Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 1 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrPUTUSAN
Nomor 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Purworejo yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama dalam sidang majelis telah menjatuhkan putusan perkara Cerai Gugat antara;
PENGGUGAT, umur 44 tahun, agama Islam, Pekerjaan xxxxxxx xxxxxx xxxxx, Pendidikan Strata I, tempat kediaman di xxxxx xxxxxxxxx, xxx xxxx xxx xxx, Desa Xxx, Kecamatan Xxx, xxxxxxxxx xxxxxxxxxx, dalam hal ini memberikan kuasa kepada HARI WIDIYANTO, SH, MSI, Advokat yang berkantor di Jalan Pahlawan No 2 (Depan GOR WR Supratman) Purworejo berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 16 April 2021, selanjutnya disebut sebagai Penggugat;
melawan
TERGUGAT, umur 50 tahun, agama Islam, Pekerjaan xxxxx xxxxxx xxxxx, Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, tempat kediaman di xxxxx x, xxx xxxx xxx xxx, xxxx xxxxx, xxxxxxxxx xxxxxxxx, xxxxxxxxx xxxxxxxxxx, dalam hal ini memberikan kuasa kepada M G Etik Prawahyanti,S,H,M.H, Advokat yang berkantor di Gendeng Jl Kusuma GK 4/643 Baciro Gondokusuman Yogyakarta berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 01 Mei 2021, selanjutnya disebut sebagai Tergugat;
Pengadilan Agama tersebut;
Telah mempelajari surat-surat yang berkaitan dengan perkara ini;
Telah mendengar keterangan Penggugat dan Tergugat serta saki-saksi di muka sidang;
DUDUK PERKARA
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 2 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrBahwa, Penggugat dalam surat gugatannya tanggal 21 April 2021 telah mengajukan gugatan perceraian yang telah didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Purworejo dengan Nomor 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr, tanggal 22 April 2021, dengan dalil-dalil sebagai berikut:
1. Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang melangsungkan pernikahan pada tanggal 18 Agustus 2002 dan dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan xxx, Kabupaten Purworejo, sebagaimana sesuai Kutipan Akta Nikah Nomor : 254/18/VIII/2002 tanggal 18 Agustus 2002;
2. Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal dirumah saudara Tergugat di Bandung selama kurang lebih 6 (enam) bulan, kemudian Penggugat pulang dan tinggal dirumah orangtua Penggugat dialamat xxxxx xxxxxxxxx, xxx xxxx xxx xxx, Desa Xxx, Kecamatan Xxx, Kabupaten Purworejo dan Tergugat tetap tinggal di Bandung selama kurang lebih 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan kemudian Tergugat pulang dan tinggal bersama Penggugat dirumah bersama selama kurang lebih 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan, kemudian Penggugat pulang dan tinggal dirumah orangtua Penggugat selama kurang lebih 1 (satu) tahun 10 (sepuluh) bulan dan terakhir Penggugat dan Tergugat tinggal dirumah Bersama selama kurang lebih 1 (satu) bulan;
3. Bahwa selama pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah bergaul baik sebagaimana layaknya suami istri (bada dhukul) dan sudah dikaruniai 3(tiga) orang anak masing-masing bernama :;
- ANAK 1 kelahiran Purworejo tanggal 17 Oktober 2003; - ANAK 2 kelahiran Purworejo tanggal 30 April 2008; - ANAK 3, kelahiran Purworejo tanggal 12 Agustus 2016; Ketiga anak tersebut ikut dalam asuhan Penggugat;
4. Bahwa pada mulanya rumah tangga Penggugat dan Tergugat dalam keadaan rukun dan harmonis namun sejak akhir tahun 2003 Penggugat dan Tergugat dalam keadaan tidak harmonis yaitu antara Penggugat dengan Tergugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang penyebabnya antara lain :;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 3 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr- Tergugat menjadi kasar kepada Penggugat baik sikap maupun perkataan (seperti mengatakan : celeng, anjing, dll);
- Tergugat tidak bisa menyimpan rahasia rumah tangga, sering bercerita kepada teman-teman atupun tetangga masalah rumah tangga tersebut, bahkan Tergugat sampai memfitnah dan mengancam Penggugat serta memprovokasi supaya Penggugat dikeluarkan dari pekerjaanya;
- Tergugat menjadi tidak perduli dengan kebutuhan rumah tangga, tidak memberikan nafkah lahir kepada Penggugat;
5. Bahwa telah terjadi puncak Perselisihan dan pertengkaran pada bulan Februari tahun 2016, Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal, Penggugat memilih pergi dan tinggal di rumah orangtua Penggugat dialamat xxxxx xxxxxxxxx, xxx xxxx xxx xxx, Desa Xxx, Kecamatan Xxx, Kabupaten Purworejo hingga sekarang sudah tidak ada komunikasi yang baik lagi selama kurang lebih 5 (lima) tahun 2 (dua) bulan;
6. Bahwa atas sikap dan perbuatan Tergugat membuat Penggugat sakit hati, menderita lahir batin, tidak sanggup lagi hidup berumah tangga dengan Tergugat;
7. Bahwa pihak keluarga sudah berusaha mendamaikan Penggugat dengan Tergugat namun tidak berhasil;
8. Bahwa berdasarkan hal-hal sebagaimana tersebut di atas telah cukup alasan bagi Penggugat untuk mengajukan Gugatan cerai kepada Pengadilan Agama Purworejo dengan alasan sebagaimana yang ditunjuk oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 perubahan tentang Undang-undang No.1 tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidak tercapai, maka sudah selayaknya apabila gugatan cerai ini dikabulkan; 9. Bahwa Penggugat bekerja sebagai PNS Guru Muda Sekolah Menengah
Kejuruan Negeri 3 Purworejo Penggugat sudah memperoleh ijin perceraian dari Gubernur Jawa Tengah dengan Nomor Surat 472.2/18 tahun 2021 tanggal 01 April 2021;
PRIMAIR :;
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 4 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr2. Menjatuhkan talak satu Bain Sughraa Tergugat TERGUGAT terhadap Penggugat PENGGUGAT;
3. Membebankan biaya perkara menurut Hukum; SUBSIDAIR :;
Atau menjatuhkan putusan lain yang seadil-adilnya;
Bahwa pada hari sidang yang telah ditentukan Penggugat dan Tergugat hadir di persidangan, kemudian Majelis Hakim mendamaikan Penggugat dan Tergugat agar tidak bercerai akan tetapi tidak berhasil;
Bahwa Majelis Hakim telah menjelaskan kepada para pihak sebelum sidang dilanjutkan wajib melakukan mediasi dan memilih mediator yang sudah tersedia dalam daftar mediator yang tersedia di Pengadilan Agama Purworejo;
Bahwa para pihak tidak bersepakat dalam memilih mediator dan menyerahkan kepada majelis hakim, kemudian majelis hakim menunjuk mediator yang bernama Siti Fadiah, S.Ag., M.H. dan memberikan kesempatan kepada para pihak untuk melakukan mediasi;
Bahwa berdasarkan laporan Mediator tertanggal 4 Mei 2021 Penggugat dan Tergugat telah melakukan mediasi melalui mediator yang ditunjuk oleh majelis hakim tersebut, akan tidak berhasil atau gagal;
Bahwa oleh karena Penggugat seorang xxxxxxx xxxxxx xxxxx, maka sebelum memeriksa pokok perkara, terlebih dahulu memeriksa Surat izin dari Pejabat/ Atasan Penggugat sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 jo Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 jo SEMA Nomor 5 Tahun 1984 jo Surat Edaran BAKN Nomor 08/SE/1983 jo Surat Edaran BAKN Nomor 48/SE/1990, ternyata Penggugat telah melampirkan surat keputusan gubernur jawa tengah nomor : 472.2/18 tahun 2021 tentang memberi izin perceraian kepada xxxxxxx xxxxxx xxxxx atas nama EANH, S.Pd, maka pemeriksaan dilanjutkan;
Bahwa setelah adanya usaha mediasi tersebut, Majelis Hakim telah berusaha Kembali mendamaikan kedua belah pihak agar tidak bercerai akan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 5 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrtetapi tidak berhasil, kemudian pemeriksaan dilanjutkan dengan membacakan gugatan Penggugat yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat;
Bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, Tergugat memberikan jawaban secara tertulis tertanggal 11 Mei 2021 yang pada pokoknya sebagai berikut; Dalam Konpensi:
1. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas dalil-dalil Penggugat kecuali atas pengakuan yang jelas tegas;
2. Bahwa Gugatan cerai yang diajukan oleh Penggugat melalui Kuasa Hukumnya LBH SAKTI Purworejo tertanggal 21 April 2021 dan terdaftar di Pengadilan Agama Purworejo dengan nomor register perkara 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr tanggal 22 April 2021 tersebut HARUS DITOLAK atau setidaknya TIDAK DAPAT DITERIMA karena gugatan tersebut kabur, tidak jelas (Abscuur liebel) dikarenakan Penggugat telah salah menuliskan identitas Tergugat. Dalam halaman satu gugatan tersebut nama Tergugat tertulis TERGUGAT dan tanggal lahirnya 9 Maret 1971, sementara dalam fakta sesuai KTP nama Tergugat TERGUGAT dengan tanggal lahir 9 September 1971. Pada saat persidangan, pihak Penggugat atau Kuasa Hukumnya tidak merefisi atau memperbaiki surat gugatan tersebut. Sehingga sudah pada tempatnya karena kekurang cermatan dan adanya beberapa salah tulis tersebut menjadikan surat gugatan kabur dan tidak jelas sehingga sudah selayaknya untuk ditolak atau tidak dapat diterima; 3. Bahwa terhadap posita 1 (satu), Tergugat tidak tahu secara pasti nomor
akte nikah karena akte nikah ada pada Penggugat dan Tergugat tidak mempunyai copy aktenya;
4. Bahwa terhadap posita 2 (Dua) dan 3 (tiga) adalah BENAR;
5. Bahwa terhadap posita 4 (empat) sudah sepatutnya untuk DITOLAK atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima karena dalil Penggugat tersebut mengada-ada dan tidak sesuai pada fakta yang sebenarnya dimana Penggugat setelah menjadi xxxxxxx xxxxxx xxxxx berpaling dan melakukan perselingkuhan dengan laki-laki lain yang telah beristri (bernama Achmat Yulianto yang tinggal di Desa Kemiri Purworejo) dan sengaja menghindar dari tanggungjawab menyelesaikan hutang atau mengganti uang Tergugat /orang tua Tergugat yang telah dipakai untuk melunasi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 6 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrhutang-hutang Penggugat. Jadi permasalahan yang ada Penggugat sendiri yang membuat kesalahan dengan sengaja melakukan perselingkuhan dan tidak mengganti uang Tergugat/ orang tua Tergugat yang telah dipakai untuk menutup hutang-hutang Tergugat. Maka sudah layak dan sepantasnya untuk menolak gugatan cerai ini;
6. Bahwa terhadap posita 5 (lima) dan 6 (enam), adalah salah dan tidak benar. Dimana alasan Penggugat mengajukan gugatan cerai karena Penggugat telah berpaling pada laki-laki lain dan Penggugat sengaja lari dari hutang-hutangnya yang sangat banyak yang telah dilunasi oleh Tergugat dengan menjual tanah sawah dan pekarangan milik Tergugat dan orang tua Tergugat. Dengan demikian sudah sepantasnya dalil tersebut untuk ditolak karena tujuannya yang tidak baik, yakni untuk pemuasan diri bersama laki-laki lain dan menghindar dari membayar atau mengganti uang yang jumlah keseluruhan Rp. 155.000.000,- (Seratus lima puluh lima juta rupiah) hasil penjualan tanah Tergugat dan orang tua Tergugat yang sudah dipakai untuk menutup hutang-hutang Penggugat yang saat mediasi di BKD Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 9 September 2020 Penggugat menandatangani kesanggupan untuk membayar Rp. 80.000.000,- (Delapan puluh juta rupiah) namun sampai sekarang Penggugat sama sekali tidak melaksanakan kesepakatan mengganti uang tersebut.;
7. Bahwa terhadap posita nomor 7 (tujuh) adalah benar. Namun perlu Tergugat perjelas disini bahwa upaya keluarga untuk mendamaikan atau menyatukan kembali tidak berhasil karena Penggugat yang tidak mau berdamai, hanya mencari kepuasan sendiri untuk bisa melanjutkan hubungan dengan laki-laki lain serta menghindar atau lari dari tanggungjawab mengganti uang penjualan sawah atau tanah Tergugat yang telah disepakati bersama dan disanggupinya Rp. 80.000.000,- (Delapan puluh juta rupiah). Jadi dalam hal ini Penggugat pada posisi yang salah dan tidak dapat membuktikan dalil-dalilnya, maka gugatan yang diajukan ini sudah selayaknya untuk ditolak meskipun sudah ada ijin dari atasan Penggugat karena Penggugat sengaja menghindar dari tanggungjawab. Penggugat hanya akan meninggalkan tanggungjawab penyelesaian hutang pada Tergugat dan Penggugat hanya akan mencari pemuas diri saja.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 7 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr8. Bahwa terhadap posita nomor 8 (delapan) dan 9 (sembilan) sudah selayaknya untuk DITOLAK atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima karena itikat tidak baik dari Penggugat dan harus Tergugat jelaskan dalam mediasi atau kesepakatan di BKD tanggal 9 September 2020 pengajuan ijin cerai dikabulkan dengan kesepakatan anak yang bernama ANAK 2 yang lahir di Purworejo tanggal 30 April 2008 pengasuhan atau hak asuh anak jatuh pada Tergugat, dan Penggugat sanggup membayar Rp. 80.000.000,- (Delapan puluh juta rupiah), maka sebelum Penggugat melaksanakan kesepakatan kesanggupan membayar tersebut, sudah sepantasnya gugatan ini DITOLAK;
Dalam Rekonpensi
1. Bahwa Tergugat, dalam Bab Rekonpensi ini mohon disebut sebagai PENGGUGAT REKONPENSI, sedangkan Penggugat dalam Bab Rekonpensi ini mohon disebut sebagai TERGUGAT REKONPENSI;
2. Penggugat Rekonpensi memohon agar apa yang telah diuraikan dalam konpensi mohon berlaku secara mutatis-mutandis pula dalam Rekonpensi ini;
3. Bahwa Penggugat Rekonpensi mengajukan Gugatan Rekonpensi ini apabila Majelis Hakim Pemeriksa Perkara mengabulkan gugat cerai terhadap diri Penggugat Rekonpensi;
4. Bahwa tentang gugatan Tergugat Rekonpensi mengenai perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama Purworejo, Penggugat Rekonpensi pada dasarnya sangat berkeberatan dengan perceraian tersebut karena masih ada jalan yang baik untuk masa depan anak-anak yang telah dilahirkan supaya anak yang tidak berdosa tersebut tidak menjadi korban egoisme orang dewasa di sekitarnya;
5. Bahwa berdasarkan Pasal 34 ayat (1) UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, sejak bulan januari 2016 sampai sekarang Tergugat Rekonpensi tidak bertanggungjawab atas hutang di BRI dan tempat lain serta tidak membayar kesanggupan sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah ditandatangani saat mediasi di BKD Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 9 September 2020 maka Penggugat Rekonpensi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 8 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrmenuntut Tergugat Rekonpensi membayar Rp. 80.000.000,- (Delapan puluh juta rupiah);
6. Bahwa Penggugat Rekonpensi pada tanggal 20 Juni 2015 telah menjual tanah ladang milik orang tua Penggugat Rekonpensi yang luasnya 704M² dengan harga Rp. 40.000.000,- (Empat puluh juta rupiah) dan tanah seluas 697M² yang terletak di desa Pacor dengan harga Rp. 35.000.000,- (Tiga puluh lima juta rupiah) untuk menutup hutang Tergugat Rekonpensi dengan memakai nama dan agunan sertifikat tanah orang tua Penggugat Rekonpensi yang totalnya Rp. 75.000.000,- (Tujuh puluh lima juta rupiah);
7. bahwa akibat perilaku Tergugat Rekonpesi yang telah menghancurkan keutuhan rumah tangga tersebut dan telah memberikan contoh yang tidak baik pada anak-anak, maka Penggugat Rekonpensi menuntut hak asuh anak atas nama ANAK 2 yang lahir di Purworejo tanggal 30 April 2008 ada pada Penggugat Rekonpensi sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama pada tanggal 9 September 2020;
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, sudilah kiranya Majelis Hakim Pemeriksa Perkara ini berkenan menjatuhkan putusan sebagai berikut :
I. DALAM KONPENSI
Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya; II. DALAM REKONPENSI
1. Menerima dan mengabulkan Gugatan Rekonpensi dari Penggugat Rekonpensi untuk seluruhnya;
2. Menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar secara tunai di hadapan Majelis Hakim Rp. 80.000.000,- (Delapan puluh juta rupiah) dan Rp. 75.000.000,- (Tujuh puluh lima juta rupiah), total Rp. 155.000.000,- (Seratus lima puluh lima juta rupiah) ;
3. Menetapkan hak asuh atau hak perwalian anak ada pada Penggugat Rekonpensi selaku Ayah Kandungnya;
4. Menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar biaya keseluruhan yang timbul dalam perkara ini;
Atau :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 9 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrJika Majelis Hakim Pemeriksa perkara ini berpendapat lain, mohon keputusan yang adil dan bijaksana berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
Bahwa atas jawaban Tergugat tersebut, Penggugat telah menyampaikan replik secara tertulis tertanggal 18 Mei 2021 yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Konvensi :
1. Bahwa Penggugat tetap pada dalil gugatan Penggugat dan menolak dalil- dalil jawaban Tergugat kecuali yang secara tegas diakui;
2. Bahwa dalam jawaban Tergugat posita 2, Penggugat menanggapi sebagai berikut:
Bahwa Penggugat dan Tergugat melangsungkan pernikahan pada hari : Ahad, 18 Agustus 2002, Pukul : 07.00 WIB yang bertepatan : 9 Jumadil Akhir 1423 H, dengan Laki-laki bernama : TERGUGAT (Tergugat), kelahiran : Purworejo, 9 Maret 1971 sesuai dengan kutipan akta nikah nomor 254 / 18 /VIII / 2002. Identitas yang digunakan para pihak dalam berperkara di Pengadilan Agama mengikuti identitas dalam kutipan akta nikah maka nama Tergugat dalam gugatan Penggugat tertulis TERGUGAT dan tanggal lahir 9 Maret 1971 sudah sangat benar;
3. Bahwa dalam jawaban Tergugat posita 3, terbukti bahwa kesalahan, keteledoran, serta kecerobohan Tergugat dengan tidak mempunyai dan tidak menyimpan dokumen penting.
4. Bahwa dalam jawaban Tergugat posita 5, Penggugat menanggapi sebagai berikut:
Tergugat mengatakan bahwa Penggugat berpaling ke pria lain setelah diterima CPNS adalah TIDAK BENAR. Faktanya adalah bahwa sejak awal menikah antara Penggugat dan Tergugat selalu terjadi percek-cokkan dan sering pisah rumah maupun pisah ranjang. Selama kurun waktu pernikahan 19 (Sembilan Belas) tahun , Penggugat dan Tergugat hidup bersama hanya kurang lebih 6 (Enam) tahun.
Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal di rumah saudara Tergugat di Bandung ( Cimahi ) selama kurang lebih 6 (Enam) bulan. Kemudian karena ada pendaftaran
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 10 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrguru bantu, Penggugat pulang dalam keadaan hamil kerumah orang tuanya di Desa Xxx, Kecamatan Xxx tanpa diantar oleh Tergugat. Setelah itu, Penggugat dan Tergugat pisah tempat tinggal. Penggugat hidup dengan orang tuanya sampai kelahiran anak pertama selama sampai 6 (Enam) tahun. Selama 6 (Enam) tahun ini biaya hidup dan biaya kelahiran anak ditanggung oleh orang tua Penggugat. Tahun 2008 Penggugat diangkat CPNS maka Tergugat pulang dari Bandung karena memang di Bandung Tergugat hidup hanya menumpang. Penggugat dan Tergugat sepakat mengambil kredit Rp 90.000.000,00 (Sembilan Puluh Juta Rupiah) di Bank BPD dan digunakan untuk membuat rumah di xxxx xxxxx. Kemudian Penggugat dan Tergugat tinggal di rumah baru di xxxx xxxxx selama kurang lebih 5 (Lima) tahun.
Selama tinggal bersama Penggugat menjadi tulang punggung keluarga dan Tergugat bertumpu sepenuhnya kepada Penggugat. Karena gaji Penggugat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena sudah dipergunakan untuk mencicil bank, maka pada awal tahun 2014 Penggugat dan Tergugat mengajukan kredit lagi sebesar Rp 120.000.000,00 (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah) di Bank BPD Jateng dengan tujuan untuk modal usaha online (Bowo Jenggot, Quinett, Tanam Modal/Treding). Kredit Rp 120.000.000,00 (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah) tersebut Penggugat dan Tergugat tidak menerima penuh dikarenakan masih ada sisa pinjaman dulu belum selesai. Penggugat dan Tergugat hanya menerima Rp 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Rupiah).
Perselisihan muncul kembali dan selalu terjadi pertengkaran. Tergugat sering mengatakan kata-kata ”cerai yo cerai sana urus di pengadilan”, kemudian Tergugat juga mengatakan ”sana kalau mau pulang ke xxx, sana kalau mau kost”. Orang tua Tergugat tidak menengahi bahkan mengatakan kata-kata yang sangat tidak pantas kepada Penggugat yaitu “cen siro seng gawe omah iki tapi siro ora keno nguasai omah iki, omah iki seng nguasai Rohmat“ dengan kondisi yang seperti itu Penggugat sangat tertekan dan sering menjerit histeris dan menangis sendiri.
5. Bahwa dalam jawaban Tergugat posita 6 dan 7, Penggugat menanggapi sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 11 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrTergugat menuduh bahwa Pengugat tidak bertanggung jawab untuk melunasi hutang adalah SALAH BESAR. Faktanya Penggugat tidak lari dari tanggungjawab untuk membayar hutang.
a. Bahwa Penggugat sudah menanggung hutang di BPD Purworejo Rp 120.000.000,00 (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah), di Bank Purworejo Rp 60.000.000,00 (Enam Puluh Juta Rupiah), di BMT Rp 30.000.000,00 (Tiga Puluh Juta Rupiah), di Koperasi Sekolah Rp 40.000.000,00 (Empat Puluh Juta Rupiah), uang pinjaman tersebut dipergunakan untuk keperluan kehidupan sehari-hari dan Tergugat mengandalkan sepenuhnya pada gaji Penggugat sebagai PNS. Pada sekitar bulan Juni tahun 2003 sampai dengan tahun 2015;
b. Bahwa Penggugat mempunyai banyak hutang bukan untuk kepentingan sendiri tetapi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dikarenakan Tergugat tidak pernah memberi uang pada Penggugat. Tergugat menggarap sawahnya, tetapi hasil sawah untuk menggarap sawahnya namun tidak serius sehingga hasilnya kurang dan Tergugat selalu minta kepada Penggugat. Untuk semua kebutuhan – kebutuhan yang lain membeli motor, pakaian anak-anak, isi rumah, biaya operasi melahirkan, biaya kesehatan, modal beli tabung gas 50 tabung, membayar arisan, sosialisasi kemasyarakatan, biaya anak sekolah semua yang menanggung adalah Penggugat semua.
Tergugat menuduh Penggugat berselingkuh adalah TIDAK BENAR. Faktanya adalah kesalah pahaman dan sudah diselesaikan secara damai bersama kedua belah pihak yaitu antara Tergugat dan Sdr. Achmad Yulianto. Tuduhan perselingkuhan dari Tergugat tidak terbukti (tidak ada bukti). Tuduhan perselingkuhan dari Tergugat adalah semata-mata untuk mengalihkan ketidak bertanggung jawaban Tergugat tentang masalah ekonomi dan kelemahannya tidak mau berusaha mencukupi kebutuhan. Tuduhan perselingkuhan Tergugat adalah modus melakukan pemaksaan atau kekerasan dalam rumah tangga.
Bahwa Tergugat setiap menghadapi masalah selalu melibatkan banyak orang mulai dari saudara-saudara, teman, tetangga, sampai kepala desa dan pamong. Bahkan Tergugat telah terang-terangan membuat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 12 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrtuduhan perselingkuhan dan pemalsuan data atas nama Penggugat ke kepolisian (Polres Purworejo) dan diunggah ke media sosial, dengan melibatkan sejumlah pamong desa xxx dan sebuah LSM. Tuduhan itu adalah perilaku keji yang lebih kejam dari pembunuhan terhadap Penggugat.
