• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kontrak Pekerjaan Konstruksi.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kontrak Pekerjaan Konstruksi.pdf"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

KONTRAK PEKERJAAN

KONSTRUKSI

Narasumber :

(2)

PENGERTIAN

PEKERJAAN KONSTRKSI :

• Seluruh pekerjaan yang

berhubungan dengan

pelaksanaan konstruksi

bangunan atau pembuatan

wujud fisik lainnya

.

(3)

• Yang dimaksud dengan pelaksanaan konstruksi bangunan, meliputi keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan pelaksanaan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan, masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan.

• Yang dimaksud dengan pembuatan wujud fisik lainnya, meliputi keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan pelaksanaan yang mencakup pekerjaan untuk mewujudkan selain bangunan antara lain, namun tidak terbatas pada:

a. konstruksi bangunan kapal, pesawat atau kendaraan tempur; b. pekerjaan yang berhubungan dengan persiapan lahan,

penggalian dan/atau penataan lahan (landscaping); c. perakitan atau instalasi komponen pabrikasi;

d. penghancuran (demolition) dan pembersihan (removal); e. reboisasi.

(4)

UNDANG – UNDANG 18 - 1999

PERSYARATAN USAHA, KEAHLIAN, DAN KETERAMPILAN PASAL 8

Perencana konstruksi, pelaksana konstruksi, dan pengawas konstruksi yang berbentuk badan usaha harus :

a. memenuhi ketentuan tentang perizinan usaha di bidang jasa konstruksi;

b. memiliki sertifikat, klasifikasi, dan kualifikasi perusahaan jasa konstruksi.

(5)
(6)

UNDANG – UNDANG 18

-1999

PASAL 9

1) Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian.

2) Pelaksana konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keterampilan kerja dan sertifikat keahlian kerja.

3) Orang perseorangan yang dipekerjakan oleh badan usaha sebagai perencana konstruksi atau pengawas konstruksi atau tenaga

tertentu dalam badan usaha pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian.

4) Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keterampilan dan keahlian kerja.

(7)
(8)

• Pasal 9 PP 59/2010

– Pemilihan pelaksana konstruksi dengan cara pelelangan umum berlaku untuk semua pekerjaan pelaksanaan konstruksi.

– Pemilihan pelaksana konstruksi dilakukan dengan syarat: • diumumkan secara luas melalui media elektronik dan/atau media

cetak;

• dilakukan penilaian kualifikasi baik prakualifikasi maupun pasca kualifikasi;

• peserta yang berbentuk badan usaha harus sudah diregistrasi pada Lembaga; dan

• tenaga ahli dan tenaga terampil yang dipekerjakan oleh badan usaha atau usaha orang perseorangan harus bersertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga.

(9)

TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL PASAL 11

1) Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan orang perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 harus bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

2) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilandasi

prinsip-prinsip keahlian sesuai dengan kaidah keilmuan, kepatutan,

dan kejujuran intelektual dalam menjalankan profesinya dengan

tetap mengutamakan kepentingan umum.

3) Untuk mewujudkan terpenuhinya tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat ditempuh melalui mekanisme pertanggungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(10)
(11)

PENGERTIAN

Kontrak adalah suatu persetujuan

antara dua orang atau lebih,

dimana menimbulkan sebuah

kewajiban untuk melakukan atau

tidak melakukan sesuatu secara

sebagian.

(12)

Pasal 1320 KUH Perdata menentukan empat

syarat sahnya kontrak / perjanjian, yaitu :

• Adanya kesepakatan para pihak

• Kecakapan untuk membuat

perjanjian

• Mengenai suatu hal (objek)

tertentu

(13)

DEFINISI KONTRAK PENGADAAN

Kontrak Pengadaan Barang/Jasa

yang selanjutnya disebut Kontrak

adalah perjanjian tertulis antara

PPK dengan Penyedia

Barang/Jasa atau pelaksana

Swakelola.

(14)

Penandatanganan Kontrak

Konstruksi yang kompleks dan/atau

bernilai diatas

Rp100.000.000.000,00 (seratus

miliar rupiah) dilakukan setelah

memperoleh pendapat ahli hukum

Kontrak.

(15)

PENETAPAN

JENIS

(16)

PENETAPAN JENIS KONTRAK

16

lump sum

harga satuan

gabungan lump sum dan harga satuan

terima jadi (turnkey) Persentase pembebanan tahun anggaran tahun tunggal kontrak pengadaan tunggal; kontrak pengadaan bersama. tahun jamak kontrak payung jenis pekerjaan pekerjaan tunggal pekerjaan terintegrasi sumber pendanaan cara pembayaran

(17)

PENETAPAN JENIS KONTRAK

• PPK menetapkan jenis Kontrak

Pengadaan Barang/Jasa dalam

rancangan kontrak

Pasal 50

Ayat (1)

• PPK menyempurnaan rancangan

kontrak PBJ untuk ditandatangani

(18)

Kontrak Lumpsum

• Kontrak Pengadaan Barang/Jasa atas penyelesaian

seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga;

b. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa;

c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan isi Kontrak;

d. sifat pekerjaan berorientasi kepada keluaran (output based);

e. total harga penawaran bersifat mengikat; dan

f. tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambah/kurang.

Psl 51 (1)

(19)

Kontrak Lumpsum

• Pengadaan Barang/ Jasa yang dapat

dilaksanakan dengan kontrak lumpsum,

antara lain :

1. pengadaan kendaraan bermotor;

2. pengadaan patung;

3. konstruksi bangunan sederhana, seperti

ruang kelas;

4. pembuatan aplikasi komputer.

Pjlsn Psl 51 (1)

(20)

Kontrak Harga Satuan

• Kontrak Pengadaan Barang/ Jasa atas penyelesaian

seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Harga Satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu;

b. volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani;

c. pembayarannya didasarkan pada hasil

pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh Penyedia

Barang/Jasa; dan

d. dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas

pekerjaan yang diperlukan. Psl 51

(21)

Kontrak Harga Satuan

--- cukup jelas

---Pjlsn Psl 51 (2)

(22)

Kontrak gabungan Lump Sum dan

Harga Satuan

• Kontrak yang merupakan gabungan Lump

Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu)

pekerjaan yang diperjanjikan

Psl 51 (3)

• Didalam kontrak harus dijelaskan bagian

mana yang dinyatakan lumpsum dan bagian

mana yang menggunakan harga satuan

Ketentuan kontrak berlaku pada

bagian-bagian tersebut

catatan : yang boleh

dilakukan pekerjaan tambah/kurang hanya bagian yang menggunakan kontrak harga satuan

(23)

Kontrak gabungan Lump Sum dan

Harga Satuan

• Penjelasan Pasal 51 Ayat (3) :

– Untuk pekerjaan yang sebagian bisa

mempergunakan Lumpsum kemudian untuk bagian yang lain harus menggunakan Harga Satuan, misalnya pengadaan bangunan yang menggunakan pondasi pancang (bangunan atas menggunakan Lumpsum, pondasi

(24)

Psl 52 (4)

Kontrak Persentase

• Kontrak Pengadaan Jasa

Konsultansi/Jasa Lainnya, dengan

ketentuan sebagai berikut:

a. Penyedia Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya

menerima

imbalan berdasarkan

persentase dari nilai pekerjaan tertentu

;

dan

b.

pembayarannya didasarkan pada

tahapan produk/keluaran

yang dihasilkan

sesuai dengan isi Kontrak.

(25)

Kontrak Persentase

• Penjelasan Pasal 52 Ayat (4) :

– Kontrak persentase digunakan untuk

pekerjaan yang sudah memiliki acuan

persentase, misalnya perencanaan dan

pengawasan pembangunan gedung

(26)

Pjlsn Pasal 51 (5)

Kontrak Terima Jadi

Kontrak Terima jadi digunakan untuk

membeli suatu barang atau instalasi

jadi yang hanya diperlukan sekali

saja, dan tidak mengutamakan

kepentingan untuk alih (transfer)

teknologi selanjutnya.

(27)

BUKTI PERJANJIAN

• Kuitansi digunakan untuk Pekerjaan

Konstruksi s/d Rp. 50 Juta.

• Surat Perintah Kerja (SPK) digunakan

untuk Konstruksi s/d Rp. 200 Juta.

• Kontrak digunakan untuk Pekerjaan

Konstruksi diatas Rp. 200 Juta.

(28)

DOKUMEN KONTRAK

Surat Perjanjian/

Surat Perintah Kerja

SSUK / SSU SPK

SSKK / SSK SPK

Lampiran Kontrak/SPK :

Spesifikasi Teknis/KAK

Daftar Kuantitas dan harga

Dokumen Penawaran teknis

Data Kualifikasi

.

K

O

N

T

R

A

K

(29)

PENANDATANGAN KONTRAK

• Para pihak menandatangani Kontrak setelah

Penyedia Barang/Jasa menyerahkan Jaminan

Pelaksanaan (apabila dipersyaratkan).

• Penandatanganan Kontrak Pengadaan

Barang/Jasa yang kompleks dan/atau bernilai

diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar

rupiah) dilakukan setelah memperoleh

(30)

JAMINAN PELAKSANAAN

1) Jaminan Pelaksanaan diminta PPK kepada

Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi untuk Kontrak bernilai di atas Rp200.000.000,00 (dua ratus juta

rupiah).

2) Jaminan Pelaksanaan tidak diperlukan dalam hal: a. Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa

Lainnya yang dilaksanakan dengan metode

Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung Untuk Penanganan Darurat, Kontes, atau Sayembara;

b. Pengadaan Jasa Lainnya, dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna; atau

c. Pengadaan Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik melalui E-Purchasing

(31)

JAMINAN PELAKSANAAN

3) Jaminan Pelaksanaan diberikan setelah diterbitkannya SPPBJ dan sebelum penanda tanganan Kontrak

Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya. 4) Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan adalah sebagai

berikut:

– untuk nilai penawaran terkoreksi antara 80% (delapan puluh perseratus) sampai dengan 100% (seratus perseratus) dari nilai total HPS, Jaminan Pelaksanaan adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; atau

– untuk nilai penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai total HPS, besarnya Jaminan Pelaksanaan 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS.

(32)

JAMINAN PELAKSANAAN

5) Jaminan Pelaksanaan berlaku sejak tanggal Kontrak sampai serah terima Barang/Jasa Lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.

6) Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah:

– penyerahan Barang/Jasa Lainnya dan Sertifikat Garansi; atau

– penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima

perseratus) dari nilai Kontrak khusus bagi Penyedia Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya.

(33)

YANG BERHAK TANDA TANGAN

KONTRAK

• Pihak Kesatu  Pejabat Pembuat

Komitmen.

• Pihak Kedua  Direksi yang disebutkan

namanya dalam Akta Pendirian/

Anggaran Dasar Penyedia Barang/Jasa,

yang telah didaftarkan sesuai dengan

(34)

YANG BERHAK TANDA TANGAN KONTRAK

• Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya

tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran

Dasar, dapat menandatangani Kontrak

Pengadaan Barang/Jasa, sepanjang pihak

tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan

yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan

mendapat kuasa atau pendelegasian

wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang

sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar

untuk menandatangani Kontrak Pengadaan

(35)

PERUBAHAN KONTRAK

• Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi

lapangan pada saat pelaksanaan, dengan

gambar dan/atau spesifikasi teknis yang

ditentukan dalam Dokumen Kontrak, PPK

bersama Penyedia Barang/Jasa dapat

melakukan perubahan Kontrak yang meliputi:

1) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak;

2) menambah dan/atau mengurangi jenis pekerjaan; 3) mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai

dengan kebutuhan lapangan; atau 4) mengubah jadwal pelaksanaan.

(36)

PERUBAHAN KONTRAK

• Perubahan Kontrak berlaku untuk pekerjaan

yang menggunakan

Kontrak Harga Satuan

atau

bagian pekerjaan yang menggunakan

harga satuan dari Kontrak Gabungan Lump

Sum dan Harga Satuan

.

• Pekerjaan tambah dilaksanakan dengan

ketentuan:

– tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari

harga yang tercantum dalam perjanjian/

Kontrak awal; dan

(37)

PERUBAHAN KONTRAK

• Perubahan kontrak yang disebabkan masalah

administrasi, dapat dilakukan sepanjang

disepakati kedua belah pihak

 Masalah

administrasi yang dimaksud dalam ayat ini antara lain pergantian PPK, perubahan rekening penerima.

(38)

PEMBAYARAAN UANG MUKA

• Uang Muka

dapat

diberikan kepada

Penyedia Barang/Jasa untuk:

– mobilisasi alat dan tenaga kerja;

– pembayaran uang tanda jadi kepada

pemasok barang/material; dan/atau

– persiapan teknis lain yang diperlukan

bagi pelaksanaan Pengadaan

Barang/Jasa.

(dalam dokumen pengadaan sudah tercantum diberikan atau tidak diberikan uang muka).

(39)

PEMBAYARAAN UANG MUKA

• Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan ketentuan sebagai berikut:

– PPK menyetujui Rencana Penggunaan Uang Muka yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa;

– untuk Usaha Kecil, uang muka dapat diberikan paling tinggi 30% (tiga puluh perseratus) dari nilai Kontrak Pengadaan

Barang/Jasa;

– untuk usaha non kecil dan Penyedia Jasa Konsultansi, uang muka dapat diberikan paling tinggi 20% (dua puluh perseratus) dari nilai Kontrak Pengadaan Barang/Jasa;

– untuk Kontrak Tahun Jamak, uang muka dapat diberikan: • 20% (dua puluh perseratus) dari Kontrak tahun pertama;

atau

(40)

PEMBAYARAAN UANG MUKA

• Uang Muka yang telah diberikan kepada

Penyedia Barang/Jasa,

harus segera

dipergunakan untuk melaksanakan

pekerjaan sesuai dengan Rencana

Penggunaan Uang Muka yang telah

mendapat persetujuan PPK.

• Nilai Jaminan Uang Muka secara

bertahap dapat dikurangi secara

proporsional sesuai dengan pencapaian

prestasi pekerjaan

 pd saat Serah terima/PHO harus sudah lunas

(41)

PEMBAYARAAN PRESTASI KERJA

• Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan

dalam bentuk:

– pembayaran bulanan

 Pembayaran bulanan/termin dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang maksudnya adalah bahwa pembayaran tidak perlu memperhitungkan bahan-bahan yang ada di lapangan.

– pembayaran berdasarkan tahapan

penyelesaian pekerjaan (termin); atau

– pembayaran secara sekaligus setelah

(42)

PEMBAYARAAN PRESTASI KERJA

1) Pembayaran prestasi pekerjaan diberikan kepada

Penyedia Barang/Jasa senilai prestasi pekerjaan yang diterima setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada, serta pajak.

2) Pembayaran untuk pekerjaan konstruksi, dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang.

3) Permintaan pembayaran kepada PPK untuk Kontrak yang menggunakan subkontrak, harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subkontraktor sesuai

(43)

PEMBAYARAAN PRESTASI KERJA

4) Dikecualikan dari ketentuan pembayaran dapat

dilakukan sebelum prestasi pekerjaan

diterima/terpasang untuk:

– pemberian Uang Muka kepada Penyedia Barang/Jasa dengan pemberian Jaminan Uang Muka;

– Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya dapat dilakukan pembayaran terlebih dahulu, sebelum

Barang/Jasa diterima setelah Penyedia Barang/Jasa menyampaikan jaminan atas pembayaran yang akan dilakukan;

– pembayaran peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan

(44)

KEADAAN KAHAR

• Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan

sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

• Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak.

• Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.

• Setelah terjadinya Keadaan Kahar, para pihak dapat melakukan kesepakatan, yang dituangkan dalam

(45)

KEADAAN KAHAR

• Contoh Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa antara lain namun tidak terbatas pada:

– bencana alam,

– bencana non alam, – bencana sosial,

– pemogokan, – kebakaran,

– gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.

(46)

PENYESUAIAN HARGA

• penyesuaian harga diberlakukan terhadap

Kontrak Tahun Jamak berbentuk Kontrak Harga

Satuan berdasarkan ketentuan dan persyaratan

yang telah tercantum dalam Dokumen Pengadaan

dan/atau perubahan Dokumen Pengadaan;

• tata cara perhitungan penyesuaian harga harus

dicantumkan dengan jelas dalam Dokumen

Pengadaan;

• penyesuaian harga tidak diberlakukan terhadap

Kontrak Tahun Tunggal dan Kontrak Lump Sum

serta pekerjaan dengan Harga Satuan timpang.

(47)

PEMUTUSAN KONTRAK

• PPK dapat memutuskan Kontrak secara sepihak, apabila:

1. kebutuhan barang/jasa tidak dapat ditunda melebihi batas berakhirnya kontrak;

a.1. berdasarkan penelitian PPK, Penyedia Barang/Jasa tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan

walaupun diberikan kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan;

a.2. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan;

1.a Pemberian kesempatan kepada Penyedia Barang/Jasa

menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender, sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan

(48)

PEMUTUSAN KONTRAK

• Penyedia Barang/Jasa lalai/cidera janji dalam

melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki

kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah

ditetapkan;

• Penyedia Barang/Jasa terbukti melakukan KKN,

kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses

Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang

berwenang; dan/atau

• pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan

KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat

dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

(49)

PEMUTUSAN KONTRAK

• Penyedia Barang/Jasa lalai/cidera janji dalam

melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki

kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah

ditetapkan;

• Penyedia Barang/Jasa terbukti melakukan KKN,

kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses

Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang

berwenang; dan/atau

• pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan

KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat

dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

(50)

PEMUTUSAN KONTRAK

• Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena

kesalahan Penyedia Barang/Jasa:

• Jaminan Pelaksanaan dicairkan;

• sisa Uang Muka harus dilunasi oleh

Penyedia Barang/Jasa atau Jaminan Uang

Muka dicairkan;

• Penyedia Barang/Jasa membayar denda

keterlambatan;

dan

• Penyedia Barang/Jasa dimasukkan dalam

Daftar Hitam.

(51)

PEMUTUSAN KONTRAK

• Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak

secara sepihak oleh PPK karena

kesalahan Penyedia Barang/Jasa,

Kelompok Kerja ULP dapat melakukan

Penunjukan Langsung kepada

pemenang cadangan berikutnya pada

paket pekerjaan yang sama atau

Penyedia Barang/Jasa yang mampu dan

memenuhi syarat.

(52)

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

• Dalam hal terjadi perselisihan antara para pihak

dalam Penyediaan Barang/Jasa Pemerintah,

para pihak terlebih dahulu menyelesaikan

perselisihan tersebut melalui musyawarah untuk

mufakat.

• Dalam hal penyelesaian perselisihan tidak

tercapai, penyelesaian perselisihan tersebut

dapat dilakukan melalui arbitrase, alternatif

penyelesaian sengketa atau pengadilan sesuai

dengan ketentuan peraturan

(53)

Referensi

Dokumen terkait

Adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap, untuk Setiap satuan/unsur

penawaran biaya terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan, Kontrak Gabungan Lump Sum, dan Harga Satuan lebih tinggi dari Pagu Anggaran, kecuali yang menggunakan

72.3 [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan lump sum dan

72.3 [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan lump sum dan

[Koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak lump sum yang melampirkan daftar kuantitas dan harga hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum

65.3 [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan lump sum dan

3) Melakukan perubahan kontrak dengan mengurangi pekerjaan pembuatan garasi dan menambahkan pekerjaan penimbunan sesuai hasil perhitungan bersama tim teknis dan

dari peristiwa perubahan ruang lingkup pekerjaan, terdapat pekerjaan baru yang tidak tercantum dalam kontrak adalah 0,104, untuk kontrak gabungan adalah 0,042 dan untuk kontrak