• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pendahuluan Bayi Prematur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Pendahuluan Bayi Prematur"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN PREMATUR  LAPORAN PENDAHULUAN PREMATUR 

A.

A. PengPengertiertianan

Bayi prematu

Bayi prematur adalah r adalah bayi baru lahir dengan berat badan bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang darilahir kurang dari 2500 gram. Bayi prematur adalah neonatus dengan Berat Badan Lahir pada 2500 gram. Bayi prematur adalah neonatus dengan Berat Badan Lahir pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram (Tanto, 2014). alam hal ini dibedakan saat kelahiran kurang dari 2500 gram (Tanto, 2014). alam hal ini dibedakan men!adi"

men!adi" 1.

1. #r#remematuaturiritas murtas murni $ani $aititu u baybayi i padpada a kehkehamamilailan n % % &' &' miminggnggu u dendengangan  berat badan sesuai.

 berat badan sesuai. 2

2.. eettaarrddaassi i ppeerrttuummbbuuhhaan n !!aanniin n iinnttrra a uutteerriin n ((**++)) $

$aaititu u baybayi i yayang ng lalahihir r dedengangan n berberat at badbadan an renrendah dah dadan n titidak dak sessesuaiuai dengan usia kehamilan

dengan usia kehamilan lasi-ikasi pada bayi premature" lasi-ikasi pada bayi premature" a.

a. BayBayi prei prematmatur diur digarigaris bats batasas

• &' mg, masa gestasi&' mg, masa gestasi •

• 2500 gr, &250 gr 2500 gr, &250 gr  •

• 1 / seluruh kelahiran hidup1 / seluruh kelahiran hidup •

• Biasanya normalBiasanya normal •

• asalaasalah" h" etidak stabilan, kesulitan menyusu, ikterik,  etidak stabilan, kesulitan menyusu, ikterik,  mungkimungkinn

munul munul

• #enampilan" Lipatan pada kaki sedikit, payudara lebih keil, lanugo#enampilan" Lipatan pada kaki sedikit, payudara lebih keil, lanugo

 banyak, genitalia kuran

 banyak, genitalia kurang berkembang.g berkembang.  b.

 b. Bayi #rematur edangBayi #rematur edang

• &1 mg 3 & gestasi&1 mg 3 & gestasi •

• 1500 gr 3 2500 gram1500 gr 3 2500 gram •

•  /  ' / seluruh kelahiran hidup /  ' / seluruh kelahiran hidup •

• asalaasalah" h" etidaetidak k stabilan, pengaturastabilan, pengaturan n glukosa, , ikterik, anemia,glukosa, , ikterik, anemia,

in-eksi, kesulitan menyusu. in-eksi, kesulitan menyusu.

(2)

• #enampilan" eperti pada bayi premature di garis batas tetapi lebih#enampilan" eperti pada bayi premature di garis batas tetapi lebih

 parah, kulit lebih tipis, lebih

 parah, kulit lebih tipis, lebih banyak pembuluh darbanyak pembuluh darah yang tampakah yang tampak .

. BaBayi yi aangngat at #r#remematatur ur 

• 24 mg 3 &0 mg gestasi24 mg 3 &0 mg gestasi •

• 500 gr 3 1400 gr 500 gr 3 1400 gr  •

• 0, / seluruh kelahiran hidup0, / seluruh kelahiran hidup •

• asalah " semuaasalah " semua •

• #enam#enampilan" eil tidak pilan" eil tidak memimemiliki lemak, liki lemak, kulit sangat tipis, kulit sangat tipis, kedua matakedua mata

mungkin berdempetan (Tanto, 2014). mungkin berdempetan (Tanto, 2014).

B.

B. EtiEtioloologigi #r

#remematuaturiritas tas adaadalalah h penpenyeyebab bab ututamama a dadari ri kemkematiatian an perperininataatal l di di nenegargaraa idiopatik, meskipun pada beberapa kasus disebabkan oleh in-eksi, kelainan idiopatik, meskipun pada beberapa kasus disebabkan oleh in-eksi, kelainan uterus, inkompetensia ser6iks dan kelainan plaenta. 7tiologi prematur adalah " uterus, inkompetensia ser6iks dan kelainan plaenta. 7tiologi prematur adalah " 1.

1. eemomogrgra-a-ii a.

a. nnsisidendens s bebertartambmbahah 1)

1) BaBatatas s ususia ia teteraratatas s dadan n teterbrba8a8ah ah uungngkikin n beberkrkaiaitatan n dedengnganan ampuran -aktor lainnya.

ampuran -aktor lainnya. 2)

2) tatatus tus sosisosial eal ekonokonomi mi yanyang reg rendahndah &)

&) #re#renatnatal al are are yanyang tig tidak dak adekadekuatuat 4)

4) as. as. BeberapBeberapa penela penelitian mitian melaporkan elaporkan kenaikan kenaikan dua kadua kali lili lipat kulpat kulitit hitam.

hitam. 2.

2. +ay+aya hida hidup daup dan pekn peker!er!aanaan a.

a. TTererbuktbukti menai menaikkaikkan insiden insidensns 1

1)) eerrookkook k  2)

2) #en#enggunggunaan aan obatobatobaobatan tan (dru(drug ug ust)st)  b.

 b. ungkin insidens naik ungkin insidens naik  1)

1) BeBerdirdiri ri teterlrlalu alu lamlamaa 2)

(3)

&) er!a berat mengangkat berat pada pasien yang mempunyai  predisposisi melahirkan prematur.

&. i8ayat eproduksi

9aktor utama dalam menetapkan resiko pada kehamilan yang sedang  berlangsung.

4. :nomali uterus

Lelomiomata pada uterus bisa !uga meningkatkan insidens partus  prematurus.

5. enaikan berat badan

Berat badan yang rendah atau kenaikan berat badan yang sedikit bisa meningkatkan resiko.

. :nemia

a. :lat prediksi yang paling lemah.

 b. emungkinan berkaitan dengan -aktor resiko lainnya. '. *kuran uterus dan kelainan plaenta

*terus yang menggelembung (distended ) bisa memperbesar perbentukan  !untion.

a. ehamilan ganda  b. #olihramnnion

9aktor yang dapat mendorong timbulnya prematuritas adalah " 1. 9aktor ibu adalah meliputi "

a. *sia diba8ah 20 tahun atau di atas &5 tahun.

 b. #enyakit yang diderita ibu, misalnya pendarahan antepartum, trauma  psikis, toksimia gra6idarum.

. ;ipotensi tibatiba d. #re eklami dan eklamsi

e. ultigra6ida yang !arak kehamilannya terlalu dekat. -. eadaan sosial ekonomi rendah

(4)

2. 9aktor !anin adalah " a. ehamilan ganda  b. elainan kromosom

. n-eksi dalam kandungan d. #

&. 9aktor lingkungan a. Tempat tinggal  b. adiasi

c. <at=at raun (:dnyanti, 2011).

C. Patofisiologi

#enyebab ter!adinya kelahiran bayi prmatur belum diketahui seara !elas. ata statistik menun!ukkan bah8a bayi lahir prematur ter!adi pada ibu yang memiliki sosial ekonomi rendah. e!adian ini dengan kurangnya pera8atan  pada ibu hamil karena tidak melakukan antenatal are selama kehamilan. :supan nutrisi yang tidak adekuat selama kehamilan, in-eksi pada uterus dan komplikasi obstetrik yang lain merupakan penetus kelahiran bayi prematur. bu hamil dengan usia yamg masih muda, mempunyai kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol !uga menyebabkan ter!adinya bayi prematur. 9aktor  tersebut bisa menyebabkan terganggunya -ungsi plasenta menurun dan memaksa bayiuntuk keluar sebelum 8aktunya. arena bayi lahir sebelum masa gestasi yang ukup maka organ tubuh bayi belum matur sehingga bayi lahir   prematur memerlukan pera8atan yang sangat khusus untuk memungkinkan  bayi beradaptasi dengan lingkungan luar (Tanto, 2014)

D. Tanda atau Gejala a!i Pre"atur arakteristik bayi prematur adalah " 1. Berat badan kurang dari 2500 gram 2. #an!ang badan kurang dari 45 m &. Lingkar kepala kurang dari && m 4. Lingkar dada kurang dari &0 m

(5)

5. epala lebih besar dari badan . ulit tipis transparan

'. Lanugo (bulubulu) banyak terutama di dahi, pelipis dan telinga dan tangan. . Lemak subkutan kurang.

>. +enetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora (pada 8anita). #ada lakilaki tester belum turun.

10. ambut tipis, halus.

11. Tulang ra8an di daun telinga masih kurang sempurna. 12. #utting susu belum terbentuk dengan baik.

1&. #ergerakan kurang dan lemah.

14. Banyak tidur, tangis lemah, perna-asan belum teratur dan sering mengalami serangan apnae.

15. e-lek tonus lemah, re-lek menghisap dan menelan serta re-lek batul  belum sempurna.

1. ulit tampak mengkilat dan liin (:dnyanti, 2011).

E. Penatala#sanaan Ba!i Pre"atur 1. #era8atan di umah akit

engingat belum sempurnanya ker!a alat 3 alat tubuh yang perlu untuk   pertumbuhan dan perkembangan dan penyesuaian diri dengan lingkungan

hidup di luar uterus maka perlu diperhatikan pengaturan suhu lingkungan,  pemberian makanan dan bila perlu pemberian oksigen, menegah in-eksi

sertamenegah kekurangan 6itamin dan =at besi. a. #engaturan suhu

Bayi prematur mudah dan epat sekali menderita hipotermia bila  berada di lingkungan yang dingin. ehilangan panas disebabkan oleh  permukaan tubuh bai yang relati6e lebih luas bila dibandingkan dengan berat badan, kurangnya !aringan lemak di ba8ah kulit dan kekurangan lemak oklat (bro8n -lat). *ntuk menegah hipotermia  perlu diusahakan lingkunagn yang ukup hangat untuk bayi dan dalam

(6)

 bayi tetap normal. Bila bayi di ra8at di dalam inubator maka suhu untuk bayi dengan berat badan kurang dari 2 kg adalah &5 ?@ dan untuk bayi dengan berat badan 2 3 2,5 kg adalah &4 ?@ agar ia dapta mempertahankan suhu tubuh sekitar &' ?@. elembapan inubator   berkisar antara 50/  0/. elembapan yang lebih tinggi diperlukan  pada bayi dengan sindroma gangguan perna-asan. uhu inubator 

dapat diturunkan 1?@ perminggu untuk bayi dengan berat badan 2 kg dan seara berangsur 3 angsur ia dapat di letakkan di dalam tempat tidur bayi dengan suhu lingkungan 2'?@  2>?@. Bila inubator tidak  ada, pemanasan dapat dilakukan dengan membungkus bayi dan meletakkan botol 3 botol hangat disekitarnya atau dengan memasang lampu petromaks di dekat tempat tidur bayi. @ara lain untuk  mempertahankan suhu tubuh bayi sekitar &?@  &'?@ adalah dengan memakai alat Aperspeheat shieldC yang diselimutkan pada bayi dalam inubator. :lat ini digunakan untuk menghilangkan panas karena radiasi. :khir 3 akhir ini telah mulai digunakan inubator yang dilengkapi dengan alat temperature sensor (thermistor probe). :lat ini ditempelkan di kulit bayi. uhu inubator dikontrol oleh alat ser6omehanism. engan ara ini suhu kulit bayi dapat dipertahankan  pada dera!at yang telah ditetapkan sebelumnya. :lat ini sangat  berman-aat untuk bayi dengan lahir yang rendah.

Bayi dalam inubator hanya dipakaikan popok. ;al ini mungkin untuk penga8asan mengenai keadaan umum, perubahan tingkah laku, 8arna kulit, perna-asan, ke!ang dan sebagainya sehingga penyakit yang diderita dapat dikenal sedini 3 dininya dan tindakan serta  pengobatan dapat dilaksanakan seepatnya.

 b. #emberian : pada bayi premature

:ir usu bu (:) adalah makanan yang terbaik yang dapat diberikan oleh ibu pada bayinya, !uga untuk bayi premature. omposisi : yang dihasilkan ibu yang melahirkan premature  berbeda dengan komposisi : yang dihasilkan oleh ibu yang

(7)

melahirkan ukup bulan dan perbedaan ini berlangsung selama kurang lebih 4 minggu. Dadi apabila bayi lahir sangant premature (%&0E

ering kali ter!adi kegagalan menyusui pada ibu yang melahirkan  premature. ;al ini disebabkan oleh karena ibu stres, ada perasaan  bersalah, kurang peraya diri, tidak tahu memerah : pada bayi  prematur re-leks hisap dan menelan belum ada atau kurang, energi untuk menghisap kurang, 6olume gaster kurang, sering ter!adi re-luks,  peristaltik lambat.

:gar ibu yang melahirkan prematur dapat berhasil memberikan : perlu dukungan dari keluarga dan petugas, dia!arkan ara memeras : dan menyimpan : perah dan ara memberikan :  perah kepada bayi prematur dengan sendok, pipet ataupun pipa

lambung.

1) Bayi prematur dengan berat lahir E100 gram (E &4 minggu gestasi) dapat langsung disusukan kepada ibu. ungkin untuk hari 3 hari  pertama kalau : belum menukupi dapat diberikan : donor 

dengan sendok F angkir  3 10 kali sehari.

2) Bayi prematur dengan berat lahir 1500 100 gram (&2 3 &4 minggu), re-leks hisap belum baik, tetapi re-leks menelan sudah ada, diberikan : perah dengan sendok F angkir, 10 3 12 kali sehari. Bayi prematur dengan berat lahir 1250 3 1500 gram (&0 3  &1 minggu), re-leks hisap dan menelan belum ada, perlu diberikan : perah melalui pipa orogastrik 12G sehari.

&) Bayi prematur dengan berat lahir %1250E

(8)

#ada bayi prematur, re-lek hisap, telan dan batuk belum sempurna, kapasitas lambung masih sedikit, daya en=im penernaan terutama lipase masih kurang disamping itu kebutuhan protein & 3 5 gramF hari dan tinggi kalori (110 kalF kgF hari), agar berat badan bertambah sebaik 3 baiknya. Dumlah ini lebih tinggi dari yang diperlukan bayi ukup bulan. #emberian minum dimulai pada 8aktu bayi berumur &  !am agar bayi tidak menderita hipoglikemia dan hiperbilirubinemia.

ebelum pemberian minum pertama harus dilakukan penghisapan airan lambung. ;al ini perlu untuk mengetahui ada tidaknya atresia esophagus dan menegah muntah. #enghisapan airan lambung !uga dilakukan setiap sebelum pemberian minum berikutnya. #ada umumnya bayi denagn berat lahir 2000 gram atau lebih dapat menyusu  pada ibunya. Bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram kurang mampu menghisap air susu ibu atau susu botol, terutama pada hari 3  hari pertama, maka bayi diberi minum melalui sonde lambung (orogastrik intubation).

Dumlah airan yang diberikan untuk pertama kali adalah 1 3 5 mlF!am dan !umlahnya dapat ditambah sedikit demi sedikit setiap 12  !am. Banyaknya airan yang diberikan adalah 0mgFkgFhari dan setiap

hari dinaikkan sampai 200mgFkgFhari pada akhir minggu kedua.

d. enegah in-eksi

Bayi prematur mudah sekali terserang in-eksi. ni disebabkan oleh karena daya tahan tubuh terhadap in-eksi kurang, relati- belum sanggup membentuk antibodi dan daya -agositosis serta reaksi terhadap peradangan belum baik oleh karena itu perlu dilakukan tindakan penegahan yang dimulai pada masa perinatal memperbaiki keadaan sosial ekonomi, program pendidikan (nutrisi, kebersihan dan kesehatan, keluarga berenana, pera8atan antenatal dan post natal),

(9)

sreening (TH@;, ;epatitis, :), 6aksinasi tetanus serta tempat kelahiran dan pera8atan yang ter!amin kebersihannya. Tindakan aseptik antiseptik harus selalu digalakkan, baik dira8at gabung maupun dibangsal neonatus. n-eksi yang sering ter!adi adalah in-eksi silang melalui para dokter, pera8at, bidan, dan petugas lain yang  berhubungan dengan bayi. *ntuk menegah itu maka perlu dilakukan"

1) iadakan pemisahan antara bayi yang terkena in-eksi dengan bayi yang tidak terkena in-eksi

2) enui tangan setiap kali sebelum dan sesudah memegang bayi &) embersihkan temapat tidur bayi segera setelah tidak dipakai lagi

(paling lama seorang bayi memakai tempat tidur selama 1 minggu untuk kemudian dibersihkan dengan airan antisptik)

4) embersihkan ruangan pada 8aktu 3 8aktu tertentu 5) etiap bayi memiliki peralatan sendiri

) etiap petugas di bangsal bayi harus menggunakan pakaian yang telah disediakan

') #etugas yang mempunyai penyakit menular dilarang mera8at bayi ) ulit dan tali pusat bayi harus dibersihkan sebaik 3 baiknya

>) #ara pengun!ung hanya boleh melihat bayi dari belakang kaa

e. inum ukup

elama dira8at, pihak rumah sakit harus memastikan bayi mengkonsumsi susu sesuai kebutuhan tubuhnya. elama belum bisa menghisap denagn benar, minum susu dilakukan dengan menggunakan  pipet.

(10)

bu sangat disarankan untuk terus memberikan sentuhan pada  bayinya. Bayi prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu menurut  penelitian menun!ukkan kenaikan berat badan yang lebih epat daripada  !ika si bayi !arang disentuh.

g. embantu beradaptasi

Bila memang tidak ada komplikasi, pera8atan di  bertu!uan membantu bayi beradaptasi dengan limgkungan barunya. etelah suhunya stabil dan dipastikan tidak ada in-eksi, bayi biasanya sudah  boleh diba8a pulang. Iamunada !uga se!mlah  yang menggunakan  patokan berat badan. isalnya bayi baru boleh pulang kalau beratnya menapai 2kg kendati sebenarnya berat badan tidak berbanding lurus dengan kondisi kesehatan bayi seara umum (:dnyanti, 2011).

2. #era8atan di rumah

a. inum susu

Bayi prematur membutuhkan susu yang berprotein tinggi. Iamun dengan kuasa Tuhan, ibu 3 ibu hamil yang melahirkan bayi  prematur dengan sendirinya akan memproduksi : yang  proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang melahirkan  bayi ukup bulan. ehingga diusahakan untuk selalu memberikan : eksklusi-, karena =at gi=i yang terkandung didalamnya belum ada yang menandinginya dan : dapat memperepat  pertumbuhan berat anak.

 b. Daga suhu tubuhnya

alah satu masalah yang dihadapi bayi prematur adalah suhu tubuh yang belum stabil. Hleh karena itu, orang tua harus mengusahakan

(11)

supaya lingkungan sekitarnya tidak memiu kenaikan atau  penurunan suhu tubuh bayi. Bisa dilakukan dengan menempati

kamar yang tidak terlalu panas ataupun dingin.

. #astikan semuanya bersih

Bayi prematur lebih rentan terserang penyakit dan in-eksi. arenanya orang tua harus berhati 3 hati men!aga keadaan si keil supaya tetap bersih sekaligus meminimalisir kemungkinan terserang in-eksi. aka sebaiknya ui tangan sebelum memberikan susu, memperhatikan kebersihan kamar.

d. B:B dan B: 

B:B dan B: bayi prematur masih terhitung 8a!ar kalau setelah disusui lalu dikeluarkan dalam bentuk pipis atau pup. en!adi tidak 8a!ar apabila tanpa diberi susu pun bayi terus B:B dan B:. *ntuk kasus seperti ini tak ada !alan lain keuali segera memba8anya ke dokter.

d. Berikan stimulus yang sesuai

Bisa dilakukan dengan menga!ak berbiara, membelai, memi!at, menga!ak bermain, menimang, menggendong, menun!ukkan  perbedaan 8arna gelap dan terang, gambar 3 gambar dan mainan  ber8arna erah.

$. La"an!a Pera%atan

eara prinsip, semua rumah sakit di tanah air sudah bisa mera8at bayi dengan BBL keuali yang disertai ketidakmatangan organorgan 6ital seperti

(12)

 paruparu dan !antung yang hanya dapat ditangani oleh rumah sakit dengan -asilitas I@* ( Neonatal Intensive Care Unit ). uang I@* adalah ruang  pera8atan intensi- untuk bayi baru lahir yang memerlukan pengobatan dan  pera8atan khusus, guna menegah dan mengobati ter!adinya kegagalan organ

organ 6ital. I@* sendiri merupakan sarana terdapat pada le6el pera8atan &. *ntuk diketahui, le6el pera8atan pasien di rumah sakit dibagi tiga bagian. Le6el 1 merupakan pera8atan biasa, pasien dira8at di ruang atau kamar biasa dan tidak memerlukan alat atau -asilitas khusus. #ada le6el 2, ruang pera8atan memerlukan monitor dan inkubator. edangkan di le6el &, selain monitor dan inkubator, ruangan !uga mesti di-asilitasi 6entilator. onitor ber-ungsi untuk  mengontrol detak !antung dan otak. edangkan 6entilator untuk membantu sistem pernapasan. Bayi BBL umumnya dira8at di le6el 2 dan &. okter anak  khususnya bagian perinatologi sangat berperan dalam pera8atan dan  pengobatan kasuskasus seperti ini.

oal lamanya 8aktu pera8atan pasien bayi dengan BBL tentu tergantung kasus. Iamun biasanya mereka diperbolehkan pulang !ika sudah mendekati tanggal kelahiran idealnya. @ontoh bayi yang dilahirkan  minggu lebih dini dari seharusnya, biasanya mesti men!alani pera8atan di rumah sakit kurang lebih 4 minggu, atau lebih epat dua minggu dari kelahiran idealnya. #ertimbangan lainnya, bayi akan dipulangkan !ika kondisi tubuhnya sudah stabil, organorgan 6italnya sudah ber-ungsi baik, dan berbagai resiko yang menganam sudah bisa dihindari. alah satu indikatornya adalah kemampuan  bayi untuk mengisap atau buang air besar dan keil sudah baik.

Hleh sebab itu pemulangan paksa pasien bayi dengan BBL oleh orang tuaFkeluarga sangat tidak disarankan karena ia dapat mengalami berbagai resiko kesehatan, seperti in-eksi, gagal napas, gagal !antung dan sebagainya (Tanto, 2014).

G. &o"'li#asi

1. indrom aspirasi mekonium, as-iksia neonatorum, sindrom distres respirasi,  penyakit membran hialin.

(13)

2. ismatur preterm terutama bila masa gestasinya kurang dari &5 minggu. &. ;iperbilirubinemia, patent dutus arteriosus, perdarahan 6entrikel otak. 4. ;ipotermia, ;ipoglikemia, ;ipokalsemia, :nemi, gangguan pembekuan

darah.

5. n-eksi, retrolental -ibroplasia, neroti=ing enteroolitis (I7@).

(14)

7tiologi

9aktor Danin 9aktor #lasenta

9aktor bu

#ersalinan #retermF#rematur 

maturitas ntegumen maturitas HrganHrgan #ermukaan tubuh

relati6e lebih luas

#embakaran lemak  metabolisme espon enggigil #anas tubuh Berkurang Lemak ubkutan urang Hi'oter"ia Resi#o #e#urangan (olu"e )airan elalui kulit maturitas Termoregulasi dehidrasi ehilangan @airan #emaparan dg suhu luar  #enguapan Berlebih

ulit tipis, halus, mudah leet #enurunan daya tahan tubuh Resi#o #erusa#an integritas #ulit istem kekebalan tubuh blm sempurna #er-usi H2 ke  !aringan +angguan aliran darah Resi#o infe#si esiko n-eksi epsis ehilangan #anas maturitas  paruparu uplai H2 dalam darah menurun Gangguan Pertu#aran gas Pat*%a!

(15)

alnutrisi e-lek menghisap  belum sempurna ekurangan adangan energi Hi'ogli#e"i Jolume paru menurun +ntoleransi a#tifitas Tonus otot menurun

;ipoksia

Nutrisi #urang dari #eutu*an

Pola nafas tida# efe#tif 

(16)

;ipoksia

#ola na-as tidak  e-ekti- 

(17)

A,UHAN &EPERA-ATAN BA+ LAH+R PREMATUR 

/. Peng#ajian a. irkulasi

 Iadi apikal mungkin epat F tidak teratur dalam batas normal (120 sampai 10 dpm) murmur !antung yang dapat menandakan duktus arteriosus paten (#:)

 b. akanan F @airan

Berat badan kurang dari 2500 g . Ieurosensori

 Tubuh pan!ang, kurus, lemas dengan perut agak gendut

 *kuran kepala besar dalam hubungan dengan tubuh " sutura mungkin mudah di gerakan, -ontanel mungkin besar F terbuka lebar 

 *mumnya ter!adi edema pada kelopak mata, mata mungkin merapat e-lek tergantung pada usia gestasi

d. #erna-asan

 :pgar sore mungkin rendah

 #erna-asan dangkal, tidak teratur, perna-asan dia-ragmatik intermiten (400 Fmnt) mengorok, perna-asan uping hidung, retraksi suprasternal subternal, sianosis ada.

 :danya bunyi ampelas pada auskultasi, menandakan sindrom distres  perna-asan ()

e. eamanan

 uhu ber-luktuasi dengan mudah

 enangis mungkin lemah

(18)

 ulit transparan

 Lanugo terdistribusi seara luas diseluruh tubuh

 7kstremitas tampak edema

 +aris telapak kaki terlihat

 uku pendek  -. eksualitas

 #ersalinan F kelahiran tergesagesa

 +enetalia  Labia minora lebih besar dari labia mayora dengan kritoris menon!ol testis pria tidak turun, rugae mungkin banyak F tidak ada pada skrotum

g. ata #enun!ang " 1) #engobatan "  @ettra=idine 2  '5 mg  :minophylin 2  0,15 FJ  ikasin 2  10 mg  :minosteril 15  2) #erhatian husus"  H2  Hbser6asi TTJ

&) Laboratorium pada tanggal 2' eptember 2005 "

 ;t " 4 6ol /

 ;b " 15,' grFdl

 Leukosit " 11 >00 ul

 @lorida darah " 112 m7M

(19)

 alium " 4,1

 + " &

0. Diagnosa &e'era%atan

a. erusakan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan per-usi 6entilasi

 b. etidak e-ekti-an pola napas berhubungan dengan imaturitas pusat  perna-asan perkembangan otot, penurunan energi F kelelahan

. esiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan imaturitas produksi en=im.

d. esiko ter!adi penurunan hipotermia berhubungan dengan perkembangan # imatur, ketidak mampuan merasakan dingin berkeringat

e. esiko in-eksi berhubungan dengan respon imun imatur, prosedur in6asi-  1. +nter2ensi &e'era%atan

a. erusakan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan per-usi 6entilasi

nter6ensi"

 *kur berat badan bayi dan perhatikan !enis kelamin

 Hbser6asi perna-asan  uping hidung, dispnea dan ronki

 Hbser6asi dengan pemantauan H2  atat setiap !am ubah sisi alat

setiap &4 !am

 b. etidake-ekti-an pola na-as berhubungan dengan imaturitas pusat  perna-asan, keterbatasan perkembangan otot, penurunan energi F kelelahan

nter6ensi"

 Hbser6asi -rekuensi pernapasan dan pola na-as (perna-asan, tonus otot dan 8arna kulit)

(20)

 :tur F posisikan bayi telentang dengan gulungan popok di ba8ah  bahu

 #ertahankan suhu tubuh

 Berikan rangsang taktil yang segera olaborasi "

 Berikan H2  N liter 

 Berikan obat amino-ilin 2  0,15 

. esiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan imaturitas produksi en=im.

nter6ensi"

 Hbser6asi maturitas re-leks menelan dan menghisap

 :uskultasi bising usus sehari 1 kali

 Beri minum susu pasi CLLC 10  10 Fmnt setiap & !am

 Timbang berat badan setiap hari.

 Berikan terapi mikasin 2  25 mg

d. esiko ter!adi penurunan hipotermia berhubungan dengan perkembangan # imatur, ketidak mampian merasakan dingin dan berkeringat

nter6ensi"

 +unakan lampu pemanas selama prosedur 

 urangi pema!anan pada aliran udara

 +anti pakaian bila basah

 Hbser6asi sistem pengaturan suhu inkubater setiap 15 menit (&&,4

o@)

 Hbser6asi adanya sesak, sianosis, kulit belang dan menangis buruk 

(21)

olaborasi "

 Berikan H2

 Therapy Blue Light

e. esiko in-eksi berhubungan dengan respon imun imatur, prosedur in6asi-  nter6ensi"

 #ertahankan ui tangan yang benar 

 #ertahankan kesterilan alat

 Hbser6asi hasil pemeriksaan laboratorium

 Hber6asi TTJ A , I, # A tiap  !am

 Hbser6asi tandatanda in-eksi olaborasi"

 Berikan amino-ilin 2  0,15  enerkan melalui J tiap ' !am

 Berikan garamiyn (salep) &  sehari

3. E2aluasi "

 Dalan na-as tetap paten

 Bayi tidak menun!ukan tandatanda T 

 Bayi menun!ukan bukti homeostatis

 Bayi dapat menun!ukan penambahan berat badan (2 20&0 grFhr)

(22)

DA$TAR PU,TA&A

:dnyanti Iiti. 2011. Laporan Pendahuluan Pada Bayi Premature. Bali

*tt'455niti6adn!ani.logs'ot.)o.id507//5785la'oran6

'enda*uluan6'ada6'asien6dengan 3839.*t"l

(diakses pada

tanggal  Io6ember 2015).

Lia e8i JI. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Dog!akarta"

alemba edika.

Tanto @hris. 2014. Kapita Selekta Kedokteran edisi IV . Dakarta " edia

:esulapius.

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna kejadian ikterus neonatorum antara bayi prematur lebih banyak dibandingkan bayi cukup bulan pada bayi dengan berat

Sebagai indikator untuk meningkatkan pelayanan dan pemeriksaan pada bayi prematur dan bayi cukup bulan yang memiliki berat bayi lahir rendah dengan kejadian

Tambahan lagi, menurut dia pada Kuliah Perdana Profesor pada 29 Mei 2015 berjudul Penyakit Paru-Paru Bayi Prematur dan Dampak Infeksi Dalam Rahim di PPUKM, kelahiran bayi pre-

Kelahiran bayi prematur berberat badan lahir rendah atau prematur BBLR adalah kelahiran bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram dan lahir sebelum 37 minggu usia kehamilan..

Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi terlalu awal dalam ukuran usia kehamilan, sedangkan bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir terlalu kecil dalam ukuran

Beliau mengungkapkan bahwa bayi prematur sangat rentan mengalami penyakit karena organ tubuh mereka yang belum berfungsi secara sempurna, seperti kendala saat

Bayi baru lahir yang mempunyai berat 2500 gram atau kurang dengan umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut dengan kecil masa kehamilan, ini berbeda dengan

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna kejadian ikterus neonatorum antara bayi prematur lebih banyak dibandingkan bayi cukup bulan pada bayi dengan berat