• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI ACEH TENGGARA. Mengingat : 1.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI ACEH TENGGARA. Mengingat : 1."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI

ACEH TENGGARA

PERATURAN BUPATI ACEH TENGGARA

NOMOR:

ll

TAHUN 2012 TENTAilG

PENJUALAN KENDARAAN DINAS

MILIK

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TENGGARA

DE]UGAN RA}IMAT TUHAN

YAilG

MAHA ESA

Menimbang

:

a.

b.

Mengingat

:

1.

BUPATI ACEH TENGGARA

bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Mentri Dalam

Negeri

Tahun

Nomor

17

Tahun

20A7

tentang

Pengelolaan

Barang

Milik

Daerah

perlu

dilakukan pengaturan tentang

Penjualan Kendaraan Dinas di Kabupaten Aceh Tenggara ;

bahwa

untuk

maksud

di

atas

perlu ditetapkan dalam suatu Peraturan Bupati.

Undang-Undang

Nomor 4

Tahun 1974 tentang Pembentukan

Kabupaten

Aceh

Tenggara

(

Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 1974 Nomor 32,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 303a);

Undang-Undang

Nomor

L7

Tahun 2003 tentang

Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik

Indonesia

Tahun 2003

Nomor

47,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4286);

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2AA4 tentang Perbendaharaan

Negara (Lembaran Negara Republik

Indonesia

Tahun 2004

Nomor 5,

Tambahan

Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun

2A04

Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir

dengan

Undang-Undang

Nomor

LZ

Tahun 2008

tentang

Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan antara Pemerintah Pusat

dan

Pemerintah Daerah

(Lembaran Negara Republik

Indonesia

Tahun

2004

Nomor

126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

44.38 );

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor

82, Tambahan

Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor

s234);

2.

4.

(2)

Menetapkan

7.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5?3il;

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan

Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia

Tahun

t97t

Nomor

59,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2967);

9.

Peraturan Pemerintah

Nomor

58

Tahun

2005

tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia

Tahun 2005 Nomor 140,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

10.

Peraturan

Pemerintah

Nomor

6

Tahun

2006

tentang

Pengelolaan Barang Milik Negara

/

Daerah (Lembaran Negara

Republik Indonesia

Tahun

2006

Nomor

20,

Tambahan

Lembaran

Negara

Republik Indonesia

Nomor

4609, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor

38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah

Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara

/

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

Nomor

78,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855);

11.

Peraturan Pemerintah

Nomor

38

Tahun

2007

tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah

Daerah Provinsi

dan

Pemerintah Daerah Kabupaten

/

kota

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2407 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

12. Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang

/

lasa Pemerintah;

13. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Manajemen Baran$ Daerah;

14. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2004 tentang

Pedoman Penilaian Barang Daerah;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang

Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;

16. Qanun Kabupaten Aceh Tenggara Nomor 2 Tahun 2008 tentang

Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Aceh Tenggara Nomor 2 Tahun 2008);

17. Qanun Kabupaten Aceh Tenggara Nomor 3 Tahun 2011 tentang

APBK Aceh Tenggara Tahun 20L2; MEMUTUSKAN

:

PERATUMN BUPATI TENTANG PENJUALAN KENDARMN DINAS

MIUK PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TENGGAM.

BAB

I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :

Daerah adalah Kabupaten Aceh Tenggara;

Pemerintah Daemh adalah Pemerinfah Kabupaten Aceh Tenggara; Bupati adalah Bupati Kabupaten Aceh Tenggara;

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten yang selanjutnya di sebut DPRK adalah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara;

Pengelola Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pengelola adalah Sekretaris

Daerah

yang

merupakan Pejabat

yang

berwenang

dan

bertanggung jawab

melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah ;

1. 2. 3. 4. 5.

d.

(3)

6.

