IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum
4.1.1. Sejarah dan Perkembangan PT. Pakuan
Sawangan Golf merupakan sebuah padang golf yang berada di bawah naungan PT. Pakuan yang didirikan pada tanggal 8 Maret 1971 oleh Manuel Rawung, Padang Sudirdjo dan Raden Nataatmaja. Berdasarkan Akte Notaris Ridwan Susilo, SH No. 21 (Berita Negara RI No. 28 tanggal 6 April 1973 No. 250); berikut akte-akte perubahannya yaitu Akte Notaris Ridwan Susilo, SH No. 77 tanggal 16 Desember 1971 (Berita Negara RI No. 43 tanggal 29 Mei 1973, tambahan No. 401); dan Akte Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, SH No. 33 tanggal 8 Mei 1980 (Berita Negara No. 26 tanggal 30 Maret 1982, tambahan No. 388).
Modal awal yang disiapkan untuk membangun berjumlah sekitar Rp 650 juta, dibangun mulai pertengahan tahun 1971 dan selesai sekitar satu tahun. Kemudian diresmikan pada tanggal 14 April 1972 oleh Presiden Soeharto. Pada tanggal 28 April 2001 telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disahkan dengan Akte Notaris Rachmad Umar, SH No. 14 tanggal 28 April 2001. Akte ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C-14299 HT.01.4. Tahun 2001 tanggal 27 November (Berita Negara RI tanggal 5 April tahun 2002 No. 28 tahun 2002, tambahan No. 2404 tahun 2002)
Sejalan dengan perkembangan tahun 2009 PT. Pakuan telah melaksanakan kegiatannya yang berpedoman pada standar yang telah ditetapkan Departemen Pariwisata Seni dan Budaya Republik Indonesia. Hal itu sesuai dengan kondisi dan kemampuan serta tujuannya.
Demi kemajuan dan kelancaran proses kegiatan PT. Pakuan serta memperoleh kepercayaan, pihak manajemen berkomitmen terus-menerus meningkatkan kepuasan pelanggan dalam pelayanan wisata baik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Hingga saat ini, PT. Pakuan berlokasi di Jalan Raya Sawangan Kota Depok, Jawa Barat dan tetap berjalan sebagaimana fungsinya serta tetap mengikuti semua peraturan pada pemerintah.
4.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsinya
Struktur organisasi perusahaan dapat diartikan sebagai susunan dari hubungan antara bagian atau komponen-komponen dan sosial dalam suatu perusahaan. Struktur PT. Pakuan berbentuk organisasi garis dan staff yang mana dalam melakukan tugas serta aktifitas dipimpin oleh direksi yang terdiri dari direktur sebagai pimpinan tertinggi. Seorang direktur berwenang memberi perintah atau instruksi secara langsung kepada bagian yang berada dalam lingkungan bidangnya. Rapat Umum Pemegang Saham dari PT. Pakuan dapat memberhentikan direktur dan memilih direktur yang baru untuk menjalankan tugasnya.
Dalam bagan organisasi, keadaan ini digambarkan dengan garis vertikal ke bawah. Bilamana seorang manajer hendak memberikan instruksi kepada bawahannya harus disalurkan melalui seorang direktur yang menjadi atasannya langsung dari petugas tersebut dan tidak dapat dilaksanakan secara langsung. Sebaliknya, garis vertikal dari bawah ke atas menggambarkan bahwa seorang manajer harus melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada direktur bidangnya, dari direktur tersebut bertanggung jawab kepada direktur utama.
Untuk selengkapnya mengenai struktur organisasi dapat dilihat pada Gambar 2. Adapun mengenai uraian dan tugasnya, disini penulis akan membatasi yaitu menguraikan bagian-bagian yang berkaitan dengan materi antara lain:
Gambar 2. Struktur organisasi Sawangan Golf PT. Pakuan (Sawangan Golf, PT. Pakuan, 2011)
1. Direktur
Direktur memiliki kekuasaan membawa perusahaan guna melaksanakan apa yang telah direncanakan sebelumnya atau juga sebagai kekuasaan eksekutif. Direktur memiliki tugas internal dan tugas eksternal. Tugas internal direktur antara lain: mengorganisir atau merencanakan, pelaksanaan atas nama pimpinan umum dari perusahaan, memilih bawahan, memberi perintah kepada bawahan serta mengadakan pengawasan agar apa yang dikerjakan oleh bawahan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Tugas eksternal direktur selain sebagai pimpinan dari perusahaan, dapat juga membimbing, mengkoordinasi semua aktifitas dari bawahannya tersebut, dan juga sebagai penanggung jawab teknik operasional program.
2. General Manajer
General manajer bertugas menjalankan program yang diperintahkan direktur utama dan mempunyai tanggung jawab kepada bawahan yang melaksanakan kegiatan program-program yang telah ditetapkan.
3. Bidang Keuangan
Bertugas menjalankan program-program dan melaksanakan prosedur keuangan yang meliputi: prosedur pengeluaran kecil, prosedur pengisian kas kecil, dan prosedur pengadaan barang dan jasa.
4. Bidang Sumber Daya Manusia
Salah satu tugasnya yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai tugas dan jabatannya, perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti seminar dan pelatihan-pelatihan dengan biaya perusahaan. Tugas lainnya adalah mempertahankan kondisi karyawan, merencanakan peningkatan karir, menentukan kebijakan tenaga kerja, serta membina dan mengusahakan hubungan baik dengan karyawan.
5. Bidang Marketing dan Pengembangan
Bertugas menjalankan program-program yang meliputi mengadakan promosi kepada publik, mengadakan pertandingan-pertandingan yang dapat mengundang tamu seperti pertandingan-pertandingan golf bulanan yang sudah dimulai sejak Garda Sawangan sekitar tahun 1976 dan masih tetap dilanjutkan dengan nama pertandingan (Monthly Sawangan Golf).
6. Bidang Operasional
Bertugas menjalankan program-program seperti penyesuaian tarif green fee, pemeliharaan rutin, meningkatkan sarana penunjang, serta meningkatkan mutu pelayanan karyawan.
7. Sub Bid Front Office
Mengatur segala front office seperti penerimanaan tamu, memberikan informasi dan pengumuman kepada tamu, menerima complain dan memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi pada kegiatan front office, bertanggung jawab atas
kegiatan front office dan memberikan laporan kepada kepala bidang operasional.
8. Sub Bid House Keeping
Bertugas memelihara kebersihan, kerapihan dan termasuk tempat untuk karyawan khusus. Bertanggung jawab atas kegiatan perawatan dan melaporkan kejadian-kejadian yang terkait dengan perawatan dan pemeliharaan.
9. Sub Bid Food and Beverage
Memiliki tugas untuk menyiapkan semua kebutuhan tamu dalam bidang makanan dan minuman. Bertanggung jawab atas semua kegiatan pelayanan dalam proses pemenuhan tamu terhadap makanan dan minuman.
10. Sub Bid Back Office
Bertugas untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan administrasi, kepegawaian, pemasaran dan pengembangan SDM. Bertanggung jawab untuk memberikan laporan keuangan, data karyawan dan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh kepala bidang operasional.
4.2. Bauran Pemasaran
4.2.1. Produk Sawangan Golf
Sawangan Golf merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang kepariwisataan dan hiburan. Sawangan Golf memiliki berbagai macam produk yang berupa fasilitas-fasilitas yang dapat dinikmati oleh para tamu yang meliputi padang golf, golf car, pro
shop, spa, hotel, club house dan restoran, caddy, penyewaan alat serta
pelatih golf. Berbagai bentuk produk Sawangan Golf dapat dilihat pada Lampiran 4.
1. Padang Golf
Sawangan Golf memiliki padang golf yang cukup luas serta pegolf dapat menikmati keasrian telaga yang didesain oleh Sawangan Golf. Pegolf dapat menikmati padang golf ini hanya
dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 110.000,- pada hari biasa dan Rp 300.000,- pada hari libur. Kapasitas maksimal dari lapangan ini berkisar antara 150 – 200 orang per 18 hole.
2. Golf Car
Golf car merupakan kendaraan yang biasanya digunakan
oleh para pegolf untuk mengelilingi padang golf. Sawangan Golf sendiri memiliki 30 unit golf car yang dapat digunakan oleh para pegolf. Para pegolf dapat menggunakan fasilitas golf
car ini dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 150.000,00.
3. Pro Shop
Pro shop merupakan sebuah toko yang menjual peralatan
khusus olah raga tertentu seperti golf. Berbagai barang yang dijual adalah training equipment, mats, apparel, bags, grips,
shaft, dan stik golf. Pro shop ini terletak di dalam club house
Sawangan Golf. 4. Spa
Sawangan Golf juga menyediakan fasilitas spa yang bernama Alitha Spa. Pada dasarnya spa dapat membuat seseorang dapat merilekskan pikiran dan menghilangkan kepenatan dari berbagai aktifitas yang telah dilakukan. Para tamu Sawangan Golf dapat menikmati fasilitas ini dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 45.000,00 – Rp 75.000,00. 5. Hotel
Sawangan Golf juga menawarkan tempat penginapan yang terletak di tepian telaga dengan golf view, kamar mandi air panas, full AC, TV Colour, restoran dan room service selama 24 jam. Selain itu, tamu juga mendapatkan gratis kolam renang, gratis tennis course, serta discount golf green fee security 24 jam. Kisaran harga untuk menggunakan room rate adalah Rp 200.000,00 – Rp 380.000,00 per hari (tidak termasuk makan). Sawangan Golf juga menawarkan harga paket rombongan dengan (minimal 30 orang menginap) dengan kisaran harga
Rp 200.000,00 – Rp 350.000,00 per OH termasuk dengan makan dan ruang rapat.
6. Club House dan Restoran
Club house merupakan suatu tempat yang digunakan oleh
para pegolf untuk beristirahat setelah berolahraga. Selain itu
club house sering dimanfaatkan pegolf sebagai tempat berbisnis
dan tempat rapat non-formal. Ketika diadakan turnamen bulanan (Monthly Sawangan Golf), club house menjadi tempat yang digunakan pada acara penutup yaitu pemberian hadiah dan penghargaan kepada pegolf serta adanya live music.
7. Caddy
Caddy adalah orang yang bekerja membawakan tas berisi
peralatan pemain golf, sekaligus memberi saran tentang permainan serta dukungan moral untuk pemain yang dilayani. Sawangan golf sendiri memiliki caddy laki-laki yang berjumlah 200 orang dan caddy perempuan yang berjumlah 13 orang.
Caddy fee Sawangan Golf sebesar Rp. 30.000,-.
8. Penyewaan Alat
Sawangan golf juga memberikan fasilitas berupa penyewaan peralatan golf bagi para pegolf yang tidak memiliki ataupun tidak membawa peralatan golf. Berbagai alat yang disewakan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan golf mulai dari sepatu hingga stik golf. Sawangan Golf menyewakan sepatu golf dengan harga Rp 25.000,00 dan stick golf dengan harga sebesar Rp 100.000,00 – Rp 150.000,00.
9. Pelatih Golf
Bagi para pemain golf yang belum bisa bermain dengan bagus, sawangan golf memberikan pelayanan pelatihan golf kepada pegolf amatir. Biaya yang dikeluarkan pegolf amatir untuk pelatih tidak ditentukan oleh Sawangan Golf, melainkan dari kesepakatan antara tamu dengan pegolf pro (pelatih). Perlu
diketahui bahwa pegolf-pegolf professional banyak terlahir dari Sawangan Golf.
4.2.2. Promosi Sawangan Golf
Persaingan yang semakin kompetitif, menuntut Sawangan Golf menggunakan berbagai macam bentuk promosi guna dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berbagai aktivitas promosi yang dilakukan oleh Sawangan Golf dapat dikelompokan ke dalam bentuk promosi above the line dan below the line. Promosi above the line meliputi website, billboard, brosur dan poster. Sedangkan promosi
below the line meliputi turnamen bulanan, kerjasama dengan Perpesi,
kerjasama dengan tour and travel, dan marketing by phone. Berbagai bentuk promosi Sawangan Golf disajikan pada Lampiran 5.
1. Above The Line
Promosi above the line merupakan bentuk promosi yang memiliki sifat target audiens luas, menjelaskan sebuah konsep atau ide, dan tidak adanya interaksi langsung. Adapun bentuk promosi above the line yang dilakukan adalah:
a. Website
Pemanfaatan media internet sebagai salah satu pendukung kegiatan promosi Sawangan Golf dengan membuat situs perusahaan sendiri yaitu www.sawangangolf.com. Keberadaan situs pribadi ini merupakan suatu sarana penting guna menginformasikan berbagai macam hal-hal yang ingin disampaikan ke publik guna membangun image perusahaan. Selain itu, situs ini juga dimanfaatkan untuk menginformasikan atau mempromosikan produk-produk yang ditawarkannya kepada publik.
b. Billboard
Penggunaan billboard sebagai sarana periklanan merupakan salah satu pilihan Sawangan Golf dalam menjalankan strategi promosinya. Billboard yang
digunakan adalah billboard yang berukuran sedang. Sawangan Golf menggunakan billboard sebanyak 3 buah yang ditempatkan di tiga tempat strategis, yaitu pada pertigaan Bojong Sari yang merupakan pertigaan yang mengarah ke Depok, Bogor dan Ciputat. Billboard yang kedua ditempatkan di pinggir jalan dekat kolam renang dan Puja Sari, hal ini dikarenakan pada lokasi itu tidak terdapat pohon besar ataupun perumahan sehingga
biilboard yang dipasang terlihat dengan jelas oleh publik. Billboard yang ketiga ditempatkan di pinggir jalan dekat
dengan lokasi Sawangan Golf berada. c. Brosur
Brosur merupakan selebaran cetak dengan bahan kertas yang memiliki mutu yang relative baik dengan lay
out yang menarik serta bermaterikan segala potensi yang
ingin dipromosikan. Brosur sebagai media periklanan memiliki keunggulan berupa kemudahan dalam menjangkau konsumen, karena brosur ini dibagikan secara langsung ke konsumen. Brosur ini disebar dibeberapa
driving range di daerah Depok, Pondok Cabe, Halim,
Cilandak dan tempat-tempat lainnya. d. Poster
Poster adalah gambar pada selembar kertas berukuran besar yang digantung atau ditempel di dinding atau permukaan lain. Poster merupakan salah satu bagian seni grafis yang memiliki gaya, aliran, maupun trend tersendiri yang tidak lepas dari suatu zaman. Oleh karena itu poster dibuat untuk menyampaikan pesan atau informasi. Poster merupakan salah satu strategi promosi yang dijalankan oleh Sawangan Golf, poster ini tidak hanya ditempel di driving range saja. Melainkan juga ditempel di tempat-tempat golf course di daerah Sentul,
Jagorawi, Pangkalan Jati, Halim, Pondok Cabe, Matoa, serta di golf course lainnya.
2. Below The Line
Promosi below the line merupakan bentuk promosi yang memiliki sifat target audiens terbatas, memberikan audiens kesempatan untuk merasakan, dan adanya interaksi langsung. Adapun bentuk promosi below the line yang dilakukan adalah: a. Turnamen Bulanan (Monthly Sawangan Golf)
Monthly Sawangan Golf merupakan salah satu event
rutinan Sawangan Golf setiap bulan. Event ini selalu mendatangkan pegolf yang cukup banyak dari berbagai daerah. Dalam mempromosikan event ini, PGI (Persatuan Golf Indonesia) ikut mempublikasikan ke pegolf-pegolf di berbagai daerah. Selain itu, Sawangan Golf juga melakukan promosi dengan brosur, poster, dan lainnya. Dua orang pegolf yang bermain pada Monthly Sawangan
Golf akan mendapatkan penghargaan sebagai Best Net Overall (juara terbaik dari seluruh peserta setelah
dikurangi handicap) dan Best Gross Overall (juara terbaik dari seluruh peserta sebelum dikurangi handicap).
Pada saat acara Monthly Sawangan Golf, pihak Sawangan Golf juga melakukan pemberian merchandise kepada para peserta. Pemberian ini dilakukan dengan cara mengocok nomor undian yang dibagikan kepada pegolf yang bermain. Merchandise yang dibagikan berupa televisi, kulkas, mesin cuci, sepeda, bola golf, dan sebagainya.
b. Kerjasama dengan Tour and Travel
Bekerja sama dengan tour and travel merupakan media kerjasama untuk kepentingan publikasi. Sawangan Golf telah melakukan kerjasama dengan tour and travel Lintas Group. Sawangan Golf selalu menjaga hubungan
baik dengan pihak tour and travel. Bagi pegolf yang memiliki kartu khusus dari tour and travel tersebut akan mendapatkan potongan sebesar 20% pada hari biasa dan 10% pada hari libur.
Kerjasama ini cukup banyak mendatangkan pegolf-pegolf ke Sawangan Golf baik yang berkebangsaan Indonesia maupun berkebangsaan asing, karena makna dari kerjasama ini adalah pihak tour and travel penawarkan atau memberikan informasi kepada pelanggannya bahwa di Sawangan ada padang golf yang bagus jika pelanggannya hobi dengan permainan golf tersebut.
c. Kerjasama dengan Perpesi (Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia)
Perpesi (Perhimpunan Pegolf Senior Indonesia) yaitu perhimpunan para pegolf senior (berusia 55 tahun ke atas). Sawangan Golf sudah melakukan kerjasama dengan Perpesi sejak 1 Maret 2000. Anggota Perpesi mendapatkan harga khusus dari Sawangan Golf yaitu potongan harga sebesar 20%. Hal ini dimaksudkan agar banyak pegolf senior yang bermain di Sawangan Golf. Anggota Perpesi biasanya bermain di Sawangan Golf pada hari selasa dan hari kamis.
d. Marketing by Phone
Sawangan Golf melakukan promosi dengan cara menelepon instansi-instansi seperti pemerintah DKI, Pertamina dan Sekolah Golf untuk menawarkan kepada instansi agar mencoba padang golf di Sawangan. Selain itu, pihak Sawangan juga memberikan informasi melalui sms kepada pegolf-pegolf ketika Sawangan Golf akan mengadakan event. Pemasaran by phone ini berpengaruh
cukup signifikan dalam mengundang konsumen untuk bermain di Sawangan Golf.
4.2.3. Metode Penganggaran Promosi Sawangan Golf
Dalam menetapkan kebijakan biaya promosi yang dikeluarkan, Sawangan Golf menerapkan metode penganggaran tujuan dan tugas, yaitu suatu teknik yang menganggarkan biaya promosi, sesuai dengan tujuan dan target yang ingin dicapai perusahaan. Kegiatan penganggaran promosi yang dilakukan oleh Sawangan Golf adalah penganggaran setiap bulan untuk promosi turnamen bulanan dan penganggaran setiap tahun untuk brosur, poster, billboard, dan spanduk. Untuk melihat keefektifan promosinya, Sawangan Golf membandingkan antara jumlah tamu yang didapatkan, target serta tujuan dari perusahaan tiap satu bulan. Saat ini penganggaran biaya promosi Sawangan Golf sudah stabil tiap bulannya, dengan kata lain biaya promosi yang dikeluarkan sudah bersifat tetap.
Biaya yang dikeluarkan untuk mempromosikan Monthly
Sawangan Golf berkisar antara 14 juta sampai 21 juta per bulan.
Sawangan Golf mengadakan Monthly Sawangan Golf setiap bulan kecuali pada bulan Agustus, September dan Oktober. Biaya promosi lain yang dianggarkan adalah brosur dengan biaya sebesar 10 juta dalam 1 tahun, poster dengan biaya sebesar 5 juta dalam 1 tahun,
billboard dengan biaya sebesar 12 juta dalam 1 tahun, dan spanduk
dengan biaya sebesar 5 juta dalam 1 tahun. 4.3. Karakteristik Responden
Penelitian ini mengambil responden dari konsumen Sawangan Golf. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 100 orang, yaitu konsumen yang bermain di Sawangan Golf dan mengetahui promosi yang dilakukan pihak Sawangan Golf. Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat dari sumber informasi, jenis kelamin, usia, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan terakhir, pendapatan per bulan, serta status kewarganegaraan.
Hasil analisis deskriptif karakteristik responden selengkapnya disajikan pada Lampiran 6.
1. Sumber Informasi
a. Above The Line
Pada Gambar 3 menunjukan bahwa promosi above the line yang dominan dalam memperkenalkan Sawangan Golf kepada responden adalah brosur (29%), artinya promosi brosur adalah promosi yang paling menarik perhatian konsumen. Meskipun demikian, tingkat keefektifan promosi pada above the line berimbang yaitu pada kisaran 20 – 30 persen.
Gambar 3. Sumber informasi ATL responden
b. Below The Line
Pada Gambar 4 menunjukan bahwa promosi below the line yang dominan adalah marketing by phone (42%) dan turnamen bulanan (41%). Persentase ini menunjukan bahwa promosi
marketing by phone dan promosi event (turnamen bulanan)
memiliki tingkat keefektifan yang besar dibandingkan dengan promosi below the line lainnya. Hal ini dikarenakan dengan adanya interaksi yang baik dari pihak Sawangan Golf kepada pelanggannya.
Gambar 4. Sumber informasi BTL responden
Website 21% Billboard 22% Brosur 29% Poster 28% Turnamen Bulanan 41% Kerjasama Tour and Travel 10% Kerjasama Perpesi 7% Marketing by Phone 42%
2. Jenis Kelamin
Mayoritas responden di Sawangan Golf adalah responden berjenis kelamin laki-laki. Gambar 5 menunjukan bahwa konsumen berjenis kelamin laki-laki memiliki persentase sebesar 95 persen yang jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan (5%). Olahraga golf umumnya dimainkan oleh laki-laki karena olahraga ini merupakan olahraga yang dimainkan di lapangan luas, memerlukan konsentrasi dalam melakukan pukulan baik pukulan kuat atau lemah, serta membutuhkan waktu yang cukup lama dalam permainan.
Gambar 5. Jenis kelamin responden
3. Usia
Gambar 6 menunjukan bahwa konsumen Sawangan Golf yang berusia > 50 tahun memiliki persentase tertinggi (41%). Persentasi tertinggi kedua adalah pada usia 31 – 40 tahun (27%). Pada umumnya usia 30 tahun ke atas sudah memiliki penghasilan yang cukup besar, sehingga memungkinkan untuk menikmati olahraga yang mahal seperti golf.
Gambar 6. Usia responden
Laki-laki 95% Perempuan 5% < 20 th 1% 21 - 30 th 6% 31 - 40 th 27% 41 - 50 th 25% > 50 th 41%
4. Status Perkawinan
Gambar 7 menunjukan bahwa hampir seluruh konsumen Sawangan Golf berstatus kawin atau menikah (92%), sedangkan yang belum menikah (7%), dan hanya 1 persen yang berstatus janda/duda. Besarnya dominasi konsumen Sawangan Golf yang berstatus kawin disebabkan karena mayoritas konsumen Sawangan Golf memiliki usia yang relatif tua.
Gambar 7. Status perkawinan responden
5. Pekerjaan
Gambar 8 menunjukan bahwa mayoritas konsumen Sawangan Golf memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta (51%). Wiraswasta dan PNS mengikuti dengan persentase terbesar berikutnya sebesar 20 persen. Dominasi pekerjaan pegawai swasta, PNS, dan wiraswasta menunjukan bahwa konsumen Sawangan Golf sebagian besar memiliki pekerjaan yang layak serta berpenghasilan cukup.
Gambar 8. Pekerjaan responden
Kawin 92% Belum kawin 7% Janda / duda 1% PNS 20% Pegawai swasta 51% Ibu rumah tangga 1% Pensiunan 8% Wiraswasta 20%
6. Pendidikan Terakhir
Konsumen Sawangan Golf sebagian besar berasal dari tingkat sarjana (50%), dan diikuti pada tingkat pascasarjana (39%). Pada Gambar 9 dapat dilihat bahwa konsumen dari Sawangan Golf adalah orang-orang yang berasal dari kaum perpelajar. Pada umumnya tingkat pendidikan yang tinggi berkorelasi positif dengan pekerjaan yang didapatkan sehingga berdampak pada penghasilan yang cukup.
Gambar 9. Pendidikan terakhir responden
7. Pendapatan per Bulan
Gambar 10 menunjukan karakteristik pendapatan per bulan, dapat dilihat pada gambar hanya 3 persen responden Sawangan Golf yang memiliki pendapatan per bulan di bawah Rp 5.000.000,00. Rendahnya tingkat persentase pendapatan di bawah Rp 5.000.000,00 menunjukan bahwa konsumen dari Sawangan Golf adalah konsumen golongan menengah ke atas. Mahalnya olahraga ini merupakan salah satu faktor penyebab sedikitnya golongan bawah yang menikmati olahraga golf.
Gambar 10. Pendapatan per bulan responden
SLTA 5% Diploma 6% Sarjana 50% Pascasarjana 39% < Rp 5.000.000 3% Rp 5.000.001 - Rp 15.000.000 25% Rp 15.000.001 - Rp 25.000.000 21% Rp 25.000.001 - Rp 35.000.000 13% > Rp 35.000.000 38%
8. Status Kewarganegaraan
Gambar 11 menunjukan bahwa 80 persen konsumen Sawangan Golf adalah Warga Negara Indonesia dan 20 persen konsumen Sawangan Golf adalah Warga Negara Asing. Warga Negara Asing konsumen Sawangan Golf didominasi oleh kebangsaan Korea, Jepang dan USA.
Gambar 11. Status kewarganegaraan responden
4.4. EPIC Model
4.4.1. Empati (Empathy)
Dimensi empati digunakan untuk mengetahui pendapat konsumen mengenai strategi promosi yang dilakukan Sawangan Golf. Pertanyaan nomor 1 dan 2 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dimensi empati. Hasil presentase analisis tabulasi sederhana EPIC Model selengkapnya disajikan pada Lampiran 7. Hasil perhitungan frekuensi dimensi empati dengan menggunakan analisis tabulasi sederhana dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Faktor Empathy responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Promosi Baik Menyukai
Promosi
ATL BTL ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 4 1 1 1
Tidak Setuju 2 23 22 22 18 Cukup 3 49 42 40 43 Setuju 4 22 32 36 38 Sangat Setuju 5 2 3 1 0 Total 100 100 100 100 Warga Negara Indonesia 80% Warga Negara Asing 20%
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas dimensi empati. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) dimensi empati dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Hasil perhitungan rata-rata dimensi empati
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut
Total Skor Rataan Dimensi Empati
(X Empati)
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Promosi Baik 295 314 2,95 3,14
3,045 3,16 Menyukai
Promosi 314 318 3,14 3,18
Skor rataan dimensi empati promosi above the line yang dihasilkan sebesar 3,045. Skor 3,045 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi dimensi empati. Pada promosi below the line, skor rataan dimensi promosi sebesar 3,16. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi dimensi empati. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif baik promosi above the line maupun below the line. Rentang skala cukup efektif menunjukan bahwa konsumen cukup menyukai promosi Sawangan Golf, sehingga promosi tersebut cukup memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik Sawangan Golf bagi konsumen.
4.4.2. Persuasi (Persuasion)
Persuasi adalah perubahan kepercayaan, sikap dan keinginan berperilaku yang disebabkan suatu komunikasi promosi. Pertanyaan nomor 3 dan 4 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dari dimensi persuasi. Hasil perhitungan frekuensi dimensi persuasi dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Faktor Persuasion responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Tertarik Berkeinginan
Bermain
ATL BTL ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 2 0 2 0
Tidak Setuju 2 6 11 13 6
Cukup 3 45 46 39 46
Setuju 4 43 40 42 44
Sangat Setuju 5 4 3 4 4
Total 100 100 100 100
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas dimensi persuasi. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) dimensi persuasi dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Hasil perhitungan rata-rata dimensi persuasi
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut
Total Skor Rataan Dimensi Persuasi
(X Persuasi)
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Tertarik 341 335 3,41 3,35
3,37 3,405 Berkeinginan
Bermain 333 346 3,33 3,46
Skor rataan dimensi persuasi promosi above the line yang dihasilkan sebesar 3,37. Skor 3,37 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi dimensi persuasi. Pada promosi below the line, skor rataan dimensi promosi sebesar 3,405 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan berada pada rentang skala efektif yaitu pada rentang skala 3,4 – 4,2. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi above the
line menunjukan bahwa promosi yang dilakukan Sawangan Golf
cukup dapat memberikan karakter produk-produk yang ditawarkan, oleh karena itu Sawangan Golf harus lebih meningkatkan karakter produknya dalam melakukan promosi. Pada promosi below the line, Sawangan Golf sudah dapat memberikan karakter produk, sehingga konsumen terdorong untuk bermain di Sawangan Golf.
4.4.3. Dampak (Impact)
Dimensi impact menunjukan apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang disampaikan. Pertanyaan nomor 5 dan 6 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dari dimensi dampak. Hasil perhitungan frekuensi dimensi dampak dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Faktor Impact responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Tahu Betul Kreatif
ATL BTL ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 2 0 9 1
Tidak Setuju 2 11 16 38 32
Cukup 3 48 51 42 50
Setuju 4 36 27 11 16
Sangat Setuju 5 3 6 0 1
Total 100 100 100 100
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas dimensi dampak. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) dimensi dampak dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Hasil perhitungan rata-rata dimensi dampak
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut
Total Skor Rataan Dimensi Dampak
(X Dampak)
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Tahu Betul 327 323 3,27 3,23
2,91 3,035 Kreatif 255 284 2,55 2,84
Skor rataan dimensi dampak promosi above the line yang dihasilkan sebesar 2,91. Skor 2,91 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi dimensi dampak. Pada promosi below the line, skor rataan dimensi promosi sebesar 3,035. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi dimensi dampak. Berdasarkan pada rentang skala
yang didapatkan, promosi Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif baik promosi above the line maupun below the line. Pada rentang skala cukup efektif menunjukan bahwa promosi tersebut cukup dapat bersaing dengan golf course lainnya. Promosi yang dilakukan Sawangan Golf cukup melibatkan konsumen untuk mengetahui produk-produk yang ditawarkan oleh Sawangan Golf karena tingkat keterlibatan konsumen akan memiliki hubungan positif dengan tingkat tanggapan pengaruh konsumen seperti emosi dan perasaan.
4.4.4. Komunikasi (Communication)
Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan pesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Pertanyaan nomor 7, 8 dan 9 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dari dimensi komunikasi. Hasil perhitungan frekuensi dimensi komunikasi dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Faktor Communication responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Jelas Komunikasi Mengerti
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 7 0 6 0 3 2 Tidak Setuju 2 35 36 20 23 19 14 Cukup 3 45 50 53 51 50 53 Setuju 4 12 13 20 24 27 30 Sangat Setuju 5 1 1 1 2 1 1 Total 100 100 100 100 100 100 Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas dimensi komunikasi. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) dimensi komunikasi dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Hasil perhitungan rata-rata dimensi komunikasi Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut
Total Skor Rataan Dimensi Komunikasi
(X Komunikasi)
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Jelas 265 279 2,65 2,79
2,863 2,993 Komunikasi 290 305 2,90 3,05
Mengerti 304 314 3,04 3,14
Skor rataan dimensi komunikasi promosi above the line yang dihasilkan sebesar 2,863. Skor 2,863 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi dimensi komunikasi. Pada promosi below the line, skor rataan dimensi promosi sebesar 2,993. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi dimensi komunikasi. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif baik promosi above the line maupun below the line. Pada rentang skala cukup efektif menunjukan bahwa konsumen cukup dapat mengingat pesan utama yang disampaikan. Sawangan Golf sebaiknya melakukan promosi yang lebih komunikatif agar konsumen tertarik untuk merasakan produk-produk yang ditawarkan, karena skor yang didapatkan pada dimensi komunikasi baik above the line maupun below the line mendekati rentang skala tidak efektif.
4.4.5. EPIC Rate
Berdasarkan hasil analisis pengukuran efektivitas promosi Sawangan Golf dengan menggunakan EPIC Model, dapat diketahui bahwa dari keempat dimensi EPIC Model berada pada rentang skala cukup efektif. Rentang skala cukup efektif pada EPIC Model menunjukan bahwa promosi yang dilakukan cukup disukai oleh konsumen serta cukup memberikan dampak kepada konsumen untuk merasakan keunikan-keunikan pada Sawangan Golf. Promosi yang dilakukan Sawangan Golf cukup menonjol dibandingkan dengan
pesaingnya dan pesan yang disampaikan Sawangan Golf pada promosinya dapat diterima dengan baik oleh konsumen.
Skor rata-rata pada tiap dimensi dihitung kembali untuk menghasilkan EPIC rate secara keseluruhan. Untuk promosi above
the line, nilai EPIC rate yang didapatkan adalah 3,047. Pada promosi below the line, nilai EPIC rate yang didapatkan adalah 3,148. Nilai EPIC rate pada above the line dan below the line promosi Sawangan
Golf menunjukan bahwa keduanya berada pada rentang skala cukup efektif. Oleh karena itu, Sawangan Golf harus terus meningkatkan promosinya kepada publik, karena dengan promosi yang efektif akan mendatangkan konsumen lebih banyak sehingga menghasilkan laba maksimal. Grafik hasil analisis efektivitas promosi Sawangan Golf dapat dilihat pada Gambar 12 untuk promosi above the line dan pada Gambar 13 untuk promosi below the line.
Gambar 13. EPIC Model promosi Below The Line Sawangan Golf
4.5. Direct Rating Method 4.5.1. Perhatian
Perhatian merupakan alokasi kapasitas pemrosesan untuk stimulus yang baru masuk. Pertanyaan nomor 10 dan 11 pada kuesioner merupakan representasi dari faktor pengertian. Hasil perhitungan frekuensi faktor pengertian dapat dilihat pada Tabel 14. Tabel 14. Faktor perhatian responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Menarik
Perhatian Melihat Lagi
ATL BTL ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 4 3 7 4
Tidak Setuju 2 25 21 30 32
Cukup 3 51 56 46 43
Setuju 4 19 20 17 20
Sangat Setuju 5 1 0 0 1
Hasil presentase analisis tabulasi sederhana DRM disajikan pada Lampiran 8. Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas faktor perhatian. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) faktor perhatian dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Hasil perhitungan rata-rata faktor perhatian
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut Total Skor Rataan Faktor Perhatian
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Menarik Perhatian 288 293 2,88 2,93
2,805 2,875 Melihat Lagi 273 282 2,73 2,82
Dikonversi ke skala tabel DRM g = X × (20/5) 11,22 11,5 Skor rataan faktor perhatian promosi above the line yang dihasilkan sebesar 2,805. Skor 2,805 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi faktor perhatian. Pada promosi below the line, skor rataan faktor perhatian sebesar 2,875. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi faktor perhatian. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif baik promosi above the line maupun below the line. Pada rentang skala cukup efektif menunjukan bahwa promosi yang dilakukan Sawangan Golf cukup menarik perhatian dari konsumen. Namun, dengan skor yang didapatkan pada promosi Sawangan Golf baik above the line dan below the line, Sawangan Golf harus lebih meningkatkan kreativitas dalam promosinya agar mendapatkan perhatian lebih dari publik, terutama bagi pegolf-pegolf tanah air. 4.5.2. Pemahaman
Pemahaman berkaitan dengan penafsiran suatu stimulus. Pertanyaan nomor 12 pada kuesioner penelitian merupakan
representasi dari faktor pemahaman. Hasil perhitungan frekuensi faktor pemahaman dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Faktor pemahaman responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Tahu Lebih Jauh
ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 6 3
Tidak Setuju 2 22 21
Cukup 3 45 56
Setuju 4 27 20
Sangat Setuju 5 0 0
Total 100 100
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas faktor pemahaman. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) faktor pemahaman dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Hasil perhitungan rata-rata faktor pemahaman
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut Total Skor Rataan Faktor Pemahaman
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Tahu Lebih Jauh 293 293 2,93 2,93 2,93 2,93 Dikonversi ke skala tabel DRM g = X × (20/5) 11,72 11,72
Skor rataan faktor pemahaman promosi above the line dan
below the line yang dihasilkan sebesar 2,93. Skor 2,93 berada pada
rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi faktor pemahaman. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi above the line dan below the line Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif. Pada rentang skala cukup efektif menunjukan bahwa promosi yang dilakukan Sawangan Golf cukup dipahami oleh konsumen. Salah satu cara agar konsumen lebih mudah memahami promosi, sebaiknya menitikberatkan pada keunggulan-keunggulan yang ada pada Sawangan Golf. Promosi yang dapat dipahami dengan baik oleh konsumen akan mendorong konsumen untuk tahu lebih jauh mengenai Sawanagan Golf.
4.5.3. Respon Kognitif
Respon kognitif menentukan penerimaan yang terkait dengan pikiran yang muncul selama tahap pemahaman. Pertanyaan nomor 13 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dari faktor respon kognitif. Hasil perhitungan frekuensi faktor respon kognitif dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Faktor respon kognitif responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Memaparkan pesan
ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 4 2
Tidak Setuju 2 24 22
Cukup 3 49 54
Setuju 4 22 20
Sangat Setuju 5 1 2
Total 100 100
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas faktor respon kognitif. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) faktor respon kognitif dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Hasil perhitungan rata-rata faktor respon kognitif
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut Total Skor Rataan Faktor Respon Kognitif
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Memaparkan Pesan 292 298 2,92 2,98 2,92 2,98 Dikonversi ke skala tabel DRM g = X × (20/5) 11,68 11,92
Skor rataan faktor respon kognitif promosi above the line yang dihasilkan sebesar 2,92. Skor 2,92 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi faktor respon kognitif. Pada promosi below the line, skor rataan faktor respon kognitif sebesar 2,98. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi faktor respon kognitif. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi Sawangan Golf berada pada rentang
skala cukup efektif baik promosi above the line maupun below the
line. Pada rentang skala cukup efektif menunjukan bahwa pesan
dalam promosi yang dilakukan Sawangan Golf cukup dapat dimengerti dan diterima oleh konsumen. Persepsi konsumen merupakan output dari penerimaan konsumen terhadap promosi, sehingga pemasar perlu memperhatikan kesesuaian gambar dengan yang terdapat pada promosi yang dilakukan.
4.5.4. Respon Afektif
Respon afektif menggambarkan perasaan dan emosi yang dihasilkan sebuah stimulus. Pertanyaan nomor 14 dan 15 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dari faktor respon afektif. Hasil perhitungan frekuensi faktor respon afektif dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Faktor respon afektif responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Daya Tarik Gambar dan
Tulisan
ATL BTL ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 5 4 4 2
Tidak Setuju 2 33 27 34 36
Cukup 3 45 55 47 48
Setuju 4 16 14 14 14
Sangat Setuju 5 1 0 1 0
Total 100 100 100 100
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas faktor respon afektif. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) faktor respon afektif dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Hasil perhitungan rata-rata faktor respon afektif
Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut Total Skor Rataan Faktor Respon Afektif
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Daya Tarik 270 279 2,70 2,79
2,72 2,765 Gambar dan Tulisan 274 274 2,74 2,74
Skor rataan faktor perhatian promosi above the line yang dihasilkan sebesar 2,72. Skor 2,72 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi faktor respon afektif. Pada promosi below the line, skor rataan faktor respon afektif sebesar 2,765. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi faktor respon afektif. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan, promosi Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif baik promosi above the line maupun below the
line. Namun, skor ini sangat mendekati ke rentang skala tidak efektif
yaitu hanya memiliki selisih poin 0,12 pada above the line dan selisih poin 0,165 pada below the line. Skor DRM yang didapat menunjukan bahwa promosi yang dilakukan Sawangan Golf kurang memiliki daya tarik bagi konsumen. Pihak Sawangan Golf perlu mempertimbangkan aspek-aspek yang dapat menimbulkan perasaan riang pada konsumen, salah satunya adalah dengan penggunaan gambar dan tulisan yang kreatif yang mampu menjadi daya tarik bagi konsumen.
4.5.5. Sikap Terhadap Promosi
Sikap terhadap promosi berfungsi sebagai peramal yang signifikan atas sikap terhadap produk. Pertanyaan nomor 16 pada kuesioner penelitian merupakan representasi dari faktor sikap terhadap promosi. Hasil perhitungan frekuensi faktor sikap terhadap promosi dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22. Faktor sikap responden terhadap promosi
Atribut Bobot
Jumlah Responden (orang) Mendorong Bermain
ATL BTL
Sangat Tidak Setuju 1 4 3
Tidak Setuju 2 21 20
Cukup 3 56 47
Setuju 4 14 30
Sangat Setuju 5 1 0
Setelah menghitung frekuensi, langkah selanjutnya adalah menghitung skor rata-rata untuk mengukur tingkat efektivitas faktor sikap terhadap promosi. Hasil perhitungan skor rata-rata (X) faktor sikap terhadap promosi dapat dilihat pada Tabel 23.
Tabel 23. Hasil perhitungan rata-rata faktor sikap terhadap promosi Atribut Pertanyaan Frekuensi x Bobot Skor rata-rata per Atribut Total Skor Rataan Faktor Sikap
ATL BTL ATL BTL ATL BTL
Mendorong Bermain 275 304 2,75 3,04 2,75 3,04 Dikonversi ke skala tabel DRM g = X × (20/5) 11,00 12,16
Skor rataan faktor sikap terhadap promosi above the line yang dihasilkan sebesar 2,75. Skor 2,75 berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yang menunjukan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan cukup efektif dilihat dari segi faktor sikap terhadap promosi. Pada promosi below the line, skor rataan faktor sikap terhadap promosi sebesar 3,04. Seperti pada promosi above the line, skor ini berada pada rentang skala 2,6 sampai dengan 3,4 yaitu promosi ini cukup efektif jika dilihat dari segi faktor sikap terhadap promosi. Berdasarkan pada rentang skala yang didapatkan promosi Sawangan Golf berada pada rentang skala cukup efektif, namun promosi below the line memiliki skor yang lebih besar daripada promosi above the line. Skor DRM yang didapat menunjukan bahwa promosi below the line lebih menghasilkan sikap yang positif bagi konsumen untuk bermain di Sawangan Golf dibandingkan dengan promosi above the line.
4.5.6. Nilai Total Direct Rating Method
Setelah diperoleh nilai total skor rataan pada masing-masing faktor yang dikonversi ke dalam skala table direct rating, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan seluruh faktor direct rating method. Hasil perhitungan skor direct rating method disajikan dalam Tabel 24.
Tabel 24. Hasil perhitungan total skor Direct Rating Method
Faktor Direct Marketing
Skor hasil konversi ke skala tabel
Direct Rating ATL BTL Perhatian Pemahaman Respon kognitif Respon afektif
Sikap terhadap promosi
11,22 11,72 11,68 10,88 11,00 11,50 11,72 11,92 11,06 12,16 Total skor direct rating 56,5 58,36
Berdasarkan analisis dengan direct rating method yang ditunjukan pada Tabel 26, promosi above the line diperoleh nilai
direct rating (ĝ) sebesar 56,50 dan promosi below the line diperoleh
nilai direct rating (ĝ) sebesar 58,36. Dari kedua nilai yang diperoleh, dapat dilihat bahwa promosi below the line lebih baik daripada promosi above the line, namun apabila nilai tersebut dimasukan ke dalam tabel direct rating, kedua bentuk promosi yang dilakukan oleh Sawangan Golf berada pada rentang skala rata-rata, yaitu pada rentang 40 sampai 60. Skor ini menunjukan bahwa Sawangan Golf perlu meng-improve promosinya baik above the line maupun below the line untuk mendapatkan respon yang lebih baik dari konsumen dari segi perhatian, pemahaman, respon kognitif, respon afektif dan sikap konsumen terhadap promosi.
4.6. Regresi Linear
Berdasarkan data yang diperoleh dari Sawangan Golf, didapatkan besarnya biaya promosi yang dikeluarkan oleh Sawangan Golf dan jumlah tamu yang didapatkan oleh Sawangan Golf setiap bulannya. Hubungan antara biaya promosi yang dikeluarkan dengan besarnya jumlah tamu yang didapatkan Sawangan Golf dianalisis dengan menggunakan regresi linear dengan bantuan Software Minitab 16. Besarnya biaya promosi yang dikeluarkan dan jumlah tamu yang didapatkan dapat dilihat pada Tabel 25.
Tabel 25. Biaya promosi dan jumlah tamu pada tahun 2008 – 2011 Tahun Bulan Biaya Promosi (Rp) Tamu (orang)
2008 Januari 15.400.000 1705 2008 Februari 16.800.000 1707 2008 Maret 18.300.000 1354 2008 April 16.800.000 1559 2008 Mei 14.800.000 1279 2008 Juni 18.600.000 1687 2008 Juli 17.300.000 1405 2008 Agustus 800.000 1757 2008 September 800.000 1058 2008 Oktober 800.000 1484 2008 November 16.500.000 1599 2008 Desember 17.300.000 1754 2009 Januari 16.500.000 2006 2009 Februari 17.300.000 1592 2009 Maret 20.000.000 2085 2009 April 16.500.000 1640 2009 Mei 20.300.000 2004 2009 Juni 17.000.000 1601 2009 Juli 16.700.000 1598 2009 Agustus 800.000 1496 2009 September 800.000 988 2009 Oktober 800.000 1455 2009 November 15.100.000 1526 2009 Desember 16.300.000 1651 2010 Januari 19.500.000 1627 2010 Februari 17.000.000 1456 2010 Maret 19.500.000 1557 2010 April 17.600.000 1465 2010 Mei 18.000.000 1609 2010 Juni 17.500.000 1308 2010 Juli 16.500.000 1443 2010 Agustus 800.000 1302 2010 September 800.000 974 2010 Oktober 800.000 1283 2010 November 15.300.000 1703 2010 Desember 15.800.000 1654 2011 Januari 21.300.000 1639 2011 Februari 20.500.000 1673 2011 Maret 18.800.000 1419 2011 April 18.600.000 1559 2011 Mei 20.900.000 1742
Berdasarkan hasil analisis regresi linear dengan menggunakan bantuan
software Minitab 16, didapatkan output sebagai berikut:
The regression equation is tamu = 1288 + 0,000019 biaya
Predictor Coef SE Coef T P Constant 1288,30 68,21 18,89 0,000 biaya 0,00001852 0,00000436 4,25 0,000
S = 198,925 R-Sq = 31,7% R-Sq(adj) = 29,9%
Persamaan regresi yang didapat adalah tamu = 1288 + 0,000019 biaya. Dalam persamaan regresi, ada dua koefisien yaitu koefisien a dan b. Interpretasi koefisien a adalah nilai y saat x = 0. Nilai a dari persamaan tersebut adalah 1288 yang berarti banyaknya jumlah tamu ketika tidak ada biaya promosi. Interpretasi dari koefisien b adalah besarnya perubahan (naik/turun) nilai y saat x berubah (naik/turun) sebesar satu satuan. Nilai b dari persamaan tersebut adalah 0,000019 yang berarti jumlah tamu akan naik sebesar 0,000019 orang saat biaya dinaikan satu satuan dan sebaliknya. Jadi, apabila biaya promosi ditambah sebesar Rp 100.000,00 akan menambah jumlah tamu sebanyak 2 orang. Minitab 16 juga menghasilkan ukuran seberapa baik peubah x (peubah bebas) menjelaskan peubah y (peubah takbebas) pada nilai R2 sebesar 31,7% yang berarti peubah biaya promosi dapat menjelaskan jumlah kedatangan tamu sebesar 31,7% sedangkan sisanya sebesar 68,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan ke dalam model. Nilai R2 yang didapat menunjukan bahwa model regresi yang dihasilkan kurang baik, hal ini disebabkan variabel yang dimasukan hanya variabel biaya promosi. Beberapa variabel lain harus dimasukan agar model yang dihasilkan lebih baik seperti lokasi (place), biaya masuk (price), dan fasilitas yang ditawarkan (product).
4.7. Implikasi Manajerial
Hasil pengolahan yang dilakukan memiliki implikasi yang positif bagi pihak manajemen Sawangan Golf. Implikasi ini dapat dijadikan sebagai masukan dan rekomendasi bagi pihak manajemen untuk mengembangkan
strategi promosi yang lebih baik di masa depan. Implikasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Promosi yang dilakukan oleh Sawangan Golf cukup efektif untuk meningkatkan dan mempertahankan pangsa pasarnya. Sawangan Golf perlu meningkatkan strategi promosinya yang lebih variatif untuk menarik konsumen yang lebih banyak lagi, karena dengan banyaknya konsumen maka pihak Sawangan Golf akan mendapatkan laba maksimal sehingga dapat meng-improve fasilitas-fasilitas yang ada di Sawangan Golf agar konsumen merasa lebih nyaman.
2. Berdasarkan berkomitmen pihak manajemen untuk terus-menerus meningkatkan kepuasan pelanggan, Sawangan Golf harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen. Oleh karena itu, dalam jangka pendek ini Sawangan Golf perlu memperbaiki fasilitas-fasilitas yang kurang sesuai dengan harapan tamu. Berbagai fasilitas yang perlu diperbaiki oleh Sawangan Golf yaitu menyempurnakan fasilitas loker, memberikan seragam pada
caddy, manambah variasi makanan dan minuman pada restoran, serta
merenovasi club house agar terlihat lebih ekslusif. Fasilitas yang kurang sesuai dengan harapan dapat mempengaruhi kepuasan yang didapatkan dan akan membuat konsumen beralih ke golf course lain. 3. Promosi yang dilakukan Sawangan Golf saat ini merupakan promosi
yang cenderung untuk mempertahankan pangsa pasar atau konsumen. Promosi yang lebih kreatif dan inovatif perlu dilakukan oleh Sawangan Golf seperti bekerja sama dengan grup-grup golf di Depok, perusahaan-perusahaan besar dalam mengadakan event turnamen yang diselenggarakan di Sawangan Golf serta menambahkan fasilitas
driving range untuk meningkatkan konsumen yaitu pegolf pemula.
Selain itu, promosi ini bertujuan untuk meningkatkan positioning Sawangan Golf di mata masyarakat, khususnya pegolf.
4. Faktor eksternal yang menghambat pegolf untuk datang ke lokasi Sawangan Golf adalah akses jalan yang kurang mendukung. Kota Depok memang merupakan kota yang strategis yaitu diantara Jakarta
dan Bogor. Namun kemacetan sering terjadi di jalan Raya Sawangan, Depok, terutama pada hari libur yang sebabkan oleh kondisi jalan yang sempit ditambah dengan kepadatan kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan yang panjang. Oleh karena itu, pihak Sawangan Golf perlu ikut serta dalam membangun akses jalan yang baik di kota Depok seperti bekerja sama dengan Pemerintahan Depok dalam melakukan pelebaran jalan, atau membuat jalan alternatif khusus agar pegolf yang meunju lokasi Sawangan Golf dapat menghindari kemacetan yang terjadi. Hal ini akan mengurangi rasa malas konsumen dalam melakukan perjalanan menuju lokasi Sawangan Golf untuk menikmati produk-produk yang ditawarkan.