• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pernikahan di Bawah Umur Akibat Hamil di Luar Nikah dan Dampak Psikologis Pada Anak di Desa Makrampai Kalimantan Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pernikahan di Bawah Umur Akibat Hamil di Luar Nikah dan Dampak Psikologis Pada Anak di Desa Makrampai Kalimantan Barat"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  data  pernikahan  di  bawah  umur  di  Desa  Makrampai  Kecamatan  Tebas 25

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ungkapan lain, perlu ada upaya reformasi batas minimal usia perkawinan bagi perempuan; dari 16 tahun sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Perkawinan

Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan disebutkan, bahwa dalam hal terjadi penyimpangan batas usia minimal perkawinan, maka dapat dimintakan

Upaya penyuluhan hukum tentang batas usia minimal perkawinan setelah putusan mk yang menyatakan bahwa Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang

Pasca UU Perkawinan dilakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi terkait pasal 7 ayat 1 tentang usia batas usia anak perempuan melangsungkan perkawiana, MK telah

Ketentuan batas minimal usia menikah dalam UU Perkawinan juga dimuat dalam Pasal 5 ayat (1) KHI dengan mengungkap tujuan yang lebih jelas bahwa untuk kemaslahatan

Asas-asas perkawinan menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 adalah: 1) Asas suka rela, menurut pasal 6 ayat 1 menentukan bahwa perkawinan harus didasari persetujuan kedua

Hasil analisis menggunakan perspektif teori maṣlaḥah Sa’īd Ramaḍān al-Būṭi menunjukkan bahwa perbedaan batas usia minimal perkawinan bagi laki-laki dan perempuan dalam Pasal 7 Undang-

Ketentuan dalam undang-undang perkawinan No.1 tahun 1974 pasal 7 ayat 1 memperbolehkan seorang perempuan usia 16 tahun menikah dan untuk laki laki 19 tahun, jika kedua belah pihak atau