• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANG BANGUN GENERATOR OZON STUDI KASUS: ANALISA ELEKTRODA PELUCUTAN MODEL TITIK-BIDANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANG BANGUN GENERATOR OZON STUDI KASUS: ANALISA ELEKTRODA PELUCUTAN MODEL TITIK-BIDANG"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANG BANGUN GENERATOR OZON

STUDI KASUS: ANALISA ELEKTRODA

PELUCUTAN MODEL TITIK-BIDANG

ISA ALBANNA 1111 201 711 DOSEN PEMBIMBING ENDARKO, M.Si., Ph.D

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA 2013

(2)
(3)

LATAR BELAKANG

1. Ozon merupakan bentuk senyawa triatomik dari unsur

oksigen. Ozon bersifat sebagai

oksidator

, sehingga mampu

diaplikasikan dalam teknologi sterilisasi proses pengolahan

air, sterilisasi alat kedokteran dan penghilang kontaminan

kimia bahaya dalam sayuran-buah.

2. Secara efektif, ozon mampu diproduksi melalui

metode

lucutan elektron (

electron discharge

)

yang terangkai dalam

(4)

RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana

merancang sistem generator ozon

berbasis

metode lucutan elektron dengan mengimplementasikan

elektroda titik-bidang pada reaktor ozon.

2. Bagaimana

membuat morfologi elektroda pelucut

model

titik-bidang.

3. Bagaimana mengetahui pegaruh

tegangan reaktor terhadap

hasil produksi ozon

.

4. Bagaimanan melakukan pengukuran kadar produksi ozon

mengunakan

metode kimia iodometri

.

5. Bagaimana melakukan variasi volume, besar kosentrasi dan

waktu pengaliran ozon pada larutan KI untuk

melihat hasil

(5)

TUJUAN PENELITIAN

1. Merancang sistem generator ozon berbasis metode lucutan elektron

dengan mengimplementasikan elektroda titik-bidang pada reaktor ozon.

2. Membuat morfologi elektroda pelucut model titik-bidang.

3. Mengetahui pegaruh tegangan reaktor terhadap hasil produksi ozon. 4. Melakukan pengukuran kadar produksi ozon mengunakan metode

kimia iodometri.

5. Melakukan variasi volume, besar kosentrasi dan waktu pengaliran ozon pada larutan KI untuk melihat hasil kumulatif ozon terlarut.

(6)

RELEVANSI PENELITIAN

1. Merancang generator ozon yang memiliki efisiensi tinggi, sehingga mampu dilakukan optimalisasi produksi ozon yang nantinya dapat diaplikasikan pada beberapa bidang disiplin.

2. Membuat wacana untuk proses studi lebih lanjut terkait

pengimplementasian ozon di beberapa aplikasi fisis, diantaranya adalah sterilisasi, penghilangan zat kimia beracun dalam makanan, dan perlakuan sterilisasi air (water treatment).

(7)
(8)

GAS OZON DAN GENERATOR OZON

SINTESA OZON

APLIKASI OZON

Ozon merupakan bentuk senyawa triatomik dari unsur oksigen. proses terbentuknya ozon membutuhkan sekitar 142,7 kJ/Mol untuk mengubah gas oksigen diatomik (O2) menjadi triatomik (O3).

D. Ebbing and S. D. Gammon, General Chemistry, Enhanced 9th Edition, 9 ed.: Brooks Cole, 2009.

Ozon dapat diproduksi dengan mengunakan metode penyinaran UV, proses pelucutan elektron dengan tegangan tinggi (electron discharge), dan reaksi elektro kimia. untuk beberapa metode tersebut, hasil produksi yang optimal adalah dari proses pelucutan elektron dengan tegangan tinggi (electron discharge).

A. Suksri, K. Karnchanalekha, K. Tonmitra, and P. Apiratikul, "A comparative study on suitable high voltage sources for ozone generation,"

Sifat oksidator tinggi menyebabkan ozon sering diaplikasikan sebagai media sterilisasi instrumentasi, proses penghilangan bakteri pada air (germidical) dan oksidator bahan kimia bahaya yang tersisa dalam sayuran dan buah.

M. Facta, Z. bin Salam, and Z. Bin Buntat, "The development of ozone generation with low power consumption," in Innovative Technologies in Intelligent Systems and Industrial Applications.

(9)

PEMBUATAN DAN IMPLEMENTASI GAS OZON

SINTESA OZON

APLIKASI OZON

ELEKTROKIMIA

(10)

METODE

ELECTRON DISCHARGE

UNTUK

GENERATOR OZON

2 2 3 2 3 2 3 142.7 / 2 O HV O O O O O O H kJ Mol + → + → → ∆ =

Mochammad Facta,”The Development of Ozone Generation with Low Power Consumption”,IEEE Sistem generator ozon

terdiri dari :

1. Sumber tegangan tinggi

2. Elektroda pelucutan elektron 3. Reaktor ozon

4. Injektor udara (oksigen) EARNSHAW, A. & GREENWOOD, N. 1997. Chemistry of the Elements, Second Edition, Butterworth-Heinemann.

(11)

SISTEM GENERATOR OZON

M. Ponce-Silva,”Single-Switch Power Supply based on the Class E Shunt Amplifier for Ozone Generators”

Secara umum sistem genarator ozon dengan metode pelucutan elektron

terdiri dari tiga bagian, yaitu : 1. Inverter tegangan tinggi dan

2. elektroda pelucutan elektron (electron discharge) dan wadah untuk meletakkan elektroda.

3. Pompa udara untuk mengalirkan udara sebagai asupan gas oksigen (O2)

Pompa udara (O2)

Inverter Tegangan tinggi Elektroda pelucutan

(12)

ELECTRON DISCHARGE

ABDEL-SALAM, M., ANIS, H. & EL-MOSHEDY, A. 2000. High-Voltage Engineering: Theory and Practice. MARCEL DEK pelucutan elektron (electron discharge) merupakan bentuk akselerator

elektron akibat dari pemberian tegangan tinggi pada suatu elektroda. Electron discharge memiliki bentuk umum, diantaranya adalah

• Glow

• Arc (spark)

Glow

• Corona

(13)

MODEL ELEKTRODA PIN-PLANE

Warburgian Current Density Distributions

Adrian C. Ieta ,2008.”Current dens ity modeling of a linear pin–plane array corona discharge”.j.elstat.20 08.0 6.0 08

Pola distribusi medan listrik medan listrik

(14)
(15)

DIAGRAM ALUR PENELITIAN

studi pustaka

Perancangan instrumentasi pembangkit tegangan tinggi Perancangan elektroda pelucutan

titik-bidang dan reaktor ozon

Pengujian kadar ozon dengan metode reaksi kimia iodometri

Pelaporan

(16)

TAHAP PERANCANGAN SUMBER

TEGANGAN TINGGI ARUS SEARAH (

High Voltage

-DC)

Sistem Instrumentasi tegangan tinggi arus searah (high voltage-DC) yang telah dirancangan adalah :

(17)

TAHAP PERANCANGAN

ELEKTRODA DAN REAKTOR OZON

Sistem Instrumentasi tegangan tinggi arus searah (high voltage-DC) yang telah dirancangan adalah :

Tipe

Elektroda Parameter Pembeda

Tipe-A 6 titik; dengan a=0.8cm, s=1.5 cm Tipe-B 4 titik; dengan a=1.2cm, s=1.5cm Tipe-C 3 titik; dengan a=1.6cm, s=1.5cm

(18)

REALISASI MINI PLAN

GENERATOR TEGANGAN TINGGI

Rangakaian Inverter tegangan tinggi

Pompa udara

Elektroda titik-bidang dan Reaktor Ozon Ttansformator step-up (flyback) Botol reaksi ozon dengan larutan KI

(19)

TAHAP PENGUJIAN OZON

(20)

TAHAP PERSIAPAN

METODE STANDAR IODOMETRI

Pada tahap pengujian dengan metode iodometri dilakukan persiapan larutan uji diantaranya adalah larutan potasium iodine (KI), sodium tiosulfat (Na2S2O3), asam sulfat (H2SO4) dan starch (amilum). Langkah persiapan :

1. Larutan KI berasal dari pelarutan kristal KI dan dilakukan hingga mendapatkan variasi kosentrasi yaitu 0.09M, 0.12M dan 0,15M.

2. Larutan sodium tiosulfat dengan kadar 0,14N dibuat dari kristal Na2S2O3.

3. pembuatan larutan indikator starch 1%. Larutan starch dibuat dari pelarutan bubuk starch pada air suling bersuhu 70°C.

Mr molekul (g/mol) massa molar ekivalen =

ekivalensi (eq/mol)

massa/massa molar ekivalen (eq) Normalitas =

volume (liter)

CHRISTIAN, G. D. 2007. ANALYTICAL CHEMISTRY, 6TH ED, Wiley India Pvt. Limited

TJAHJANTO, R. T., R, D. G. & WARDANI, S. 2012. Ozone Determination : A Comparation of Quantitive Analysis method.

(21)

TAHAP PENGUJIAN OZON

MENGUNAKAN METODE STANDAR IODOMETRI

Terjadi granulasi (pengendapan) ketika starch dilarutkan pada

air dingin Koloid sempurna

ketika starch dilarutkanpada suhu

70°C dan diaduk

Proses pembuatan larutan starch

(22)

TAHAP PENGUJIAN OZON

MENGUNAKAN METODE STANDAR IODOMETRI

Proses rekasi titrasi ozon terlarut dalam KI

Perhitungan kadar ozon terlarut dalam larutan KI

Proses pengujian iodometri dengan penambahan starch

Hasil larutan KI setelah dialirkan

ozon Proses titrasi dengan penambahan sodium tiosulfat dan terjadi titik

keseimbangan

( )

(

)

( )

(

)

3 2 2 3

Jumlah O mg = 24 g eq/ ×volume Na S O mL × normalitas meq mL/

2 2 3 4 6

I + 2S O − → 2I + S O− −

3 2 2 2

O + 2I + 2H − + → O + I + H O

CHRISTIAN, G. D. 2007. ANALYTICAL CHEMISTRY, 6TH ED, Wiley India Pvt. Limited

VOGEL, A. I., TATCHELL, A. R., FURNIS, B. S., HANNAFORD, A. J. & SMITH, P. W. G. 1996. Vogel's Textbook of Practical Organic Chemistry, Prentice Hall.

(23)
(24)

HASIL PENGUJIAN

SUMBER TEGANGAN TINGGI ARUS SEARAH

Luaran sumber tegangan tinggi arus searah

Titik Pengukuran sinyal persegi luaran osilator

dengan osiloskop

Titik Pengukuran tegangan luaran HV-DC dengan

HVprobe-multimeter Titik Pengukuran

tegangan dan arus masukan dari sumber DC

tegangan rendah

Sumber DC bertegangan rendah Frequensi osilator (kHz)

Tegangan Luaran inverter HV-DC (kV)

Vinput(volt) Iinput(A) Pinput(watt)

15 0.4 6 16 20

15 0.8 12 11 25

(25)

HASIL UJI SIMULASI DAN CITRA VISUAL

POLA DISTRIBUSI LUCUTAN ELEKTRON PADA ELEKTRODA

y

s x

y z

Hasil visual lucutan elektron dan pengolahan citra RGB Hasil simulasi elektroda

(26)

HASIL UJI LUARAN

KADAR OZON TERLARUT DEGAN METODE IODOMETRI

Ozon terlarut adalah ozon yang bereaksi dengan larutan KI. Ozon akan

mengoksidasi larutan KI ketika gas tersebut dialirkan dalam waktu 10 menit. Hasil yang didapatkan dari pengujian adalah :

(27)

HASIL UJI LUARAN

KADAR OZON TERLARUT DEGAN METODE IODOMETRI

Hasil pengukuran ozon terlarut pada larutan KI (30ml[0.09M] dan 50ml[0.15M]) dengan variasi lama pengaliran ozon

(28)

HASIL UJI LUARAN

KADAR OZON TERLARUT DEGAN METODE IODOMETRI

Serangkaian pengujian iodometri yang telah dilakukan dengan Parameter konstan,

1. Mengunakan elektroda tipe-A 2. Tegangan reaktor sebesar 29 kV

Dari pengujian didapatkan nilai kuantitas ozon terlarut adalah sebagai berikut :

(29)

UJI KADAR OZON TERHADAP

PENGUBAHAN TEGANGAN REAKTOR

Hasil pengukuran ozon terlarut dengan variasi besar tegangan raktor ozon dan parameter konstan adalah

1. Lama pengaliran 5 menit dalam larutan 50ml KI dengan kosentrasi 0.15M 2. Mengunakan elektroda tipe-A

Tegangan Frekuensi Sumber (power suplly) Ozon terlarut Reaktor (kV) Osilator (kHz) Vin (V) Iin (A) P in (watt) (mg)

20 16 15 0.4 6 1.61 25 11 15 0.8 12 9.27 29 7 15 1.4 21 10.45

(30)

HASIL UJI KADAR OZON TERHADAP

PENGUBAHAN DIMENSI ELEKTRODA

Hasil pengukuran ozon terlarut selama 5 menit dalam 50ml KI [0.15M] dengan variasi dimensi elektroda titik-bidang:

Tipe elektroda Tegangan reaktor(kV) (watt)P in

Kadar ozon terlarut dalam 50 KI[0.15M]

(mg)

Tipe-A 25 13.5 9.41

Tipe-B 25 13.5 8.27

(31)

KESIMPULAN

Kesimpulan yang bisa diambil dari serangkaian penelitian adalah :

1. Ozon generator berbasis metode lucutan elektron dengan mengimplementasikan elektroda titik-bidang pada reaktor ozon mampu menghasilkan nilai kadar ozon terlarut sebesar 14 mg yang terukur pada 50ml larutan KI dengan kosentrasi 0.15M selama 10 menit.

2. Kadar ozon yang relatif besar dihasilkan oleh elektroda dengan keraparan antar titik yang relatif kecil dan jumlah pin yang banyak yaitu elektroda tipe-A, hal ini ditunjukkan produksi ozon dari masing-masing tipe elektroda yaitu 9.41 mg (untuk tipe-A), 8.27 mg (untuk tipe-B) dan 6.28 (untuk tipe-C). yang terukur pada 50ml larutan KI dengan kosentrasi 0.15M selama 5 menit.

(32)

KESIMPULAN

3. Selisih pengukuran kadar ozon terlarut dari pengubahan tegangan 20-25 kV lebih besar yaitu 7.66 mg jika dibandingkan selisih

pengubahan dari tegangan 25-29kV yaitu 1.18 mg, penurunan selisih hasil ozon disebabkan karena adanya spark saat diberikan tegangan 29kV pada elektroda titik-bidang.

4. Penambahan besar kosentrasi dan volume larutan KI mempengaruhi hasil pengukuran ozon terlarut, dengan lama pengaliran ozon sama yaitu 10 menit berhasil diukur ozon terlarut sebesar 9.6mg (Untuk larutan KI) dan 14mg (untuk 50ml larutan KI-kosentrasi 0.15M) 5. Kumulatif ozon terlarut meningkat sebanding dengann lama

pengaliran ozon dalam 30ml larutan KI dengan kosesntrasi 0.09M, besar ozon terkumulasi dari masing-masing lama waktu pengaliran adalah 2.52 mg (untuk 1 menit), 6.10 mg (untuk 5menit) dan 9.68 mg (untuk 10 menit) .

(33)

Gambar

DIAGRAM ALUR PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait