• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mioma Uteri Dan Kista Ovary Bilateral

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mioma Uteri Dan Kista Ovary Bilateral"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Mioma Uteri dan Kista

Mioma Uteri dan Kista

Ovary Bilateral

Ovary Bilateral

Jimmy Christeven

Jimmy Christeven

112015258

112015258

Pembimbing: dr. Fransiskus Christianto Sp.OG

Pembimbing: dr. Fransiskus Christianto Sp.OG

(2)
(3)

Identitas

(4)

Keluhan Utama

Keluhan Utama

Ada benjolan di perut bagian bawah.

Ada benjolan di perut bagian bawah.

Riwayat Penyakit Sekarang

(5)

Riwayat Penyakit Dahulu

(6)

 Riwayat Haid

 Riwayat Haid

R

R

i

i

w

w

a

a

y

y

a

a

t

t

P

P

e

e

r

r

k

k

a

a

w

w

i

i

n

n

a

a

n

n

R

R

i

i

w

w

a

a

y

y

a

a

t

t

K

K

e

e

lu

lu

a

a

r

r

g

g

a

a

B

B

e

e

r

r

e

e

n

n

c

c

a

a

n

n

a

a

 Riwayat Obstetric

 Riwayat Obstetric

Haid pertama umur 14 tahun Haid pertama umur 14 tahun Siklus : Tidak teratur, jumlah Siklus : Tidak teratur, jumlah banyak dan lamanya 4 hari banyak dan lamanya 4 hari

Kawin : sudah /

Kawin : sudah / belum / tidakbelum / tidak Kawin : 1 kali

Kawin : 1 kali

Dengan suami sekarang sudah 5 Dengan suami sekarang sudah 5 tahun

tahun

H

Haammiil l : : 4 4 kkaallii Me

Melahlahirkirkan an : : 3 3 kalkalii A

Abboorrttuus s : : 1 1 kkaallii Lain-lain

Lain-lain : :

--((--) ) PPiil l KKB B ((--) ) SSuunnttiikkaan n ((--) ) SSuussuuk k KKBB ((--) ) IIUUD D ((--) ) LLaaiinn--llaaiinn

(7)
(8)
(9)
(10)

Resume

Seorang wanita berusia 46 tahun datang ke RSMR dengan keluhan perut bawah bagian kanan terdapat massa yang terasa membesar sejak 1 tahun yanglalu.  Awalnya massa kecil kemudian makin membesar. Pasien juga mengalami

gangguan mestruasi sejak 2 bulan yanglalu. Setelah berobat pasien menjadi menstruasi. Saat menstruasi perut terasa nyeri dan pasien merasa darah yang keluar cukup banyak. Pasien mengatakan terdapat nyeri pada bagian pinggang dan perut terutama saat berbaring.

Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan terdapat massa pada bagian abdomen kanan dengan permukaan rata, konsistensi kenyal, mobile, tidak ada nyeri tekan dan nyeri goyang.

Pada pemeriksaan rongten toraks didapatkan cardiomegaly. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan massa pada abdomen kanan 11,8 cm.

(11)

DIagnosis

Diagnosis Kerja

 Mioma uteri dan Kista ovarii bilateral

Dasar Diagnosis

 Berdasarkan anamnesis adanya keluhan benjolan di perut bawah yang

membesar dan terdapat gangguan menstruasi.

 Pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan dengan permukaan teraba

rata,licin, kenyal, mobile, dan tidak nyeri tekan dan nyeri goyang.

 Pada pemeriksaan USG didapat massa pada uterus dan ovari , dengan

(12)

Perencanaan

Rencana Terapi :

Operasi Supravaginal histerektomi

Salphingo offorektomi bilateral

 Antibiotik post operasi ; cefotaxime 2x1.

Rencana Edukasi :

Pasien harus rutin memeriksakan diri dan menjalani

(13)

Prognosis

 Ad vitam

dubia ad bonam

 Ad functionam

dubia ad bonam

 Ad sanationam

dubia ad bonam

(14)

Mioma Uteri

Definisi : neoplasma jinak dari otot polos uteri dan

 jaringan ikat (fibromioma, leiomioma, fibroid)

Etiologi :

belum diketahui

 Banyak pada usia reproduktif

 Diduga stimulasi hormon estrogen

Mediator : estrogen growth factor, insulin growth factor – 1 (IGF-1)

 mutasi somatik dari sel-sel miometrium  perubahan pada

(15)

Kalsifikasi

Mioma submukosa

 dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus (6,1%)  keluhan gangguan perdarahan

 diketahui dari tindakan kuretase (Currete bump)  mioma submukosa pedinkulata

 mempunyai tangkai.

 Sering infeksi , ulserasi, infark (anemia & sepsis)

 mioma geburt atau mioma yang di lahirkan. Pada beberapa kasus

Mioma intramural

 diantara serabut miometrium  simpai yang mengelilingi tumor 

 Mioma terletak didepan uterus akan menekan dan mendorong kandung

(16)

Kalsifikasi

Mioma subserosa

 menonjol pada permukaan uterus

diliputi oleh serosa

 kedua lapisan ligamentum latum  mioma intraligamenter.

Mioma intraligamenter (pedunculated)

 Mioma subserosa menempel ke jaringan (ligamentum atau

omentum)

 OUE bentuk bulan sabit

 tersusun seperti kumparan (whorle like pattern) dengan

pseudokapsul yang tersusun dari jaringan ikat longgar yang terdesak karena pertumbuhan mioma.

(17)

Gambaran Mikroskopik

 Pada pembelahan jaringan mioma tampak lebih putih dari jaringan

sekitarnya.

 Pada pemeriksaan secara mikroskopik dijumpai sel-sel otot polos

panjang, yang membentuk bangunan yang khas sebagai kumparan.

 Inti sel juga panjang dan bercampur dengan jaringan ikat.

 Pada pemotongan tranversal, sel berbentuk polihedral dengan

sitoplasma yang banyak mengelilinginya.

 Pada pemotongan longitudinal inti sel memanjang, dan ditemukan

adanya mast cells diantara serabut miometrium sering diinterprestasi sebagai sel tumor atau sel raksasa (giant cells)

(18)

Perubahan Sekunder

Atrofi

mioma uteri mengecil (monepause & setelah

melahirkan)

Degenerasi hialin

Perubahan pada penderita usia lanjut

Tumor menjadi homogen

Degenerasi kistik

sebagian dari mioma menjadi cair /agar-agar (kista

ovarium / kehamilan)

(19)

Perubahan Sekunder

Degenerasi membatu.

 Wanita usia lanjut

 pengendapan garam kapur mioma keras dan bayangan pada foto rontgen.

Degenerasi merah.

 pada kehamilan dan nifas.

 Patogenesis : nekrosis subakut ggn vaskularisasi

 sarang mioma daging mentah berwarna merah disebabkan oleh pigmen

hemosiderin dan hemofusin

 Degenerasi merah khas pada kehamilan muda dengan emesis dan haus,

demam dan kesakitan

 nyeri pada perabaan (mirip tumor ovarium terpuntir atau mioma bertangkai

Degenerasi lemak.

(20)

Diagnosis

Anamnesis

 Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama.  terkadang disertai gangguan haid, buang air kecil atau buang air besar.  Nyeri perut bila terinfeksi, terpuntir, pecah.

Pemeriksaan fisik

 Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah

 Pemeriksaan ginekologik bimanual : tumor menyatu dengan rahim/ mengisi

kavum Douglasi

 Konsistensi padat, kenyal, mobile, permukaan tumor rata

Gambaran Klinis

 Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)  Perut terasa penuh dan membesar 

(21)

Diagnosis

Pemeriksaan luar 

 Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah, pergerakan

dapat terbatas / bebas.

Pemeriksaan dalam

 Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat

terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan.

Pemeriksaan penunjang

 Pemeriksaan laboratorium  USG

(22)

Diagnosis Banding

Pada mioma subserosa

tumor ovarium yang solidkehamilan uterus gravidus.

mioma submucosum

 inversio uteri

mioma intramural

 adenomiosis, khoriokarsinoma, karsinoma korporis uteri atau

(23)

Komplikasi

Perdarahan sampai terjadi anemia.

Degenerasi ganas

leiomiosarkoma (0,32 – 0,6)

 sarkoma uterus (50-75%) histologi uterus yang telah diangkat  Kecurigaan keganasan : cepat membesar pembesaran sarang

mioma dalam menopause.

Torsi

mioma yang bertangkai

gangguan sirkulasi akut (nekrosis)

(24)

Penatalaksanaan

1. Konservatif

 Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan.  Bila anemia, Hb < 8 g% transfusi PRC.

 Pemberian zat besi.

 agonis GnRH leuprolid asetat 3,75 mg IM pada hari 1-3

menstruasi/minggu/3x

 mengerutkan tumor dan hilangkan gejala  tekan sekresi gonadotropin

 Hipoestrogenik serupa postmenopause  Efek max observasi dalam 12 minggu.

 sebelum pembedahan: mengurangi hilangnya darah selama

pembedahan

 progestin dan antipprogestin (levonorgestrol intrauterin)

(25)

Penatalaksanaan

2.Pengobatan Operatif 

 kriteria

 Ukuran tumor > ukuran uterus 12-14 minggu.  Pertumbuhan tumor cepat.

 Mioma subserosa bertangkai dan torsi.

Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya.Hipermenorea pada mioma submukosa.

 Penekanan pada organ sekitarnya.  Jenis

Enukleasi MiomaHisterektomi

(26)

Mioma Uteri Pada Kehamilan

1. Pengaruh mioma uteri pada kehamilan adalah :

 Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi kavum uteri

khususnya pada mioma submukosum.

 Dapat menyebabkan kelainan letak janin

 Dapat menyebabkan plasenta previa dan plasenta akreta

 Dapat menyebabkan HPP akibat inersia maupun atonia uteri akibat

gangguan mekanik dalam fungsi miometrium

 Dapat menganggu proses involusi uterus dalam masa nifas  Jika letaknya dekat pada serviks, dapat menghalangi kemajuan

(27)

Mioma Uteri Pada Kehamilan

2. Pengaruh kehamilan pada mioma uteri adalah :

Mioma membesar terutama pada bulan-bulan pertama karena pengaruh

estrogen yang meningkat

Dapat terjadi degenerasi merah pada waktu hamil maupun masa nifas

seperti telah diutarakan sebelumnya, yang kadang-kadang memerlukan pembedahan segera guna mengangkat sarang mioma. Namun,

pengangkatan sarang mioma demikian itu jarang menyebabkan perdarahan.

Meskipun jarang, mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi dengan

(28)

Prognosis

Histerektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif.Miomektomi yang ekstensif dan secara signifikan melibatkan

miometrium atau menembus endometrium, maka diharuskan SC pada persalinan berikutnya.

Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-40%

(29)
(30)

Pendahuluan

Fungsi ovarium: reproduksi dan menstruasi.

Gangguan pada ovarium : kista ovarium, sindrom ovarium polikistik, dan kanker  ovarium,dll

 Kista : pertumbuhan berupa kantung (pocket, pouch) yang tumbuh dibagian tubuh tertentu.

 Kista ovarium : suatu kantung yang berisi cairan atau materi semisolid yang tumbuh dalam ovarium. jinak (80-84%).

Pada wanita usia muda (biasanya kurang dari 40 tahun) resiko pertumbuhan menjadi ganas berkurang, oleh karena itu kista dapat dikontrol dengan USG pelvic. menjadi ganas pada wanita yang mulai menopause.

(31)
(32)

Ovarium

Wanita : memiliki dua indung telur kanan dan kiri, dengan penggantung

mesovarium di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan.

Ovarium ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm  Hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya

pembuluh-pembuluh darah dan serabut-serabut saraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya pinggir keatas dan belakang , sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan. Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi dari pada ujung yang dekat pada uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbria dari infundibulum.

 Ujung ovarium yang lebih rendah berhubungan dengan uterus dengan

ligamentum ovarii proprium tempat ditemukannya jaringan otot yang menjadi satu dengan yang ada di ligamentum rotundum.

(33)

Ovarium

Secara histologik, ovarium dilapisi oleh epitelium

germinalis dan tunika albugenia. Sisi dalam ovarium terdiri

dari sel-sel folikel dan jaringan ikat yang sangat sensitif 

terhadap hormon seks. Ovarium diperdarahi oleh arteri

ovarica kanan dan kiri yang merupakan cabang dari aorta

desendens. Vena sebagai drainase mengikuti perjalanan

arteri ovarica sebagai vena ovarica kanan dan kiri

(34)

Definisi Tumor dan Kista

 Tumor ovarium : penumbuhan jaringan baru yang berasal dari ovarium

baik yang bersifat jinak maupun ganas.

Kista : suatu jenis tumor berupa kantong abnormal yang berisi cairan.Karena secara definisi tumor adalah jaringan, oleh karena itu beberapa

(35)

Epidemiologi

Berdasarkan data penilitian Jurnal Medscape di Amerika Serikat,

umumnya kista ovarium ditemukan saat pasien melakukan pemeriksaan USG baik abdominal maupun transvaginal dan transrektal. Kista ovarium terdapat disekitar 18% yang sudah

postmenopause. Sebagian besar kista yang ditemukan merupakan kista jinak, dan 10% sisanya adalah kista yang mengarah ke

keganasan.

 Kista ovarium fungsional umumnya terjadi pada usia produktif dan

relatif jarang pada wanita postmenopause. Secara umum, tidak ada persebaran umur yang spesifik mengenai usia terjadinya kista ovarium

(36)

Sifat Kista

Kista Fisiologis

Sesuai siklus menstruasi, di ovarium timbul folikel dan folikelnya berkembangkista.Ukuran < 4 cm, pemeriksaan USG,dalam 3 bulan hilang.

tidak berbahaya , isi cairan.

tidak menimbulkan nyeri pada saat haid

Beberapa jenis : kista korpus luteal, kista folikular, kista teka-lutein.

Kista Patologis

Kista ovarium ganas = kanker ovarium. 60-70% pasien datang pada stadium lanjut

(silent killer)

pembesaran bisa terjadi relatif cepat

Gejala : perut membuncit serta rasa tidak enak saat ukuranya sudah cukup besar.

Perlu tindakan laparoskopi.

Kista ganas yang mengarah ke kanker biasanya bersekat sekat dan dinding sel tebal

dan tidak teratur.

(37)

Kalsifikasi Kista

Kista Ovarium Non-Neoplastik 1. Tumor Akibat Radang

 proses infeksi pada adneksa. jarang. masuknya bakteri kedalam uterus

yang berlanjut ke bagian salfing dan menuju ke adneksa infeksi

proses imunologis  abses.

2. Kista Folikel

 dari folikel de graff yang tidak sampai berovulasi namun tumbuh terus

menjadi kista folikel.

 diameter tumor < 5 cm, dalam 2 bulan akan hilang sendiri.

 mengandung estrogen sebagai respon terhadap hipersekresi FSH (folikel 

stimulating hormon) dan LH (luteinizing hormone) normalnya ditemui saat menopause berdiameter 1 -10 cm (folikel normal berukuran limit 2,5 cm) dari folikel ovarium yang gagal mengalami involusi atau gagal meresorpsi cairan.

(38)

Kalsifikasi Kista

3. Kista Korpus Lutein

 normal korpus luteum lambat laun mengecil dan menjadi korpus

albikans

korpus luteum yg mempertahankan diri = korpus luteum persisten  perdarahan yang terjadi di dalamnya akan menyebabkan kista,

berisi cairan berwarna merah coklat karena darah tua.

 Dinding kista terdiri atas lapisan berwarna kuning dilakukan operasi

atas dugaan kehamilan ektopik terganggu,kista korpus luteum diangkat tanpa mengorbankan ovarium.

(39)

Kalsifikasi Kista

4. Kista Teka Lutein

bilateral dan sebesar tinju

 Mikroskopik : luteinisasi sel-sel teka (pengaruh

hormone koriogonadrotropin yang berlebihan)

 Kista granulosa lutein : penimbunan darah yang

berlebihan saat fase pendarahan dari siklus menstruasi.

 Kista teka-lutein biasanya berisi cairan bening,

berwarna seperti jerami; biasanya berhubungan dengan tipe lain dari growth indung telur, serta terapi hormon.

(40)

Kalsifikasi Kista

5. Kista Inklusi Germinal

 invaginasi dan isolasi bagian-bagian terkecil dari epitel germinativum pada

permukaan ovarium.

 wanita usia lanjut dan besarnya < 1 cm. Kista terletak di bawah permukaan

ovarium, dindingnya terdiri atas satu lapisan epitel kubik atau torak rendah, dan isinya cairan jernih dan serous

6. Kista Endometrium

 endometriosis yang berlokasi di ovarium.

  Akibat proliferasi dari sel yang mirip dinding endometrium, umumnya berisi

(41)

Neoplasti Jinak

Kistik:

1. Kistoma Ovari Simpleks

 Permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, bilateral dan dapat

membesar.

 Dinding tipis dan cairan di dalam kista jernih, serous dan berwarna

kuning.

2. Kistadenoma Ovarii Serosum

 Kista ini ditemukan sama dengan kistadenoma , bilateral (10-20%)  Permukaan licin / lobulated , Warna kista putih keabuan.

 Ciri khas dari kista ini : potensi pertumbuhan papiler ke dalam

rongga kista sebesar 50% dan keluar pada permukaan kista

sebesar 5%. Isi kista cair, kuning dan kadang-kadang coklat karena bercampur darah. Tidak jarang, kistanya sendiri kecil, tetapi

(42)

 Mikroskopis: dinding kista dilapisi epitel kubik atau torak, sitoplasma

eosinofil dan inti sel yang besar dan gelap warnanya.

tumor berasal dari : epitel permukaan ovarium (germinal epithelum)Khas : pengendapan kalsium dalam stromanya yang dinamakan

psamoma.

 Ciri tumor ganas : pertumbuhan papiler, proliterasi dan stratifikasi epitel,

serta anaplasia dan mitosis pada sel-sel, kistadenoma serosum. 30-35 (clinicaly malignant).

 (frozen section) pada saat operasi, untuk menentukan tindakan

(43)

Neoplasti Jinak

3. Kistadenoma Ovarii Musinosum

Tumor mucinous yang berasal dari teratoid ditemukan pada

penderia yang muda. (Wanita 20-50 tahun) jarang pada masa

prapubertas . ditemukan bersama-sama dengan kistadenoma ovarii serosum.

 dinding yang licin,tebal, putih keabuan, permukaan terdapat cairan

lendir yang khas, kental seperti gelatin, melekat dan berwarna kuning sampai coklat tergantung dari percampurannya dengan darah.

 mikroskopik : dinding dilapisi epitel torak tinggi dan sel-sel goblet

yang terisi lendir. (spontan ataupun pada saat operasi), maka sel-sel epitel dapat tersebar pada permukaan peritoneum rongga perut, dan sekresinya menyebabkan pseudomiksoma peritonei.

(44)

Neoplasti Jinak

4. Kista Endometroid

 Terjadi karena lapisan didalam rahim (yang biasanya terlepas

sewaktu haid dan terlihat keluar dari kemaluan seperti darah)

 tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar ovarium.   Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan

darah haid yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini bisa 1 pada dua indung telur.

 Timbul gejala utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid/ sexual

(45)

Neoplasti Jinak

5. Kista Dermoid

Sering pada wanita muda. masa reproduksi walaupun dapat ditemukan pada anak kecil.

ukuran sangat besar, beratnya mencapai beberapa kilogram.

 Lapisan ektoderm yang saat dewasa akan menjadi sel sel folikel rambut, tulang, serta gigi secara tidak sempurna tumbuh di sekitar ovarium.

Dinding putih keabuan dan agak tipis. Konsistensi kenyal & padat. Dapat ditemukan kulit, rambut kelenjer sebasea, gigi (ektodermal), tulang rawan, serat otot jaringan ikat (mesodemal) dan mukosa traktus gastrointotinelis, epitel saluran kista terdapat produk kelenjer sebasea berupa massa lembek seperti lemak, bercampur dengan rambut.

 dapat terjadi torsio tangkai dengan gejala nyeri.

sobekan dinding kista akibatkan pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum (1,5%)

(46)

Solid

 : Semua tumor ovarium yang padat

adalah neoplasma.

1. Fibroma ovarii

dari elemen fibroblastik stroma ovarium atau sel mesenkim yang multipoten. Sering

pada menopause.

diameter 2-30 cm; dan beratnya 20 kg, 90% uniteral.

Permukaan tidak rata, konsistensi keras, warnanya merah jambu keabuan.

konsistensi sangat padat (fibroma durum, dan lunak ( fibroma molle). terdiri atas kelenjar-kelenjar kistik ( kistadenofroma ovarii) Fibroma ovarii yang besar biasanya mempunyai tangkai dan dapat terjadi torsi: sindroma Meigs (tumor ovarii, ascites, hidrotoraks).

2. Tumor Brenner 

sangat jarang. pada wanita menopause. berwarna kuning muda seperti fibroma,temukan sindroma Meigs.

biasanya jinak

3. Maskulinovoblastoma (adrenal cell rest tumor)

sangat jarang. Biasanya unilateral dan besarnya 0,5-16 cm.

(47)

Etiologi

Riwayat kista ovarium sebelumnyaSiklus menstruasi yang tidak teratur 

 Meningkatnya distribusi lemak tubuh bagian atas  Menstruasi dini

 Tingkat kesuburan

 Hipotiroid atau hormon yang tidak seimbang  Terapi tamosifen pada kanker mamma

(48)

Patofisiologi

 ovarium normal  bentuk Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus,

folikel > 2.8 cm melepaskan oosit matureFolikel ruptur  jadi korpus luteum, saat matang 1,5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah.

 Bila tidak fertilisasi pada oosit, korpus luteumfibrosis dan pengerutan

secara progresif.

Bila fertilisasi, korpus luteum membesar gradual lalu mengecil

selama kehamilan.

Kista dari ovulasi normal kista fungsional dan selalu jinak. ( folikular 

dan luteal) distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG.

 Pasien dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan

gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari, terutama bila disertai dengan pemberian HCG.

(49)

Tanda dan Gejala

Pada stadium awal gejalanya dapat berupa:

 Gangguan haid

 menekan rectum atau VUkonstipasi atau sering berkemih.

 peregangan atau penekanan daerah panggul nyeri dan sakit diperut.  Nyeri saat bersenggama.

Pada stadium lanjut:

  Asites

 Penyebaran ke omentum serta organ di dalam rongga perut  Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan  Gangguan buang air besar dan kecil.

(50)

Diagnosis

Ultrasonografi (USG)

untuk memastikan keberadaan kista,lokasi dan isi kista

struktur kistik yang bulat (kadang-kadang oval) dan terlihat

sangat echolucent dengan dinding yang tipis/tegas/licin, dan di

tepi belakang kista nampak bayangan echo yang lebih putih

dari dinding depannya.

unillokuler (tidak bersepta) atau multilokuler (bersepta-septa).

bintik-bintik echo (internal echoes) di dalam kista

elemen

(51)

Diagnosis

Pemeriksaan Lab : screening maupun diagnosis jinak atau ganas.

Pemeriksaan Beta-HCG screening awal kehamilan (singkirkan

KET)

Pemeriksaan Darah Lengkap keganasan, LED. leukosit, HB,

HT.

Urinalisis batu saluran kemih, atau infeksi dan menyingkirkan

DD

Pemeriksaan Tumor Marker  keganasan ovarium ( CA125) CEA

keganasan kolorektal, uterus dan ovarium.

Pemeriksaan Patologi Anatomi

 memastikan tingkat keganasan dari tumor ovarium. proses operasi,

(52)

Penatalaksanaan

Observasi dan Manajemen Gejala

 tidak menimbulkan gejala  dimonitor 1-2 bulan, karena kista fungsional

akan menghilang dengan sendirinya setelah satu atau dua siklus haid.

 nyeri obat simptomatik NSAID.

Operasi

Jika kista membesar & BB turun cepat  tindakan laparoskopi atau laparotomi.

periksa Patologi Anatomi setelah dilakukan pengangkatan kista itu sendiri melalui operasi.

Indikasi umum  screening USG tumor > 5cm baik dengan gejala maupun tanpa

(53)

Prognosis

Prognosis dari kista jinak baik. Sesudah operasi, angka

kejadian kista berulang 13%.

Kematian karena karsinoma ovari ganas berhubungan

dengan stadium saat terdiagnosis pertama kali dan pasien

dengan keganasan ini sering ditemukan sudah dalam

stadium akhir.

 Angka harapan hidup dalam 5 tahun rata-rata 41.6%.

Tumor sel granuloma : angka bertahan hidup 82%

karsinoma sel skuamosa dari kista dermoid , prognosis

Referensi

Dokumen terkait