• Tidak ada hasil yang ditemukan

Larangan mendekati zina: studi tafsir Alquran surat Al-Isra’ ayat 32 menurut para mufassir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Larangan mendekati zina: studi tafsir Alquran surat Al-Isra’ ayat 32 menurut para mufassir"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Nur Shofiyah
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Mata Pelajaran: Ilmu Alquran Dan Tafsir
  • Topik: Larangan Mendekati Zina: Studi Tafsir Alquran Surat Al-Isra’ Ayat 32 Menurut Para Mufassir
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2020
  • Kota: Surabaya

I. PENDAHULUAN

Pada bagian pendahuluan, skripsi ini menjelaskan latar belakang pentingnya memahami larangan mendekati zina berdasarkan Alquran surat Al-Isra' ayat 32. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran para mufassir terkait ayat tersebut, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat mengenai perzinaan sebagai perbuatan keji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kepustakaan, dengan fokus pada tiga mufassir terkemuka: Sayyid Quthub, Ahmad Mustafa Al-Maraghi, dan M. Quraish Shihab.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan bahwa Alquran adalah sumber utama petunjuk bagi umat manusia. Penafsiran ayat-ayat Alquran, termasuk larangan mendekati zina, sangat penting untuk memahami norma-norma sosial dan moral dalam masyarakat. Perzinaan merupakan masalah yang semakin marak, dan pemahaman yang benar tentang larangan ini dapat membantu mengurangi praktik tersebut.

1.2. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup beberapa pertanyaan kunci, seperti bagaimana penafsiran para mufassir terhadap surat Al-Isra' ayat 32 dan metode serta corak yang digunakan dalam penafsiran tersebut. Hal ini penting untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang perzinaan dan dampaknya dalam konteks sosial.

1.3. Rumusan Masalah

Rumusan masalah di dalam penelitian ini meliputi dua aspek utama, yaitu penafsiran para mufassir terhadap ayat dan analisis metode serta corak yang digunakan. Ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana ayat tersebut dipahami oleh para mufassir yang berbeda.

1.4. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai penafsiran surat Al-Isra' ayat 32. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi masyarakat dalam memahami larangan mendekati zina dan dampaknya.

II. TEORI MUNASABAH DALAM PENAFSIRAN AL QUR’AN SURAT AL-ISRA’ AYAT 32

Bagian ini membahas pentingnya teori munasabah dalam penafsiran Alquran, khususnya surat Al-Isra' ayat 32. Munasabah adalah ilmu yang mengkaji hubungan antara ayat dan surat dalam Alquran. Pemahaman terhadap munasabah dapat memperdalam makna dari ayat-ayat yang ditafsirkan, sehingga penafsiran menjadi lebih komprehensif dan mendalam.

2.1. Urgensi Munasabah dalam Alquran Surat Al-Isra’ Ayat 32

Urgensi munasabah dalam surat Al-Isra' ayat 32 terletak pada kemampuan ilmu ini untuk menjelaskan hubungan antar ayat. Dengan memahami konteks dan keterkaitan antar ayat, makna larangan mendekati zina dapat diungkapkan dengan lebih jelas. Munasabah membantu dalam memahami pesan moral yang terkandung dalam ayat dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.

2.2. Dugaan Mufassir Sayyid Quthub, Ahmad Musthafa Al-Maraghi dan M. Quraish Shihab juga menggunakan Munasabah dalam menafsirkan Al-Isra’ ayat 32

Ketiga mufassir ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam menggunakan munasabah. Sayyid Quthub cenderung menekankan pada aspek sosial, Ahmad Mustafa Al-Maraghi lebih fokus pada aspek linguistik, sementara M. Quraish Shihab menggabungkan keduanya. Perbedaan ini menambah kekayaan interpretasi dan pemahaman terhadap larangan mendekati zina.

III. STUDI TAFSIR ALQURAN SURAT AL-ISRA' AYAT 32 MENURUT PARA MUFASSIR

Bagian ini menyajikan analisis mendalam tentang tafsir masing-masing mufassir terhadap surat Al-Isra' ayat 32. Penjelasan ini mencakup pandangan dan interpretasi yang berbeda-beda, serta bagaimana masing-masing mufassir merumuskan pemahaman mereka berdasarkan konteks sosial, budaya, dan bahasa.

3.1. Tafsir Fī Ẓilāl Alquran Karya Asy-Syahid Sayyid Quthb

Sayyid Quthub menafsirkan ayat ini dengan mengaitkan perzinaan sebagai tindakan yang merusak moral masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan integritas individu serta masyarakat secara keseluruhan. Pendekatannya yang sastrawi memberikan nuansa yang mendalam dalam memahami konsekuensi dari perzinaan.

3.2. Tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi

Ahmad Mustafa Al-Maraghi memberikan penekanan pada aspek linguistik dan etimologis dari kata-kata dalam ayat. Ia menjelaskan bahwa zina adalah perbuatan keji yang membawa dampak negatif tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi masyarakat. Tafsirannya bersifat lebih analitis dan sistematis.

3.3. Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan Dan Keserasian Al Qur'an Karya M. Quraish Shihab

M. Quraish Shihab menggabungkan pendekatan tekstual dan kontekstual dalam tafsirannya. Ia menekankan bahwa larangan mendekati zina tidak hanya berlaku pada tindakan fisik, tetapi juga pada pikiran dan perasaan. Ini menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap makna ayat dan relevansinya dalam kehidupan modern.

IV. ANALISIS

Bagian analisis ini membahas penafsiran yang dihasilkan oleh para mufassir dalam Alquran surat Al-Isra' ayat 32. Penekanan pada metode dan corak yang digunakan oleh masing-masing mufassir memberikan wawasan tentang bagaimana mereka memahami dan menjelaskan larangan mendekati zina.

4.1. Penafsiran Para Mufassir Dalam Alquran Al-Isra' Ayat 32

Analisis penafsiran menunjukkan bahwa meskipun ada kesamaan dalam memahami larangan zina, setiap mufassir memberikan penekanan yang berbeda. Hal ini mencerminkan latar belakang, pengalaman, dan konteks sosial masing-masing mufassir, yang memperkaya pemahaman tentang ayat tersebut.

4.2. Metode dan Corak yang Dipakai Mufassir dalam Menafsirkan Surat Al-Isra’ Ayat 32

Metode yang digunakan oleh para mufassir bervariasi, mulai dari pendekatan linguistik, sosiologis hingga psikologis. Ini menunjukkan bahwa penafsiran Alquran tidak hanya bergantung pada teks, tetapi juga pada konteks dan kondisi masyarakat saat ini. Pendekatan ini penting untuk memahami dinamika sosial yang ada.

V. PENUTUP

Bagian penutup merangkum hasil penelitian dan memberikan kesimpulan tentang pentingnya pemahaman yang benar terhadap larangan mendekati zina dalam Alquran surat Al-Isra' ayat 32. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi tafsir dan pendidikan agama.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa larangan mendekati zina dalam Al-Isra' ayat 32 memiliki implikasi yang luas dalam konteks moral dan sosial. Pemahaman yang mendalam tentang ayat ini dapat membantu masyarakat dalam menghindari perilaku yang merugikan.

5.2. Saran-Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang dampak sosial dari penafsiran ayat ini dalam masyarakat modern. Selain itu, penting untuk mengedukasi generasi muda mengenai nilai-nilai moral dalam konteks ajaran Islam.

Referensi Dokumen

  • Tafsir Fī Ẓilāl Alquran ( Asy-Syahid Sayyid Quthb )
  • Tafsir Al-Maraghi ( Ahmad Mustafa Al-Maraghi )
  • Tafsir Al Misbah, Pesan, Kesan Dan Keserasian Al Qur'an ( M. Quraish Shihab )

Gambar

Tabel 1.1: penafsiran para mufassir pada surat al-isra‟ ayat 32 & Munasab  66

Referensi

Dokumen terkait