• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spesifikasi Teknis Beton

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Spesifikasi Teknis Beton"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

BAB

BAB

7

7

KONSTRUKSI

KONSTRUKSI

BETON

BETON

BAB

BAB 7.1 7.1 PEKERJAANPEKERJAANBETONBETON

7.1.1

7.1.1 UmumUmum

(1)

(1) UraianUraian

a.

a. Beton terdBeton terdiri iri dari dari suatu suatu campuran campuran yang yang sebanding sebanding (proporsional) (proporsional) antara antara semen, semen, air air dandan agregat bergradasi. Campuran beton akan mengendap dan mengeras menurut bentuk yang agregat bergradasi. Campuran beton akan mengendap dan mengeras menurut bentuk yang diminta

diminta // disyaratkan dan membentuk satu bahan yang padat, keras dan tahan lama (awet), disyaratkan dan membentuk satu bahan yang padat, keras dan tahan lama (awet), yang

yang memilikimemiliki karakteristik karakteristik tertentu.tertentu.  b.

 b. Agregat Agregat meliputi meliputi baik baik yangbergradasi yangbergradasi kasr kasr maupun maupun yang yang bergradasi bergradasi halus, halus, tetapi tetapi umlahumlah agregat halus akan dipertahankan sampai umlah minimum yang diperlukan, yang apabila agregat halus akan dipertahankan sampai umlah minimum yang diperlukan, yang apabila dicampur

dicampur dengandengan semen akan cukup unsemen akan cukup untuk mengisi rongga!ronggtuk mengisi rongga!rongga antara agregat kasar a antara agregat kasar  serta memberikan

serta memberikan suatusuatu permukaan akhir yang permukaan akhir yang halus.halus. c.

c. Untuk mencapai betoUntuk mencapai beton yang kn yang kuat dengan keawetan yang uat dengan keawetan yang optimum, "olume airoptimum, "olume air yangyang dimasukkan ke dalam campuran harus dipertahankan sampai umlah minimum yang dimasukkan ke dalam campuran harus dipertahankan sampai umlah minimum yang diperlukan untuk memudahkan pengeraan selama

diperlukan untuk memudahkan pengeraan selama pencampuran. pencampuran. d.

d. Bahan tambahan Bahan tambahan kepada campuran betokepada campuran beton seperti n seperti memasukkan udara (air memasukkan udara (air entraining) atauentraining) atau  bahan

 bahan kimia kimia untuk untuk memperlambat memperlambat atau atau mempercepat mempercepat waktu waktu pengerasan,pengerasan, tidak tidak  diperbolehkan kecuali diminta demikian di dalam persyaratan #ontrak

diperbolehkan kecuali diminta demikian di dalam persyaratan #ontrak khusus.khusus.

($) %eraturan (Code)

($) %eraturan (Code) BetonBeton

%ersyaratan!persyaratan %eraturan Beton Bertulang &ndonesia ' %B& tahun 11 atau %ersyaratan!persyaratan %eraturan Beton Bertulang &ndonesia ' %B& tahun 11 atau  perbaikan

 perbaikan yang yang terakhir terakhir harus harus sepenuhnya sepenuhnya diterapkan diterapkan kepada kepada semua semua pekeraan pekeraan beton,beton, terkecuali

terkecuali dinyatakandinyatakan  secara lain atau yang mengacu kepada pemeriksaan AA*+- dan  secara lain atau yang mengacu kepada pemeriksaan AA*+- dan spesiikasi khusus yang

spesiikasi khusus yang tidak tidak  disebut dalam %B& disebut dalam %B& 11.11.

() #elas 0 #elas

() #elas 0 #elas BetonBeton

#lasiikasi dan ruukan mutu beton harus

(2)
(3)

TABEL 7.1.1 KELAS – KELAS

TABEL 7.1.1 KELAS – KELASBETONBETON

#elas

#elas uukanuukan 22uuttu u 33eenniis s UUrraaiiaann

&

& B-B-  4on 4on *truktural*truktural Beton kurus untuk alat pondasiBeton kurus untuk alat pondasi dandan  peralatan

 peralatan pondasi pondasi

&& &&

#

#11$$5 5 **ttrruukkttuurraall Beton masa tanpa tulang untukBeton masa tanpa tulang untuk  pondasi pondasi dasar,penutup

dasar,penutup pipa!pipa pipa!pipa

#

#115 5 **ttrruukkttuurraall

Beton

Beton dengan dengan penulanganpenulangan ringanringan digunakan untuk pondasi

digunakan untuk pondasi  pelat,dinding! pelat,dinding! dinding kalson,kereb, dan alan

dinding kalson,kereb, dan alan setapak setapak 

# #$$5$$5

#onstruksi beton

#onstruksi beton  bertulang  bertulang termasuk termasuk  gelagar!gelagar,

gelagar!gelagar,    kolom!kolomkolom!kolom llananttaiai/p/peelalatt llananttaiai//didinndidingng  penahan, penahan, g

goorroonngg!!ggoorroonngg ppiippaa,, gorong!goronggorong!gorong kotak kotak persegi persegi &&& &&& # $5 # $5 sampaisampai # #5656 *truktural*truktural Beton bertulan

Beton bertulang g mutu tinggi mutu tinggi untuuntukk lantailantai  embatan,

 embatan, dan dan bagian!bagianbagian!bagian konstruksikonstruksi lainnya

lainnya

#

#77666 6 **ttrruukkttuurraall Bagian!bagian konstruksi beton pratekanBagian!bagian konstruksi beton pratekan dan tiang!tiang beton

dan tiang!tiang beton pracetak  pracetak  Catatan '

Catatan ' #elas khusus # $$5 di#elas khusus # $$5 digunakan untuk gunakan untuk beton didalambeton didalam air air 

(7)

(7) oleransioleransi

a.

a. oleransioleransi dimensidimensi

8

8 *truktur dengan panang keseluruhan s/d 9*truktur dengan panang keseluruhan s/d 9 meter meter  : 5: 5 mmmm 8

8 *truktur dengan panang lebih dari 9*truktur dengan panang lebih dari 9 meter meter  : 15: 15 mmmm 8

8 %anang balok, slab lantai, kolom dan%anang balok, slab lantai, kolom dan ddiinnddiinng g 44ooll

 b.  b.

8

8 Antar #epala 3embatanAntar #epala 3embatan (Abutment)(Abutment) oleransi %osisi (darititik

oleransi %osisi (darititik acuan)acuan)

: 16 : 16 mmmm : 16 : 16 mmmm c. c. d. d.

Alinyemen "ertical untuk kolom!kolom dan

Alinyemen "ertical untuk kolom!kolom dan dinding!dindingdinding!dinding oleransi ketinggian

oleransi ketinggian permukaan permukaan

: 16 : 16 mmmm : 16 : 16 mmmm

(4)

e.

e. oleransi oleransi untuk untuk selimut selimut beton beton diatas diatas baabaa tulangantulangan

8

8 *ampai *ampai 5 5 cm cm atau atau lebih lebih 6 6 dan dan ; ; 55 mmmm 8

8 *elimut *elimut dari dari 5 5 cm cm sampai16 sampai16 cm cm ; ; 1616 mmmm

(5)

(5) %enyerahan!penyerahan%enyerahan!penyerahan

a.

a. #ontraktor #ontraktor harus menyerahkan harus menyerahkan contoh!contoh contoh!contoh semua bahan!bahsemua bahan!bahan yang an yang digunakan digunakan untuk untuk   pekeraan

 pekeraan beton beton bersama!sama bersama!sama dengan dengan data!data data!data penguian penguian yangyang menunukkanmenunukkan kecocokkan dengan persyaratan mutu spesiikasi

kecocokkan dengan persyaratan mutu spesiikasi ini.ini.  b.

 b. Apabila Apabila disyaratkan disyaratkan demikian demikian oleh oleh <ireksi <ireksi eknik, eknik, #ontraktor #ontraktor harusharus menyerahkanmenyerahkan gambar!gambar rinci semua pekeraan acuan yang digunakan pada pekeraan

gambar!gambar rinci semua pekeraan acuan yang digunakan pada pekeraan untuk untuk  mendapatkan

mendapatkan persetuuan. persetuuan. c.

c. #ontraktor harus melapor kepada <ireksi eknik pal#ontraktor harus melapor kepada <ireksi eknik paling sedikit $7 aming sedikit $7 am sebelumsebelum  pencampuran atau pengecoran

 pencampuran atau pengecoran beton. beton.

(9) %enyimpanan

(9) %enyimpanan bahan!bahan bahan!bahan

a.

a. Agregat harusdisimpan Agregat harusdisimpan secara terpisah sesuai secara terpisah sesuai dengan ukuran!ukurdengan ukuran!ukuran untuk mencegahan untuk mencegah teradinya pencampuran. *emen harus disimpan secara teratur dan rapi mengikuti waktu teradinya pencampuran. *emen harus disimpan secara teratur dan rapi mengikuti waktu  penyerahan,

 penyerahan, sehinggasehingga pemakaiannya  pemakaiannya dapat dapat diatur diatur dan dan semen semen tidak tidak akan akan menadi menadi terlaluterlalu lama disimpan.

lama disimpan. =aktu=aktu  kadaluarsa penyimpana semen beton konstruksi tidak boleh lebih  kadaluarsa penyimpana semen beton konstruksi tidak boleh lebih dari  bulan. *emen yang

dari  bulan. *emen yang sudahsudah mengeras, tidak diiimengeras, tidak diiinkan digunakan dalam nkan digunakan dalam pekeraan!pekeraan!  pekeraan

 pekeraankonstruksi.konstruksi.  b.

 b. *elama *elama pengangkutan semen pengangkutan semen sampai sampai ke gudang ke gudang atau atau lapangan lapangan kera kera harus harus diaga sehinggadiaga sehingga semen tidak lembaba atau kantong rusak. #eadaan penyimpanan untuk bahan!bahan yang semen tidak lembaba atau kantong rusak. #eadaan penyimpanan untuk bahan!bahan yang harus

harus dipakaidipakai  dilapangan, harus memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam pasal!pasal  dilapangan, harus memenuhi persyaratan yang disebutkan dalam pasal!pasal mengenai

mengenai karateristik karateristik  bahan!bahan (4&!) dan spesiikasi penyimpanan bahan!bahan bahan!bahan (4&!) dan spesiikasi penyimpanan bahan!bahan (%B&(%B& 11, pasal

11, pasal ,),)

() #ondisi

() #ondisi cuacacuaca

%ada umumnya, pencampuran, pengangkutan dan pengecoran beton harus dilakukan pada %ada umumnya, pencampuran, pengangkutan dan pengecoran beton harus dilakukan pada keadaan cuaca kering. Apabila keadaan cuaca tidak menentu, kontraktor harus mengambil keadaan cuaca kering. Apabila keadaan cuaca tidak menentu, kontraktor harus mengambil tindakan

(5)

<ireksi eknik harus menentukan apakah pencampuran dan pengecoran beton akan dilanutkan atau ditunda sampai membaiknya keadaan cuaca.

#ontraktor tidak boleh/dapat menuntut penggantian terhadap kerusakan beton yang ditolak karenahuan.

(>) %erbaikan!perbaikan %ekeraan Beton yang tidak memuaskan

a. %ekeraan beton yang tidak memenuhi persyaratan spesiikasi mengenai toleransi (kelonggaran), siat campuran beton, atau penyelesaian akhir permukaan, harus diperbaiki menurut perintah <ireksi eknikdan dapat meliputi'

8 %erubahan dalam perbandingan campuran

8 %embongkaran atau perkuatan bagian!bagian pekeraan yang dinyatakan tidak memuaskan oleh <ireksi eknik.

8 %erawatan tambahan bagian!bagian yang penguian!penguian betonnya tidak memuaskan.

 b. <alam hal teradi perselisihan antara #ontraktor dan <ireksi eknik mengenai mutu  pekeraan beton, <ireksi eknik akan meminta #ontraktor untuk melakukan penguian

lagi, untuk dapat membuat penilaian mutu yang benar.

7.1.2 Bahan

(1) *emen

a. *emen yang digunakan untuk %ekeraan Beton harus dipilih berasal dari salah satu enis %.C. (%ortland Cement) berikut ini, yang memenuhi spesiikasi AA*+- 2>5 '

ipe & ' %emakaian umum tanpa siat!siat khusus

ipe && ' %emakaian umum dengan ketahanan terhadap sulat yang moderat (sedang)

ipe &&& ' <igunakan ika diperlukan pencapaian kekuatan awal yang tinggi ipe &? ' <igunakan ika diperlukan panas hidrasi yang rendah

ipe ? ' <igunakan ika diperlukan ketahanan (resistensi) terhadap sulat yang tinggi.

 b. #ecuali dii@inkan secara lain oleh <ireksi eknik, semen yang digunakan pada pekeraan harus diperoleh dari satu sumber pabrik.

(6)

($) Air 

Air yang digunakan untuk pencampuran dan perawatan beton harus bersih dan bebas dari  bahan!bahan yang berbahaya seperti oli,garam, asam, alkali,gula atau bahan!bahan organik. <ireksi eknik dapat meminta #ontraktor untuk mengadakan penguian air yang berasal dari suatu sumber  yang  dipertimbangkan mutunya meragukan (uukan %enguian AA*+-$5).

() Agregat

a. %ersyaratan Umum

i. Agregat untuk pekeraan beton harus terdiri dari campuran agregat kasar dan halus,  berisi batu pecah yang bersih, keras dan awet atau kerikil sungai alam atau kerikil dan  pasir dari sumber  yang disaring, semua agregat alam harus dicuci.

ii. Agregat tersebut harus memenuhi persyaratan gradasi yang diberikan pada abel .1.$. dan dengan keadaan mutu (siat) yang diberikan pada abel .1..

iii. Ukuran maimum agregat kasar tidak boleh lebih besar dari tiga perempat ruang bebas minimum diantara batang!batang tulangan atau antara batang tulangan dan cetakan. (acuan)

i". Agregat halus harus bergradasi baik dari kasar sampai halus dengan hamper seluruh  partikel lolos saringan 7,5 mm.

". *emua agregat halus, harus bebas dari seumlah cacat kotoran organic, dan  ika dimintakan demikian oleh <ireksi eknik harus diadakan penguian kandungan organic menggunakan penguian colorimetrik AA*+- $1. *etiap agregat yang gagal pada tes warna, harus ditolak.

"i. %asir laut tidak boleh digunakan untuk beton konstruksi.

 b. radasiAgregat

radasi agregat kasar dan agregat halus harus memenuhi persyaratan abel .1.$. berikut ini, namun bahan!bahan yang tidak memenuhi persyaratan gradasi ini tidak perlu ditolak, apabila kontraktor dapat  menunukkan (berdasarkan campuran percobaan dan penguian) bahwa dapat dihasilkan beton yang memenuhi persyaratan siat!siat campuran yang diuraikan.

(7)

TABEL 7.1.2. PERSYARATAN GRADASIAGREGAT

U#UA4 *A&4A4 %-*4A*& D-D-* B<A*A#A4 BA

*A4<A  (mm)

&2%&AD (inches)

AA

+ADU* %&D&+A4 AA #A*A 

56 $ 166  11/$ 5!166 166 $5 1 ! 5!166 166 1 E 5!6 ! 6!166 166 1 F ! $5!96 ! 6!166 ,5 /> 166 16!6 ! $6!55 76!6 7,5 G7 5!166 6!5 6!16 6!16 6!15 $,9 G> ! ! 6!5 6!5 6!5 1,1> G19 75!>6 ! ! ! 6, G56 16!6 6,15 G166 $!16

c. *yarat!syarat 2utu Agregat

Agregat untuk pekeraan beton harus memenuhi persyaratan mutu berikut ini yang diberikan  padaabel  .1.. di bawah

TABEL 7.1.3. SYARAT-SYARAT KEADAAN MUTUAGREGAT

UA&A4 BAA* %4U3&A4

AA#A*A  AA +ADU*

#ehilangan berat karena abrasi (566 putaran)

76H !

#ehilangan kesempurnaan sodium sulat setelah 5 putaran

1$H 16H

%rosentasi gumpalan lampung dan  partikel bersih

$H 6,5H

Bahan!bahan yang lolos saringan 6,65 mm (G $66)

(8)

#DA* B-4 BA *24 -AD #g/m U#UA4AA 2AI.JA4 <&*AA4#A4(mm) %BA4<&4A4A&/*24 -%&2U2

#DA* A #DA* B %BA4<&4A4 (A&-) <4. BA #g/m$ #766 K7$5 $5.6 1.6 6.5 156 #56 7$5 $5.6 1.6 6.7$ 1>6 #$5 766 $5.6 1.6 6.7$ 16 #$$5 56 .5 $5.6 6.79 1>6 #15 66 .5 $5.6 6.56 156 #1$5 $56 56.6 $5.6 6.5$ 16 B&/- $$5 56.6 .5 6.96 15 #$$5 (didalaair) 766 .5 $5.6 or 1.6 6.5 $16

Catatan ' Berat semen total yang diperlukan untuk # 766 harus ditentukan oleh  persyaratan kekuatan yang ditetapkan

(7) Lilter (bahan pengisi) sambungan

a. Bahan pengisi yang dituangkan untuk sambungan!sambungan harus memenuhipersyaratan AA*+- 2 1 0 enis lastis dituangkan panas.

 b. Bahan pengisi yang dibentuk untuk sambungan!sambungan harus memenuhi persyaratan AA*+- 0 215. Liller Bentuk #aret *pons ( bunga karang) dan Liller abus *ambungan2uai.

7.1.3 P!an"anaan #am$u!anB%&n

(1) %ersyaratan %erencanaan Campuran (Berdasarkan Berat)

Untuk semua pekeraan beton konstruksi dan pekeraan beton utama,  perbandingan!  perbandingan bahan untuk perencanaan campuran harus ditentukan menggunakan cara yang ditetapkan oleh %B& terakhir, dan harus sesuai dengan batasan yang diberikan pada abel .1.7.  radasi dan ukuran maksimum agregat harus sesuai dengan pilihan agregat kasar yang diberikan pada abel.1.$.

TABEL 7.1.' PERBANDINGAN (PROPORSI) DISAIN #AMPURAN BETON (BERDASARKANBERAT)

(9)

($) %ersyaratan %erencanaaan Campuran (berdasarkan "olume)

Untuk pekeraan beton yang kecil, dan tergantung kepada persetuuan <ireksi eknik secara tertulis, bahan!bahan untuk beton dapat ditakar berdasarkan "olume atau suatu kombinasi  berat dan"olume. indakan pencegahan berikut ini harus dilakukan '

a. *emen harus selalu diukur berdasarkan berat 76 kg tiap kantong

 b. Agregat dapat diukur berdasarkan "olume,menggunakan kotak!kotak ukuran yang direncanakan secara baik dengan kapasitas yang ditentukan secara elas. #otak!kotak  tersebut harus diisi sampai berlebih dan agregat lebihan (surplus) diratakan dengan perata diatas.

c. 3ika pasir diukur berdasarkan "olume, harus diperhitungkan "olume tambahan pasir yang mengembang karena kadar air.

i. %asir basah biasanya akan mengembang kurang lebih $5 H berdasarkan "olume dan untuk pekeraan yang kecil,nilai!nilai berikut ini dapat diambil untuk kadar air 

# ondisi %asir #andungan A ir  

%asir amat basah 166!16 kg/m

%asir basah sedang 96!95 kg/m

%asir lembab 6!5 kg/m

ii. 3ika diperlukan demikian oleh <ireksi eknik, penguian lapangan harus dilakukan untuk menentukan besarnya pengembangan

d. Air untuk pencampuran harus diukur secara teliti dalam sebuah tempat yang sesuai

e. %enakaran beton berdasarkan "olume, akan dipilih dari salah satu campuran berikut yang diberikan pada abel .1.5

(10)

TABEL 7.1.* PERBANDINGAN #AMPURAN BETON UNTUK

PEKERJAAN-PEKERJAAN KE#IL (BERDASARKAN +OLUME)

CA2%UA4  4-2&4AD (<4A4 ?-DU2 BA+A4 #&4) ?-DU2 U4U# $66 #g B-4 #DA* %#3AA4 *24 (76) #A4-4 %A*&  (m)   AA #A*A  (m) A& (D&)

D2BAB #&4 %A*& %A*&   D2BAB #&4 1'$' 5 6.7 6.$> 6.7$ 57 166 elagar,  pelat lantai,   kolom  beton  bertulang 1'$'7 5 6.7 6.$> 6.5 >$ 16 %elat lantai  beton  bertulang dan  beton   tanpa tulang 1'$. 5'5 5 6.71 6.7 6.9> 5 1$ Beton massa, dinding %enahan dan %ekeraan Umum 1''9 5 6.51 6.>5 6.>5   117 157 %ondasi  beton massa () Campuran %ercobaan

#ontraktor harus memastikan perbandingan campuran dan bahan!bahan yang diusulkan dengan membuat dan mengadakan penguian campuran percobaan yang disaksikan oleh <ireksi eknik,  menggunakan peralatan enis yang sama seperti yang digunakan dalam  pelaksanaan pekeraan.  Campuran percobaan akan diperlakukan dapat diterima, asalkan hasil! hasil penguian memuaskan dan  memenuhi semua persyaratan perbandingan campuran seperti ditentukan dalam abel .1.9.

(11)

(7) %ersyaratan *iat!*iat Campuran

a. *emua beton yang digunakan dalam pekeraan harus memenuhi persyaratan kekuatan tekan dan slump (penurunan) seperti ditetapkan dalam abel .1.9 di bawah atau yang disetuui <ireksi eknik, bilamana contoh bahan, perawatan, dan penguian!penguian sesuai dengan penguian yang disebutkan dalam spesiikasi ini

TABEL 7.1., PERSYARATAN SIAT #AMPURANBETON

#DA* B-4

##UAA4 #A4 2&4&2U2 #g/C2$

*DU2 JA4 <&&M&4#A4 (mm)

#UBU* 15C2 *&D&4< 

15 C2  6 C2 <&A   A4%A <&A  +A& $>+A& +A& $> +A&

#766 76!96 ! #56 $$5 56 16 $6 76!96 ! #$5 15 $5 175 $6 76!96 ! #$$5 175 $$5 1$6 1>5 76!96 ! #15 116 15 6 175 76!96 56!>6 #1$5 >6 1$5 95 166 ! 76!166 #$$5 (didalam air) 175 $$5 1$6 1>5 ! 5!15

Catatan ' Untukpenguian kekuatan tekanyang dilakukan dengan contoh ui silinder, %ersyaratan kekuatan harus diturunkan menadi sekitar > H dari kekuatan kubus

 b. Beton untuk pekeraan!pekeraan kecil yang ditakar berdasarkan "olume sesuai dengan abel .1.5 harus memenuhi persyaratan kekuatan tekan dan slump minimum yang diberikan pada abel.1.

(12)

TABEL 7.1.7 SIAT-SIAT #AMPURAN BETON UNTUK PEKERJAANRENDA

CA2%UA4  4-2&4AD

##UAA4 #A4 2&4&2U2

#g/cm$ *DU2% JA4

<&&M&4#A4(mm) (A4%AA) #UBU* 15cm *&D&4< 

15 cm  6 cm +A& $>+A& +A& $>+A&

1 ' $ ' 15 $96 175 $15 !

1 ' $ '7 156 $16 1$5 15 96!166

1 ' $,5 '5 6 1$5 5 166 76!166

1 '  '9 ! ! ! ! !

c. Beton yang tidak memenuhi persyaratan slump, pada umumnya akan dianggap di bawah standar dan tidak boleh digunakan dalam pekeraan, terkecuali <ireksi eknik dapat menyetuui penggunaan terbatas beton tersebut untuk pekeraan dengan kelas rendah. d. Bilamana hasil!hasil penguian  hari memberikan kekuatan di bawah yang ditentukan,

#ontraktor tidak boleh mengecor setiap beton berikutnya, sampai masalah hasil!hasil di  bawah ketentuan tersebut diketahui dan #ontraktor telah mengambil langkah!langkah demikian yang  akan meyakinkan bahwa produksi beton memenuhi persyaratan spesiikasi sehingga memuaskan <ireksi eknik.

Beton yang tidak memenuhi kekuatan tekan $> hari yang ditetapkan, yang diberikan pada abel .1.9 dan .1. akan dianggap tidak memuaskan dan pekeraan!pekeraan tersebut harusdiperbaiki seperti yang ditetapkan pada BAB .1.1 (>).

<ireksi eknik akan memperhitungkan kemungkinan cacat!cacat karena kesalahan  pengambilan contoh bahan, perbedaan!perbedaan dalam statistic, persiapan contoh ui yang buruk, dan dapat meminta penguian!penguian lebih lanut untuk dilaksanakan sebelum mengambil putusan akhir.

(5) %enyesuaian Campuran

a. %enyesuaian #emudahan <ikerakan

i. Bilamana tidak memungkinkan mendapatkan beton campuran yang dikehendaki dan kemudahan dikerakan dengan perbandingan!  perbandingan yangditetapkan menurut aslinya. <ireksi eknik akan

(13)

ditunukkan menurut calon aslinya tidak diganti, atau perbandingan air/semen yang ditetapkan dengan penguian kekuatan tekan untuk kekuatan yang memadai tidak dilampaui.

ii. 2engaduk kembali beton yang telah dicampur dengan menambah air atau dengan cara lain tidak diperbolehkan. Campuran tambahan untuk

meningkatkan kemudahan dikerakan, dapat dii@inkan tergantung kepada  persetuuan<ireksi eknik seperti dinyatakan dibawah.

 b. %enyesuaian #ekuatan

i. Bilamana beton tidak memenuhi kekuatan yang telah ditentukan atau telah disetuui, kadar semen harus ditambah seperti diperintahkan oleh <ireksi eknik.

ii. idak ada perubahan sumber atau siat bahan!bahan akan dibuat tanpa  perintah tertulis <ireksi eknik serta tidak ada bahan!bahan baru yang akan digunakan  sampai <ireksi eknik telah menyetuui bahan!bahan tersebut penguian  campuran percobaan yang harus dilaksanakan oleh #ontraktor.

c. Bahan Campuran ambahan (additi"e)

i. 3ika dimintakan demikian untuk kontrak khusus atau menurut perintah <ireksi eknik secara tertulis, bahan campuran tambahan dapat digunakan untuk  meningkastkan mutu beton, pengikatan dan waktu mengeras. 3enis serta "olume bahan campuran tambahan tersebut harus disetuui oleh <ireksi eknik  dan akan digunakan secara ketat sesuai dengan petunuk pabrik pembuat.

ii. #emanaatan bahan campuran tambahan tersebut harus diui dalam campuran  percobaan sebelum pemakaian penuh dalam pekeraan dilapangan.

7.1.' P/a0anaanP0!2aan

(1) %encampuran Beton diDapangan

a. 2encampur dengan pencampur (mier) beton

Beton akan dicampur dilapangan dengan sebuah pencampur yang dialankan dengan mesin serta enis yang disetuui, mengenai syarat dan ukuran!ukuran yang akan menamin suatu campuran yang merata/homogen.

(14)

i. Untuk semua pekeraan besar dan ika diminta demikian oleh <ireksi eknik,  pencampur tersebut harus dilengkapi dengan sarana penyimpanan air dan satu sarana pengukuran untuk mengendalikan umlah air yang digunakan dalam setiaptakaran.

ii. =aktu pencampuran tidak boleh kurang dari 1,5 menit untuk mesin!mesin sampai kapasitas /7 m. <iatas ukuran ini, angka waktu pencampuran minimum harus  ditambah15 detik untuk setiap penambahan F mcampuran  beton.

iii. %encampur (mier) tersebut pertama!tama harus dimuati/diisi dengan agregat yang sudah ditakar beserta semen dan dicampur kering untuk waktu yang  pendek sebelum ditambah air.

i". *ebelum mencampurkan satu takaran beton baru, mesin pencampur tersebut harus dikosongkan sama sekali dari takaran sebelumnya.

a. %encampuran dengan tangan

Untuk pekeraan!pekeraan kecil, dan yang tidak dimungkinkan menggunakan sebuah  pencampur mesin (mier). <ireksi eknik dapat menyetuui pencampuran beton

secara manual sesuai dengan prosedur berikut ini'

i. %encampuran dengan tangan harus dilakukan diatas satu permukaan (alas) yang keras, bersih dan kedap air.

ii. Urutan pencampuran haruslah'

8 Ukurlah "olume agregat kasar dan agregat halus yang diperlukan dengan alat takaran kotak, dan tempatkan agregat halus diatas agregat kasar.

8 empatkan kantong semen diatas agregat, buka dan tuangkan semen tersebut.

8 Aduklah bahan!bahan kering tersebut berkali!kali sehingga bahan!  bahan tersebut bercampur menyeluruh.

8 ambahkan air, lebih baik dengan sebuah kaleng yang dilengkapi dengan uung semprotan, campurkan terus, dan aduklah dengan sekop sampai  beton  tersebut mempunyai warna yang seragam dengan kekentalan yang merata.

(15)

($) %enyiapan Dapangan

a. Dapangan pekeraan untuk penempatan beton harus disiapkan dan semua pemasangan yang diperlukan didelesaikan hingga disetuui <ireksi eknik. Bahan!bahan harus telah diui dan ditempatkan yang baik, serta peralatan dalam keadaan bersih siap untuk  digunakan.

 b. *emua penunang, pondasi!pondasi dan galian!galian harus diperiksa dan disetuui oleh <ireksi teknik, serta dirawat dalam keadaan kering sebelum beton di!cor.

c. *emua acuan, penulangan dan sarana!sarana pelengkap lainnya harus ditempatkan secara benar dan secara aman dan didukung untuk mencegah penggeseran.

(). Acuan/Cetakan

Acuan/Cetakan harus dari bahan yang disetuui dan siap pakai serta cocok untuk enis dan letak   pekeraan beton yang harus dilaksanakan serta harus memenuhi persyaratan  berikut.

i. Acuan/Cetakan abrikasi dapat dari kayu atau baa dengan sambungan yang kedap terhadap adonan dan cukup kaku untuk memelihara posisi yang diperlukan selama pengecoran, pemadatan dan perawatan mengeras beton. %ermukaan sebelah  dalam acuan/cetakan harus bersih dari setiap kotoran lepas atau bahan!bahan lain  sebelum penggunaan, dan harus disiram air sampai  enuh atau diolesi dengan minyak  mineral anti karat sebelum digunakan.

ii. #ayu dengan permukaan kasar (tidak diserut) dapat digunakan untuk   permukaan bangunan yang tidak kelihatan (epose), tetapi kayu diserut dengan

tebal yang rata harus digunakan untuk permukaan yang kelihatan (epose). iii. Uung!uung taam sisi dalam acuan harus dibuat tumpul, kecuali

diperintahkanlain oleh <ireksi eknik, menggunakan ganalan segitiga dengan lebar paling sedikit $6 mm dipasang disudut.

i". %enguatan acuan/cetakan terdiri dari baut!baut,klemp atau sarana lain yang akan digunakan menurut keperluan untuk mencegah merenggangnya acuan selama pengecoran beton, dan acuan tersebut harus dibuat sedemikian hingga dapatdibongkar  tanpa merusak permukaan betoan.

". Untuk pengecoran beton pada dasar penunang dan pondasi, acuan tanah dapat digunakan yang tergantung kepada persetuuan <ireksi eknik. Beton tersebut

(16)

akan didukung oleh galian yang dibentuk dengan baik yang sisi dan dasarnya dirapikan dengan tangan sampai ukuran yang diperlukan.

"i. Acuan untuk beton yang dicor di bawah air, harus kedap air dan diamin kekakuannya untuk mencegah suatu penggeseran.

Catatan' Untuk abrikasi dan perencanaan acuan (dan perancah) bagi embatan!embatan mengacu kepada N%etunuk %erencanaan 3embatanO

(7). 2engangkut dan 2enempatkan Beton

a. %engangkutan beton campuran dari tempat pencampuran hingga tempat pengecoran harus dilaksanakan secara halus dan secara eisien untuk mencegah segregasi dan kehilangan bahan!bahan (ait,semen, atau agregat).

 b. %engangkutan campuran beton dan penempatan dengan peluncur yang miring harus disetuui <ireksi eknik mengenai waktu pengangkutan, panang dan kemiringan  peluncur serta cara pelaksanaan.

c. %enuangan beton tidak boleh dimulai sampai acuan, penulangan dan pekeraan  persiapan lainnya telah diselesaikan sesuai dengan persyaratan spesiikasi dan telah diperiksa seerta  disetuui <ireksi eknik. Untuk keperluan ini #ontraktor harus memberitahu <ireksi eknik paling sedikit $7 am sebalumnya.

d. Beton harus dicampur dan di cor dalam posisi inal didalam angka waktu 96 menit atau dalam waktu yang lebih pendek sebagaimana diminta <ireksi eknik berdasarkan  enis semen yang digunaka.

e. Beton harus dituangkan dalam satu cara sehingga tidak teradi segregasi agregat,dan tidak ada beton yang harus diatuhkan secara bebas dari satu ketinggian lebih besar  dari 1,56 meter.

. %engecoran beton harus dilaksanakan sebagai suatu pekeraan yang menerus tanpa  penghentian sampai akhir yang dipersiapkan atau sampai sambungan konstruksi yang

sudah disiapkan sebelumnya.

g. Beton yang dituangkan untuk konstruksi dengan penulangan yang rapat dan untuk  dinding!dinding beton yang sempit harus ditempatkan dalam lapisan hori@ontal dengan tebal tidak lebih dari 15 cm.

(17)

(5) %engecoran Beton <alam Air 

%engecoran beton dalam air hanya akan dii@inkan ika ditentukan atau diminta demikian untuk keperluan perencanaan. Cara yang harus digunakan oleh #ontraktor harus disetuui secaratertulis oleh <ireksi eknik dan persyaratan berikut harus diterapkan'

a. <alam semua hal, beton tersebut harus dibatasi dan dii@inkan bercampur dengan air  sampai selesai pengecoran dan cara yang harus dipilih dari'

8 %engecoran beton dengan pemompaan 8 %engecoran beton dengan alat tremie

8 %engecoran beton dengan alat bucket (ember) yang menuang di bawah

 b. %eralatan yang digunakan harus diperiksa dan disetuui oleh <ireksi eknik sebelum digunakan dan bilamana diminta demikian, #ontraktor harus melaksanakan satu ui coba menunukkan (memperlihatkan) keeektian peralatan tersebut.

c. *elama pengecoran harus diberikan perhatian yang menamin bahwa beton tersebut tidak tercampur dengan air karena kesalahan!kesalahan sambungan!sambungan atau kerusakan alat.  *etiap kegagalan akan menadi tanggung awab #ontraktor, yang akan mengambil tindakan  pencegahan dan diminta untuk membongkar dan mengganti  beton rusak tersebut sebagaimana diperintahkan <ireksi eknik.

(9). *ambungan konstruksi

a. Dokasi sambungan!sambungan konstruksi bagi setiap struktur harus ditentukan sebelumnya, dan ditunukkan pada gambar rencana, serta harus disetuui oleh <ireksi eknik sebelum mulai pelaksanaan. %ersyaratan umum berikut harus diterapkan'

i. *ambungan konstruksi tidak boleh ditempatkan pada penyambungan bagian!  bagian structural, kecuali ditentukan lain sebelumnya.

ii. *emua sambunga konstruksi harus tegak lurus kepada garis tegangan utama dan ditempatkan pada titik!titik dengan geseran minimum.

iii. Apabila sambungan tegak diperlukan, batang!batang tulangan harus ditempatkan memotong sambungan!sambungan untuk membentuk konstruksi yang monolit. i". *ambungan lidah paling sedikit 7 cm dalamnya disediakan untuk sambungan

konstruksi dalam dinding, pelat lantai, dan antara kaki!kaki dan dinding!dinding. ". *ambungan konstruksi harus dibuat menembus dinding sayap.

"i. <alam hal penundaan pekeraan yang tidak terencana dikarenakan huan atau kemacetan pemasokan beton, #ontraktor harus menyediakan tambahan tenaga dan

(18)

 bahan!bahan yang diperlukan untuk membuat sambungan konstruksi tambahan menurut perintah <ireksi eknik.

(). %emadatan beton

a. Beton harus dipadatkan dengan mesin penggetar di dalam yang disetuui, apabila diperlukan dilengkapi dengan pemampatan adukan beton.

%emadatan manual hanya dii@inkan ika disetuui oleh <ireksi eknik dan terdiri dari  pemadatan tumbuk (cerucuk) di dalam campuran beton dengan tongkat  pemadat,  bersama!sama dengan pemukulan yang menerus sisi luar cetakan.

 b. %emadatan dengan penggetar dan pemadat tumbuk (cerucuk) harus dibatasi sampai waktu yang diperlukan untuk menghasilkan pemadatan yang memuaskan tanpa menyebabkan segregasi bahan!bahan.

c. %enggetar di dalam harus dilaksanakan dengan memasukkan batang penggetar ke dalam beton cor yang masih segar, bebas penulangan. Alat penggetar harus dimasukkan kedalam campuran beton seaar dengan sumbu memanang, dan digetar  selama 6 detik pada setiap lokasi berarak masing!masing 75 cm (lihat %B& 11). d. 3umlah penggetar yang diperlukan harus ditentukan dengan "olume beton yang di!cor 

setiap  am,  dengan persyaratan minimum dua penggetar untuk beton empat meter  kubik.

(>) %enyelesaian dan perawatan beton a. %embongkaran cetakan

i. idak ada acuan/cetakan yang boleh dibongkar sebelum beton telah cukup kaku dan mengeras dan telah meraih kekuatan yang cukup untuk berdiri (mendukung) sendiri. +arus  diperoleh i@in dari <ireksi eknik sebelum pembomgkaran  berlangsung, namun hal ini tidak boleh melepaskan tanggung awab #ontraktor 

terhadapkeselamatan pekeraan.

ii. 3angka waktu minimum yang diperlukan antara pengecoran dan pembongkaran acuan diberikan pada abel .1.>

(19)

TABEL 7.1. 4AKTU UNTUK MEMBONGKAR A#UAN

D-#A*& <ADA2 *U#U  =A#U 2&4&2U2 %*JAAA4 ##UAA4 %inggir dinding,kolom,  balok,

kereb $hari

Acuan yang didukung oleh  penyokong atau perancah lain

<asar lantai (*lab) 1$!17 hari

idak boleh dibongkar sampai  beton tersebut telah meraih  paling sedikit 96H kekuatan

rencana <ukungan dibawah gelagar 

 bawah, balok, rangka atau lengkungan

iii. Untuk memudahkan penyelesaian, acuan/cetakan yang digunakan pada pekeraan hiasan, tangga, parapet dan lain!lain dapat dibongkar setelah 1$ am.

 b. %ermukaan 3adi (selesai)

i. #ecuali diperkenankan lain permukaan beton harus diselesaikan segera setelah  pembongkaran cetakan. *eluruh sarana penunang dari kayu atau dari logam dan

lidah!lidah tonolan dari adukan harus dibongkar.

ii. %ermukaan yang tidak sempurna harus dibuat bagus sehingga disetuui oleh <ireksi eknik. Apbila ada rongga!rongga besar tampak keluar, beton harus disumbingkan kembali sampai bahan yang keras, dibasahi dengan air dan dilapisidengan lapisan adonansemen tipis. Adukan beton terdiri dari satu bagian semen dan dua bagian pasir   harus dilapiskan kemudian sampai bentuk permukaan yang diperlukan.

c. %erawatan Beton

i. <imulai segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi terhadap huan lebat,  panas matahari, atau setiap kerusakan isik yang dapat menggeser beton tersebut. ii. Untuk menamin pengerasan dan hidrasi, beton harus dirawat dengan menutup

dengan pasir basah, anyaman atau selimut rawatan yang harus direndam dengan air untuk satu angka waktu paling sedikit  hari dan kemudian dirawat dalam keadaan lembab untuk 7 hari berikutnya.

(20)

d. %emeriksaan Akhir %ekeraan Beton

%ada umumnya, pekeraan beton tersebut dapat diterima setelah berumur $> hari asalkan semua cara dan kondisi sebagaimana diatur dalam spesiikasi dan ditunukkan pada ambar  ancangan telah  dipenuhi selengkapnya. %enyimpangan dari ambar ancangan, spesiikasi! spesiikasi dan/atau petunuk <ireksi eknik yang dapat menyebabkan kesalahan atau kerusakan kepada  pekeraan!pekeraan yang dimaksud dan memerlukan beton tersebut harus dibongkar dan harus  diperbaharui yang sesuai dengan spesiikasi dan petunuk!petunuk  <ireksi eknik, akan merupakan  tanggung awab #ontraktor dan biaya untuk perbaikan atau  pembaharuan harus sepenuhnya ditanggung oleh #ontraktor.

7.1.* Pn5n6a/anMu%u

(1). %enguian!penguian Daboraturium

%enguian!penguian laboraturium berikut ini harus merupakan ruukan dan penguia!  penguian dilaksanakan seperti diperintahkan oleh <ireksi eknik untuk memenuhi  persyaratan!persyaratan spesiikasi ini.

TABEL 7.1.8 PENGUJIAN LABORATURIUM UNTUKBETON

%U3&A4 L4*& %4U3&A4 &% AA*+- B&4A 2AA

Analisa saringan Agregat halusdan Agregat kasar 

$ %B6$61!9

Untuk memenuhi persyaratan gradasi menentukan ukuran dan distribusi  partikel agregat kasar dan agregat

halus

#ekeruhan

organic dalam  pasir untuk beton

$1 %B6$6!9

2enentukan kekeruhan organic dengan menggunakan larutan *odium +ydroide dan mengacu kepada  penyelesaian (solusi) warna standar  3umlah  bahan!

 bahan yang lebih halus   dari saringan   6,65 dalam agregat

11 %B6$6>!9

2enentukan total "olume  bahan!  bahan yang lebih halus dari 6,65

mm.

Catatan ' mungkin diperlukan  penerapan prosedur basah dan  prosedur kering di bawah  $

(21)

2utu air yang harus   digunakan dalam beton

$9 %B661!9

%enentuan keasaman atau alkalinitas, total @at padat dan inorganic

umpalan

lempung dan

 partikel   pecahan dalam agregat

11$

2enentukan dengan H gumpalan lempung dan patikel!partikel  pecahan dasar agregat halus (setelah  penguian  11) #ekerasan agregat oleh  penggunaan *odium *ulat atau 2agnesium *ulat 167

2enentukan kekerasan agregat terhadap keasuhancuaca.

#etahanan terhadap abrasi, agregat   kasar ukuran kecil dengan menggunakan mesin Dos Angeles 9 %B6$69!9

est abrasi untuk penguian agregat kasar P.5 mm.

#ekuatan tekan contoh ui  beton

silinder  $$

%enguian kekuatan tekan contoh  bahan beton pada  hari dan $> hari, memenuhi persyaratan spesiikasi (tabel reerensi 9.7. () dan 9.7. (7).

($). %engendalian Dapangan

%enguia!penguian pengendalian lapangan berikut ini harus dilaksanakan untukmemenuhi  persyaratan  spesiikasi. 2emotong suatu contoh bahan inti beton dan pemulihannya harus

(22)

TABEL 7.1.19 PERSYARATAN PENGENDALIANLAPANGAN

ABD %44<AD&A4 %-*<U  

a. 2engecor dan merawat beton

 b. %embongkaran cetakan

c. est untuk pengembangan agregat halus

d. es *lump untuk kekentalan tanah dan kemudian dikerakan, campuran  beton basah.

AA*+-  11 %C6161! e. es kekuatan tekan

AA*+-  $$

. es agregat halus untuk gumpalan lempung dan  partikel!partikel  pecahan.

AA*+-  11$

%emeriksaan setiap hari untuk  persiapan  pekeraan termasuk galian, cetakan, penulangan,

dan untuk pemadatan, penyelesaian serta  perawatan.

%emeriksaan setiap hari catatan!catatan dan  adwal kera #ontraktor, pemeriksaan dan  persetuuan untuk pembongkaran.

est!test pengendalian yang sederhana harus dilakukan ika diminta oleh <ireksi eknik  untuk menentukan kandungan air dalam agregat sebelum pencampuran.

es penurunan (*lump) untuk setiap takaran  besar hasil beton, dan seperti serta diminta oleh

<ireksieknik.

*atu tes kekuatan tekan (dengan tiga contoh  bahan ui) yang harus dilakukan untuk setiap 96 m  beton campuran yang di!cor. *ebagai tambahan paling sedikit satu tes untuk setiap  bagian struktur yang terpisah. <imana mutu  beton menadi perselisihan, contoh bahan ui inti

harus dipotong dan diui seperti diperintahkan oleh <ireksi eknik.

es harus seprti dan ika diperintahkan oleh <ireksi eknik, untuk memeriksa mutu agregat halus atau pasir yang digunakan dilapangan.

(23)

7.1., #a!a Pn5u0u!an P0!2aan

(1). ?olume beton yang harus diukur untuk pembayaran haruslah umlah dalam meter  kubik beton yang digunakan dan diterima didalam pekeraanyang sesuai dengan ukuran!ukuran yang ditunukkan pada gambar rencana beserta kelas!kelas beton atau sepertidiperintahkan oleh <ireksi eknik.

idak ada pengurangan "olume beton yang diambil beserta pipa atau barang lainyang ditanam seperti penulangan, penghentian air (water *tops), lubang!lubang drainase dan pipa!pipa berdiameter $6 cm atau kurang.

($). Beton yang harus di cord an diterima untuk pengukuran dan pembayaran, seperti' a. Beton structural bertulang kelas # 15Q # $$5Q # $5Q # 56Q dan # 766 (kelas

yang sebenarnya harus dicantumkan dalam <atar %enawaran).  b. Beton tidak bertulang, kelas # 1$5 dan B-.

(). idak ada tambahan kelonggaran atau pengukuran akan dibuat untuk galian atau  pekeraan persiapan lainnya, bagi acuan/cetakan perancah untuk balok!balok dan slab (lantai) dengan panang 5 meter atau kurang (tidak termasuk konstruksi embatan),  pemompaan, penyelesaian,perawatan mengeras,penyediaan lubang lepas dan urusan kembaliterhadap struktur beton yang barusan selesai. *emua pekeraan!pekeraan yang  berhubungan dengan  penyelesaian yang memuaskan dari pekeraan beton,akan

dianggap termasuk dalam harga penawaran untuk pekeraan beton.

(7). Akan disediakan secara terpisah untuk pengukuran dan pembayaran bagi pekeraan cetakan yang digunakan dalam pelaksaknaan embatan beton yang sesuai dengan item  pembayaran bersangkutan dengan dimasukkan dalam N*pesiikasi Umum 3embatan

#abupatenO.

(5). ?olume baa tulangan, bahan ilter porous dan item pembayaran lain yang digunakan dalam pekeraan tersebut tidak boleh diukur untuk pembayaran di bawah bab ini, akan tetapi akan  diukur dan dimasukkan untuk pembayaran di bawah item pembayaran terpisah yang disediakan ditempat lain dalam *pesiikasi ini.

(24)

(9). Apabila pebaikan!perbaikan pekeraan beton yang tidak memuaskan telah diperintahkan demikian yang sesuai dengan *ub Bab .1.1 (>) *pesiikasi ini,tidak ada  pembayaran tambahan yang di buat untuk pekeraan etra (tambahan) atau "olume

yang diperlukan bagi perbaikan!perbaikan tersebut.

7.1.7 Daa! Pm:a;a!an

?olume!"olume yang ditentukan sebagaimana diberikan diatas akan dibayar untuk   pengukuran per satuan harga!harga yang dimasukkan dalam <atar %enawaran untuk item  pembayaran yang diberikan di bawah ini, yang harga dan pembayarannya harus merupakan kompensasi penuh semua pekeraan dan biaya!biaya yang diperlukan dalam penyelesaian %ekeraan Beton seperti diuraikan sebelum Bab ini.

BETON

 4-2-  &2 %2BAJAA4 <A4

UA&A4 *AUA4%2BAJAA4

.1.1 .1.$ Beton struktur bertulang Beton tidak bertulang 2eter kubik  2eter kubik 

BAB 7.2 BAJA TULANGAN UNTUKBETON

7.2.1 URAIAN

(1). Umum

%ekeraan ini terdiri dari pengadaan, pemotongan, pembengkokan dan pemasangan barang  baa tulangan dan pengelasan anyaman batang baa untuk penulangan beton, sesuai dengan

spesiikasi dan gambar atau yang diperintahkan oleh <ireksi eknik.

($). oleransi a. Labrikasi

%embengkokan batang baa dan abrikasi harus dilaknsanakan betul!betul sesuai dengan  persyratan LB& 11 (4.1.$).

(25)

 b. #elonggaran penempatan

i. 3arak antara penulangan yang seaar tidak boleh kurang daridiameter batang atau ukuran maksimum agregat kasar ditmbah 1 cm, dengan minimum ,6 cm yang mana lebih besar.

ii. Apabila penulangan dalam balok terdiri dari lebih satu lapis batang, penulangan lapis atas diletakkan tepat diatas lapis bawah penulangan dengan ruang bebas/arak  "erticalminimum $,5 cm.

c. *elimut beton

i. Batang tulangan baa harus diletakkan sedemikian sehingga selimut beton minimum menutupi pinggir luar penulangan, diberikan pada tabel .$.1 untuk   beberapa macam kondisi yang didapat.

TABEL 7.2.1 SELIMUT BETON SAMPAIPENULANGAN

Ukuran batang tulangan yang harus ditutup

%ermukaan beton yang dapat dilihat

%ermukaan beton tidakterbuka (didalam) %ermukaan beton terbukadibawah  permukaan air  Batang dia. 19 mm dan

lebih kecil .5 cm 7.6cm 5.6 cm

Batang diatas dia. 19 mm 7.5 cm 5.6cm 9.6 cm

Ukuran toleransi penutup tulangan harus ; 5 mm

ii. Untuk beton bertulang di bawah permukaan air yang tidak dapat diangkau atau  beton yang akan digunakan untuk penyaluran kotoran atau cairan yang membuat

karat, penutup minimum harus ditambah menadi ,5 cm.

(). %enyerahan!penyerahan

a. %aling sedikit 17 hari sebelum dimulainya pekeraan, kontraktor harus menyerahkan kepada <ireksi eknik untuk disetuui, rincian diagram pembengkokan dan datar   batanguntuk  penulangan yang diisyaratkan.

incian ini harus sesuai dengan gambar pelaksanaan yang disediakan untuk kontrak atau seperti petunuk <ireksi eknink.

(26)

 b. #ontraktor uga menyediakan datar sertiikat pabrik pembuat yang memberikan mutu  batang!batang tulangan dan berat satuan dalam kilogram tiap ukuran dan mutu barang

atau dengan baa yang dilas untukdigunakan dalam pekeraan.

(7). %enyimpanan dan penanganan

a. #ontraktor harus mengirim baa penulangan kelapangan pekeraan, diikat dan masing! masing ditandai sesuai dengan peruntukannya, menunukkan ukuran batang, panang ukuran dan inormasi lainnya yang diperlukan untuk identiikasi yang baik.

 b. #ontraktor harus menangani dan menyimpan semua batang tulangan denga cara yang  baikuntuk  mencegah distorsi (terbengkokkan), karat, atau kerusakan yang lain.

(5). %erbaikan kualitas baa atau penanganan yang tidak memuaskan

a. #ontraktor harus bertanggung awab untuk memastikan ketepatan datar batang dan diagram pembengkokkan, dan untuk meyakinkan bahwa datar urutan dipakai secara  benar. Baa  tulangan yang disediakan yang tidak sesuai dengan persyaratan

sebenarnyaatau spesiikasi, harus ditolak dan diganti atas biaya kontraktor.

 b. Baa tulangan dengansetiap,kerusakan berikut harus tidak dii@inkan dalam setiap  pekeraan.

i. %anang batang, ketebalan dan bengkok yang melebihi toleransi abrikasi yang diuraikan dalam %B& 11 (4&!$).

ii. Baa tulangan tidak sesuaidengan diagram pembengkokkan atau datar batang kecuali dimodiikasi atas permintaan <ireksi eknik.

iii. Baa tulangan karatan atau rusakdan ditolak <ireksi eknik.

c. #ontraktor harus menyediakan asilitas di lapangan bersama dengan  pengadaan  batang!batang lurus untuk pembuatan dan penggantian baa tulangan yang ditolak oleh

<ireksi eknik atau sebaliknya ditemukan tidak baik untuk digunakan. <i dalam hal kesalahan abrikasi, batang harus tidak dibengkokkan kembali atau diluruskan kembali tanpa persetuuan  <ireksi eknik atau dilakukan dengan lain cara yang akan merusak  atau melemahkan baa.

%embengkokkan ulang batang harus dilakukan dengan cara dingin dan tidak boleh  batang yang sudah dibengkokkan lebih dari dua kali pada tempat yang sama.

(27)

7.2.2 Bahan- :ahan

(1). Batang baa penulangan

a. Batang baa penulangan adalah polos atau batang ulir sesuai dengan persyaratan %B& 11 (4&!$). #ecuali dinyatakan lain mutu baa yang digunakan untuk beton bertulang harus mutu U $7 dengan tegangan leleh $766 kg/cm$.

Catatan ' untuk baa yang lebih tinggi akan digunakan hanya apabila dinyatakan secara khusus dalam <atar %enawaran.

 b. Baa penulangan harus didapat dari pabrik pembuat yang disetuui dan harus disertai dengan sertiikat penguian yang memastikan kecocokkan mutu. 3ika mutu baa diragukan <ireksi teknik dapat meminta baa tersebut untuk diu.

c. Baa penulangan harus disediakan bersih dan bebas dari debu,Dumpur, minyak, gemuk  ataukarat.

($). %enulangan anyaman baa

Anyaman baauntuk penggunaan sebagai penulangan beton harus kawat baa dilas pabrik  sesuai dengan AA*+- 2 55 dan harus diadakan dalam lembar rata atau gulungan seperti yangdinyatakan <ireksi eknik.

(). %enopang (ganal) penulangan

%enopang yang digunakan untuk menahan penulangan ditempatnya harus terbuat dari batang kawat ringan atau dengan menggunakan blok beton pracetak ( cm) dibuat dari adukan semen(1'$).

(7). #awat pengikat penulangan

#awat ikat yang digunakan untuk pengikatan dan pengamanan batang tulangan baa harus kawat baa sesuai dengan %B& 11 (4&!$) dan disetuui <ireksi eknik.

7.2.3 P/a0anaanP0!2aan

(1). %abrikasi baa tulangan

(28)

Batang tulangan mutu tinggi tidak boleh dibengkokkan dua kali. %emanasan batang tulangan harus dilarang, kecuali apabila disetuui oleh <ireksi teknik. <amana harus dipertahankan sampai kapada  pemanasan minimum atau dilaksanakan dengan kemungkinan pemanasan yang paling rendah.

Apabila ari!ari pembengkokkan untuk batang tulangan tidak ditunukkan didalam gambar  rencana, ia harus paling sedikit lima kali diameter batang yang bersangkutan (untuk U $7) atau 9,5 kali diameter  batang yang bersangkutan (untuk mutu yang lebih tinggi). #ait dan  begelharus dibengkokkan sesuai dengan %B& 11 (4&!$).

($). %enempatan dan pengikatan

a. %enulangan harus segera dibersihkan sebelum penggunaan untuk menamin kondisi  pengikatan yang baik.

 b. %enulanagn harus ditempatkan dengan tepat sesuai dengan gambar dan petunuk  <ireksi eknik dan dalam batas toleransi yang diuraikan pada Bab 9..1.b. dalam keadaan apapun penulangan dilarang terletak langsung diatas acuan/cetakan.

c. Batang baa penulangan harus diikat bersama dengan kokoh untuk menghindari  perpindahan tempat selama penuangan dan penempatan beton. %engelasan batang  bersilang atau begel kepada baa tegangan utama tidak dii@inkan.

d. %enyambungan batang baa penulangan harus disesuaikan dengan %B& 11 (4&!$) dan diuraikan lebih lanut di bawah ini'

i. *emua baa tulanagan harus dipasang menurut panang spenuhnya seperti dinyatakan dalam gambar. %enyambungan batang baa kecuali apabila ditunukkan lain pada gambar, tidak akan dii@inkan tanpa persetuuan <ireksi eknik. *etiap  penyambungan demikian yang disetuui harus selang!seling seauh mungkin dan

ditempatkan pada titik  tegangan tarik minimum.

ii. Apabila sambungan bertindih (lapped splice)disetuui, panang tindihan harus 76 kali diameter dan batng!batng harus dilengkapi dengan kait.

iii. %engelasan batang baa tulangan tidak dii@inkan kecuali terinci pada gambar atau dii@inkan secara tertulis oleh <ireksi eknik.

e. #awat ikat harus kokoh dengan akhir puntiran menghadap ke dalam beton

. ulangan anyaman baa harus ditempatkan dalam arah memanang, sepanang yang dapat dilaksanakan dengan penyambungan panang bertindih selebar satu anyaman

(29)

 penuh. Anyaman harus dipotong untuk memasang siku!siku dan buka!bukaan dan harus dihentikan pada sambungan!sambungan antara slab (lantai)

7.2.' #a!a $n5u0u!an$0!2aan

(1). a. 3umlah baa tulangan yang harus diukur untuk pembayaran akan ditentukan sebagai umlah kilogram selesai dipasang dan diterima oleh <ireksi eknik. 3umlah kilogram batang baa penulangan yang dipasang akan dihitung dengan total panang yang sebenarnya dalam meter batang terpasang dikalikan  berat satuan yang disetuui dalam kilogram tiap meter panang batang.

 b.  umlah kilogram anyaman baa yang dilas terpasang harus dihitung dengan luas umlah yang sebenarnya dalam meter persegi dikalikan dengan satuan  berat yang disetuui dalam kilogram tiap meter persegi anyaman baa.

c. Berat satuan yang disetuui oleh <ireksi eknik harus didasarkan kepada  berat normal yang disediakan oleh pabrik pembuat baa.

($). #awat ikat, epit, pemisah dan penopang lain yang digunakan untuk penempatan dan  pemasangan baa penulangan ditempat tidak boleh dimasukkan dalam berat yang

harusdibayar.

(). %enulangan yang digunakan untuk pembuatan goromg!gorong pipa atau pada suatu konstruksi lainnya untuk mana dibuatkan penyediaan yang terpisah bagi pembayaran, tidak boleh diukur  untuk pembayaran dalam bab ini.

7.2.* Daa! $m:a;a!an

?olume yang ditentukan sebagaimana yang diberikan akan dibayar per satuan pengukuran  pada harga yang dimasukkan dalam <atar %enawaran untuk item pembayaran yang diberikan di bawah, yang mana  harga!harga dan pembayaran terswebut merupakan kompensasi penuh untuk semua pekeraan dan  biaya yang diperlukan, termasuk pengadaan, abrikasi,  pemasangan, dan penguian serta  pekeraan!pekeraan lain yang berhubungan yang perlu

(30)

 4-2- &2

%2BAJAA4 UA&A4 *AUA4%4U#UA4

.$.1 .$.$

BA3A UDA4A4 (U $7) Anyaman baa dengan las (mutu

anyaman harus ditentukan)

#ilogram #ilogram

BAB 7.3 SIAR (ADONAN)SEMEN

7.3.1 Umum

(1). Uraian

%ekeraan ini terdiri dari produksi dan pemasangan siar (adonan) semen untuk digunakan dalam pasangan batu, pekeraan!pekeraan drainase, pekeraan beton dan struktur lainnya yangdiperlukan dalam spesiikasi ini.

($). *yarat!syarat pemakaian

Adonan semen harus digunakan sesuai dengan toleransi, batasan cuaca dan penadwalan  pekeraan yang tepat terhadap bagian!bagian yang pokok dari spesiikasi ini.

(). Contoh bahan

a. <ua contoh agregat halus yang digunakan dalam adonan semen harus diserahkan kapada <ireksi eknik untuk mendapat persetuuan selama paling sedikit 17 hari sebelum pekeraan  dimulai bersama!sama dengan rincian sumber pengadaan dan hasil! hasil data ui yang sesuai dengan persyaratan untuk gradasi dan syarat!syarat mutu yang diberikan dalam  spesiikasi ini, atau seperti yang ditunukkan lebih lanut oleh <ireksieknik.

 b. idak ada perubahan dalam sumber pengadaan atau kualitas agregat halus akan dibuat tanpa persetuuan <ireksi eknik, dan setiap perubahan demikian harus disertaidengan  penyerahan contoh!contoh bahan dan laporan penguian untuk pemeriksaan dan  persetuuan lebih lanut.

(31)

7.3.2 Bahan-:ahan 6an"am$u!an

(1). Bahan!bahan a.   *emen

*emen yang digunakan untuk campuran adonan semen harus sesuai dengan  persyaratan AA*+- 2 >5 ype &. semen %ortland biasa akan dipakai kecuali dinyatakan lain dalam <atar %enawaran atau diperintahkan di lapangan oleh <ireksi eknik.

 b. Agregat halus dan adonan

i. Agregat halus terdiri dari pasir alam bersih (kalau perlu dicuci sebelum digunakan). Bagian halus dari batu atau kerikil pecah dan harus mematuhi batas!  batas gradasi pada tabel ..1 berikut

TABEL 7.3.1 PERSYARATAN GRADASI AGREGAT ALUS U#UA4

*A&4A4 mm

%*4A*& D-D-* AA* BA

CAAA4 U#UA4 2A#*&2U2 4-2&4AD

.5 mm 7.5 mm .5 7.5 $.9 1.1> 6.6 6.15 6.65 166 5!166 ! 75!>6 16!6 $!16 ! ! 166 5!166 ! ! 2aimum $5 2aimum 16

radasi yang lebih kasar akan digunakan untuk adonan  pengisi rongga yang besar dan untuk  sambungan lebih tebal dari 1 mm

ii. *yarat!syarat kuaslitas untuk agregat halus diberikan pada tabel ..$. <ireksi akan menerapkan syarat!syarat ini sampai seluas yang diperlukan untuk enis khusus dan lokasi pekeraan.

(32)

TABEL 7.3.2 SYARAT-SYARAT KUALITAS AGREGATALUS

UA&A4 * AA*+- BAA* *

#ekeruhan organis dalam  pasir  (es *odium +ydroide)

$1 2elewati harga standar warna (kuning gading)

#ekerasan agregat (tes *odium *ulat)

167 #ehilangan tidak lebih dari 16 H atas berat

%ersen gumpalan lempung dan  partikelserpih

11$ 2aksimum 1 H atas berat

c. #apur hidrasi

i. #apur hidrasi harus diperoleh dari sumber pengadaan yang disetuui dan mematuhi  persyaratan stsndar konstruksi %B& 4&! (syarat!syarat untuk kapur  bahan  bangunan)

ii. Bila diminta demikian oleh <ireksi eknik, sebuah tes kekuatan kapur hidrasi dengan pasir (1') akan memberikan kekuatan hancur 15 kg/cm$ sesudah  hari.

d. Air 

Air yang digunakan untuk pencampuran adonan semen harus bersih dan bebas dari benda organis atau kotoran!kotoran lain yang membahayakan campuran.

($). Campuran

Adonan harus sebanding (proporsional) dan memenuhi perrsyaratan berikut'

a. Adonan semen yang digunakan untuk penyelesaian atau perbaikan cacat!cacat dalam  pekeraan beton dan untuk penyambungan pipa!pipa beton, sebagaimana diperlukan di  bawah bagian yang rele"an dari spesiikasi ini terdiri dari semen dan agregat halus dicampur dalam perbandingan satu bagian semen terhadap dua bagian agregat halus atas "olume. *eumlah air yang cukup  harus ditambahkan untuk memungkinkan  penanganan campuran tersebut dengan satu rasio  maksimum air/semen sekitar 6.95

dan adonan tersebut akan melebihi kekuatan desak yang memenuhi persyaratan beton.  b. Adonan yang digunakan untuk menanam (memasang) dan menyambung pasangan

 batu, akan terdiri dari satu bagian semen terhadap tiga bagian agregat halus, untuk  mana kapur  hidrasi dapat ditambahkan dalam satu umlah yang sama dengan 16H "olume semen.  *eumlah air yang cukup harus ditambahkan untuk memberikan

(33)

campuran yang dapat ditangani dan bila diui adonan tersebut akan memiliki kekuatan desak tidak kurang dari 56 kg/cm$ pada $> hari.

7.3.3 Pn"am$u!an 6an$n5"&!an

(1). %encampuran

a. Agregat dan semen harus diukur dan dicampur kering dalam mier beton, atau dengan tangan diatas dasar yang cocok sampai dihasilkan satu campuran yang warnanya merata. #emudian ditambahkan air yang cukup untuk satu campuran yang baik dan  pencampuran berlanut selama 5!16 menit sampai didapatkan satu adonan dari

kekentalan yang diminta.

 b. Adonan harus diproduksi dalam "olume yang cukup untuk pemakaian segera dan tambahan dapat diberikan (di dalam angka waktu 6 menit dari waktu pencampuran)  bila diminta  demikian untuk mempertahankan satu campuran yang mudah ditangani. Akan tetapi adonan yang tidak digunakan di dalam 75 menit sesudah pencampuran harusdibuang.

($). %enempatan (pemasangan)

a. %ermukaan yang menerima adonan harus dibersihkan dari setiap bahan lepas, Dumpur  atau benda!benda lain yang harus dibuang dan kemudian dibasahi dengan air sebelum adonan tersebut dipasang.

 b. Bilamana digunakan sebagai permukaan adi (selesai) adonan tersebut harus dipasang diatas permukaan yang basah dan bersih dalam ketebalan yang cukup untuk  menyediakan satu lapisan pelinding permukaan setebal 1,5 cm dan haurus dikulir  sampai satu permukaan yang halus dan rata.

7.3.' Pn5n6a/anmu%u

(1) eslaboraturium

es laboraturium yang dapat diterima untuk agregat halus harus dilaksanakan oleh #ontrktor  sesuai dengan petunuk <ireksi eknik untuk menentukan gradasi dan kondisi mutu sebagaimana ditentukan di bawah spesiikasi ini.

(34)

($) %engendalian lapangan

<ireksi eknik dapat meminta kontraktor untuk melaksanakan suatu tes pelaksanaan di lapangan yang dipandang perlu untuk menamin dipatuhinya spesiikasi ini.

7.3.* $n5u0u!an 6an 6aa!$m:a;a!an

Adonan semen tidak boleh diukur untuk pembayaran terpisah. %ekeraan tersebut akan dianggap berkaitan dengan berbagai item pekeraan lainnya yang diuraikan sebelumnya dalam spesiikasi ini dan biaya untuk membuat serta memasang adonan semen akan dimasukkan dalam item pembayaran yang dicakup (dimasuki) bagi item masing!masing pekeraan yang lain.

BAB 7.' PASANGAN BATU

7.'.1 Umum

(1) Uraian

%ekeraan ini terdiri dari pembuatan struktur (bangunan) menggunakan batu muka pilihan yang disambungkan dalam adonan semen. *truktur demikian akan direncanakan sebagai  bangunan penyangga untuk menahan beban yang datangnya dari luar serta akan meliputi tembok  penahan  tanah pasangan batu, gorong!gorong persegi, kepala gorong!gorong dan dindingsayap.

($) oleransi ukuran

a. =aah permukaan dari masing!masing batu muka tidak boleh berbeda terhadap proil  permukaan rata!rata lebih dari  mm.

 b. i. ukuran minimum batu adalah ' 8 tebal minimum R 15 cm

8 lebar minimum R 1.5  tebal ($$,5cm) 8  panang minimum R 1,5  lebar (,5 cm)

iii. ukuran batu maksimum akan ditentukan oleh <ireksi dengan memperhitungkan enis, struktur, lokasi batu dalam struktur dan  persyaratan umumuntuk stabilitas dan saling mengunci.

(35)

() Contoh bahan

a. <ua buah contoh yang menggambarkan masing!masing batu yang digunakan untuk   pasangan batu, harus diserahkan kepada <ireksi untuk mendapatkan persetuuan  paling lambat 17 hari sebelum pekeraan dimulai.

 b. Contoh bahan agregat halus yang digunakan untuk adonan semen harus  uga diserahkan  kepada <ireksi untuk mendapatkan persetuuan yang sesuai dengan Bab . spesiikasi ini.

(7) #ondisi lapangan pekeraan

a. *emua galian harus selalu bebas air dan kontrktor harus melengkapi semua bahan yang diperlukan peralatan dan tenaga untuk membuang atau mengalirkan air, termasuk  saluran!saluran sementara, pengaliran lintasan air, menyediakan dinding out o dan  bendungansementara (coerdam).

 b. %ompa cadangan harus disiapkan oleh kontraktor ditempat kera selama  pelaksanaan  pekeraan,sebagaimana diperintahkan <ireksi.

(5) %enadwalan pekeraan

a. *ebuah adwal pekeraan harus disediakan dan diikuti untuk menamin bahwa  umlah  penggalian  dan penyiapanya telah dilaksanakan termasuk penyediaan adonan segar   berdasarkan tingkat sebenarnya pelaksanaan pasangan batu.

 b. %enggalian terbuka akan dibatasi seauh yang diperlukan untuk memberi kondisi yang  baikdan kering pada waktu penggunaan pasangan batu.

c. %arit!parit memotong alan akan dilakukan pelaksanaannya setengah lebar sedemikian sehingga alan tersebut dapat tetap terbuka untuk lalulintas pada setiap waktu, kecuali sebuah alan pengalihan (alternati"e) disediakan.

(9) %erbaikan pekeraan yang tidak memuaskan

a. %asanagan batu yang tidak memenuhi toleransi ukuran yang diberikan pada sub bab .7.1 ($) harus diperbaiki sesuai dengan petunuk <ireksi.

 b. #ontraktor harus bertanggung awab pada stabilitas yang normal dan menyelesaikan struktur pasangan batu secara lengkap, serta harus mengganti setiap bagian yang dalam pendapat  direksi menadi bahaya atau bergeser karena penanganan yang elek  atau kelalaian pihak  kontraktor. Akan tetapi kontraktor tidak memikul tanggung awab

(36)

 banding, asalkan bahwa pekeraan yang rusak tersebut sebelumnya telah diterima sepenuhnya oleh direksi.

7.'.2 Bahan-:ahan

(1) Batu

a. Batu yang dipilih harus bersih, keras tanpa lapisan yang lemah atau retak dan harus memiliki satu daya tahan (awet).

 b. Batu!batu tersebut berbentuk rata, bai ataupun o"al dan harus dapat dilapisi seperlunya untuk menamin saling mengunci yang rapat bila dipasang bersama!sama dan memberikan satu proil permukaan didalam batas!batas ukuran yang ditetapkan  pada bab .7.1 ($)

($) Adonan

Adonan yang digunakan untuk pasangan batu harus campuran satu bagian semen terhadap dua bagian  agregat halus dengan kualitas dan campuran sebagaimana ditetapkan pada bab . NadonansemenO.

() <rainase porous

Bahan!bahan berbutir yang disediakan untuk membentuk drainase porous dalam selimut ilter, lapisan dasar dan lain!lain, harus memenuhi persyaratan yang ditempatkan pada bab $. spesiikasi ini untukdrainase porous.

(7) Beton

Beton yang diperlukan sebagai pondasi atau lantai penutup sampai struktur pasangan baru harus disediakan yang sesuai dengan Bab .1 spesiikasi ini.

7.'.3 P/a0anaanP0!2aan

(1) %ersiapan untuk pasangan batu

a. %enggalian dan persiapan penyangga dan pondasi untuk struktur pasangan batu, harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan Bab .1 alian.

(37)

c. #ecuali ditetapkan atau ditunukkan lain dalam gambar rencana, dasar  pondasi dinding penahan harus dipotong dan dibuat tegak lurus kepada atau dalam tegak lurus  bertangga terhadap permukaan dinding. Untuk struktur lainnya dasar pondasi harus

hori@ontal atau (untuk tanah miring) dalam bagian hori@ontal bertangga.

d. Bahan lapisan dasar ilter tembus air (permeable) dan selimut ilter atau kantong ilter  harus disediakan bila ditetapkan atau diperintahkan <ireksi sesuai dengan persyaratan Bab$. spesiikasi ini.

($) %elaksanaan pasangan batu

a. Bilamana ditunukkan pada gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh <ireksi eknik, dasar (penyangga) beton atau pondasi beton harus dipasang untuk   pasangan batu sampai ketinggian dan ukuran yang diperlukan

 b. Batu harus bersih dan dibasahi sepenuhnya sebelum dipasang, diberikan waktu untuk   penyerapan air. %ondasi atau lapisan dasar yang sudah disiapkan harus uga dibasahi. c. ebal alas adonan untuk masing!masing lapisan pekeraan batu adalah dalam batas!

 batas $!5  cm, tetai harus dipertahankan sampai keperluan minimum untuk menamin  bahwasemua rongga diantara batu yang dipasang telah diisi sepenuhnya.

d. *etelah lapisan dasar adonan segar tebal paling sedikit  cm harus dipasang di atas  pondasi yang telah disiapkan secepatnya sebelum pemasangan batu!batu pada lapisan  pertama. Batu  pilihan yang besar harus digunakan untuk lapisan bawah dan di sudut!

sudut.+arus diperhatikan dan dihindari pengelompokan batu yang sama ukurannya. e. Batu harus diletakkan dengan permukaan yang paling panang mendatar dan

 permukaan yang terlihat batu harus diatur seaar dengan permukaan dinding yang sedang dibangun.

. Batu!batu harus dipasang dengan hati!hati untuk menghindarkan penggeseran atau gerakan batu yang sudah dipasang. Alat!alat yang mencukupi harus disediakan dimana  perlu untuk  menopang dan memasang batu!batu besar, batu berat dalam posisinya.

%enggilasan atau memutar!mutar batu di atas pekeraan batu yang sudah terpasang tidak dii@inkan.

g. %ada umumnya banyaknya penyediaan adonan untuk dasar yang dipasang satu kali harus dibatasi sampai tingkat kemauan pemasangan batu sehingga batu!batu hanya dipasang di atas  adonan yang segar. 3ika sebuah batu dalam struktur menadi lepas

Gambar

TABEL 7.1.1 KELAS – KELAS
TABEL 7.1.3. SYARAT-SYARAT KEADAAN MUTU AGREGAT
TABEL 7.1.'  PERBANDINGAN  (PROPORSI)  DISAIN  #AMPURAN BETON (BERDASARKAN BERAT)
TABEL  7.1.*  PERBANDINGAN  #AMPURAN  BETON  UNTUK PEKERJAAN- PEKERJAAN-PEKERJAAN KE#IL (BERDASARKAN +OLUME)
+7

Referensi

Dokumen terkait

campuran lapis aspal beton harus memenuhi persyaratan yang tercantum pada tabel.. di bawah ini yang mencakup persyaratan agregat kasar, dan

Tujuan dari spesifikasi ini adalah unuk memberikan persyaratan mutu bahan tambahan, yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton, sehingga di dapatkan sifat-sifat

serpihan kayu dan kotoran lain yang dapat mengurangi perekatan dengan beton, bila dianggap perlu oleh Direksi, tulangan harus disikat atau dibersikan dengan cara lain

 Agregat halus memiliki nilai modulus kehalusan (fineness modulus) pasir dengan 2,5 &lt; FM &lt; 3,0 pada umumnya menghasilkan beton mutu tinggi (dengan w/c yang rendah) yang

17/BIM/PER/11/2014 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Pemberlakuan dan Pengawasan Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Persyaratan Zat Warna Azo, Kadar Formaldehida

Bila suatu produksi beton tidak mempunyai data hasil uji yang memenuhi persyaratan : mewakili bahan-bahan, prosedur pengawasan mutu dan kondisi yang serupa

+egitupun dengan p(sisi lantai ka$a $andi haus tuun $inus -8 &amp;$ sehingga ai tidak $asuk kelantai uta$a.. Peke'aan ini $eliputi penyediaan tenaga

Dengan demikian, dari hasil pengujian dapat ditentukan spesifikasi teknis tabung ANG yang sesuai persyaratan standar UN ECE R110, yaitu uji tarik lebih besar dari 41 kg/mm2, uji