PEMBIAYAAN DEKONSENTRASI DAN TUGAS
PEMBANTUAN
Umum
yang dilaksanakan oleh perangkat daerah dan desa dalam rangka Tugas Pembantuan dibiayai atas beban pengeluaran pembangunan APBN..
Penyelenggaraan kewenangan
Pada dasarnya kewenangan yang masih ada pada pemerintah pusat ada 5 (lima) kewenangan utama yang meliputi : bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan , peradilan, moneter dan fiskal serta agama, sedangkan kewenangan lainnya dapat dilimpahkan kepada Gubernur sebagai pelaksanaan Dekonsentrasi dan penugasan kepada Bupati / Walikota sebagai pelaksanaan Tugas Pembantuan
Pembiayaan
Seluruh pembiayaan pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menjadi beban APBN sebagai pengeluaran anggaran pembangunan, dan tidak dibenarkan untuk pengeluaran anggaran rutin/biaya operasional kantor.
Pengadministrasian anggaran Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dilakukan secara terpisah dari anggaran Desentralisasi (APBD).
Permasalahan (Issue Utama)
Ditinjau dari rincian kewenangan dalam PP Nomor 25 Tahun 2000 kegiatan yang bersifat proyek/pembangunan dalam bidang lainnya, selain ke-5 kewenangan utama, yang didekonsen-trasikan dan di tugas pembantukan akan terlihat
sangat kecil
karena kegiatannya lebih bersifat perencanaan, koordinasi, penetapan pedoman, perizinan dan fasilitasi, artinya sedikit sekali yang bersifat pelaksanaan pembangunan.
Pembiayaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan akan dijadikan skema alternatif oleh PEMDA untuk mendapatkan
sumber dana tambahan diluar dana perimbangan.
Kecenderungan Departemen / LPND untuk membuat proyek agar dilaksanakan melalui pola Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan padahal besarnya dana APBN (budget pie) sangat terbatas.