TATA CARA PENANGANAN PENGADUAN
(PENGUMPULAN BAHAN DAN KETERANGAN)
DI LINGKUNGAN KKP
1
Wahju Poerwanto
(Auditor Madya
)
INSPEKTORAT JENDERAL
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2019
DEFINISI
PENGADUAN
Pengaduan yg disampaikan oleh
Pegawai dan/atau masyarakat yg
mengetahui & mengadukan
dugaan terjadinya pelanggaran
dan/atau kejahatan di
lingkungan KKP.
WHISTLEBLOWER
Pegawai yg mengetahui &
mengadukan dugaan terjadinya
pelanggaran dan/atau kejahatan
yg terjadi di lingkungan KKP, dan
bukan merupakan bagian dari
pelaku pelanggaran dan/atau
kejahatan yg dilakukannya.
Pegawai dan/atau masyarakat yg
mengetahui dan mengadukan
dugaan terjadinya pelanggaran
dan/atau kejahatan yg terjadi di
lingkungan KKP.
SUMBER
PENGADUAN
PENGADU/PELAPOR INTERNAL
(WHISTLEBLOWER):
§
Penyalahgunaan Wewenang;
§
Pelanggaran Disiplin Pegawai;
§
Hambatan dalam pelayanan kpd Masy.;
§
Tindak Pidana KKN.
PENGADU/PELAPOR EKSTERNAL
(MASYARAKAT):
§Penyalahgunaan Wewenang;
§Pelanggaran disiplin Pegawai;
§Hambatan dalam Pelayanan Kpd Masy.;
§Tindak Pidana KKN.
Permen KP Nomor 44 Tahun 2018: (Pasal 8)
• Setiap Pegawai yang melihat atau mengetahui dugaan penyalahgunaan wewenang,
pelanggaran disiplin Pejabat/Pegawai, dan/atau dugaan tindak pidana korupsi, kolusi dan
nepotisme di lingkungan Kementerian
wajib
menyampaikan Pengaduan.
• Masyarakat yang melihat atau mengetahui dugaan penyalahgunaan wewenang, hambatan
dalam pelayanan kepada masyarakat, dan/atau dugaan tindak pidana korupsi, kolusi dan
nepotisme di lingkungan Kementerian
dapat
menyampaikan Pengaduan.
Content Here
ISI PENGADUAN
PENYALAHGUNAAN WEWENANG
PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI
HAMBATAN DALAM PELAYANAN
TIM PENANGANAN
PENGADUAN
KEMENTERIAN
ESELON I
UPT
TIM PENANGANAN
PENGADUAN
KEMENTERIAN
ADMIN KORDINATOR
KEMENTERIAN
ADMIN PRNGHUBUNG
KEMENTERIAN
TIM PENANGANAN
PENGADUAN
KEMENTERIAN DI UNIT
KERJA MASING-MASING
TIM PENANGANAN
PENGADUAN
KEMENTERIAN DI UPT
MASING-MASING
TUGAS
TIM PENANGANAN PENGADUAN
MENERIMA DAN MENGADMINISTRASIKAN PENGADUAN
MENGUMPULKAN BAHAN DAN KETERANGAN
YANG RELEVAN DG PENGADUAN PENGADUAN YANG DITERIMAMELAKUKAN TELAAH ATAS
MENYAMPAIKAN HASIL TELAAH KEPADA PIMPINAN
ADMIN KOORDINATOR DAN
ADMIN PENGHUBUNG
MENERIMA, MENGINPUT, DAN MENDISTRIBUSIKAN PENGADUAN
MENGINPUT
JAWABAN PENGADUAN MENGADMINSTRASIKAN DOKUMEN PENGADUAN
MENYAMPAIKAN LAPORAN KEPADA KETUA TIM PENANGANAN PENGADUAN
TIM PENANGANAN PENGADUAN, ADMIN KOORDINATOR,
DAN ADMIN PENGHUBUNG TIDAK DIPERKENANKAN
UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI TERKAIT SUBSTANSI
PENGADUAN, IDENTITAS PENGADU, DAN INDENTITAS
TERADU
TAHAPAN
PENGELOLAAN PENGADUAN
PENERIMAAN PENGADUAN
PENATAUSAHAAN PENGADUAN
TINDAK LANJUT
ü
PENERIMAAN PENGADUAN
DILAKUKAN OLEH TIM
PENANGANAN PENGADUAN PADA
MASING-MASING UNIT KERJA
ESELON I DAN UPT
ü
INFORMASI DAPAT DITERIMA
DARI DUMAS DAN APH/APIP
ü
PEMBERIAN TANDA TERIMA
PENGADUAN
ü
PENGADMINSTRASIAN DOKUMEN
PENGADUAN
ü
PEMBERIAN BUKTI PENERIMAAN
PENGADUAN
ü
PENYAMPAIAN TANDA TERIMA
PENGADUAN PALING LAMBAT 4 HARI
KERJA SEJAK PENGADUAN DITERIMA
OLEH ADMIN KOORDINATOR
KEMENTERIAN/ADMIN
PENGHUBUNG.
ü
PENERIMAAN BERKAS
PENGADUAN
ü
VERIFIKASI PENGADUAN
ü
PENELAAHAN PENGADUAN
ü
PENGIRIMAN LAPORAN KEPADA
PIHAK EKSTERNAL, MENTERI DAN
UNIT KERJA YANG BERWENANG
MENINDAKLANJUTI
REKOMENDASI
ü
PEMBERIAN JAWABAN KEPADA
PENGADU
PENDEKATAN DALAM ANALISIS
DAN EVALUASI INFORMASI AWAL
JENIS PENYIMPANGAN
DAN DAMPAKNYA
PIHAK YANG BERTANGGUNG
JAWAB/ TERKAIT
ü
INFORMASI YG INGIN DIPEROLEH
ADALAH SUBSTANSI
PENYIMPANGAN YG DIADUKAN
ü
BERGUNA UTK MENENTUKAN
UNSUR MELAWAN HUKUM, JENIS
PENYIMPANGAN YG DILAKUKAN,
& DAMPAK ADANYA
PENYIMPANGAN
ü
INFORMASI INI BERKAITAN DGN
SUBSTANSI PIHAK YG MELAKUKAN
PENYIMPANGAN, ATAU;
ü
KEMUNGKINAN PIHAK-2 YG DPT
DIDUGA MELAKUKAN
PENYIMPANGAN/PELANGGARAN,
DAN;
ü
PIHAK YG TERKAIT YG PERLU
DIMINTAKAN KETERANGAN.
WHO?
WHAT?
WHERE?
TEMPAT TERJADINYA
PENYIMPANGAN
ü
INFORMASI INI BERKAITAN DGN
TEMPAT TERJADINYA
PENYIMPANGAN, KHUSUSNYA
INSTITUSI TEMPAT TERJADINYA
PENYIMPANGAN;
ü
INFORMASI INI BERGUNA DLM
MENETAPKAN RUANG LINGKUP,
DAN MEMBANTU DLM
MENENTUKAN TEMPAT
PENYIMPANGAN TERJADI.
PENDEKATAN DALAM ANALISIS
DAN EVALUASI INFORMASI AWAL
WAKTU TERJADINYA
PENYIMPANGAN
PENYEBAB TERJADINYA
PENYIMPANGAN
INFORMASI INI BERKAITAN DGN
WAKTU TERJADINYA PENYIMPANGAN
YG AKAN MEMPENGARUHI
PENETAPAN RUANG LINGKUP
INFORMASI YG INGIN DIPEROLEH
ADALAH ALASAN ATAU LATAR
BELAKANG SESEORANG MELAKUKAN
PENYIMPANGAN YG AKAN DPT
MENGARAH KPD PEMBUKTIAN
UNSUR NIAT.
WHY?
WHEN?
HOW?
MODUS PENYIMPANGAN
ü
INFORMASI INI BERKAITAN DGN
CARA PENYIMPANGAN TERJADI
ATAU CARA KECURANGAN TSB
DILAKUKAN;
ü
MEMBANTU DLM MENYUSUN
MODUS OPERANDI (CARA/TEKNIK
YG BERCIRI KHUSUS DR SEORANG
PENJAHAT DLM MELAKUKAN
PERBUATAN JAHATNYA)
PENERIMAAN PENGADUAN
FAKTA & DATA PENGADUAN
KURANG LENGKAP??
PENYUSUNAN HIPOTESIS
ü SEMUA PENGADUAN WAJIB DI TINDAKLANJUTI ü IDENTITAS PENGADU WAJIB DIRAHASIAKAN ü PEGAWAI/TPP YG TERBUKTI TDK MERAHASIAKAN IDENTITAS PENGADU DIJATUHI HUKUMAN DISIPLINTINDAKAN ATAS PENGADUAN
ü HARUS MELENGKAPI PENGADUAN TTG TERJADINYA PENYIMPANGAN DGN INFORMASI TAMBAHAN; ü INFORMASI TAMBAHAN DPT DIKUMPULKAN SECARA
TERBATAS DR BERBAGAI SUMBER TANPA HARUS BERHUBUNGAN SECARA LANGSUNG DGN PIHAK YG DIDUGA MELAKUKAN
PENYIMPANGAN
TUJUAN PENYUSUNAN HIPOTESIS:
ü MEMBERIKAN BATASAN & MEMPERSEMPIT RUANG LINGKUP;
ü MENYIAGAKAN THDP SEMUA FAKTA & HUBUNGAN ANTARA FAKTA YG TELAH
TERIDENTIFIKASI;
ü SBG ALAT DLM MEMBANGUN FAKTA2 YG TERCERAI BERAI;
ü SBG PEDOMAN DLM PENGUJIAN FAKTA & HUBUNGAN ANTAR FAKTA.
SIMPULAN HASIL
TELAAHAN
1. KRITERIA PENGAMBILAN SIMPULAN TELAAHAN (TIPIKOR):Pelanggaran Hukuam Pidana; Unsur Ruang Lingkup Keuangan Negara;
Unsur Waktu dan Tempat; Unsur Pelaku Tindak Kecurangan yang Dilakukan; Unsur Modus Operandi
2. KEPUTUSAN HASIL TELAAHAN: Diselesaikan oleh unit kerja; Diteruskan kepada APIP; Diteruskan kepada APH; Dihentikan (tidak cukup
SUMBER INFORMASI DAN
MATERI PENGADUAN
HASIL TELAAHAN
SIMPULAN DAN
REKOMENDASI
ü DIURAIKAN IDENTITAS YANG MENYAMPAIKAN INFORMASI; ü ASAL INFORMASI DIPEROLEHü DIURAIKAN SECARA JELAS MATERI YANG TERDAPAT DALAM SURAT
PENGADUAN
TINDAKAN ATAS PENGADUAN
(Laporan Hasil Telaahan dan Pemeriksaan)
PEMERIKSAAN
ü DIURAIKAN HASIL ANALISIS YANG DILAKUKAN TERHADAP MATERI PENGADUAN &
INFORMASI TAMBAHAN YG DIPEROLEH;
ü MENGUNGKAP HIPOTESIS AWAL TANPA MEMPERTIMBANGKAN APAKAH HIPOTESIS MEMPERKUAT ATAU MELEMAHKAN MATERI PENGADUAN 1. CUKUP ALASAN UNTUK DILAKUKAN PEMERIKSAAN, OLEH : a. UNIT KERJA, b. ITJEN;
2. TIDAK CUKUP ALASAN DILAKUKAN
PEMERIKSAAN.
PEMERIKSAAN MERUPAKAN SALAH SATU KEGIATAN INVESTIGATOR UNTUK MENDAPATKAN
KETERANGAN, KEJELASAN DAN KEIDENTIKAN BAIK TERSANGKA, SAKSI, AHLI, MAUPUN TENTANG TINDAK PENYIMPANGAN YANG TERJADI, SEHINGGA KEDUDUKAN ATAU PERANAN SESEORANG
MAUPUN BARANG BUKTI TERKAIT TINDAK PENYIMPANGAN TERSEBUT MENJADI JELAS
ü Seharusnya bersifat cair, tidak terstruktur
ü Perlu dibuat catatan hasil wawancara dari awal sampai akhir, jangan sporadis
ü Banyak keuntungan bila wawancara dilakukan sebelum interogasi
TINDAKAN ATAS PENGADUAN
(INTERVIEW/WAWANCARA)
ü Bersifat netral
ü Bertujuan untuk mengumpulkan informasi
ü Dapat dilakukan di awal investigasi
ü Dapat dilakukan dalam berbagai lingkungan atau suasana, bisa dikantor, dimobil, dijalan
Wawancara harus dimulai dari orang-orang yang diduga paling kecil menjadi
pelaku atau ikut serta dalam melakukan penyimpangan, dilanjutkan dengan orang-orang yang ingin menjadi whistleblower, diakhiri dengan mereka yang diduga menjadi
perencana atau otak dari tindak penyimpangan
ü Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada orang yang diwawancarai untuk menyampaikan detail dari keterangan yang diberikannya dengan caranya
ü Pertimbangkan keletihan phisik dan psikhis pihak terperiksa, karena bisa menuduh seseorang/orang tertentu dengan mengabaikan bukti lain
ü Dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol dan terkendali
ü Hanya dilakukan setelah investigator mempunyai keyakinan yang memadai mengenai salahnya seseorang
ü Tidak boleh membuat catatan sampai sesudah terperiksa menceritakan yang sebenarnya dan tidak akan merubah
TINDAKAN ATAS PENGADUAN
(INTEROGASI)
ü Bersifat menuduh
ü Dilakukan dengan persuasi yang aktif
ü Gunakan taktik membuat pernyataan dan bukan mengajukan pertanyaan
ü Tujuannya untuk mengetahui yang sebenarnya
Sebelum melakukan interogasi, Pemeriksa harus sudah mengetahui semua informasi yang relevan dengan
tindak penyimpangan, termasuk informasi mengenai latar belakang
dari terperiksa dan saksi-saksi lain
Untuk subyek yang emosional, taktik dan tehnik interogasi yang tepat harus didasarkan kepada pendekatan yang simpatik, dengan menunjukkan sikap ikut prihatin dengan apa yang dialami subyek sekarang ini, sebagai akibat perbuatannya dimasa lalu
Taktik dan tehnik yang terbaik dalam menghadapi subyek yang non
emosional adalah dengan
menyodorkan fakta, atau pendekatan analisis fakta, dgn membangkitkan nalarnya, bukan emosionalnya.
HASIL PEMERIKSAAN DAN
TINDAK LANJUTNYA
Atas Penyalahgunaan Wewenang, Pelangagran Disiplin, dan Hamabatan dalam Pelayanan, maka Irjen
merekomendasikan kepada PJ untuk:
ü Menjatuhkan hukum disiplin; dan/atau
ü Memerintahkan pengembalian uang negara dan/atau BMN.
Atas Dugaan TP- KKN, maka hasil pemeriksaan disampaikan kepada Instansi berwenang utk di-TL HASIL PEMERIKSAAN BERUPA:
ü Penyalahgunaan Wewenang
ü Pelanggaran Disiplin Pj/Pegawai
ü Melakukan Hambatan dalam Pelayanan Kepada Masyarakat
ü Dugaan TP-KKN
JIKA BUKAN PELANGGARAN, MAKA: IRJEN MEREKOMEDASIKAN PEMULIHAN NAMA BAIK TERADU
PENGADU/PELAPOR
HAK:
Pengadu berhak mendapatkan informasi mengenai perkembangan pengaduan dari Tim Penanganan pengaduan sesuai dengan tempat dan media penyampaian
pengaduan disampaikan
PERLINDUNGAN:
ü Menjaga kerahasiaan identitas Pengadu;
ü Memberikan rasa aman dalam memberikan keterangan;
ü Memberikan bantuan hukum;
ü Meminta perlindungan kepada instansi yang berwenang; dan/atau
ü Perlindungan dari tindakan balasan
administratif kepegawaian dan jaminan hak kepegawaian
Menteri dapat memberikan Penghargaan dalam hal pengaduan:
ü berdasarkan hasil pemeriksaan, terbukti telah terjadi pelanggaran displin; atau
ü berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap terbukti telah terjadi tindak pidana.
Pegawai yang berdasarkan hasil pemeriksaan terbukti menyampaikan Pengaduan palsu dan/atau menyampaikan Pengaduan yang bersifat fitnah, dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan