• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

2.1.Konsep Dasar Akuntansi

Menurut Priyati (2013:1) menyebutkan pengertian akuntansi oleh Amerika Institute of CertifiedPublic Accountants (AICPA), yaitu:

Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan dalam memilih alternatf-alternatif dari suatu keadaan ataudapat dikatakan:

Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian secara sistematis dari transaksi-transaksi keuangan suatu badan usaha, serta penafsiran terhadap hasilnya.

Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 2005 Akuntansi adalah “proses pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penginterpretasian atas hasilnya, serta penyajian laporan”.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu sistem atau teknik dari suatu pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan menganalisa data keuangan yang dilakukan dengan cara tertentu dan ukuran moneter yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi suatu organisasi.

Menurut Bahri (2016a:2) ada beberapa pihak-pihak pemakai informasi akuntansi, diantaranya:

a. Investor, penanam modal, penasihat dan pemegang saham membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasinya serta untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar dividen.

b. Karyawan membutuhkan informasi keuangan mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, dan untuk menilai kemampuan perusahaan.

5

(2)

c. Pemberi pinjamanmembutuhkan informasi keuangan untuk memutuskan apakah pinjaman dan bungannya dapat dibayar pada jatuh tempo atau tidak.

d. Pemasok dan kreditur usaha lainnya. Informasi keuangan digunakan untuk memutuskan apakah jumlah terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.

e. Pelanggan. Informasi keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan hidup perusahaan.

f. Pemerintah. Informasi keuangan dibutuhkan untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional.

g. Masyarakat. Informasi keuangan digunakan untuk membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan.

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economy entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

2.1.1. Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Churchman dalam Daud dan Windana (2014:18) menyebutkan bahwa “sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan”.

Sedangkan menurut Jerry Futz Gerald dalam Hutahaean (2014a:2)sistem adalah “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.

(3)

Tiga komponen sistem fungsi atau subsistem adalah input- proses- output, fungsi ini juga menunjukkan bahwa sistem sebagai poses tidak bisa berdiri sediri, harus ada input dan output.

Menurut Gordon B. Davis dalam Hutahaean (2014b:9) informasi adalah

“data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang”.

Sedangkan menurut Kosasih (2014:23) informasi adalah “data yang telah diorganisir dan diproses sehingga bermanfaat bagi proses pengambilan keputusan.

Semakin banyak dan semakin berkualitas informasi yang tersedia, maka pengambilan keputusan menjadi semakin baik”.

Menurut Hutahaean (2014c:13) sistem informasi adalah “suatu sisem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.”

Sedangkan menurut Mahatmyo (2014a:6) sistem informasi (information system) adalah “serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses

menjadi informasi dan didistribusikan ke pengguna.”

Menurut Mahatmyo (2014b:9) sistem informasi akuntansi merupakan

“sekelompok struktur dalam sebuah entitas yang mengelola sumber daya fisik dan sumber daya lain untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi akuntansi, agar dapat memenuhi kebutuhan informasi berbagai pihak.”

(4)

Sedangkan menurut Andi (2017:6) menjelaskan bahwa “sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data sehingga menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan”.

Sistem informasi akuntansi dapat berupa sistem manual maupun sistem kompleks yang menggunakan teknologi informasi terbaru.

2.1.2. Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi merupakan hubungan antara harta, utang dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.Persamaan dasar akuntansi digunakan sebagai dasar pencatatan sistem akuntansi, artinya setiap transaski yang terjadi harus dicatat dalam dua aspek. Jadi persamaan dasar akuntansi adalah keseimbangan antara sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva), perubahan yang timbul akibat adanya transaksi keuangan keseimbangan akan selalu dipertahankan. Pengakuan transaksi lebih mudah dilakukan apabila memahami persamaan akuntansi.

Berdasarkan hal tersebut maka terdapat lima rekening yaitu harta, utang, modal, pendapatan dan beban. Kelima rekening tersebut saling berhubungan.

Hubungan antara aktiva dan pasiva dapat diungkapkan dengan model matematis yang dikenal dengan nama persamaan akuntansi, yaitu:

Posisi laporan keuangan perusahaan terdiri dari harta (Aktiva), utang dan modal (ekuitas) dalam perusahaan yang berbadan hukum, investasi pemegang saham.Utang yang dimiliki perusahaan kepada kreditur disebut pasiva. Dengan demikian persamaan akuntansi dapat dikembangkan sebagai berikut:

Aktiva = Passiva

(5)

2.1.3. Akun dan Rekening

Menurut Nur (2017:168) menjelaskan bahwa “rekening merupakan alat yang dipergunakan dalam proses akuntansi yang berisi informasi mengenai saldo Aktiva, Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya. Setiap rekening diberi nama sesuai dengan nama pos-pos dalam laporan keuangan”.

Akun atau Rekening adalah sarana yang digunakan untuk mencatat trasaksi atau peristiwa (sifat sejenisnya).Informasi yang terperinci dari tiap-tiap laporan keuangan ada didalam akun.Akun untuk masing-masing perusahaan berbeda, tergantung dari jenis transaksi, besar perusahaan, tipe bisnis dan kompleksitas setiap perusahaan.

2.1.4. Macam-macam Akun dan Rekening 1. Akun Riil atau Akun Neraca

Akun yang berkesinambungan yang akan dibawa dari suatu periode ke periode berikutnya. Akun Riil adalah akun-akun yang terdapat dalam neraca.Akun-akun tersebut mecakup Akun Aktiva, Akun kewajiban (utang), dan Akun Modal.

A. Harta/Aktiva (Assets)

Aktiva merupakan harta yang dimiliki perusahaan, atau setiap sumber daya yang dimiliki perusahaan dan berguna pada waktu yang akan datang.

Macam-macam aktiva sebagai berikut:

1) Aktiva Lancar(Current Assets)

Aktiva lancar merupakan aktiva yang dapat dicairkan (diuangkan) dalam kurun waktu satu tahun atau satu siklus akuntansi.

HARTA = UTANG + MODAL

(6)

Contoh: Kas, kas di bank, surat-surat berharga, piutang wesel atau wesel tagih, piutang usaha/piutang dagang, persediaan barang dagang, beban dibayar dimuka, pendapatan yang masih harus diterima.

2) Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)

Investasi jangka panjang adalah suatu penanaman modal di dalam perusahaan lain dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu juga untuk memperoleh laba atau keuntungan dan mengontrol perusahaan tersebut.

Contoh: investasi berupa saham, investasi dalam obligasi (surat hutang), dan surat berharga lainnya.

3) Aktiva Tetap(Fixed Assets)

Aktiva Tetap merupakan suatu kekayaan yang dimiliki perusahaan dimana pemakaiannya (umur ekonomis) lebih dari satu tahun, digunakan untuk proses operasi, serta tidak untuk dijual.

Contoh: tanah, gedung, kedaraan, mesin, peralatan toko dan sebagainya.

4) Aktiva Tetap Tak Berwujud(Intangible Assets)

Aktiva tetap tak berwujud adalah suatu hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan memiliki nilai namun tidak memiliki bentuk fisik.

Contoh: hak paten, hak cipta, hak merek, waralaba.

5) Aktiva Lain-lain (Other Assets)

Aktiva yang tidak dapat digolongkan kedalam aktiva lancar, penyertaan, harta tetap, dan harta tak berwujud.

Contoh: aktiva tetap yang tidak digunakan, beban yang ditangguhkan, piutang kepada pemegang saham.

B. Kewajiban atau Utang(Liabilities)

(7)

Kewajiban merupakan hutang perusahaan yang wajib dibayar kepada pihak lain yang memberi pinjaman dalam jangka waktu tertentu.

1) Kewajiban Lancar (Utang Jangka Pendek)

Adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasional perusahaan.

Contoh: utang wesel, utang dagang atau usaha, beban yang masih harus dibayar, persekot pendapatan, dan lain-lain.

2) Kewajiban Jangka Panjang

Adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun buku dan sumber pembayarannya tidak diambil dari aktiva lancar.Penyajian pos utang jangka panjang dipisahkan dari pos utang jangka pendek, bertujuan agar kontrol atas utang-utang tersebut lebih mudah dilakukan. Utang jangka panjang biasanya dicatat berdasarkan perjanjian kredit yang dimuat:

a. Jumlah pinjaman yang disetujui b. Tingkat atau suku bunga

c. Jumlah angsuran dan jatuh temponya d. Barang jaminan

e. Sifat dan luasnya ikatan yang ada seperti akumulasi dana untuk pembayaran kembali pinjaman, pembatasan atas modal kerja dan pembagian deviden serta ikatan lainnya.

Contoh: utang obligasi, utang hipotik, kredit investasi.

3) Kewajiban Lain-lain

(8)

Adalah utang yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam utang jangka pendek atau jangka panjang.

Contoh: hutang kepada perusahaan afiliasi, utang jaminan jangka panjang.

C. Modal (capital)

Modal adalah sebuah nilai nominal yang digunakan saat memulai usaha tanpa memikirkan penyusutan, kerugian atau laba yang diperoleh.Modal juga dapat diartikan sebagai kewajiban perusahaan membayar hak pemilik bila diperlukan, misalnya ketika ada anggota yang keluar atau perusahaan dilikuidasi (dibubarkan).Contoh: modal pribadi, modal saham, laba ditahan, modal simpanan.

2. Akun Nominal / Rugi Laba

Akun yang ada pada rugi laba ada 2 kelompok akun yaitu pendapatan dan beban.

A. Pendapatan

Menurut Hartiyah, (2014) mengemukakan bahwa:

Menyajikan informasi yang relevan bagi para penggunanya guna pengambilan keputusan adalah tujuan dari akuntansi keuangan dan pendapatan sebagai unsur akuntansi yang merupakan unsur kehidupan dari suatu perusahaan. Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, deviden, royalty, dan sewa. Pendapatan biasanya diukur dalam satuan harga pertukaran yang berlaku, pendapatan harus diakui setelah kejadian penting atau setelah proses penjualan pada dasarnya telah diselesaikan.

Umumnya pendapatan untuk perusahaan manufaktur dan dagang menggunakan istilah “penjualan” sedangkan istilah “pendapatan usaha atau jasa”

umumnya digunakan untuk menyatakan pendapatan di perusahaan jasa.

Pendapatan dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

(9)

1) Pendapatan Usaha(operating income) yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha pokok atau utama perusahaan.

Contoh: pendapatan usaha atau jasa, penjualan barang dagang.

2) Pendapatan diluar Usaha atau pendapatan lain-lain (other income) yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil bukan usaha pokok atau utama perusahaan.

Contoh: pendapatan bunga, pendapatan sewa, penjualan aktiva tetap.

B. Beban Usaha(expense)

Perlu dibedakan antara biaya (cost) dengan beban (expense). Biaya adalah pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk mendapatkan barang atau jasa.Beban adalah biaya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan satu periode. Beban dikelompokan menjadi 2 yaitu:

1) Beban Usaha atau Beban Operasional (operating expense) adalah biaya yang digunakan untuk mendapatkan pendapatan utama.

Contoh: beban gaji, beban listrik, beban penyusutan.

2) Beban diluar Usaha (non operating expense) yaitu biaya yang digunakan untuk mendapatkan pendapatan selain utama.

Contoh: rugi penjualan aktiva tetap, beban bunga.

2.1.5. Pengkodean Akun

Untuk memudahkan proses pencatatan transaksi dan dalam penyusunan laporan keuangan maka perlu dilakukan penggolongan / pengkodean akun. Kode akun (chart of account) ini merupakan susunan dari angka/numeric yang tujuannya adalah membedakan dan mengelompokkan masing-masing akun agar

(10)

mudah dimengerti, dicari, dan diingat.Semakin besar dan banyak transaksi pada suatu perusahaan semakin dibutuhkan pengkodean suatu akun.

Penggolongan akun bisa menggunakan dua metode, yaitu metode numerik dan metode memonik.

1. Metode numerik adalah pemberian kode akun dengan memberikan kode berupa angka.

2. Metode memonik adalah pemberian kode akun dengan menggunakan huruf.

Berikut adalah kelompok perkiraan utama berdasarkan pendekatan laporan keuangan:

Angka 1 untuk kelompok Harta Angka 2 untuk kelompok Utang Angka 3 untuk kelompok Modal Angka 4 untuk kelompok Pendapatan Angka 5 untuk kelompok Beban 2.1.6. Saldo Normal Akun

Menurut Bahri (2016b:21) saldo normal rekening adalah “saldo normal dari masing-masing rekening dengan tujuan untuk menunjukkan keadaan secara umum saldo dari rekening-rekening tersebut”.

Saldo normal akun atau rekening akan saling berpengaruh terhadap bertambah atau berkurangnya suatu rekening. Misalnya rekening Aktiva bersaldo normal debet, apabila terdapat penambahan atau kenaikan maka saldo akan dicatat disisi debet dan sebaliknya jika terjadi pengurangan atau penurunan saldo maka akan dicatat disisi kredit.

(11)

Untuk lebih mudah memahami saldo normal dari masing-masing rekening dan pengaruh sisi pencatatan jika terjadi penambahan dan pengurangan disajikan pada tabel dibawah ini:

Tabel II.1.

Saldo Normal Akun

Jenis Akun Saldo Normal Penambahan Pengurangan Aktiva (Harta) Debit (D) Debit (D) Kredit (K) Utang (Kewajiban) Kredit (K) Kredit (K) Debit (D) Ekuitas (Modal) Kredit (K) Kredit (K) Debit (D)

Pendapatan Kredit (K) Kredit (K) Kredit (K)

Beban Debit (D) Debit (D) Debit (D)

Prive Debit (D) Debit (D) Kredit (K)

Deviden Debit (D) Debit (D) Kredit (K)

Laba Kredit (K) Kredit (K) Debit (D)

Rugi Debit (D) Debit (D) Kredit (K)

Sumber: Bahri (2016c:22) 2.1.7. Siklus Akuntansi

MenurutWijaya (2015a:26) siklus akuntansi merupakan “Pengolahan data akuntansi dimulai dari pencatatan transaksi pada bukti pembukuan, dan diakhiri dengan penyusunan laporan keuangan, serta proses penutupannya (pengikhtisarannya).”

Sedangkan menurut Rudianto dalam Rahmawati (2015a:173) siklus akuntansi adalah “aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas dan melaporkan aktivitas atau transaksi perusahaan dalam bentuk informasi keuangan.”

Kegiatan pencatatan akuntansi meliputi:

1. Pembuatan dan penerimaan bukti transaksi

(12)

2. Pencatatan kedalam buku jurnal

3. Pemindah-bukuan kedalam buku besar (posting) 4. Pembuatan neraca saldo (trial balance)

5. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian (adjustment) 6. Penyusunan laporan keuangan (financial statement)

Adapun penjelasan dari masing-masing proses tersebut:

1. Pembuatan dan penerimaan bukti transaksi

Setiap aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan masalah keuangan yang dikenal sebagai transaksi berupa dokumen seperti faktur, invoice, memo, dan lain-lain yang harus dicatat dalam pembukuan yang nantinya digunakan untuk membuat laporan keuangan perusahaan.

2. Pencatatan kedalam buku jurnal

Setelah bukti transaksi telah terkumpul selanjutnya akan dimasukkan kedalam buku jurnal, disesuaikan dengan penggolongan pada jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal khusus terdiri dari Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas, Jurnal Penjualan dan Jurnal Pembelian.

Menurut Wijaya (2015b:27) Jurnal adalah “Catatan akuntansi pertama (book of original entry), yang digunakan oleh administrasi perusahaan guna

mencatat transaksi keuangan dengan tujuan untuk pendataan, dengan menyebutkan waktu transaksi berjalan dan rekening yang didebet maupun yang dikredit”.

3. Pemindah bukuan kedalam Buku Besar (posting)

Setelah semua transaksi telah dikelompokkan kedalam jurnal selanjutnya transaksi tersebut akan diposting kedalam buku besar, didalam buku besar

(13)

transaksi-transaksi tersebut akan dikelompokkan lagi sesuai dengan kode akun.

4. Pembuatan Neraca Saldo

Transaksi-transaksi yang telah dikelompokkan kedalam buku besar nantinya akan terlihat saldo yang sudah nol, maupun yang masih tersisa saldonya, pada pembuatan neraca saldo ini menyusun akun-akun yang masih tersisa saldo pada saat posting.

5. Pembuatan Neraca Lajur dan Jurnal Penyesuaian

Nilai suatu aktiva tetap dapat disusutkan atau dibebankan secara tepat, yaitu dengan menggunakan metode penyusutan. Metode penyusutan merupakan proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya aktiva berwujud ke beban yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut.

6. Penyusunan Laporan Keuangan

Merurut Fahmi dalam Pongoh (2013:670) menyatakan “Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi laporan keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.”

Laporan keuangan suatu perusahaan juga merupakan daftar ringkasan data- data keuangan perusahaan yang merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan selama satu periode. Laporan keuangan harus disajian secara jelas dan menggunakan sistem sesuai dengan norma-norma pelaporan keuangan yang berlaku, baik untuk kepentingan pemilik maupun kepentingan lainnya.

7. Pembuatan Jurnal Penutup

(14)

Setelah menyusun jurnal neraca lajur, maka langkah selanjutnya adalah menyusun jurnal penutup, yaitu jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo perkiraan sementara (perkiraan nominal dan perkiraan prive) disebut jurnal penutup.Jadi, jurnal penutup adalah ayat jurnal untuk mengenolkan saldo perkiraan sementara, seingga perusahaan dapat mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode.

8. Pembuatan Neraca Saldo setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan ialah daftar akun yang masih memiliki saldo setelah entri penutupan dilakukan.Neraca saldo setelah penutupan hanya berisi akun riil (akun yang dilaporkan pada neraca). Secara lebih detail akun- akun yang dicantumkan dalam neraca saldo setelah penutupan yaitu akun aktiva (harta), kewajiban (hutang), dan modal.

9. Pembuatan Jurnal Pembalik

Setelah neraca saldo penutupan disusun, sebenarnya tahapan proses akuntansi untuk 1 periode telah selesai. Namun demikian masih ada tahapan proses akuntansi yang masih dapat dilakukan jika diperlukan dan tidak selalu harus dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan akuntansi perusahaan. Tahapan proses yang dimaksud adalah membuat jurnal penyesuaan kembali atau jurnal pembalik.

2.1.8. Perusahaan Jasa

Menurut Maulinarhadi (2013:55) mengemukakan bahwa “Perusahaan Jasa adalah organisasi bisnis yang aktivitasnya memberikan layanan jasa kepada para pelanggannya.”

(15)

Mereka memberi layanan jasa kepada masyarakat dan sebagai imbalannya perusahaan memperoleh penghasilan. Penghasilan tersebut bersumber dari penjualan jasa. Untuk memberikan layanan itu diperlukan biaya baik berupa perlengkapan yang diperlukan untuk memberikan layanan jasa itu maupun dalam bentuk lain. Sistem akuntansi jenis perusahaan ini relatif sederhana, karena tidak banyak jenis transaksi yang terjadi di perusahaan.

2.2. Tools Aplikasi

Pengolahan data transaksi keuangan pada CV. Laju Jaya Motor penulis menggunakan software MYOB Premier Versi 16. MYOB memberikan kemudahan dalam proses administrasi usaha dengan mengintegrasikan fungsi- fungsi buku besar, keuangan, pembelian, penjualan, persediaan, dan pengelolaan relasi dimulai dari proses input dokumen dasar sampai pada proses pelaporan.Dengan terintegrasinya fungsi-fungsi tersebut memberikan efisiensi kerja dengan menghilangkan pengulangan pencatatan transaksi, melalui fungsi- fungsi yang berbeda, dan memungkinkan eksplorasi data yang maksimal. MYOB dikembangkan dibeberapa negara lain, seperti di New Zealand, Asia, Amerika, Kanada dan United Kingdom. MYOB Premier dapat digunakan untuk perusahaan yang menggunakan sistem multicurrency (banyak mata uang) dan multi user (banyak pengguna). Walaupun MYOB dikembangkan di Australia, tetapi ada versi MYOB yang diperuntukkan untuk kawasan Asia, seperti Malaysia, Singapura, dan Internasional (Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Brunei dan Timor-Timur).

Menurut Mahmudi dalam Rahmawati (2015b:175) MYOB Premier adalah

“sebuah aplikasi akuntansi yang diperuntukkan bagi usaha kecil menengah

(16)

(UKM) yang dibuat secara terpadu (integrated software)”.Memadukan beberapa modul menjadi satu paket dengan harga yang cukup terjangkau untuk usaha kecil dan menengah.

Sedangkan menurut Sohidin dalam Rahmawati (2015c:175) menjelaskan bahwa “MYOB merupakan singkatan dari Mind Your Own Bussines, adalah sebuah paket aplikasi software akuntansi yang dikembangkan pertama kalioleh MYOB Technology Pty.Ltd., yang berdomisili di Australia”.

Beberapa pertimbangan menggunakan software ini sebagai alat (tools) yang membantu proses pekerjaan akuntansi supaya menjadi lebih cepat dan tepat diantaranya:

1. User Friendly (mudah digunakan), tampilan menu dan aliran transaksi yang sederhana dan mudah. Mudah diingat dan dimengerti oleh awam yang kurang mengetahui secara mendalam tentang komputer dan akuntansi.

2. Tingkat keamanan (security) yang valid untuk setiap user.

3. Kemampuan eksplorasi semua laporan ke program excel tanpa melalui proses expor dan imporfile yang merepotkan.

4. Dapat menangani transaksi maupun laporan keuangan dengan jumlah digit hingga ratusan miliar rupiah.

5. Kemampuantrash back semua laporan ke sumber dokumen dan sumber transaksi.

6. Dapat diaplikasikan untuk 105 jenis perusahaan yang telah direkomendasikan oleh MYOB.

7. Seluruh fungsi akuntansi terintegrasi dalam suatu program sehingga lebih efisien dan efektif.

(17)

8. Menghasilkan laporan keuangan yang lengkap, akurat, cepat dan otomatis, yang berguna dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan.

9. Menampilkan laporan keuangan komparasi (perbandingan) serta menampilkan analisis laporan dalam bentuk grafik.

10. Bisa dijalankan secara offline maupun online.

11. Software tersebut telah teruji karena program tersebut dikembangkan di negara lain, seperti Amerika yang negara tersebut merupakan gudang software yang terkenal dan hebat.

Semua formulir yang disediakan MYOB sudah dibuat secara otomatis dalam suatu angka dalam form tersebut ditransformasikan ke sisi debit dan sisi kredit, kecuali untuk form record journal entry. Setiap kelompok command centreakan otomatis dihubungkan oleh akun yang telah dipilih dan ditentukan

didalam setup- linked account.

Menu-menu pada MYOB Premier v.16 diantaranya:

1. Modul Accounts

Digunakan untuk melihat daftar akun, mengganti atau mencatat nomor dan nama akun, mencatat saldo, mengaitkan akun, mencatat transaksi, melihat jurnal dan sebagainya.

(18)

Gambar II.1. Menu Accounts 2. Modul Banking

Digunakan untuk mencatat transaksi menggunakan cek, mencatat penerimaan uang melalui bank, rekonsiliasi, untuk melihat jurnal transaksi, mencatat dan sebagainya.

Gambar II.2. Menu Banking

(19)

3. Modul Sales

Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara tunai atau kredit.Untuk mencatat penerimaan, pembayaran dari pelanggan, untuk pemesanan barang, melihat jurnal transaksi, mencatat faktur dan sebagainya.

Gambar II.3. Menu Sales 4. Modul Purchase

Digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara tunai dan kredit, pemesanan, penerimaan, pengembalian barang ke pemasok, melihat jurnal dan sebagainya.

(20)

Gambar II.4. Menu Purchase 5. Modul Inventory

Digunakan untuk mencatat data persediaan barang, harga barang, serta melihat jurnal dan sebagainya.

Gambar II.5. Menu Inventory

(21)

6. Modul Card File

Digunakan untuk mencatat data pelanggan, pemasok, karyawan dan personal.

Gambar II.6. Menu Card File

Gambar

Tabel II.1.
Gambar II.1. Menu Accounts 2. Modul Banking
Gambar II.3. Menu Sales 4. Modul Purchase
Gambar II.4. Menu Purchase 5. Modul Inventory
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dampak dari assertive training yang diberikan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan sikap percaya diri pada anak usia 5-6 tahun pada keluarga tingkat

1) Laporan auditor harus menyatakan apakahlaporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 2) Laporan auditor harus menunjukkan

Berdasarkan pengujian dan analisis data tentang integrasi dan implikasi portofolio diversifikasi terdapat hubungan intergrasi dalam keseimbangan jangka panjang (kointegrasi)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perasan buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) mampu menurunkan kadar glu kosa darah pada kelinci jantan

MENGKAJI ULANG KEGIATAN PEMBANGUNAN DALAM RKP DESA YANG TERKENA DAMPAK TERJADINYA PERUBAHAN MENDASAR ATAS KEBIJAKAN PEMERINTAH, PEMERINTAH PROVINSI, DAN/ATAU PEMERINTAH

Hasil penelitian hubungan dorongan peer group dengan perilaku SADARI diperoleh bahwa dari 40 orang responden yang tidak memiliki dorongan peer group, yang

Adanya perbedaan pendapat tentang penafsiran Harut dan Marut menjadikan persoalan bahwa: kalau memang benar Harut dan Marut itu malaikat maka ia merupakan malaikat yang

Proses aging juga meningkatkan nilai kekuatan impact pada alumunium paduan seri 6069, dimana peningkatan maksimum kekuatan impact terdapat pada material yang