• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Bentara Wacana Muntilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Bentara Wacana Muntilan"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA BENTARA WACANA MUNTILAN. SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi. Oleh : Sri Handayani 121324010. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA BENTARA WACANA MUNTILAN. SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi. Oleh : Sri Handayani 121324010. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018. i.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN  Allah SWT yang selalu memberikan pertolongan, berkat dan rahmat-Nya setiap saat, serta memberikan kekuatan dalam menjalani hidup.  Orang tua tercinta  Kakak-kakak tersayang  Para sahabat dan teman yang terkasih  Almamater saya, Universitas Sanata Dharma. iv.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTO. “Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya menggunakan. untuk. memotong,. ia. akan. memotongmu. (menggilasmu).” (H.R. Muslim). v.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 30 Juli 2018 Penulis. Sri Handayani. vi.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Sri Handayani NIM : 121324010 Demi. pengembangan. ilmu. pengetahuan,. saya. memberikan. kepada. Perpustakaan Universitas Sanata Dharrma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH. KEPEMIMPINAN. SEKOLAH,. LINGKUNGAN. TERHADAP. KINERJA. TRANSFORMASIONAL. KERJA. GURU. DI. DAN SMA. KEPALA. MOTIVASI BENTARA. KERJA WACANA. MUNTILAN beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk. pangkalan. data,. mendistribusikannya. secara. terbatas,. dan. mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 30 Juli 2018 Yang menyatakan ,. Sri Handayani. vii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMA BENTARA WACANA MUNTILAN. Sri Handayani Universititas Sanata Dharma 2018 Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan Juni 2017. Populasi penelitian ini adalah semua guru SMA Bentara Wacana Muntilan. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh yang berjumlah 30 orang guru. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja; (2) motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh sebesar 26,9% terhadap motivasi kerja, sedangkan 73,1% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. Motivasi kerja mempunyai pengaruh sebesar 27,3% terhadap kinerja guru, sedangkan sisanya 72,7% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini. Kata kunci: kepemimpinan transformasional kepala sekolah, lingkungan kerja, motivasi kerja, kinerja guru. viii.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT THE EFFECTS OF HEADMASTER’S TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, THE WORK ENVIRONMENT AND THE WORK MOTIVATION ON TEACHER’S PERFORMANCE IN BENTARA WACANA SENIOR HIGH SCHOOL, MUNTILAN. Sri Handayani Sanata Dharma University 2018 This research aims to examine and analyze the effects of headmaster’s transformational leadership, the work environment and the work motivation on teachers performance. This research is a descriptive quantitative. The research was carried out in June 2017. The research population was all the teachers of Bentara Wacana Senior High School in Muntilan. The research samples were 30 teachers who were selected by saturation sampling technique. The data gathering technique was a questionnaire. The data analysis technique are multiple regression and simple regression. The results of data analysis showed that: (1) the headmaster’s transformational leadership and the work environtment had positive effects on the work motivation and (2) the work motivation had positive effect on teacher’s performance. The headmaster’s transformational leadership and the work environment had 26.9% effects on the work motivation, while 73.1% was affected by other variables. The work motivation had 27.3% effects on the teachers performance, while 72,7% was affected by other variables. Keywords: headmaster’s transformational leadership, the work environment, the work motivation, teacher’s performance. ix.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Lingkungan Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMA Bentara Wacana Muntilan.” Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari awal sampai pada terselesaikannya penulisan skripsi ini. Sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada: 1.. Allah SWT yang memberikan berkat dan rahmatnya sepanjang waktu.. 2.. Bapak Drs. Johanes Eka Priyatna, M.Sc., Ph,D. selaku rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan belajar dan memperoleh pendidikan yang terbaik di Universitas Sanata Dharma.. 3.. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.. 4.. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dengan sabar yang selalu memotivasi dan mengarahkan dari awal saya menulis skripsi ini hingga selesai.. x.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5.. Segenap dosen Program Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi yang telah banyak memberikan pengetahuan, mendidik dan membimbing saya selama perkuliahan.. 6.. Segenap dosen Universitas Sanata Dharma.. 7.. Staf dan Karyawan USD yang telah memberikan bantuan selama menempuh kuliah.. 8.. Orang tua saya: Agustinus Mudakjo, Agustina Murtinah dan Sudaryanto, Sulimah, yang selalu memotivasi,. mendoakan. dan. membiayai dalam kuliah serta kelancaran skripsi ini. Serta kakak-kakak saya Hana, Suharyanto, Agung dan Santi yang membantu dan mendoakan sehingga skripsi saya selesai. 9.. Sahabat saya yang selalu mendukung, membantu dan mendoakan saya: Zeilin, Dwi, Ratri, Jatu, Made, Nina, Marselina Tri, Sari. Terima kasih kepada kalian semua.. 10. Teman-teman saya yang selalu memberikan dukungan: Andy Suryawan, Gayuh Lestyandhana, Ardhiat Yudha, Reza Maulana AR, Muhammad Sandy Yolanda, Wendy Nugroho, Theresia Linggasari Della, Reno RW , Bang Cacing. Terima kasih kepada kalian semua. 11. Keluarga besar Pendidikan Ekonomi angkatan 2012. 12. Semua pihak yang tidak dapat Penulis sebut satu per satu yang telah memberikan dukungan dalam penulisan skripsi ini. Sri Handayani 121324010. xi.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv MOTO ............................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN ........................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................... vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xix BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................. 9 C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 9 D. Signifikansi dan Manfaat Penelitian ................................................ 10 E. Variabel dan Definisi Operasional.................................................... 11. xii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 15 A. Kepemimpinan ................................................................................... 15 1.. Pengertian Kepemimpinan dan Kepemimpinan Kepala Sekolah ......................................................................................... 15. 2.. Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah .................................... 17. 3.. Jenis/ Gaya Kepemimpinan........................................................ 20. B. Kepemimpinan Transformasional .................................................... 23 1.. Pengertian Kepemimpinan Transformasional ......................... 23. 2.. Dimensi Kepemimpinan Transformasional .............................. 24. 3.. Prinsip-prinsip Kepemimpinan Transformasional .................. 26. 4.. Dampak Kepemimpinan Transformasional ............................. 28. C. Lingkungan Kerja .............................................................................. 29 1.. Jenis Lingkungan Kerja ............................................................. 29. 2.. Manfaat Lingkungan Kerja ....................................................... 30. 3.. Indikator Lingkungan Kerja ..................................................... 31. D. Motivasi Kerja .................................................................................... 34 1.. Pengertian Motivasi Kerja ......................................................... 34. 2.. Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja............................ 36. E. Kinerja Guru ...................................................................................... 39 1.. Pengertian Kinerja Guru............................................................ 39. 2.. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja ............................ 40. 3.. Indikator Kinerja Guru .............................................................. 41. 4.. Penilaian Kinerja Guru .............................................................. 43. xiii.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. F.. Penelitian Terdahulu ......................................................................... 46. G. Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian ................................... 47 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 53 A. Jenis Penelitian ................................................................................... 53 B. Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................... 53 C. Subjek dan Objek Penelitian ............................................................. 54 D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel .......................... 55 E. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ................................. 55 F. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 60 G. Data yang Diperlukan ........................................................................ 61 1.. Data Primer ................................................................................. 61. 2.. Data Sekunder ............................................................................. 61. H. Teknik Pengujian Instrumen ............................................................ 62 1.. Uji Validitas ................................................................................. 62. 2.. Uji Reabilitas ............................................................................... 66. I.. Teknik Analisis Data .......................................................................... 69. J.. Teknik Pengujian Hipotesis ............................................................... 72 1.. Uji Prasyarat ................................................................................ 72 a. Uji Normalitas ......................................................................... 72 b. Uji Linieritas ........................................................................... 73. 2.. Uji Asumsi Klasik ........................................................................ 74 a. Uji Multikolienaritas ............................................................. 74 b. Uji Heteroskedasitas .............................................................. 75. xiv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3.. Uji Hipotesis ................................................................................ 75 a. Uji R dan Uji F ....................................................................... 76. BAB IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN ......................... 77 A. SMA Bentara Wacana Muntilan ...................................................... 77 1. Sejarah .......................................................................................... 77 2. Profil SMA Bentara Wacana Muntilan ..................................... 78 3. Visi dan Misi Sekolah .................................................................. 79 4. Fasilitas Sekolah ........................................................................... 79 5. Daftar Guru SMA Bentara Wacana Muntilan ......................... 80 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN ................................................... 81 A. Deskripsi Data .................................................................................... 81 1. Karakteristik Responden ............................................................ 81 2. Deskripsi Variabel........................................................................ 83 3. Analisis Uji Prasyarat .................................................................. 86 a. Uji Normalitas ........................................................................ 86 b. Uji Linearitas .......................................................................... 87 4. Analisis Uji Asumsi Klasik .......................................................... 88 a. Uji Multikolinearitas.............................................................. 88 b. Uji Heteroskedastisitas .......................................................... 90 5. Uji Hipotesis.................................................................................. 91 6. Pembahasan .................................................................................. 97 BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN .................... 101 A. Kesimpulan ................................................................................... 101. xv.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Keterbatasan ................................................................................. 101 C. Saran ............................................................................................. 102 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 104 LAMPIRAN. xvi.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR HALAMAN Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran.. .............................................................. 51 Gambar 3.1 Analisis Regresi Berganda dan Sederhana ............................ 97. xvii.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ................................................ 46 Tabel 3.1 Jumlah Populasi Guru ................................................................. 52 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Kepemimpinan Transformasional ........... 54 Table 3.3 Kisi-kisi Instrumen Lingkungan Kerja ...................................... 56 Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Motivasi Kerja ............................................ 57 Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen Kinerja Guru .............................................. 59 Tabel 3.6 Skor Item-item Pernyataan Kuesioner....................................... 61 Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah .............................................................................................. ..63 Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas Lingkungan Kerja ....................................... 64 Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Motivasi Kerja ............................................. 64 Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas Kinerja Guru .............................................. 65 Tabel 3.11 Hasil Uji Reabilitas Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah .............................................................................................. 67 Tabel 3.12 Hasil Uji Reabilitas Lingkungan Kerja .................................... 67. xviii.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 3.13 Hasil Uji Reabilitas Motivasi Kerja .......................................... 68 Tabel 3.14 Hasil Uji Reabilitas Kinerja Guru ............................................ 68 Tabel 3.15 Kategori Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah 70 Tabel 3.16 Kategori Lingkungan Kerja ...................................................... 70 Tabel 3.17 Kategori Motivasi Kerja ............................................................ 71 Tabel 3.18 Kategori Kinerja Guru .............................................................. 72 Tabel 5.1 Karakteristik Responden ............................................................. 81 Tabel 5.4 Deskripsi Variabel ........................................................................ 83 Tabel 5.8 Uji Normalitas .............................................................................. 86 Tabel 5.9 Uji Linieritas ................................................................................. 87 Tabel 5.10 Uji Multikolinearitas .................................................................. 89 Tabel 5.11 Uji Heteroskedastisitas .............................................................. 90 Tabel 5.12 Uji Regresi Berganda ................................................................. 95 Tabel 5.13 Uji Regresi Berganda ................................................................. 96. xix.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN HALAMAN Lampiran 1 Kuesioner .................................................................................. 106 Lampiran 2 Data Penelitian .......................................................................... 116 Lampiran 3 Uji Validitas dan Reabilitas .................................................... 124 Lampiran 4 Uji Normalitas dan Linieritas .................................................. 131 Lampiran 5 Uji Multikolinearitas dan Heteroskedastisitas ....................... 133 Lampiran 6 Uji Hipotesis ............................................................................. 135 Lampiran 7 Surat Ijin Penelitian ................................................................ 137. xx.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini pendidikan sangatlah penting. Pentingnya pendidikan menjadi sorotan utama bagi setiap manusia untuk berhak bertumbuh dan berkembang. Prof. Sanusi (Mulyasa, 2007: 3) mengatakan bahwa berbagai perubahan dan permasalahan kerap terjadi dalam menunjang pendidikan seperti kurangnya sarana dan prasarana, lingkungan sekolah yang tidak mendukung, arahan dari guru dan kepala sekolah yang kurang jelas kepada peserta didik, perintah kepala sekolah yang kurang dapat di pahami guru dan staff dan masih banyak lagi. Masalah umum pada bidang pendidikan inilah yang dapat menyebabkan tingkat pendidikan rendah. Berdasarkan (IPM) Indeks Pembangunan Manusia yang dikeluarkan (UNDP) United Nations Development Program pada tahun 2016, Indonesia meraih angka sebesar 0,689. Nilai tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori pembangunan manusia menengah, dengan posisi di peringkat 113 dari 188 negara. Indikator lain yang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah tahun 2015 data dari (OECD) Organisation for Education Co-operation and Development seperti yang dilansir The Guardian, Indonesia menempati urutan ke 57 dari total 65 negara. Sedangkan data yang dilansir Deutsche Welle pendidikan di Indonesia berada di posisi 108 di dunia dengan skor 0,603. Secara umum kualitas pendidikan di. 1.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Indonesia berada di bawah Palestina, Samoa dan Mongolia. Hanya sebanyak 44% penduduk menuntaskan pendidikan menengah, sementara 11% murid gagal menuntaskan pendidikan. Sebagai anggota ASEAN Indonesia sendiri masih berada di bawah negara tetangga Malaysia dalam dunia pendidikan. Data lain menunjukkan 32% dari 2.381.841 jumlah lowongan kerja yang terdaftar ternyata tidak dapat terisi oleh para pencari kerja. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang rendah seperti tidak memiliki keahlian atau ketrampilan yang dibutuhkan untuk menunjang penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mutu pendidikan di Indonesia rendah. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia secara spesifik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di antarannya kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, motivasi kerja dan kinerja guru. Guru sebagai sumber daya manusia yang berada di sekolah menjadikannya sebagai mediator dalam proses belajar mengajar. Guru merupakan salah satu penentu tinggi rendahnya kualitas pendidikan dan tujuan sekolah. Di dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tujuan sekolah maka guru harus meningkatkan kompetensi yang dimiliki melalui kinerjanya. Keberhasilan guru dalam proses belajar merupakan salah satu hal yang dipengaruhi oleh kinerja guru. Salah satu indikator sekolah dianggap berhasil yaitu berdasarkan nilai hasil Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal..

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Seperti halnya SMA Bentara Wacana Muntilan, nilai Ujian Nasional dengan tingkat kelulusan 100% pada tahun 2010, 2011, 2012, 2013. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kelulusan tinggi. Tingginya tingkat kelulusan peserta didik di SMA Bentara Wacana Muntilan tentu saja dipengaruhi oleh kinerja guru dalam mengajar. Sesuai dengan Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa guru dan dosen mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai profesi. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyataka bahwa: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Artinya, menjadi guru yang baik dituntut sejumlah persyaratan seperti kualifikasi akademik, kompetensi keilmuan dan sertifikasi. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya, memiliki kemampuan mentransformasikan nilai-nilai ilmu pengetahuan, memiliki kemampuan menjaga moral anak didik, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan. komitmen yang tinggi terhadap. profesinya serta selalu melakukan pengembangan diri secara terus-menerus..

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Keberhasilan guru dalam menjalankan kinerjanya tidak luput dari pengaruh kepemimpinan kepala sekolah sebagai penyelenggara pendidikan dan agen perubahan dalam membangun dan mengembangkan generasi muda yang berkualitas. Menurut Purwanto (2009: 81) kepemimpinan kepala sekolah merupakan pemimpin dalam tataran institusi organisasi sekolah yang akan menentukan bagaimana kinerja organisasi secara keseluruhan, sedangkan guru adalah pemimpin dalam tataran teknis pembelajaran yang akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran guna menghasilkan output pembelajaran/ pendidikan yang bermutu. Di dalam menjalankan kepemimpinannya kepala sekolah juga harus paham tentang pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan, sampai pada evaluasi sebagai bahan pembinaan guru dalam meningkatkan kinerjanya (Suhardiman, 2012: 2). Kepemimpinan kepala sekolah di SMA Bentara Wacana Muntilan sudah menjalankan kepemimpinannya dengan baik. Dugaan tersebut didukung dengan adanya jadwal pembinaan, pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif. Namun, pembinaan guru rutin sudah jarang dilaksanakan. Hal tersebut mengakibatkan motivasi guru menurun karena kurangnya hubungan kedekatan antara kepala sekolah dengan guru sehingga dapat memungkinkan adanya miskonsepsi. Dalam. penelitian. ini,. peneliti. akan. membahas. tentang. gaya. kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang dianggap relevan dengan kondisi peluang dan memperhatikan. tantangan masyarakat saat ini karena. nilai-nilai kolektif umum seperti kebebasan, kesamaan,.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. komunitas, keadilan, dan persaudaraan yang mengundang perhatian guru dan staf karena menyatukan mereka untuk menggabungkan energi untuk saling membantu. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah mengubah sikap, nilai dan keyakinan-keyakinan operatif yang berpusat pada kita menuju keyakinan, sikap, dan nilai yang lebih tinggi dan altruistik (Danim, 2010: 143). Seorang kepala sekolah yang. menggunakan gaya kepemimpinan. transformasional mampu membawa perubahan yang baik pada lingkungan kerjanya, mampu memberikan kesan menyenangkan, menentramkan, dan menyamankan bagi para guru. Peran kepala sekolah dapat menjalin hubungan sosial dan psikologis berupa motivasi dan sebagai panutan bagi bawahannya. Kepala sekolah dianggap mempunyai wewenang di sekolah sehingga digambarkan mampu memberikan teladan yang baik bagi bawahan. Di dalam mentransformasikan kinerja guru di lingkungan sekolah, kepala sekolah mampu mempengaruhi dan membawa perubahan positif sehingga motivasi kerja dan kinerja guru meningkat. Menurut Nitisemito (2000: 183), hal yang mempengaruhi kinerja guru adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diemban. Menurut Sedarmayanti (2001: 26), mengemukakan bahwa lingkungan fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secata langsung maupun secara tidak langsung. Selanjutnya Sedarmayanti (2001: 31) mengemukakan bahwa lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. dengan hubungankerja,baik hubungan dengan atasan amupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan. Masalah lingkungan kerja yang terdapat di SMA Bentara Wacana Muntilan dari segi lingkungan fisiknya masih terdapat meja guru yang tidak tertata dengan rapi, ruang kerja guru ada yang tidak memperoleh penerangan dengan baik, sarana dan prasarana olahraga yang kurang memadai, WC/ kamar mandi guru terkadang bau. Sedangkan lingkungan sosial di SMA Bentara Wacana Muntilan hubungan guru dengan kepala sekolah terjalin baik, dan hubungan guru dengan rekan kerja juga baik. Di samping adanya kepemimpinan transformasional kepala sekolah, lingkungan kerja juga mempunyai andil dalam hal mentransformasikan kinerja guru yang tidak kalah besar. Lingkungan kerja yang kondusif adalah lingkungan yang benar-benar sesuai dan mendukung kelancaran serta kelangsungan proses pembelajaran yang dilakukan guru (Supardi, 2013: 121). Berbagai peran penting yang dapat mendukung lingkungan kerja yang kondusif, yaitu lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja sosial, dan lingkungan budaya. Lingkungan kerja fisik merupakan. unsur yang mendukung dalam. lingkungan kerja yang mana berhubungan dengan ketersediaan sarana dan prasarana. pembelajaran yang cukup memadai. Lingkungan kerja. sosial. berhubungan dengan interaksi antarpersonal yang ada di lingkungan sekolah secara umum. Interaksi tersebut dilakukan oleh kepala sekolah, guru-guru,.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. staf, dan para peserta didik. Lingkungan budaya didasarkan pada kehidupan warga sekolah yang sesuai dengan pola kehidupan warganya. Selain lingkungan kerja dan kepemimpinan transformasional kepala sekolah, motivasi kerja juga turut andil dalam meningkatkan kinerja guru di SMA Bentara Wacana Muntilan. Menurut Bernardin dan Russel (1993, dalam Basilius Raden Werang, 2014: 128) "Performs is defined as the record of out-comes produced on a specified job function or activity during a specified time period". Definisi ini dapat diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi kinerja didefinisikan sebagai catatan atas hasil yang didapat atau diperoleh dari suatu fungsi pekerjaan atau aktivitas dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Secara umum motivasi adalah suatu kumpulan kekuatan tenaga yang berasal baik dari dalam maupun luar individu yang memulai sikap dan menetapkan bentuk, arah, serta intensitasnya (Usmara, 2006: 14). Artinya motivasi kerja merupakan upaya yang kaitannya dengan dunia kerja, dalam hal ini di lingkungan sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru. Kinerja guru akan menjadi lebih baik jika guru memiliki motivasi kerja tinggi. Motivasi kerja yang tinggi didukung oleh peran pemimpin yang bersifat transformasional dan lingkungan kerja yang mendukung. Pada konteks yang lebih spesifik, dalam penelitian ini kinerja guru dapat dipahami sebagai catatan atas hasil yang diperoleh dari fungsi pekerjaan seorang guru di sekolah dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kinerja guru akan menjadi lebih baik jika didukung oleh pemimpin yang bersifat transformasional. Artinya kepala sekolah yang transformasional akan.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. mendorong para guru-guru untuk bekerja lebih baik. Bukan hanya memotivasi tetapi juga mau. menerima kritik dan saran dari bawahan,. sehingga interaksi antara atasan dan bawahan dapat terjalin baik. Jika hubungan antara atasan dan bawahan baik, maka kinerja guru akan baik pula. Kepala. sekolah. sebagai. bagian. dari. lingkungan. kerja. mampu. mentransformasikan kepemimpinannya melalui motivasi kerja agar kinerja guru semakin baik dan meningkat. Selain dapat memotivasi diri, kepala sekolah harus mampu memotivasi bawahan yaitu guru. Jadi, adanya peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah bukan hanya membawa pengaruh positif dan perubahan tetapi juga memberikan dorongan pada semua unsur yang berada di lingkungan sekolah. Alasan peneliti melakukan penelitian di SMA Bentara Wacana Muntilan karena. melihat. permasalah-permasalahan. yang. ada,. yaitu. tentang. kepemimpinan transformasional kepala sekolah, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Kepemimpinan kepala sekolah di SMA Bentara. Wacana. Muntilan. termasuk. dalam. jenis. kepemimpinan. transformasional karena melihat dari tahun ke tahun kepala sekolahnya selalu melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mutu sekolah, serta melihat bahwa kinerja guru yang mempunyai potensi untuk dikembangkan melalui motivasi kerja dari kepala sekolah dan lingkungan kerja maka penelitian ini sesuai dengan yang diharapkan peneliti..

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini, yaitu: 1.. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap motivasi kerja?. 2.. Bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kinerja?. 3.. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan lingkungan kerja terhadap motivasi kerja?. 4.. Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru?. C. Tujuan Penelitian 1.. Untuk. menguji. dan. menganalisis. pengaruh. kepemimpinan. transformasional kepala sekolah terhadap motivasi kerja di SMA Bentara Wacana Muntilan. 2.. Untuk menguji dan mengalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap motasi kerja di SMA Bentara Wacana Muntilan.. 3.. Untuk. menguji. dan. menganalisis. pengaruh. kepemimpinan. transformasional kepala sekolah dan lingkungan kerja terhadap motivasi kerja di SMA Bentara Wacana Muntilan. 4.. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Bentara Wacana Muntilan..

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. D. Signifikansi dan Manfaat Penelitian 1. Teoritis Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai bahan kajian ilmu. pengetahuan. dan. untuk. menambah. wawasan. teori.. Serta. pengembangan penelitian sejenis dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan pada umumnya, dan khususnya mengenai pengaruh. kepemimpinan transformasional kepala sekolah,. lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMA Bentara Wacana Muntilan. 2.. Praktis a.. Bagi guru Penilitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru supaya nantinya kinerja guru dapat meningkat dan lebih baik.. b.. Bagi kepala sekolah Penelitian ini memberikan informasi dan masukan dengan harapan kepala sekolah dapat meningkatkan perannya dalam hal positif kepemimpinan transformasionalnya.. c.. Bagi peneliti Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMA Bentara Wacana.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Muntilan, sehingga. dapat membantu. dalam. mengembangkan. potensi dan kompetensi yang dimiliki.. E. Variabel dan Definisi Operasional 1. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) Kepemimpinan. transformasional. kepala. sekolah. merupakan. kemampuan kepala sekolah untuk memiliki visi kedepan, mengutamakan partisipasi guru, mampu menginspirasi bawahan, dan memberdayakan semua potensi yang ada di sekolah. Indikatornya: a.. Pengaruh individual/ Kharismatik (Idealized influence) Merupakan perilaku pemimpin yang menghasilkan rasa hormat dan percaya diri dari orang-orang yang dipimpinnya.. b.. Motivasi inspiratif (Inspirational motivation) Pemimpin transformasional mampu memberikan makna dalam pekerjaan mereka, mampu menggugah semangat dan antusiasme.. c.. Stimulasi intelektual (intellctual stimulation) Pemimpin memberikan dorongan kepada bawahan agar lebih kreatif dan inovatif.. d.. Pertimbangan individu (Individualized consideration) Pemimpin mampu memberikan perhatian yang besar kepada bawahan..

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. 2. Lingkungan Kerja (X2) Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang mempengaruhi diri seseorang untuk dapat mengerjakan tugas-tugasnya dan meningkatkan hasil kinerja. Lingkungan kerja dibagi menjadi dua yaitu lingkungan fisik dan lingkungan non fisik Indikatornya: a.. Lingkungan kerja fisik Hal atau. keadaan yang dapat mempengaruhi kinerja guru berupa. sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indera, seperti: kebisingan, udara, temperatur, warna ruangan, penerangan. b.. Lingkungan kerja sosial Suatu keadaan yang dapat mempengaruhi kinerja guru tanpa melalui panca indra, tetapi lebih mengarah pada psikologis guru. seperti: hubungan antara atasan-bawahan, rekan kerja, kondisi mental.. 3. Motivasi Kerja (X3) Dorongan dari dalam diri seseorang untuk mau mengeluarkan usaha yang lebih besar demi mendapatkan hasil yan memuaskan yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal Indikatornya: a.. Motivasi Internal/ Intrinsik Timbulnya tidak memerlukan rangsangan dari luar karena memang telah ada dalam diri individu sendiri. Motivasi intrinsik dengan indikator: (1) Pekerjaan itu sendiri (the work it self), (2) Prestasi yang.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. diraih (achievement), (3) Pengakuan dari orang lain (recogniton), (4) Tanggung jawab (responsible). b.. Motivasi Eksteral/ Ekstrinsik Timbul karena adanya rangsangan dari luar individu. Motivasi ekstrinsik dengan indikator: (1) Imbalan atau gaji, (2) harapan, (3) intensif atau bonus.. 4. Kinerja Guru (Y) Suatu hasil yang didapat seorang guru ketika mengerjakan tugastugasnya dan memperoleh hasil yang optimal. Kinerja guru dapat terlihat jelas dalam pembelajaran yang diperlihatkan dari prestasi belajar peserta didik. Indikatornya: a.. Kemampuan menyusun rencana pembelajaran dengan indikator: 1) Merencanakan pengelolaan pembelajaran 2) Merencanakan pengorganisasian bahan pelajaran 3) Merencanakan pengelolaan kelas 4) Merencanakan penilaian hasil belajar. b.. Kemampuan melaksanakan pembelajaran dengan indikator: 1) Melalui pembelajaran 2) Mengelola pembelajaran 3) Mengorganisasikan pembelajaran 4) Mengakhiri pembelajaran.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. c.. Kemampuan melaksanakan hubungan antar pribadi dengan indikator: 1) Mengembangkan sikap positif peserta didik 2) Menampilkan kegairahan dalam pembelajaran 3) Mengelola interaksi perilaku dalam kelas. d.. Kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar dengan indikator: 1) Merencanakan penilaian 2) Melaksanakan penilaian 3) Mengelola dan memeriksa hasil penilaian 4) Memanfaatkan hasil penilaian. e.. Kemampuan melaksanakan program pengayaan dengan indikator: 1) Memberikan tugas 2) Memberikan bahan bacaan 3) Tugas membantu guru. f.. Keampuan melaksanakan program remedial dengan indikator: 1) Memberikan bimbingan khusus 2) Penyederhanaan.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai teori yang berhubungan dengan topik penelitian.. Pembahasannya. meliputi. pengertian. kepemimpinan,. fungsi. kepemimpinan, jenis/ gaya kepemimpinan, kepemimpinan transformasional kepala sekolah, dimensi kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, motivasi kerja dan kinerja guru. A. Kepemimpinan 1. Pengertian Kepemimpinan dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Pendidikan menjadi aspek penting bagi masyarakat masa depan. Artinya, masyarakat berusaha menempuh pendidikan setinggi-tingginya, serta selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Organisisi membutuhkan seorang pemimpin sebagai pengarah dalam menjalankan tujuan organisasi. Sekolah sebagai organisasi pendidikan membutuhkan kepala sekolah sebagai penggerak agar tercapainya tujuan pendidikan tanpa adanya pemimpin tujuan sekolah tidak akan berjalan dengan baik. Danim (2010: 6) mendefinisikan kepemimpinan adalah setiap tindakan. yang. dilakukan. oleh. individu. atau. kelompok. untuk. mengkoordinasikan dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain. 15.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, pemimpin memiliki pengikut dalam organisasi yang bertugas membantu. Para pengikut yang dimaksud dalam organisasi pendidikan adalah anggota kelompok guru, kelompok siswa, staf, bahkan masyarakat yang tergabung dalam komite sekolah maupun masyarakat luas. Wibowo (2014: 63) mendefinisikan kepemimpinan terkait dengan beberapa hal, yaitu; Pertama, berkaitan dengan aktivitas atau proses. Kedua, proses memasukkan atau melibatkan sesuatu, misalnya pengaruh, bujukan atau rayuan dan keteladanan perilaku atau perbuatan. Ketiga, terkait pemeran utama, baik pemimpin maupun bawahan/ pengikutnya. Keempat, faktor-faktor lain yang memberinya asupan seperti komitmen bawahan (individu), tujuan organisasi, pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment), serta perubahan budaya organisasi (Change of organization culture). Adanya timbal balik yang baik antara kepala sekolah dengan bawahan akan memberikan hasil yang baik pula pada hasil pendidikan di sekolah. Davis & Thomas (1989: 57), Sergiovanni (1987a: 89), DeRoche (1987: 29) (dalam Ester Manik dan Kamal Bustomi, 2011: 97-107) mendefinisikan kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki ciri-ciri kepemimpinan baik seperti memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat dan memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi siswa dan kinerja.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. guru, maka akan dapat meningkatkan kualitas sekolah. Keutamaan pengaruh (influence) kepemimpinan kepala sekolah bukan semata-mata berbentuk instruksi, melainkan lebih merupakan motivasi atau pemicu (trigger) yang dapat memberi inspirasi terhadap para guru dan karyawan, sehingga inisiatif dan kreatifitasnya berkembang secara optimal untuk meningkatkan kinerjanya (dalam Tjuju Yuniarsih dan Suwatno, 2008: 166, dalam Carudi, 2011: 230). Dari pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian kepemimpinan adalah, perbuatan yang dilakukan individu atau kelompok dalam mengkoordinasi dan mengarahkan untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam wadah tertentu (organisasi yang dimaksud adalah pendidikan dan wadah yang dimaksud adalah sekolah). 2. Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan kepala sekolah merupakan aspek penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah. Dalam paradigma baru manajemen pendidikan, seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi sebagai educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator (Mulyasa, 2007: 98-122). a.. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah sebagai educator.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. yang. harus. memiliki. kemampuan. untuk. membimbing. guru,. membimbing tenaga kependidikan non guru, membimbing peserta didik,. mengembangkan. tenaga. kependidikan,. mengikuti. perkembangan iptek dan memberi contoh mengajar. b. Kepala sekolah sebagai Manajemen Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala. sekolah. harus. memiliki. strategi. yang. tepat. untuk. memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. c.. Kepala sekolah sebagai administrator Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan, dan pendokumenan seluruh program sekolah.. d. Kepala sekolah sebagai supervisor Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor, yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Jika supervise dilakukan oleh kepala sekolah maka ia harus mampu melakukan. berbagai. pengawasan. dan. meningkatkan kinerja tenaga kependidikan.. pengendalian. untuk.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. e.. Kepala sekolah sebagai leader Kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu memberikan petunjuk. dan. pengawasan,. meningkatkan. kemauan. tenaga. kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas. Dengan dimilikinya sifat tersebut, maka kepala sekolah sebagai leader dapat menjalankan roda kepemimpinannya. f.. Kepala sekolah sebagai innovator Kepala sekolah harus mempunyai strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Untuk itu, kepala sekolah sebagai innovator harus mampu mencari, menemukan, dan melaksanakan berbagai pembaharuan di sekolah.. g.. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah sebagai motivator dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat belajar. Sunarto dan Djumadi Purwoatmodjo (2011: 18) dalam hal ini kepala. sekolah bertugas melaksanakan fungsi-sungsi kepemimpinan yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun penciptaan.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. iklim sekolah yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. 3. Jenis/ Gaya Kepemimpinan Gaya kepemipinan adalah pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan oleh pegawainya. Kepemimpinan dalam konteks sekolah lebih menekankan pada terjadinya hubungan antar personil sekolah serta menciptakan iklim kebersamaan dan saling memiliki yang ditandai dengan rasa kebersamaan dalam bekerja (dalam Sunarto dan Djumadi Purwoatmodjo, 2011: 18). Berbagai gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah akan mempengaruhi kinerja bawahannya. Danim (2010: 89) beranggapan bahwa seorang pemimpin yang baik menggunakan semua gaya, tergantung pada kekuatan apa yang terlibat, antara lain pengikut, pemimpin dan situasi. a.. Gaya Kepemimpinan Otoriter Gaya kepemimpinan yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang. otoriter. tersebut,. sedangkan. para. bawahannya. hanya. melaksanakan tugas yang telah diberikan. b. Gaya Kepemimpinan Bebas/ Laissez Faire Pemimpin ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil, di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi..

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. c.. Gaya Kepemimpinan Demokrasi Gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam kepemimpinan ini, pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.. d. Gaya Kepemimpinan Karismatik Gaya kepemimpinan ini dapat menarik orang lain. Artinya, dengan pesonanya dalam berbicara yang membangkitkan semangat. Sehingga orang mau bekerja dibawah kepemimpinannya. e.. Gaya kepemimpinan Transaksional Pada gaya kepemimpinan ini bekerja pada prinsip bahwa ketika bawahan menandatangani kontrak untuk berpartisipasi dalam proyek tertentu, mareka mengikuti semua keputusan pemimpin mereka sebagai otoritas tertinggi. Jika kinerja bawahan baik, maka mereka akan dihargai dan jika kinerja mereka dibawah standar yang diharapkan, mereka akan terkena sanksi sesuai kontrak tertulis.. f.. Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan transformasional berorientasi pada proses membangun komitmen menuju sasaran organisasi dan memberikan kepercayaan kepada para pengikut untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Pemimpin. dengan. gaya. transformasional. juga. berupaya.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. mentransformasikan nilai-nilai yang dianut oleh bawahan untuk mendukung visi dan tujuan organisasi. Demikian dari berbagai jenis gaya kepemimpinan, maka dalam penelitian yang digunakan peneliti dalah kepemimpinan transformasional. Menurut Burn (dalam Wibowo, 2014: 64) kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan, dan mendorong semua unsur yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai (values system) yang luhur. Menurut Robbins & Judge (2008: 90) kepemimpinan transformasional merupakan pemimpin yang menginspirasi para pengikutnya untuk mengenyampingkan kepentingan pribadi mereka, demi kebaikan organisasi dan mereka mampu memiliki pengaruh yang luar biasa pada diri para pengikutnya. Dalam penelitian Munawaroh (2011: 137) kepemimpinan transformasional berdasarkan pada kekayaan konseptual melalui karisma, konsideran individual dan stimulasi intelektual, diyakini akan mampu melahirkan pemikiranpemikiran untuk jangkauan ke depan, asaz kedemokrasian dan ketransparan. Sedangkan dalam penelitian Wahyu Astjarjo Rini (2007) secara signifikan kepuasan akan kualitas kehidupan kerja memediasi kepemimpinan transformasioanl terhadap perilaku ekstra peran, sebaliknya komitmen organisasional ditemukan tidak signifikan..

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. B. Kepemimpinan Transformasional 1. Pengertian Kepemimpinan Transformasional Menurut. Sadler. (1997:. 42),. kepemimpinan. transformasional. merupakan proses kepemimpinan di mana pemimpin mengembangkan komitmen pengikutnya dengan berbagai nilai-nilai dan berbagai visi organisasi. Sedangkan menurut Gary Yukl (2007: 305) dengan kepemimpinan transformasional, para pengikut merasakan kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan penghormatan terhadap pemimpin dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang awalnya diharapkan dari mereka. Kepemimpinan transformasional, digambarkan sebagai gaya kepemimpinan yang dapat membangkitkan atau memotivasi karyawan, sehingga dapat berkembang dan mencapai kinerja pada tingkat yang tinggi, melebihi dari apa yang mereka perkirakan sebelumnya (I) Selain itu gaya kepemimpinan transformasional dianggap efektif dalam situasi dan budaya apapun (Bass: 1996, 1997, dalam Yukl: 2009, dalam Munawaroh: 2011). Kepemimpinan transformasional kepala sekolah membuat orang bertindak atas nama kepentingan kolektif dari kelompok atau komunitas sekolah mereka. Kepemimpinan ini memiliki alasan dasar bahwa meski individu-individu barangkali memiliki berbagai kepentingan dan tujuan yang terpisah-pisah, mereka dipersatukan oleh kepala sekolah dalam meraih tujuan-tujuan yang lebih tinggi, misalnya capaian hasil belajar siswa yang terbaik di wilayahnya (Danim, 2010: 143)..

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Jadi, dari berbagai pengertian menurut ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang membangkitkan emosi pengikut dan memotivasi pengikutnya sehingga terjadi pertukaran emosi dalam bentuk proaktif dan harapan-harapan baru, menciptakan kesempatan belajar bagi pengikutnya, meiliki visi yang baik dan merangsang pengikutnya untuk dapat memecahkan masalah sehingga dapat mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan. 2. Dimensi Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan transormasional (dalam jurnal Tokhibin & Wuradji, 2013: 316) didefinisikan sebagai kemampuan kepala sekolah dalam menerjemahkan visi, misi dan tujuan sekolah dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya memotivasi guru untuk meningkatkan kinerjanya. Sedangkan menurut Sudarwan dan Suparno (2012: 73) kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memperhatikan nilai-nilai kolektif umum seperti kebebasan, kesamaan, komunitas, keadilan, dan persaudaraan. Adapun Menurut Bass dan Avolio (1994: 3) menunjukkan empat komponen pokok kepemimpinan transformasional. Keempat komponen pokok itu adalah: a.. Pengaruh ideal (Idealized influence) Merupakan pemimpin yang menghasilkan rasa hormat (respect) dan rasa percaya diri (trust) dari orang-orang yang dipimpinnya. Kepala sekolah transformatif memiliki sifat-sifat karismatik, dalam arti bahwa para pengikutnya mempercayai bahwa kepala sekolah mereka.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. memiliki sifay-sifat luar biasa, memiliki keunggulan-keunggulan tertentu, yang tidak dimiliki oleh orang lain. Contoh: kepala sekolah mempunyai kemampuan untuk membangun sinergi. dari. seluruh. warga. sekolah. melalui. pengaruh. dan. kewenangannya sehingga seseorang yang bekerja dibawahnya merasa percaya terhadap kharisma kepala sekolah. b. Motivasi inspiratif (Inspirational motivation) Pada dimensi ini pemimpin transformasional mampu memberikan makna dalam pekerjaan mereka. Artinya, sebagai seorang pemimpin mampu mengartikulasikan pengharapan terhadap prestasi pengikut, mendemonstrasikan komitmennya terhadap tujuan organisasi, dan mampu menggugah semangat dan antusiasme tim dalam artian mampu memotivasi pengikutnya. kepala sekolah transformasional kaya akan ide-ide atau inspirasi; di mata pengikutnya idenya selalu cemerlang. Contoh: kepala sekolah mampu merumuskan visi yang jelas dan menyampaikannya kepada guru. c.. Stimulasi intelektual (Intellectual stimulation) Pada dimensi ini pemimpin memberikan dorongan pada pengikutnya untuk lebih inovatif dan kreatif. Artinya, mampu menumbuhkan ideide kreatif dan mampu memecakan permasalahan yang dihadapi pengikutnya serta memberikan dorongan motivasi. dalam upaya mempengaruhi dan atau mengarahkan pengikutnya, menggunakan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. pertimbangan. yang. dapat. diterima. nalar.. Dia. mengarahkan. pengikutnya melalui pendekatan kesadaran. Contoh: kepala sekolah memotivasi guru agar dapat bekerja secara kreatif dan inovatif. d. Pertimbangan individual (Individualized consideration) Pemimpin disini mampu memberikan perhatian yang besar kepada masing-masing pegikut. kepala sekolah selalu memperhatikan kebutuhan dan potensi-potensi yang dimiliki bawahannya. Contoh: dalam membuat kebijakan, kepala sekolah melihat kondisi pribadi guru. 3. Prinsip-prinsip Kepemimpinan Transformasional Menurut Rees (2001) terdapat 7 prinsip kepemimpinan transformasional, yaitu: a.. Implifikasi, keberhasilan dari kepemimpinan transformasional adalah mengungkapkan visi yang jelas, sehingga tahu kemana tujuan selanjutnya.. b.. Motivasi, pada kepemimpinan transformasional akan mengoptimalkan anggotanya untuk mencapai perubahan individu yang diharapkan. Pemimpin akan memberikan peluang bagi para bawahannya agar ikut serta.. c.. Fasilitasi,. kepemimpinan. transformasional. akan. memfasilitasi. bawahannya dalam “pembelajaran”, agar tingkat intelektualnya bertambah maju..

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. d.. Inovasi, kemampuan melakukan perubahan secara berani dan bertanggung jawab yang bertujuan untuk organisasi, yang juga diikuti para anggotanya tanpa rasa takut.. e.. Mobilitas,. memperkuat. seluruh. anggota. dengan. pengetahuan. intelektual yang bertujuan untuk mencapai visi – misi yang diharapkan.. Serta. pemimpin. transformasional. mengupayakan. anggotanya untuk bertanggung jawab. f.. Siap Siaga, kemampuan selalu siap dalam menghadapi perubahan yang akan datang dalam berbagai hal.. g.. Tekad, jika semua prinsip ke 6 di gabungkan tanpa adanya tekad atau kemauan mustahil akan berjalan sesuai yang di harapkan.. Selain itu, kepala sekolah transformatif yang efektif dalam manajemen sekolah dapat dilihat dari beberapa kriteria, yaitu: a.. Mampu memberdayakan guru-guru dalam melaksanakan proses pembelajaran secara efektif dan produktif.. b.. Mampu menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditetapkan.. c.. Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan.. d.. Mampu menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lainnya di sekolah.. e.. Bekerja dengan tim manajemen..

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. f.. Mampu mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.. 4. Dampak Kepemimpinan Transformasional Luthans (2006) (dalam jurnal Tri Yuniarti, 2014) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional membawa keadaan menuju kinerja tinggi pada organisasi yang menghadapi tuntutan pembaharuan dan perubahan. Hal ini sejalan dengan pandangan Mantja (2002) (dalam jurnal Basilius Redan Werang, 2014: 129) yang menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang memberikan perhatian tinggi kepada guru, terbuka, menyejukkan, bisa beradaptasi dengan guru, murah senyum, simpatik, penuh pengertian, dan percaya bahwa para guru mampu melaksanakan tugas-tugas yang diembankan dan akan membuat mereka mengerjakan tugas itu dengan gembira dan penuh tanggung jawab. Menurut Carter et al. (2012) (dalam jurnal Azizil Bana, 2016: 2) melakukan penelitian tentang peran kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kualitas hubungan, dan kinerja pegawai selama adanya perubahan organisasi, hasil penelitian ini menyatakan kepemimpinan transformasional mampu mempengaruhi secara signifikan kualitas hubungan, dan kinerja pegawai. Selanjurnya, penelitian yang dilakukan oleh Nemanich dan Keller (2007), Whittington et al. (2004), Wang dan Howell (2012), juga menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. memberikan petunjuk bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dan motivasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja. C. Lingkungan Kerja Menurut Sedarmayanti (2001: 1) lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi lingkungan sekitarnya, dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, dan pengaturan kerjanya baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Sedangkan menurut Sastrohadiwiryo (2005: 177) mengartikan bahwa makna lingkungan kerja sangat berpegaruh besar terhadap efektifitas kerja dan orientasi. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan tempat para pegawai bekerja, untuk itu kenyamanan dan keamanan perlu ditingkatkan supaya para pekerja betah dan nyaman dalam bekerja. Lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah lingkungan fisik dan lingkungan sosial termasuk warga sekolah di dalamnya. 1. Jenis Lingkungan Kerja Menurut. Sedarmayanti. (2001:. 12). mengatakan. bahwa. jenis. lingkungan kerja terbagi menjadi dua macam, yaitu: a.. Lingkungan Kerja Fisik Menurut Moekijat (2005: 135) mengatakan bahwa lingkungan kerja. fisik. adalah. perlengkapan,. mesin-mesin. kantor. yang. dipergunakan dan tata ruang kantor yang mempengaruhi lingkungan fisik kantor serta kondisi-kondisi kerja fisik dalam kondisi-kondisi di mana pekerjaan harus dilakukan..

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. Lingkungan kerja fisik dibagi dalam 2 kategori, yaitu : (1) Lingkungan kerja langsung, di mana berkaitan dengan pusat kerja (meja, kursi, buku, alat kerja, dan lain sebagainya) dan (2) Lingkungan. kerja. perantara/umum,. kebisingan,. sirkulasi,. warna,. dan. (temperatur, lainnya). pencahayaan,. Indikator. yang. mempengaruhi lingkungan kerja fisik yaitu, tata ruang, penerangan, warna, pertukaran udara, musik, suara (tingkat kebisingan). b. Lingkungan Kerja Non Fisik (Lingkungan Sosial) Di dalam lingkungan. kerja. tidak hanya. memperhatikan. lingkungan fisik saja, tetapi lingkungan kerja non fisik yang merupakan salah satu bagian terpenting dalam meningkatkan kinerja guru karena dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap psikologi pekerja. Indikator yang mempengaruhi lingkungan kerja non fisik yaitu, hubungan antara atasan dengan bawahan, hubungan antar rekan kerja, tata kerja dan kemampuan menyesuaikan diri yang baik. 2. Manfaat Lingkungan Kerja Adanya lingkungan kerja fisik maupun non fisik akan memberikan pengaruh terhadap kinerja guru. Menurut Ishak dan Tanjung (2003) mengenai manfaat lingkungan kerja mengartikan bahwa, manfaat lingkungan kerja adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas dan prestasi kerja meningkat. Selain itu manfaat yang didapatkan karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi:.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. a.. Pekerjaan bisa selesai dengan tepat. Artinya, dengan adanya lingkungan yang kondusif dan nyaman kinerja pegawai menjadi lebih cepat dan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.. b.. Tidak terlalu banyak membutuhkan pengawasan karena setiap individu karya dapat saling mengawasi demi tercapainya prestasi kerja.. c.. Menciptakan semangat kerja yang tinggi.. d.. Membuat suasana hati karyawan bahagia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga dapat mencapai hasil kerja yang baik.. e.. Terjalin komunikasi yang baik antara rekan kerja dan atasan dalam susana. kekeluargaan. sehingga. dapat. terhindar. dari. konflik. berkepanjangan. f.. Mambantu ciptakan visi dan misi serta tujuan yang sama dalam aktifitas/ kegiatan mengembangkan dan memajukan sekolah.. g.. Menghindari kecelakaan kerja dan meningkatkan profit. Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. kinerja guru dan karyawan di sekolah, sehingga dapat membantu memajukan visi dan misi sekolah. 3. Indikator Lingkungan Kerja Menurut Sedarmayanti (2011: 12) indikator dalam lingkungan kerja, yaitu:.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. a.. Penerangan cahaya di tempat kerja Adanya penerangan dan pencahayaan di tempat kerja akan sangat membantu bagi para pekerja karena dapat mengurangi resiko kecelakaan dan kelancaran dalam bekerja.. b. Temperatur di tempat kerja Dalam keadaan normal, suhu tubuh manusia mempunyai temperatur yang berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha mempertahankan keadaan normal, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di luar tubuh. c.. Kelembaban Kelembaban adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara, biasa dinyatakan dalam presentase. Kelembaban dalam penelitian ini berhubungan dengan lingkungan kerja yang dipengaruhi oleh temperatur udara, kecepatan udara bergerak dan radiasi panas dari udara tersebut akan mempengaruhi keadaan tubuh manusia.. d. Sirkulasi udara di tempat kerja Sirkulasi udara merupakan pergantian udara di dalam ruangan, sehingga oksigen yang diperoleh manusia dapat berganti lebih baik. Dengan cukup oksigendi sekitar tempat kerja, maka akan memberikan kesejukan dan kesegaran jasmani. Rasa sejuk dan segar selama bekerja akan membantu mempercepat pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja..

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. e.. Kebisingan di tempat kerja Kebisingan merupakan bunyi yang tidak dikehendaki, karena dalam jangka waktu panjang bunyi dapat mengganggu ketenangan dalam bekerja,. merusak. pendengaran. dan. menimbulkan. kesalahan. komunikasi. f.. Bau-bauan di tempat kerja Adanya bau-bauan disekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja, dan baubauan yang terjadi terus menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman.. g.. Tata warna di tempat kerja Penataan warna pada tempat kerja harus diperhatikan dengan baik karena warna mempengaruhi sifat dan jiwa seseorang.. h.. Dekorasi Dekorasi tidak hanya berkaitan dengan hasil ruang kerja saja, tetapi berkaitan dengan cara mengatur tata letak, tata warna, perlengkapan, dan lainnya untuk bekerja.. i.. Musik Musik yang mengalun merdu menimbulkan suasana gembira, sehingga dapat diharapkan pekerja akan berkurang kelelahannya dan bertambah semangat kerjanya..

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. j.. Keamanan di tempat kerja Untuk menjaga lingkungan kerja tetap aman diperlukan adanya satuan petugas keamanan. Gunanya agar pekerja merasa aman bekerja di tempat kerja.. k.. Hubungan atasan dengan bawahan Interaksi atasan dan bawahan dapat menciptakan lingkungan yang dapat memotivasi dan menahan karyawan tetap dalam organisasi dimana ia bekerja.. l.. Hubungan sesama rekan kerja Adanya dinamika kelompok yang setara akan memberikan dampak yang baik bagi kinerja karyawan karena karyawan tidak sungkan untuk saling membantu. Dari pembahasan tentang lingkungan kerja diatas dapat ditarik. kesimpulan bahwa lingkungan kerja yang baik memberikan pengaruh yang baik pula bagi kinerja guru di sekolah.. D. Motivasi Kerja 1. Pengertian Motivasi Kerja Menurut Srolovitch dan Keeps (1992: 277) (dalam Suryani, 2013: 9091) ”Motivation is on of three major influences of performance, the extent and the quality of a person performance are determinated by several factor: appropriate internal motivation and motivational support from the environtment.” Diartikan dalam bahasa Indonesia yang artinya motivasi.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. adalah salah satu dari tiga pengaruh utama pada kinerja, tingkat dan kualitas kerja seseorang ditentukan oleh beberapa faktor: motivasi internal yang tepat dan motivasi dari lingkungan. Yang dimaksud dengan motivasi internal adalah motivasi yang timbul dari dalam diri sendiri. Sedangkan motivasi dari lingkungan (motivasi eksternal) adalah motivasi yang timbul dari luar atau lingkungan, orang lain dan sebagainya. Hodgetts dan Luthans (dalam Usmara, 2006: 14) mengemukakan bahwa motivasi sebagai proses psikologis melalui keinginan yang belum terpuaskan, yang diarahkan ke pencapaian tujuan/ insentif. Sedangkan menurut Usmara motivasi adalah kumpulan kekuatan tenaga yang berasal baik dari dalam maupun luar individu yang memulai sikap dan menetapkan bentuk, arah, serta intensitasnya. Menurut Panji Anoraga (2009: 35) motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan dan kerja. Motivasi kerja guru merupakan gerakan atau sikap seorang guru. Sikap tersebut terarah pada seluruh proses termasuk situasi yang mendorong, dorongan yang timbul dalam diri dan diluar indivu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan tujuan atau akhir dari gerakan atau perbuatan. Pada dasarnya semangat bukanlah penghalang tatpi semangat menjadi kekuatan yang tampak saat bekerja. Keberhasilan dan kegagalan pendidikan sering dikaitkan dengan motivasi kerja guru. Pada dasarnya manusia hanya melihat hal yang baikbaik saja, maka dengan adanya motivasi dalam bekerja akan memberikan dorongan semangat untuk menunjukkan hasil kerja yang baik pula..

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. Dari pengertian menurut para ahli di atas maka penulis menyimpulkan bahwa motivasi kerja adalah suatu kekuatan atau dorongan semangat yang berasal dari dalam diri individu yang dipengaruhi oleh lingkungan guna mencapai apa yang dibutuhkan. 2. Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Motivasi merupakan dorongan semangat dari dalam diri seseorang untuk menunjukkan hasil kerja yang baik. Motivasi juga merupakan proses psikologi dalam diri seseorang yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu internal dan eksternal. a.. Faktor Internal 1) Tingkat pendidikan 2) Pembawaan individu 3) Pengalaman masa lalu 4) Keinginan atau harapan masa depan. b.. Faktor Eksternal 1) Lingkungan kerja 2) Pemimpin dan kepemimpinan 3) Tuntutan dan perkembangan organisasi atau tugas 4) Dorongan atau bimbingan dari atasan Ada pun motivasi kerja seseorang dipengaruhi faktor internal dan. eksternal. Menurut Juwono dalam Setiawan (2005) (dalam jurnal Aini, 2013), faktor internal dan eksternal yaitu:.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. 1) Motivasi Internal Motivasi internal adalah motivasi yang dibangkitkan dari dalam diri sendiri, dimana tenaga kerja dapat bekerja karena tertarik. dan. senang. dengan. pekerjaannya,. kepuasan. dan. kebahagiaan dalam dirinya. Berikut yang termasuk motivasi internal antara lain: a) Kebutuhan b) Keinginan c) Kerjasama d) Kesenangan kerja e) Kondisi karyawan f). Dorongan. 2) Motivasi Eksternal Motivasi eksternal adalah motivasi atau pengaruh yang bersalah dari luar diri individu. Berikut yang termasuk motivasi eksternal antara lain: a) Imbalan atau gaji, yaitu suatu nilai yang diterima seseorang karena telah melakukan akrtivitas dimana seseorang tersebut secara tidak langsung ada ikatan kontrak/ suatu perjanjian lainnya. Imbalan dapat berupa upah atau gaji (Mathis, 2006). b) Harapan, yaitu keinginan seseorang untuk memenuhi diri sendiri dengan penggunaan kemampuan semaksimal mungkin atau ketrampilan dan potensi..

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. c) Intensif atau bonus, yaitu nilai yang diterima seseorang karena telah melakukan kegiatan dimana seseorang tersebut secara langsung ada ikatan kontrak atau perjanjian. Contoh, upah lembur dan bonus Dalam jurnal Azizil Bana (2016) faktor yang lebih berperan dan yang mempengaruhi kinerja guru, yaitu (1) Koordinasi antara pemimpin dan bawahan, misalnya guru datang tepat waktu, guru memperoleh tugas-tugas tambahan dari kepala sekolah, (2) Guru menguasai landasan pendidikan misalnya, pada saat mengajar guru kreatif menggunakan media pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan, (3) Guru mampu melaksanakan fungsi dan tugas sebagai pendidik dan pengajar misalnya, penanaman konsep dasar pembelajaran yang memadai/ seusai. Menurut Saydam (2000) ukuran indikator motivasi terdiri dari lingkungan kerja yang menyengkan, tingkat kompensasi, supervisi yang baik, adanya penghargaan dan prestasi, status dan tanggung jawab, tingkat kematangan pribadi, tingkat pendidikan, keinginan dan harapan pribadi, kebutuhan. Sedangkan. indikator. yang. menggunakan. teori. Hezberg. (dalam. Notoatmojo, 200: 9, dalam jurnal Sari Kusuma Dewi dan Agus Frianto, 2013) antara lain prestasi, penghargaan, tanggung jawab, kesempatan untuk maju, pekerjaan itu sendiri, kondisi kerja fisik, hubungan interpersonal, kebijakan perusahaan, pengawasan, gaji, dan keamanan. Peneliti menyimpulkan bahwa dari beberapa faktor motivasi yang ada, motivasi internal dan eksternal mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. guru. Motivasi kerja guru yang tinggi dalam menjalankan tugasnya akan meningkatkan semangat kerja yang memberi pengaruh terhadap hasil kerja sehingga sesuai dengan yang diharapkan atasan.. E. Kinerja Guru 1. Pengertian Kinerja Guru Istilah “kinerja” dalam tulisan ini dimaksud sebagai terjemahan dari kata performance (Bahasa Inggris). Menurut Bernadin dan Russel (1993) Performance didefinisikan “Performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during a specified time period”. Definisi itu bermakna kinerja adalah catatan tentang hasilhasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu (Supardi, 2014: 53). Amstrong dan Baron (1998) (dalam Fahmi, 2010: 2) mengatakan kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi. Menurut A. Tabrani Rusyan dkk (2000: 7) kinerja guru adalah melaksanakan proses pembelajaran baik dilakukan di dalam kelas, maupun diluar kelas disamping mengerjakan kegiatan-kegiatan lainnya seperti, mengerjakan. administrasi. melaksanakan. bimbingan. melaksanakan penilaian.. sekolah dan. dan. layanan. administrasi. pembelajaran,. pada. siswa,. para. serta.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. Menurut Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen: “guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Artinya, kinerja guru dapat ditunjukkan dari seberapa besar kompetensi-kompetensi tersebut. meliputi. yang. kompetensi. dipersyaratkan pedagogik,. dipenuhi.. Kompetensi. kompetensi. kepribadian,. kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Maka penulis menyimpulkan kinerja guru adalah kemampuan dan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran. Dengan demikian guru sangat menentukan mutu pendidikan. Kinerja guru dapat terlihat jelas dalam pembelajaran yang diperlihatkannya dari prestasi belajar peserta didik. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Menurut Sedarmayanti (2001) (dalam Supardi, 2014: 19) kinerja guru merupakan kemampuan dan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugastugas pembelajaran. Kinerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja antara lain: (1) sikap mental, motivasi kerja, disiplin kerja, etika kerja; (2) pendidikan; (3) ketrampilan; (4) manajemen kepemimpinan; (5) tingkat penghasilan; (6) gaji dan kesehatan; (7) jaminan sosial; (8) iklim kerja; (9) sarana prasarana; (10) teknologi; (11) kesempatan berprestasi..

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. Kinerja guru dapat dilihat dari berbagai aktifitas di luar tugastugasnya seperti yang dilakukannya terhadap organisasi, masyarakat, dan lingkungan yang lebih luas. Faktor guru dalam beriteraksi dengan lingkugan bermasyarakat menggambarkan bagian dari kinerja guru itu dalam bekerja. Dalam penilitian ini peneliti memberikan batasan faktor yang mempengaruhi kinerja guru yaitu (1) kepemimpinan tansformasional kepala sekolah, (2) lingkungan kerja, (3) dan motivasi kerja. 3. Indikator Kinerja Guru Dimensi atau sub variabel kinerja guru telah dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikiran Mitchell (1989) (dalam Salapudin, 2013) beliau mengemukakan dalam suatu area of performance tentang aspekaspek performance terdapat 5 hal, yaitu: 1) kualitas hasil kerja (quality of work) degan indikator: (a) kemampuan siswa, (b) pemahaman siswa, (c) prestasi siswa; 2) ketepatan waktu menyelesaikan masalah (promptness) dengan indikator: (a) waktu kedatangan, (b) waktu kepulang; 3) prakarsa/ inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan (initiative) dengan indikator: (a) berpikir positif yang baik, (b) mewujudkan kreatifitas, (c) pencapaian prestasi; 4) kemampuan menyelesaikan pekerjaan (capability) dengan indikator: (a) penguasaan materi, (b) penguasaan metode pengajaran, dan (c) penguasaan metode pengajaran; dan 5) komunikasi dengan membina kerja sama dengan pihak lain (communication) dengan indikator: (a) penguasaan materi, (b) penguasaan pengelolaan kelas..

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran.. .............................................................
Gambar 2.1 Kerangka BerpikirKepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah (X1) Lingkungan Kerja (X2)  Motivasi  Kerja (X3)  Kinerja  Guru (Y) R1 R2 R4 R3
Tabel 3.12  Reliability Statistics  Cronbach's  Alpha  Cronbach's  Alpha Based on Standardized Items  N of Items  .813  .843  30
Tabel 3.13  Reliability Statistics  Cronbach's  Alpha  Cronbach's  Alpha Based on Standardized Items  N of Items  .818  .845  30
+7

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhana Wata'ala karena berkat limpahan rahmat dan nikmatnya, sehingga Tugas Akhir Program Magister TAPM yang

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Gaya

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Pengaruh Gaya

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kasihnya sehingga penulis telah menyelesaikan tesis dengan judul: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasional,

v KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya peneliti dapat memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Skripsi dengan judul

viii KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Skripsi dengan

vii KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, penyertaan, perlindungan dan rahmat karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan