• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Bermain dan Belajar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Bermain dan Belajar"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

Bermain dan Belajar

(2)

Hakikat Bermain

Vygotsky (1978) bermain sebagai (1) ‘an activity that give pleasure to the children’. (2) kegiatan yang dapat membuat anak belajar how to develop intellectually and society.

Montessori: bermain berarti berbicara mengenai anak

ACUAN TEORITIK

Montessori: bermain berarti berbicara mengenai anak tentang ‘how to be human’.

Froebel: bermain adalah ‘a tool through which young children might learn about the path of unity’.

(3)

• Montessori, menekankan bahwa ketika anak

bermain, ia akan mempelajari dan menyerap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan

sekitarnya

• Frobel, nyatakan bahwa setiap benda yang • Frobel, nyatakan bahwa setiap benda yang

dimainkan befungsi sesuai dengan imajinasi anak. Melalui imajinasinya ia akan

(4)

• Piaget menjelaskan bahwa Perkembangan

bermain berkaitan dengan perkembangan kecerdasan seseorang.

• Vygotsky yang juga dikutip Tedjasaputra (2001)

menekankan bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi

seorang anak.

langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak.

• Menurut Vygotsky seorang anak belum dapat

berpikir abstrak karena bagi mereka makna dan objek menjadi satu. Melalui mermain ia akan dapat memisahkan makna dengan objek

(5)

PERKEMBANGAN BERMAIN MILDRED PARTEN (1932)

a. Unoccupied Play

b. Solitary Play Nonsocial Play c. Onlooker Play

c. Onlooker Play d. Paralel Play

(6)

1. Unoccupied Play

– Anak lebih banyak bermain dengan anggota keluarga

– Banyak bermain dengan diri sendiri

– Tidak ikut bermain dengan orang lain hanya – Tidak ikut bermain dengan orang lain hanya

mengamati jika tertarik

– Jika tidak tertarik :

(7)

2. Solitary Play

Anak sibuk bermain sendiri

Tidak menganggap kehadiran anak

lain

Bersifat egosentris

Bersifat egosentris

Bermain yang berbeda dari

(8)

3. Onlooker Play (usia 2 tahun)

– Hampir sebagian besar waktu bermain anak hanya

– untuk mengamati anak lain bermain

– Selalu mengomentari anak yang bermain, tetapi

tidak ikut bermain

– Anak mulai bermain dengan anak lain tetapi – Anak mulai bermain dengan anak lain tetapi

belum

– bermain bersama, komentarnya jauh dari topik

(9)

4. Paralel Play

– Mulai terjadi percakapan seputar hal yang

dimainkan

– Saling bertukar alat permainan

– Anak bermain sendiri, dengan sendirinya aktivitas

tersebut membawa berinteraksi dengan teman lainnya

lainnya

– Melakukan kegiatan sendiri-sendiri, waktunya

bersamaan dengan temannya

– Mulai bermain secara berteman

(10)

5. Assosiative Play (usia prasekolah)

– Mulai ada interaksi antar anak yang bermain tetapi belum ada kerjasama bermain tetapi belum ada kerjasama

– Saling tukar alat permainan

– Hanya mengomentari hasil kerja masing-masing bukan milik temannya

(11)

6. Cooperative Play (usia 5 tahun)

Jarang bermain sendiri

Bermain bersama dan kerjasama

Ada pembagian tugas dan peran

Permainan berupa games untuk

Permainan berupa games untuk

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap ini anak belum mau terlibat untuk bermain akan tetapi anak sudah memolai untuk mendekaat dan bertanya pada teman yang sedanh bermain dan anak sudah mulai

Permainan yang ditawarkan dalam Taman Bermain Anak di Balikpapan ini bersifat.. memberikan tantangan secara individu maupun kerjasama dalam suatu

Pada usia ini anak sudah mulai menunjukkan minat untuk bermain dengan anak lain, sering saling bertukar mainan, sama-sama belajar dengan anak lain untuk membuat peraturan

Saya yang memilih permainan, saat bermain bersama teman.. Saya memilih permainan yang ada aturan

Berdasarkan pada pembelajaran PAI ,siswa tidak aktif dengan indikator yang hanya lima dari 32 siswa,belum ada interaksi antar siswa .Siswa mengalami kesulitan menguasai

Pada usia ini anak sudah mulai menunjukkan minat untuk bermain dengan anak lain, sering saling bertukar mainan, sama-sama belajar dengan anak lain untuk membuat peraturan

bermain sepakbola; (2) perbedaan kemampuan koordinasi mata kaki tinggi dan koordinasi mata kaki rendah terhadap keterampilan dasar bermain sepakbola; dan (3) interaksi

Diruangan rawat inap anak R.S.T. Reksodiwiryo sudah mempunyai ruangan bermain, tetapi pelaksanaan terapi bermain sendiri belum maksimal, karna belum ada tindakan