• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIDANG EKSTERNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIDANG EKSTERNAL"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIDANG EKSTERNAL

KOORDINATOR BIDANG EKSTERNAL (KETUA BIDANG & SEKRETARIS BIDANG)

OLEH ESTU NAILAR RIZQI. & NADYA P, HIMAKES 2019

A. GAMBARAN UMUM BIDANG

Berdasarkan AD HIMAKES pada pasal 8 tentang tujuan, disebutkan bahwa HIMAKES bertujuan mengembangkan jaringan di dalam maupun di luar Universitas Jember. hal ini menjadi landasan bidang eksternal dalam menjalankan kerja - kerja organisasi. Tujuan HIMAKES juga senada dengan misi HIMAKES 2019 yakni optimalisasi relasi kelembagaan internal dan eksternal himpunan sebagai ruang praktik mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial.

landasan dan arah gerak bidang eksternal 1 periode ini adalah pengejawantahan dari AD dan misi HIMAKES. Didalam bidang eksternal terdapat 3 departemen yaitu Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat, Departemen Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan, dan Departemen Informasi dan Komunikasi. Dimana dari masing – masing departemen mempunyai tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) masing – masing, yang pertama Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat mempunyai tupoksi mengadvokasi atau menjadi wadah bagi mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam hal yang berhubungan dengan kebutuhan seputar perkuliahan. Bukan hanya itu, Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat juga merealisasikan pengabdiannya kepada masyarakat seperti contoh konkritnya terdapat pada program kerja PACEKLIK IV dimana kegiatan dalam PACEKLIK IV seperti yang akan di jelaskan di bawah. Yang kedua yaitu Departemen Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan mempunyai tupoksi menjalin jaringan atau relasi sebanyak – banyaknya dengan komunitas, lembaga maupun instansi – instansi yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial guna menjalin sinergitas dengan

(2)

menjadi broker antara HIMAKES dengan pihak – pihak yang terkait. Yang ketiga yaitu Departemen Informasi dan Komunikasi, tupoksi dari dari Departemen Informasi dan Komunikasi adalah sebagai penyaluran informasi dan publikasi dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh HIMAKES, bukan hanya kegiatan dari HIMAKES, namun juga informasi – informasi atau pengumuman dibidang akademik maupun non akademik melalui media online seperti akun Whatsapp, Instagram, Youtube, Email, Website, dan Blog, dan juga melalui media offline yaitu Mading HIMAKES yang memuat informasi – informasi terbaru. 1 periode kepengurusan HIMAKES di bidang eksternal mengoptimalkan peran dari masing masing departemen guna mewujudkan tujuan dan misi dari HIMAKES. Prinsip kerja - kerja organisasi yang di terapkan di bidang eksternal adalah kerja cerdas. Kerja cerdas yang dimaksud adalah mengoptimalkan potensi yang ada secara efektif dan efisien demi mencapai tujuan organisasi. nilai ketradisionalan dalam bidang eksternal tetap dijalankan yaitu gotong royong. Semangat belajar dan bernafas keikhlas menjadi penyeimbang selama 1 periode. Bagi seorang anak muda, organisasi adalah senjata utama dalam melatih kemampuan kepemimpinan mereka. Kalimat tersebut menjadi kalimat yang hidup pasalnya pengurus bidang eksternal memaknai hal tersebut sebagai motivasi untuk menjaga komitmen diawal untuk selalu istiqomah dalam berproses.

B. DESKRIPSI KERJA

 Ketua Bidang

Ketua bidang adalah yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan program kerja departemen dan program kerja harian. Seluruh kebijakan dan keputusan dalam bidang menjadi bentuk tanggung jawab dari ketua bidang. ketua bidang juga menjadi jembatan pola komunikasi departemen ke ketua umum. Di dalam melaksanakan program kerja mengkoordinasikan kegiatan dan pengembangan departemen di bawah bidang pengurusannya. Mengkoordinasikan dan mewakili kepentingan organisasi di seluruh departemen dalam bidang yang berada dalam

(3)

pengurusannya seperti rapat presidium. Sebagai seorang ketua bidang juga menjadi wakil ketua umum yang relevan dengan kepentingan bidang. Ketua bidang juga dapat dikatakan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam bidang kepengurusan. Ketua bidang tidak hanya fokus pada bidangnya namun, juga bertanggung jawab terhadap seluruh keputusan pengurus dan melaksanakan program kerja sebaik-baiknya dengan seluruh pengurus HIMAKES. Menjaga keseimbangan dan komitmen anggota bidang juga menjadi tanggungjawab dari ketua bidang. Ketua bidang dalam menjalankan tugas dan fungsinya bertanggung jawab terhadap ketua umum HIMAKES 2019.

 Sekretaris Bidang

Sekretaris bidang merupakan seseorang yang mengemban tugas terkait administrasi dan juga pengarsipan mengenai program – program kerja yang dinaungi oleh masing – masing dari departemen yang ada di bidang, terkhusus Bidang Eksternal. Dalam pengimplementasiannya sekretaris bidang eksternal bertugas mencatat dan menyediakan presensi bidang eksternal pada setiap kali dilaksanakan rapat bidang, menggantikan ketua bidang untuk memimpin rapat pada saat ketua bidang berhalangan hadir, mengajukan proposal kegiatan dari setiap departemen yang ada di bidang eksternal kepada pihak – pihak yang terkait sampai urusan administrasi terselesaikan, mengarsipkan seluruh berkas – berkas termasuk dalam hal surat menyurat yang dibutuhkan setiap program kerja yang terlaksana dalam bentuk soft file maupun hard file, mengoreksi, menyusun, dan menggabungkan setiap berkas dari masing – masing departemen dimulai dari kerangka program kerja, proposal kegiatan, sampai laporan pertanggungjawaban dari masing – masing departemen.

C. EVALUASI, HAMBATAN DAN PROYEKSI BIDANG

 Evaluasi

Secara keseluruhan bidang eksternal sudah berjalan dengan maksimal terbukti dengan program kerja yang terlaksana. Program yang terlaksana

(4)

termasuk program - program inovasi dari departemen. Kepengurusan HIMAKES 2019 terhitung aktif mulai bulan Mei dan terpotong oleh liburan semester. Kepengurusan periode ini terbilang singkat karena SK habis dibulan Desember. Hal ini berdampak dengan timeline yang disusun oleh pengurus HIMAKES terutama bidang eksternal terlalu padat. Ada beberapa program yang mundur akibat program sebelumnya mundur. hal tersebut menjadi konsekuensi dan tantangan akibat program yang terlalu padat.

Kondisi bidang diawal dapat dikatakan minim akan pemahaman sehingga dibutuhkan transformasi pemahaman. Dalam bidang eksternal anggotanya yang berangkat dari kepengurusan sebelumnya hanya Estu Nailar Rizqi sebagai ketua bidang. Hal tersebut menjadi tantangan baru bidang untuk memberikan transformasi pemahaman. Terbukti di awal kepengurusan terjadi konflik akibat ego personal dan sikap tertutup satu sama lain. Model transformasi yang dilakukan adalah dengan silatuhrami ke pengurus sebelumnya. Penafsiran terhadap tupoksi departemen sering kali menjadi rancu dalam praktiknya. Dalam penafsiran tentu harus dilakukan secara menyeluruh. Dipertengahan kepengurusan masih terjadi kerancuan dalam memaknai tupoksi departemen. Bidang eksternal dapat dianalogikan sebagai sistem yang di dalamnya terdapat subsistem yang saling berkaitan.

Subsistem yang dimaksud adalah departemen, sekretaris dan ketua bidang.

Artinya setiap subsistem tersebut akan menciptakan karya ketika setiap subsistem saling bekerja. Sebagai bentuk evaluasi terhadap bidang eksternal tak jarang terdapat salah satu subsistem yang tidak berjalan sehingga menghambat yang lain. Di setiap organisasi tentunya komunikasi menjadi hal yang wajib dilakukan guna melakukan koordinasi. HIMAKES memiliki pola komunikasi yaitu koordinatif, instruktif dan konsultatif. Multi pemaknaan yang membuat komunikasi tidak dapat berjalan baik. Tanpa komunikasi yang baik, sebuah organisasi hanya akan menjadi rumah besar yang kumuh dan tak berisi. Keterampilan dalam komunikasi menjadi modal utama jika melihat tujuan dan misi HIMAKES yang dijalankan oleh bidang

(5)

eksternal. Berhubungan dengan pihak luar dan menjalin relasi dengan yang sesuai dengan displin Ilmu Kesejahteraan Sosial. Pada dasarnya HIMAKES ada untuk warga Kesejahteraan Sosial. Memberikan pendampingan terhadap mahasiswa yang membutuhkan. Pemberian informasi yang coba diberikan oleh HIMAKES terbukti masih kurang maksimal. Penyediaan relasi yang dibutuhkan mahasiswa Kesejahteraan Sosial masih kurang menyeluruh.

Ladang implementasi praktik teori Ilmu Kesejahteraan Sosial juga masih banyak evaluasi.

 Hambatan

Hambatan di sini menjadi hal yang wajar terjadi dalam kepengurusan sebuah organisasi. Satu periode kepengurusan HIMAKES di bidang eksternal juga terdapat beberapa hambatan sehingga kepengurusan tidak berjalan sesuai ekspetasi yang diinginkan.

a) Transformasi pemahaman tentang HIMAKES maupun bidang eksternal yang tidak utuh;

b) Multitafsir pemaknaan tupoksi departemen;

c) Multitafsir pemaknaan tentang pola komunikasi;

d) Ego personal yang masih tinggi;

e) Keterampilan dalam komunikasi yang masih kurang;

f) Kurang peka akan kondisi sosial.

 Proyeksi

Di KBBI pengertian proyeksi adalah perkiraan tentang keadaan masa yang akan datang dengan menggunakan data yang ada (sekarang). Di atas telah dijelaskan evaluasi dan dipertegas dengan adanya hambatan hambatan dalam bidang eksternal. Sehingga bidang eksternal periode 2019 menawarkan beberapa proyeksi yang dapat digunakan bidang eksternal selanjutnya.

a) Perkuat keinginan ingin belajar dan tidak puas akan hasil yang ada;

b) Perkikis ego pribadi dan menaruh kepentingan umum diatas kepentingan pribadi;

c) bersikap keterbukaan dan meningkatkan kepekaan sosial.

(6)

D. PENUTUP

Kami ucapkan terimakasih kepada setiap elemen yang selalu mendukung dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan HIMAKES. Tidak ada gading yang retak dan kami bidang ekternal menyadari akan hal itu. Pengurus bidang eksternal hanyalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Terbukti ada beberapa program kerja yang tidak sesuai akan target yang ditentukan diawal. Pada nafas-nafas terakhir di kepengurusan HIMAKES ini melalui laporan pertanggung jawaban kami memohon maaf jika masih banyak kekurangan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa mencatat proses kepengurusan ini menjadi catatan amal yang pernah kami lalui dalam fase – fase kehidupan untuk menjadi berproses pribadi yang memiliki kedewasaan.

 PENJABARAN PROGRAM KERJA BIDANG EKSTERNAL

NO NAMA

DEPARTEMEN PROGRAM KERJA KETERANGAN 1. Departemen Advokasi

dan Pengabdian Masyarakat

 Diskusi Advokasi

 PACEKLIK IV

 Welfare Camp

 Terlaksana

 Terlaksana

 Terlaksana 2. Departemen

Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan

 Sharing With Community dan Tour Dinas

 Seminar Nasional dan Call For Paper

 Terlaksana

 Terlaksana

3. Departemen Informasi dan Komunikasi

 Social Welfare Information (SWI)

 Digital Education

 Terlaksana

 Terlaksana

(7)

STRUKTUR KEPENGURUSAN BIDANG EKSTERNAL

Ketua Bidang : Estu Nailar Rizqi Sekretaris Bidang : Nadya Puspaningati

A. Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat Ketua Departemen : Khabib Qhoiril Akbar

Anggota : Aprilia Wulandari Fitri Deny Nevita

B. Departemen Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Ketua Departemen : Adi Susanto Prabowo

Anggota : Danisya Ersadianis Aulia Dwita Ratna Sari

C. Departemen Informasi dan Komunikasi Ketua Departemen : Bagus Firman Ahmada Anggota : Sasy Wachidatus Sayyidah

Titik Nur Fadlilah

(8)

A. Penjabaran Program Kerja

1. Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat

 Diskusi Advokasi

a. Nama Kegiatan : Diskusi Advokasi dengan tema “Advokasi Sebagai Alat Pengubah Kebijakan Publik melalui Aras Ilmu Kesejahteraan Sosial”.

b. Tujuan : Kegiatan ini kami selenggarakan dengan maksud dan tujuan menjalankan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES) Universitas Jember Tahun 2019 guna menciptakan suatu wahana baru yang lebih edukatif. Dengan tujuan-tujuan yang lebih spesifik antara lain:

1. Menarik minat Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember terhadap ruang-ruang diskusi akademika;

2. Mengenalkan pengertian dan tujuan advokasi yang belum dijelaskan di bangku perkuliahan, khusunya relevansi Ilmu Kesejahteraan Sosial dengan Advokasi.

c. Waktu : Sabtu, 07 September 2019.

d. Tempat : Pendopo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

e. Penanggung Jawab : Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat.

f. Sasaran : Mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember.

g. Jumlah Peserta : 84 peserta mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember.

No Nama

1. Maziya Aisyah A 2. Khusnul Khotimah 3. Desi Rofifah A 4. Surya Teguh Wijaya 5. Salsabila Rachma

6. Dyah Heni Safitri 7. Anis Fila Klaudia 8. Rachma Oriza S 9. Gustiatri N.M 10. Fanny Yuwafi 11. Dharma Aji S

(9)

12. Fawwaz Taimullah Hani 13. Namira Fadia

14. Bayu Hariyanto 15. Indarti

16. Witri Windi 17. Amalliya Novita 18. Miftachul Jannah 19. Adinda Nurul F 20. Nila Aprilia A 21. Herul Iskandar

22. Chandika Permana L.P 23. Rosi Fitrianti H

24. Alrounesya Zahra 25. Liana Anggraini 26. Riska Herlin

27. M. Raffi Rahmatullah 28. Raniah Azalea A 29. Founda Nugrah Isnina 30. Putri Qomariah R 31. M. Iqbal Al Azari 32. Nurul Widyani

33.. Devi Ayu P 34. Bidayatul H

35. Pungky Rahma Ayu 36 Wisnu Setyo Budi 37. Salma Zahidah 38. Nina Safitri 39. Agata Irma 40. Dwiki Wijaya F 41. Yulius Ricky 42. Amarta Syarifuddin 43. Angelina Tambunan 44. Almira Shela Nur SP 45. Deiby Ratnasari 46. Ferina Renata 47. Nur Risqi Imaniyah 48. Euriel Ardityafahri 49. Anas Thasya 50. Suryadi 51. Eka Wahyu 52. Alfian Reza 53. Bagas M.A

(10)

54. Seftianingrum 55. Ivone Citra 56. Ardiah Ratrie H 57. M. Irfan H

58. Suci Nurul Hidayah 59. Kharisma Rizki 60. Ayu Dian L 61. Suqma N.K 62. Intan Puspita Sari 63. Eva Novi Anggraini 64. Nurin O. F.

65. Dinda Nauli 66. Dina Kartika 67. Khoirunnisa R 68. Nurin Kamila 69. Yova Gusti A

70. Ida Sridayanti 71. Weni Catur F.

72. Iva Izzatul K 73. Cinta Nuraini 74. Syifa Syavqiyah P 75. Dwi Mutia

76. Riza Yanuar A 77. Inayah Putri M 78. Widya Langgeng P 79. Ismi Oktavia

80. Aulia Regina Oktaviana 81. Stefani Purnama P 82. Lira Adintia

83. Wahyu Mainnatul L 84. Syifaul Luhabab

h. Indikator Keberhasilan :

1. Peserta yang mengikuti kegiatan diskusi berjumlah 50 orang dari keseluruhan mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember;

2. Peserta yang hadir atau yang mengikuti mampu memahami dan menjelaskan ulang terkait hasil dari diskusi advokasi melalui sesi tanya jawab.

(11)

i. Implementasi Kegiatan : Kegiatan Diskusi Advokasi ini dilaksanakan pada tanggal 7 September 2019. Sebelum menginjak pelaksanaan Diskusi Advokasi, dilaksanakan sosialisasi di Aula tanggal 5 September 2019 terhadap mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial 2019 karena bersamaan dengan adanya sosialisasi mengenai kegiatan PACEKLIK IV dan di rasa mahasiswa baru belum sepenuhnya mengetahui kegiatan yang berada di lingkup Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, jadi sosialisasi lebih di tekankan untuk mahasiswa baru, untuk mahasiswa angkatan 2016-2018 sosialisasi lebih kepada penyebaran pamflet undangan terbuka melalui media sosial Instagram dan WhatsApp. Jadi sistem pendaftaran Diskusi Advokasi ini adalah datang langsung ke tempat kegiatan karena memang Diskusi ini sifatnya terbuka khusus untuk Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial kemudian peserta mengisi presensi dan langsung mengikuti serangkaian kegiatan Diskusi yang sudah disusun oleh Pengurus. Ada 2 pemantik diskusi yang dihadirkan dalam Diskusi Advokasi ini, pemantik pertama dari Akademisi Kebijakan Publik yaitu Muhammad Hadi Makmur, S.Sos., M.AP dan Pemantik kedua yaitu dari Akademisi Pekerjaan Sosial Dr.

Fransciscus Adi Prasetyo M.Si. Jumlah peserta yang mengikuti Diskusi Advokasi ini sejumlah 84 orang dan dalam pelaksanaan diskusi terdapat Follow Up dimana kegiatan ini merupakan kegiatan memaparkan kembali apa yang sudah di diskusikan antara peserta diskusi dan pemantik diskusi.

Rencana Rundown Diskusi Advokasi

Waktu Acara Pelaksana Tempat

12.30-13.00 WIB Registrasi Peserta PJ Absensi

Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik Universitas 13.00-13.15 WIB Pembukaan (MC) dan

Sambutan

MC dan Ketua Umum HIMAKES

13.15-13.20 WIB Doa MC

13.20-13.30 WIB Pembukaan (Moderator)

+ Perkenalan Pemateri Moderator dan

(12)

Pemateri Jember

13.30-14.00 WIB Pemateri 1 Hadi Makmur 14.00-14.10 WIB Follow up Moderator 14.10-14.40 WIB Pemateri 2 Fransciscus Adi 14.40-14.50 WIB Follow up Moderator 14.50-15.20 WIB Tanya jawab/sharing Moderator 15.20-15.50 WIB Pemaparan hasil diskusi

oleh peserta

Peserta

15.50-16.00 WIB Penyerahan cinderamata kepada pemateri

PJ Cinderamata

16.00-16.15 WIB Pembagian dan Pengisian Quisioner

Dept. Konseling

16.15-16.20 WIB Doa MC

16.20-16.25 WIB Penutupan (MC) MC 16.30-Selesai Foto dan pengundian Peserta

(13)

Rundown Diskusi Advokasi di lapangan

Waktu Acara Pelaksana Tempat

12.30-13.00 WIB Registrasi Peserta PJ Absensi

Fakultas Ilmu Sosial

dan Ilmu Politik Universitas

Jember 13.00-13.06 WIB Pembukaan (MC) dan

Sambutan

MC dan Ketua Umum HIMAKES

13.06-13.07 WIB Doa MC

13.07-13.10 WIB Pembukaan (Moderator) + Perkenalan Pemateri

Moderator dan Pemateri

13.10-13.44 WIB Pemateri 1 Fransciscus Adi 13.44-13.49 WIB Follow up Moderator 13.49-14.31 WIB Pemateri 2 Hadi Makmur 14.31-14.36 WIB Follow up Moderator 14.36-15.04 WIB Tanya jawab/sharing Moderator 15.04-15.07 WIB Penyerahan cinderamata

kepada pemateri

PJ Cinderamata

15.07-15.15 WIB

Pemaparan hasil diskusi oleh peserta, dan penyerahan doorprize

Peserta

15.15-15.25 WIB Pembagian dan pengisian Quisioner

Dept. Konseling

15.25-15.26 WIB Doa MC

15.26-15.28 WIB Penutupan (MC) MC 15.28-15.35 WIB Foto Bersama Peserta

(14)

j. Hasil Kegiatan : Hasil kegiatan Diskusi Advokasi pada tanggal 07 September 2019 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES) tahun 2019 memiliki hasil kegiatan bagi mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial. Khususnya yaitu dalam ranah pemahaman makna dari Advokasi. Hasil dari implementasi peran himpunan mahasiswa sebagai sarana pengembangan intelektualitas mahasiswa. Peserta Diskusi Advokasi memiliki pemahaman bahwa Advokasi merupakan sebuah kata bertuah yang sangat populer sejak reformasi bergulir yang dipakai oleh berbagai pihak. Dengan tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat kecil. Selaras dengan pendapat Zastrow (1982) yang mengartikan Advokasi adalah aktivitas menolong klien atau sekelompok klien untuk mencapai layanan tertentu ketika mereka ditolak suatu lembaga atau suatu sistem layanan, dan membantu memperluas pelayanan agar mencakup lebih banyak orang yang membutuhkan. Dengan pemateri/pemantik diskusi yang diambil dari 2 lintas jurusan yaitu Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (berbicara tentang peran pekerja sosial) dan Jurusan Ilmu Administrasi Negara (berbicara tentang kebijakan publik) dengan mengaitkan pada Advokasi secara general. memberikan hasil pemahaman yang kompleks bagi peserta diskusi bahwa dalam ranah Kebijakan Publik Advokasi memiliki peran sentral sebagai alat pengubah kebijakan untuk menyesuaikan antara kebutuhan masyarakat dengan substansi yang diciptakan pemerintah.

Melalui Ilmu Kesejahteraan Sosial Advokasi memiliki peran pendekatan personal terhadap masyarakat yang merasakan masalah agar memunculkan rasa empati dan simpati pada diri pekerja sosial. Terkait indikator keberhasilan diskusi advokasi ini terpenuhi dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diskusi berjumlah lebih dari 50 orang dari keseluruhan mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember dan peserta yang hadir atau yang mengikuti mampu memahami dan menjelaskan ulang

(15)

terkait hasil dari Diskusi Advokasi melalui sesi tanya jawab dan follow up pemateri diskusi. Terkait hasil lembaran follow up Diskusi Advokasi telah di distribusikan kepada Departemen Penelitian dan Pengembangan agar dapat menjadi bahan tulisan pada website atau mading HIMAKES 2019.

Hasil implementasi diskusi ini akan di sinergikan dengan kegiatan PACEKLIK IV dan Welfare Camp karena kedua kegiatan tersebut merupakan sebagian dari upaya untuk mengadvokasi terkait kebijakan publik dan juga sebagai sarana mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial untuk melakukan aksi nyata pengabdian terhadap masyarakat yang nantinya dapat menjadi bekal praktik lapang setelah mendapatkan gelar Sarjana Kesejahteraan Sosial.

k. Hambatan :

1. Tempat yang kurang mencukupi dengan peserta yang datang melampaui indikator keberhasilan;

2. Salah satu pemateri datang tidak sesuai jadwal yang sudah di informasikan;

3. Tempat presensi yang kurang strategis menyebabkan menggerombolnya peserta di area Taman Super Wifi;

4. Kendala dalam microfon yang menyebabkan peserta tidak bisa secara lantang melantunkan pertanyaan untuk pemantik diskusi;

5. Ruangan diskusi yang terbuka menyebabkan diskusi kurang berjalan dengan kondusif.

l. Evaluasi dan Proyeksi

 Evaluasi

Program kerja Diskusi Advokasi telah terlaksanakan dan waktu pelaksaananya selesai lebih awal dari jadwal tetapi durasinya tetap sesuai dengan jadwal, namun ada beberapa evaluasi terkait dengan pelaksaananya:

(16)

1. Tanggal Diskusi Advokasi yang dimajukan karena berbenturan dengan program kerja lain yang sasarannya sama, sehingga membuat persiapan panitia kurang maksimal, seperti persiapan tempat dan perlengkapan;

2. Kurangnya briefing saat kegiatan berlangsung yang menjadikan panitia masih berdiskusi saat acara berlangsung;

3. Banyak terjadi keterlambatan dari panitia dan pemateri, dan untuk peserta datang lebih awal dan tepat waktu;

4. Dalam pelaksanaannya ada perubahan pada rundown karena keterlambatan pemateri pertama;

5. Pemateri dan moderator yang sulit dihubungi sedangkan acara sudah dimulai;

6. Terjadi keluputan tidak membuat absensi moderator dan kurangnya perhatian terhadap perlengkapan yang dibutuhkan.

 Proyeksi

Proyeksi ke depan, apabila program kerja ini dilanjutkan pada periode kepengurusan HIMAKES berikutnya, beberapa hal berikut dapat menjadi saran:

1. Panitia harus siap sebagai penyelenggara acara, sehingga kesalahan-kesalahan teknis dapat diminimalisir;

2. Panitia yang bertanggung jawab dalam acara ini hendaknya menjaga pola komunikasi agar acara dapat berjalan lebih maksimal;

3. Diperlukan pola koordinasi yang lebih baik lagi kepada panitia dan pembagian jobdesk harus merata serta briefing harus selalu dilakukan dengan matang sebelum kegiatan dimulai;

4. Inovasi-inovasi baru tentang diskusi sangat diperlukan agar peserta lebih tertarik mengikuti kegiatan ini;

(17)

5. Menyiapkan konsep dan teknisnya secara matang dan membuat plan lain agar saat kegiatan terlaksana tidak sesuai dengan konsep awal ada solusi langsung yang bisa dilakukan.

 Praktik Cerdik Keluar Lingkungan Kampus (PACEKLIK) IV

a. Nama Kegiatan : PACEKLIK IV (Praktik Cerdik Keluar Lingkungan Kampus) IV dengan tema “Helping People to Help Themselves”.

b. Tujuan : Kegiatan ini kami selenggarakan dengan maksud dan tujuan menjalankan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES) Universitas Jember Tahun 2019 guna menciptakan suatu wahana baru yang lebih edukatif. Dengan tujuan-tujuan yang lebih spesifik antara lain:

1. Menarik minat mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial untuk aktif pada kegiatan pengabdian masyarakat dan pemberdayaan masyarakat;

2. Menjadikan PACEKLIK IV sebagai lahan awal praktik bagi mahasiswa baru Ilmu Kesejahteraan Sosial 2019 dan sebagai lahan pengembangan kemampuan mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial;

3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial untuk memahami terkait permasalahan di desa dan upaya penanganannya melalui kegiatan PACEKLIK IV.

c. Waktu :

PACEKLIK IV dilaksanakan pada :

1. Tema Anak : a. 6 Oktober 2019 b. 13 Oktober 2019 2. Tema Kewirausahaan : a. 5 Oktober 2019

b. 12 Oktober 2019 3. Tema Kesehatan : a. 2 November 2019

b. 3 November 2019

(18)

c. 9 November 2019

d. Tempat : PACEKLIK IV dilaksanakan di Sanggar Anak Merdeka dan lingkungan sekitar Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.

e. Penanggung Jawab : Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat.

f. Sasaran

1. Mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember;

2. Anak didik dan warga sekitar sanggar anak merdeka.

g. Jumlah Peserta : Jumlah peserta PACEKLIK IV berjumlah 60 mahasiswa mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember.

No Nama TEMA

1. Bagas Muhammad Athallah

ANAK

2. Sovie Andani ANAK 3. Aldo Tri

Sasongko ANAK 4. Angelina

Tambunan ANAK 5. Almira Shela

Nur

Suprapmita

ANAK

6. Pungky

Rahma Ayu ANAK 7. Hanis Navila ANAK

8. Salma

Zahidah ANAK

9. Dinda Nauli

Sitanggang ANAK 10. Dina Kartika

Dwi Noviana ANAK 11. Herul

Iskandar ANAK 12. Nila Aprilia

Apsari ANAK

13. Dyah Heni

Safitri ANAK

14. Firmansyah

Adiraja ANAK

15. Nurul ANAK

(19)

Widyaningsih 16. Wahyu

Suryaningtyas ANAK 17. Gustiastri

Nurahmawati M

ANAK

18. Yulius Ricky

Presseliawan ANAK 19. Nafisatul

Laili Fadilah ANAK 20. Nur Risqi

Imaniyah Tsulatsa

ANAK

21. Ardiah Ratrie

Hapsari KEWIRAUSAHAAN

22. Euriel Ardityafahri Alamsyah

KEWIRAUSAHAAN

23. Rani Mitha

Riski KEWIRAUSAHAAN

24. Avitatul

Azizah KEWIRAUSAHAAN

25. Inayah Putri

Maharani KEWIRAUSAHAAN

26. Dharma Aji

Candra KEWIRAUSAHAAN

27. Intan Puspita

Sari KEWIRAUSAHAAN

28. Ferina Renata

Boulqis KEWIRAUSAHAAN

29. Chindy

Wulandari KEWIRAUSAHAAN 30. Nurin

Oktarina F KEWIRAUSAHAAN 31. Riska Herlin

Andrianti KEWIRAUSAHAAN 32. Intan Safira

Wijayanti KEWIRAUSAHAAN 33.. Raniah

Azalea Azzahra

KEWIRAUSAHAAN

34. Suryadi KEWIRAUSAHAAN 35. Namira Fadia

Haya KEWIRAUSAHAAN

36 Widya Langgeng Puspasari

KEWIRAUSAHAAN

37. Calysta KEWIRAUSAHAAN

(20)

Fatkhi Muchlisin 38. Wisnu Setyo

Budi KEWIRAUSAHAAN

39. Eka Wahyu S KEWIRAUSAHAAN 40. Bidayatul

Hidayah KEWIRAUSAHAAN

41. Lira Adintia

Yuniar KESEHATAN

42. Adinda Nurul

Fadlilah KESEHATAN 43. Ayu Dian

Lestari KESEHATAN

44. Musharrofa KESEHATAN 45. Bayu

Hariyanto KESEHATAN 46. Isma Fitri

Habibah KESEHATAN

47. Agung Budi

Utomo KESEHATAN

48. Stella Peppi

Cita KESEHATAN

49. Anis Fila KESEHATAN

Klaudia 50. Aulia Regna

Oktavina KESEHATAN 51. Dwi Mutia

Hassny KESEHATAN

52. Syifaul

Lubabah KESEHATAN

53. Ismi Oktavia KESEHATAN 54. Devi Ayu

Permatasari KESEHATAN 55. Alfian Reza

Fahrofi KESEHATAN

56. Chandika Permana Laksono P

KESEHATAN

57. Riza Yanuar

Adelina KESEHATAN

58. Weni Catur

Fitriani KESEHATAN 59. Suci Nurul

Hidayah KESEHATAN

60. Cinta Nuraini KESEHATAN

(21)

h. Indikator Keberhasilan :

1. Terpenuhinya kuota yaitu 60 mahasiswa yang telah ditentukan dan keaktifan pada saat kegiatan PACEKLIK IV dilaksanakan;

2. Terdapat peserta PACEKLIK IV dari mahasiswa baru Ilmu Kesejahteraan Sosial 2019 dan mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial;

3. Terbentuknya laporan rumusan permasalahan dan penanggulangan pada puncak PACEKLIK IV yaitu Welfare Camp.

i. Implementasi Kegiatan : Pada kegiatan PACEKLIK IV kali ini Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat memiliki gagasan dan inovasi baru terkait plotingan kelompok PACEKLIK IV melalui pembagian sesuai dengan tema yang telah ditentukan berdasarkan masalah dan sumber kebutuhan warga Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Maka terbentuklah 3 tema antara lain Kesehatan, Kewirausahaan, dan Anak. Pada rencana awal setiap kelompok akan melakukan kegiatan PACEKLIK IV selama 1 bulan sesuai dengan fokus tema yang ditentukan. Dengan rincian satu kali assessment, satu kali implementasi kegiatan, dan satu kali evaluasi kegiatan sekaligus penyusunan laporan. Dengan rencana dalam kurun waktu 3 bulan terhitung sejak September s.d. November PACEKLIK IV akan dilaksanakan. Namun pada pelaksanaan kegiatan terkadang tidak dapat sesuai dengan rencana awal yang telah ditentukan karena terjadi berbagai hambatan. Pada pelaksanaannya PACEKLIK IV hanya dapat dilaksanakan dalam kurung waktu 2 bulan saja dari yang semula direncanakan 3 bulan sejak September s.d. November. Kegiatan PACEKLIK IV mengalami kemunduran pelaksanaan yang semula pemberangkatan pertama di bulan September, karena terdapat kendala yang sudah di jelaskan pada point hambatan, jadi kegiatan PACEKLIK IV baru bisa di laksanakan pada bulan Oktober. Pembagian kelompok dan pemahaman terkait PACEKLIK

(22)

IV tetap berjalan pada bulan September. Sehingga setiap kelompok mendapatkan jatah untuk berangkat menuju desa pada bulan Oktober dan November 2019 sejumlah 3 atau 2 kali dengan waktu sebagai berikut, tanggal 6 dan 12 Oktober 2019 dengan kelompok Tema Anak, tanggal 5 dan 13 Oktober 2019 dengan kelompok Tema Kewirausahaan, dan tanggal 2, 3, 9 November 2019 dengan kelompok Tema Kesehatan.

Adapun proses pelaksanaan PACEKLIK IV ini masing-masing kelompok memiliki goals dan tujuan yang berbeda seperti kelompok dengan Tema Anak memiliki tujuan untuk memasifkan tentang hak-hak anak dan edukasi pentingnya tentang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan kepada anak. Pada implementasi telah dilakukan dan memiliki dampak postif terhadap partisipatif anak dalam mengikuti kegiatan yang di berikan kelompok tema anak dengan judul kegiatan “Peta Semangat” dengan konsep outbond dan jelajah lapang yang di sisipkan berbagai materi terkait pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, harapannya dengan kegiatan belajar dan bermain dapat memicu kreatifitas dan semangat dari anak- anak. Serta pada hari pertama Tema Anak terjun, mereka langsung mengajar di sanggar kemudian mereka mengikuti anak anak pulang ke rumah untuk menanyakan data-data kepada orang tuanya terkait beasiswa pendidikan, akta, dll hal ini bertujuan untuk menjadi data penunjang dalam laporan, serta menjalin silaturahmi dan menambah kedekatan kepada masyarakat setempat. Beda dengan kelompok Tema Kewirausahaan yang memiliki sasaran terhadap masyarakat dalam wilayah Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kab. Jember.

Khususnya adalah kaum ibu-ibu rumah tangga untuk dapat menemukan potensi dan inovasi baru terkait beberapa potensi desa yang dapat di tumbuh kembangkan oleh masyarakat. Pada implementasinya telah tercapai dengan partisipasi masyarakat untuk mencoba dan mengolah salah satu komoditas kebun milik warga yaitu pisang dan kopi. Komoditas

(23)

tersebut diolah menjadi kripik pisang dengan varian rasa kopi. Inovasi dan kreatifitas yang unik seperti itu perlu dikembangkan agar menjadi komoditi unggul dan berdampak pada masyarakat. Maka perlu adanya upaya pendampingan dan keberlanjutan terkait kesadaran dari potensi desa oleh masyarakat. Terakhir pada kelompok dengan Tema Kesehatan lebih luas lagi tentang sasaran kegiatan yang dilakukan. Kelompok tersebut merambah segala kelompok umur dari anak-anak, dewasa, bahkan sampai lansia. Pada implementasi kegiatan oleh kelompok Tema Kesehatan telah melaksanakan sosialisasi fungsi KIS (Kartu Indonesia Sehat) kepada masyarakat. Implementasi kegiatan ini dilandaskan pada penemuan masalah pada saat proses assesment pada masyarakat yang mengeluhkan dan tidak mengetahui fungsi dari kartu tersebut. Terlebih lagi kegiatan kelompok Tema Kesehatan memiliki sinergi dengan mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam naungan CIMSA (Center for Indonesian Medical Students' Activities) Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Bentuk sinergitasnya adalah melakukan chek up kesehatan gratis untuk masyarakat Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kab Jember. Pada implementasi kegiatan yang dilakukan kelompok Tema Kesehatan dapat dikatakan berhasil karena menarik minat dan partisipatif masyarakat untuk menjaga dan merawat kesehatan diri. Pada proses panjang yang dilakukan saat kegiatan PACEKLIK IV akan memiliki hasil dan dampak pada kegiatan Welfare Camp. Secara keseluruhan kegiatan PACEKLIK IV telah mengajarkan dan menggambarkan terkait makna pengabdian masyarakat yaitu suatu gerakan proses pemberdayaan diri untuk kepentingan masyarakat. Dengan menggunakan banyak aspek di dalamnya yang harus disentuh untuk menjadikan suatu masyarakat itu lebih baik, mulai dari karakternya, budayanya, sampai pola pikirnya.

Meskipun kegiatan ini hanya bersifat orientasi atau pengenalan, namun kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan pengalaman

(24)

baru kepada mahasiswa, yang nantinya dapat dijadikan sebagai bekal saat terjun pada kehidupan masyarakat sesungguhnya.

Rencana Rundown PACEKLIK IV

Waktu Acara Keterangan Tempat

07.30-08.00 WIB

Persiapan Keberangkatan

Peseta dan Pengurus

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Jember

Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember 08.00-09.00

WIB

Pemberangkatan Peserta

09.00-09.30 WIB

Persiapan

09.30-11.00 WIB

Memulai Kegiatan

11.00-12.00 WIB

ISHOMA

12.00–14.30 WIB

Kegiatan

14.30 WIB Kegiatan selesai dan persiapan pulang

Rundown Implementasi PACEKLIK IV

Waktu Acara Keterangan Tempat

07.30-08.00 WIB

Persiapan Keberangkatan

Peseta dan Pengurus

Fakultas Ilmu

(25)

08.00-09.00 WIB

Pemberangkatan Peserta

Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Jember Dusun

Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember 09.00-09.30

WIB

Sarapan dan briefing akhir

09.30-11.30 WIB

Memulai Kegiatan

11.30-12.00 WIB

Istirahat dan sholat

12.00–12.30 WIB

Evaluasi

12.30 WIB Kegiatan selesai dan persiapan pulang

j. Hasil Kegiatan : Hasil kegiatan PACEKLIK IV ini adalah memberikan pengalaman dan menjadi bekal awal terkait dengan praktik yang ada dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial yang mana targetnya adalah terjun langsung ke masyarakat sekaligus mengasah kompetensi mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat dan mengembangkan cara berfikir mahasiswa dalam penanganan sebuah permasalahan dengan menggunakan kelompok kerja sebagai suatu media. Tema yang ada dalam PACEKLIK IV ini ada 3 yaitu Anak-anak, Kewirausahaan dan Kesehatan yang dimana tiap masing- masing tema memiliki hasil tersendiri yang cukup signifikan, yang dimaksud signifikan disini adalah setiap harinya terdapat hasil yang sesuai dengan tahap – tahap dari setiap tema yang akan dijabarkan pada tabel dibawah ini.

(26)

No Tanggal Tema Hasil

1 5 Okt 2019

Kewirausahaan

Dari pelaksanaan intake dan wawancara yang bertujuan untuk menambah kedekatan antara peserta PACEKLIK IV dengan warga sekitar sekaligus melihat potensi alam yang ada disekitar situ, diperoleh data bahwa kondisi masyarakat disana sebenarnya memiliki banyak potensi baik dalam segi sumber daya alam maupun manusianya, akan tetapi mereka enggan melakukan inovasi karena terkendala oleh pekerjaan musiman yang dianggap memforsir waktu mereka sehingga untuk melakukan sebuah inovasi menjadi sebuah hal yang kurang bermanfaat.

Pada musim hujan, potensi alam yang dihasilkan sebagian besar berupa kopi, sedangkan pada musim kemarau, potensi alam yang dihasilkan berupa pisang.

2 12 Okt 2019

Dari data potensi, hambatan, dll akhirnya ditemukan bahwa pengolahan sumber daya alam yang berupa inovasi kripik pisang dengan varian rasa kopi ini cocok. Setelah produk jadi, produk di berikan ke warga setempat untuk dicicpi dan kita merekomendasikan untuk mencoba membuat dan memasarkan

(27)

karena ini merupakan inovasi yang cukup bagus.

3 6 Okt 2019

Anak-Anak

Dalam pencarian data yang dilakukan pada hari pertama setelah ditemukan beberapa keluarga yang tidak memiliki data-data kependudukan. Hal tersebut terjadi karena birokrasi tertutup atau dipersulit sehingga beberapa keluarga tersebut enggan untuk mengurus data- data kependudukan.

4 13 Okt 2019

Dalam hari ini kelompok anak melakukan pengajaran dengan 3 materi yaitu Bahasa Inggris, esehatan dan kebersihan lingkungan dan ditambah ada pelajaran bermain ke lingkungan sekitar dalam materi lingkungan hidup dengan harapan mereka lebih paham akan kesadaran lingkungan hidup di dusun Sumbercandik. Banyak anak yang mengerti dan paham dengan pengajaran yang dilakukan terbukti dengan keaktifan mereka saat di dalam diskusi.

(28)

5

26 Okt 2019

Kesehatan

Hasil dari intake di hari pertama kelompok kesehatan bertanya seputar permasalahan kesehatan di rumah-rumah warga dan didapati banyak yang mengidap diabetes serta kencing manis.

6 27 Okt 2019

Dalam agenda sosialisasi dan pembagian kupon cek kesehatan gratis masyarakat banyak yang berkeluh mengenai permasalahan kesehatan mereka apalagi terkait dengan kartu BPJS mereka yang sebagian tidak bisa digunakan.

7 3 Nov 2019

Dari hasil cek kesehatan banyak didapati masyarakat yang memiliki darah tinggi.

Setelah melakukan cek kesehatan gratis warga juga diberi himbauan untuk menjaga pola hidup mereka.

k. Hambatan :

1. Terbenturnya kegiatan PACEKLIK dengan beberapa kegiatan wajib dari universitas dan fakultas yang melibatkan mahasiswa baru sehingga memotong waktu satu bulan pelaksanaan kegiatan PACEKLIK;

2. Terbenturnya jadwal kegiatan PACEKLIK dengan jadwal kegiatan UKM Kependudukan Universitas Jember;

3. Sulitnya akses menuju lokasi dan juga cuaca yang tidak menentu;

(29)

4. Kendala transportasi yang terbatas sehingga menghambat peserta dan pengurus menuju lokasi;

5. Kurangnya partisipasi pengurus sehingga yang mengikuti kegiatan PACEKLIK IV hanya beberapa individu saja;

6. Tidak adanya sinergi pada Tema Kewirausahaan dengan komunitas yang menangani masalah kewirausahaan.

l. Evaluasi dan Proyeksi

 Evaluasi

1. Ketidak tepatan waktu keberangkatan menuju desa;

2. Agenda yang telah disusun kurang berjalan dengan baik karena terbentur oleh kegiatan lain yang ada di Desa Panduman;

3. Cukup menghabiskan waktu ketika memanggil warga dan anak-anak Desa Panduman untuk datang ke Sanggar;

4. Keluputan dalam pemberian mamiri dan absensi pada kelompok PACEKLIK IV Tema Kesehatan;

5. Materi pembelajaran yang diberikan kepada anak-anak sanggar dirasa berat dan tidak bertahap;

6. Kurangnya partisipasi dari masyarakat Desa Panduman terhadap kegiatan yang kita adakan.

 Proyeksi

Proyeksi ke depan, apabila program kerja ini dilanjutkan pada periode kepengurusan HIMAKES berikutnya, beberapa hal berikut dapat menjadi saran:

1. Meningkatkan pola koordinasi dengan pengurus terkait pembagian pengurus yang berangkat ke panduman, serta briefing harus selalu dilakukan dengan matang sebelum kegiatan dimulai;

2. Menyiapkan kebutuhan yang diperlukan dengan segera sebelum acara dilaksanakan;

(30)

3. Menilik terlebih dahulu kebutuhan serta kegiatan lain yang ada di Desa Panduman;

4. Mengatur pola kerjasama dan komunikasi yang lebih baik lagi dalam menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang terkait di luar HIMAKES.

 Welfare Camp

a. Nama Kegiatan : Welfare Camp dengan tema Kontribusi dan Dedikasi Anak Bangsa untuk Desa yang Berdaya.

b. Tujuan : Kegiatan ini kami selenggarakan dengan maksud dan tujuan menjalankan salah satu puncak program kerja Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES) Universitas Jember tahun 2019 yakni PACEKLIK (Praktik Cerdik Keluar Lingkungan Kampus) IV guna menciptakan suatu wahana baru yang lebih edukatif. Dengan tujuan-tujuan yang lebih spesifik antara lain:

1. Menarik minat mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial khususnya peserta PACEKLIK IV untuk tetap bergerak di bidang pengabdian masyarakat;

2. Menjadikan Welfare Camp ini sebagai ruang serap aspirasi antara peserta dengan dinas terkait berdasarkan data permasalahan yang sudah dipaparkan yang kemudian nantinya bisa ditindak lanjuti oleh dinas terkait;

3. Sebagai lahan penerapan ilmu yang ada di Ilmu Kesejahteraan Sosial.

c. Waktu : Sabtu – Minggu, 30 November – 1 Desember 2019.

d. Tempat : Villa Rembangan milik Dinas Peternakan.

e. Penanggung Jawab : Kepanitiaan KERTAKASI V.

f. Sasaran :Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, khususnya peserta PACEKLIK IV.

(31)

g. Jumlah Peserta : Peserta yang ada di kegiatan Welfare Camp ini adalah peserta dari kegiatan PACEKLIK IV. Total peserta yang hadir pada kegiatan Welfare Camp sejumlah 49 dari 60 peserta PACEKLIK IV.

NO. NAMA KELOMPOK

1.

Bagas Muhammad Athallah

ANAK

2. Sovie

Andani ANAK

3. Aldo Tri

Sasongko ANAK

4. Angelina

Tambunan ANAK

5.

Almira Shela Nur Suprapmita

ANAK

6. Pungky

Rahma Ayu ANAK

7. Hanis

Navila ANAK

8. Dinda Nauli

Sitanggang ANAK

9. Herul

Iskandar ANAK

10. Dyah Heni

Safitri ANAK

11. Firmansyah

Adiraja ANAK

12.

Nurul Widyanings ih

ANAK

13.

Gustiastri Nurahmawa ti M

ANAK

14.

Yulius Ricky Presseliawa n

ANAK

15.

Nafisatul Laili Fadilah

ANAK

16.

Nur Risqi Imaniyah Tsulatsa

ANAK

17. Ardiah Ratrie

KEWIRAUSAHA AN

(32)

Hapsari

18.

Euriel Ardityafahri Alamsyah

KEWIRAUSAHA AN

19. Rani Mitha Riski

KEWIRAUSAHA ANAK

20. Inayah Putri Maharani

KEWIRAUSAHA AN

21. Dharma Aji Candra

KEWIRAUSAHA AN

22. Intan Puspita Sari

KEWIRAUSAHA AN

23.

Ferina Renata Boulqis

KEWIRAUSAHA AN

24. Nurin Oktarina F

KEWIRAUSAHA AN

25.

Riska Herlin Andrianti

KEWIRAUSAHA AN

26.

Raniah Azalea Azzahra

KEWIRAUSAHA AN

27. Suryadi KEWIRAUSAHA

AN

28. Namira Fadia Haya

KEWIRAUSAHA AN

29.

Widya Langgeng Puspasari

KEWIRAUSAHA AN

30.

Calysta Fatkhi Muchlisin

KEWIRAUSAHA AN

31. Wisnu Setyo Budi

KEWIRAUSAHA AN

32. Eka Wahyu S

KEWIRAUSAHA AN

33. Bidayatul Hidayah

KEWIRAUSAHA AN

34. Lira Adintia

Yuniar KESEHATAN

35. Ayu Dian

Lestari KESEHATAN 36. Musharrofa KESEHATAN

37. Bayu

Hariyanto KESEHATAN

38. Isma Fitri

Habibah KESEHATAN

(33)

39. Stella Peppi

Cita KESEHATAN

40. Anis Fila

Klaudia KESEHATAN

41.

Aulia Regna Oktavina

KESEHATAN

42. Syifaul

Lubabah KESEHATAN

43. Ismi

Oktavia KESEHATAN

44. Devi Ayu

Permatasari KESEHATAN 45. Alfian Reza KESEHATAN

Fahrofi

46.

Chandika Permana Laksono P

KESEHATAN

47. Weni Catur

Fitriani KESEHATAN

48. Suci Nurul

Hidayah KESEHATAN

49. Cinta

Nuraini KESEHATAN

h. Indikator Keberhasilan

1. Terpenuhinya kuota yaitu 60 mahasiswa yang telah ditentukan dan keaktifan pada saat kegiatan PACEKLIK IV dilaksanakan;

2. Terdapat peserta PACEKLIK IV dari mahasiswa baru Ilmu Kesejahteraan Sosial 2019 dan mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial;

3. Terbentuknya laporan rumusan permasalahan dan penanggulangan pada puncak PACEKLIK IV yaitu, Welfare Camp.

(34)

i. Implementasi Kegiatan : Kegiatan Welfare Camp merupakan kegiatan yang berkonsentrasi pada praktik turun lapang atau praktik langsung ke masyarakat dimana dalam kegiatannya melibatkan peran serta mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial serta lembaga sosial yang berkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan sosial terkait masalah kesejahteraan, dan Welfare Camp ini masuk dalam agenda Kegiatan Rutin Tahunan Kesejahteraan Sosial (KERTAKASI) V. Welfare Camp disini mengangkat konsep kajian diskusi dengan pihak-pihak bersangkutan yang menjadi tema pembahasan pada PACEKLIK IV. Lembaga sosial yang ikut berpartisipasi akan disesuaikan dengan kebutuhan dari kegiatan sebelumnya yang berkaitan dengan Welfare Camp yaitu Diskusi Advokasi dan PACEKLIK IV.

Welfare Camp ini merupakan puncak dari kegiatan PACEKLIK IV yang mengemas tiga topik pembahasan berbeda yaitu tentang Anak, Kesehatan, dan Kewirausahaan. Welfare Camp akan dilaksanakan setelah kegiatan PACEKLIK IV selesai yaitu pada akhir bulan November dan awal bulan Desember. Sesuai dengan namanya, Welfare Camp dilaksanakan selama 2 hari satu malam dengan mengikutsertakan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dan mitra yang telah menyatakan kesediaannya untuk ikut serta dalam program ini. Dengan mengangkat tema “Kontribusi dan Dedikasi Anak Bangsa untuk Desa yang Berdaya” harapannya kegiatan ini memiliki dampak positif berkelanjutan. Rincian kegiatan yang akan diselenggarakan akan bertumpu pada agenda kegiatan yang telah disusun bersama antara jurusan dan pihak-pihak terkait. Dalam Welfare Camp, fokus kegiatannya berpusat pada pelaporan kelompok pada kegiatan PACEKLIK IV terkait dengan temanya masing-masing yang selanjutnya nanti akan diberikan tanggapan dan penjelasan oleh pihak terkait. Setelah proses pemaparan dan tanggapan dari laporan tersebut dilakukan selanjutnya akan dilakukan pengkomparasian. Komparasi yang dimaksudkan disini berguna untuk membandingan perbedaan antara praktik yang telah dilakukan oleh peserta

(35)

Welfare Camp dengan pihak terkait yang lebih mendalami tema pembahasan. Setelah menemukan hasil yang sama akan dibuat surat rekomendasi berupa data lapang dan data-data pihak terkait sekaligus surat tersebut nantinya juga digunakan sebagai upaya pengadvokasian Desa Panduman, Dusun Sumbercandik agar lebih mendapatkan perhatian oleh pemerintah. Pada tanggal 30 November 2019 panitia dan peserta berangkat bersama-sama menggunakan sepeda motor menuju Villa Rembangan dan dalam pemberangkatan ini menggunakan sistem plotting agar tidak terkesan konvoi di jalan. Sesampainya di villa, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, selanjutnya terdapat sambutan-sambutan dari Ketua KERTAKSI V, dan Ketua HIMAKES sekaligus pembukaan acara Welfare Camp yang dipimpin oleh Ketua Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Dikarenakan Wakil Dekan III tidak dapat hadir untuk mengisi sambutan dan pembukaan Welfare Camp, untuk pembukaan acara digantikan oleh Ketua Jurusan.

Selanjutnya terdapat sambutan dari Kepala Desa Panduman sekaligus Pak Rochim selaku warga Desa Panduman. Setelah sambutan acara, dilanjutkan dengan Review Paceklik IV dimana dari Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat menjelaskan apa saja yang akan dilakukan oleh peserta PACEKLIK IV di Villa Rembangan dan menggambarkan input dari acara ini. Selanjutnya, peserta dipersilahkan untuk ishoma karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.00. Lalu acara dilanjutkan dengan laporan-laporan dimana peserta PACEKLIK IV menjelaskan apa saja yang sudah mereka lakukan selama berada di Desa Panduman dengan tema-tema yang sudah diberikan. Tema dari PACEKLIK IV yaitu :

1. Anak;

2. Kewirausahaan;

3. Kesehatan.

(36)

Setelah seluruh laporan dipaparkan, selanjutnya acara dilanjutkan dengan Welfare Discussion, dalam acara ini kami berdiskusi mengenai laporan-laporan yang sudah dipaparkan waktu siang harinya dimana disini peserta PACEKLIK IV menjelaskan sesuai dengan tema, apakah di Desa Panduman sudah bisa dikatakan sesuai atau masih memilki banyak kekurangan. Hasil dari Welfare Discussion ini akan di pertanyakan kepada 3 dinas terkait mengenai lapangan yang ada di Desa Panduman itu seperti apa. Setelah diskusi dilaksanakan, peserta PACEKLIK IV istirahat dan mempersiapkan diri untuk keesokan harinya. Kemudian dilanjutkan pada tanggal 1 Desember 2019. Pagi harinya setelah shalat shubuh peserta dan panitia melakukan senam pagi, selanjutnya peserta dan panitia melakukan outbond dengan beberapa permainan dengan membentuk beberapa kelompok. Setelah outbond peserta lanjut untuk mandi dan sarapan, kemudian mempersiapkan diri dalam acara selanjutnya. Acara dilanjutkan dengan mengundang dinas yang terkait dengan tema anak yaitu dari Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Jember, dimana Dinas P3AKB menjelaskan terkait apa saja upaya dinas terhadap anak-anak yang terutama berada di Desa Panduman.

Peserta PACEKLIK IV terutama kelompok Tema Anak bisa bertanya yang dijelaskan oleh Dinas P3AKB dengan data pada saat dilapang apakah sudah sesuai atau masih jauh dari yang dipaparkan oleh dinas terkait.

Kemudian dilanjutkan oleh Dinas Kesehatan Jember dan peserta PACEKLIK IV dapat bertanya mengenai kesehatan yang ada di Desa Panduman. Kemudian yang terakhir yaitu Dinas UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Jember. Setelah peserta PACEKLIK IV mendengarkan pemaparan dari dinas – dinas terkait, agenda selanjutnya yaitu ishoma. Acara dilanjutkan dengan Komparasi dan Rekomendasi dimana panitia yang bertugas menjelaskan komparasi dan membantu kelompok dari masing–masing tema untuk membuat komparasi tersebut.

(37)

Dalam hal Rekomendasi disini kami mengkoordinasikan kembali kepada peserta PACEKLIK IV terkait 2 hari yang sudah mereka lalui apakah akan dilanjutkan dengan dinas terkait atau cukup sampai disini. Agenda terakhir closing ceremonial yang akan disampaikan oleh Ketua KERTAKASI V.

Kemudian dilanjutkan dengan persiapan untuk kembali ke rumah masing- masing.

Rencana Rundown Welfare Camp

Tanggal Waktu Durasi Kegiatan

SABTU, 30 NOVEMBE

R 2019

06.30-07.00 30‟ Titik kumpul FISIP UNEJ 07.00-08.30 90‟ Pemberangkatan peserta 08.30-08.50 20‟ Registrasi Peserta

08.50-08.55 5‟ Opening MC

08.55-09.00 5‟ MenyanyikanLagu Indonesia Raya 09.00-09.05 5‟ Sambutan Ketua Kertakasi 09.05-09.10 5‟ Sambutan Ketua Himakes 09.10-09.20 10‟ Sambutan Kepala Jurusan 09.20-09.30 10‟ Sambutan dan pembukaan oleh Wakil

Dekan III

09.30-09.40 10‟ Sambutan Kepala Desa Panduman 09.40-11.00 80‟ Review Paceklik IV

11.00-12.30 90‟ ISHOMA

12.30-13.30 60‟ Laporan tema anak 13.30-14.30 60‟ Laporan tema kewirausahaan 14.30-15.30 60‟ Istirahat Shalat Ashar 15.30-16.30 60‟ Laporan Tema kesehatan

(38)

Rundown Implementasi Welfare Camp

Tanggal Waktu Durasi Kegiatan

S

06.30-07.05 35‟ Titik kumpul FISIP UNEJ 07.05-08.41 96‟ Pemberangkatan peserta 08.41-09.19 40 Registrasi Peserta

09.19-09.20 1‟ Opening MC

16.30-19.00 150‟ ISHOMA

19.00-22.00 180‟ Welfare Discussion

22.00-03.30 330‟ Istirahat

MINGGU, 1 DESEMB

ER 2019

03.30-04.30 60‟ Shalat subuh

04.30-05.30 60‟ Senam pagi dan Outbond 05.30-07.00 90‟ Bersih diri dan Sarapan 07.00-08.30 90‟ Dinas P3AKB (Pemberdayaan

Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Jember 08.30-10.00 90‟ Dinas Kesehatan Jember 10.00-11.30 90‟ DinasUMKM (Usaha Mikro Kecil dan

Menengah) Jember

11.30-12.30 60‟ ISHOMA

12.30-15.00 150‟ Komparasi dan rekomendasi 15.00-16.00 60‟ Sholat Ashar dan persiapan untuk pulang 16.00-16.10 10‟ Penutupan Kertaksi V dan penutupan

acara

16.10 - Kembali ke Fisip

(39)

A B T U , 30

N O V E M

B E R

2 0 1 9

09.20-09.22 2‟ Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 09.22-09.26 4‟ Sambutan Ketua Kertakasi 09.26-09.32 6‟ Sambutan Ketua Himakes 09.35-09.55 23‟ Sambutan Kepala Jurusan

- - Sambutan dan pembukaan oleh Wakil Dekan III

09.55-10.21 31‟ Sambutan Kepala Desa Panduman dan Pak Rochim

10.21.-11.03 44‟ Review Paceklik IV

11.03-12.42 105‟ ISHOMA

12.42-13.36 54‟ Laporan tema anak

13.36-14.38 60‟ Laporan tema kewirausahaan 14.38-15.36 65‟ Istirahat Shalat Ashar 15.36-16.01 40‟ Laporan tema kesehatan

16.01-19.12 150‟ ISHOMA

19.12-22.00 113‟ Welfare Discussion

22.00-03.30 330‟ Istirahat

M I N G G U

03.30-04.35 65‟ Shalat subuh

05.00 95‟ Senam pagi dan Outbond

06.10-07.15 65‟ Bersih diri dan Sarapan

07.40-09.04 95‟ Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga

Berencana) Jember 09.17-10.36 95‟ Dinas Kesehatan Jember

(40)

1,

D E S E M

B E R

2 0 1 9

10.41-10.45 Ice Breaking

10.49-12.07 95‟ Dinas UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Jember

12.07-13.45 60‟ ISHOMA

13.45-15.40 150‟ Komparasi dan rekomendasi

15.40-16.00 20‟ Penutupan KERTAKASI V dan penutupan acara

16.45 - Kembali ke Fisip

j. Hasil Kegiatan : Di mulai dari tujuan awal kegiatan ini sebagai bentuk fasilitasi peserta PACEKLIK IV yang terbagi menjadi tiga kelompok tema yakni Anak, Kesehatan, dan Kewirausahaan untuk dapat berdiskusi dengan Dinas P3AKB Jember, Dinas Kesehatan Jember, dan Dinas UMKM Jember sebagai bentuk diskusi terkait beberapa masalah yang ada di Desa Panduman, Dusun Sumbercandik. Secara garis besar dari ketiga dinas yang telah melakukan diskusi bersama peserta PACEKLIK IV dapat memahami terkait tupoksi kerja dari masing-masing dinas, serta peserta mampu memberikan argumentasi masalah dari desa binaan yang ditujukan kepada dinas-dinas tersebut. Terlepas dari hasil yang di dapatkan oleh peserta yakni pemahaman dan pengalaman, hubungan eksternal antar lembaga dapat terjalin berkat adanya kegiatan Welfare Camp, melalui

(41)

pemaparan peserta PACEKLIK IV dinas-dinas yang bersinergi dalam kegiatan ini mengerti atas keadaan lapang yang sesungguhnya. Kemudian banyak harapan dari dinas-dinas tersebut yang menginginkan keberlanjutan dari kegiatan ini, sehingga tujuan baik dari kegiatan mampu berdampak baik bagi masyarakat. Dalam hasil lain dari kegiatan Welfare Camp ini yakni terbentuknya tulisan komparasi terkait apa yang telah dipaparkan oleh Dinas P3AKB Jember, Dinas Kesehatan Jember, Dinas UMKM Jember melalui apa yang ditemukan peserta di lapangan. Sehingga bentuk komparasi ini menjadi bahan tambahan untuk peserta mampu memahami terkait masalah, kebutuhan, dan potensi dari desa tersebut agar Desa Panduman terberdayakan. Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAKES) memberikan fasilitas untuk keberlanjutan dari Welfare Camp, banyak pihak termasuk peserta PACEKLIK IV yang memberikan masukan dan pemahaman untuk membuat langkah keberlanjutan yang nyata yakni terbentuknya komunitas pemberdayaan, sehingga proses- proses pengabdian dan pemberdayaan menjadi leluasa yang bertujuan agar tidak terikat batasan periode dan program kerja. Pada proses audiensi dengan peseta PACEKLIK IV total ada 45 suara dari 49 peserta sepakat untuk memberikan langkah tindak lanjut dalam bentuk komunitas.

Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam hal ini hanya menjadi fasilitator, segala bentuk inisiator dan keinginan membentuk komunitas berada pada peserta PACEKLIK IV yang akan berbicara mengenai keberlanjutan pengawalan pada dinas-dinas terkait untuk Desa Panduman, Dusun Sumbercandik.

k. Hambatan

1. Terjadi Pemadaman listrik sehingga mengganggu jalannya acara pada laporan Tema Kewirausahaan sehingga tidak dapat menampilkan video yang telah dipersiapkan;

(42)

2. HT (Handy Talky) terkendala oleh baterai sehingga panitia tidak dapat berkoordinasi pada saat kegiatan berlangsung;

3. Perubahan konsep yang mendadak terkait komparasi dan rekomendasi;

4. Dekorasi yang seharusnya dilakukan H-1 sebelum kegiatan, dilaksanakan pada hari H;

5. Tidak seluruh dari peserta PACEKLIK IV ikut dalam agenda Welfare Camp;

6. Surat rekomendasi yang tidak dapat terlaksana karena dari departemen melihat bentuk pengawalan yang tidak dapat dilakukan karena keterbatasan periode kepengurusan.

l. Evaluasi dan Proyeksi

 Evaluasi

1. Pola koordinasi dengan tamu undangan tidak dapat berjalan dengan maksimal, baik dari pihak fakultas maupun desa;

2. Persiapan panitia dalam kegiatan pada H-1 acara kurang mampu dipersiapkan dengan baik;

3. Peserta tidak terkontrol dengan maksimal dan tidak ada aturan yang mengikat peserta selama kegiatan berlangsung;

4. Pembicara dalam hal ini tidak memaparkan materi secara detail sesuai dengan TOR (Term Of Reference) yang sudah dibuat;

5. Kurang mendukungnya fasilitas seperti proyektor yang tidak tersedia dan kamar mandi yang kurang memadai pada saat kegiatan berlangsung.

 Proyeksi

1. Pola koordinasi dari proses administrasi surat dan pemberitahuan kepada tamu undangan mengenai bentuk kegiatan dapat di selesaikan dari jauh-jauh hari sebagai antisipasi hal-hal teknis lapang;

2. Pada persiapan kegiatan sebaiknya panitia maupun pengurus benar- benar memahami terkait konsep dan teknis kegiatan;

(43)

3. Mengingat kegiatan ini bersifat menginap maka dibutuhkan peraturan yang mengikat peserta terkait segala proses kegiatan seperti ketepatan waktu, barang bawaan, dan berbagai hal yang perlu diupayakan agar berjalan dengan maksimal;

4. Penyelenggara lebih memantau terkait pemahaman dan rencana penyampaian oleh pembicara sehingga menjadi satu garis dengan TOR (Term Of Reference) yang dibuat;

5. Lebih selektif terkait fasilitas saat melakukan survei tempat, sehingga dapat menyesesuaikan dengan bentuk kegiatan.

 Program Harian

LAPORAN NON PROGRAM KERJA DEPARTEMEN ADVOKASI DAN PENGABDIAN MASAYARAKAT

No. Tanggal Nama Angkatan Permasalahan Pengadvokasian

1. Selasa, 2 Juli 2019

Prisma Dwi Handika

2018 Terkait dengan nilai Ujian Akhir Semester yang mendapatkan nilai E.

Membantu mengarahkan untuk menemui dosen pengampu dan operator, lalu diberikan surat untuk mengurusi perubahan nilai dengan mengajukan surat tersebut ke wakil rektor 1. Setelah ke rektor 1 dan mendapatkan memo diserahkan ke tata usaha lagi untuk kemudian di proses perubahan suratnya di bantu oleh operator jurusan. Terkendala di dosen pengampu yang meminta bukti-bukti tugas yang telah

(44)

dikumpulkan.

2.. Jumat, 23 Agustus 2019

Mahasiswa Baru Ilmu Kesejahtera an Sosial

2019 Perubahan alur untuk melakukan KRS, yang pada tahun-tahun sebelumnya KRS dilakukan secara bersama-sama di dalam ruangan, tetapi pada tahun

2019 ini,

pelaksanaan KRS dilakukan dengan menemui dosen

pembimbing akademik masing-masing yang sudah dibagi. Dalam

hal ini

menyebabkan beberapa

mahasiswa baru yang terlambat melakukan KRS karena tidak bertemu dengan dosen

Teratasi dengan dibantu oleh Departemen Data Anggota dan Pendamping Mahasiswa Baru untuk mengawal melakukan KRS dengan menemukan mahasiswa terkait dengan dosen pembimbing akademik, serta operator guna membantu keberlangsungan proses KRS.

(45)

pembimbing akademik,

keterlambatan ini juga

menyebabkan beberapa

mahasiswa baru tidak

mendapatkan kelas.

3. Sabtu, 24 Agustus 2019

Fatkhurrah man

2018 Tidak bisa melakukan KRS padahal sudah membayar UKT.

Tidak pernah mengikuti

perkuliahan selama semester 1 dan 2 tetapi sister masih aktif bahkan keluar IP.

Hanya bertahan sampai pada ospek

Universitas saja.

Menghubungi secara personal dengan dibantu teman-teman satu angkatan. Fatkhurrahman menginformasikan kendalanya dan mengatakan akan masuk kuliah lagi. Tindak lanjutnya Fatkhurrahman sulit dihubungi dan sampai dengan Semester 3 berakhir ini tetap tidak melanjutkan kuliahnya.

4. Rabu, 28 Agustus 2019

Mahasiswa Baru Ilmu kesejahteraa

2019 Berkaitan

dengan absensi yang alpa karena

Membantu mengkomunikasikan permasalahan dengan operator jurusan dan dosen pengampu

(46)

n Sosial bertepatan pada kegiatan di SECABA oleh seluruh

mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Jember.

mata kuliah agar dibenahi absensinya yang alpa. Oleh operator dilakukan pemutihan sehingga mahasiswa yang absensinya masih alpa menjadi hadir karena memang berkiatan dengan kegiatan kampus.

5. Rabu, 11 September 2019

Aldo Tri Sasongko

2019 Belum

mendapatkan Jas Almamater.

Menanyakan kepada sub bagian tata usaha fakultas. Jas Almamater memang belum ada untuk ukuran yang besar dan akan disegerakan dalam pemberiannya.

Bu Probo mengatakan bahwasannya almamater yang belum diberikan bisa diurus sendiri langsung ke rektorat.

6. Senin, 16 September 2019

Putri Rinjani

2019 Permasalahan terkait absensi yang

mendapatkan alpa sebanyak 3 dengan alasan surat sakit yang dititipkan tidak disampaikan kepada operator

Melakukan pendampingan dan membantu Putri Rinjani untuk menemui dan menjelaskan kepada operator jurusan.

Terselesaikan secara langsung karena memang ada bukti surat sakitnya.

(47)

ataupun dosen pengampu.

7. Jumat, 20 September 2019

Rofiatul Fariha

2019 Permasalahan terkait dengan absensi alpa karena tidak bisa melakukan barcode.

Mengarahkan untuk menemui operator untuk menindaklanjuti alpa pada absensinya.

Terselesaikan dengan mengisi lembaran surat dan memberikan keterangan bahwa tidak bisa melakukan barcode karena sister yang eror.

8. Sabtu, 12 Oktober 2019

Mahasiswa Baru Bidikmisi Jurusan Ilmu Kesejahtera an Sosial

2019 Terkait dengan surat kontrak Bidikmisi.

Menemui Bu Probo selaku

Kasubag Umum dan

Kemahasiswaan untuk menanyakan alur pengurusan surat kontrak Bidikmisi. Adapun dalam prosesnya surat kontrak ini tidak di kolektif, melainkan mahasiswa penerima Bidikmisi mengurusi sendiri dengan mengumpulkan surat kontrak tersebut langsung kepada Tata Usaha untuk mendapatkan pengantar kepada rektorat.

9. Senin, 21 Oktober 2019

Menghadiri agenda sosialisasi penyesuaian UKT yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas di Aula FISIP.

Hasil yang diperoleh:

1) Penyesuaian UKT dilakukan untuk penuruanan dan kenaikan dengan menyesuaikan prosedur dan kemampuan;

2) Sistem yang dilakukan adalah dengan menyiapkan berkas persyaratan,

(48)

dalam hal ini BEM hanya melakukan pendampingan serta memberikan wadah kepada mahasiswa untuk disalurkan kepada fakultas sehingga dari data yang ada fakultas akan memberikan penyesuaian baik penurunan maupun kenaikan UKT;

3) Data-data yang harus diberikan dapat diunduh melalui link yang telah diberikan oleh BEM dan tertera di bio Instagram @Bemfisipunej serta melengkapinya dengan data diri, gaji orang tua, tamggungan orang tua, slip pajak motor;

4) Adapun pengumpulan berkas dilakukan mulai tanggal 21 Oktober – 1 Oktober 2019.

10. Rabu, 30 Oktober 2019

Dina Kartika Dewi Noviana

2019 Resign. Tindak lanjut selanjutnya terkait dengan formulir pengunduran diri dilakukan pada Kamis, 07 November 2019.

11. Jumat, 01 November 2019

1. Isma 2. Syifaul Lubabah 3. Sheiryl 4. Lutfi 5. Suryadi 6. Cinta 7. Regna

2018 dan 2019

Penyesuain UKT.

Menjadi penghubung antara mahasiswa yang mengumpulkan berkas untuk penyesuaian UKT dengan BEM.

12. Senin, 18 November 2019

Tia 2019 Resign. Setelah melakukan peninjauan kepada yang bersangkutan, mahasiswa ini justru menutupi dan tidak memberikan keterbukaan dan ketersediaan untuk dibantu.

(49)

2. Departemen Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan

 Sharing With Community dan Tour Dinas

a. Nama Kegiatan : Sharing With Community dan Tour Dinas dengan tema “Upaya Preventif Permasalahan Remaja melalui Edukasi Interaktif”.

b. Tujuan

1. Mampu menjadi media diskusi antara mahasiswa, pihak dari komunitas, serta instansi/dinas terkait;

2. Memperkenalkan komunitas serta instansi/dinas terkait kepada mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap keberadaan komunitas serta lembaga tertentu;

3. Membangun relasi dan interaksi yang baik antara mahasiswa dengan komunitas dan instansi/dinas terkait;

4. Memberikan wawasan serta pengalaman baru bagi mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial mengenai struktural, wewenang, serta berbagai isu yang akan dibagikan serta didiskusikan baik itu dengan komunitas maupun instansi/lembaga tersebut.

c. Waktu : Sabtu dan Minggu, 5 dan 6 Oktober 2019.

d. Tempat : Sharing With Community dan Tour Dinas dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember.

e. Penanggung Jawab : Departemen Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan.

f. Sasaran : Mahasiswa aktif Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember angkatan 2017-2019.

g. Jumlah Peserta : Jumlah peserta Sharing With Community dan Tour Dinas berjumlah 40 peserta mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Jember.

Referensi

Dokumen terkait

Secara keseluruhan program kegiatan PPL dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Yang mana semua program dapat penyusun laksanakan dengan cukup baik. Praktikan

Secara keseluruhan, rencana program PPL sudah terlaksana dengan baik. Dari persiapan, yaitu menyusun RPP berdasarkan silabus yang ada, membuat media pembelajaarn semua

Secara keseluruhan, rencana program PPL sudah terlaksana dengan baik. Dari persiapan, yaitu menyusun RPP berdasarkan silabus yang ada, membuat media pembelajaarn

Program optimalisasi perpustakaan dapat terlaksana secara keseluruhan. Kami sebagai tim PPL tinggal mengoptimalkannya. Program ini dilaksanakan dengan langkah awal

Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Kegiatan Organisasi Eksternal Kampus bertujuan untuk membantu mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan organisasi

Evaluasi untuk Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) S1 Reguler dan S1 Ekstensi ini tidak ada yang berarti karena secara keseluruhan acara sudah berjalan dengan

Bidang ini juga memiliki wewenang dengan bekerja sama dengan bidang, organisasi dan pihak lain untuk membina hubungan relasi dengan pihak eksternal FKUB, baik untuk

Bidang Studi Hukum Tata Negara dilakukan secara menyeluruh, berlapis dan rutin berkala.41 Tetapi disisi lain pengawasan internal justru dipandang belum berjalan maksimal, karena masih