• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL

PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

PROFILE UNDERSTANDING OF STUDENT’S CONCEPT ON RECTANGLE MATERIAL THROUGH CONTEXTUAL APPROACH

Oleh:

YUNITA IKASARI 13.1.01.05.0064

Dibimbing oleh :

1. Khomsatun Ni’mah, M.Pd.

2. Aprilia Puspita Handayani, S.Pd., M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

(2)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 1||

(3)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 2||

Profil Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Bangun Datar Segiempat Melalui Pendekatan Kontekstual

Yunita Ikasari 13.1.01.05.0064

FKIP – Prodi Pendidikan Matematika [email protected]

Khomsatun Ni’mah, M.Pd. dan Aprilia Dwi Handayani, S.Pd., M.Si.

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ABSTRAK

Beberapa permasalahan yang diidentifikasi dari peneliti: (1) hasil uji coba soal diperoleh bahwa pemahaman konsep matematika setiap siswa masih kurang terutama pada masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. (2) Pendidik belum mengetahui profil pemahaman konsep siswanya.

Permasalahan penelitian ini adalah (1) Bagaimana profil pemahaman konsep siswa pada materi bangun datar segiempat melalui pendekatan kontekstual?

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Kualitatif Deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VII-C SMPN 2 Papar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan instrumen-instrumen antara lain Lembar Soal serta Pedoman Wawancara guna mengetahui pemahaman konsep pada materi bangun datar segiempat melalui pendekatan kontekstual.

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) profil pemahaman konsep siswa kelas VII-C SMPN 2 Papar pada materi bangun datar segiempat melalui pendekatan kontekstual berkriteria “Baik”.

Sebagian besar siswa dapat memberikan contoh dan bukan contoh bangun datar segiempat. Selain itu siswa juga dapat mengklasifikasikan objek-objek bangun segiempat dan menyatakan ulang konsep bangun segiempat. Untuk menerapkan konsep algoritma pada materi bangun datar segiempat siswa masih banyak yang kebingungan karena disebabkan banyaknya rumus yang harus dihafal. Sedangkan untuk mengaitkan berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal siswa masih ada sebagian yang belum jelas karena belum memahami konsepnya. Untuk menyajikan ke dalam bentuk gambar sebenarnya semua siswa dapat melakukan karena keterbatasan alat para siswa menyajikan gambar hanya sebagai ilustrasi.

KATA KUNCI : Pemahaman Konsep, Bangun Datar Segiempat, Pendekatan Kontekstual

I. LATAR BELAKANG

Matematika perlu dipelajari karena matematika sangat dibutuhkan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, bagi sains, perdagangan dan industri, dan karena matematika itu menyediakan suatu daya, alat komunikasi yang

singkat dan tidak ambisius serta berfungsi sebagai alat untuk mendeskripsikan dan memprediksi.

Matematika merupakan ilmu

penting yang harus diajarkan di

sekolah. Hal itu terbukti bahwa

matematika merupakan ilmu wajib

yang diajarkan disetiap jenjang

pendidikan mulai dari sekolah dasar

(4)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 3||

hingga jenjang perguruan tinggi.

Bahkan semenjak memasuki pendidikan usia dini anak-anak sudah dikenalkan dengan istilah matematika.

Ketercapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran matematika salah satunya dapat dinilai dari keberhasilan siswa dalam memahami matematika dan memanfaatkan pemahaman ini untuk menyelesaikan persoalan- persoalan matematika maupun ilmu- ilmu yang lain (Murizal, Yarman, Yerison, 2012:21). Nurfarikhin (2010:3) menyebutkan bahwa, semua materi matematika yang ada di sekolah mengandung aspek pemahaman konsep karena memang kemampuan mendasar dalam belajar matematika adalah memahami konsep terlebih dahulu. Nurfarikhin (2010:3) menyatakan, dengan belajar matematika siswa diharapkan mempunyai keterampilan berpikir yang kritis, sistematis, logis, dan kreatif. Sehingga siswa akan cepat dalam menarik kesimpulan dari beberapa fakta atau data yang mereka dapatkan ataupun mereka ketahui.

Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah

understanding yang diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi yang dipelajari. Menurut Purwanto (dalam Murizal, Yarman, Yerison, 2012:19), “pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami arti atau konsep, situasi serta faka yang diketahuinya”.

Boediono (dalam Purnamasari, 2014:2) menjelaskan bahwa konsep matematika adalah semua hal yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat dan isi materi matematika. Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika di dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 20 tahun 2006 tentang standar isi yaitu siswa mampu memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.

Kilpatrik et al (dalam Lestari

dan Yudhanegara 2015: 81)

Kemampuan yang berkenaan dengan

memahami ide-ide matematika yang

(5)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 4||

menyeluruh dan fungsional.

Kemampuan pemahaman konsep dapat dicapai dengan memperhatikan indikator sebagai berikut.

a) Kemampuan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari;

b) Kemampuan mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika;

c) Kemampuan menerapkan konsep algoritma;

d) Kemampuan memberikan contoh dan bukan contoh;

e) Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis;

f) Kemampuan mengaitkan berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal.

Isrotun (2014:1) menyatakan bahwa akar penyebab masalah kurangnya pemahaman konsep matematika siswa antara lain: 1) siswa kurang memikirkan konsep yang telah dipelajari sehingga konsep yang dipelajari tidak bertahan lama, 2) siswa enggan untuk memahami soal-soal latihan terlebih dahulu dalam mengerjakan soal dan beranggapan bahwa soal tersebut sulit untuk dikerjakan, 3)

siswa sulit untuk mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan pemahaman konsep siswa adalah dengan menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran.

Sagala (dalam Yanirawati, Nilawasti, Mirna, 2012:2) menyatakan bahwa “Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari”.

Materi pokok geometri

merupakan salah satu materi

matematika yang sulit dipahami oleh

siswa karena keabstrakannya, hal ini

dapat dilihat dari hasil penelitian

yang dilakukan oleh Sunardi (dalam

Yuwono, 2014:961) bahwa dalam

mempelajari geometri terdapat

beberapa kesalahan dan kesulitan

yang dialami siswa yaitu: 1) salah

dalam menyelesaikan soal-soal

tentang garis sejajar, 2) kekeliruan

siswa dalam membedakan bangun

jajargenjang dan belah ketupat, 3)

(6)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 5||

kurang menguasai konsep segi empat dengan benar, 4) kesulitan menggolongkan jenis-jenis segi empat yang mempunyai hubungan sifat-sifat yang sama. Menurut Suyatno (dalam Kustiyati, 2016:1) juga menyatakan banyak siswa berpikir bahwa matematika merupakan bidang studi yang paling sulit dan jarang diminati. Hartati (2015: 61) menyatakan bahwa pelajaran matematika secara umum terasa sulit dipahami siswa termasuk materi yang berkaitan dengan bangun datar segiempat. Hal ini karena banyaknya rumus yang harus dihafalkan oleh siswa sehingga siswa merasa terbebani.

Sebagaimana dijelaskan oleh Priyo (dalam Kustiyati 2016: 305) bahwa pemahaman yang tidak mantap akan mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal- soal.

II. METODE

Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif menurut Creswell dan Clark (dalam Lestari, Yudhanegara, 2015:3) merupakan metode-metode

untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Dalam pengambilan data subjek penelitian dilakukan dengan cara purposive.

Setelah tahapan persiapan selesai, selanjutnya peneliti mengajukan surat izin penelitian kepada Kepala SMPN 2 Papar dan mengatur jadwal pelaksanaan penelitian dengan salah satu guru matematika yang bersangkutan.

Setelah semua terkoordinasi dengan baik, peneliti membagikan soal kepada seluruh siswa kelas VII-C untuk menentukan subjek penelitian.

Selanjutnya, peneliti melakukan wawancara dengan subjek penelitian untuk mengetahui pemahaman konsep siswa pada materi bangun datar segiempat melalui pendekatan kontekstual. Setelah semua data yang dibutuhkan telah terpenuhi, peneliti mengumpulkan semua data yang telah didapatkan selama penelitian.

III. HASIL DAN KESIMPULAN

Berdasarkan hasil tes dan

wawancara yang telah dilakukan

(7)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 6||

dengan ketiga subjek penelitian terlihat bahwa subjek penelitian pada setiap kelompok memiliki tingkat pemahaman konsep yang berbeda.

Tabel 1.1 Pembahasan Hasil Penelitian

Kode Subyek

Indikator Pemahaman

Konsep

Tingkat Pemaha

man Konsep

Per Indikator

Tingkat Pemahaman

Konsep Per Subjek

MA (l)

memberikan contoh dan bukan contoh

TERPE NUHI

TERPENU HI

mengklasifi kasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika

TERPE NUHI

menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari

TERPE NUHI

menerapkan konsep algoritma

TERPE NUHI

mengaitkan berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal

TERPE NUHI

menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis

TERPE NUHI

VN (p)

memberikan contoh dan bukan contoh

TERPE NUHI

BELUM TERPENU

HI

mengklasifi kasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika

TERPE NUHI

menyatakan ulang

BELUM TERPE

Kode Subyek

Indikator Pemahaman

Konsep

Tingkat Pemaha

man Konsep

Per Indikator

Tingkat Pemahaman

Konsep Per Subjek

konsep yang telah dipelajari

NUHI

menerapkan konsep algoritma

BELUM TERPE

NUHI mengaitkan

berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal

TERPE NUHI

menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis

BELUM TERPE

NUHI

AS (l) memberikan contoh dan bukan contoh

TERPE NUHI

BELUM TERPENU

HI

mengklasifi kasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika

TERPE NUHI

menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari

BELUM TERPE

NUHI

menerapkan konsep algoritma

BELUM TERPE

NUHI mengaitkan

berbagai konsep matematika secara internal atau eksternal

BELUM TERPE

NUHI

menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis

BELUM TERPE

NUHI

(8)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 7||

Berdasarkan tabel 1.1, terlihat bahwa subjek MA (l) merupakan subjek penelitian dari kelompok tinggi dapat memenuhi semua indikator pemahaman konsep dengan melalui tes tulis dan wawancara dalam pengerjaanyanya. Sedangkan untuk subjek VN (p) merupakan subjek dari kelompok sedang dapat memenuhi 3 dari 6 indikator pemahaman konsep dengan melalui tes tulis dan wawancara dalam pengerjaanyanya dan untuk subjek AS (l) dari kelompok rendah hanya dapat memenuhi 2 dari 6 indikator pemahaman konsep dengan melalui komponen penalaran analogi dalam pengerjaanyanya.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2006. Standart Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen pendidikan nasional direktorat pendidikan dasar dan menengah

Hartati Puji. 2015. Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah yang Berkaitan dengan Bangun Ruang Sisi Lengkung melalui Model Pembelajaran NHT.

Isrotun Umi. 2014. Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Penerapan Pembelajaran Realistik. Semarang

Kustiyati. 2016. Problematika Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung di SMP dan Alternatif Pemecahannya.

Surakarta

Lestari, Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung:

Refika Aditama

Murizal, Yarman, Yerizon. 2012.

Pemahaman Konsep Matematis dan Model Pembelajaran Quantum Teaching

Nurfarikhin Fuad. 2010. Hubungan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Penalaran dengan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Peserta Didik Kelas IX MTs NU 24 Darul Ulum Pidodo Kulon Patebon Kendal. Semarang

Purnamasari Eka Fauziah. 2014.

Peningkatan Kemampuan

Pemahaman Konsep Matematika

(9)

Yunita Ikasari | 13.1.01.05.0064 FKIP – Pendidikan Matematika

simki.unpkediri.ac.id

|| 8||

Melalui Pendekatan Open-Ended Bagi Kelas VIII Semester Genap SMP Muhammadiyyah 10 Surakarta Tahun 2013/2014. Surakarta

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Yanirawati, Nilawasti, Mirna. 2012.

Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual Disertai Tugas Peta Pikiran untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika Siswa. UNP

Yuwono, Ridlo Muhammad. 2014.

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Dengan Strategi Peta Konsep Pada Materi Segiempat Ditinjau Dari Kemampuan spasial Peserta Didik. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika. Vol.2.

No.9. ISSN 2339-16

Gambar

Tabel 1.1 Pembahasan Hasil  Penelitian  Kode  Subyek  Indikator  Pemahaman  Konsep  Tingkat Pemahaman Konsep  Per  Indikator  Tingkat  Pemahaman Konsep Per Subjek  MA (l)  memberikan  contoh  dan bukan contoh  TERPENUHI  TERPENUHI mengklasifikasikan objek-

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas IV SD N Sokokulon 02 Kecamatan Margorejo Kabupaten

Secara umum hasil penelitian ini diharapkan secara teoritis dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika utamanya pada peningkatan pemahaman konsep bangun ruang

Adanya perbaikan kesalahan konsep siswa terkait materi bangun datar segiempat setelah diberi meteri melalui media audio visual powerpoint dapat dilihat dari

Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa pemahaman konsep bangun datar baik mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun secara keseluruhan,

Siswa dikatakan memperoleh pemahaman tentang konsep bangun- bangun segiempat dengan baik apabila siswa tersebut mempunyai kemampuan dalam : (1) menentukan contoh

pendekatan PMRI untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa tentang bangun datar. Penelitian seperti ini juga pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya antara lain: 1)

Perolehan indikator pemahaman konsep segiempat subjek KT dalam menyelesaikan soal yang terkait sifat-sifat segiempat yaitu, (1) dapat menyatakan kembali definisi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemahaman konsep matematika sekolah dasar pada materi bangun datar. Penilaian pada