KONTRAK PEKERJAAN
KONSTRUKSI
Narasumber :
PENGERTIAN
PEKERJAAN KONSTRKSI :
• Seluruh pekerjaan yang
berhubungan dengan
pelaksanaan konstruksi
bangunan atau pembuatan
wujud fisik lainnya
.
• Yang dimaksud dengan pelaksanaan konstruksi bangunan, meliputi keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan pelaksanaan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan, masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan.
• Yang dimaksud dengan pembuatan wujud fisik lainnya, meliputi keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan pelaksanaan yang mencakup pekerjaan untuk mewujudkan selain bangunan antara lain, namun tidak terbatas pada:
a. konstruksi bangunan kapal, pesawat atau kendaraan tempur; b. pekerjaan yang berhubungan dengan persiapan lahan,
penggalian dan/atau penataan lahan (landscaping); c. perakitan atau instalasi komponen pabrikasi;
d. penghancuran (demolition) dan pembersihan (removal); e. reboisasi.
UNDANG – UNDANG 18 - 1999
PERSYARATAN USAHA, KEAHLIAN, DAN KETERAMPILAN PASAL 8
Perencana konstruksi, pelaksana konstruksi, dan pengawas konstruksi yang berbentuk badan usaha harus :
a. memenuhi ketentuan tentang perizinan usaha di bidang jasa konstruksi;
b. memiliki sertifikat, klasifikasi, dan kualifikasi perusahaan jasa konstruksi.
UNDANG – UNDANG 18
-1999
PASAL 9
1) Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian.
2) Pelaksana konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keterampilan kerja dan sertifikat keahlian kerja.
3) Orang perseorangan yang dipekerjakan oleh badan usaha sebagai perencana konstruksi atau pengawas konstruksi atau tenaga
tertentu dalam badan usaha pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian.
4) Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keterampilan dan keahlian kerja.
• Pasal 9 PP 59/2010
– Pemilihan pelaksana konstruksi dengan cara pelelangan umum berlaku untuk semua pekerjaan pelaksanaan konstruksi.
– Pemilihan pelaksana konstruksi dilakukan dengan syarat: • diumumkan secara luas melalui media elektronik dan/atau media
cetak;
• dilakukan penilaian kualifikasi baik prakualifikasi maupun pasca kualifikasi;
• peserta yang berbentuk badan usaha harus sudah diregistrasi pada Lembaga; dan
• tenaga ahli dan tenaga terampil yang dipekerjakan oleh badan usaha atau usaha orang perseorangan harus bersertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga.
TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL PASAL 11
1) Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan orang perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 harus bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.
2) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilandasi
prinsip-prinsip keahlian sesuai dengan kaidah keilmuan, kepatutan,
dan kejujuran intelektual dalam menjalankan profesinya dengan
tetap mengutamakan kepentingan umum.
3) Untuk mewujudkan terpenuhinya tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat ditempuh melalui mekanisme pertanggungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PENGERTIAN
Kontrak adalah suatu persetujuan
antara dua orang atau lebih,
dimana menimbulkan sebuah
kewajiban untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu secara
sebagian.
Pasal 1320 KUH Perdata menentukan empat
syarat sahnya kontrak / perjanjian, yaitu :
• Adanya kesepakatan para pihak
• Kecakapan untuk membuat
perjanjian
• Mengenai suatu hal (objek)
tertentu
DEFINISI KONTRAK PENGADAAN
Kontrak Pengadaan Barang/Jasa
yang selanjutnya disebut Kontrak
adalah perjanjian tertulis antara
PPK dengan Penyedia
Barang/Jasa atau pelaksana
Swakelola.
Penandatanganan Kontrak
Konstruksi yang kompleks dan/atau
bernilai diatas
Rp100.000.000.000,00 (seratus
miliar rupiah) dilakukan setelah
memperoleh pendapat ahli hukum
Kontrak.
PENETAPAN
JENIS
PENETAPAN JENIS KONTRAK
16lump sum
harga satuan
gabungan lump sum dan harga satuan
terima jadi (turnkey) Persentase pembebanan tahun anggaran tahun tunggal kontrak pengadaan tunggal; kontrak pengadaan bersama. tahun jamak kontrak payung jenis pekerjaan pekerjaan tunggal pekerjaan terintegrasi sumber pendanaan cara pembayaran
PENETAPAN JENIS KONTRAK
• PPK menetapkan jenis Kontrak
Pengadaan Barang/Jasa dalam
rancangan kontrak
Pasal 50
Ayat (1)
• PPK menyempurnaan rancangan
kontrak PBJ untuk ditandatangani
Kontrak Lumpsum
• Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian
seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;
b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa;
c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;
d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);
e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan
f. tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.
Psl 51 (1)
Kontrak Lumpsum
• Pengadaan Barang/ Jasa yang dapat
dilaksanakan dengan kontrak lumpsum,
antara lain :
1. pengadaan kendaraan bermotor;
2. pengadaan patung;
3. konstruksi bangunan sederhana, seperti
ruang kelas;
4. pembuatan aplikasi komputer.
Pjlsn Psl 51 (1)
Kontrak Harga Satuan
• Kontrak Pengadaan Barang/ Jasa atas penyelesaian
seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Harga Satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu;
b. volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani;
c. pembayarannya didasarkan pada hasil
pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh Penyedia
Barang/Jasa; dan
d. dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas
pekerjaan yang diperlukan. Psl 51
Kontrak Harga Satuan
--- cukup jelas
---Pjlsn Psl 51 (2)
Kontrak gabungan Lump Sum dan
Harga Satuan
• Kontrak yang merupakan gabungan Lump
Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu)
pekerjaan yang diperjanjikan
Psl 51 (3)
• Didalam kontrak harus dijelaskan bagian
mana yang dinyatakan lumpsum dan bagian
mana yang menggunakan harga satuan
Ketentuan kontrak berlaku pada
bagian-bagian tersebut
catatan : yang bolehdilakukan pekerjaan tambah/kurang hanya bagian yang menggunakan kontrak harga satuan
Kontrak gabungan Lump Sum dan
Harga Satuan
• Penjelasan Pasal 51 Ayat (3) :
– Untuk pekerjaan yang sebagian bisa
mempergunakan Lumpsum kemudian untuk bagian yang lain harus menggunakan Harga Satuan, misalnya pengadaan bangunan yang menggunakan pondasi pancang (bangunan atas menggunakan Lumpsum, pondasi
Psl 52 (4)
Kontrak Persentase
• Kontrak Pengadaan Jasa
Konsultansi/Jasa Lainnya, dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Penyedia Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya
menerima
imbalan berdasarkan
persentase dari nilai pekerjaan tertentu
;
dan
b.
pembayarannya didasarkan pada
tahapan produk/keluaran
yang dihasilkan
sesuai dengan isi Kontrak.
Kontrak Persentase
• Penjelasan Pasal 52 Ayat (4) :
– Kontrak persentase digunakan untuk
pekerjaan yang sudah memiliki acuan
persentase, misalnya perencanaan dan
pengawasan pembangunan gedung
Pjlsn Pasal 51 (5)
Kontrak Terima Jadi
•
Kontrak Terima jadi digunakan untuk
membeli suatu barang atau instalasi
jadi yang hanya diperlukan sekali
saja, dan tidak mengutamakan
kepentingan untuk alih (transfer)
teknologi selanjutnya.
BUKTI PERJANJIAN
• Kuitansi digunakan untuk Pekerjaan
Konstruksi s/d Rp. 50 Juta.
• Surat Perintah Kerja (SPK) digunakan
untuk Konstruksi s/d Rp. 200 Juta.
• Kontrak digunakan untuk Pekerjaan
Konstruksi diatas Rp. 200 Juta.
DOKUMEN KONTRAK
Surat Perjanjian/
Surat Perintah Kerja
SSUK / SSU SPK
SSKK / SSK SPK
Lampiran Kontrak/SPK :
•
Spesifikasi Teknis/KAK
•
Daftar Kuantitas dan harga
•
Dokumen Penawaran teknis
•
Data Kualifikasi
.
K
O
N
T
R
A
K
PENANDATANGAN KONTRAK
• Para pihak menandatangani Kontrak setelah
Penyedia Barang/Jasa menyerahkan Jaminan
Pelaksanaan (apabila dipersyaratkan).
• Penandatanganan Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa yang kompleks dan/atau bernilai
diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah) dilakukan setelah memperoleh
JAMINAN PELAKSANAAN
1) Jaminan Pelaksanaan diminta PPK kepada
Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi untuk Kontrak bernilai di atas Rp200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah).
2) Jaminan Pelaksanaan tidak diperlukan dalam hal: a. Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa
Lainnya yang dilaksanakan dengan metode
Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung Untuk Penanganan Darurat, Kontes, atau Sayembara;
b. Pengadaan Jasa Lainnya, dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna; atau
c. Pengadaan Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik melalui E-Purchasing
JAMINAN PELAKSANAAN
3) Jaminan Pelaksanaan diberikan setelah diterbitkannya SPPBJ dan sebelum penanda tanganan Kontrak
Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya. 4) Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan adalah sebagai
berikut:
– untuk nilai penawaran terkoreksi antara 80% (delapan puluh perseratus) sampai dengan 100% (seratus perseratus) dari nilai total HPS, Jaminan Pelaksanaan adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; atau
– untuk nilai penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai total HPS, besarnya Jaminan Pelaksanaan 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS.
JAMINAN PELAKSANAAN
5) Jaminan Pelaksanaan berlaku sejak tanggal Kontrak sampai serah terima Barang/Jasa Lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.
6) Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah:
– penyerahan Barang/Jasa Lainnya dan Sertifikat Garansi; atau
– penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima
perseratus) dari nilai Kontrak khusus bagi Penyedia Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya.
YANG BERHAK TANDA TANGAN
KONTRAK
• Pihak Kesatu Pejabat Pembuat
Komitmen.
• Pihak Kedua Direksi yang disebutkan
namanya dalam Akta Pendirian/
Anggaran Dasar Penyedia Barang/Jasa,
yang telah didaftarkan sesuai dengan
YANG BERHAK TANDA TANGAN KONTRAK
• Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya
tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran
Dasar, dapat menandatangani Kontrak
Pengadaan Barang/Jasa, sepanjang pihak
tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan
yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan
mendapat kuasa atau pendelegasian
wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang
sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar
untuk menandatangani Kontrak Pengadaan
PERUBAHAN KONTRAK
• Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi
lapangan pada saat pelaksanaan, dengan
gambar dan/atau spesifikasi teknis yang
ditentukan dalam Dokumen Kontrak, PPK
bersama Penyedia Barang/Jasa dapat
melakukan perubahan Kontrak yang meliputi:
1) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak;
2) menambah dan/atau mengurangi jenis pekerjaan; 3) mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai
dengan kebutuhan lapangan; atau 4) mengubah jadwal pelaksanaan.
PERUBAHAN KONTRAK
• Perubahan Kontrak berlaku untuk pekerjaan
yang menggunakan
Kontrak Harga Satuan
atau
bagian pekerjaan yang menggunakan
harga satuan dari Kontrak Gabungan Lump
Sum dan Harga Satuan
.
• Pekerjaan tambah dilaksanakan dengan
ketentuan:
– tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
harga yang tercantum dalam perjanjian/
Kontrak awal; dan
PERUBAHAN KONTRAK
• Perubahan kontrak yang disebabkan masalah
administrasi, dapat dilakukan sepanjang
disepakati kedua belah pihak
Masalahadministrasi yang dimaksud dalam ayat ini antara lain pergantian PPK, perubahan rekening penerima.
PEMBAYARAAN UANG MUKA
• Uang Muka
dapat
diberikan kepada
Penyedia Barang/Jasa untuk:
– mobilisasi alat dan tenaga kerja;
– pembayaran uang tanda jadi kepada
pemasok barang/material; dan/atau
– persiapan teknis lain yang diperlukan
bagi pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa.
(dalam dokumen pengadaan sudah tercantum diberikan atau tidak diberikan uang muka).
PEMBAYARAAN UANG MUKA
• Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan ketentuan sebagai berikut:
– PPK menyetujui Rencana Penggunaan Uang Muka yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa;
– untuk Usaha Kecil, uang muka dapat diberikan paling tinggi 30% (tiga puluh perseratus) dari nilai Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa;
– untuk usaha non kecil dan Penyedia Jasa Konsultansi, uang muka dapat diberikan paling tinggi 20% (dua puluh perseratus) dari nilai Kontrak Pengadaan Barang/Jasa;
– untuk Kontrak Tahun Jamak, uang muka dapat diberikan: • 20% (dua puluh perseratus) dari Kontrak tahun pertama;
atau
PEMBAYARAAN UANG MUKA
• Uang Muka yang telah diberikan kepada
Penyedia Barang/Jasa,
harus segera
dipergunakan untuk melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan Rencana
Penggunaan Uang Muka yang telah
mendapat persetujuan PPK.
• Nilai Jaminan Uang Muka secara
bertahap dapat dikurangi secara
proporsional sesuai dengan pencapaian
prestasi pekerjaan
pd saat Serah terima/PHO harus sudah lunasPEMBAYARAAN PRESTASI KERJA
• Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan
dalam bentuk:
– pembayaran bulanan
Pembayaran bulanan/termin dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang maksudnya adalah bahwa pembayaran tidak perlu memperhitungkan bahan-bahan yang ada di lapangan.– pembayaran berdasarkan tahapan
penyelesaian pekerjaan (termin); atau
– pembayaran secara sekaligus setelah
PEMBAYARAAN PRESTASI KERJA
1) Pembayaran prestasi pekerjaan diberikan kepada
Penyedia Barang/Jasa senilai prestasi pekerjaan yang diterima setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada, serta pajak.
2) Pembayaran untuk pekerjaan konstruksi, dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang.
3) Permintaan pembayaran kepada PPK untuk Kontrak yang menggunakan subkontrak, harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subkontraktor sesuai
PEMBAYARAAN PRESTASI KERJA
4) Dikecualikan dari ketentuan pembayaran dapat
dilakukan sebelum prestasi pekerjaan
diterima/terpasang untuk:
– pemberian Uang Muka kepada Penyedia Barang/Jasa dengan pemberian Jaminan Uang Muka;
– Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya dapat dilakukan pembayaran terlebih dahulu, sebelum
Barang/Jasa diterima setelah Penyedia Barang/Jasa menyampaikan jaminan atas pembayaran yang akan dilakukan;
– pembayaran peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan
KEADAAN KAHAR
• Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan
sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.
• Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak.
• Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.
• Setelah terjadinya Keadaan Kahar, para pihak dapat melakukan kesepakatan, yang dituangkan dalam
KEADAAN KAHAR
• Contoh Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa antara lain namun tidak terbatas pada:
– bencana alam,
– bencana non alam, – bencana sosial,
– pemogokan, – kebakaran,
– gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.
PENYESUAIAN HARGA
• penyesuaian harga diberlakukan terhadap
Kontrak Tahun Jamak berbentuk Kontrak Harga
Satuan berdasarkan ketentuan dan persyaratan
yang telah tercantum dalam Dokumen Pengadaan
dan/atau perubahan Dokumen Pengadaan;
• tata cara perhitungan penyesuaian harga harus
dicantumkan dengan jelas dalam Dokumen
Pengadaan;
• penyesuaian harga tidak diberlakukan terhadap
Kontrak Tahun Tunggal dan Kontrak Lump Sum
serta pekerjaan dengan Harga Satuan timpang.
PEMUTUSAN KONTRAK
• PPK dapat memutuskan Kontrak secara sepihak, apabila:
1. kebutuhan barang/jasa tidak dapat ditunda melebihi batas berakhirnya kontrak;
a.1. berdasarkan penelitian PPK, Penyedia Barang/Jasa tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan
walaupun diberikan kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan;
a.2. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan;
1.a Pemberian kesempatan kepada Penyedia Barang/Jasa
menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender, sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan