Pros. SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan Volume 2, Nomor 1, Januari 2021
Halaman 19 - 24
E-ISSN: 2745-5297
Analisis amanat dalam antologi puisi Merengkuh Asa
Dinda Saputri, Desy Irafadillah Effendi, dan Joko Hariadi
Program Studi Bahasa Indonesia, Universitas Samudra, Jl. Meurandeh, Langsa, Aceh, Indonesia
Email: [email protected]
ABSTRAK
Setiap puisi memiliki amanat yang tersirat, sehingga diperlukan analisis lebih dalam untuk memahami amanat yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan amanat yang terdapat dalam puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah antologi puisi Merengkuh Asa karya penyair Aceh, terdapat 34 penyair dan 157 puisi di dalamnya. Data dalam penelitian ini yaitu amanat yang terdapat dalam 17 puisi. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 17 puisi yang dianalisis, dapat dilihat secara umum puisi ini memiliki banyak amanat, namun yang banyak muncul adalah (1) cintailah seseorang sewajarnya saja; (2) berbaktilah kepada orang tua; (3) lestarikan adat istiadat; (4) jangan pantang menyerah; (5) seorang pemimpin agar lebih memperhatikan rakyatnya; dan (6) setialah dalam menjalin suatu hubungan.
Kata kunci: Antologi puisi, Amanat puisi, Struktur batin
ABSTRACT
Every poem must have an implied message, so a deeper analysis is needed to understand the message the poet wants to convey in his poetry. The purpose of this research is to describe the mandate contained in the poetry. This research use desciptive qualitative approach. The data source in this research is the poetry anthology Merengkuh Asa by Aceh poets, there are 34 poets and 157 poems in it. The data in this study are the mandate contained in 17 poems. The data collection technique that the researchers used in this study was the documentation technique. The results showed that of the 17 poems analyzed, it can be seen that in general this poetry has a lot of mandates, but what appears a lot is (1) love someone naturally; (2) be devoted to parents; (3) preserve customs; (4) don't give up; (5) a leader should pay more attention to his people; and (6) be faithful in a relationship.
▸ Baca selengkapnya: amanat dari puisi malaikat juga tahu
(2)1. PENDAHULUAN
Sastra merupakan cerminan dan ekspresi yang timbul dari pribadi seseorang yang diungkapkan oleh pikiran dan perasaannya. Pengungkapan tersebut merupakan hasil kreativitas sehingga mempunyai nilai estetis untuk dinikmati oleh pembaca. Karya sastra mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat sekitarnya, misalnya nilai sosial, keagamaan, dan nilai budaya dari sebuah kehidupan. Waluyo (2005) membagi karya sastra ke dalam tiga bentuk, yaitu prosa, puisi, dan drama. Menurutnya, puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia. Menganalisis puisi memiliki tujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam puisi itu sendiri.
Memahami makna yang terkandung dalam puisi dapat dilakukan dengan cara menganalisis bentuk strukturalnya. Analisis struktural menyangkut hal yang berkaitan dengan struktur fisik dan struktur batin puisi. Menurut Ahsin (2017) “struktur fisik puisi menyangkut unsur diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif, versifikasi, dan tipografi. Sedangkan struktur batin puisi terdiri dari tema, rasa, nada, dan amanat.”
Penelitian ini difokuskan pada salah satu struktur batin puisi yaitu amanat. Menurut Waluyo dalam Darlis (2016) “amanat merupakan pesan yang ditangkap pembacanya setelah membaca puisi.” Jadi dibutuhkan suatu analisis untuk mengetahui amanat apa yang disampaikan penyair dalam puisinya.
Latar belakang peneliti tertarik meneliti amanat dalam antologi puisi Merengkuh Asa yaitu: (1) antologi puisi Merengkuh Asa merupakan kumpulan puisi karya penyair Aceh yang penyairnya berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga permasalahan dan amanat yang tercipta pasti beragam pula; (2) diperlukan analisis amanat dalam penelitian ini karena pembaca puisi perlu menginterpretasikan puisi dengan segala kemampuan, pikiran, pengalaman dan perasaan terhadap puisi yang dibaca. Hal ini diperlukan pembaca agar dapat menangkap segala makna dalam puisi yang bersifat tersembunyi dibalik baris-baris kata dan bait. Dengan kata lain puisi selalu memiliki makna tersendiri bagi setiap pembaca puisi.
Penelitian tentang analisis amanat dalam antologi puisi sudah pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Seperti Darlis (2016) yang melakukan penelitian dengan judul “Struktur Batin Lima Puisi Chairil Anwar dalam Kumpulan Puisi Aku Ini Binatang Jalang.” Adapun amanat yang terdapat dalam puisi tersebut adalah pentingnya memberikan penghargaan terhadap pejuang kemerdekaan. Gunta Wirawan (2016) juga melakukan penelitian dengan judul “Analisis Struktural Antologi Puisi Hujan Lolos di Sela Jari Karya Yudhiswara.” Amanat dalam puisi tersebut adalah betapa fananya kehidupan dunia, manusia selalu dihadapkan pada berbagai persoalan dan permaslahan hidup. Bagaimana manusia itu
memandang kehidupan tergantung dari perspektif dan sudut pandang masing-masing.
2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sugiyono dalam Azwardi (2018) menyatakan bahwa “penelitian kualitatif merupakan penelitian pada kondisi alamiah, langsung ke sumber data, dan peneliti adalah instrumen kunci.” Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif sehingga data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, tidak menekankan pada angka. Penelitian deskriptif bertujuan membuat deskripsi, gambaran-gambaran atau lukisan secara sistematik, faktual, akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir dalam Azwardi, 2018).
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Setiap penyair memiliki pesan yang berbeda dalam setiap puisinya. Peneliti menemukan pesan-pesan yang terdapat di dalam antologi puisi Merengkuh Asa selalu berkaitan dengan kehidupan. Adapun amanat yang terdapat di dalam puisi akan penulis uraikan sebagai berikut.
1) Puisi Tiap Agustus Seperti Ini
Puisi Tiap Agustus Seperti Ini menceritakan tentang Indonesia yang telah merdeka, namun keadaan yang ada tidak mencerminkan suatu negara yang telah merdeka. Jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah pengangguran yang ada sehingga mereka saling berebut untuk medapat pekerjaan. Ketika merayakan hari kemerdekaan Indonesia, kita bukan memamerkan karya anak bangsa yang membuat bangga. Namun sebaliknya, kita mengadakan suatu perlombaan yang dapat mendeskripsikan betapa mirisnya negeri ini. Di seluruh penjuru negeri, orang-orang miskin masih betebaran. Orang kaya hanya menutup mata melihat situasi seperti ini. Dan presiden, hanya bisa tersenyum dari istana megahnya melihat keadaan negerinya.
Adapun amanat yang terdapat dalam puisi Tiap Agustus Seperti Ini adalah agar seorang pemimpin negeri lebih memperhatikaan rakyatnya. Keadaan negeri tidak ada kemajuan dari dulu hingga sekarang. Kemiskinan masih betebaran dan seakan-akan kita merayaknnya tiap tahun.
2) Puisi Terindah & Berharga (kado pernikahan) Puisi Terindah & Berharga (kado pernikahan) ditulis penyair untuk suaminya sebagai kado pernikahan. Penyair mengungkapkan kebahagiannya yang tak ternilai harganya. Ia telah menemukan sesuatu yang selama ini ia cari, yaitu seorang suami. Kehadiran sang suami seolah-olah hadiah dari surga.
▸ Baca selengkapnya: amanat puisi kuhentikan hujan
(3)Penyair berharap agar sang suami selalu berada di sisinya dalam keadaan apapun.
Pesan atau amanat yang disampaikan penyair dalam puisi ini adalah cintailah pasanganmu dengan sepenuh hati karena ia adalah sesuatu yang berharga dan tak ternilai harganya. Seharusnya memang cinta yang baik adalah mencintai setelah menikah. Karena cinta yang hadir setelah menikah akan diberkahi Allah.
3) Puisi Senja Pun Turun Merentang
Puisi ini menceritakan tentang kebahagiaan penyair bersama kekasihnya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan penyair telah memiliki harapan untuk hidup bersama sang kekasih. Namun takdir berkata lain, kebahagiaan itu sirna. Mereka telah berpisah. Penyair hanya mampu menelan sakit hati yang sangat dalam.
Amanat yang terkandung dalam puisi tersebut yaitu cintailah seseorang sewajarnya saja. Jangan jadikan ia segalanya dan menggantungkan hidup kita kepadanya. karena jika cinta itu berakhir, kita akan kehilangan semangat hidup. Namun jika kita mencintai seseorang sewajanya saja, jika cinta itu berakhir kita akan tetap bersemangat menjalani hidup. 4) Puisi Ibu
Puisi tersebut berisi rasa terima kasih dan permintaan maaf kepada ibu. Rasa terima kasih disampaikan karena kasih sayang ibu tidak pernah berubah. Ibu berjuang sangat keras untuk membesarkan kita. Ibu adalah segalanya dan tidak ada yang bisa menggantikannya. Namun ketika kita dewasa, justru kita sering mengecewakannya dan sering membuat ibu sedih. Tidak jarang juga kata-kata kita menyakiti hati ibu. Namun begitu, ibu selalu memaafkan kita. Bahkan walau sudah sering dikecewakan, ibu tetap berdoa yang terbaik untuk anaknya. Doa ibu selalu mengiringi langkah kita dalam menjalani hidup.
Amanat yang terkandung di dalam puisi Ibu adalah kasih sayang, cinta, ketulusan, dan perjuangan ibu sungguh luar biasa. Maka janganlah kita durhaka kepadanya. pikirkan lagi kata-kata atau sikap yang akan kita keluarkan apalagi disaat sedang marah agar tidak terjadi penyesalan untuk kedepannya. Dan jangan lupa untuk selalu menyelipkan nama ibu disetiap doa kita.
5) Puisi Ayah
Puisi ini bercerita tentang perjuangan seorang ayah. Ayah yang selalu bekerja keras dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Sebagai seorang anak, kita berharap agar ayah kita selalu sehat dan dimudahkan rezekinya. Dan selipkan namanya dalam setiap doa kita.
Pesan yang terkandung dalam puisi Ayah adalah doakanlah ayah kita setiap waktu. Ia telah bersusah payah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan
hidup kita. Kasih sayang seorang ayah selalu tercurah untuk kita, jadi sesekali ucapkanlah terima kasih kepadanya.
6) Puisi Makam Jeumpa
Bunga jeumpa adalah bunga kebanggaan masyarakat Aceh. Kehebatan bunga jeumpa sampai diangkat menjadi sebuah lagu. Namun sekarang, anak-anak muda di Aceh sudah tidak melestarikan bunga ini. Berbeda halnya dengan tsunami yang selalu di ingat bahkan dibuat museum untuk mengingatnya, bunga jeumpa justru dilupakan begitu saja. Bunga jeumpa sama seperti bunga sakura dan tulip, sama-sama menjadi kebanggaan negaranya. Sekarang kedua bunga tersebut sudah dikenal dunia. Namun berbeda halnya dengan bunga jeumpa yang perlahan mulai dilupakan seiring perkembangan zaman.
Pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi ini adalah mengajak masyarakat Aceh untuk melestarikan bunga jeumpa. Tujuannya agar bunga kebanggaan Aceh ini tidak hanya terkenal di Aceh, tetapi juga dikenal nasional maupun internasional. Jangan hanya tsunami saja yang dikenang hingga dibuat museum yang megah, bunga jeumpa harusnya dibuat lebih dari itu.
7) Puisi Penyair Rasa
Puisi ini bercerita tentang seorang penyair yang mencoba untuk memahami permasalahan hidup orang lain. Seorang penyair memiliki kepekaan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya. Dalam puisinya penyair melihat bahwa terdapat banyak sekali orang-orang yang dalam hidupnya memiliki masalah. Penyair menyampaikan jangan biarkan masalah itu membuat kita berputus asa. Kita harus terus bangkit melawan masalah yang ada. Setiap orang pastilah memiliki impian dan kejarlah impian itu dengan penuh keyakinan.
Amanat yang terkandung dalam puisi tersebut adalah setiap orang pastilah memiliki suatu masalah dalam hidupnya. Namun jangan hilangkan kebahagiaan kita dalam menjalani hidup karena sebuah masalah. Tetap jalani hidup dengan penuh kebahagiaan karena ada impian kita yang harus diwujudkan dan setiap masalah pastilah akan terselesaikan seiring berjalannya waktu.
8) Puisi Mata Teduh
Siang itu tanpa sengaja aku melewati rumahmu. Ketika melewatinya, aku mencari keberadaanmu. Seketika teringat kisah cinta kita di masa lalu. Dahulu, kita sering menghabiskan waktu bersama di pantai. Pantai adalah tempat kesukaanmu. Di sana engkau bisa menghabiskan waktu hingga malam. Namun sekarang, kita telah menjalani hidup masing-masing. Aku ingin mengulang kebersamaan kita dahulu. Hatiku selalu sedih saat mengingat hari-hari indah yang telah kita jalani.
Pesan dalam puisi ini yaitu jika bukan jodoh, suatu hubungan pasti akan berakhir. Oleh karena itu cintailah seseorang sewajarnya saja. Karena jika cinta itu berakhir, kita akan mudah melewati hidup tanpa harus teringat masa-masa indah bersama kekasih. Namun jika cinta yang kita berikan kepadanya sangat besar, rasa kecewa yang kita dapatkan ketika cinta itu berakhir pastilah sangat besar pula.
9) Puisi Baginda Raja
Puisi ini bercerita tentang keadaan negeri saat ini. Sekarang ini, kita akan ditangkap jika kita memberikan pendapat yang menyinggung atau merugikan pemerintah sehingga banyak diantara kita yang memilih untuk diam. Para pemimpin yang sebelum menjabat banyak menjajikan akan mensejahterakan korban konflik, para janda, anak yatim, dan orang-orang miskin. Namun setelah mereka mendapatkan jabatan, mereka melupakan janji yang pernah mereka lontarkan. Orang-orang miskin masih berada di mana-mana. Bahkan untuk memperoleh makan mereka masih kesulitan. Mirisnya para pemimpin hanya diam saja melihat keadaan seperti ini. Rakyat merasa telah tertipu oleh janji-janji manis yang dulu diucapkan calon pemimpin. Rakyat berharap pemimpin yang seperti ini segera mengundurkan diri.
Pesan atau amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah hendaklah para pemimpin menepati janji yang mereka lontarkan sebelum pemilihan. Karena janji-janji itulah yang membuat rakyat memberikan suaranya. Betapa kecewanya rakyat jika pemimpin yang mereka pilih ternyata tidak amanah.
10) Puisi Tanah Mimpi
Puisi ini bercerita tentang sebuah khayalan. Khayalan tentang kedamaian dan kemakmuran yang sebentar lagi dirasakan seluruh rakyat di negeri ini. Mudahnya mendapat uang tanpa harus bekerja. Tidak ada lagi hambatan bagi para petani. Tidak ada lagi larangan untuk para pedagang. Kita bebas untuk melakukan apa yang kita mau. Pendidikan dan kesehatan sudah merata, seluruh rakyat sudah merasakannya. Mobil bukan lagi barang langka, seluruh rakyat dapat memilikinya. Dan para pemimpin berlaku adil, tegas, jujur dan bijaksana. Mereka menjalankan tugasnya untuk kemakmuran rakyat. Sayangnya, semua ini hanyalah khayalan.
Pesan atau amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah semoga para pemimpin lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Banyak rakyat di daerah pedalaman yang belum sejahtera. Rakyat juga jangan hanya berharap suatu perubahan dari pemimpin. Rakyat bisa membuat suatu perubahan menuju ke arah yang lebih baik.
11) Puisi Ayah
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang tidak memiliki tempat untuk mengadu segala keluh
kesah karena dia telah kehilangan sosok ayahnya. Hidupnya senantiasa diselimuti dengan kesedihan dan dia merasa hidup sebatang kara. Si anak tidak mengetahui keberadaan ayahnya. Ayahnya telah pergi merantau entah kemana meninggalkan keluarganya dan membuat ia merasa sangat kehilangan. Setiap saat ia selalu menanti kepulangan sang ayah. Ia rindu akan pelukan ayah. Ia rindu akan kebersamaan yang ia habiskan bersama sang ayah. Ia tidak pernah lelah untuk menanti agar sang ayah kembali.
Amanat dalam puisi ini adalah janganlah seorang ayah meninggalkan keluarganya karena seorang ayah ibarat fondasi rumah. Ia adalah dasar yang kuat dalam keluarga untuk menjalani hidup ini. Jika seorang ayah meninggalkan keluarganya, kesedihan teramat dalam akan dirasakan seorang anak karena tidak memiliki lagi tempat untuk berbagi keluh kesah yang ia alami selama hidupnya.
12) Puisi Potret di Sudut Lintas Waktu
Puisi ini bercerita tentang kesedihan penyair yang tidak bisa menahan kepergian sang kekasih. Namun walau sang kekasih telah pergi, ia tetap setia menunggu sang kekasih sendirian. Ia mengingat kebersamaan yang telah ia lalui bersama sang kekasih. Luka yang ia rasakan teramat dalam. Tidak ada lagi pesan singkat yang dikirimkan sang kekasih untuknya. Kini ia tersadar, ia tidak boleh larut dalam kesedihan. Ia harus kembali bangkit untuk menjalani hidup. Seiring berjalannya waktu ia mulai berdamai dengan keadaan bahwa jika bukan jodoh makan seseorang itu haruslah dilepaskan.
Amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah sekuat apapun kita menjaga suatu hubungan, jika memang tidak dijodohkan oleh Allah maka orang tersebut akan pergi meninggalkan kita. jadi jangan larut dengan dalam kesedihan. Ikhlas telah kepergian orang tersebut agar kita dapat menjalani hari-hari dengan penuh semangat seperti sedia kala.
13) Puisi Tanah Basah Mempesona
Puisi ini menceritakan tentang keistimewaan yang dimiki tanah kelahiran penyair yaitu Aceh. Aceh memiliki Sabang yang sangat indah. Laut di Sabang mampu memikat turis lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. Aceh merupakan kota juang yang berasal dari semangat perjuangan para pahlawan. Semangat perjuangan ini masih terus tumbuh dalam jiwa masyarakat Aceh. Pada 2004 silam, Aceh sempat terpuruk. Tsunami datang meluluhlantakkan tanah ini. Tsunami yang datang hanya beberapa menit namun memakan korban ribuan nyawa. Kesedihan, duka, dan kerugian terjadi saat itu. Namun sekarang, Aceh telah bangkit. Cerita tsunami menjadi kenangan tersendiri masyarakat Aceh. Cerita inipun diabadikan dalam sebuah museum untuk mengenang peristiwa tragis itu. Sejarah Islam pertama di Asia Tenggara juga berasal dari Aceh. Di Geudong, raja Malikussaleh dimakamkan. Aceh juga terkenal dengan kopi
khasnya. Kopi Gayo mampu memikat lidah semua orang. Selain itu, Aceh terkenal dengan tari samannya yang sudah mendunia. Semua orang akan terpesona melihat tarian ini. Dahhulu, di Aceh pernah terjadi kerusuhan. Namun sekarang, itu hanya menjadi sebuah kenangan. Aceh kini telah damai, dengan sejuta pesona yang ada di dalamnya.
Puisi ini mengandung pesan jangan lupakan tanah kelahiran. Sejauh apapun kita pergi, tanah kelahiran harus selalu kita ingat karena di sanalah kita dibesarkan, di tanah yang penuh dengan keistimewaan. Puisi ini juga mengandung pesan jangan berlarut dalam kesedihan. Aceh yang sempat dilanda tsunami kini telah bangkit menjadi lebih indah dan bencana tersebut diabadikan menjadi museum tsunami.
14) Puisi Kau Pergi
Puisi ini bercerita tentang penyair yang menyukai seseorang. Namun suatu hari orang yang disukainya pergi ke tempat yang sangat jauh, ke tempat yang tidak mampu dijangkau olehnya. Kepergiannya membawa luka yang sangat dalam di hati. Ia hanya mampu menunggu kabar seorang diri. Namun orang yang disukainya tersebut tidak kunjung memberi kabar. Tapi penyair tak berputus asa, ia terus menunggu dengan penuh harapan bahwa suatu saat kabar itu akan datang.
Amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah janganlah membuang waktu untuk menunggu yang tidak pasti. Jika ia menyukai kita, pastilah ia akan meluangkan waktunya untuk mengabarkan agar orang yang disukainya tidak menunggu kabar darinya. Namun sebaliknya jika orang tersebut tidak memberi kabar sebaiknya kita tidak usah menunggu karena itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Lakukanlah hal yang lebih bermanfaat untuk hidup kita.
15) Puisi Reinkarnasi Bulan
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang rindu dengan sesosok ayah. Dalam hidup, ayah mengajari kita hal yang begitu hebat yang menjadi bekal kita untuk melewati dunia yang kejam ini. Dahulu penyair adalah seorang anak yang sangat manja, namun bekal dari ayah mampu membuatnya kuat menghadapi dunia ini. Segala hal yang telah ayah ajarkan menjadi penuntun kita disaat kesulitan. Rasa peduli ayah begitu luar biasa. Kasih sayangnya tiada tara. Namun sekarang ayah penyair telah pergi menghadap sang pencipta. Penyair hanya mampu mengingat kenangan yang telah ia lewati bersama ayahnya.
Pesan yang terkandung dalam puisi ini adalah setiap ayah adalah ayah yang hebat. Ayah memberikan bekal untuk setiap anaknya agar mampu menghadapi segala permasalahan yang ada di dunia. Apabila ia telah tiada jangan pernah lupa untuk selalu mendoakannya.
16) Puisi Mak: Perawat Cinta
Puisi ini bercerita tentang perjuangan seorang ibu untuk membesarkan anaknya. Seorang ibu yang rela begadang semalaman karena sang anak yang rewel. Kasih sayang ibu selalu tercurah hingga anaknya dewasa. Ketika penyair telah memiliki buah hati, barulah ia menyadari betapa melelahkan perjuangan ibunya dulu. Teringat di pikirannya bahwa dulu ia kerap melukai hati ibunya. Ia meminta maaf pada ibunya jika kata-kata dan sikapnya sering menyakiti hati sang ibu.
Amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah perjuangan dan pengorbanan seorang ibu untuk membesarkan seorang anak tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa dan sangat melelahkan. Maka dari itu kita sebagai seorang anak hendaklah bersikap baik kepadanya. Perbaiki kata-kata dan sikap kita agar tidak menyakiti hati beliau.
17) Puisi Maafkan Aku
Cinta penyair telah terbagi dua. Ia tidak bisa menjaga hati dan cintanya untuk seseorang yang telah memberinya cinta dengan tulus. Pengkhianatan itu terjadi karena penyair tergoda oleh laki-laki lain. Sang kekasih hanya mampu menahan pedih karena luka yang diakibatkan pengkhianatan ini. Mengakui kesalahan lantas tidak membuat keadaan kembali seperti semula.
Puisi ini mengandung amanat agar setialah dalam menjalin sebuah hubungan. Janganlah mengkhianati pasangan kita. Jika kepercayaan yang diberikan pasangan sudah kita hancurkan, cinta yang tumbuh pun tidak seperti sedia kala. Dan juga puisi ini mengandung amanat agar pandai-pandailah menjaga hati agar tidak tergoda orang lain. Karena jika sudah tergoda maka akan terjadi penyesalan disuatu hari nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Ahsin, M. N. (2017). Analisis Struktur dan Nilai Koservasi Beberapa Puisi pada Antologi Puisi Bersiap Menjadi Dongeng. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni. Vol. 18, No. 1. April 2017. Azwardi. (2018). Metode Penelitian Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.
Bahtiar, A., Sangaji N. H., Sulistjani, E., dan Ahmad, M. G. (2017). Kajian Puisi. Tanggerang: Pustaka Mandiri.
Darlis. (2016). Struktur Batin Lima Puisi Chairil Anwar dalam Kumpulan puisi Aku Ini Binatang Jalang. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra). Vol. 2, No. 1. Juli 2016.
Departemen Pendidikan Nasional. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Djojosuroto, K. (2006). Pengajaran Puisi Analisis
Harun, M. dan Wahyuni, S. (2018). Analisis Struktur Fisik dan Struktur Batin Puisi Anak dalam Majalah Potret Anak Cerdas. Jurnal Mahasiswa MPBSI PPs Unsyiah dan Dosen Tetap pada PBSI FKIP Unsyiah. Vol. 6, No.2. Mei 2018.
Nofianty, D. G. dan Kurnia, F. (2018). Analisis Struktur Batin dan Struktur Fisik Pada Puisi ‘Ibu’ Karya D. Zawawi Imron. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 1, No. 5. September 2018.
Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pradopo, R. D. (2017). Pengkajian Puisi. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Prawira, P. A. (2012). Psikologi Umum dengan Perspektif Baru. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Siswanto, W. (2013). Pengantar Teori Sastra. Jakarta:
PT Grasindo.
Siswantoro. (2018). Metode Penelitian Sastra Analisis Struktur Puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sujanto, A. (2014). Psikologi Umum. Jakarta: Bumi
Aksara.
Syamsuddin, V. D. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Waluyo, H. J. (1991). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
---. (2005). Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wirawan, G. (2016). Analisis Struktural Antologi Puisi “Hujan Lolos di Sela Jari” Karya Yudhiswara. Jurnal Pendidikan dan Bahasa Sastra Indonesia. Vol. 1, No.2. September 2016. Yuliantoro, A. (2018). Pengajaran Apresiasi Puisi
Mencipta Puisi Memahami Puisi Membaca Puisi dan Deklamasi. Yogyakarta: C.V Andi Offset.