Oleh :
MENU UTAMA
(Langkah I)
(Langkah II)
DATA
METODE RANCANGAN
(SK-SNI T- 15- 1990-03)
Laboratorium Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Adipapa Pandarangga
Iman Satyarno
Perancangan Standar Nasional Indonesia
Kadar Air
Data Semen
Data Agregat
Perhitungan M H B
Perancangan American Concrete Institute
Perancangan Road Note No.4
Lembar Evaluasi Pekerjaan Beton
RANGKUMAN
Perancangan Campuran Adukan dan
Pengendalian Mutu Beton
Seri : 02.01.032
TABEL PENDUKUNG
Tabel Nilai Deviasi Standar (SNI)Tabel Persyaratan Faktor air-semen Maksimum (SNI) Tabel Penetapan Nilai Slam (ACI)
Tabel Kebutuhan Semen Minimum (SNI)
Tabel Nilai Deviasi Standar (ACI) Tabel faktor air-semen Maksimum (ACI)
Tabel Nilai Slam, Ukuran Agregat, Kebutuhan Air Tabel Kebutuhan Agregat Kasar
Tabel Perkiraan Nilai Banding Tabel Proporsi Berat Agregat-Semen
Perancangan Campuran Adukan dan
Pengendalian Mutu Beton
Tugas Akhir
"Perancangan Campuran Adukan Beton Dengan Spreadsheet"
Adipapa Pandarangga, ST
Alumni Jurusan Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas Gadjah Mada
Dr.Ir. Iman Satyarno, M.E.
Laboratorium Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
1 Berat agregat basah (W) 300 gram
2 Berat kering tungku (Wk) 200 gram
3 Berat jenuh kering muka, SSD (Wjkm) 200 gram
4 Kadar air agregat basah (K) 50.0 %
5 Kadar air agregat Jenuh kering muka (Kjkm), SSD 0 %
Kembali ke "Menu Utama"
1 Nama Produksi Semen Semen Kupang
2 Jenis Semen Semen Biasa
3 Berat Jenis Semen 3.15
Kembali Ke "Menu Utama"
Semen Biasa Cepat Mengeras
Jenis Semen sesuai Tujuan pemakaian
Jenis I
Semen portland untuk penggunaan umum
Semen Biasa
yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan khusus seperti yang disyaratkan pada jenis lain
Jenis II Semen yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang Semen Biasa
Jenis III
Semen yang dalam penggunaannya menuntut
Cepat Mengeras
persyaratan kekuatan awal yang tinggi setelah pengikatan terjadi
Jenis IV Semen yang dalam penggunaannya menuntut persyaratan panas hidrasi yang rendah Semen Biasa
A. Agregat
Ukuran Maksimum butiran Kerikil 40 mm
Jenis Agregat Batu Pecahan
Berat satuan agregat Kasar(Kerikil) 1.5 Berat jenis agregat Halus (Pasir) = 2.6 Berat jenis agregat Kasar (Kerikil) = 2.7 Berat jenis agregat Campuran 2.65
Lubang Ayakan Pasir Kerikil
40 0 0 20 0 1300 10 0 1250 4.8 48 1200 2.4 74 50 1.2 184 0 0.6 210 0 0.3 288 0 0.15 172 0 sisa 24 0
B. Data modulus halus butir
1 Nilai modulus halus butir campuran yang diinginkan = 5 Nilai modulus yang disarankan diantara
MHB-2= 6.04 & MHB-3= 5.56
Dari perhitungan Modulus Halus Butir
Persentase berat pasir terhadap kerikil 90%
Nilai modulus halus butir yang diperoleh Pasir 47%
Kerikil 53%
Berat Agregat hasil Pengayakan yang tertinggal diayakan
DATA AGREGAT
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100Grafik Standar Agregat
Agre gat M HB -1= 6.50 M HB -2= 6.04 M HB -3= 5.56 M HB -4= 5.07
Diameter Lubang Ayakan (mm)
B e ra t b u ti r y a n g L e w a t (% )
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agre gat M HB -1= 6.50 M HB -2= 6.04 M HB -3= 5.56 M HB -4= 5.07
Diameter Lubang Ayakan (mm)
B e ra t b u ti r y a n g L e w a t (% )
-Kembali ke "Menu Utama"
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agre gat M HB -1= 6.50 M HB -2= 6.04 M HB -3= 5.56 M HB -4= 5.07
Diameter Lubang Ayakan (mm)
B e ra t b u ti r y a n g L e w a t (% )
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agre gat M HB -1= 6.50 M HB -2= 6.04 M HB -3= 5.56 M HB -4= 5.07
Diameter Lubang Ayakan (mm)
B e ra t b u ti r y a n g L e w a t (% )
Batu Alami Batu Pecahan
Data-data Bahan
Data Kadar Air
Berat agregat basah, (W) 300 gram
Berat kering tungku, (Wk) 200 gram
Berat jenuh kering muka, SSD (Wjkm) 200 gram
Kadar air agregat basah, (K) 200.00 %
Kadar air agregat Jenuh kering muka, SSD (Kjkm) 100 % -100.00 liter Data Semen
Nama Produksi Semen Semen Kupang
Jenis Semen Semen Biasa
Berat Jenis Semen 3.15
Data Agregat
Ukuran Maksimum butiran Kerikil 40 mm
Jenis Agregat Batu Pecahan
Berat satuan agregat Kasar (Kerikil) 1.50 Berat jenis agregat Halus (Pasir) 2.60 Berat jenis agregat Kasar (Kerikil) 2.70
Berat jenis agregat Campuran 2.65
Nilai modulus halus butir campuran
yang diinginkan(masuk daerah 2 dan 3) = 5
Dari perhitungan Modulus Halus Butir
Persentase berat pasir terhadap kerikil 90%
Nilai modulus halus butir yang diperoleh Pasir 47% Kerikil 53% Air tambahan dari agregat, (A tamb)
KEMBALI KE MENU UTAMA
LEMBAR PERANCANGAN MENURUT BRITISH STANDAR (SNI)
1 Kuat tekan yang disyaratkan 25 MPa
2 Umur beton 28 hari
3 Nilai Deviasi Standar (Sd) 6
Kuat tekan rata-rata yang direncanakan 34.84 MPa 4 Jenis Semen Portland (I &III) Semen Biasa 5 Jenis Agregat (alami & batu pecah) Batu Pecahan
Faktor air-semen (dari kuat tekan) 0.469 (dari jenis semen & kuat tekan direncanakan)
6 Faktor air-semen maksimum 0.60
Dipilih f a s minimum 0.469
7 Penetapan Nilai Slam 100 mm
8 Ukuran butir maksimum 40 mm
9 Penetapan kebutuhan air 200.000 liter
Berat semen yang diperlukan 426.07 kg
10 Kebutuhan semen minimum 325 kg
dipilih Berat semen terbesar 426.07 kg
Penyesuaian jumlah 200.000 liter F a s 0.4694 12 Persentase pasir terhadap campuran 47%
13 Berat jenis agregat campuran 2.65
Penentuan berat jenis beton #N/A kg/m^3
Kebutuhan agregat campuran #N/A kg
Kebutuhan agregat halus (pasir) #N/A kg
Kebutuhan agregat kasar (kerikil) #N/A kg Kebutuhan Bahan
Berat beton satuan (kg/m^3)
Air 200.00 kg
Semen 426.07 kg
Pasir #N/A kg
Kerikil #N/A kg
Berat Beton #N/A kg/m^3
Berat satu adukan beton, 1 kantong semen 0.3 kg
Air 60.00 kg
Semen 127.82 kg
Pasir #N/A kg
Kerikil #N/A kg
Berat Beton #N/A kg/m^3
Lihat Tampilan Cetak Lembar SNI
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agregat MHB-1= 6.50 MHB-2= 6.04 MHB-3= 5.56 M HB-4= 5.07 Diameter Lubang Ayakan (mm)
B er at b u tir y an g L ew at ( % )
"AMERICAN CONCRETE INSTITUTE"
1 Kuat Tekan yang Disyaratkan 25 Mpa
Umur beton 28 hari
Volume Pekerjaan sedang
Mutu Pekerjaan cukup
2 Standar Deviasi 7
3 Kuat Tekan rata-rata 36.48 Mpa
4 F a s Berdasarkan Kuat Tekan (umur beton 28 hari) 0.405 4 F a s berdasarkan Keawetan & Lingkungan 0.6 5 dipilih yang terendah 0.405
6 Volume Udara 1%
7 Berdasarkan Jenis Struktur
Nilai Slam 75-150 mm
Ukuran Maksimum agregat 40 mm
Jumlah Air yang diperlukan 177 liter
9 Jumlah Semen 0.437 ton
10 Modulus Halus Butir Pasir 2.772
Berat Jenis Pasir 2.6
Berat Jenis Kerikil 2.7
Berat Satuan Kerikil 1.5
11 Volume Kerikil (Agr. Kasar) 0.75
Berat Kerikil 1.125
Kebutuhan Bahan
Berat beton satuan (kg/m^3)
Air 177.00 kg
Semen 437.31 kg
Pasir 669.51 kg
Kerikil 1125.00 kg
Berat Beton 2408.82 kg/m^3
Berat satu adukan beton, 1 kantong semen 0.3 kg
Air 53.10 kg
Semen 131.19 kg
Pasir 200.85 kg
Kerikil 337.50 kg
Berat Beton 722.65 kg/m^3
Lihat Tampilan Cetak Lembar ACI
Lihat Tampilan Cetak Lembar Road Note
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agregat MHB-1= 6.50 MHB-2= 6.04 MHB-3= 5.56 M HB-4= 5.07 Diameter Lubang Ayakan (mm)
B er at b u tir y an g L ew at ( % )
PERANCANGAN MENURUT "ROAD NOTE NO.4"
1. Kuat Tekan yang disyaratkan 30 Mpa
Umur Beton 28
2. Mutu Pekerjaan sedang
Jenis semen Semen Biasa
3. Nilai Banding 0.6
Kuat Tekan Beton rata-rata 50.00
4. Nilai f a s ( pada 28 hari ) 0.352 MPa
(Jenis semen biasa (jenis I)
5. Proporsi Agregat 47% 53% 6. Gradasi Campuran yang diperoleh (Kurva) 2
7. Ukuran Maks. Agregat 40 mm
8. Jenis agregat kasar berupa Batu Pecahan
9. Nilai Slam yang diinginkan 125 mm
10. Proporsi Berat Agregat dan Semen (A/C) 7
11. Persentase Udara dalam Beton 1%
Hitungan Proporsi berat bahan 3.31
dengan dasar berat semen = 1 3.69
Kebutuhan Bahan
Berat beton satuan (kg/m^3)
Air 105.41 kg
Semen 299.13 kg
Pasir 990.49 kg
Kerikil 1103.41 kg
Berat Beton 2498.44 kg/m^3
Berat satu adukan beton, 1 kantong semen 0.3 kg
Air 31.62 kg
Semen 297.15 kg
Pasir 297.15 kg
Kerikil 331.02 kg
Berat Beton 749.53 kg/m^3
Berat Agregat hasil Pengayakan yang tertinggal diayakan
Pasir Kerikil Lubang Ayakan
0 0 40 0 0 30 0 2500 20 0 1250 10 48 1200 4.8 74 50 2.4 184 0 1.2 210 0 0.6 288 0 0.3 172 0 0.15 24 0 sisa
Tabel Hitungan Tabel Hitungan
Modulus halus butir pasir Modulus halus butir kerikil
Lubang Berat Berat Berat Lubang Berat Berat Berat
Ayakan tertinggaltertinggal tertinggal Ayakan tertinggal tertinggal tertinggal (mm) (gram) (%) komulatif (%) (mm) (gram) (%) komulatif (%)
40 0 0 0 40 0 0 0 20 0 0 0 20 1300 34.21 34.21 10 0 0 0 10 1250 32.89 67.11 4.8 48 4.8 4.8 4.8 1200 31.58 98.68 2.4 74 7.4 12.2 2.4 50 1.32 100.00 1.2 184 18.4 30.6 1.2 0 0 100 0.6 210 21 51.6 0.6 0 0 100 0.3 288 28.8 80.4 0.3 0 0 100 0.15 172 17.2 97.6 0.15 0 0 100 Sisa 24 2.4 - Sisa 0 0 -Jumlah 1000 100% 277.2 Jumlah 3800 100% 700.00
Nilai modulus halus butir campuran yang diinginkan = 5
Nilai Modulus-halus (Pasir Kerikil)
2.77 7.00
Persentase berat
W = 90%
Pasir (P) : Kerikil (K)
47% 53%
Persentase berat pasir terhadap kerikil
Lihat Tampilan Cetak Lembar MHB
Tabel Hitungan Campuran Pasir dan Kerikil Berat butir
Lubang yang lewat
ayakan Pasir Kerikil (4) + (5)
(mm) (%) (%) 1 2 3 4 5 Agr 40 100 100 47.30 52.70 100.00 20 100 65.789 47.30 34.67 81.97 10 100 32.895 47.30 17.33 64.64 4.8 95.2 1.3158 45.03 0.69 45.73 2.4 87.8 0 41.53 0 41.53 1.2 69.4 0 32.83 0 32.83 0.6 48.4 0 22.89 0 22.89 0.3 19.6 0 9.27 0 9.27 0.15 2.4 0 1.14 0 1.14 Persen butiran Lubang yang lewat ayakan, (%) ayakan untuk agregat dengan butir maks
(mm) 40 mm
Kurva 1 Kurva 2 Kurva 3 Kurva 4
40 100 100 100 100 20 50 59 67 75 10 36 44 52 60 4.8 24 32 40 47 2.4 18 25 31 38 1.2 12 17 24 30 0.6 7 12 17 23 0.3 3 7 11 15 0.15 0 0 2 5 (2) X P (3) X K 40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agregat MHB-1= 6.50 M HB-2= 6.04 MHB-3= 5.56 MHB-4= 5.07 Diameter Lubang Ayakan (mm)
B er at b u tir y an g L ew at ( % )
Lihat Tampilan Cetak Lembar Gradasi
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agregat MHB-1= 6.50 M HB-2= 6.04 MHB-3= 5.56 MHB-4= 5.07 Diameter Lubang Ayakan (mm)
B er at b u tir y an g L ew at ( % )
Lubang Berat Berat Berat Ayakan tertinggal tertinggal tertinggal
(mm) (gram) (%) komulatif (%) 40 0 0 0 20 0 0 0 10 0 0 0 4.8 48 4.8 4.8 2.4 74 7.4 12.2 1.2 184 18.4 30.6 0.6 210 21 51.6 0.3 288 28.8 80.4 0.15 172 17.2 97.6 Sisa 24 2.4 -Jumlah 1000 100% 277.2
Nilai modulus halus butir campuran yang diinginkan = 5
Nilai Modulus-halus (Pasir Kerikil)
2.772 7.000
Persentase berat
Kembali ke Menu Utama
Tabel Hitungan Modulus halus butir Pasir
Persentase berat pasir terhadap kerikil
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agregat MHB-1= 6.50 MHB-2= 6.04 MHB-3= 5.56 MHB-4= 5.07
Diam eter Lubang Ayakan (m m )
B
e
ra
t
b
u
ti
r
y
a
n
g
L
e
w
a
t
(%
)
W 90%
Pasir (P) : Kerikil (K)
47% 53%
Tabel Hitungan Campuran Pasir dan Kerikil
Berat butir
Lubang yang lewat
ayakan Pasir Kerikil (4) + (5)
(mm) (%) (%) 1 2 3 4 5 Agr 40 100 100 47.30 52.70 100.00 20 100 65.7894737 47.30 34.67 81.97 10 100 32.8947368 47.30 17.33 64.64 4.8 95.2 1.31578947 45.03 0.69 45.73 2.4 87.8 0 41.53 0.00 41.53 1.2 69.4 0 32.83 0.00 32.83 0.6 48.4 0 22.89 0.00 22.89 0.3 19.6 0 9.27 0.00 9.27 0.15 2.4 0 1.14 0.00 1.14 (2) X P (3) X K
Lubang Berat Berat Berat Ayakan tertinggal tertinggal tertinggal
(mm) (gram) (%) komulatif (%) 40 0 0 0 20 1300 34.21 34.21 10 1250 32.89 67.11 4.8 1200 31.58 98.68 2.4 50 1.32 100 1.2 0 0 100 0.6 0 0 100 0.3 0 0 100 0.15 0 0 100 Sisa 0 0 -Jumlah 3800 100% 700
Tabel Hitungan Modulus halus butir Kerikil
Kembali ke "Menu Utama"
40 20 10 4.8 2.4 1.2 0.6 0.3 0.15 0 20 40 60 80 100
Grafik Standar Agregat
Agregat MHB-1= 6.50 MHB-2= 6.04 MHB-3= 5.56 MHB-4= 5.07
Diam eter Lubang Ayakan (m m )
B
e
ra
t
b
u
ti
r
y
a
n
g
L
e
w
a
t
(%
)
Persen butiran yang lewat ayakan, (%) untuk agregat dengan butir maks
40 mm M H B 1 M H B 2 M H B 3 M H B 4 100 100 100 100 0 0 50 59 67 75 50 41 36 44 52 60 64 56 24 32 40 47 76 68 18 25 31 38 82 75 12 17 24 30 88 83 7 12 17 23 93 88 3 7 11 15 97 93 0 0 2 5 100 100 MHB-1= 6.50 MHB-2= 6.04
0 0 33 25 48 40 60 53 69 62 76 70 83 77 89 85 98 95 MHB-3= 5.56 MHB-4= 5.07
(Standar Nasional Indonesia)
1 Kuat Tekan yang disyaratkan (fc') 25 MPa
2 Umur Beton 28 hari
3 Nilai Deviasi Standar (Sd) 6
Kuat tekan rata-rata yang direncanakan 34.84 MPa 4 Jenis Semen Portland (I &III) Semen Biasa
5 Jenis Agregat Batu Pecahan
Nilai faktor air-semen 0.469
6 Faktor Air-Semen Maksimum 0.60
f a s yang digunakan 0.469
7 Penetapan Nilai Slam 100 mm
8 Ukuran Agregat Maksimum 40 mm
9 Penetapan Kebutuhan Air 200 liter
Berat semen yang diperlukan 426.07 kg
10 Kebutuhan Semen Minimum 325 kg
dipilih Berat Semen terbesar 426.07 kg Penyesuaian jumlah Air 200 liter
F a s 0.469
11 Persentase Pasir terhadap Campuran 47% 12 Berat Jenis Agregat Campuran 2.65
Penentuan berat beton (Wbtn) #N/A kg/m^3 Kebutuhan agregat campuran (Wpsr+krk) #N/A kg Kebutuhan agregat halus (pasir), Wpsr #N/A kg Kebutuhan agregat kasar (kerikil), Wkrk #N/A kg
Kesimpulan :
Kebutuhan Bahan
Berat Beton (permeter kubik) #N/A Ton
Air 200.00 liter
Semen 426.07 Kg
Pasir #N/A Kg
Kerikil #N/A Kg
Total Berat Beton #N/A Kg NB: Perkiraan berat beton 2300-2400kg/m^3 Untuk satu adukan maka dibutuhkan
Volume satu adukan 0.3 m^3
Air 60.00 liter
Semen 127.82 kg
Pasir #N/A kg
Kerikil #N/A kg
BRITISH STANDARD (D P U)
Kembali ke "Menu Utama"
Tabel Deviasi Standar (SNI)
Tabel f a s Maksimum Tabel Penetapan Nilai Slam
Tabel Kebutuhan Air
Umur 3 hari, Semen Biasa 0.267 Y2,9= 2545.4
Umur 3 hari, Cepat Mengeras 0.281 Y2,8= 2485.34
Umur 7 hari, Semen Biasa 0.311 Y2,7= 2417.16
Umur 7 hari, Cepat Mengeras 0.387 Y2,6= 2349.66
Umur 28 hari, Semen Biasa 0.469 Y2,5= 2282.18
Umur 28 hari, Cepat Mengeras 0.495 Y2,4= 2215.72
Umur 91 hari, Semen Biasa 0.524
Umur 91 hari, Cepat Mengeras 0.563
1 Batu Alami
Nilai F A S 0.469 2 Batu Pecahan
Agr Bat 10 1 10 2 40 2 20 1 20 2 201.9770767026 40 1 201.9770767026 40 2 172.6500501647
delt Y 60.060 2.8 2396.8694 delt Y 68.180 2.7 2384.90834 delt Y 67.500 2.6 2385.23001 delt Y 67.480 2.5 2385.21947 delt Y 66.460 2.4 2383.66197 Air 221.38592 245.60646 192.66005 221.87059 172.65005 201.97708
Perkiraan Kebutuhan Air Semen Per Meter Kubik Beton (liter)
Besar ukuran Jenis
Slam (mm)
Maks. Kerikil batuan(mm) 0 - 10 10. - 30 30 - 60 60 - 180 10 mm Alami 150 180 205 225 Batu pecah 180 205 230 250 20 mm Alami 135 160 180 195 Batu pecah 170 190 210 225 40 mm Alami 115 140 160 175 Batu pecah 155 175 190 205 Cetak Lembar Keb.Air
Kembali ke "Menu Utama"
1 Kuat Tekan yang Disyaratkan 25 Mpa
Umur Beton 28 hari
2 Volume Pekerjaan sedang
Jenis Semen Portland (I &III) cukup
Standar Deviasi 7
Kuat Tekan rata-rata yang direncanakan 36.48 Mpa Jenis Semen Portland (I &III) Semen Biasa
F a s Berdasarkan Kuat Tekan 0.405
4 F a s Maksimum 0.6
dipilih yang terendah 0.405
5 Volume Udara 1%
6 Berdasarkan Jenis Struktur :
Nilai Slam 75-150 mm
Ukuran Agregat Maksimum 40 mm
Jumlah Air yang diperlukan (A) 177 liter
(Berdasarkan Nilai Slam & Ukuran Maks Agregat )
Kebutuhan Semen (Ws) 0.4373 ton
7 Modulus Halus Butir Pasir 2.772
Berat Jenis Pasir 2.6
Berat Jenis Kerikil 2.7
Berat Satuan Kerikil 1.5
8 Volume Kerikil (Agregat Kasar) (Vk) 0.75
Berat Kerikil (Wk) 1.125
Kesimpulan
Kebutuhan Bahan
Volume Absolut,Vabst (Va+Vs+Vk+V 0.7425 Volume Absolut Pasir,Vp (1-Vabst) 0.2575
Air 177.00 liter
Semen 437.31 Kg
Pasir 669.51 Kg
Menu Perancangan menurut American Concrete Institute
m3
Kerikil 1125.00 Kg
Total Berat Beton 2408.82 Kg
Untuk satu adukan maka dibutuhkan
Volume satu adukan 0.3
Air 53.10 liter
Semen 131.19 kg
Pasir 200.85 kg
Kerikil 337.50 kg
Total Berat satu (1) adukan 722.65 kg m3
American Concrete Institute
Kembali ke "Menu Utama"
Tabel Deviasi Standar (ACI)
Tabel F a s Maksimum (ACI)
Tabel Penetapan Nilai Slam
Tabel Pemilihan Ukuran maksimum Agr Tabel Perkiraan Kebutuhan Air
Bandingkan dengan Data Agregat
0.01 Nilai FAS 0.4266325958
1 Kuat Tekan yang disyaratkan 30 Mpa
2 Umur beton 28
3 Mutu Pekerjaan sedang
4 Nilai Banding Kuat Tekan 0.6
Kuat Tekan Beton rata-rata 50.00 MPa
Jenis Semen Portland (I &III) Semen Biasa
5 Nilai faktor air-semen 0.352
(dari jenis semen, umur semen & kuat tekan)
6 Proporsi Agregat Pasir 47%
( dipilih dari perhitungan agregat) Kerikil 53%
7 Gradasi Campuran yang diperoleh (Kurva) 2
8 Ukuran Maksimum Agregat 40 mm
9 Jenis agregat kasar berupa Batu Pecahan
10 Nilai Slam yang diinginkan 125 mm
11 Proporsi Berat Agregat dan Semen (A/C) 7 (Perlu koreksi yang teliti)
12 Persentase Udara dalam Beton 1%
Hitungan Proporsi berat bahan P (pasir) 3.31 dengan dasar berat semen = 1 P (kerikil) 3.69
Kesimpulan :
Kebutuhan Bahan
Berat Semen 0.29913 Ton
Air 105.41 Kg
Semen 299.13 Kg
Pasir 990.49 Kg
Kerikil 1103.41 Kg
Total Berat Beton 2498.44 Kg NB: Perkiraan berat beton 2300-2400kg/m^3
Untuk satu adukan maka dibutuhkan
Volume satu adukan 0.3
Air 31.62 liter
Semen 89.74 kg
Pasir 297.15 kg
Kerikil 331.02 kg
Total Berat satu adukan 749.531 kg
Tabel Proporsi agr-semen :
Kembali ke "Menu Utama"
Tabel Nilai Banding
Agregat berupa Kerikil Agregat berupa Batu Pecah
Batu Pecah
Ukuran maks.Agregat 40 mm 1% Ukuran maks.Agregat 20 mm 2%
Ukuran maks.Agregat 10 mm 3%
Umur 3 hari, Semen Biasa Umur 3 hari, Cepat Mengeras Umur 7 hari, Semen Biasa Umur 7 hari, Cepat Mengeras Umur 28 hari, Semen Biasa Umur 28 hari, Cepat Mengeras Umur 91 hari, Semen Biasa Umur 91 hari, Cepat Mengeras
Nilai F A S Nilai Persen Udara
0.223 0.179 0.197 0.276 0.352 0.369 0.391 0.422 0.352395749 1%
Tabel Perkiraan nilai banding antara
kuat tekan beton yang disyaratkan dan kuat tekan beton rata-rata
Keadaaan Pelaksanaan pencampuran
Nilai BandingBahan-bahan ditimbang dan diperiksa dengan cermat.
0.75
Gradasi agregat dibuat baik dengan mencampurkan - agregat fraksi demi fraksi
Kandungan air dalam agregat selalu diperiksa. Pengawasan dilakukan terus menerus.
Bahan-bahan ditimbang dan diperiksa secukupnya,
0.60
Gradasi agregat dibuat berdasarkan kerikil dan pasir yang tersedia ,Kandungan air dalam agregat diperiksa secara kasar. Pengawasan dilakukan secara berkala
Bahan-bahan dicampur dengan perbandingan volume
0.40
dan gradasi agregat seadanya tidak dilakukan pengawasan.
Kembali ke "Menu Utama"
Kembali ke Menu Perancangan Cetak Lembar Nilai Banding
Tabel Deviasi Standar (SNI)
Tingkat pengendalian Sd Mutu pekerjaan MPa
Memuaskan 2,8 Sangat baik 3,5 Baik 4,2 Cukup 5,6 Jelek 7,0 Tanpa kendali 8,4
Kembali ke Menu Utama
Kembali ke Menu Perancangan
Nilai Deviasi Standar (MPa) (ACI)
Volume Pekerjaan
Mutu pelaksanaan
m^3 baik sekali baik cukup
kecil < 1000 4,5 < s <=5,5 5,5 < s <=6,5 6,5 < s <=8,5
sedang 1000 - 3000 3,5 < s <=4,5 4,5 < s <=5,5 5,5 < s <=7,5
besar > 3000 2,5 < s <=3,5 3,5 < s <=4,5 4,5 < s <=6,5
Kembali ke Menu Perancangan
Tabel Proporsi berat agregat-semen
untuk agregat kasar berupa
Kerikil
Ukuran Faktor Slam 50 - 100 mm Slam 100 - 180 mm Maks air - Nomor kurva gradasi campuran
(mm) semen 1 2 3 4 1 2 3 4 40 0.35 3.4 3.1 2.9 2.7 - - - - 0.40 4.7 4.6 4.3 3.8 4.1 4.0 3.9 3.5 0.45 6.0 6.1 5.7 5.0 5.2 5.3 5.0 4.6 0.50 7.5 7.6 7.1 6.3 6.3 6.5 6.2 5.7 0.55 - 8.9 8.1 7.3 - 7.7 7.4 6.7 20 0.35 3.1 3.0 2.8 2.7 2.8 2.8 2.6 2.5 0.40 4.2 4.2 3.9 3.7 3.6 3.7 3.5 3.3 0.45 5.3 5.3 5.0 4.5 4.6 4.8 4.5 4.1 0.50 6.3 6.3 5.9 5.4 5.5 5.7 5.3 4.8 0.55 7.3 7.3 7.4 6.4 6.3 6.5 6.1 5.5 0.60 - - 8.0 7.2 - 7.2 6.8 6.1
Tabel Proporsi berat agregat-semen
untuk agregat kasar berupa
Batu Pecah
Ukuran Faktor Slam 50 - 100 mm Slam 100 - 180 mm Maks air - Nomor kurva gradasi campuran
(mm) semen 1 2 3 4 1 2 3 4 40 0.35 3.4 3.1 2.9 2.7 - - - - 0.40 4.7 4.6 4.3 3.8 4.1 4.0 3.9 3.5 0.45 6.0 6.1 5.7 5.0 5.2 5.3 5.0 4.6 0.50 7.5 7.6 7.1 6.3 6.3 6.5 6.2 5.7 0.55 - 8.9 8.1 7.3 - 7.7 7.4 6.7 20 0.35 3.1 3.0 2.8 2.7 2.8 2.8 2.6 2.5 0.40 4.2 4.2 3.9 3.7 3.6 3.7 3.5 3.3 0.45 5.3 5.3 5.0 4.5 4.6 4.8 4.5 4.1 0.50 6.3 6.3 5.9 5.4 5.5 5.7 5.3 4.8 0.55 7.3 7.3 7.4 6.4 6.3 6.5 6.1 5.5 0.60 - - 8.0 7.2 - 7.2 6.8 6.1
Kembali ke "Menu Utama"
Kembali ke Menu Perancangan
Tabel Perkiraan kebutuhan agregat kasar per meter kubik beton,
berdasarkan ukuran maksimum agregat dan modulus halus pasirnya (m^3) Ukuran Maksimum Modulus halus butir pasir
agregat, (mm) 2.4 2.6 2.8 3.0 10 0.46 0.44 0.42 0.40 20 0.65 0.63 0.61 0.59 40 0.76 0.74 0.72 0.70 80 0.84 0.82 0.80 0.78 150 0.90 0.88 0.86 0.84
berdasarkan ukuran maksimum agregat dan modulus halus pasirnya (m^3)
Kembali ke "Menu Utama"
Kembali ke Menu Perancangan Cetak Lembar Keb.Agregat
Tabel Penetapan nilai Slam (mm)
Pemakaian beton
Maks MinDinding, plat fondasi dan
125 mm 50 mm
fondasi telapak bertulang
Fondasi telapak tidak bertulang,
90 mm 25 mm
kaison dan struktur dibawah tanah
Pelat, balok, kolom, dan dinding 150 mm 75 mm
Pengerasan jalan 75 mm 50 mm
Pembetonan masal 75 mm 25 mm
Ukuran maksimum agregat, (mm)
Dimensi Minimum, mm Balok/Kolom Plat
62.5 13 mm 20 mm
150 40 mm 40 mm
300 40 mm 80 mm
750 80 mm 80 mm
Perkiraan Kebutuhan Air Berdasarkan
nilai Slam dan ukuran maksimum agregat, (liter)
Slam, mm Ukuran maksimum agregat, mm
10 20 40
25 - 50 206 182 162
75 - 100 226 203 177
150 - 175 240 121 188
Kembali ke "Menu Utama"
Kembali ke Menu Perancangan
Kembali ke Menu Perancangan
Tabel Penetapan nilai Slam (cm)
Pemakaian beton Maks Min
Dinding, plat fondasi dan fondasi
125 mm 50 mm
telapak bertulang
Fondasi telapak tidak bertulang,
90 mm 25 mm
kaison dan struktur dibawah tanah
Pelat, balok, kolom dan dinding 150 mm 75 mm
Pengerasan jalan 75 mm 50 mm
Pembetonan masal 75 mm 25 mm
Cetak Lembar Slam Lihat Tampilan
Kembali ke Menu Utama
Tabel Persyaratan Faktor air-semen maksimum
untuk berbagai pembetonan dan lingkungan khusus
Jenis pembetonan
F a smaksimum
Beton di dalam ruang bangunan
a.Keadaan keliling non-korosif 0.6
b.Keadaan keliling korosif, 0.52
disebabkan oleh kondensasi atau uap korosi
Beton di luar bangunan
a. Tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung 0.6 b. Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung 0.6
Beton yang masuk ke dalam tanah
a. Mengalami keadaan basah dan kering berganti- ganti 0.55
b. Mendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah 0.52
Beton yang kontinu selalu berhubungan
a. Air tawar 0.57
b. Air laut 0.52
Kembali ke "Menu Utama"
Tabel Persyaratan semen minimum
untuk berbagai pembetonan dan lingkungan khusus
Jenis pembetonan Semen minimum(kg/m^3) beton
Beton di dalam ruang bangunan
a.Keadaan keliling non-korosif 275
b.Keadaan keliling korosif, 325
disebabkan oleh kondensasi atau uap korosi
Beton di luar bangunan
a. Tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung 325
b. Terlindung dari hujan dan tyerik matahari langsung 275
Beton yang masuk ke dalam tanah
a. Mengalami keadaan basah dan kering berganti- ganti 325
b. Mendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah Lihat tabel A
Beton yang selalu berhubungan Lihat tabel B
dengan air tawar / payau / laut
Tabel A. Kebutuhan semen minimumbeton yang berhubungan dengan air tanah yang mengandung sulfat
Konsentrasi Sulfat (SO3)
Dalam tanah SO3
Total SO3 % SO3 dalam campuran dalam air : tanah = 2 : 1 (gr/ltr) air tanah
< 0,2 < 1,0 < 0,3
0,2 - 0,5 1,0 - 1,9 0,3 - 1,2
0,5 - 1,0 1,9 - 3,1 1,2 - 2,5
1,0 - 2,0 3,1 - 5,6 2,5 - 5,0
> 2,0 > 5,6 > 5,0
Kembali ke Menu Perancangan
Jenis Semen
Kandungan semen minimum
(kg/m3)
Ukuran maks. Agregat (mm)
40 20 10
Tipe I dengan atau
280 300 350 tanpa Pozolan (15% - 40%)
Tipe I tanpa Pozolan 290 330 380 Tipe I tanpa Pozolan (15%-40%)
atau
Semen portland Pozolan
Tipe II atau V 250 290 430
Tipe I tanpa Pozolan (15%-40%) 340 380 430 atau
Semen portland Pozolan
Tipe II atau V 290 330 380
Tipe II atau V 330 370 420
Tipe II atau V 330 370 420 dan lapisan pelindung
Tabel B.Faktor air semen untuk beton bertulang dalam air Berhubungan
Tipe semen
Kandungan semen minimum
dengan Ukuran maks. Agregat (mm)
40 20
air tawar semua tipe semen I - V 280 300
air payau Tipe I + Pozolan (15%-40%) 340 380
atau S.P. Pozolan
Tipe II atau V 290 330
air laut Tipe II atau V 330 370
Tabel Persyaratan Faktor air-semen maksimum untuk berbagai pembetonan dan lingkungan khusus
Jenis pembetonan
F a s maksimum
Beton di dalam ruang bangunan
a.Keadaan keliling non-korosif 0.60
b.Keadaan keliling korosif,
0.52
disebabkan olerh kondensasi atau uap korosi
Beton di luar bangunan
a. Tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsun 0.55 b. Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung 0.60
Beton yang masuk ke dalam tanah
a. Mengalami keadaan basah dan kering berganti- ganti 0.55 b. Mendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah Lihat tabel A
Beton yang selalu berhubungan
Lihat tabel B
dengan air tawar / payau / laut
Tabel A. Faktor air-semen maksimum untuk beton yang
berhubungan dengan air tanah yang mengandung sulfat
Konsentrasi Sulfat (SO3)
Dalam tanah SO3
Total SO3 % SO3 dalam campuran dalam air : tanah = 2 : 1 (gr/ltr) air tanah
< 0,2 < 1,0 < 0,3
0,2 - 0,5 1,0 - 1,9 0,3 - 1,2
0,5 - 1,0 1,9 - 3,1 1,2 - 2,5
1,0 - 2,0 3,1 - 5,6 2,5 - 5,0 > 2,0 > 5,6 > 5,0
Kembali ke Menu Utama
Kembali ke Menu Perancangan
Tabel A. Faktor air-semen maksimum untuk beton yang
Tabel B.Faktor air semen untuk beton bertulang dalam airberhubungan dengan air tanah yang mengandung sulfat
Jenis Semen f a s maks
Berhubungan dengan
air tawar Tipe I dengan atau 0,50 air payau tanpa Pozolan (15% - 40%)
Tipe I tanpa Pozolan 0,50
Tipe I tanpa Pozolan (15%-40%) 0,55 air laut atau
Semen portland Pozolan
Tipe II atau V 0,55
Tipe I tanpa Pozolan (15%-40%) 0,45
atau
Semen portland Pozolan
Tipe II atau V 0,45
Tipe II atau V 0,45
Tipe II atau V 0,45
dan lapisan pelindung
Tabel B.Faktor air semen untuk beton bertulang dalam air
Tipe semen Faktor air-semen
semua tipe semen I - V 0,5
Tipe I + Pozolan (15%-40%) 0,45
atau S.P. Pozolan
Tipe II atau V 0,50
Tipe II atau V 0,45 Lihat Tampilan Cetak Lembar fas maks
Tabel Persentase Udara
Ukuran maksimum agregat, mm
10 20 40
PENILAIAN MUTU BETON NORMAL SELAMA PELAKSANAAN BANGUNAN
Proyek = Gedung kuliah
Periode Pembetona = februari Data teknis
Kuat Tekan yang disyaratk 20 MPa Simpangan baku rencana 6.0 MPa
Jumlah Data 40 buah
Hasil Uji adalah nilai rata-rata dari kuat tekan Nomor sepasang benda uji ( I dan II )
Urut
Waktu Pembuatan
Kode Kuat Tekan Masing-masing
Benda uji Benda Benda Uji
Tanggal Pukul Uji I II
1 2 3 4 5 6 1 5/25/2001 8.00 A1 30.00 32.65 2 5/26/2001 12.00 A2 30.16 30.36 3 26/25/01 13.00 A3 29.02 30.39 4 A4 30.39 29.70 5 B1 22.67 25.17 6 B2 26.08 25.16 7 B3 32.65 33.11 8 B4 22.90 21.77 9 C1 31.07 33.11 10 C2 21.54 19.73 11 C3 25.40 20.18 12 C4 26.98 20.00 13 D1 31.97 30.84 14 D2 34.01 30.39 15 D3 33.33 34.47 16 D4 29.25 26.76 17 E1 24.94 23.13 18 E2 31.52 29.48 19 E3 20.00 20.00 20 E4 25.40 26.35 21 F1 26.53 24.49 22 F2 34.69 32.43 23 F3 34.47 34.01 24 F4 31.07 30.61 25 G1 26.53 25.06 26 G2 29.93 29.82 27 G3 30.39 30.50 28 G4 34.26 32.89 29 H1 30.61 30.39 30 H2 31.52 31.07 31 H3 30.59 29.99 32 H4 31.00 31.22 33 I1 32.00 31.22
34 I2 26.00 35.00 35 I3 29.55 31.22 36 I4 29.99 32.00 37 J1 32.00 31.22 38 J2 29.55 31.22 39 J3 33.00 32.00 40 J4 29.55 31.22
Gedung kuliah februari
Hasil Uji adalah nilai rata-rata dari kuat tekan Pemeriksaan pemenuhan
sepasang benda uji ( I dan II ) kriteria
Nilai hasil Rerata dari f'cn lebih kecil f'ci lebih kecil uji ke-I 4 hasil uji (f'c +0,82 S) 0,85 f'c
(f'ci) 24.92 17 7 8 9 10 31.33 - -30.26 - -29.71 - 24.92 -30.05 30.33 Memenuhi -23.92 28.48 -25.62 27.32 -32.88 28.12 24.92 -22.34 26.19 Memenuhi -32.09 28.23 -20.64 26.99 -22.79 24.46 24.92 -23.49 24.75 Tidak Memenuhi -31.41 24.58 -32.20 27.47 -33.90 30.25 24.92 -28.01 31.38 Memenuhi -24.04 29.54 -30.50 29.11 -20.00 25.64 24.92 -25.88 25.10 Memenuhi -25.51 25.47 -33.56 26.24 -34.24 29.80 24.92 -30.84 31.04 Memenuhi -25.80 31.11 -29.88 30.19 -30.45 29.24 24.92 -33.58 29.92 Memenuhi -30.50 31.10 -31.30 31.45 -30.29 31.42 24.92 -31.11 30.80 Memenuhi -31.61 31.08
-0
5
10
15
20
25
30
35
40
18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40Hasil Uji Kuat Tekan Silinder Beton
Column G Column H Column I 0,85 fc' fc'
Target Kuat Tekan Rancang
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K u a t T ek a n , M P a 0 5 10 15 20 25 30 35 40 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38
40
Nilai Rerata dari empat hasil Uji
Column I fc' fc'+0,82 Sd Column J
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K
u
at
T
ek
an
,
M
P
a
30.50 30.88 -30.39 30.90 24.92 -31.00 30.87 Memenuhi -31.61 30.87 -30.39 30.84 -32.50 31.37 24.92 -30.39 31.22 Memenuhi -0 5 10 15 20 25 30 35 40 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38
40
Nilai Rerata dari empat hasil Uji
Column I fc' fc'+0,82 Sd Column J
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K
u
at
T
ek
an
,
M
P
a
0,85 fc' fc' 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20
0
5
10
15
20
25
30
35
40
18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40Hasil Uji Kuat Tekan Silinder Beton
Column G Column H Column I 0,85 fc' fc'
Target Kuat Tekan Rancang
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K u a t T ek a n , M P a 0 5 10 15 20 25 30 35 40 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38
40
Nilai Rerata dari empat hasil Uji
Column I fc' fc'+0,82 Sd Column J
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K
u
at
T
ek
an
,
M
P
a
17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 17 20 0 5 10 15 20 25 30 35 40 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38
40
Nilai Rerata dari empat hasil Uji
Column I fc' fc'+0,82 Sd Column J
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K
u
at
T
ek
an
,
M
P
a
Target Kuat Tekan Rancangfc'+0,82 Sd 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92
0
5
10
15
20
25
30
35
40
18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40Hasil Uji Kuat Tekan Silinder Beton
Column G Column H Column I 0,85 fc' fc'
Target Kuat Tekan Rancang
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K u a t T ek a n , M P a 0 5 10 15 20 25 30 35 40 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38
40
Nilai Rerata dari empat hasil Uji
Column I fc' fc'+0,82 Sd Column J
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K
u
at
T
ek
an
,
M
P
a
29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 29.84 24.92 0 5 10 15 20 25 30 35 40 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38
40
Nilai Rerata dari empat hasil Uji
Column I fc' fc'+0,82 Sd Column J
Nomor Pengambilan Adukan Beton
K
u
at
T
ek
an
,
M
P
a
FORMULIR PERANCANGAN ADUKAN BETON
(Menurut Standar Pekerjaan Umum)
No
Uraian
1 Kuat Tekan yang disyaratkan, pada umur ...hari Mpa
2 Deviasi standar (s) Mpa
3 Nilai tambah (margin) (m) Mpa 4 Kuat tekan rata-rata yang direncanakan (fc'r) Mpa 5 Jenis semen (biasa/cepat keras)
6 Jenis agregat kasar(alami/batupecah) Jenis agregat halus (alami/pecahan)
7 Faktor air semen (gb.7.8) atau tab 7.11.& gb.7.9.) 8 Faktor air semen maksimum (tabel 7.12.)
dipakai faktor air semen yang rendah
9 Nilai slam (tabel 7.13) cm
10 Ukuran maksimum agregat kasar mm 11 Kebutuhan air (tabel 7.14) liter 12 Kebutuhan semen portland (dari butir 8 & 11) kg 13 Kebutuhan semen portland minimum (tabel 7.15) kg 14 dipakai kebutuhan semen portland kg 15 Penyesuaian jumlah air atau f.a.s
16 Daerah gradasi agregat halus (tabel 7.16.) 1, 2, 3, 4 17 Persen berat ag. halus thp campuran (gb.7.10) % 18 Berat jenis agregat campuran (dihitung) kg/m^3, 19 Berat jenis beton (gb.7.11) kg/m^3, 20 Kebutuhan agregat (langkah 19-11-14) kg/m^3, 21 Kebutuhan agregat halus (langkah 17x20) kg/m^3, 22 Kebutuhan agreghat kasar (langkah 20-21) kg/m^3,
Kesimpulan
Volume Berat total Air Semen Ag. Halus Ag.kasar
1 m^3 (kg) 1 adukan (kg)