• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL DAN PRAKTIKUM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI DI SMA EFATA SO’E.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL DAN PRAKTIKUM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI DI SMA EFATA SO’E."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL

PROBLEM BASED LEARNING

BERBANTUAN AUDIO VISUAL DAN PRAKTIKUM

TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN

MASALAH DAN MOTIVASI DI SMA EFATA SO

E

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

oleh

Agsen Hosanty. S. Billik

NIM. 0402513106

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2015

(2)
(3)
(4)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Pendidikan Dapat dkembangkan Dengan Penerapan

Pembelajaran Yang Inovatif"

Tesis ini dipersembahkan kepada :

1. Almamater tercinta Universitas Negeri Semarang 2. STKIP SO’E

(5)

ABSTRAK

Billik, Agsen, H, S. 2015 “Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Audio Visual dan Praktikum Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan motivasi di SMA Efata So’E” Tesis. Program studi Pendidikan Ilmu pengetahuan Alam. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Enni Suwarsi Rahayu, M.Si., Pembimbing II Prof. Dr. Ir. Priyantini Widyaningrum, MS.

Kata kunci :, Kemampuan memecahkan masalah, motivasi, Problem Based Learning

Salah satu tujuan pembelajaran biologi dikembangkan melalui kemampuan berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa dalam kehidupan nyata, pembelajaran Biologi harus didasarkan pada pengalaman langsung yang dapat membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan dan mempunyai dorongan yang tinggi untuk belajar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut maka diperlukan model pembelajaran yang efektif. Model pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah Problem Based Learning

(PBL). Penggunaan media pembelajaran dan kegiatan praktikum membantu guru dalam berkomunikasi dengan siswa dan membuat pembelajaran menjadi semakin menarik dan menyenangkan, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi pada pembelajaran materi sistem reproduksi menggunakan model PBL berbantuan media audio visual dan model PBL dengan praktikum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-postest Nonequivalent control design

dengan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling.. Data

dianalisis menggunakan Uji Anova dan statistik deskripsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model PBL berbantuan audio visual dan PBL praktikum dan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model PBL berbantuan audio visual dengan model konvensional juga terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelas yang diajarkan dengan PBL praktikum dengan kelas konvensional, terdapat perbedaan motivasi yang signifikan antara kelas yang menggunakan model PBL audio visual, PBL praktikum dan kelas konvensional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PBL berbantuan audio visual dan PBL dengan praktikum lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian pembelajaran dengan model PBL berbantuan audio visual dan PBL dengan praktikum hendaknya diterapkan dalam proses pembelajaran disekolah.

(6)

ABSTRACT

Billik, Agsen, H,. 2015 " The Effect of Problem Based Learning Model Assisted with Audio Visual and Problem Solving Practice Ability and Motivation in Efata SO’e Senior high school". Natural Science Education. Graduate Program, Semarang State University. Supervisor I Dr. Enni Suwarsi Rahayu, M.Sc., Advisor II Prof. Dr. Ir. Priyantini Widyaningrum, MS.

Key words: Motivation, Problem Based Learning, Problem solving,

One of the goals of learning biology is developed through critical thinking skills, analytical, deductive and inductive to solve problems that relate to events in daily life, teaching biology should be based on direct experience that can help students to construct knowledge and have the high motivation to learn. To achieve the goal in the learning objectives, it will be required a learning model which is effective to improve problem-solving abilities and motivation. Learning mothed that chosen in this study is the Problem Based Learning (PBL). The use of teaching media and practicum will help teachers to communicate with students and makes the learning process more interesting and fun. This study aims to know the differences in problem-solving ability and motivation in learning materials about reproductive system that using a PBL model-assisted with audio-visual media and the PBL model with practicum. This research is Quasiexperimental

pretest-posttest Nonequivalent control design. The data were analyzed using

ANOVA test which is used to determine the ability of problem solving and statistical descriptions. Based on the data analysis it showed that there were no significant differences in problem-solving ability among students taught by using model-assisted PBL and PBL audio-visual lab and PBL practicum taught using the model PBL-aided audio-visual with conventional models there are also differences in problem-solving ability between classes taught by PBL practical with conventional classroom. The research findings indicate that the audio-visual- aided model of PBL and PBL is more effective in improving problem solving skills and motivation than the class control. Therefore, learning with audio-visual- aided model of PBL and PBL with practices should be applied in the learning process at school.

(7)

PRAKATA

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah

melimpahkan hikmat dan rahmatnya. Berkat karunianya peneliti dapat

menyelesaikan tesis berjudul “Pengaruh Model Problem Based Learning

berbantuan Audio visual dan Praktikum Terhadap Kemampuan Pemecahan

Masalah Dan Motivasi Di SMA Efata So’E”. Tesis ini disusun sebagai salah satu

persyaratan meraih gelar Magister Pendidikan pada Program Studi IPA (Biologi)

Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Penelitian ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh

karena itu, peneliti menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-

tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian penelitian ini.

Ucapan terimakasih pertama kali disampaikan kepada pembimbing : Dr. Enni

Suwarsi Rahayu M,Si. (pembimbing I), Prof. Dr.Ir. Priyantini Widyaningrum,

MS. (pembimbing II) yang telah membimbing dan menuntun peneliti dalam

pelaksanaan penelitian sampai penyelesaian penulisan tesis ini.

Ucapan terima kasih peneliti sampaikan pula kepada semua pihak yang

telah membantu selama proses penyelesaian studi,diantaranya :

1. Rektor Universitas Negeri Semarang atas kesempatan yang diberikan kepada

penulis untuk menempuh studi di Universitas Negeri Semarang.

2. Direksi Pascasarjana Universitas Negeri Semarang atas dukungannya

kelancaran yang diberikan bagi penulis dalam menempuh studi.

(8)

3. Prof. Drs. Nathan Hindarto Ph.D.Ketua program studi IPA Universitas Negeri

Semarang yang menyediakan kesempatan bagi penulis untuk menyelesaikan

tesis ini.

penulis selama masa studi di Pascasarjana UNNES.

7. SMA Efata So’E yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk

melaksanakan penelitian selama kurang lebih 1 bulan.

8. Teman-teman S2 dari STKIP So’E atas segala motivasinya dan dukungannya

selama perkuliahan di Semarang.

9. Teman-teman bioreg (kelas Nusantara) Pasca Unnes trimakasih banyak atas

kebersamaan dan dukungannya.

10. Kakak Dens Asbanu yang telah membantu penulis dalam pengolahan data

Trimakasih banyak

11. Bapak Marthen A Billik, Ibunda Dortia Billik, kakak Iso, kakak Lusia, Toni,

Maya dan Adipapa, trimakasih banyak atas segala dukungan dan Doa yang

tiada hentinya sehingga peneliti dapat menyelesaikan studi diprogram

Pascasarjana. Tuhan selalu memberkati setiap pergumulan kita.

12. Keluarga besar Billik : Bapa Ared, Bapa Nikson, Bapa Hendrik, Bapak

Asbel, Bapak Anton, Bapa Gasper, Ti’i Nona, Ti’i Mea mama besar Andri, Ita,

(9)

Dian, kakak Serli, Irene, Bobi, Leon, kakak Usu, kakak As, kakak Dani,

trimakasi atas dukungan doanya.

13. Demeryati Langtang, Marisa Pitay, Nonci Uki, Anti Son, kakak Urni Babys

terimakasih atas kebersaman kita di Semarang.

14. Sahabat -sahabat Maya Roman, Foni Sinlae, Merthi Fandu, Fera Lifire,

terimakasi atas motivasi dan dukungan doanya.

15. Seseorang yang telah menginspirasi peneliti sehingga mampu menyelesaikan

penulisan tesis.Trimakasih atas kebersamaan yang pernah kita jalani.

16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, yang telah

memberikan bantuan sehingga peneliti dapat menyelesaikan program magister

di Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Peneliti sadar bahwa dalam penulisan tesis ini mungkin masih terdapat

kekurangan baik isi maupun tulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat

membangun dari semua pihak sangat peneliti harapkan. Semoga hasil penelitian

ini bermanfaat dan merupakan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan .

Semarang, November 2015

Agsen Hosanty. S. Billik

(10)

DAFTAR ISI BERPKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... ..9

2.1. Kajian Pustaka ... ..9

3.2. Populasi dan Sampel ... 28

3.3. Variabel Penelitian ... 28

3.4. Teknik dan Instrumen ... 28

3.5. Teknik dan Analisis Data ... 29

(11)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 37

4.1. Hasil ... 39

4.2. Pembahasan ... 48

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 59

5.1. Simpulan ... 59

5.2. Saran... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 61

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Desain Penelitian... 27

Tabel 3.2. Teknik dan Pengumpulan Data ... 29

Tabel 3.3. Interpretasi Tingkat Kesukaran ... 31

Tabel 3.4. Kriteria Daya Pembeda ... 32

Tabel 3.5. Hasil Uji Coba Soal... 33

Tabel 3.6. Kriteria Motivasi Belajar Siswa ... 37

Tabel 3.7. Kriteria Motivasi Tiap Aspek ... 37

Tabel 4.1. Rekapitulasi respon siswa ... 39

Tabel 4.2. rata-rata nilai postest ... 41

Tabel 4.3. persentase motivasi siswa ... 45

(13)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir ... 25

Gambar 4.1. Motivasi Kelas Eksperimen dan Kontrol ... 44

Gambar 4.2. Nilai Rata-rata Motivasi Siswa Berdasarkan Indikator ... 46

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

A1 Silabus ... 66

A2 RPP ... 72

A3 Bahan Ajar ... 88

A4 LKS ... 116

A5 Soal TKPM... 124

B1 Validasi silabus... 132

B2 Validasi RPP... 135

B3 Validasi bahan ajar ... 140

B4 Validasi LKS ... 144

C1 Uji normalitas dan homogenitas pretest ... 150

C2 Uji normalitas dan homogenitas postest... 151

C3 Uji perbedaan TKPM ... 152

C4 Hasil Pretest... 153

C5 Hasil postest ... 154

C6 Kisi –kisi angket motivasi ... 155

C7 Hasil angket motivasi ... 156

C8. Kisi –kisi angket respon siswa ... 158

(15)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Hasil observasi dan wawancara terhadap kondisi objektif pembelajaran di

SMA Efata So’E, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2014, menunjukkan

bahwa banyak siswa mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap

materi pelajaran tetapi pada kenyataannya tidak memahaminya, sebagian besar

dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan

bagaimana pengetahuan tersebut serta siswa memiliki kesulitan untuk memahami

konsep sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu

yang abstrak dengan metode ceramah sehingga pada proses pembelajaran siswa

cenderung pasif.

Permasalahan yang ditunjukkan pada hasil observasi di atas terjadi pada

pembelajaran biologi. Menurut Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang

standar isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk pembelajaran

biologi di SMA, mata pelajaran biologi dikembangkan melalui kemampuan

berpikir analitis, induktif dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang

berkaitan dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat

menghasilkan siswa yang memiki ketrampilan dalam memecahkan masalah

(Wena, 2011:53). Oleh sebab itu, dalam pembelajaran biologi guru diharapkan

dapat mendorong siswa untuk menjadi pembelajar yang aktif dan berpikir kritis

dalam menganalisis serta mengaplikasikan konsep untuk memecahkan masalah.

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menganalisis dan

(16)

memecahkan masalah perlu dilatihkan dalam pembelajaran biologi agar siswa

mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan bagaimana konsep

tersebut digunakan dalam kehidupan nyata

Metode pembelajaran yang ditemukan di SMA Efata Soe yang diperoleh

dari hasil observasi awal yang dilakukan melalui pengamatan saat proses

pembelajaran di kelas terlihat bahwa guru dominan dalam proses pembelajaran

biologi, Selama pelajaran guru menyajikan materi dengan mengkombinasikan

beberapa metode yaitu ceramah, tugas/latihan, sedang siswa diam, pasif

mendengarkan penyampaian materi oleh guru dan jika tedapat kesulitan, siswa

cenderung malu dan takut untuk bertanya pada guru, hal ini didukung dengan

rendahnya jumlah siwa yang mencapai KKM pada dua tahun terakhir untuk mata

pelajaran biologi yaitu sebanyak 60% siswa.

Menurut Sanjaya (2008:15-16) guru harus bisa memilih model

pembelajaran yang dapat memacu motivasi siswa untuk secara aktif ikut terlibat

dalam pengalaman belajarnya, seperti yang dinyatakan oleh Kennedy dkk (2008)

“Each instructional approach invites childrens to construct knowledge and to

develop skills” yang artinya adalah setiap pendekatan pembelajaran memberikan

kesempatan kepada setiap anak untuk membangun pengetahuannya dan

mengembangkan keterampilannya.Pengalaman pembelajaran dapat terwujud

melalui model pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.

Model problem based learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang

(17)

komunikasi dan koneksi) untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari –

hari (Rusman, 2013:229).

Wena (2009) menegaskan bahwa PBL menghadapkan siswa pada

permasalahan-permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar atau dengan

kata lain siswa belajar melalui permasalahan-permasalahan. Pembelajaran ini

membantu peserta didik untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam

benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan

sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar

maupun kompleks (Trianto, 2010:92).

SMA Efata So’E memiliki sarana dan prasarana yang lengkap seperti

komputer, LCD proyektor dan laboratorium IPA tetapi belum dimanfaatkan

secara optimal. Pembelajaran biologi membutuhkan fakta atau realita sebagai

sumber belajar sehingga siswa harus benar – benar dapat melihat secara nyata atau

terlibat langsung dalam proses tersebut. Hal ini dapat meningkatkan motivasi

belajar siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

PBL perlu dilengkapi dengan aktivitas pengamatan terhadap subyek yang

dipelajari melalui praktikum. Praktikum memungkinkan terjadinya interaksi

langsung antara siswa dengan lingkungannya, serta dapat menghadirkan situasi

nyata sehingga menimbulkan kesan yang mendalam pada diri siswa. Adanya

kegiatan praktikum dalam PBL mendorong siswa mengembangkan kemampuan

berpikir untuk menyesuaikan dengan pengetahuan yang baru sehingga dapat

memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan kemampuan yang

(18)

yang dianggap sulit untuk dipecahkan menjadi sesuatu yang menyenangkan

karena siswa terlibat secara langsung dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun subyek yang dipelajari dalam biologi sering bersifat kompleks dan sulit

diamati melalui praktikum oleh karena itu dibutuhkan media audio visual untuk

memvisualisasikan subyek yang dipelajari.

Sistem reproduksi merupakan materi yang menarik namun sulit dipahami

karena mempelajari struktur dan proses yang kompleks. Pembelajaran yang

terjadi selama ini hanya berdasarkan teori, belum menggunakan media atau

praktikum yang nyata agar mampu menyelaraskan antara teori dan fakta, yang

mempermudah siswa memahami konsep selain itu, ada beberapa materi

pendukung dalam sistem reproduksi yang tidak memungkinkan untuk dijelaskan

atau diperlihatkan secara konvensional oleh karena itu diperlukan media

Penggunaan media audio visual dan praktikum secara teoritis dapat meningkatkan

daya retensi siswa. Penelitian Dwyer (2010) meyimpulkan bahwa gabungan

antara indera penglihatan dan pendengaran merupakan cara yang paling efektif

dalam mempelajari suatu peristiwa atau objek.

Hasil penelitian Kudsiah dkk (2013) menyimpulkan bahwa (1) tidak

terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi siswa (2)

terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan

memecahkan masalah, terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap

sikap dan kemampuan memecahkan masalah matematika. Berdasarkan hasil

penelitian ini, disimpulan bahwa model pembelajaran berbasis masalah

(19)

hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang

signifikan pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi, hal ini disebabkan

oleh kurang adanya media dan praktikum sebagai sumber belajar untuk

memfasilitasi pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi menarik dan siswa

menjadi termotivasi untuk belajar.

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh model PBL

berbantuan audio visual dan PBL praktikum terhadap kemampuan pemecahan

masalah dan motivasi siswa di SMA Efata S’oE.

1.2. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang dapat diidentifikasi beberapa masalah:

a. Pada pembelajaran siswa memiliki tingkat hafalan yang tinggi tanpa mampu

memahami materi yang disajikan oleh guru

b. Masih ditemukan model pembelajaran ceramah dan belum mengarah pada

pembentukan peningkatan motivasi dan kemampuan pemecahan masalah

c. Penilaian mata pelajaran biologi yang dilakukan hanya pada ranah kognitif

terutama aspek ingatan dan pemahaman

d. Kreativitas guru dalam memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di

sekolah masih rendah.

e. Materi sistem reproduksi sulit dipahami siswa karena bersifat kompleks

sehingga membutuhkan media dan praktikum agar siswa mampu

(20)

1.3. Cakupan Masalah

a. Model PBL berbantuan audio visual dan PBL praktikum dalam penelitian

ini adalah keterlaksanaan suatu metode pembelajaran yang diterapkan pada

pembelajaran materi sistem reproduksi di SMA Efata yang didahului dengan

pemberian masalah pada siswa dan siswa diberikan kesempatan untuk

menyelesaikan masalah tersebut dan guru mengaitkan masalah yang ada

dengan dengan materi yang terkait dalam bentuk video yang berisi penjelasan

tentang struktur dan fungsi organ reproduksi, proses pembuahan, alat-alat

kontrasepsi dan kelainan penyakit pada sistem reproduksi, serta mengaitkan

masalah yang ada dengan praktikum yaitu melakukan pengamatan terhadap

preparat jaringan testis dan ovarium.

b. Mode konvensional dalam penelitian ini adalah model yang biasa diterapkan

dalam pembelajaran biologi di SMA Efata So’E.

c. Konsep materi yang diajarkan adalah materi sistem reproduksi di SMA Efata

So’E kelas XI biologi semester 2 yang sesuai dengan silabus KTSP.

d. Kemampuan awal siswa dalam pembelajaran materi sistem reproduksi diukur

menggunakan soal pretest dalam bentuk uraian sebanyak 20 nomor.

e. Tes kemampuan pemecahan masalah (TKPM) berkaitan dengan pokok

pembelajaran materi sistem reproduksi, soal dalam bentuk uraian untuk

menguji kemampuan siswa dalam menjelaskan, menguraikan, mengidentifikasi

dan merumuskan struktur dan funggsi organ-organ reproduksi, teknologi

reproduksi dan kelainan penyakit pada sistem reproduksi manusia yang

(21)

f. Motivasi dalam penelitian ini adalah sikap dan perilaku yang dinilai oleh

siswa setelah diterapkan model pembelajaran, motivasi siswa yang diukur pada

penelitian ini dengan mengunakan angket dengan perhitungan menggunakan

skal likert dengan penilaian pada beberpa indikator antara lain : orientasi

keberhasilan, antisipasi kegagalan, inovasi dan tanggung jawab.

g. Media audio visual yang digunakan berupa video penjelasan materi sistem

reproduksi (video struktur fungsi dan proses pembuahan pada manusia,

kelainan/penyakit dan alat kontrasepsi).

h. Praktikum yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengamatan preparat

testis dan ovum pada hewan (mencit), kelainan penyakit dan alat kontrasepsi.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan cakupan masalah di atas maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

a. Bagaimanakah perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran

materi sistem reproduksi menggunakan model PBL berbantuan media audio

visual, model PBL dengan praktikum, dan model konvensional ?

b. Bagaimanakah perbedaan motivasi pada pembelajaran materi sistem

reproduksi yang diajarkan menggunakan model PBL berbantuan media audio

(22)

1.5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Mengidentifikasi perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada

pembelajaran materi sistem reproduksi yang diajarkan menggunakan model

PBL berbantuan audio visual, model PBL praktikum dan model konvensional .

b. Mengidentifikasi perbedaan motivasi pada pembelajaran materi sistem

reproduksi yang diajarkan menggunakan model PBL berbantuan media audio

visual, model PBL dengan praktikum, dan model konvensional.

1.6. Manfaat Penelitian

a. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi guru dalam melakukan

inovasi pembelajaran jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran dalam hal

ini adalah peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi, dapat

menggunakan model pembelajaran PBL berbantuan audio visual dan

praktikum.

b. Hasil penelitian ini Memberikan suasana pembelajaran biologi pada konsep

sistem reproduksi lebih menarik dibandingkan pembelajaran konvensional,

karena menggunakan media dan sumber belajar sehingga materi yang ada

dapat dipahami dan pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga siswa

tertarik untuk belajar .

c. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi bagi peneliti selanjutnya

mengenai penggunaan media audio visual dan praktikum pada pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan November 2010 di RT 08 Pedukuhan IX Ngestiharjo Kasihan Bantul terhadap 10 orang ibu yang menghadapi menopause dengan usia

Konsentrasi nitrat di

- Membiasakan mengecek siswa dan tidak lupa menanyakan kabar siswa. Dari kegiatan guru mengabsen, siswa dibiasakan untuk memiliki karakter disiplin. Sedangkan dari

Aspek aktuaria yang diperhatikan pada model asuransi kesehatan pada penelitian ini, baik untuk perhitungan premi maupun cadangan premi berkaitan dengan tipe

3 Kramat – Kantor Pos , dimana perusahaan saudara termasuk telah dinyatakan lulus evaluasi administrasi, teknis dan harga, maka dengan ini kami mengundang saudara

Children after the age of five years were able to distinguish the situation of objects by using the conjunction of being or then , and children before the age of five years are

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam varian (ANOVA) menunjukan bahwa pada permen jelly dengan perlakuan konsentrasi rumput laut menunjukan adanya pengaruh yang nyata

Dari hasil pe nentuan kadar air dan nilai pH serta data yang diperoleh pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ikan cakalang asap yang dibeli dari Pasar A