• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH I 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH I 1"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

3

Daftar Isi

A. PENDAHULUAN ... 4

B. TATA KELOLA BAN-SM PROVINSI ... 6

1. Keanggotaan BAN-SM Provinsi Sulawesi Tengah ... 6

2. Sekretariat ... 7

3. Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) ... 7

C. SUMBER DAYA ASESOR ... 9

D. HASIL AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH ... 13

1. Hasil akreditasi Tahun 2018 ... 13

2. Hasil Akreditasi Jenjang SD/MI ... 17

3. Hasil Akreditasi Jenjang SMP/MTs ... 23

4. Hasil Akreditasi Jenjang SMA/MA ... 28

5. Hasil Akreditasi Jenjang SMK ... 34

E. PERMASALAHAN IMPLEMENTASI AKREDITASI TAHUN 2018 ... 37

F. KESIMPULAN DAN SARAN ... 38

G. LAMPIRAN ... 39

(4)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

4

A. PENDAHULUAN

1. Cakupan wilayah dan kondisi geografis, Provinsi Sulawesi Tengah.

Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Provinsi Sulawesi Tengah memiliki cakupan wilayah kerja dengan kondisi geografis yang beragam mulai pegunungan sampai daerah kepulauan, Provinsi Sulawesi tengah merupakan wilayah terluas di antara semua provinsi di pulau Sulawesi dengan Luas wilayah 61.841,29 km² yang terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Toli-Toli, dan Buol. Sulawesi tengah memiliki 175 kecamatan, 2.017 desa/kelurahan, dan 1.148 pulau yang hampir semua kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah memiliki daerah 3T yang sulit dijangkau.

2. Jumlah populasi satuan pendidikan SD/MI. SMP/MTs,

SMA/SMK/MA di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebagai

berikut :

Tabel 1. Populasi Data Sekolah/Madrasah Provinsi Sulawesi Tengah

Jenjang

Status

Negeri

Swasta

Jumlah

SD/MI

2783

432

3215

SMP/MTS

897

395

1292

SMA/MA

188

198

386

SMK

105

89

194

SLB

26

10

36

Total

3999

1124

5123

(5)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

5 Gambar 1 Grafik Populasi Data Jumlah Sekolah/Madrasah

Provinsi Sulawesi Tengah

Berdasarkan populasi data di atas total Sekolah/Madrasah yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah adalah 5123 S/M dengan satatus Negeri 3999 S/M sedangkan yang berstatus Swasta 1124 S/M.

2783 897 188 105 26 432 395 198 89 10 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 SD/MI SMP/MTS SMA/MA SMK SLB

(6)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

6

B. TATA KELOLA BAN-SM PROVINSI

1. Keanggotaan BAN-SM Provinsi Sulawesi Tengah

a. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi yang selanjutnya dengan BAN-S/M Provinsi adalah badan evaluasi nonstruktural di tingkat provinsi yang membantu BAN-S/M dalam pelaksanaan Akreditasi di daerah provinsi.

Anggota BAN-S/M Provinsi terdiri atas : a) Ketua merangkap Anggota;

b) Sekretaris merangkap Anggota; dan c) Anggota.

Berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional Nomor 262/BAN-S/M/SK/2018 tanggal 11 Mei 2018 tentang susunan keanggotaan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi Sulawesi Tengah, yang terdiri dari 15 (lima belas) orang.

b. Daftar Keanggotaan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Provinsi Sulawesi Tengah.

Tabel 2. Data Susunan Keanggotaan BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2017/2022 No Nama Jabatan di BAP-S/M Umur Jenis Kelamin Tingkat

Pendidikan Asal Instansi

1 Dra. Sumarni Ak. Razak Ketua 64 P S1 Praktisi Pendidikan 2 Dr. Gazali Lembah, M. Pd Sekretaris 54 L S3 Perguruan

Tinggi 3 Dr. T.A.M Tilaar, M.Si Anggota 69 L S3 Perguruan

Tinggi 4 Drs. Landri Tandung, M.Pd Anggota 62 L S3 Praktisi

Pendidikan 5 Prof. Dr. Sagaf Pettalongi,

M.Pd Anggota 51 L S3

Perguruan Tinggi 6 Dr. Moh. Ali, M.Pd. I Anggota 44 L S3 Perguruan

Tinggi 7 Drs. Mellong Kaseng, M.Pd Anggota 59 L S2 Disdikbud

Provinsi 8 Drs. Saiful Bahri H. Labha,

MA Anggota 57 L S2

Praktisi Pendidikan 9 Dra. Habiruddin Said, M. Ed Anggota 60 L S2 Praktisi

Pendidikan 10 Dra. Abd. Gani, M. Si Anggota 50 L S2 LPMP

(7)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

7 11 Dr. Herawati, S.S, MA Anggota 41 P S3 Praktisi

Pendidikan 12 Dra. Hartati Haris, M. Pd Anggota 62 P S2 Praktisi

Pendidikan 13 Dra. Adawiyah Mentemas,

M.Pd Anggota 60 P S2

Praktisi Pendidikan 14 Dra. Hj. Mulyani K. Tabanal, M.Pd Anggota 61 P S2 Praktisi Pendidikan 15 Dra. Selvi Ladupa, M. Si Anggota 58 P S2 Praktisi

Pendidikan

2.

Sekretariat

a. Sekretariat Badan Akreditasi Provinsi Sulawesi Tengah sebagai pendukung pelaksanaan program kegiatan di BAN-S/M Sulawesi Tengah berdasarkan SK ketua BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah nomor 02/BAN-S/M-PROV/LL/V/2018 tanggal 21 Mei 2018 tentang penetapan keanggotaan sekretariat badan akreditasi nasional provinsi Sulawesi Tengah.

b. Berikut daftar keanggotaan sekretariat BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah

Tabel 3. Data Susunan Sekretariat BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018

No Nama Jabatan di BAP-S/M Umur Kelamin Jenis Pendidikan Tinggat

1 Dr. Minarni Nongtiji, S.Pd, M.Si Kepala Sekretariat 51 P S3

2 Masnani, SE, M.Pd UPKK 54 P S2

3 Rahmawaty, SH Staf UPKK 41 P S1

4 Moh. Taofan, S.Kom IT SisPeNa 35 L S1

5 Moh. Irvan, ST IT SisPeNa 34 L S1

6 Fitratun Nisa, A.Ma.Pd Staf 34 P S1

7 Ade Mulyani, SE Staf 33 P S1

8 Dita Hilda Damayanti Staf 22 P SMA

3.

Koordinator

Pelaksana Akreditasi (KPA)

a. Dalam Pelaksanaan Akreditasi di daerah kabupaten/kota BAN-S/M Provinsi di bantu oleh Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) di 12 kabupaten dan 1 kota berdasarkan Surat Keputusan BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah nomor 03/BANSM-Prov/LL/V/2018 tanggal

(8)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

8 21 Mei 2018 tentang penetapan Koordinator Pelaksana Akreditasi Sekolah/Madrasah di Kabupaten/Kota.

b. Berikut daftar KPA Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Tabel 4. Data KPA Kabupaten/Kota BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018

No Nama Kab/Kota Kelamin Pendidikan Jenis

1 Dra. Sumpursiah Kota Palu P S1

2 Armyn,S.Pd,M.M Pd Kabupaten

Sigi L S2

3 Drs. Mappiare, M.Si Kabupaten Donggala L S2 4 Wate Irawan Lesnusa, S.Pd, M.Pd Kabupaten Parigi Moutong L S2 5 Dra. Daniah, MM Kabupaten Poso P S2 6 Drs. Supi'i, M. Pd Kabupaten Morowali L S2 7 Nurjannah, S. Pd Kabupaten Morowali Utara P S1 8 Rujumin Malik, S.Pd Kabupaten Tojo Una-Una L S1

9 Drs. Mahmun Kabupaten Banggai L S1

10 M. Aminullah, S.Pd, MM, M.Pd

Kabupaten Banggai

Kepulauan L S2

11 Jeni Manyunya, S.Pd, MM Kabupaten Banggai Laut L S2 12 Jadi, S.Pd, MM Kabupaten Toli-Toli L S2 13 Aruji T. Nuke, S.Ag Kabupaten Buol L S1

(9)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

9

C. SUMBER DAYA ASESOR

1. Distribusi Asesor Kabupaten/Kota menurut jenjang

Tabel 5. Distribusi Asesor Kabupaten/Kota Berdasarkan jenjang

KAB/KOTA SD/MI SMP/MTS SMA/MA SMK Jenjang Jumlah Lintas

KABUPATEN BANGGAI 13 2 2 10 27

KABUPATEN BANGGAI

KEPULAUAN 1 4 2 3 5 15

KABUPATEN BANGGAI LAUT 2 4 1 2 9

KABUPATEN BUOL 4 3 1 1 10 19 KABUPATEN DONGGALA 7 2 2 15 26 KABUPATEN MOROWALI 4 2 2 2 5 15 KABUPATEN MOROWALI UTARA 3 3 6 12 KABUPATEN PARIGI MOUTONG 7 2 2 1 6 18 KABUPATEN POSO 13 6 1 2 6 28 KABUPATEN SIGI 7 2 8 17

KABUPATEN TOJO UNA-UNA 2 4 1 2 3 12

KABUPATEN TOLI-TOLI 3 3 2 1 13 22

KOTA PALU 8 4 2 4 46 64

Total 71 41 17 20 135 284

Dalam pelaksanaan Akreditasi tahun 2018 asesor aktif yang di gunakan berjumlah 284 dengan asesor lintas jenjang berjumlah 135 asesor dan asesor yang belum lintas jenjang sebayank 149 asesor, berdasarkan data tersebut jumlah kebutuhan asesor di provinsi sulawesi tengah masih kurang jika dilihat dengan besarnya kuota akreditasi sejumlah 1025 S/M, oleh karena itu BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah mengambil kebijakan dalam pelaksanaannya dibagi menjadi 2 tahap pelaksanaan visitasi.

(10)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

10 Gambar 2. Grafik Distribusi Asesor Kabupaten/Kota setiap Jenjang

2. Distribusi Asesor Berdasarkan Asal Instansi

Tabel 6. Distribusi Asesor Berdasarkan Asal Instansi

Jabatan Instansi Jumlah

Dosen 22 Guru 1 Koordinator UPA-S/M 13 Pengawas 228 Pensiunan 9 PNS Pendidikan/Kemenag 2 Widyaiswara 9 Total 284 13 1 2 4 7 4 7 13 7 2 3 8 2 4 4 3 2 2 3 2 6 2 4 3 4 2 2 1 2 2 2 1 1 2 2 3 1 1 2 3 1 2 2 1 4 10 5 2 10 15 5 6 6 6 8 3 13 46 K A B U P A T E N B A N G G A I K A B U P A T E N B A N G G A I K E P U L A U A N K A B U PA T E N B A N G G A I L A U T K A B U PA T E N B U O L K A B U PA T E N D O N G G A L A K A B U P A T E N M O R O W A L I K A B U PA T E N M O R O W A L I U T A R A K A B U PA T E N PA R I G I M OU T ON G K A B U PA T E N P O S O K A B U P A T E N S I G I K A B U PA T E N T O J O U N A - U N A K A B U PA T E N T O L I - T O L I K O T A P A L U

(11)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

11 Gambar 3. Grafik Distribusi Asesor Kabupaten/Kota setiap Jenjang

3. Distribusi Asesor Berdasarkan Kelompok Umur.

Tabel 7. Distribusi Asesor Berdasarkan kelompok umur

Kelompok Umur

Jumlah

30-40 Tahun

7

41-50 Tahun

80

51-60 Tahun

187

61-65 Tahun

10

Total

284

Dosen 8% Guru 0% Koordinator UPA-S/M… Pengawas 80% Pensiunan 3% PNS Pendidikan/Kemenag… Widyaiswara 3% Dosen Guru Koordinator UPA-S/M Pengawas Pensiunan PNS Pendidikan/Kemenag

(12)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

12 Gambar 4. Grafik Distribusi Asesor berdasarkan umur

Berdasarkan data diatas jumlah asesor yang memiliki umur 61 – 65 tahun berkisar 4 persen dari jumlah asesor aktif hal ini akan menjadi kebijakan badan akreditasi di provinsi sulawesi tengah dalam

penyusunan program tahun 2019 untuk penambahan asesor baru.

30-40 Tahun

2%

41-50 Tahun

28%

51-60 Tahun

66%

61-65 Tahun

4%

30-40

Tahun

41-50

Tahun

51-60

Tahun

(13)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

13

D. HASIL AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH 1. Hasil akreditasi Tahun 2018

a. Hasil Akreditasi setiap jenjang per kabupaten/kota

Tabel 8. Hasil Akreditasi berdasarkan jumlah setiap jenjang per Kabupaten/Kota

KABUPATEN/KOTA

JENJANG

TOTAL

SD MI SMP MTS SMA MA SMK

KABUPATEN BANGGAI

67

11

20

11

7

12

3

131

KABUPATEN BANGGAI

KEPULAUAN

8

2

22

2

8

2

4

48

KABUPATEN BANGGAI LAUT

26

2

8

2

4

2

44

KABUPATEN BUOL

54

6

19

5

3

87

KABUPATEN DONGGALA

76

1

12

8

2

1

100

KABUPATEN MOROWALI

27

7

10

2

2

48

KABUPATEN MOROWALI UTARA

28

1

11

40

KABUPATEN PARIGI MOUTONG

94

12

27

17

3

4

157

KABUPATEN POSO

81

4

20

6

1

3

115

KABUPATEN SIGI

38

3

11

7

2

2

1

64

KABUPATEN TOJO UNA-UNA

34

7

16

4

1

2

2

66

KABUPATEN TOLI-TOLI

36

6

16

5

1

5

4

73

KOTA PALU

29

6

8

8

1

52

JUMLAH

598 68 200

75

27

40

17

1025

Pada tahun 2018 provinsi sulawesi tengah mendapat kuota 1025 dengan rincian SD 598 S/M, MI 68 S/M, SMP 200 S/M, MTs 75 S/M, SMA 27 S/M, MA 40 S/M, dan SMK 17 Sekolah berdasarkan tabel diatas total 842 Sekolah dan 183 Madrasah. Pelaksanaan akreditasi dibagi menjadi 2 tahap dimana pada tahap 1 sebanyak 70% dan tahap 2 sebanyak 30%.

(14)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

14 Gambar 5. Grafik Distribusi Akreditasi Sekolah/Madrasah Per

Kabupaten/Kota

b. Hasil Akreditasi berdasarkan jumlah sasaran baru

Tabel 9. Hasil Akreditasi berdasarkan Akreditasi Terakhir

Jenjang Berakhir Tahun 2018 Tahun Ke atas Baru Jumlah Berakhir 2

SD 158 357 83 598 MI 19 26 23 68 SMP 104 43 53 200 MTS 28 33 14 75 SMA 11 4 12 27 MA 19 7 14 40 SMK 0 17 17 Total 339 470 216 1025 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 KABUPATEN BANGGAI

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN KABUPATEN BANGGAI LAUT KABUPATEN BUOL KABUPATEN DONGGALA KABUPATEN MOROWALI KABUPATEN MOROWALI UTARA KABUPATEN PARIGI MOUTONG KABUPATEN POSO KABUPATEN SIGI KABUPATEN TOJO UNA-UNA KABUPATEN TOLI-TOLI KOTA PALU SD MI SMP MTS SMA MA SMK

(15)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

15 Gambar 6. Grafik Distribusi Akreditasi Berdasarkan Tahun

Akreditasi Terakhir

c. Hasil Akreditasi Berdasarkan Peringkat per Kabupaten/Kota Tabel 10. Hasil Akreditasi berdasarkan Peringkat

Kabupaten/Kota Peringkat Akreditasi Jumlah

A B C TT

KABUPATEN BANGGAI 6 59 51 15 131

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN 2 19 20 7 48

KABUPATEN BANGGAI LAUT 3 27 14 44

KABUPATEN BUOL 12 37 29 9 87

KABUPATEN DONGGALA 14 44 24 18 100

KABUPATEN MOROWALI 4 17 17 10 48

KABUPATEN MOROWALI UTARA 16 15 9 40 KABUPATEN PARIGI MOUTONG 9 61 65 22 157

KABUPATEN POSO 15 82 14 4 115

KABUPATEN SIGI 4 25 25 10 64

KABUPATEN TOJO UNA-UNA 7 24 24 11 66

KABUPATEN TOLI-TOLI 8 40 18 7 73 KOTA PALU 23 25 4 52 Total 107 476 320 122 1025 158 19 104 28 11 19 357 26 43 33 4 7 0 83 23 53 14 12 14 17 S D M I S M P M T S S M A M A S M K

(16)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

16 Gambar 7. Grafik Hasil Akreditasi Berdasarkan Peringkat

6 2 3 12 14 4 9 15 4 7 8 23 59 19 27 37 44 17 16 61 82 25 24 40 25 51 20 14 29 24 17 15 65 14 25 24 18 4 15 7 9 18 10 9 22 4 10 11 7 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% A B C TT

(17)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

17

2. Hasil Akreditasi Jenjang SD/MI

a. Data Hasil Akreditasi Jenjang SD/MI per Kabupaten/Kota

Tabel 11. Hasil Akreditasi SD dan MI berdasarkan Peringkat

Kab/Kota SD MI Jumlah A B C TT A B C TT KABUPATEN BANGGAI 3 31 27 6 5 5 1 78 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN 3 4 1 2 10 KABUPATEN BANGGAI LAUT 1 17 8 1 1 28 KABUPATEN BUOL 10 24 17 3 1 3 2 60 KABUPATEN DONGGALA 10 33 19 14 1 77 KABUPATEN MOROWALI 10 11 6 1 2 2 2 34 KABUPATEN MOROWALI UTARA 11 12 5 1 29 KABUPATEN PARIGI MOUTONG 8 41 37 8 2 6 4 106 KABUPATEN POSO 7 61 10 3 1 2 1 85 KABUPATEN SIGI 3 12 19 4 1 1 1 41 KABUPATEN TOJO UNA-UNA 6 12 14 2 1 3 2 1 41 KABUPATEN TOLI-TOLI 5 21 8 2 1 4 1 42 KOTA PALU 15 13 1 4 2 35 Total 68 289 187 54 8 25 22 13 666

(18)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

18 Gambar 8. Grafik Hasil Akreditasi Berdasarkan Peringkat

3 1 10 10 8 7 3 6 5 15 31 3 17 24 33 10 11 41 61 12 12 21 13 27 4 8 17 19 11 12 37 10 19 14 8 1 6 1 3 14 6 5 8 3 4 2 2 1 1 1 1 4 5 2 1 1 2 2 2 1 3 4 2 5 1 3 2 1 6 1 2 1 1 2 1 2 4 1 1 1 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% SD A SD B SD C SD TT MI A MI B MI C MI TT

(19)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

19 b. Hasil rata-rata skor per standar per kabupaten/kota

Tabel 12. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan SD/MI

No Standar Nasional Pendidikan SD MI

Baru Re Baru Re

1 Standar Isi 79 86 73 87

2 Standar Proses 72 83 64 83

3 Standar Kompetensi Lulusan 73 84 71 84

4 Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 63 75 58 74 5 Standar Sarana dan Prasarana 57 72 58 70

6 Standar Pengelolaan 74 84 69 84

7 Standar Pembiayaan 79 89 74 88

8 Standar Penilaian Pendidikan 78 88 73 87

73 64 71 58 58 69 74 73 87 83 84 74 70 84 88 87 Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Standar Pendidik Standar Sarana Standar Pengelolaan Standar Biaya Standar Nilai

SD

Baru Reakreditasi

(20)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

20 Gambar 9. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan SD/MI

c. Rekomendasi Jenjang SD/MI

Standar Isi

Agar Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota dapat melakukan bimbingan dan pembinaan kepada SD/MI secara khusus yang berhubungan dengan butir nomor 5 yaitu mengembangkan perangkat Pendidikan Agama dan Budi Pekerti sesuai ruang lingkup materi pembelajaran pada setiap tingkat kelas dan butir nomor 6 yaitu mengembangkan perangkat pembelajaran tematik terpadu sesuai tingkat kompetensi dan ruang lingkup materipembelajaran pada setiap tingkat kelas.

Standar Proses

Agar Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota mengadakan IHT terhadap SD/MI yang berhubungan dengan:

- alokasikan waktu dan beban belajar sesuai ketentuan: (1) durasi 1 jam pembelajaran, (2) beban belajar per minggu,(3) beban belajar per semester, (4) beban belajar pertahun pelajaran.

- proses pembelajaran dengan jumlah siswa per rombongan belajar maksimum 28 orang

- penggunaan buku teks pelajaran dalam proses pembelajaran

- Guru bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan langkah penutup, meliputi: (1) mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran, (2) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, (3) melakukan kegiatan tindak lanjut, dan (4) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran berikutnya.

- pemanfaatan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program: (1) remedial, (2) pengayaan, (3) pelayanan

- konseling, (4) perbaikan proses pembelajaran 73 64 71 58 58 69 74 73 87 83 84 74 70 84 88 87 Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Standar Pendidik Standar Sarana Standar Pengelolaan Standar Biaya Standar Nilai

MI

Baru Reakreditasi

(21)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

21

Standar Kompetensi Lulusan

Agar Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota memantau, menganalisis dan melakukan pembinaan pencapaian SKL pada SD/MI yang siswanya belum memiliki pengetahuan: (1) faktual, (2) konseptual, (3) prosedural, (4) metakognitif dalam setiap tema sesuai dengan pembelajaran tematik terpadu.

Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu:

- mengalokasikan dana untuk peningkatan kualifikasi guru menjadi S1 - mengusulkan pemenuhan sertifikasi guru

- mengatur Guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan/atau uji kelayakan dan kesetaraan

- membimbing guru melaksanakan tugas layanan konseling yang memiliki kompetensi profesional

- menyediakan tenaga administrasi yang berkualifikasi akademik minimal pendidikan menengah sesuai dengan bidang tugasnya.

- menyediakan tenaga perpustakaan memiliki kualifikasi minimal pendidikan menengah dan memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah, serta

- Menyediakan petugas yang melaksanakan layanan khusus yang bertanggung jawab sebagai: penjaga keamanan, tukang kebun, tenaga kebersihan dan pesuruh.

- yang bertanggung jawab sebagai: (1) penjaga keamanan, (2) tukang kebun, (3) tenaga kebersihan, (4) pesuruh.

Standar Sarana dan Prasarana

Agar Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota menyediakaan dana APBD untuk:

- Memenuhi kebutuhan instalasi listrik dengan daya yang mencukupi

- Melakukan pemeliharaan berkala 5 tahun sekali, meliputi: pengecatan ulang, perbaikan jendela dan pintu, lantai, penutup atap, plafon, instalasi air, dan listrik.

- Pengadaan perpustakaan dengan: (1) luas sesuai ketentuan, (2) sarana sesuai ketentuan, (3) pendayagunaan maksimal, (4) kondisi terawat dengan baik, bersih serta nyaman.

- Pemenuhan ruang guru dengan rasio minimum 4 m dengan sarana: (1) kursi kerja, (2) meja kerja, (3) lemari, (4) kursi tamu, (5) papan statistik, (6) papan pengumuman, (7) tempat sampah, (8) tempat cuci tangan, dan (9) jam dinding.

- Pengadaan tempat beribadah bagi warga sekolah/madrasah dengan luas minimum 12 m dan sarana berupa: (1) perlengkapan ibadah, (2) lemari, (3) Jam dinding, (4) Air dan tempat berwudu.

- Pengadaan ruang UKS dengan luas minimum 12 m dengan sarana: (1) tempat tidur, (2) lemari, (3) meja, (4) kursi, (5) catatan kesehatan siswa, (6) perlengkapan P3K, (7) tandu, (8) selimut, (9) tensimeter, (10) termometer badan, (11) timbangan badan, (12) pengukur timbangan badan, (13) tempat sampah, (14) tempat cuci tangan, (15) jam dinding. - Pengadaan jamban dengan ketentuan: (1) jumlah minimum, (2) luas

minimum per jamban, (3) tersedia air, (4) bersih, (5) sarana lengkap. - Pengadaan gudang dengan ketentuan: (1) luas minimum 18 m, (2)

(22)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

22 memiliki perabot, (3) dapat dikunci, (4) tertata dengan baik.

- Pemenuhan ruang sirkulasi yang memenuhi ketentuan: (1) luas minimum, (2) kualitas, (3) terawat dengan baik, (4) bersih, (5) nyaman. serta

- Pemenuhan kantin yang memenuhi ketentuan: (1) area tersendiri, (2) luas minimum 12 m , (3) ruangan bersih, (4) sanitasi yang baik, (5) menyediakan makanan yang sehat dan bergizi.

- Pemenuhan tempat parkir kendaraan yang memenuhi ketentuan: (1) area khusus parkir, (2) luas memadai, (3) memiliki sistem pengamanan, (4) memiliki rambu-rambu parkir.

Standar Pengelolaan

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan:

- pembinaan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan sekolah/madrasah.

- Pembimbingan dalam rangka melibatkan peran serta masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam melakukan berbagai kegiatan pengelolaan pendidikan, antara lain lembaga: (1) pendidikan, (2) kesehatan, (3) kepolisian, (4) keagamaan dan kemasyarakatan, (5) dunia usaha, (6) pengembangan minat dan bakat.

Standar Pembiayaan

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan: - pembinaan penyusunan RKA SD/MI

- pembinaan penyusunan dokumen inventarisasi sarpras yang lengkap - pembinaan penggunaan biaya operasional untuk guru dan tenaga

kependidikan berupa: (1) gaji, (2) honor kegiatan, (3) insentif, dan (4) tunjangan laainnya.

Standar Penilaian

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan:

- pembimbingan pelaksanaan penilaian kompetensi sikap sesuai karakteristik Kompetensi Dasar (KD).

- Pembimbingan pelaksanaan penilaian kompetensi keterampilan dengan menggunakan: (1) tes praktik, (2) penilaian produk, (3) penilaian proyek, (4) penilaian portofolio, (5) teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

(23)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

23

3. Hasil Akreditasi Jenjang SMP/MTs

a. Data Hasil Akreditasi Jenjang SMP/MTs per Kabupaten/Kota

Tabel 13. Hasil Akreditasi SMP/MTs berdasarkan peringkat per Kabupaten/Kota Kab/Kota SMP MTs Jumlah A B C TT A B C TT KABUPATEN BANGGAI 3 9 6 2 7 3 1 31 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN 1 8 11 2 2 24 KABUPATEN BANGGAI LAUT 5 3 1 1 10 KABUPATEN BUOL 10 7 2 2 1 1 1 24 KABUPATEN DONGGALA 3 6 2 1 1 3 2 2 20 KABUPATEN MOROWALI 3 3 3 1 10 KABUPATEN MOROWALI UTARA 5 2 4 11 KABUPATEN PARIGI MOUTONG 7 15 5 1 6 6 4 44 KABUPATEN POSO 4 13 3 3 2 1 26 KABUPATEN SIGI 1 5 2 3 3 2 2 18

KABUPATEN TOJO

UNA-UNA 4 6 6 1 1 2 20

KABUPATEN TOLI-TOLI 1 10 2 3 1 1 2 1 21

KOTA PALU 4 3 1 6 2 16

(24)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

24 Gambar 10. Hasil Akreditasi SMP/MTs berdasarkan peringkat per

Kabupaten/Kota

b. Hasil rata-rata skor per standar per kabupaten/kota

Tabel 14. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan SMP/MTs

No Standar Nasional Pendidikan SMP MTS

Baru Re Baru Re

1 Standar Isi 76 89 80 84

2 Standar Proses 71 84 71 83

3 Standar Kompetensi Lulusan 69 80 75 80

4 Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 57 68 58 67 5 Standar Sarana dan Prasarana 60 73 64 70

6 Standar Pengelolaan 73 85 76 80

7 Standar Pembiayaan 79 87 85 86

8 Standar Penilaian Pendidikan 77 88 76 85

3 1 3 3 4 1 1 4 9 8 5 10 6 3 5 7 13 5 4 10 3 6 11 3 7 2 3 2 15 3 2 6 2 1 2 2 2 1 1 4 5 3 6 3 1 2 1 1 3 1 7 1 3 6 2 3 1 1 6 3 2 1 1 2 6 1 2 1 2 2 1 1 2 4 2 2 1 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% SMP A SMP B SMP C SMP TT MTs A MTs B MTs C MTs TT

(25)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

25 Gambar 11. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan

SMP/MTs 76 71 69 57 60 73 79 77 89 84 80 68 73 85 87 88 Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Standar Pendidik Standar Sarana Standar Pengelolaan Standar Biaya Standar Nilai

SMP

Baru Reakreditasi 80 71 75 58 64 76 85 76 84 83 80 67 70 80 86 85 Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Standar Pendidik Standar Sarana Standar Pengelolaan Standar Biaya Standar Nilai

MTs

Baru Reakreditasi

(26)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

26 c. Rekomendasi Jenjang SMP/MTs

Standar Isi

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota supaya membimbing Kepala Sekolah dan Guru mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi pembelajaran pada setiap tingkat kelas.

Standar Proses

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu membimbing Kepala Sekolah dan Guru untuk:

- mengembangkan RPP dari silabus, secara lengkap dan sistematis.

- mengalokasikan waktu dan beban belajar sesuai ketentuan: (1) durasi 1 jam pembelajaran, (2) beban belajar per minggu, (3) beban belajar per semester, (4) beban belajar per tahun pelajaran.

- menggunakan buku teks pelajaran dalam proses pembelajaran.

Standar Kompetensi Lulusan

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu membimbing Kepala Sekolah dan Guru agar siswa:

- memiliki perilaku yang mencerminkan sikap pembelajar sejati sepanjang hayat sesuai dengan perkembangan anak, yang diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan pembiasaan melalui gerakan literasi sekolah/madrasah.

- memiliki pengetahuan: (1) faktual, (2) konseptual, (3) prosedural, (4) metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks yang diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan kegiatan.

- memiliki keterampilan berpikir kreatif, produktif, dan kritis, melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri, yang diperoleh dari pengalaman pembelajaran dan kegiatan.

Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan

Dinas Dikbud Kabupaten /Kota perlu mengalokasikan dana APBD dan Kemenag Kab. /Kota mengusulkan untuk:

- meningkatkan kualifikasi guru yang belum mencapai S1 - pemenuhan sertifikasi guru

- melatih guru Bimbingan Konseling (BK) memiliki kompetensi profesional yang meliputi: (1) penguasaan konsep dan praksis asesmen,(2) penguasaan kerangka teoretis dan praksis, (3) perencanaan program, (4) pelaksanaan program, (5) penilaian proses dan hasil kegiatan, (6) komitmen terhadap etika profesional, (7) penguasaan konsep dan praksis penelitian.

- Pengangkatan Kepala Tenaga Administrasi - Pengangkatan Kepala Perpustakaan

- Pengangkatan Laboran. Dan

- Pengangkatan petugas layanan khusus.

Standar Sarana dan Prasarana

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan:

(27)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

27 Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sesuai ketentuan. - monitoring terhadap pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan

rencana kerja tahunan S/M

- membimbing ekolah/madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan yang meliputi: (1) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), (2) layanan konseling, (3) ekstrakurikuler, (4) pembinaan prestasi, (5) penelusuran alumni.

- Membimbing kepala S/M agar memiliki sistem informasi manajemen (SIM) yang meliputi: (1) pengelolaan SIM, (2) penyediaan fasilitas SIM, (3) penugasan pengelola SIM, (4) pelaporan data dan informasi.

Standar Pengelolaan

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan:

- pembinaan untuk merealisasikan modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA.

- Sekolah/madrasah menyampaikan biaya operasional untuk guru dan tenaga kependidikan berupa: (1) gaji, (2) honor kegiatan, (3) insentif, (4) tunjangan lain.

- Pembinaan kepada S/M agar memiliki pembukuan keuangan yang meliputi: (1) buku kas umum, (2) buku pembantu kas, (3) buku

- pembantu bank, dan (4) buku pembantu pajak.

Standar Pembiayaan

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan:

- pembinaan untuk merealisasikan modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA.

- Sekolah/madrasah menyampaikan biaya operasional untuk guru dan tenaga kependidikan berupa: (1) gaji, (2) honor kegiatan, (3) insentif, (4) tunjangan lain.

- Pembinaan kepada S/M agar memiliki pembukuan keuangan yang meliputi: (1) buku kas umum, (2) buku pembantu kas, (3) buku

- pembantu bank, dan (4) buku pembantu pajak.

Standar Penilaian

Dinas Dikbud dan Kemenag Kabupaten /Kota perlu melakukan:

- pembimbingan pelaksanaan penilaian n kompetensi keterampilan menggunakan: (1) tes praktik, (2) penilaian produk, (3) penilaian proyek, (4) penilaian portofolio, (5) teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

(28)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

28

4. Hasil Akreditasi Jenjang SMA/MA

a. Data Hasil Akreditasi Jenjang SMA/MA per Kabupaten/Kota

Tabel 15. Hasil Akreditasi SMA/MA berdasarkan peringkat

Kab/Kota SMA MA Jumlah

A B C TT A B C TT

KABUPATEN BANGGAI 4 3 1 6 5 19

KABUPATEN BANGGAI

KEPULAUAN 1 5 2 1 1 10

KABUPATEN BANGGAI LAUT 1 3 1 1 6

KABUPATEN BUOL 1 1 1 3 KABUPATEN DONGGALA 1 1 2 KABUPATEN MOROWALI 1 1 2 KABUPATEN MOROWALI UTARA 3 2 1 1 7 KABUPATEN PARIGI MOUTONG 1 3 4 KABUPATEN POSO 2 1 1 4 KABUPATEN SIGI 1 1 1 3

KABUPATEN TOJO UNA-UNA 1 1 3 1 6 KABUPATEN TOLI-TOLI 1 1

KOTA PALU 2 19 6 15 16 9 67

(29)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

29 Gambar 11. Hasil Akreditasi SMA/MA per Kabupaten/Kota

1 1 2 4 5 3 3 1 2 1 19 3 2 1 6 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 15 6 1 1 1 1 1 1 1 3 16 5 1 1 1 1 9 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

(30)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

30 b. Hasil rata-rata skor per standar per kabupaten/kota

Tabel 16. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan SMA/MA

No Standar Nasional Pendidikan SMA MA

Baru Re Baru Re

1 Standar Isi 89 92 66 82

2 Standar Proses 81 88 66 77

3 Standar Kompetensi Lulusan 79 86 68 81

4 Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 68 73 58 67 5 Standar Sarana dan Prasarana 69 73 52 66

6 Standar Pengelolaan 83 91 69 79

7 Standar Pembiayaan 90 93 82 89

8 Standar Penilaian Pendidikan 86 92 75 85

89 81 79 68 69 83 90 86 92 88 86 73 73 91 93 92 Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Standar Pendidik Standar Sarana Standar Pengelolaan Standar Biaya Standar Nilai

SMA

Baru Reakreditasi

(31)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

31 Gambar 12. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional

Pendidikan SMA/MA

c. Rekomendasi Jenjang SMA/MA

Standar Isi

- Sekolah dalam menyusun Kurikulu sebaiknya disusun oleh Satuasn pendidikan masing-masing dipandu oleh dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten/Kota dan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) terutama pada sekolah suasta.

- Guru-guru dibawah koordinasi Kepala Sekolah dalam menetapkan KKM harus mengacu pada tiga (Kriteria yakni, Intek, daya dukung dan kompleksitas)

- Kabupatenn/Kota yang punya geografis relative sama atau kultur Budaya yang relative sama sebaiknya muatan Lokal ditetapkan oleh Bupati Setempat yang diusulkan oleh dinas pendidikan Kabupaten.

- Guru-Guru dalam memberikan tugas kepada anak-anak sebaiknya tidak melebihi 60% dari jam tatap muka.

Standar Proses

- Kepala sekolah dalam melakukan supervise sebaiknya terprogram, terencana dan terjadwal agar guru tahu kapan ia akan disupervisi sekaligus melaporkan hasi supervinya, apa yang perlu ditindak lanjuti. Metode pembelajaran yang dilaksanakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

- Guru dalam menyusun RPP harus mengacu pada ketentuan dalam PP 19 pasal 19 ayat (1) yang sudah disempurnakan dengan PP 32 yang menekankan pada pembelajaran Saintifik

- Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus sesuai RPP yang dibuat. Jika ada yang tidak sesuai menjadi catatan perbaikan pada pembuatan RPP selanjutnya. 66 66 68 58 52 69 82 75 82 77 81 67 66 79 89 85 Standar Isi Standar Proses Standar Kompetensi Standar Pendidik Standar Sarana Standar Pengelolaan Standar Biaya Standar Nilai

MA

Baru Reakreditasi

(32)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

32

Standar Kompetensi Lulusan

- Kriteria Kelulusan Anak dari tahun ketaghu harus mengalami peningkatan sekalipaun SKL bukan lagi penentu Kelulusan,. Tapi sebaiknya mengalami peningkatan sekalipun kecil

- Guru memperhatikan ketuntasan Kompotensi Dasar, untuk mencapai Standar Kelulusan (SKL) anak secara konsisten.

- Sekolah dalam menyusun program sekolah harus menetapkan Selisi Prolehan NEM yang harus dicapai setiap tahunnya, melalui kegiatan ril disekolah

- Untuk mencapai komptensi dasar guru memberi penugasan terstruktur kepada siswanya yang mengarah pada standar Kompetensi Lulusan.

Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan

- Kepala Dinas agar secara bertahap memprogramkan guru yang

belum S1 untuk mengikuti program penyetaraan S1

- Kepala sekolah mengusulkan kepada kepala Dinas agar

pengelola perpustakaan minimal berijaza D2.

- Kepala Sekolah mengusulkan tenaga administrasi agar pengelolaan administasi sekolah tidak terbengkalai, menunggu realisasi usulan, sekolah mengangkat tenaga honorer sekolah yang kompoten (faham Komputer)

- Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bekerja sama dengan Dinas

Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi agar menyiapkan dana untuk

Penyetaraan Guru-guru yang belum berkualivikasi Ijaza S1 yang sesuai. - Kepala Dinas Kabupaten/Kota mendata guru-guru yang belum

disertifikasi, serta mencari dan menemukan solusi pemecahannya. - Kepala Sekolah mengusulkan ke Dinas tenaga laboran, agar

penggunaan Laboratorium bimasa MAKSIMAL.

Standar Sarana dan Prasarana

- Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota agar membangun gedung-gedung perpustakaan bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki gedung perpustakaan. Karna pada pelaksanaan Kurikulum 2013 perpustakaan merupakan sarana yang tidak bias tdak ada di sekolah

- Sekolah yang sudah memiliki perpustakaan agar memperhatikan penataan perpustakaannya yang selanjutnya melengkapi sarana prasarananya secara bertahap melalui dana BOS.

- Kepala sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabipaten/Kota agar mengusulkan sertifikat tanah dan IMB bagi sekolah yang belum ada.

Standar Pengelolaan

- Sekolah menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS) yang selanjutnya dirumus dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS)

- VISI dan MISI sekolah harus difahami oleh semua komponen sekolah guna memudahkan dalam pencapaiannya

- Sekolah dalam menyuisun VISI, MISI dan RKASnya harus disusun bersma agar dapat merasa bertanggung jawab dengan apa yang telah disusun.

(33)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

33

Standar Pembiayaan

- Pemda dalam menerapkan sekolah gratis, harus dapat menghitung Cos Tambahan

- kebutuhan pembiayaan sekolah secara komprehensip, selain dana BOS yang hanya dapat membiayai 13 aitem.

- Sekolah dalam menggunakan dana BOS harus transparan, sesuai ketentuan yang berlaku.

- Sekolah belum meyediakan papan penerimaan dan pengeluaran dana BOS secara terbuka.

Standar Penilaian

- Kriteria Penilaian untuk setiap mata pelajaran harus di informasikan kepada peserta didik.

- Sekolah harus memiliki perencanaan penilaian yang termuat dalam silabus maupun pada perencanaan sekolah.

- Guru dalam merencanakan penilaian dan membuat instrument penilaian harus dengan kisi-kisi serta dokumen penilaian anak lengkap dan

mudah didapat

- Guru SMA, memberikan tugas kepada anak didiknya tidak boleh lebih dari 60% dari jam tatap muka.

(34)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

34

5. Hasil Akreditasi Jenjang SMK

a. Data Hasil Akreditasi Jenjang SMK per Kabupaten/Kota

Tabel 17. Hasil Akreditasi SMK berdasarkan peringkat

Kab/Kota SMK Jumlah

B C TT

KABUPATEN BANGGAI 2 1 3

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN 4 4

KABUPATEN DONGGALA 1 1

KABUPATEN MOROWALI 1 1 2

KABUPATEN SIGI 1 1

KABUPATEN TOJO UNA-UNA 2 2

KABUPATEN TOLI-TOLI 3 1 4

Total 10 3 4 17

Gambar 13. Hasil Akreditasi SMA/MA berdasarkan peringkat per Kabupaten/Kota 2 1 1 1 2 3 1 1 1 4 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% KABUPATEN BANGGAI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN KABUPATEN DONGGALA KABUPATEN MOROWALI KABUPATEN SIGI KABUPATEN TOJO UNA-UNA KABUPATEN TOLI-TOLI SMK B SMK C SMK TT

(35)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

35 b. Hasil rata-rata skor per standar per kabupaten/kota

Tabel 18. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan SMA/MA

No Standar Nasional Pendidikan SMK

Baru Re

1 Standar Isi 78

2 Standar Proses 76

3 Standar Kompetensi Lulusan 78

4 Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan 62

5 Standar Sarana dan Prasarana 66

6 Standar Pengelolaan 84

7 Standar Pembiayaan 81

8 Standar Penilaian Pendidikan 78

Gambar 14. Rata-rata pemenuhan Standar Nasional Pendidikan SMK 78 76 78 62 66 84 81 78 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

(36)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

36 c. Rekomendasi Jenjang SMK

Standar Isi

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota perlu membina kepala sekolah dan guru untuk melengkapi dokumen pembelajaran yang belum optimal antara lain kelengkapan RPP yang berhubungan dengan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan

Standar Proses

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota perlu membimbing guru dalam mengembangkan pelaksanaan pembelajaran yang berhubungan dengan strategi, metode, media, sumber belajar dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran

Standar Kompetensi Lulusan

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota perlu membimbing Kepala Sekolah dan guru memberikan pengalaman pembelajaran melalui kegiatan pembiasaan dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Standar Pendidik dan tenaga Kependidikan

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota:

- Perlu mengadakan tenaga laboran dan teknisi bengkel sesuai dengan kualifikasi.

- Perlu membimbing guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik melalui PKB.

Standar Sarana dan Prasarana

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota perlu membimbing Kepala Sekolah dalam mengambangkan kemitraan dengan instansi terkait dalam menyalurkan lulusan melalui Bursa Satuan Kerja Khusus.(BKK).

Standar Pengelolaan

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota agar membimbing Kepala Sekolah dalam mengambangkan peran serta masyarakat untuk membangun kemitraan dalam pengelolaan pendidikan.

Standar Pembiayaan

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota agar membimbing Kepala Sekolah dalam penggunaan biaya operasional sekolah.

Standar Penilaian

Dinas Dikbud Kabupaten/Kota perlu membimbing kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan.

(37)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

37

E. PERMASALAHAN IMPLEMENTASI AKREDITASI TAHUN 2018

Dalam pelaksanaan Akreditasi tahun 2018 terdapat beberapa permasalaan yang di temui adalah :

1. Jumlah Asesor yang dimiliki oleh BAN-S/M Provinsi Sulawsi Tengah relatif sedikit bila dibanding sekolah/madrasah yang akan divisitasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan efisiensi dengan cara membagi dua tahap dimana tahap pertama dilakukan 70% dan tahap kedua 30%. Dengan cara tersebut distribusi asesor ke sekolah/madrasah dapat memenuhi.

2. Jumlah asesor Lintas Jenjang yang dimiliki oleh BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah relatif sedikit di kabupaten/kota. Akibat dari minimnya asesor lintas jenjang tersebut, maka pelaksanaan visitasi di kabupaten tertentu mengalami keterlambatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan dengan cara menggilir dan mengatur waktu perjalanan asesor dimaksud untuk turun ke sekolah/madrasah di kabupaten tertentu.

3. Sistem penilaian Akreditasi (SisPena) kadangkala mengalami fluktuatif, akibatnya pelaksanaan visitasi mrngalami hambatan, untuk mengatasi hal dimaksud, dilakukan input hasil visitasi melalui cara offline. Cara ini memakan waktu dan tidak efektif, tetapi cukup membantu dan memberikan solusi agar pelaksanaan visitasi tetap berjalan.

(38)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

38

F. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Pelaksanaan Akreditasi tahun 2018 di provinsi Sulawesi Tengah dari 1025 S/M anggaran APBN dan 20 Madrasah Anggaran KEMENAG secara umum terlaksana dengan baik dengan berdasarkan POS Pelaksanaan Akreditasi tahun 2018 dan kerjasama tim BAN-S/M Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretariat, KPA Kabupaten/Kota, serta Tim IT Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah ( SisPena S/M) Provinsi yang di bantu oleh Tim Teknis dari BAN-S/M Pusat dalam proses pendataan dan penilaian hasil visitasi yang dilakukan secara Online melalui SisPena S/M. Proses akreditasi merupakan penilaian mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang harus didukung oleh pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Saran

Harapan untuk kedepannya adalah agar seluruh sekolah/madrasah dapat menggunakan hasil evaluasi akreditasi dalam meningkatkan capaian pemenuhan standar nasional pendidikan sehingga mutu dapat tercapai secara merata dengan pringkat yang sangat baik, hal ini juga tak terlepas dari perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam penjaminan dan peningkatan mutu atas dasar tindak lajut dari rekomendasi hasil akreditasi sekolah/madrasah.

(39)

BAN-S/M PROVINSI SULAWESI TENGAH

I

39

G. LAMPIRAN

1. Daftar Sekolah yang tutup/ tidak aktif hasil verivikasi tahun 2018

NO NPSN SEKOLAH/MADRASAH JENJANG KABUPATEN/KOTA KETERANGAN

1 69822748 SMAS MOKITOS OKUMEL SMA/MA Kabupaten Banggai

Kepulauan Tidak Aktif 2 40204014 SMP NEGERI TERBUKA

BULAGI SMP/MTS

Kabupaten Banggai

Kepulauan Tidak Aktif 3 40200194 SMP NEGERI TERBUKA

TOTIKUM SMP/MTS

Kabupaten Banggai

Kepulauan Tidak Aktif 4 40200185 SMP NEGERI TERBUKA LIANG SMP/MTS Kabupaten Banggai

Kepulauan Tidak Aktif 5 40205587 SMPS KSM MATANGA SMP/MTS Kabupaten Banggai

Laut Tidak Aktif 6 40200311 MA NURUL HUDA BANGGAI SMA/MA Kabupaten Banggai

Laut Tidak Aktif 7 69754411 SMPN 3 KELEI SMP/MTS Kabupaten Poso Sekolah Tidak ada 8 69754407 SMPN SATAP RATOOMBU SMP/MTS Kabupaten Poso Sekolah Tidak ada 9 69754406 SMPN MADALE SMP/MTS Kabupaten Poso Sekolah Tidak ada 10 40206652 SDN BEAU SD/MI Kabupaten Poso Sekolah Tidak ada 11 40206481 SMKS GKST TAGOLU SMK Kabupaten Poso sekolah sdh tutup 12 40205849 SDN 1 MAYAKELI SD/MI Kabupaten Poso Sekolah Tidak ada 13 40201344 SMP KRISTEN GKST GINTU SMP/MTS Kabupaten Poso sekolah sdh tutup 14 40201191 SMP TERBUKA POSO PESISIR SMP/MTS Kabupaten Poso Tidak ada dalam

dapodik 15 69787770 SMPT 1 Bunobogu7 SMP/MTS Kabupaten Buol Tidak aktif 16 69728413 SMP TERBUKA 1 LAKEA SMP/MTS Kabupaten Buol Tidak aktif 17 69728402 SMPN TERBUKA 1

BUNOBOGU SMP/MTS Kabupaten Buol Tidak aktif 18 69728401 SMPT 2 Bokat SMP/MTS Kabupaten Buol Tidak aktif 19 69728400 SMPT 1 Bokat SMP/MTS Kabupaten Buol Tidak aktif 20 69728399 SMPT 1 MOMUNU SMP/MTS Kabupaten Buol Tidak aktif

Gambar

Tabel 2. Data Susunan Keanggotaan BAN-S/M Provinsi Sulawesi  Tengah Tahun 2017/2022
Tabel 3. Data Susunan Sekretariat BAN-S/M Provinsi Sulawesi  Tengah Tahun 2018
Tabel 5. Distribusi Asesor Kabupaten/Kota Berdasarkan jenjang
Tabel 6. Distribusi Asesor Berdasarkan Asal Instansi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, Kompilasi Hukum Islam dapat kita artikan sebagai kumpulan atau ringkasan berbagai pendapat hukum islam yang dimbil dari berbagai sumber kitab hukum (fiqh)

Dari perancangan media promosi ini, diharapkan Wisata Taman Narmada memiliki media promosi yang optimal sehingga dapat menjaga keeksistensiannya sebagai salah satu

Dari jajak pendapat responden pada Taman Menteng, Jakarta Pusat, diperoleh hasil yang cukup mengejutkan, yaitu bahwa pada waktu sore mereka mendapatkan suhu udara agak

Secara umumnya, Dato’ Sathik telah berjaya menyatukan anak-anak syarikat utama yang merupakan subsidiari atau anak syarikat Perbadanan Kemajuan Negeri Kedah (PKNK) seperti

[r]

[r]

[r]

[r]