksi anda.]

10. Selanjutnya anda bisa mengemas sesuai keinginan dan yang tertera di label. Misalnya: kemasan

kantong plastik netto 5kg. Kemasan karung netto 20 kg.

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan diproduksinya benih sumber kedelai kelas SS sebanyak 4,825 ton maka kebutuhan benih bagi penangkar benih kedelai, termasuk Satgas BBI, untuk memproduksi benih

Pelaksanaan kegiatan dan anggaran untuk perbanyakan benih sumber, pengawasan dan sertifikasi benih, pengembangan petani produsen benih tanaman pangan, pemberdayaan

Sumber air di Balai Benih Ikan (BBI) Tenggarang berasal dari aliran irigasi DAM yang airnya terdapat banyak sampah rumah tangga, Menurut hasil wawancara dengan teknisi BBI

Penggunaan benih sumber padi hasil produksi UPBS BPTP Kalbar berdasarkan agroekosistemnya yaitu (a) benih Inpara 2 dan Inpara 3 tersebar merata di sepanjang

Seiring dengan era otonomi daerah, peran BBI sebagai penangkar benih sumber BD dan BP jagung VBB semakin menurun sejalan dengan semakin menurunnya permintaan benih

Benih dikemas dan telah diberi sertifikat oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH) atau oleh perusahaan BUMN/Swasta yang

Benih Sebar (BR) adalah keturunan dari Benih Penjenis, Benih Dasar atau Benih Pokok yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas dan tingkat

Pengalaman produsen benih bawang merah di Kabupaten Bima (Kecamatan Belo, Woha, Monta dan Sape), hasil penelitian dari BPTP NTB serta Pedoman Sertifikasi Benih Bawang