Bahwa Tergugat telah jelas-jelas merusak kejiwaan Penggugat dengan melibatkan orang-orang yang suka meneror dengan menelpon minta sejumlah uang (dua puluh juta rupiah) dan oknum LSM yang ke sekolah yang menyatakan tuduhan tidak benar ke Penggugat sampai kepala sekolah Penggugat merasa tidak nyaman dan memberi sekedar uang karena intinya mereka meminta uang.
Bahwa Tergugat telah mengancam Penggugat supaya Penggugat dipecat dari pekerjaannya dan dipenjara. Ancaman itu ditulis di pelaporan yang dikirim ke kepolisian (Polres Purworejo) dan media sosial tanpa bukti sama sekali. Ancaman itu juga telah diutarakan secara langsung dengan datang menghadap ke atasan Penggugat yaitu Kepala SMK Negeri xx Purworejo;
6. Bahwa dalam jawaban Tergugat posita 8, Penggugat menanggapi sebagai berikut:
Bahwa terhadap hak asuh anak, untuk anak pertama yang bernama ANAK 1 yang lahir pada tanggal 17 Oktober 2003 Penggugat mempersilahkan anak untuk memilih dengan siapa akan ikut. Namun untuk anak kedua yang bernama ANAK 2 yang lahirpada tanggal 30 April 2008 yang saat ini masih bersekolah, Penggugat akan bertanggung merawat dan menanggung semua biaya anak, maka keputusan terbaik adalah anak ikut Penggugat;
Dalam Rekonvensi :
1. Bahwa bagian dalam Konvensi menjadi bagian pula dalam Rekonvensi ini; 2. Bahwa Tergugat Rekonvensi menolak dengan tegas tuntutan Tergugat
dalam Rekonpensi.
3. Bahwa gugatan ganti rugi berupa sejumlah uang yang diajukan oleh Penggugat Rekonpensi bukan menjadi kewenangan Pengadilan Agama Purworejo, bahwa uang pinjaman tersebut memang ada yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 13 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrmenggunakan nama EANH dan nama TERGUGAT akan tetapi Tergugat Rekonpensi yang mengangsur sampai lunas, sehingga sudah sepantasnyalah apabila gugatan ini ditolak atau tidak dapat diterima.
4. Bahwa terhadap gugatan hak asuh anak bernama ANAK 1 lahir di Purworejo pada tanggal 17 Oktober 2003, ANAK 2 lahir di Purworejo tanggal 30 April 2008 dan ANAK 3 lahir di Purworejo pada tanggal 12 Agustus 2016 adalah sebagaimana anak nyaman tinggal bersama Penggugat, Tergugat tidak mempermasalahkan yang penting kenyamanan anak nomor utama, dan selama ini anak juga ikut Tergugat Rekonpensi dan tidak ada tanggung jawab dari Penggugat Rekonpensi, sehingga sudah sepantasnyalah apabila gugatan hak asuh anak ini dinyatakan tidak dapat diterima;
Berdasarkan Keterangan diatas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Purworejo menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut:
Dalam Konvensi :
1. Mengabulkan Gugatan Cerai Penggugat;
2. Menjatuhkan talak satu Bain Sughraa Tergugat TERGUGAT terhadap Penggugat EANH, S.Pd. binti AH, S.A;
3. Membebankan biaya perkara menurut Hukum; Dalam Rekonvensi :
1. Menolak gugatan Rekonpensi Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya, setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat Rekonpensi tidak dapat diterima;
2. Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada Penggugat Rekonpensi.
SUBSIDAIR
Atau menjatuhkan putusan lain yang seadil-adilnya;
Bahwa atas replik Penggugat tersebut, Tergugat menyampaikan duplik secara tertulis yang pada pokoknya sebagaimana dalam jawaban yang tertuang dalam berita acara sidang;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 14 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrBahwa, untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti-bukti berupa;
A. Surat;
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Nomor xxx atas nama EANH tertanggal 11 Juli 2017 yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti P.1);
2. Fotokopi Buku Kutipan Akta Nikah dari KUAKecamatan Xxx, Kabupaten Purworejo Nomor 254/18/VIII/2002 tanggal 18 Agustus 2002, yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti P.2);
3. Fotokopi Surat Keterangan nomor 153.KRD.02.03/020/2020. Tanggal 28-08-2020 yang dikeluarkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti P.3);
4. Fotokopi pembayaran sekolah yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti P.4);
5. Fotokopi percakapan Whats Up yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti P.5);
6. Fotokopi daftar perincian gaji yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti P.6);
B. Saksi;
1. SAKSI 1 tanggal lahir 26 Januari 1953 (63 tahun), Agama Islam, pekerjaan pensiunan. tempat tinggal di xxxxx xxxxxxxxx, xxx xxxx xxx xxx, Desa Xxx, Kecamatan ; Xxx, xxxxxxxxx xxxxxxxxxx, di bawah sumpahnya telah memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa, saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah bapak kandung Penggugat;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah pasangan suami istri; - Bahwa Penggugat dengan Tergugat tinggal di Bandung lalu tinggal
di rumah bersama;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat sudah mempunyai 3 orang anak sekarang ikut dengan Penggugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 15 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr- Bahwa Penggugat dengan Tergugat sudah tidak rukun lagi karena terjadi pertengkaran;
- Bahwa penyebab pertengkaran yakni karena Tergugat tidak mencukupi ekonomi, Tergugat tidak tanggungjawab kepada anak Penggugat;
- Bahwa saat ini Penggugat dan Tergugat sudah pisah sejak kurang lebih 5 tahun;
- Bahwa yang meninggalkan Penggugat bersama anak Penggugat dan Tergugat;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat di xxxx xxxxx kurang lebih 5 tahun; - Bahwa yang membiayai anak Penggugat dan Tergugat adalah guru
Penggugat yang bekerja sebagai PNS;
- Bahwa selama pisah Penggugat dan Tergugat tidak menjalani komunikasi yang baik, tidak saling memperdulikan dan tidakmenjalankan kewajiban masing-masing sebagai suami istri; - Bahwa saksi pernah menasehati Penggugat dan Tergugat agar
Bersatu Kembali;
- Bahwa keluarga Penggugat dan Tergugat sudah bermusyawarah untuk rukun Kembali namun tidak berhasil;
- Bahwa keluarga Penggugat dan keluarga Tergugat sudah bermusyawarah untuk rukun namun tidak berhasil;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Penggugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut:
- Bahwa Penggugat tinggal di Bandung hanya beberapa bulan lalu kembali ke Purworejo dan dizinkan oleh Tergugat;
- Bahwa selama 5 tahun, Tergugat tidak memberikan nafkah kepada Penggugat;
- Bahwa saksi mengetahui rumah dibangin tahun 2008, tanah berasal dari orang tua Tergugat dan tanah tersebut berupa tanah pekarangan;
- Bahwa setahu saksi Penggugat mempunyai hutang di bank sejumlah antara Rp 80.000.000, ( delapan juta rup[iah ) - sampai Rp 100.000.000,- ( seratus juta rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 16 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrBahwa atas keterangan saksi tersebut, Tergugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut:
- Bahwa setahu saksi Tergugat bekerja namun tidak lama kemudian Tergugat di PHK;
- Bahwa Tergugat bekerja sebagai buruh tani, saat ini saksi tidak mengetahui pekerjaan Tergugat, saksi juga tidak tahu berapa penghasilannya;
- Bahwa saksi tidak mengetahui permasalahan Penggugat dan Tergugat - Bahwa saksi tidak mengetahui tentang perselingkuhan Penggugat dan
digrebeg;
- Bahwa saksi pernah dipanggil polisi namun tidak tahu tentang perselingkuhannya;
- Bahwa Penggugat dan Tergugat telah pisah selama 5 tahun;
- Bahwa tidak ada pembicaraan Penggugat dengan Tergugat mengenai hutang di bank;
- Bahwa saksi tidak mengetahui Tergugat yang mengurus rumah seperti mencuci dan bersih-bersih rumah;
2. SAKSI 2 tanggal lahir 08 Pebruari 1976,( 45 tahun ) Agama Islam, buruh pendidikan SLTA. tempat tinggal di Dusun Krajan RT. 002/ RW. 002, Desa Xxx , Kecamatan Xxx, xxxxxxxxx xxxxxxxxxx,
- Bahwa saksi mengenal Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah tetangga Penggugat ;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri;
- Bahwa setelah menikah Penggugat dengan Tergugat tinggal di Bandung lalu tinggal di rumah di rumah bersama;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat sudah mempunyai 3 orang anak yang ikut dengan Penggugat;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat sudah tidak rukun lagi namun sekarang sudah tidak lagi;
- Bahwa saksi pernah melihat Penggugat dan Tergugat bertengkar yang disebabkan Tergugat tidak mencukupi ekonomi, Tergugat juga tidak tanggungjawab kepada anak dan Penggugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 17 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr- Bahwa sekarang ini Penggugat dan Tergugat sudah pisah sejak kurang lebih 5 tahun, Penggugat bersama anak Penggugat dan Tergugat;
- Bahwa yang membiayai anak tersebut adalah Penggugat yang bekerja sebagai guru PNS;
- Bahwa saksi pernah menasehati Penggugat dan Tergugat agar Bersatu Kembali dan keluarga Penggugat dengan keluarga Tergugat sudah bermusyawarah untuk merukunkan namun tidak berhasil; Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Penggugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut:
- Bahwa Penggugat dan Tergugat sudah pisah lama dan Tergugat tidak memberikan nafkah;
- Bahwa saat kelahira anak ketiga Tergugat tidak datang;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Tergugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban bahwa Penggugat bekerja sebagai PNS sedangkan pekerjaan Tergugat saksi tidak mengetahui;
Bahwa untuk meneguhkan dalil sanggahannya Tergugat menyampaikan bukti sebagai berikut :
A. Surat
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Nomor xxx atas nama Rochmat Santoso tertanggal 26 -08-2012 yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T.1);
2. Fotokopi Kartu Keluarga yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purworejo tertanggal 07-06- 2008 dari, yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T.2)
3. Fotokopi dari Fotokopi puisi Tergugat yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T.3);
4. Fotokopi surat hasil Mediasi dari BKD Jawa Tengah yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T.4);
5. Fotokopi laporan kepolisian tertanggal 14-09-2020 yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T..5);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 18 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr6. Fotokopi Surat Penjualan tanah sawah seluas 697 m yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T.6);
7. Fotokopi Surat Pernyataan Jual beli tanah seluas 704 m yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T.7 );
8. Fortokopi Surat keterangan hutang BRI yang bermaterai cukup dan telah sesuai dengan aslinya (Bukti T-8);
B.Saksi
1. SAKSi 3 tangga;l lahir 01 Septemnber 1946 umur 73... tahun, Agama Islam, pekerjaan .pensiunan .. tempat tinggal di Dusun II, RT. 002/ RW. 004, Desa xxx, Kecamatan xxx, xxxxxxxxx xxxxxxxxxx, di abwah sumpahnya telah memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi.sebagai paman Tergugat;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri;
- Bahwa setelah menikah Penggugat dengan Tergugat tinggal di Bandung lalu tinggal di rumah Bersama;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat sudah mempunyai 2 orang anak dan ada anak nomor 3 namun ayah kandung bukan Tergugat;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat awalnya rukun dan harmonis tetapi saat ini sudah tidak rukun lagi;
- Bahwa saksi tidak pernah mendengar Penggugat dan Tergugat bertengkar namun tahu ada masalah;
- Bahwa masalah antara Penggugat dan Tergugat yakni Pengguat mempunyai selingkuhan, saksi tidak pernah melihat selingkuhan Penggugat, saksi tahu dari polisi bahwa Penggugat dan selingkuhannya mempunyai anak;
- Bahwa setahu saksi Penggugat dan Tergugat ada hutang sekitar Rp. 80.000.000 ( delapan puluh juta rupiah ) hal tersebut saksi ketahui dari kesepakatan yang tertuang dalam Mediasi di BKD Semarang; - Bahwa saat ini Penggugat dan Tergugat telah pisah selama 7 tahun; - Bahwa yang meninggalkan rumah bersama adalah Penggugat
Bersama anak nomor 2;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 19 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwr- Bahwa saksi pernah menasehati penggugat dan Tergugat agar Bersatu Kembali dan keluarga sudah bermusyawarah namun tidak berhasil;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Tergugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut:
- Bahwa saksi ikut mengantar saat mediasi di BKD;
- Bahwa ada kesepakatan yakni uang Rp. 80.000.0000,- (delapan puluh juta rupiah) Kembali ke Tergugat, anak ikut dengan Tergugat sampai saat ini Penggugat tidak melaksanakan kesepakatan tersebut;
- Bahwa Terggugat bekerja sebagai buruh, saksi tidak mengetahui berapa hasilnya dan tidak menentu;
- Bahwa yang emnegrjakan pekerjaan rumah adalah Tergugat saat hidup bersama;
- Bahwa penghasilan Tergugat untuk membayar hutang dan biaya hidup Tergugat dan anak;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Tergugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban yang pada pokoknya:
- Bahwa saksi tidak mengetahui tentang kelahiran anak ketiga;
- Bahwa saksi tidak pernah melihat hasil tes DNA anak ketiga Penggugat; - Bahwa anak ketiga dilahirkan setelah Penggugat dan Tergugat pisah rumah; 2. SAKSI 4 25 Oktober 1975, (47 tahun ) Agama Islam, pekerjaan mengurus
rumah tangga... tempat tinggal di Dusun II, RT. 003/ RW. 001, Desa xxx, Kecamatan ; xxx, xxxxxxxxx xxxxxxxxxx, di bawah sumpahnya telah memberikan keterangan sebagai beirkut:
- Bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi sebagai tetangga Tergugat.;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri;
- Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat tinggal di Bandung lalu tinggal di rumah bersama;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat sudah mempunyai 2 orang anak, saat ini ikut dengan Penggugat;
Bahwa awalnya rumah tangga Pengugat dan Terggat harmonis namun sekarang sudah tidak rukun lagi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 20 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrBahwa saksi tidak mengetahui pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat namun saksi mengetahui masalahnya;
Bahwa masalahnya adalah karena Penggugat meninggalkan Tergugat, masalah lain yang saksi ketahui Penggugat dan Tergugat menjual tanah orang tua Tergugat untuk membayar hutang di BRI kurang lebih Rp. 90.000.000,- (Sembilan puluh juta rupah) dan bahwa Penggugat mempunyai anak setelah berpisah;
- Bahwa Penggugat dengan Tergugat telah berpisah tempat tinggal selama 7 tahun, Penggugat Bersama anak Penggugat;
- Bahwa saksi pernah menasehati penggugat dan Tergugat agar Bersatu Kembali dan keluarga sudah bermusyawarah namun tidak berhasil;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Tergugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut:
- Bahwa saksi ikut mengantar saat mediasi di BKD;
- Bahwa ada kesepakatan dan Penggugat belum melaksanakan kesepakatan tersebut;
- Bahwa Penggugat dan Terggugat memiliki hutang namun belum dibayar; - Bahwa Tergugat bekerja sebagai buruh serabutan;
Bahwa atas keterangan saksi tersebut, Penggugat melalui kuasanya mengajukan pertanyaan dengan jawaban yang pada pokoknya:
- Bahwa kediaman bersama Penggugat dan Tergugat yaitu di xxxx xxxxx; - Bahwa tanah untuk membangun tersebut berasal dari orang tua Tergugat;
Bahwa Penggugat menyampaikan kesimpulan secara tertulis tertanggal 29 Juni 2021 sebagaimana tertuang dalam Baerita Acara Sidang;
Bahwa Tergugat menyampaikan kesimpulan secara tertulis tertanggal 29 Juni 2021 sebagaimana tertuang dalam Baerita Acara Sidang;
Selanjutnya untuk singkatnya uraian putusan ini, maka semua hal yang termuat dalam Berita Acara Sidang ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini;
PERTIMBANGAN HUKUM Dalam Konvensi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 21 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.PwrMenimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana terurai diatas;
Menimbang, bahwa Penggugat dan Tergugat hadir sendiri di persidangan dan Majelis Hakim telah berusaha mendamaikan kedua belah pihak yang berperkara sebagaimana ketentuan pasal 82 ayat (1) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, dan diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 jo pasal 31 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 namun usaha tersebut tidak berhasil dan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016, telah dilakukan mediasi dalam perkara ini melalui mediator Siti Fadiah, S.Ag., M.H. namun usaha tersebut juga tidak berhasil karena Penggugat tetap pada pendiriannya untuk bercerai dari Tergugat;
Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat seorang xxxxxxx xxxxxx xxxxx, maka sebelum memeriksa pokok perkara, terlebih dahulu memeriksa Surat izin dari Pejabat/ atasan Penggugat sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 jo Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 jo SEMA Nomor 5 Tahun 1984 jo Surat Edaran BAKN Nomor 08/SE/1983 jo Surat Edaran BAKN Nomor 48/SE/1990, ternyata Penggugat telah melampirkan surat dimaksud, maka Majelis Hakim menilai bahwa pemeriksaan perkara dapat dilanjutkan;
Menimbang, bahwa Penggugat mengajukan cerai gugat terhadap Tergugat dengan alasan yang pada pokoknya adalah semula rumah tangga Penggugat dan Tergugat dalam keadaan harmonis namun sejak akhir tahun 2003 rumah tangga mulai goyah dan terjadi perselisihan dan pertengkaran disebabkan Tergugat menjadi kasar kepada Penggugat baik sikap maupun perkataan, Tergugat tidak bisa menyimpan rahasia rumah tangga, sering bercerita kepada teman-teman ataupun keluarga masalah rumha tangga tersebut, bahkan Tergugat sempat memfitnah dan mengancam Penggugat serta memprovokasi supaya Penggugat dikeluarkan dari pekerjaannya dan Tergugat tidak peduli dengan kebutuhan rumah tangga hingga akhirnya memuncak pada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 22 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrbulan Februari tahun 2016, Penggugat dan Tergugat pisah rumah, Penggugat memilih pergi dan tinggal di rumah orang tua Penggugat;
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut di atas, Tergugat telah memberikan jawaban yang pada pokoknya bahwa Tergugat menolak karena gugatan tersebut kabur (obscuur libel) dikarenakan Penggugat telah salah menuliskan identitas Tergugat, posita 4 (empat) juga ditolak karena setelah Penggugat emnjadi PNS berpaling dan melakukan perselingkuhan dengan Achmat Yulianto dan Penggugat sengaja menghindar dari tanggungjawab menyelesaikan hutang-hutang Penggugat yang keseluruhannya sejumlah Rp. 155.000.000,- (serratus lima puluh lima juta rupiah) dan telah dilunasi oleh Tergugat dengan menjual tanah sawah dan pekarangan milik Tergugat dan orang tua Tergugat, begitu juga usaha perdamaian tidak berhasil karena Penggugat yang tidak berdamai sehingga Tergugat menolak perceraian selama mediasi atau kesepakatan di BKD tidak disanggupi Penggugat;
Menimbang, bahwa terhadap jawaban Tergugat tersebut, Penggugat menyampaikan replik yang pada pokoknya membantah jawaban Tergugat dan tetap dengan gugatan Penggugat
Menimbang, bahwa Tergugat menyampaikan duplik yang pada pokoknya membantah gugatan dan replik Penggugat dan tetap dengan jawaban Tergugat;
Menimbang, bahwa dari jawab menjawab antara Penggugat dan Tergugat bahwa yang menjadi pokok permasalahan rumah tangga Penggugat dan Tergugat adalah terjadinya perselisihan dan pertengkaran, masing-masing saling menyalahkan satu sama lainya, menurut Penggugat karena Tergugat menjadi kasar kepada Penggugat, tidak memberi nafkah dan tidak bisa menyimpan rahasia keluarga, sedangkan menurut Tergugat karena Penggugat ingin lari dari tanggungjawab hutang serta selingkuh/ menjalin hubungan dengan lelaki lain;
Menimbang, bahwa dengan adanya bantahan tersebut maka berdasarkan pasal 163 HIR jo. pasal 1865 KUH Perdata Penggugat dan Tergugat dibebankan untuk pembuktian;
Menimbang, bahwa beban pembuktian juga didasarkan kepada alasan perceraian yang didalilkan oleh Penggugat yakni adanya pertengkaran dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 23 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrperselisihan. Sebagaimana ditentukan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 134 Kompilasi Hukum Islam bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan putusan terlebih dahulu harus mendengar keterangan saksi-saksi yang berasal dari keluarga atau orang dekat kedua pihak tersebut;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan alat bukti P.1, P.2, P.3, P.4, P.5 dan P.6 yang telah bermeterai cukup, di-nazegelen, dan cocok dengan aslinya.;
Menimbang, bahwa secara formil bukti P.1 dan P.2 adalah akta otentik sesuai Pasal 165 HIR juncto Pasal 1870 KUH Perdata. Berdasarkan bukti P-1 Penggugat berdomisili di wilayah hukum Pengadilan Agama Purworejo, maka berdasarkan ketentuan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan Pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, Pengadilan Agama Purworejo berwenang untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan Perkara ini;
Menimbang, bahwa bukti P-2 (Fotokopi Kutipan Akta Nikah) yang merupakan akta otentik dan telah bermeterai cukup dan cocok dengan aslinya, isi bukti tersebut menjelaskan antara Penggugat dan Tergugat telah terikat dalam perkawinan yang sah, sehingga bukti tersebut telah memenuhi syarat formal dan meteriil, serta mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat. Dengan demikian Penggugat dan Tergugat memiliki legal standing dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa terhadap bukti P.2, Majelis Hakim menilai jawaban Tergugat tentang gugatan Penggugat tidak jelasnya karena nama Tergugat salah telah terbantahkan. Nama Tergugat yang ada di dalam gugatan telah sesuai dengan kutipan akta nikah sebagai landasan bagi Pengadilan Agama Purworejo untuk mengeluarka akta cerai bila gugatan kelak dikabulkan demi kesinambungan dokumen perkawinan dan perceraian;
Menimbang, bahwa secara formil bukti P.3 dan P.4 adalah akta bawah tangan sedangkan bukti P.6 adalah surat biasa bukan akta karena tidak terdapat tanda tangan. Sedangkan bukti P.5 adalah percakapan whatsapp yang berasal dari alat elektronik yakni smartphone sehingga dinilai sebagai bukti elektronik
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 24 dari 38 Hal. Put. No. 574/Pdt.G/2021/PA.Pwrsebagaimana ditentukan undang-undang No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik yang telah diubah dengan UU Nomor 19 tahun 2016, sebagaimana disebutkan pada pasal 5 ayat 1 dan ayat 2 yakni:
(1) Informasi elektronik dan/ atau dokumen elektronik dan/ atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah;
(2) Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indoneisa;
Menimbang, bahwa secara materil bukti elektronik harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam pasal 6, pasal 15 dan pasal 16, yang pada intinya informasi dan dokumen elektronik harus dapat dijamin keotentikannya, keutuhannya dan ketersediaannya. In casu, ketiga buktyi ini tidak ditolak atau dibantah Tergugat;
Menimbang, bahwa secara materiil bukti P.3 menerangka tentang Penggugat yang memiliki hutang di bank Jateng sebesar Rp. 120.000.000,- yang masih berjalan atau jatuh tempo hingga bulan Februari 2021 dengan jaminan SK pengangkatan PNS, SK kenaikan pangkat terkahir, kartu TASPEN dan Karpeg asli. Selain itu Penggugat juga memiliki hutang di Bank Purworejo sebesar Rp. 60.000.000,- dan jatuh tempo hingga bulan Oktober 2025 atau masih berjalan;
Menimbang, bahwa gugatan Penggugat didasarkan pada alasan yang pada pokoknya sebagaimana tercantum dalam pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, yaitu antara Penggugat dan Tergugat terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan hidup rukun kembali;
Menimbang, bahwa secara material bukti P.4 berupa kwitasni pembayaran sekolah dan transfer kepada anak Penggugat dan Tergugat yang pertama dan kedua serta adanya pengiriman makanan kering;
Menimbang, bahwa secara materiil bukti P.5 menerangkan tentang percakapan Penggugat dengan ustadzah anak kedua yang sedang di pesantren;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :