• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KECAMATAN CAKRANEGARA KOTA MATARAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KECAMATAN CAKRANEGARA KOTA MATARAM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL

KECAMATAN CAKRANEGARA

KOTA MATARAM

(2)

1

PROFIL KECAMATAN CAKRANEGARA

KOTA MATARAM

I. PENDAHULUAN

A. SEJARAH TERBENTUKNYA KECAMATAN CAKRANEGARA

Pada awalnya pulau Lombok diperintah oleh Raja – Raja Lombok atau Kerajaan Asli Lombok yaitu Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Pejanggik yang terletak di Lombok Timur dan Lombok Tengah, kemudian Kerajaan – Kerajaan tersebut ditaklukkan oleh Kerajaan Karangasem dari Pulau Bali.

Pada masa pemerintahan Kerajaan Karangasem inilah kemudian Raja memindahkan ibukota Kerajaan ke Cakranegara, yaitu di wilayah Mayura dan membangun istana kerajaan dengan nama istana ’Ukir Kawi”

Cakranegara awal mulanya disebut ”Singasari” yang merupakan Kota Kerajaan di bawah kekuasaan Kerajaan Karangasem di Bali, , ”Cakra” menurut bahasa Sanskerta berarti Agama dan ”Negara” berarti tempat / Kota, jadi Cakranegara berarti Kota atau tempat yang dibangun berdasarkan nilai-nilai agama.

Kota Cakranegara dibangun tahun 1691 oleh Raja I Gusti Anglurah Ketut

Karangasem, bersamaan dengan fasilitas-fasilitas Kota seperti Taman Mayura dan

kampung-kampung kota sebagai benteng pertahanan.

Setelah Belanda berkuasa di pulau Lombok, Pemerintah Belanda pada tahun 1894 mengatur struktur pemerintahan menurut tata ruang sesuai dengan kepentingan Belanda. Segera setelah itu, pulau Lombok ditempatkan sebagai Afdeling Van Lombok yang beribukota di Ampenan yang termasuk bagian dari Residen Van Bali en Lombok yang beribukota di Singaraja, dan berdasarkan Staatblaad No.185 Tahun 1895 ditetapkan bahwa Afdeling van Lombok dibagi menjadi dua Onder Afdeling yang salah satunya adalah Afdeling Lombok Barat yang beribukota di Mataram dimana terdapat beberapa Kepunggawaan diantaranya Kepunggawaan Cakranegara Barat, Kepunggawaan Cakranegara Timur, Kepunggawaan Cakranegara Selatan, Kepunggawaan Cakranegara Utara, Kepunggawaan Cakranegara Timur Laut, Kepunggawaan Cakranegara Tenggara dan Kepunggawaan Cakranegara Barat Daya.

Kemudian berdasarkan Staatsblaad No. 248 Tahun 1898 Afdeling van Lombok dimekarkan menjadi Tiga wilayah Onder Afdeling dengan tambahan Onder Afdeling Lombok Tengah, dan terjadi perubahan Kepunggawaan dalam Onder Afdeling Lombok Barat khususnya Kepunggawaan di Cakranegara menjadi Kepunggawaan Cakranegara Barat, Kepunggawaan Cakranegara Timur, Kepunggawaan Cakranegara Utara dan Kepunggawaan Cakranegara Selatan.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 AGUSTUS 1945 ,Perkembangan Cakranegara terus berjalan sesuai dengan perkembangan politik dan tata pemerintahan berlaku saat itu , selanjutnya berdsarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993 Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Mataram, Cakranegara bersama Mataram dan Ampenan menjadi salah satu Kecamatan yang ada di dalamnya.

(3)

2

B. VISI DAN MISI KECAMATAN CAKRANEGARA

Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan suatu Kota, Kecamatan Cakranegara telah tumbuh menjadi suatu kawasan perdagangan danjasa.Sehingga menjadikan kecamatan Cakranegara mempunyai dinamika ekonomi dan Sosial budaya yang lebih maju dan pesat dibanding kecamatan-kecamatan lain yang ada di wilayah Pemerintah Kota Mataram, untuk itu diperlukan suatu penanganan dan kepemimpinan yang memahami sejarah dan karakteristik sosial budaya Cakranegara dalam menghadapi hambatan dan kendala serta mencari alternatif pemecahannya.

Di latar belakangi oleh pemikiran di atas maka di cetuskanlah suatu Visi Kecamatan Cakranegara yaitu Cakranegara “BERSINAR” (Bersih, Sehat, Indah,

Aman dan Relegius) dimana Visi tersebut adalah turunan dari Visi Pemerintah Kota

Mataram.yaitu Kota Mataram yang Ibadah Maju, Religius dan Berbudaya.

Upaya pencapaian Visi tersebut di atas dilakukan melalui beberapa Misi berikut ini: 1. Mengembangkan kota yang aman dan layak huni

a. Lingkungan Kota yang nyaman:

- tingkat kepadatan penduduk yang optimal (efisiensi pelayanan, sesuai dengan daya dukung kota);

- ketersediaan prasarana dan sarana dasar dengan kualitas yang memadai; - memiliki tingkat pelayanan dan jumlah fasilitas umum yang memadai; - memiliki penataan kawasan dan bangunan yang serasian terpelihara;

- lingkungan sosial budaya yang mendukung keharmonisan kehidupan masyarakat.

b. Lingkungan kota yang aman:

- tingkat polusi udara yang rendah dan terkontrol;

- tingkat pencemaran air dan tanah yang rendah dan terkontrol;

- keamanan (tingkat kriminalitas rendah) dan ketertiban kota yang terjaga;

- tingkat pelayanan dan fasilitas kebakaran yang baik (berfungsi dan mencukupi); - stabilitas sosial, ekonomi, dan politik.

2. Mengembangkan kota yang sejahtera

- tersedianya segala kebutuhan (sarana,prasarana,pelayanan dan permukiman) yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan kebutuhan masing-masing (orang tua, anak-anak, diffable people/penyandang cacat, dst); - tersedianya lapangan pekerjaan bagi seluruh lapisan masyarakat;

- tidak adanya disparitas/kesenjangan pendapatan yang besar antar seluruh lapisan masyarakat.

3. Mengembangkan lingkungan kota yang berkeadilan sosial dan berbudaya - kesamaan dan keadilan dalam perlindungan hukum;

- setiap individu, kelompok masyarakat mempunyai akses yang sama terhadap kesempatan berperan serta dan mengaktualisasikan aspirasinya dalam kehidupan kota;

(4)

3

- setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki akses yang sama terhadap kesempatan berusaha dan mengembangkan usaha;

- kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pemeliharaan dan pengembangan budaya dan kearifan lokal.

4. Mengembangkan pembangunan kota yang berkelanjutan

Pengembangan kota yang berkelanjutan secara umum terwujud apabila ekonomi kota berkembang, berdaya saing global, pendapatan masyarakat dan pemerintah bertambah dan tetap dapat mempertahankan kualitas sumber daya alam dan lingkungan. Hal ini antara lain mencakup:

a. Aspek ekonomi

- Daya saing Kota: faktor-faktor penentu daya saing adalah keunggulan sumber daya dan kemampuan pengelolaan kota. Dalam hal ini pengefektipan keterkaitan kota dan desa menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan daya saing kota dan mencegah menurunnya ekonomi perdesaan;

- Pengembangan ekonomi kota;

 Pengembangan produk unggulan kota melalui pengembangan iklim usaha yang kondusif;

 Menggali potensi kota melalui pelibatan seluruh stakeholders dalam pembangunan;

 Mengembsngkan inovasi untuk mempertahankan kualitas produksi dan jasa;  Pengelolaan sektor informal agar mandiri dan sinergis dengan sector formal;  Pemecahan masalah pengangguran dan semi pengangguran;

Kemampuan kota untuk siaga dan siap mengatasi bencana dan

bangkit dari bencana, baik bencana alam,bencana factor kelalaian manusia, dan bencana sosial

b. Aspek Sosial budaya

Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kesetaraan dan keadilan social, dan juga mengurangi gangguan-gangguan social. Upaya mencapai masyarakat madani dilaksanakan melalui:

 pemeliharaan keanekaragaman budaya;

 kesaman hak bagi setiap individu ataupun kelompok masyarakat untuk memenuhi aspirasi budayanya.

 Peningkatan peran serta masyarakat dalam dinamika kehidupan perkotan;  Penyelesaian masalah “dislokasi” penduduk perkotaan berkaitan dengan

masalah lahan. c. Aspek lingkungan:

- pengelolaan sumberdaya secara efisien dn berkelanjutan;

- pembangunan kota dilakukan dengan tetap menjaga kualitas lingkungan; - pengendalian dampak lingkungan akibat pembangunan;

(5)

4

5. Mengembangkan pola pengelolaan kota berdasarkan tata pemerintahan yang baik a. Pengembangan serta peningkatan mekanisme pelibatan masyarakat dan dunia

usaha: antara lain melalui forum diskusi dan koordinasi, pengembangan pola-pola kemitraan, dan sebagainya.

b. Pengembangan struktur kelembagaan pengelolaan kota: penyesuaian stuktur dan kewenangan kelembagaan dalam rangka paradigma pembangunan perkotatan yang baru yaitu transparan, partisipatif , terdesentralisir serta efisien dan efektif. c. Pengembangan sistem informasi : untuk mendukung pola pengelolaan perkotaan dengan penerapan tata pemerintahan yang baik maka diperlukan sistem informasi yang interaktif dari pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang mudah diakses dan dimengerti semua pihak terkait;

d. Pengembangan potensi pendanaan: upaya-upaya peningkatan kemampuan kota untuk memperoleh dana bagi pengelolaan dan pembangunannya antara lain melalui peningkatan daya tarik bagi investor, pengelolaan atau manajemen perusahaan daerah serta penigkatan penerapan konsep kewirausahaan dalam pengelolaan pembangunan kota.

6. Mengembangkan keseimbangan dan keterkaitan antar kota dan antar kota-desa. a. keterkaitan kota-desa

- pengembangan perkotaan seiring dengan peningkatan efektifitas keterkaitan social ekonomi antara kota dan desa (wilayah hinterlandnya) agar saling menguntungkan dan memperkuat dalam kerangka pengembangan kawasan; - pembangunan kota hendaknya dipadukan dengan perkembangan daerah

perdesaan di pinggiranya, karena daerah pinggiran tersebut juga terkena dampak pembangunan dan urbanisasi.

- Peningkatan kemampuan perdesaan dalam pembangunan. b. Keterkaitan antar kota

- pengembangan system perkotaan dengan memperhatikan pemantapan fungsi, peran dan hirarki kota sesuai dengan potensi dan kedudukanya dalam pengembangan wilayah;

- pengembangan kebijakan perkotaan sebagai upaya mencegah terjadinya ketimpangan antar wilayah dan antar kota , terutama antara kota-kota besar yang sangat potensial terintegrasi dalam sistem perekonomian global, dengan kota-kota menengah dan kecil lainnya.

II. KONDISI GEOGRAFIS A. Luas Wilayah

Secara geografis Kecamatan Cakranegara terletak di sebelah timur Kota Mataram, yang sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah atau daerah bukan pantai dengan luas wilayah 9,67 Km2, yang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor: 3 Tahun 2007 Tentang Pemekaran Kecamatan dan Kelurahan di Kota

(6)

5

Mataram terbagi menjadi 10 (sepuluh) wilayah Kelurahan dengan masing-masing luas wilayah sebagai berikut:

LUAS WILAYAH MENURUT KELURAHAN DI KECAMATAN CAKRANEGARA TAHUN 2015

NO KELURAHAN LUAS (Ha) PERSENTASE

1 2 3 4 1 CAKRANEGARA BARAT 51.337 5,31 2 CILINAYA 128.941 13,33 3 SAPTAMARGA 85.722 8,86 4 MAYURA 101.947 10,55 5 CAKRANEGARA TIMUR 67.026 6,93 6 CAKRANEGARA SELATAN 73.243 7,57

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 55.757 5,77

8 KARANG TALIWANG 61.566 6,37

9 CAKRANEGARA UTARA 129.434 13,38

10 SAYANG-SAYANG 212.000 21,93

JUMLAH 967.000 100,00

B. Batas Wilayah

Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Cakranegara adalah:

- Sebelah Barat berbatasan dengan kec. Mataram dan Kec. Selaparang - Sebelah Timur dan Selatan berbatasan dengan Kec. Sandubaya

- Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Gunungsari Kab. Lombok Barat - Sebelah Selatan berbatasan denagn Kab. Lombok Barat

III. PEMERINTAHAN

Untuk menjalankan roda pemerintahan guna melayani kepentingan masyarakat, Kecamatan Cakranegara terbagi menjadi 10 wilayah Kelurahan, 72 Lingkungan dan 302 RT.

Jumlah Aparat Kecamatan 22 orang yang terdiri dari PNS 12 orang, Tenaga Kontrak 7 dan Honorer / PTT 3 orang. Sedangkan Jumlah Perangkat Kelurahan 59 orang, Penghulu 7 orang dan Pekasih 2 orang.

Disamping itu menurut Klasifikasinya seluruh Kelurahan di Kecamatan Cakranegara termasuk dalam Kelurahan Swakarya, karena seluruh Kelurahan di Kota Mataram adalah Perangkat Daerah yang membantu tugas-tugas Pemerintah daerah.

(7)

6

JUMLAH LINGKUNGAN, RW DAN RT MENURUT KELURAHAN DI KECAMATAN CAKRANEGARA TAHUN 2015

NO KELURAHAN LINGKUNGAN RW RT 1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 9 - 32 2 CILINAYA 10 - 35 3 SAPTAMARGA 7 - 33 4 MAYURA 7 - 28 5 CAKRANEGARA TIMUR 8 - 25 6 CAKRANEGARA SELATAN 10 - 34

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 6 - 32

8 KARANG TALIWANG 3 - 26

9 CAKRANEGARA UTARA 4 - 21

10 SAYANG-SAYANG 8 - 36

JUMLAH 72 - 302

JUMLAH PERANGKAT KELURAHAN, PENGHULU DAN PEKASIH DI KECAMATAN CAKRANEGARA TAHUN 2015

NO KELURAHAN PERANGKAT PENGHULU PEKASIH

KELURAHAN 1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 7 1 - 2 CILINAYA 19 - - 3 SAPTAMARGA 16 - - 4 MAYURA 14 - - 5 CAKRANEGARA TIMUR 18 - - 6 CAKRANEGARA SELATAN 23 2 -

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 15 - -

8 KARANG TALIWANG 12 1 -

9 CAKRANEGARA UTARA 10 2 -

10 SAYANG-SAYANG 20 1 2

(8)

7

- TUPOKSI

Berdasarkan Peraturan Walikota Mataram No. 36/PERT/2008 Tentang rincian Tugas Pokok dan Fungsi Pemerintah Kecamatan di Kota Mataram. Maka yang dimaksud dengan Kecamatan adalah Kecamatan dalam Wilayah Kota Mataram yang merupakan wilayah kerja Camat sebagai Perangkat daerah.

Tugas pokok dari Kecamatan adalah melaksanakan kewenangan Pemerintah Daerah yang dilimpahkan oleh Walikota kepada Camat sebagai perangkat Daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud, kecamatan mempunyai fungsi :

a. Pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan Pemerintahan di Kecamatan; b. Pengkoordinasian penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum; c. Pengkoordinasian kegiatan Pemberdayaan Masyarakat;

d. Pengkoordinasian Pembangunan dan Pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;

e. Pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan; f. Pembinaan penyelenggaraan pemerintah Kelurahan;

g. Pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan /atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintah Kelurahan;

h. Penyusunan program, pembinaan administrasi dan pengelolaan ketatausahaan; i. Pelaksanaan tugas lainnya yang dilimpahkan oleh Walikota;

IV. PENDUDUK

Jumlah Penduduk Kecamatan Cakranegara pada Triwulan III Tahun 2015 (per September 2015) adalah 65.836 jiwa yang terdiri dari Laki-laki 32.816 jiwa dan Perempuan adalah 33.020 jiwa. Dengan jumlah KK adalah 16.812.

Kalau dilihat dari kepadatan penduduknya, maka diperoleh gambaran bahwa kepadatan penduduk Kecamatan Cakranegara rata-rata sebesar 6.808 jiwa / Ha, artinya setiap Hektar di huni oleh 6.808 penduduk.

Penduduk di Kecamatan Cakranegara kalau dilihat dari segi Suku, Agama dan ras terlihat cukup Heterogen dan ini merupakan konsekuensi dari kemajuan suatu kota,yang merupakan daya tarik tersendiri bagi pendatang untuk datang dan bermukim di Kecamatan Cakranegara yang telah berkembang menjadi daerah perdagangan dan Jasa. Sehingga permasalahan Kependudukan di Kecamatan Cakranegara memerlukan penanganan dan perhatian tersendiri dari Pemerintah Kota Mataram umumnya dan Pemerintah Kecamatan Cakranegara pada khususnya, untuk terciptanya suasana yang Bersih, Sehat, Indah, Aman dan Religius (BERSINAR).

(9)

8

JUMLAH PENDUDUK PERKELURAHAN MENURUT JENIS KELAMIN DI KECAMATAN CAKRANEGARA Per September TAHUN 2015

NO KELURAHAN LAKI - LAKI PEREMPUAN JUMLAH

1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 4.272 4.384 8.656 2 CILINAYA 3.058 3.210 6.268 3 SAPTAMARGA 3.202 3.164 6.366 4 MAYURA 2.819 2.719 5.538 5 CAKRANEGARA TIMUR 1.884 1.904 3.788 6 CAKRANEGARA SELATAN 3.489 3.459 6.948

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 4.393 4.331 8.724

8 KARANG TALIWANG 2.994 3.175 6.169

9 CAKRANEGARA UTARA 2.928 3.087 6.015

10 SAYANG-SAYANG 3.777 3.579 7.364

JUMLAH 32.816 33.020 65.836

KEPADATAN PENDUDUK DIRINCI MENURUT LUAS WILAYAH

PERKELURHAN DI KECAMATAN CAKRANEGARA Per September TAHUN 2015

NO KELURAHAN LUAS WILAYAH

(Ha) PENDUDUK (JIWA) KEPADATAN 1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 51 8.656 16.973 2 CILINAYA 129 6.268 4.859 3 SAPTAMARGA 86 6.366 7.402 4 MAYURA 102 5.538 5.429 5 CAKRANEGARA TIMUR 67 3.788 5.654 6 CAKRANEGARA SELATAN 73 6.948 9.518

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 56 8.724 15.579

8 KARANG TALIWANG 62 6.169 9.950

9 CAKRANEGARA UTARA 129 6.015 4.663

10 SAYANG-SAYANG 212 7.364 3.474

(10)

9

RATA-RATA PENDUDUK PER KK MENURUT KELURAHAN DI KECAMATAN CAKRANEGARA Per September TAHUN 2015

NO KELURAHAN JUMLAH JIWA JUMLAH KK RATA-RATA

1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 8.656 1.724 5 2 CILINAYA 6.268 1.694 4 3 SAPTAMARGA 6.366 1.641 4 4 MAYURA 5.538 1.631 3 5 CAKRANEGARA TIMUR 3.788 1.197 3 6 CAKRANEGARA SELATAN 6.948 1.791 4

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 8.724 1.922 5

8 KARANG TALIWANG 6.169 1.553 4

9 CAKRANEGARA UTARA 6.015 1.547 4

10 SAYANG-SAYANG 7.364 2.112 3

JUMLAH 32.816 16.812 4

V. SOSIAL EKONOMI, SARANA DAN PRASARANA

Salah satu sasaran pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas Sumber daya Manusia (SDM), yang diupayakan melalui pemangunan sector pendidikan baik Formal maupun Informal. Pembangunan sector Pendidikan di Kecamatan Cakranegara sampai dengan tahun 2015 cukup meningkat yang meliputi : Pendidikan pra Sekolah/PAUD/TK/RA mencapai 14 buah dengan jumlah murid 950 orang. Sedangkan untuk jenjang pendidikan SD/MI hingga saat ini Kecamatan Cakranegara memiliki 34 buah SD yang menampung 9.310 siswa. Pendidikan SMP/MTS mencapai 6 buah dengan jumlah siswa 2.174 orang, Sedangkan Pedidikan menengah SMA/MA dan SMK mencapai 3 buah dengan siswa dengan jumlah siswa 670 orang.

Peserta KB di Kecamatan Cakranegara secara mandiri sudah cukup baik meliputi pengguna alat kontrasepsi IUD dengan jumlah 2.055 orang, MOP dengan jumlah 48 orang, MOW dengan jumlah 2016 orang, IMPLAN dengan jumlah 347 orang, SUNTIK KB dengan jumlah 4.918 orang, PIL KB dengan jumlah 912 orang, KONDOM dengan jumlah 112 orang.sehingga jumlah keseluruhan peserta KB di Kecamatan Cakranegara sampai dengan saat ini mencapai 8.330 orang.

Sarana Perekonomian yang terdapat di Kecamatan Cakranegara yaitu, 6 (enam) pasar, 1.617 toko/kios dan 41 Lembaga Keuangan.

Sarana angkutan dan komunikasi pada saat ini sudah merupakan kebutuhan primer dari masyarakat. Oleh karena itu sektor ini mutlak adanya untuk menunjang segala kegiatan masyarakat.

(11)

10

Jumlah Kantor Pos tercatat 2 unit , Cidomo 139 buah, mobil Angkutan penumpang 43 buah dengan penyebaran per kelurahan Rata-Rata 4 buah, dan Kelurahan yang paling banyak memiliki mobil angkutan penumpang adalah Kelurahan Kr. Taliwang dengan jumlah 9 buah.

JUMLAH SARANA PEREKONOMIAN MENURUT JENISNYA PERKELURAHAN TAHUN 2015

NO KELURAHAN PASAR TOKO/KIOS LEMBAGA

UMUM KEUANGAN 1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 1 185 6 2 CILINAYA - 362 11 3 SAPTAMARGA 1 124 4 4 MAYURA - 96 4 5 CAKRANEGARA TIMUR 1 121 3 6 CAKRANEGARA SELATAN 1 352 2

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU - 87 3

8 KARANG TALIWANG - 40 3

9 CAKRANEGARA UTARA 1 80 2

10 SAYANG-SAYANG 1 170 3

JUMLAH 6 1.617 41

JUMLAH ORSOS, KARANG TARUNA DAN PSM DI KECAMATAN CAKRANEGARA TAHUN 2015

NO KELURAHAN ORSOS KARANG PSM TARUNA ( orang ) 1 2 3 4 5 1 CAKRANEGARA BARAT 6 - 0 2 CILINAYA 7 - 4 3 SAPTAMARGA 4 - 0 4 MAYURA 8 1 0 5 CAKRANEGARA TIMUR 3 - 0 6 CAKRANEGARA SELATAN 6 - 0

7 CAKRANEGARA SELATAN BARU 7 1 1

8 KARANG TALIWANG 4 1 1

9 CAKRANEGARA UTARA 6 1 5

10 SAYANG-SAYANG 3 1 3

(12)
(13)

Referensi

Dokumen terkait

Dumai Timur, sedangkan kawasan Perumahan Pertanian di Kota Dumai terdapat di seluruh Desa selain ibukota Kecamatan. b) Kawasan Pusat Pemerintahan, terdiri dari

Kota Pekanbaru tumbuh secara baik dan bahkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan dan perkembangan pesat ini ditandai dengan berdirinya kantor- kantor, pusat

Seiring dengan perkembangan kawasan Pesisir Kecamatan Perbaungan berupa pembangunan kawasan budidaya, pembangunana kawasan pertanian dan pembangunan kawasan wisata, sehingga

12 Tahun 2011 tentang RTRW dapat dikatakan bahwa wilayah kelurahan dengan tingkat perkembangan wilayah tinggi berada pada kawasan yang diperuntukkan sebagai kawasan perdagangan

Semula wilayah Kecamatan Mandalajati merupakan Kecamatan Cicadas yang menjadi Kecamatan Antapani (sekarang) dan pada tahun 2006 sesuai dengan PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR

Kawasan perencanaan yang menjadi lingkup kerja Kecamatan Bojongloa Kidul dapat di lihat dalam tabel 1 berikut ini.. Kawasan Perencanaan Dalam Lingkup Kecamatan

Kelurahan Monjok Barat secara administratif terdiri GAMBARAN UMUM KECAMATAN SELAPARANG Kecamatan Selaparang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Mataram, terletak antara

Klasifikasi Pertumbuhan Ekonomi Kecamatan di Kota Ambon menurut Tipologi Klassen ydi > yni + ydi < yni - rdi > rni + I Daerah maju dan tumbuh cepat : Kecamatan Sirimua, Teluk