• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata kunci: ketepatan waktu, manajemen laba, likuiditas, leverage dan sanksi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata kunci: ketepatan waktu, manajemen laba, likuiditas, leverage dan sanksi."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

i

Judul : Sanksi Sebagai Pemoderasi Pengaruh Manajemen Laba, Likuiditas dan Leverage Pada Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Nama : AA Sagung Sinta Maha Dewi Nim : 1315351090

ABSTRAK

Perusahaan yang go public mempunyai kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang telah diaudit tepat waktu. Ketepatan waktu (timeliness) adalah salah satu faktor terpenting dalam penyajian suatu informasi karena dapat mendorong investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut dan agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil keputusan secara relevan.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sanksi sebagai pemoderasi pengaruh manajemen laba, likuiditas dan leverage pada ketepatan waktu pelaporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling diperoleh 26 perusahaan yang memenuhi kriteria dalam 3 tahun pengamatan sehingga menghasilkan 78 sampel. Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi logistik dengan uji interaksi atau disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA).

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa manajemen laba tidak berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan dan sanksi tidak mampu memoderasi pengaruh manajemen laba pada ketepatan waktu pelaporan keuangan. Likuiditas tidak berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan dan sanksi tidak mampu memoderasi pengaruh likuiditas pada ketepatan waktu pelaporan keuangan. Leverage tidak berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan dan sanksi mampu memoderasi pengaruh leverage pada ketepatan waktu pelaporan keuangan.

(2)

ii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINILITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 9

1.3 Tujuan Penelitian ... 10

1.4 Kegunaan Penelitian ... 11

1.5 Sistematika Penulisan ... 13

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 LandasanTeori ... 15

2.1.1 Teori Keagenan ... 15

2.1.2 Teori Sinyal ... 16

2.1.3 Teori Kepatuhan ... 17

2.1.4 Pelaporan Keuangan ... 18

2.1.5 Peraturan Penyampaian Laporan Keuangan ... 20

2.1.6 Ketepatan Waktu ... 22 2.1.7 Manajemen Laba ... 23 2.1.8 Likuiditas ... 26 2.1.9 Leverage ... 26 2.1.10 Sanksi BEI ... 27 2.2 Hipotesis Penelitian ... 29

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 40

3.2 Lokasi Penelitian ... 40

3.3 Objek Penelitian ... 41

3.4 Identifikasi Variabel ... 41

3.5 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 42

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 46

3.6.1 Jenis data ... 46

3.6.2 Sumber data ... 47

3.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 47

(3)

iii

3.7.2 Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 47

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 48

3.9 Teknik Analisis Data ... 48

3.9.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 48

3.9.2 Analisis Regresi Logistik dan Uji Interaksi ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 GambaranUmumDaerah atau Wilayah Penelitian ... 53

4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 54

4.3 Hasil Uji Regresi Logistik ... 56

4.3.1 Menilai Kelayakan Model Regresi ... 57

4.3.2 Menilai Keseluruhan Model ... 57

4.3.3 Koefisien Determinasi ... 58

4.3.4 Uji Multikolinearitas ... 59

4.3.5 Matrik Klasifikasi ... 60

4.3.6 Model Regresi Logistik yang Terbentuk ... 61

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 64

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 74

5.2 Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 78

(4)

iv

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

1.1 Perusahaan yang Mendapatkan Suspensi BEI pada Tahun 2015 ... 4

4.1 Seleksi Sampel Berdasarkan Kriteria ... 53

4.2 Hasil Statistik Deskriptif ... 54

4.3 Hasil Uji Hosmer and Lemeshow Test ... 57

4.4 Perbandingan Nilai -2LL Awal dan Akhir ... 58

4.5 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 59

4.6 Matrik Kolerasi ... 60

4.7 Matrik Klasifikasi ... 60

(5)

v

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

(6)

vi

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1 Daftar Nama Perusahaan Pertambangan yang Menjadi Sampel ... 86

2 Hasil Tabulasi Data ... 87

3 Hasil Statistik Deskriptif ... 90

(7)

vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pasar modal yang memiliki peranan penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri. Selain itu pasar modal juga dapat menggerakkan dana untuk pembangunan yang berfungsi sebagai penghubung antara pemodal dengan perusahaan. Saat ini perkembangan pasar modal telah meningkat dengan sangat pesat dan tentunya di masa mendatang bisnis investasi akan menjadi sedemikian kompleks, dengan tingkat persaingan yang sangat ketat terutama dalam utama penyediaan dan perolehan informasi dalam setiap pembuatan keputusan. Salah satu sumber informasi penting dalam bisnis investasi di pasar modal adalah laporan keuangan yang disediakan setiap perusahaan yang Go Public.

Laporan keuangan perusahaan pada dasarnya selalu berusaha untuk memberikan informasi tentang kondisi keuangan dan hasil operasi suatu entitas, badan usaha, atau organisasi. Informasi yang ada dalam laporan keuangan perusahaan tersebut di anggap penting oleh pihak-pihak terkait sehingga mengaharuskan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan informasi tanpa menimbulkan distorsi pada salah satu pihak, artinya laporan keuangan harus bersikap netral dan objektif terhadap kepentingan berbagai pihak yang terkait (Pujiastuti,2009). Investor menggunakan laporan keuangan untuk melihat informasi mengenai keuntungan dan kerugian yang diperoleh perusahaan dari modal yang ia tanamkan. Selain investor, pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan juga seperti kreditor, karyawan, manajemen, pemerintah dan public serta stakeholder lainnya.

Ketepatan waktu (timeliness) adalah salah satu faktor terpenting dalam penyajian suatu informasi. Untuk dapat mengimbangi dunia bisnis yang dinamis, maka dibutuhkanlah informasi yang ter-update setiap waktunya. Dogan, et. al (2007) menyatakan lama waktu penyampaian laporan keuangan dapat berpengaruh kepada nilai perusahaan di pasar. Hal itu sangat penting untuk diperhatikan oleh perusahaan karena ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan dan kualitas laporan keuangan yang baik atau sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dapat mendorong investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Apabila laporan keuangan diterbitkan tidak tepat waktu maka akan menimbulkan spekulasi (atau masalah yang terjadi) pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menerbitkannya.

(8)

viii

Penelitian ini sangat berkaitan erat dengan teori agensi (agency theory) yang menjelaskan adanya konflik kepentingan antara manajemen (agent) dengan pemegang saham (principal) (Saleh dan Susilowati, 2004). Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan yang disampaikan tepat waktu akan mengurangi asimetri informasi, yang mendorong penyajian laporan keuangan secara penuh (full disclosure) (Kadir, 2008). Sehingga dalam hubungan keagenan, manajemen diharapkan dapat mengambil kebijakan perusahaan terutama kebijakan yang menguntungkan pemilik perusahaan. Bila keputusan manajemen merugikan bagi pemilik perusahaan, maka akan timbul masalah keagenan (Ismiyanti dan Hanafi, 2004).

Perusahaan yang go public mempunyai kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang telah diaudit tepat waktu. Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan publik di Indonesia telah diatur dalam UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan selanjutnya diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam No. 80/PM/1996. Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) yang sekarang disebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai badan regulasi pasar modal, dalam peraturan nomor X.K.6 mewajibkan penyampaian laporan keuangan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik. Sebagai penjelas tertera pada peraturan Bapepam Nomor X.K.2 yaitu Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 36/PM/2003 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala, bahwa laporan keuangan tahunan harus disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim dan disampaikan kepada Bapepam selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan. Apabila terjadi keterlambatan dalam proses penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan, Bapepam telah melakukan pengawasan dan menerbitkan sanksi bagi perusahaan yaitu berupa denda administrasi sebesar Rp. 1.000.000,- atas setiap hari keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan.

Selain sanksi administrasi dan denda yang dikeluarkan oleh Bapepam dan LK, Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keputusan direksi PT. Bursa Efek Jakarta Nomor 306/BEJ/07-2004 menerbitkan peraturan pencatatan berkala Nomor I-E tentang kewajiban penyampaian informasi yang batas waktu penyampaiannya disesuaikan dengan peraturan Bapepam No. X.K.2. Bursa Efek Indonesia juga menerbitkan keputusan direksi PT. Bursa Efek Jakarta Nomor 307/BEJ/07-2004 yaitu Peraturan Nomor I-H Tentang Sanksi. Disebutkan ada empat bentuk sanksi yang dikenakan bagi perusahaan yang tidak patuh terhadap peraturan tersebut, yaitu: 1) Peringatan tertulis I; 2) Peringatan tertulis II dan denda sebesar Rp 50.000.000,-; 3) Peringatan tertulis III dan denda sebesar Rp 150.000.000,-; 4) Penghentian sementara perdagangan (suspensi). Keluarnya peraturan-peraturan tersebut merupakan cerminan bahwa pihak pembuat peraturan (regulator) cukup

(9)

ix

serius menanggapi kasus ketidakpatuhan dalam penyampaian laporan keuangan. Sebagai contoh: salah satu kasus yang terjadi pada tahun 2015 yang dikutip dari situs www.market.bisnis.com yang bertajuk “BEI Suspensi 6 Emiten. BORN, BUMI, BRAU Termasuk” BEI melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke-91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban. Dari pantauan BEI, hingga 29 Juni 2015, terdapat 6 perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2014, dan atau belum melakukan pembayaran denda keterlambatan. Berikut daftar emiten yang terkena suspensi:

Tabel 1.1 Perusahaan yang Mendapatkan Suspensi BEI pada Tahun 2015

No. Nama Perusahaan Keterangan

1. PT Benakat Integra Tbk.

(BIPI)

Dengan status belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2014 serta belum membayar denda.

2. PT Borneo Lumbung

Energi & Metal Tbk. (BORN)

Dengan status belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2014 serta belum membayar denda.

3. PT Berau Coal Energy

Tbk. (BRAU)

Dengan status belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2014 tetapi telah membayar denda.

4. PT Bumi Resources Tbk.

(BUMI)

Dengan status belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2014 serta belum membayar denda Rp150 juta tetapi telah melakukan pembayaran Rp50 juta.

5. PT Permata Prima Sakti

Tbk. (TKGA)

Dengan status belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2014 serta belum membayar denda.

6. PT Inovisi Infracom

Tbk. (INVS)

Dengan status belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2014 serta belum membayar denda.

sumber : www.market.bisnis.com

Atas dasar hal tersebut, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan Efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak sesi I Perdagangan Efek 30 Juni 2015, untuk 4 Perusahaan Tercatat yaitu: 1. PT Benakat Integra Tbk. (BIPI), 2. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk. (BORN), 3. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), 4. PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA).

BEI juga memperpanjang suspensi perdagangan Efek untuk 2 Perusahaan Tercatat yaitu: 1. PT Inovisi Infracom Tbk. (INVS), 2. PT Berau Coal Energy Tbk. (BRAU). Fenomena tersebut membuktikan bahwa setelah peraturan tersebut diberlakukan dari tahun ke tahun masih saja terjadi keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan. Pada dasarnya peraturan dibuat agar perusahaan

(10)

x

publik dapat tepat waktu dalam melaporkan laporan keuangan mereka kepada publik.

Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Faktor pertama dalam menilai ketepatan waktu pelaporan keuangan adalah manajemen laba (earnings management). Manajemen laba adalah salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas dari laporan keuangan suatu perusahaan, selain itu juga dapat menyebabkan menambah bias dalam laporan keuangan serta dapat mengganggu pemakai laporan keuangan yang mempercayai angka laba hasil rekayasa tersebut sebagai angka laba tanpa manipulasi (Bambang Sutopo, 2009). Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dyer dan McHugh (1975) untuk menemukan alasan-alasan penundaan publikasi laporan keuangan perusahaan-perusahaan Australia. Hasil penelitiannya mendukung hipotesis bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara waktu keterlambatan dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Di sisi lain, hasil yang bertolak belakang diperlihatkan Eka Syifa Isani (2015) analisisnya menunjukkan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan ditolak.

Faktor kedua yang digunakan dalam penelitian ini adalah likuiditas. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya (Sartono, 2001). Hasil penelitian Suharli dan Rachpiliani (2006) juga memberikan bukti secara empiris dimana dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa likuiditas mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan dan memiliki hubungan searah. Selanjutnya, riset Rosyida Mardyana (2014) yaitu effect of good corporate governance, financial distress, and financial performance on timeliness of financial statements reporting menyatakan bahwa likuiditas (CR) secara signifikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Berbeda dengan riset yang ditemukan Sulistyo (2010) hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan.

Faktor ketiga yang digunakan dalam penelitian ini adalah leverage. Weston dan Copeland (1995) menyatakan bahwa rasio leverage mengukur tingkat aktiva perusahaan yang telah dibiayai oleh penggunaan hutang. Ainun Na’im (1999) melakukan penelitian mengenai nilai informasi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan analisis empirik regulasi informasi di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan financial distress yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) tidak secara signifikan berhubungan dengan ketepatan waktu pelaporan keuangan. Bertentangan dengan penelitian Dewi dan Jusia (2015)

(11)

xi

meneliti mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI telah membuktikan bahwa DER mempunyai pengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan.

Penelitian Almilia dan Kristijadi (2003:5) mengatakan bahwa Altman menemukan lima rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mendeteksi kebangkrutan perusahaan, kelima rasio tersebut terdiri dari cash flow to total debt, net income to total assets, total debt to total assets, working capital to total assets dan current ratio.

Peneliti menggunakan rasio likuiditas dan leverage di bandingkan rasio lain karena kedua rasio tersebut sering di jadikan alat ukur dalam penelitian-penelitian mengenai ketepatan waktu pelaporan keuangan. Sejalan dengan pernyataan Altman dalam penelitian Almilia dan Kristijadi (2003:5) yang mengatakan bahwa likuiditas dan leverage memberikan sumbangan terbesar dalam rangka mendeteksi dan memprediksi kebangkrutan perusahaan.

Faktor keempat yaitu variabel moderasi dengan menggunakan sanksi serta peraturan yang harus dipatuhi oleh perusahaan dalam penyampaian informasi keuangan. Peneliti menggunakan peraturan yang diberlakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia melalui Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor : Kep-306/BEJ/07-2004. Amiyori (2016) juga dalam penelitiannya menggunakan sanksi yang dikeluarkan oleh BEI sebagai variabel pemoderasi dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Hasilnya menunjukkan variabel sanksi tidak mampu memoderasi hubungan di antara setiap variabel independennya terhadap dependen. Akan tetapi penelitian yang dilakukan Arinta Wulan Sari (2015) mengenai pengaruh penerapan sanksi perpajakan, kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terhadap ketepatan pelaporan spt wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Kepanjen dengan hasil yang menunjukkan bahwa sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi.

Berdasarkan paparan hasil penelitian analisis faktor-faktor ketepatan waktu pelaporan keuangan ditemukan hasil tidak konsisten atau masih kontroversi, yang diduga karena ada faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Govindarajan (1986) menyatakan bahwa kemungkinan belum adanya kesatuan hasil penelitian tergantung faktor-faktor tertentu atau lebih dikenal dengan istilah faktor-faktor kontinjensi. Murray (1990) menjelaskan bahwa agar dapat merekonsiliasi hasil yang saling bertentangan diperlukan pendekatan kontingensi untuk mengindentifikasi variabel lain yang bertindak sebagai pemoderasi ataupun pemediasi dalam model riset. Secara konseptual dan hasil riset empiris, terdapat variabel yang berperan memoderasi

(12)

xii

pengaruh manajemen laba, likuiditas dan leverage pada ketepatan waktu pelaporan keuangan, yaitu sanksi.

Berbeda dengan penelitian terdahulu, penelitian ini fokus menguji kemampuan faktor kontinjensi, seperti: sanksi, memoderasi pengaruh manajamen laba, likuiditas dan leverage pada ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi pengembangan teori dan praktik, maupun perbaikan pengelola pendidikan akuntansi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul skripsi, “Sanksi sebagai Pemoderasi Pengaruh Manajemen Laba, Likuiditas dan Leverage pada Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka terdapat rumusan masalah sebagai berikut :

1) Apakah manajemen laba berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

2) Apakah likuiditas berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

3) Apakah leverage berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

4) Apakah sanksi mampu memoderasi pengaruh manajemen laba pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

5) Apakah sanksi mampu memoderasi pengaruh likuiditas pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

(13)

xiii

6) Apakah sanksi mampu memoderasi pengaruh leverage pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Untuk memperoleh bukti empiris manajemen laba berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2) Untuk memperoleh bukti empiris likuiditas berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3) Untuk memperoleh bukti empiris leverage berpengaruh pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4) Untuk memperoleh bukti empiris bahwa sanksi memoderasi pengaruh manajemen laba pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5) Untuk memperoleh bukti empiris bahwa sanksi memoderasi pengaruh likuiditas pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(14)

xiv

6) Untuk memperoleh bukti empiris bahwa sanksi memoderasi pengaruh leverage pada ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah di jelaskan di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini menggunakan grand theory teori keagenan, karena menunjukkan adanya perbedaan pandangan dan kepentingan antara principal dan agent. Pengungkapan laporan keuangan secara penuh sangat diperlukan mengingat ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan berguna untuk mengurangi suatu kondisi asimetri informasi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian penelitian selanjutnya mengenai teori keagenan, sehingga dapat memperoleh model-model yang secara konseptual mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan.

2. Manfaat Praktis 1) Bagi Investor

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan investor dalam menentukan kebijakan dimasa mendatang. Selain itu penelitian ini juga dijadikan seabagai sumber informasi bagi investor guna menentukan investasi dengan mengkaitkan ketepatan waktu pelaporan keuangan.

2) Bagi Manajemen Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran dan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan, sehingga menjadi referensi yang dapat menjelaskan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan seperti earnings management, likuiditas dan leverage serta sanksi yang memoderasi. Faktor-faktor tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dan landasan bagi pihak manajemen perusahaan untuk menentukan waktu pelaporan keuangan perusahaan yang tepat.

(15)

xv 3) Bagi Akuntan Publik dan KAP

Menjadi referensi yang dapat digunakan dalam menjalankan praktik jasa auditnya, khususnya dalam usaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan audit melalui pengelolaan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan sehingga penyelesaian audit dapat ditingkatkan dan dapat mempercepat publikasi laporan keuangan.

4) Bagi Regulator

Regulator yang dimaksud adalah Bapepam, BEI, dan lembaga-lembaga lain yang ikut andil dalam pengambilan kebijakan pasar modal, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan regulasi terkait jangka waktu penyampaian laporan keuangan ke publik yang berkualitas dan pembuatan sanksi maupun denda yang akan diberikan kepada perusahaan yang pelaporan keuangannya tidak tepat waktu.

1.5 Sistematika Penulisan

Secara garis besar, penelitian ini disusun dengan sistematika penulisan yang berurutan, terdiri dari beberapa bab yaitu:

BAB I : Pendahuluan

Pada bab ini menjelaskan mengenai latar belakang penelitian yang akan dibahas, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan yang merupakan gambaran yang menyeluruh dari penelitian ini. BAB II : Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Pada bab ini menjelaskan teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Bab ini juga membahas penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Setelah itu peneliti merumuskan hipotesis berdasarkan teori dan penelitian tersebut.

BAB III : Metode Penelitian

Pada bab ini menjelaskan mengenai deskripsi variabel penelitian yang digunakan, penentuan sampel dan populasi data yang akan digunakan. Selain itu bab ini juga berisi jenis dan sumber data, metode pengumpulan data yang akan digunakan, serta metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini.

(16)

xvi

Pada bab ini menjelaskan isi pokok keseluruhan penelitian ini. Bab ini menyajikan hasil pengolahan data disertai dengan pembahasan atas hasil pengolahan tersebut.

BAB V : Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini menjelaskan uraian-uraian singkat dan jelas pada hasil pembahasan bab 4 yang menunjukan hasil penelitian. Saran ditujukan untuk pihak yang diperkirakan dapat memetik manfaat dari hasil penelitian ini.

Gambar

Tabel 1.1 Perusahaan yang Mendapatkan Suspensi BEI pada Tahun  2015

Referensi

Dokumen terkait

Anggota Bursa dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli sesuai dengan ketentuan satuan perdagangan, satuan perubahan harga (fraksi) dan ketentuan

10 Perlindungan hukum memberikan pengayoman kepada hak asasi manusia yang dirugikan orang lain dan perlindungan tersebut diberikan kepada masyarakat agar

flume test dengan pompa air dengan input dari bak penampung diredam menggunakan rumput sintetis sebelum dialirkan masuk bagian hulu saluran. Pada bagian hulu saluran

Metode yang digunakan dalam memperkirakan besaran debit sedimen adalah dengan metode Uni- versal Soil Loss Equation (USLE) dan Analisis Sedimen Terukur. Dari hasil analisis

Pemodelan ekstraksi knowledge ini menghasilkan proses-proses untuk menangkap pengetahuan, menghasilkan dokumen-dokumen pengetahuan yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi

127 Dendy Parama Putra Tiarsa 17060464146 Pengaruh Pembelajaran Online Pendidikan Jasmani terhadap Hasil Belajar Siswa

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran make a match dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada

Setelah menerima setoran dari pemenang lelang, bendahara KPKNL akan menyerahkan uang hasil lelang kepada bank setelah dikurangi dengan pajak penjualan lelang sebesar 5%