Dinas Pengelolaan Keuangan

dan Aset

Daerah adalah

satuan

Perangkat Kerja

Kabupaten yang bertugas -dan diberi kewenangan dan bertanggung jawab sebagai

pembantu penfielolaan Barang (pPB)

dan

Pusat Informasi Barang Milik Daerah

(PIBMD) sefta "beftanggung jav,iab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah;

7.

eengg-una Barang Milik daerah yang selanjutnya disebut pengguna adalah peiabat

pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah;

g.

barun!,iitir

daerah-adalah-iemua barang yang dibeli atau yang diperoleh atas

Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten atau Perolehan Lainya yang sah;

g.

pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan Barang

milik

daerah sebagai

tindak lanjut

da6

penghapusan-dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau

disertakan modal Pemerintahan;

10. penjualan kendaraan Dinas adalah pengalihan kepemilikan barang daerah kepada

pihik

lain dengan menerima penggatian dalam bentuk uang;

ll.kendaraan

Dinas adalah Kendaraan Milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara/

Baik roda 2 (dua), roda 4 (empat) atau lebih;

12. Kendaraan Peroiangan adalah Kendaraan Dinas

yang

perorangan

dinas

yang

dipergunakan oleh Pejabat Negara dan Pimpinan DPRK;

13. Kendiraan Dinas operasional lapangan/khusus adalah adalah kendaraan yang

dipergunakan untuk melayani kepentingan umum;

14.Kendiraan

Dinas

Operasional Perkantoran

adalah

kendaraan

Dinas

yang

dipergunakan oleh Pegawai Negeri sipil dalam melaksanakan kelancaran tugas pada

unit kerja;

15.Kendarjan pool adalah kendaraan kendaraan dinas operasional yang diusulkan oleh

unit kerja dan selanjutnya ditetapkan oleh Bupati;

16.Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan perhitungan, pencatatan data dan

pelaporan Barang Daerah;

17. penilaian adalah suatu proses kegiatan pemilihan yang selektif didasarkan pada

data/ Fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode teknis tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah;

18. penghapusan adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang

dengan menerbitkan

surat

keputusan

dari

pejabat berwenang

untuk

tanggung

jawab administrasi dan fisik atas barang yang berbeda dalam penguasaannya;

19. Perubahan status Hukum adalah setiap perbuatan/ tindakan hukum dari Pemerintah

Daerah yang mengakibatkan terjadinya perubahan status pemilikan/ penguasaan

atas barang Daerah;

20.BPKB adalah Buku Kepemilikan kendaraan Bermotor yang dikeluarkan oleh pejabat

yang berwenang sebagai buKi kepemilikan kendaraan;

21.STNK adalah Surat Tanda Nomor Kendaraan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang atas Kendaraan Dinas;

22. Pemeliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukakn agar semua kendaraan

dinas selalu dalam keadaan baik dan siap digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna;

23. Biaya Operasional adalah biaya yang digunakan untuk mendukung beroperasinya suatu kendaraan;

24.Kas Daerah adalah Bank Aceh (BPD) Cabang Kutacane.

BAB

II

JENIS KEI{DARAAN DINAS Pasa! 2

Kendaraan Dinas dibagi atas 2 (dua) yaitu:

(1)

Kendaraan Perorangan Dinas;

(2)

Kendaraan Dinas Operasional terdiri dari:

a. Kendaraan Dinas Operasional

b. Kendaraan Dinas Opersional Khusus/Lapangan.

Pasal 3

(1)Kendaraan perorangan Dinas sebagaimana dimaksud dengan Pasal 2 angka 1:

a. Kendaraan Dinas yang dipergunakan untuk pelaksanaan tttgas Bupati dan Wakil

(4)

b. Kenderaan Dinas yang dipergunakan untuk pelaksanaan tugas Ketua dan Para

Wakil Ketua Dewan Penryakilan Raicyat Kabupaten Aceh Tenggara

(2) Kendaraan Dinas Operasional sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 angka 2, huruf

a.

merupakan kendaraan dinas

yang

diperlukan

oleh

uniVsatuan

kerja

untuk melaksanakan

tugas pokok

sehari-hari

secara

rutin dan

digunakan secara bersamaan atau bergantian berupa Sedan, Mini Bus, Jeep, Station Wagon, Pick Up

dan Sepeda Motor, Scooter;

(3) Kendaraan Dinas Operasional Khusus/ Lapangan sebagaimana dimaksud dalam

Pasal

2

angka

2

huruf

b,

merupakan kendaraan dinas yang dipergunakan untuk tugas lapangan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sesuai kebutuhan

dan kondisi lapangan berupa Mobil Ambulans, Mobil Pemadam Kebakaran, Mobil Resque, Bus, Mikro Bus, Sepeda Motor roda 3, Truck, Mobil Box, Alat-alat berat, Pesawat dan Kendaraan di atas air.

BAB

III

SYARAT.SYARAT PENJUALAN KEN DARAAN DINAS

Bagian Peftarna

Kendaraan Perorangan Dinas

Paragraf 1

Persyaratan Teknis

Pasal 4

(1) Kendaraan Perorangan Dinas yang dapat dijual adalah:

a.

Kendaraan Dinas yang sudah dipergunakan oleh Bupati dan Wakil Bupati selama

5

(lima) tahun atau

lebih,

sudah

ada

pengganti

dan tidak

mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas;

b. Kenderaan Dinas yang dipergunakan untuk pelaksanaan tugas Ketua dan Para

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara selama 5

(lima) tahun atau lebih, sudah ada pengganti dan tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas;

(2) Yang berhak membeli kendaraan perorangan dinas sebagaimana dimaksud pada

ayat

(1)

adalah Bupati dan Wakil Bupati yang telah mempunyai masa jabatan 5

(lima) tahun atau lebih dan belum pernah membeli kendaraan perorangan dinas dari Pemerintah Daerah;

(3) Kesempatan untuk membeli kendaraan sebagaimana dimaksud pada

ayat

(1) hanya 1 (satu) kali dalam tenggang waktu 10 ( sepuluh) tahun ;

Paragraf 2

Persyaratan

Administratif

Pasal 5

Persyaratan administratif yang harus dipenuhi untuk penjualan kendaraan perorangan dinas:

(1) Berdasar Surat Keputusan yaitu :

a. Keputusan pengangkatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara;

b. Keputusan pengangkatan sebagai Ketua dan para Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara;

(2)

Surat

pernyataan

belum

pernah membeli kendaraan perorangan

dinas

dalam

tenggang waktu 10 (sepuluh) tahun; ,

(3) Berita Acara hasil penelitian Panitia Penjualan.

Bagian kedua

Kendaraan Dinas Operasional Paragraf 1

Persyaratan Teknis

Pasal 6

(1) Penjulan kendaraan Dinas Operasional dilakukan melalui pelelangan umum atau terbatas;

(2) Kendaraan Dinas Operasional yang dapat dijual adalah kendaraan dinas yang sudah

berumur

8

(tahun) yang karena rusak atau tidak efesien lagi bagi keperluan dinas,

sudah ada kendaraan pengganti

dan

tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas;

(5)

..r*

(3)yang

'

- berhak membeli kendaraan Dinas Operasional sebagaimana dimaKud pada

ayaf

(1)

adalah Pegawai Negeri sipil, Ketua dan Wakil

Ketua

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten;

(4) Kesempatan untuk membeli kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya

1 (satu) kali dalam tenggang waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir.

Paragraf 2

Persy.

t"Tljdm

i n

istratif

persyaratan administratif

yang

harus

dipenuhi

untuk

penjualan kendaraan dinas operasional:

(t)

Keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negerl Sipil dan Surat Keputusan Pangkat terakhir;

(2)Telah mempunyai masa kerja minimal 10

(

sepuluh

)

tahun dan telah mengabdi pada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara selama 5 (lima) tahun atau lebih;

(3) Ketua dan Wakil

Ketua

DPRK yang mempunyai masa baKi 5 (lima) tahun yang di buktikan dengan keputusan pengangkatan sebagai anggota DPRK;

(4)

Surat

pernyataan

belum

pernah membeli

kendaraan

dinas

operasional dan

kendaraan dinas operasional khusus dalam tenggang

waKu

10

(sepuluh)

tahun

terakhir bagi PNS, Ketua dan Wakil ketua DPRK;

(5) Berita Acara hasil penelitian Panitia Penjualan.

Bagian

ketiga

Kendaraan Dinas Opersional Khusus

Paragraf 1

Persyaratan Teknis

Pasal 8

(1) Penjualan kendaraan dinas operasional khusus dapat dilakukan

melalui

pelelangan

terbatas atau pelelangan umum;

(2) Kendaraan Dinas Operasional Khusus yang dapat d'rjual adalah kendaraan dinas

yang sudah berumur 10 (sepuluh) tahun atau lebih, sudah ada pengganti atau tidak

mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas;

(3)

Untuk

pelelangan terbatas

yang

berhak membeli kendaraan Dinas Operasional Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat

(1)

adalah Pegawai Negeri Sipil, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten;

(4) Untuk pelelangan umum berlaku ketentuan yang diatur dalam pelelangan negara.

Paragraf ke 2

Persya

ratan

Admin

istratif

Pasal 9

Persyaratan administratif

yang

harus

di

penuhi

untuk

penjualan kendaraan dinas operasional khusus memalui pelelangan terbatas:

(1) Pemutusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dan Surat Keputusan perangkat terakhir;

(2)Telah mempunyai masa kerja minimal 10 (sepuluh) tahun dan telah mengabdi pada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara selama 5 (lima) tahun atau lebih;

(3) Ketua dan Wakil Ketua DPRK yang mempunyai masa BaKi

5

(lima) tahun yang

dibuktikan dengan keputusan pengangkatan sebagai anggota DPRK;

(4) Surat peryataan belum pernah membeli kendaraan dinas operasional dan kendaraan

dinas operasional khusus dalam tenggang waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir bagi

PNS, Ketua dan Wakil Ketua DPRK;

(5) Berita Acara Hasil Penelitian Panitia Penjualan.

Pasal 10

Penjualan kendaraan

dinas

melalui

pelelangan

Umum

dan

Pelelangan Terbatas dilaksanakan oleh Panitia Pelelangan yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Pasal 11

Pelaksanaan penjualan kendaraan

dinas

dilakukan setelah

di

hapus

dari

daftan

(6)

BAE

IV

PENGHAFqJSAN KENMARAAN DINAS

Bagian Kesatuan

Syarat-syarat

PenghaPusan Pasal 12

(1)

Kendaraan Perorangan Dinas yang dapat dihapus dari daftar inventaris dan daftar barang milik daerah adalah kendaraan yang telah berumur

5

(lima) tahun atau

leLrih;

(2)

Kendaraan Dinas Operasional yang dapat dihapuskan dari daftar Inventaris dan

daftar

Barang

milik

daerah adalah kendaraan

yang

telah

berumur minimal 8

(Delapan) tahun atau rusak berat (karena kecelakaan atau force majeure) dengan

kondisi maksimal paling tinggi 30o/o) dan tidak efesien lagi dipergunakan untuk

keperluan dinas;

(3)

Kendaraan Dinas Operasional Khusus/ Lapangan yang dapat dihapuskan dari Daftar

inventaris dan daftar barang milik daerah adalah kendaraan yang telah berumur

minimal

10

(sepuluh)

tahun

atau

rusak

berat

(karena kecelakaan

atau

force

majeure) dengan kondisi maksimal paling

tinggi

30

9o)

dan tidak

efesien lagi

dipergunakan untuk keperluan dinas.

Bagian Kedua

Tata Cara Penghapusan Pasal 13

(1)

Pengguna Barang mengajukan usulan penghapusan kendaraan dinas opersional yang telah memenuhi persyaratan kepada Bupati;

(2)

Bupati Menetapkan Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah dengan keputusan yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait;

(3)

Panitia penghapusan sebagaimana dimaksud pada

ayat

(2)

bertugas menelit!/

memeriksa

kondisi

kendaraan,

dokumen kepemilikan, administrasi, pengguna,

pembiayaan, pemeliharaan/ atau perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu dan hasil penelitian dituangkan dalam bentuk Berita Acara Untuk disampaikan kepada Pengelola;

(4)

Pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada Bupati untuk selar:jutnya

ditetapkan dalam Keputusan tentang penghapusan kendaraan dinas. BAB V

PENJUATAN KENDAR.AAN DINAS

Bagian Kesatu

Kendaraan Perorangan Dinas Pasal 14

(1)

Kendaraan Perorangan Dinas yang telah berumur 5 sanrpai 7 tahun, harga jualnya adalah 40% (empat puluh persen) dari harga umum/ pasaran yang berlaku;

(2)

Kendaraan Perorangan

Dinas

yang telah berumur

8

(delapan) tahun atau lebih, harga jumlahnya 20olo (dua puluh persen) dari harga umuml pasaran yang berlaku;

(3)

Pelunasan harga penjualan kendaraan perorangan dinas dilaksanakan

selambat-lambatnya 1 (satu) tahun;

(4)

Selama belum dilunasi kendaraan perorangan dinas tersebut tetap tercatat sebagai barang inventaris Pemerintah Daerah;

(5)

Kepada pembeli dikenakan biaya perbaikan selama

1

(satu) tahun terakhir yang

harus dibayar lunas sekaligus, sebelum surat Perjanjian Sewa Beli di tandatangani

oleh Pengelola atas nama Bupati;

(6)

Surat perjanjian sewa beli harus memuat :

a. Besarnya cicilan bulanan atas harga jual kendaraan dimaksud dengan ketentuan harus sudah di lunasi selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun;

b. Balik nama atas kendaraan tersebut dapat dilaksanakan apabila pembayaran

telah di lunasi.

(7)

Harga

jual

dan

biaya

perbaikan selama

1

(satu) tahun terakhir

menipakan penerimaan pemerintah daerah dan harus disetor ke Kas Daerah;

(B)

Selelah harga jual kendaraan perorangan dinas clilunasi, maka cli keluarkan Keputusan Walikota yanq menetapkan :

(7)

a. Pelepasan

hak

Pemerintah daerah

atas

kendaraan perorangan Dinas tesebut

kepada Pembelinya;

b. Penghapusan Kendaraan Perorangan Dinas

dari

Buku Inventaris Pemerintah Daerah;

(9)

Berdasarkan Keputusan Bupati dimaksud

pada

ayat

(8),

pembeli

kendaraan

perorangan dinas dapat melakukan Balik Nama Kendaraan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

(10)Bagi Penjabat Pembeli yang tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan

waktu yang telah ditentukan dapat

di

cabut haknya untuk membeli kendaraan

dimaksud

dan

selanjutnya kendaraan tersebut

tetap

menjadi

milik

Pemerintah Daerah.

Bagian Kedua

l(endaraan Dinas Operasional dan

Kendanaan Dinas Operasional Khusus

Pasal 15

(1)

Kepada

pemakaian

yang

sekaligus merupakan

pembeli

kendaraan

dinas operasional, dikenakan perbaikan selama 1 (satu) tahun terakhir dan disetor ke kas daerah;

(2)

Dalam hal pembeli bukan merupakan pemakai kendaraan dinas opersional, maka

biaya

dibebankan

kepada Anggaran

Pendapatan

Belanja

Kabupaten Aceh Tenggara;

(3)

Biaya perbaikan dimaksud pada ayat (1) harus dibayar lunas sekaligus kepada saat pelunasan biaya lelang;

Harga

jual

kendaraan dinas operasional dan kendaraan dinas operasional khusus adalah perkalian hasil cek fisik instansi berwenang dengan harga pasaran umum; Hasil pelelangan/ penjualan disetor ke Kas Daerah;

Setelah harga jual kendaraan dinas operasional atau kendaraan dinas operasional

khusus dilunasi, maka pembeli dapat melakukan balik nama kendaraan tersebut

sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BAB

VI

KETENTUAT{ PEI{UTI'P

'

Pasal 16

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal di undangkan,

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan Penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Aceh Tenggara.

Ditetapkan

di

Kutacane

Pada tanggalgl Desember

20tz

(4) (s) (6)

^

BUPATI ACEH TENGGARA

rr

4,

ffi

-{F

Diundangkan

di

Kuta

ca

n e

Pada Tanggal &,Desember 20Lz

/

SEKRETARIS DAERAH

tfl-xaeuPArEu

AcEH TEilGGA

*(

4Gri

Drc,

HADIMIN

KARO KARO

Pembina

TK-I

Nip. 19620405 199303

I

003

H. HASANUDDIN.B

Referensi

Dokumen terkait

Daftar Lampiran ... Latar Belakang Permasalahan ... Rumusan Masalah ... Tujuan Penelitian ... Manfaat Penelitian ... Definisi Motivasi Kerja ... Faktor-faktor Teori Harapan

tidak tahan dan kurang tahan yang proporsinya cukup besar mencapai 94%, maka kondisi sosial ekonomi rumah tangga petani, dengan umur yang relatif produktif, pendidikan petani

Berdasarkan bukti empiris yang diperoleh maka disimpulkan bahwa: 1) Secara simultan, variabel computer anxiety yang terdiri dari computer fear (X1) dan computer

Tanjung Sejahtera 1 Juli 2011 Musyawarah Desa 7 4 11 082136794208 Ali Mufid.. 110

Hasil penelitian identifikasi masalah pertama diperoleh bahwa pendapatan petani di daerah penelitian tinggi dengan membandingkannya terhadap UMK Deli Serdang, dimana 58,34%

Tapi kalau dilihat dari segi bahasa, Homo sapien dan adam memiliki arti yang sama, kata adam berasal dari bahasa aram kuno yang berarti manusia atau yang kita kenal manusia

Dengan terjadinya pengakhiran terhadap Perjanjian ini, Panel Ilmiah dibubarkan dan tidak lagi melakukan segala kegiatan dan Badan Hukum yang dibentuk berdasarkan Perjanjian ini

bahwa untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun