GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
Palangka Raya, Agustus 2012
Nomor
: 441/ /AD.PEMB/2012
Kepada
Yth. Sdr. Bupati/ Walikota
Sdr. Kepala Instansi Vertikal
Sdr. Kepala SKPD Provinsi Kalimantan Tengah
di –
Kalimantan Tengah
Sifat
: Amat Segera
Lampiran : 1 (Satu) tabel
Perihal
: Perpres 70/2012 tentang
Perubahan Kedua Atas
Perpres 54/2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
Diberitahukan bahwa penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun
2012 berlaku terhitung tanggal 01 Agustus 2012, untuk pengadaan barang/jasa baik
secara elektronik maupun manual, dalam hal ini agar diperhatikan ketentuan dalam
Perpres 54/2010 dan Perpres 70/2012 yang sebagian antara lain dituangkan dalam tabel
terlampir, dengan arahan sebagai berikut :
1. Dalam pemenuhan aspek legalitas teknis pelaksanaan hal tersebut, agar para pejabat
dan jajarannya memahami pedoman ketentuan/peraturan-peraturan yang berlaku,
juga tugas pokok dan fungsi dimana LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah) bertindak sebagai regulator nasional yang menerbitkan
dokumen regulasi yang menjadi acuan bagi seluruh pihak terkait dalam hal
pengadaan barang/jasa pemerintah,kesemua ininformasi tersebut agar diakses pada
www.lkpp.go.id
2. Agar menjadi perhatian akan ketentuan Penyusunan Rencana Umum Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, Penyiapan Pejabat Pengadaan dan lainnya yang harus
dilakukan secara sekuensial agar percepatan penyerapan anggaran pemerintah dapat
tercapai.
3. Dalam tahun 2013 lelang sepenuhnya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara
Elektronik) yang dioperasikan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan jaminan
online dilakukan oleh LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Untuk itu pada
tahun 2013 seluruh LPSE dan ULP sudah terbentuk di Kalimantan Tengah.
Demikian agar disosialisasikan pada instansinya masing-masing, untuk diketahui,
dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya, serta atas perhatian dan kerjasama
yang baik, diucapkan terima kasih.
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
A. TERAS NARANG, SH
Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Ketua UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) di Jakarta 2. Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) di Jakarta
3. Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya
4. Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya 5. Kepala BPKP Perwakilan Wilayah Kalimantan Tengah di Palangka Raya
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
SEKRETARIAT DAERAH
Jalan RTA. Milono Nomor 1 Telepon (0536) 3222000 -3221354, Fax (0536) 3222845
Website: http://www.kalteng.go.id Email : [email protected]
P A L A N G K A R A Y A
Lampiran Tabulasi
Perpres 70/2012 tentang perubahan Kedua atas Perpres 54/2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012) 1. Penyediaan biaya pendukung untuk pelaksanaan pemilihan mendahului tahun anggaran
Belum diatur PA pada K/L/D/I harus menyediakan
biaya pendukung untuk pelaksanaan pemilihan mendahului tahun anggaran
2. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat pelaksana pengadaan (PA/KPA/PPK/ULP/ Pejabat Pengadaan/Pejabat Penerima hasil Pekerjaan)
Belum diatur dalam Perpres
54/2010 Pengangkatan dan pemberhentian pejabat pelaksana pengadaan tidak
terikat tahun anggaran
3. Pengecualian kewajiban
bersertifikat bagi PPK Semua PPK wajib bersertifikat (tidak ada
pengecualian)
Pengecualian diberikan kepada K/L/D/I dengan kriteria:
- Yang tidak memiliki personil bersertifikat, dan
- PPK yang dijabat oleh Eseleon 1 atau 2, atau PPK yang dirangkap oleh PA/KPA
4. Perubahan persyaratan
PPK Semula berpendidikan S1 Diubah menjadi sekurang-kurangnya Golongan III A atau yang disamakan.
5. Menaikkan batas nilai
Pengadaaan Langsung barang/ pekerjaan konstruksi/ Jasa lainnya
Semula sampai dengan Rp
100 juta Diubah menjadi sampai dengan Rp 200 juta
6. Menaikkan batas nilai
pelelangan sederhana dan pemilihan langsung
Semula sampai dengan Rp
200 juta Diubah menjadi sampai dengan Rp 5 milliar
7. Pendelegasian
kewenangan menjawab sanggahan banding
Belum diatur - Untuk pengadaan non-konsultan
dengan nilai > 100 M dan
pengadaan konsultan dengan nilai > 10 M dapat didelegasikan kepada pejabat eselon 1/sekda
- Untuk pengadaan non-konsultan dengan nilai sampai dengan 100 M dan pengadaan konsultan dengan nilai sampai dengan 10 M dapat didelegasikan kepada pj eseleon 2 (K/L/I) atau PA (SKPD)
8. Penambahan kriteria
penunjukan langsung untuk prasarana dan sarana umum (PSU) perumahan rakyat
Belum diatur Pengadaan PSU untuk perumahan
dakyat dapat ditunjuk langsung kepada developer (pengembang)
9 Tambahan pengaturan
International Competitive Bidding (ICB) untuk
Belum diatur Menambahkan pengaturan tentang:
- Persyaratan kualifikasi untuk konsultan internasional
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
pekerjaan konsultan - Tata cara evaluasi untuk konsultan
internasional
- Standard Bidding Document untuk konsultan internasional
10. Jangka waktu pelelangan sederhana/ pemilihan langsung menjadi lebih singkat
Semula minimum 14 hari Diubah menjadi minimum 12 hari
11. Tambahan pengaturan pelelangan terbatas untuk pengadaan barang
Belum diatur Penambahan pengaturan tentang
- Tata cara pelelangan terbatas untuk pengadaan barang
- Standard Bidding Document untu pelelangan terbatas
12. Menaikkan besaran nilai
jaminan sanggah banding Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 2/000
(dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp 50 juta
Jaminan sanggahan banding dinaikkan menjadi sebesar 1 % (satu persen) dari nilai total HPS
13. Tambahan pengaturan tentang penetapan jumlah pemenang lelang lebih dari satu
Belum diatur Pemenang lelang dapat ditetapkan
lebih dari satu untuk: - Sayembara/kontes,
- Adanya keterbatasan kemampuan penyedia (obat-obatan), atau - Pelelangan itemized
14. Tambahan pengaturan untuk pengadaan yang bersifat khusus di bidang keuangan terkait
pengelolan utang
Belum diatur Tata cara pengadaan untuk kegiatan
pengelolaan kas dan penerusan pinjaman, serta pembiayaan melalui utang dan portofolio utang diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan
15. Tambahan pengaturan tentang besaran uang muka untuk kontrak tahun jamak
Belum diatur Tambahan uang muka yang melebihi
(15% dari total kontrak atau 20% dari kontrak awal) dapat diberikan dengan persetujuan Menteri Keuangan
16 Tambahan pengaturan perizinan kontrak tahun jamak
Belum diatur Untuk kontrak tahun jamak diatas 10 M
dan/atau di luar pekerjaan tertentu harus disetujui Menteri Keuangan 17. Perubahan pengaturan
tentang tindak lanjut pengaduan oleh aparat penegak hukum (polisi dan jaksa)
Semula setelah
tandatatangan kontrak Dubah menjadi: apart penegak hukum hanya dapat menindaklanjuti
pengadaan korupsi pengadaa setelah serah terima akhir pekerjaan dan pembayaran final
18. Tambahan pengaturan tindak lanjut lelang ulang gagal
Belum diatur Tambahan pengaturan: apabila terjadi
lelang ulang gagal maka ULP dapat melakukan penunjukan langsung dengan syarat tidak cukup waktu lagi untuk dilakukan pelelangan serta memperhatikan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas
19. Peraturan tentang Tatacara Pengadaan
Tata cara pengadaan diuraikan
dalam 2 set dokumen, yaitu: 1. Lampiran: Tata Cara
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; dan
2. Standar Dokumen
Pengadaan (Standard
Bidding Document/SBD).
Ditambahkan Lampiran IVc yaitu Pengadaan Jasa Konsultansi melalui Seleksi Internasional
20. Perencanaan
Pengadaan Lingkup perencanaan: 1. PA/KPA membuat
rencana
a. Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP)
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
umum dan pembiayaan pengadaan;
2. PPK membuat rencana (teknis) pengadaan; 3. ULP membuat rencana
pelaksanaan (pelelangan/seleksi) pengadaan. Barang/Jasa pada masing-masing Kementerian/Lembaga/ Institusi secara terbuka kepada masyarakat luas setelah rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga/ Institusi disetujui oleh DPR untuk pengadaan yang bersumber dari APBN. Sedangkan untuk pengadaan yang bersumber dari APBD diumumkan setelah rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD.
b. PA pada K/L/D/I harus menyediakan biaya pendukung untuk pelaksanaan pemilihan mendahului tahun anggaran. c. Pengangkatan dan pemberhentian pejabat pelaksana pengadaan tidak terikat tahun anggaran
21. Pelelangan /Seleksi sebelum tahun anggaran
Proses pengadaan dapat dilakukan setelah rencana kerja
dan anggaran K/L/D/I disetujui
oleh DPR/DPRD
a. Kelompok Kerja ULP dapat mengumumkan pelaksanaan Pengadaan:
- Setelah penetapan APBD untuk pengadaan yang bersumber dari APBD.
- Setelah rencana kerja dan Anggaran Kementerian/
Lembaga/Institusi disetujui oleh DPR untuk pengadaan yang bersumber dari APBN: b. Pengumuman mencantumkan kondisi DIPA/DPA belum ditetapkan.
c. Dalam hal DIPA/DPA tidak
ditetapkan atau alokasi anggaran dalam DIPA/DPA yang
ditetapkan kurang dari nilai pengadaan yang diadakan, proses pemilihan dibatalkan dan kepada Penyedia Barang/Jasa tidak diberikan ganti rugi.
22. Perangkat
organisasi ULP 1. Kepala; 2. Sekretariat;
3. Staf pendukung; 4. Kelompok kerja
Perangkat organisasi mengacu kepada peraturan perundang-undangan di bidang
kelembagaan
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
pemenang /penyedia oleh PA/KPA di K/L/I atau Kepala Daerah di Daerah Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya diatas Rp. 100 miliar 2. Paket pengadaan Jasa Konsultansi di atas Rp. 10 miliar. PA pada K/L/D/I
24. Tugas dan Fungsi PPK Menyusun dan menetapkan
rencana pengadaan: a. Spesifikasi teknis; b. Rincian HPS c. Rancangan kontrak d. Tidak menetapkan Pemenang e. Menandatangani Kontrak f. Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan pengadaan
Menyetujui bukti pembelian atau menandatangani Kuitansi/Surat Perintah Kerja (SPK)/surat perjanjian
25. Persyaratan PPK Tidak menjabat sebagai
pengelola keuangan Tidak menjabat sebagai Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah
Membayar (PPSPM) dan Bendahara, kecuali PPK yang dijabat
oleh PA/KPA pada Pemerintah Daerah 26. Karena PA/KPA menurut
UU Nomor 1 Tahun 2004 juga merupakan
penanggung jawab anggaran, maka apabila PA/KPA bertindak selaku PPK sesuai Permendagri 21 Tahun 2011 maka boleh tetap sebagai pengelola keuangan Persyaratan manajerial :
- Pendidikan minimal S1
- Tidak ada persyaratan
DP3
Persyaratan minimal S1 dapat diganti dengan paling kurang golongan III.a atau disetarakan dengan golongan III.a apabila jumlah pegawai negeri yang memenuhipersyaratan terbatas
27. Kewajiban
Bersertifikat - PPK pada K/L/I bersertifikat sejak
Perpres ini berlaku;
- PPK pada K/L/I yang
ditugaskan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat/Kab/Kota Paling lambat 1 Januari 2012; dan - PPK pada Pemerintah Prop/Kab/Kota paling lambat 1 Januari 2012.
Dalam hal tidak ada personil yang memenuhi persyaratan untuk ditunjuk sebagai PPK, maka persyaratan
memiliki sertifikat dikecualikan untuk: a. PPK yang dijabat oleh pejabat eselon I dan II di K/L/D/I; dan/atau b. PA/KPA yang bertindak sebagai PPK.
28. Fungsi ULP a. Pengadaan
Barang/Pekerjaan konstruksi/Jasa lainnya > Rp. 100 Jt b. Pengadaan Jasa Konsultansi > Rp.50 jt Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya > Rp. 200 jt
29. Persyaratan Kepala ULP, Kelompok Kerja (Pokja) ULP/Pejabat Pengadaan
a. Tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Pejabat yang menetapkannya
a. Persyaratan tidak mempunyai hubungan keluarga dihapus b. Persyaratan Sertifikasi dapat
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
sebagai anggota
ULP/Pejabat pengadaan b. Memiliki Sertifikat c. Dilarang duduk sebagai
pengelola keuangan
c. L/I yang memiliki keterbatasan PNS dapat mengangkat pegawai tetap non PNS
d. Dilarang duduk sebagai PPSPM dan bendahara
30. Kelompok kerja ULP a. Berjumlah gasal
minimal 3 (tiga) orang b. Dapat ditambah sesuai
dengan kompleksitas pekerjaan.
c. Dapat dibantu aanwijzer
Pengadaan barang/jasa bersifat khusus dan/atau memerlukan keahlian
khusus, tenaga ahli dapat berasal dari pegawai negeri atau swasta
31. Tugas Pokok dan
Kewenangan Kepala ULP
Belum diatur a. Memimpin dan mengkoordinasikan
seluruh kegiatan ULP;
b. Menyusun program kerja dan anggaran ULP;
c. Mengawasi seluruh kegiatan pengadaan barang/ jasa di ULP dan melaporkan apabila ada penyimpangan dan/atau indikasi penyimpangan;
d. Membuat laporan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa kepada Menteri/ Pimpinan
Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi;
e. Melaksanakan pengembangan dan pembinaan Sumber Daya Manusia ULP;
f. Menugaskan menempatkan/
memindahkan anggota kelompok Kerja sesuai dengan beban kerja
masing-masing Pokja ULP; g. Mengusulkan pemberhentian anggota Pokja yang ditugaskan di ULP kepada PA/KPA/Kepala Daerah apabila terbukti
melakukan pelanggaran peraturan perundang- undangan dan/atau KKN; dan
h. Menetapkan Sekretariat dan Staf Pendukung ULP sesuai dengan kebutuhan.
32. Pejabat Pengadaan 1. Melaksanakan
Pengadaan Langsung 2. Pengadaan barang/ Pekerjaan kontruksi/ Jasa ainnya ≤ Rp.100
Jt
3. Pengadaan Jasa Konsultansi ≤Rp.50 jtPengadaan Langsung untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya ≤ Rp. 200 jt
33. Pengecualian status sebagai pegawai negeri
Belum diatur a. Lembaga/Institusi Pengguna
APBN/APBD yang memiliki keterbatasan pegawai yang berstatus Pegawai Negeri, Kepala ULP/anggota Kelompok Kerja ULP dapat berasal dari pegawai tetap Lembaga/Institusi Pengguna APBN/APBD yang bukan Pegawai
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
Negeri.
b. Kelompok masyarakat Pelaksana Swakelola,Kepala ULP/anggota Kelompok Kerja ULP dapat berasal dari bukan Pegawai Negeri.
34. Persyaratan
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan
Tidak menjabat sebagai
pengelola keuangan Tidak menjabat sebagai PPSPM dan bendahara
35. Dukungan
Keuangan dari Bank
Minimal 10% dari nilai paket untuk pekerjaan konstruksi
Untuk semua jenis pemilihan langsung/pelelangan Pekerjaan Konstruksi
36. Pengecualian persyaratan kualifikasi untuk
penyedia asing
Belum diatur Pengecualian antara lain :
Pengalaman Perjanjian KSO KD Dukungan Keuangan 37. Rencana umum Pengadaan, berdasarkan ketentuan umum 1. Disusun oleh PA : 2. Meliputi kegiatan dan anggaran yg akan :
a. dibiayai oleh K/L/D/I
sendiri
b. dibiayai dengan
cofinancing
Penambahan ketentuan :
a. PA menyampaikan kebijakan umum Penetapan penggunaan produk dalam negeri dalam RUP
b. RUP diumumkan kembali jika ada perubahan/penambahan
c. RUP pada Pemda diumumkan PA setelah RKT dibahas
38. Pekerjaan yang dapat diswakelolakan
Antara lain :
pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat penambahan: a. Pekerjaan survey, b. Pekerjaan industri kreatif,inovatif, budaya dan penelitian laboratorium c. Penelitian dan pengembangan dalam negeri. d. Pengembangan industri pertahanan, alutsista dan almatsus dalam negeri
Penambahan kriteria pekerjaan swakelola:
- Pekerjaan yang operasi dan Pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat atau dikelola oleh K/L/D/I
39. Pengadaan Barang/
Jasa Lainnya 1. Pelelangan a. Pelelangan Umum
b. Pelelangan Sederhana 2. Penunjukan Langsung 3. Pengadaan Langsung 4. Sayembara/Kontes
Untuk pengadaan barang ditambahkan metode pelelangan Terbatas
40. Pelelangan/Seleksi Sederhana dan Pemilihan Langsung
1. Untuk pengadaan barang /Jasa lainnya yang:
a. Tidak kompleks, b. Bernilai ≤ Rp. 200 jt. 2. Pasca kualifikasi (untuk pelelangan/ seleksi perorangan dan pemilihan langsung) 3. Pengumuman min 3 hari
a. Pengadaan barang/pek.konstruksi/ jasa lainnya yang bernilai ≤
Rp.5miliar
b. Pengadaan jasa konsultansi tetap ≤ Rp.200jt
c. Pengumuman min 4 hari
41. Pengadaan Langsung a. Utk pengadaan Barang/
Pekerjaan konstruksi/ Jasa Lainnya
a. Untuk pengadaanbBarang/
Pekerjaan Konstruksi/ jasa lainnya - Untuk pengadaan ≤ Rp. 200 jt
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012) - Untuk pengadaan ≤ Rp.100 jt - Kebijakan Operasional K/L/D/I - Teknologi sederhana - Risiko kecil - Penyedia orang perseorangan dan/atau badan usaha kecil b. Utk pengadaan Jasa Konsultansi: - Kebijakan operasional K/L/D/I - Untuk pengadaan ≤ Rp.50 jt b. Tetap
42. Penunjukan Langsung a. Keadaan tertentu
adalah:
1) Penanganan darurat yang tidak dapat direncanakan sebelum- nya dan waktu
penyelesaian pekerjaannya harus segera, untuk: a) Pertahanan negara, dan/atau b) Keamanan masyarakat dan/atau c) Keselamatan/ perlindungan masya- rakat : - Akibat adanya bencana alam dan/ atau,
bencana nonalam
dan/atau bencana sosial; dan/atau
2) Dalam rangka pencegahan bencana; dan/atau 3) Akibat kerusakan Infrastruktur yang Dapat menghentikan kegiatan pelayanan publik. Ditambah:
Kegiatan bersifat rahasia untuk kepentingan intelijen dan/atau perlindungan saksi sesuai dengan tugas yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
43. Penunjukan Langsung Barang/pekerjaan khusus
adalah....dst (ditambahkan 4 jenis barang/pekerjaan): 1. Pekerjaan pengadaan mobil, sepeda motor dan/atau
2. Kendaraan bermotor lainnya dengan harga khusus untuk pemerintah (Government Sales Operation/ GSO); 3. Sewa penginapan/ hotel; atau
4. Lanjutan sewa gedung/
Ditambahkan :
- Pekerjaan pengadaan Prasarana, Sarana,dan Utilitas Umum (PSU) di Lingkungan perumahan bagi
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan oleh pengembang/developer yang bersangkutan
- Dapat dilakukan setelah lelang ulang gagal dan berdasarkan pertimbangan PA,dengan tetap memperhatikan
Prinsip efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas, dengan ketentuan: hasil pekerjaan tidak dapat ditunda, menyangkut kepentingan/keselamat
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
kantor, dan lanjutan sewa ruang terbuka atau tertutup
lainnya. Pengadaan Barang/ Jasa yang
bersifat rahasia tidak lagi termasuk dalam kategori barang/jasa yang dapat dilakukan dengan Penunjukan Langsung
an masyarakat dan tidak cukup waktu untuk melaksanakan proses pelelangan/ seleksi/pemilihan langsung dan pelaksanaan pekerjaan
44. Metoda Pemasukan dokumen:
- Satu Sampul
- Untuk pelaksanaan Seleksi Sederhana - Untuk metode evaluasi
pagu anggaran dan biaya terendah
- Untuk Seleksi Konsultan perorangan dengan evaluasi Kualitas
Ditambah:
Prakualifikasi Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi dapat dilakukan dengan metode penyampaian satu sampul
45. - Dua sampul Tidak dapat digunakan
untuk pengadaan Pekerjaan Konstruksi
Dapat digunakan untuk semua jenis pengadaan dimana penilaian teknis berpengaruh terhadap harga
- Dua Tahap - Tidak dapat digunakan
utk pengadaan Jasa Konsultansi
- Tidak ada penyetaraan
teknis
Dapat dilakukan penyetaraan teknis jika menggunakan metode evaluasi sistem gugur
46. Metoda Evaluasi : - Metode evaluasi
sistem nilai dan biaya selama umur
ekonomis
Hanya untuk pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bersifat kompleks
Ditambah:
Evaluasi sistem nilai dan biaya selama umur ekonomis dapat dilakukan untuk metode pasca kualifikasi, jika penilaian teknis berpengaruh terhadap harga namun
bukan pekerjaan kompleks 47. Kualifikasi : Penggunaan Prakualifikasi a. Jasa Konsultansi (Badan Usaha); b. Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa
Lainnya yang bersifat kompleks melalui Pelelangan Umum; c. Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang menggunakan Metode Penunjukan Langsung, kecuali untuk penanganan
darurat.
Ditambahkan Pemilihan Penyedia melalui Pengadaan Langsung Barang/ Jasa Lainnya tanpa didahului dengan prakualifikasi, sepanjang memenuhi prinsip-prinsip pengadaan
48. Kontrak :
Persetujuan Kontrak Tahun Jamak yang Didanai APBN
a. Menteri Keuangan untuk kegiatan yang nilainya diatas Rp10.M;
b. Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan yang nilai kontraknya sampai dengan Rp10 M bagi kegiatan: penanaman benih/bibit, penghijauan, pelayanan perintis laut/udara,
Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan yang nilai kontraknya sampai dengan Rp10 M bagi kegiatan: penanaman benih/ bibit,penghijauan,pelayanan perintis darat/laut/udara,
a. Makanan dan obat dirumah sakit, makanan untuk narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, pengadaan pita cukai,layanan pembuangan sampah, dan pengadaan jasa cleaning service b. b. Diluar pengadaan dimaksud harus
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
makanan dan obat di rumah sakit,makanan untuk narapidana di Lembaga
Pemasyarakatan, pengadaan pita cukai, layanan pembuangan sampah dan pengadaan jasa cleaning service
disetujui oleh Menkeu,diselesaikan < 7 hari kerja sejak dokumen diterima lengkap
49. Kontrak Payung
(framework agreement)
a. Merupakan kontrak harga satuan antara pemerintah dan penyedia baran/jasa b. Utk kebutuhan yang
berulang
c. Volume belum pasti; d. Pembayaran sesuai
pengukuran bersama antara PPK/Satker dengan penyedia barang/jasa
Kontrak Harga Satuan antara Pejabat K/L/D/I dengan Penyedia Barang/Jasa
50. Jenis Kontrak Ditetapkan oleh Pokja
ULP Ditetapkan oleh PPK
51. Tanda Bukti Perjanjian - Bukti pembelian sampai
dengan Rp.5jt; - Kuitansi sampai dg. Rp.10jt; - SPK untuk barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya sampai dg. Rp.100jt dan jasa konsultansi sampai dg. Rp.50jt;
- Surat perjanjian utk barang/pek.konstruksi/j asa
lainnya diatas Rp.100jt dan
jasa konsultansi diatas Rp. 50 juta
- Bukti pembelian utk barang/jasa lainnya sampai dgn Rp.10jt;
- Kuitansi utk arang/pek.konstruksi/j asa lainnya sampai dengan Rp.50jt; - SPK utk barang/pek.konstruksi/jasa
lainnya sampai dengan Rp.200jt dan jasa konsultansi sampai dengan Rp.50jt;
- Surat perjanjian utk barang/ pekerjaan konstruksi/jasa lainnya diatas Rp.200jt dan jasa konsultansi diatas Rp.50jt.
52. Perubahan kontrak Dilakukan dalam hal
terdapat
perbedaan antara kondisi lapangan pada saat
pelaksanaan dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak
Ditambahkan:
Ketentuan ini hanya untuk kontrak yang menggunakan kontrak harga satuan
53. Pemutusan kontrak PPK dapat memutuskan
Kontraksecara sepihak a.l. bila denda keterlambatan pelaksanaan
- Sebelum dilakukan pemutusan kontrak,penyedia diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, meskipun melampaui tahun anggaran - Apabila ini dilaksanakan, maka
penyedia dikenakan denda, tapi tidak terkena sanksi BL jika pekerjaan yang terlambat tersebut dapat diselesaikan
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
54. Harga Perkiraan Sendiri
(HPS) - Disusun dan ditetapkan PPK untuk semua metode
pemilihan penyedia barang/ jasa, kecuali kontes/ sayembara tidak perlu HPS
- Diumumkan pada saat pengumuman lelang; - Menjadi batas atas
penawaran untuk barang/
PekekerjaanKonstruksi/J asa
Lainnya
- Untuk pengadaan langsung yang tidak
menggunakan SPK dan Surat Perjanjian
tidak diperlukan HPS.
- Batas penawaran tertinggi untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya, kecuali untuk Pelelangan yang menggunakan metode dua tahap dan Pelelangan Terbatas dimana peserta yang memasukkan penawaran harga kurang dari 3 (tiga)
55. HPS (Cont) - Disusun paling lama 28
hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran - Dasar untuk menetapkan
besaran nilai Jaminan Pelaksanaan bagi
penawaran yang nilainya lebih rendah dari 80% nilai total HPS
- HPS bukan sebagai dasar untuk menentukan besaran kerugian negara
Disusun paling lama 28 hari kerja sebelum batas akhir pemasukan penawaran untuk pemilihan dengan pascakualifikasi; atau paling lama 28 hari kerja sebelum batas akhir pemasukan penawaran ditambah dengan waktu lamanya proses
prakualifikasi untuk pemilihan dengan prakualifikasi.
56. Sumber Data HPS - Antara lain : Daftar biaya
dari agen tunggal tidak dapat lagi digunakan sebagai sumber data HPS - Ditambahkan 4 sumber
data:
a. Inflasi tahun sebelumnnya,suku bunga berjalan dan/ atau kurs tengah Bank Indonesia
b. Hasil Perbandingan dengan kontrak sejenis, baik yg dilakukan dengan instansi lain maupun fihak lain c. Norma indek dan/atau d. Informasi lain yg dapat dipertanggungjawab-kan
Harga pasar setempat yaitu harga barang/jasa dilokasi barang/jasa diproduksi/diserahkan/dilaksanakan, Menjelang dilaksanakan pengadaan barang/jasa
57. Persyaratan jaminan
pengadaan barang/jasa Jaminan harus dapat: a. Dicairkan sebesar nilai
jaminan
b. Dicairkan dalam waktu 14 hari
c. Bersifat unconditional
PPK dapat tidak meminta jaminan pelaksanaan untuk pengadaan jasa lainnya dimana aset penyedia sudah dikuasai oleh pengguna barang 58. Penyampaian Jaminan
Pemeliharaan Diberikan oleh penyedia pekerjaan konstruksi/jasa
lainnya setelah elaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai
Diberikan oleh penyedia pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya yang Membutuhkan pemeliharaan
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
59. Jaminan sanggahan banding
2 perseribu (2‰) dari HPS,maksimal Rp.50 juta
1% (satu per seratus) dari HPS, tanpa batasan maksimal 60. Media Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa a. Website K/L/D/I, b. Papan pengumuman resmi c. Portal Pengadaan Nasionalmelalui LPSE
Website K/L/D/I diubah menjadi website Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi 61. Pengumuman atas penetapan penyedia barang/jasa a. Website K/L/D/I, b. Papan pengumuman resmi
- Hasil pelelangan/seleksi diumumkan di website K/L/Pemda/Institusi dan Portal Pengadaan Nasional
- Hasil Penunjukan langsung di website
K/L/Pemda/Intitusi 62. Unsur-unsur
Pengumuman Hasil Pemilihan Penyedia
Belum diatur Terdiri dari:
- Nama paket dan nilai total HPS - Nama, NPWP, alamat
- Hasil evaluasi penawaran
63. Pengumuman ULP mengumumkan
pelaksanaan pengadaan barang/jasa kepada Masyarakat
setelah:
- Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) disetujui - DIPA/DPA disahkan
Poja ULP mengumumkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa kepada masyarakat setelah :
- Penetapan APBD
- RKA K/L/I disetujui oleh DPR (APBN) Dalam hal DIPA/DPA tidak ditetapkan atau alokasi anggaran dalam
DIPA/DPA yang ditetapkan kurang dari nilai pengadaan yang diadakan, proses pemilihan dibatalkan
64. Penetapan Pemenang Dilakukan oleh Pejabat
Pengadaan/Pokja ULP terhadap 1 (satu) penyedia
Pokja ULP dapat menetapkan hasil pemilihan ≥ 1 (satu) penyedia, jika perlu
65. Sanggahan dan sanggahan banding
- Sanggah ke Panitia/ULP, dan sanggah banding ke Menteri/Kepala Lembaga/ Kepala Daerah/Pimpinan Institusi (dgn tembusan ke PPK, ULP,APIP dan LKPP); - Sanggahan banding menghentikan proses pengadaan;
- Hanya peserta yang memasukkan penawaran yang dapat
menyampaikan sanggahan
- Pimpinan K/L/Pemda/I dapat
menugaskan pejabat untuk menjawab sanggahan banding:
a. Pejabat Eselon I/II (K/L/I)
b. Sekda atau PA (Pemda)
66. Masa Sanggah dan
Sanggah Banding Lelang/seleksi umum/ sederhanadan pemilihan
langsung:
- Masa sanggah kualifikasi 5 hari kerja
(prakualifikasi)
- Masa sanggah 5 hari kerja - Masa sanggah banding 5
hari kerja
Lelang/seleksi sederhana dan pemilihan langsung :
- Masa sanggah 3 hari kerja
- Masa sanggah banding 3 hari kerja
67. Jawaban Sanggah Lelang/seleksi umum/
sederhana dan pemilihan langsung:
- Jawaban sanggah 5 hari Kerja
- Jawaban sanggah banding 15 hari kerja
Lelang/seleksi sederhana dan pemilihan langsung :
- Jawaban sanggah 3 hari kerja
- Jawaban sanggah banding 5 hari kerja untuk pelelangan/seleksi sederhana dan pemilihan langsung, sedangkan yang lainnya tetap 15 hari kerja 68. Besaran uang muka
dalam kontrak tahun jamak
Yang terendah antara : a. 20% dari nilai kontrak tahun pertama; atau
- Untuk kontrak tahun jamak PPK dapat
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
b. 15% dari total nilai kontrak
- Penyedia harus segera menggunakan uang muka sesuai rencana yang ditetapkan PPK
- Untuk konsultansi sebesar 20% (Kecil dan non kecil
69. Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) a. TKDN + BMP > 40 % wajib menggunakan Produksi Dalam Negeri
b. Lelang terbuka jika kurang
dari 3 peserta lelang ulang
c. TKDN + BMP mengacu pada Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam
Negeri Kementrian Perindustrian
Paling sedikit 1 produk dalam negeri yg tercantum dlm daftar inventarisasi dg
nilai TKDN ≥ 25% dan paling sedikit 2 produk
dalam negeri yg tercantum dlm daftar inventarisasi dg nilai TKDN < 25%
70. Pemberlakuan Preferensi
Harga a. Untuk Barang/Jasa dalam negeri (dibiayai rupiah
murni)
bernilai diatas Rp 5 M. b. TKDN >25% --- mendapat preferensi harga
c. Barang produksi dalam negeri yang daftarnya dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian.
a. Untuk Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai rupiah murni,dengan ketentuan sebagai berikut:
- Sampai dengan 31 Desember 2013, untuk Pengadaan Barang/Jasa bernilai diatas Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah);
- Mulai 1 Januari 2014, untuk Pengadaan
Barang/Jasa bernilai diatas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
b dan c tetap 71. Nilai paket pekerjaan
utk usaha kecil
Sampai dengan nilai Rp.2.5 M,jika mampu untuk pengadaan
barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya
- Paket dimaksud ditetapkan oleh
PA/KPA
- Untuk pengadaan Jasa Konsultansi
di bidang konstruksi, ditetapkan oleh Menteri PU bersama dengan LKPP
72. Pengdaan E-Procurement E-Proc dimulai 2012 untuk
sebagian paket pekerjaan Pengdaan E-Procurement pada tahun 2013 Wajib
73. e-tendering - Mulai dari pengumuman
pengadaan sampai pemenang - Dilaksanakan dg sistem pengadaan secara elektronik yg diselenggarakan oleh LPSE
Penyusunan jadwal pelaksanaan melalui eproc berdasarkan hari kalender. Batas akhir setiap tahapan adalah hari kerja.
74. e-purchasing - Katalog elektronik
- Diselenggarakan oleh LKPP - - Menggunakan kontrak
payung
- Eefisiensi biaya dan waktu
Barang/jasa yang dicantumkan dalam katalog elektronik ditetapkan oleh Kepala LKPP
75. Daftar Hitam Daftar hitam adalah daftar
yang memuat identitas
penyedia barang/jasa yang
dikenakan sanksi oleh
K/L/D/I
Daftar hitam adalah daftar yang memuat
identitas penyedia barang/jasa yang dikenakan sanksi oleh K/L/D/I, BUMN/BUMD,
TABULASI PERUBAHAN
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
negara lain
76. Seleksi Internasional Belum diatur 1. Dalam halPengadaan Barang/Jasa
Lainnya dengan nilai ≤ RP. 20 M atau untuk Pengadaan Jasa Konsultansi bernilai ≤RP. 10 M tidak dapatdilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi dari Dalam Negeri, maka dilakukan melalui Pelelangan Internasional dan diumumkan dalam
web komunitas Internasional 2. Pengadaan dimaksud ditetapkan
Berdasarkan Keputusan Menteri/ Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi
3. Negosiasi teknis dan biaya untuk penyedia jasa asing
a. Negosiasi unit biaya langsung personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit,bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli, atau pernyataan penyedia ybs tentang kewajaran besaran tenaga ahli (billing rate) yang membuat Kesanggupan untuk dijadikan dasar audit
b. Besaran biayalangsung personil dpt mengacu pada unit biaya personil yang berlaku di luar negeri
77. Pemberlakukan Perpres
(Aturan Peralihan) Perjanjian/Kontrak yg telah ditandatangani
berdasarkan Perpres 54/2010, tetap berlaku sampai dengan berakhirnya Perjanjian/ Kontrak.
1. Perpres ini berlaku sejak diundangkan (1 Agustus 2012) 2. Pengadaan yang sedang
dilaksanakan berdasarkan Perpres 54/2010, dilanjutkan dengan tetap berpedoman pada Perpres
54/2010.
3. Perjanjian/Kontrak yg telah Ditandatangani berdasarkan Perpres 54/2010, tetap berlaku sampai dengan berakhirnya
Perjanjian/Kontrak.
Tabulasi Penghilangan multitafsir:
TABULASI PENGHILANGAN MULTITAFSIR
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
1. Mempertegas pihak yang dapat melakukan
sanggah Semula pengaturan ini kurang jelas Dipertegas bahwa peserta yang boleh melakukan
sanggah hanya peserta yang memasukkan penawaran
2. Perubahan definisi “D” dalam K/L/D/I yang
semula definisikan “SKPD” menjadi “pemda” (dalam kaitannya dengan pembentukan ULP)
Semula D
didefinisikan SKPD Definisi D diubah menjadi Pemerintah Daerah
TABULASI PENGHILANGAN MULTITAFSIR
No. Materi Perubahan Perpres 54/2010 &
Perubahan ke I (Perpres 35/2011)
Perubahan ke II atas Perpres 54/2010 (Perpres 70/2012)
dalam website K/L/D/I
mendefinisikan “D” sebagai SKPD
Pemerintah Daerah
4. Penegasan pihak yang bertanggung jawab
dalam proses pemilihan adalah Kelompok Kerja ULP
Kurang jelas (hanya
disebut ULP) Diperjelas bahwa: yang bertanggung jawab dalam
proses pemilihan adalah Pokja ULP
5. Pengumuman Rencana Umum Pengadaan
(RUP) yang dibiayai APBD Dilakukan setelah Rencana Kerja dan
anggaran (RKA) SKPD disetujui oleh DPRD
Dilakukan setelah APBD ditetapkan dengan Perda.