• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 Edy Sujana, Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1 Edy Sujana, Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP

KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA LEMBAGA

PERKREDITAN DESA (LPD) DI KABUPATEN BULELENG BARAT

1

I Putu Wikan Maha Karuniawan,

1

Edy Sujana,

2

Gede Adi Yuniarta

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

e-mail: { [email protected], [email protected], [email protected] } @undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia,penerapan teknologi informasi dan locus of control terhadap kualitas laporan keuangan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Buleleng Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data adalah melalui penyebaran kuesioner. Populasi pada penelitian ini yakni 72 orang kepala LPD di Kabupaten Buleleng Barat. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling dimana sampel diambil seimbang sesuai dengan banyaknya ketua pada masing-masing LPD. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 42 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Pengujian data dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas serta uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji multikolonieritas, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS Statistics 20.0 For Windows.

Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, (2) penerapan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, (3) locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan dan (4) kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi dan locus of control secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Kata kunci: Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Teknologi Informasi, Locus Of Control dan Kualitas Laporan Keuangan.

Abstract

The purpose of the current research was to investigate competence of human resorce, application information technology and locus of control on quality of financial report in rural credit institutions in west Buleleng regency.This research was quantitative research by involving primary data.The questionnaire was used as instrument of collecting data. The population of the current research was 72 head of rural credit institutions in west Buleleng regency where the total samples were about 42 respondents were selected based on proportional sampling technique to make them balanced in accordance with the number of the heads in every institutions.The data analysis was conducted in terms of validity testing, reliability testing, and classic assumption testing was based on normality test, heteroskedastisity, and multicolonierity test, while the hypethesis was tested by using multiple linear regression supported by SPSS 20.0 for Windows.

(2)

The results indicated that (1) the competence of human resorce had a positive and significant effect on the quality of financial report, (2) the application information technology had a positive and significant effect on the quality of financial report, and (3) The locus of control a positive and significant effect on the quality of financial report, (4) the competence of human resorce, application information technology, and the locus of control had an effect simultaneously on the quality of financial report.

Key word: The Competence Of Human Resorce, Application Information Technology, The Locus Of Control, Financial Report

PENDAHULUAN

Mobilitas pertumbuhan ekonomi suatu negara cerminan dari bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi tata ruang terkecilnya yaitu pertumbuhan ekonomi desa. Dalam menumbuhkan sektor ekonomi, lembaga keuangan merupakan badan yang memberikan pengaruh penting di dalamnya. Lembaga keuangan (financial institution) adalah lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, di mana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, Building Society, Credit Union, pialang saham, asset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun dan bisnis serupa lainnya. Undang Undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatan di bidang keuangan, menarik uang dari masyarakat dan menyalurkan uang tersebut kembali ke masyarakat. Saat ini Lembaga Keuangan lebih dikenal dengan Lembaga Perbankan menurut Undang Undang Nomor 10 tahun 1998.

Lembaga keuangan/Lembaga Perbankan yang saat ini ada di masyarakat diantaranya bank umum, bank sentral, lembaga pembiyaan pembangunan, lembaga perantara penerbit dan penjualan surat-surat berharga, perusahaan asuransi, PT pegadaian, koperasi kredit dan lembaga keuangan lainnya. Sementara itu khusus bagi masyarakat pedesaan di Bali, telah terbentuk sebuah Lembaga Keuangan yang berada ditengah-tengah masyarakat desa adat yang menghimpun anggotanya dengan sistem kebersamaan gotong royong. Lembaga ini bernama Lembaga Perkreditan Desa. Pemerintah Daerah

Bali menetapkan Keputusan Gubernur Nomor: 972 Tahun 1984, tanggal 1 November 1984 tentang Pendirian Lembaga Perkreditan Desa.

LPD sebagai salah satu lembaga keuangan mempunyai kewajiban untuk membuat laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban aktivitas perekonomian yang telah berlangsung dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Laporan keuangan merupakan sebuah produk yang dihasilkan oleh bidang atau disiplin ilmu akuntansi (Roviyantie, 2011).Tentunya dalam setiap lembaga keuangan menginginkan laporan keuangan yang dihasilkan oleh bendahara keuangannya berupa laporan keuangan yang berkualitas karena dapat berpengaruh bagi kemajuan lembaga keuangan itu sendiri. Di daerah Buleleng Barat, pada setiap desa yang meruapakan desa pakraman terdapat Lembaga Perkreditan Desa. Berdasarkan hasil survey peneliti terdapat 72 LPD diantaranya yaitu di Kecamatan Seririt terdiri dari 25 LPD, Kecamatan Banjar terdiri dari 17 LPD, Kecamatan Busungbiu terdiri dari 16 LPD, dan Kecamatan Gerokgak terdiri dari 14 LPD.

Lembaga Perkreditan Desa yang ada di Buleleng Barat kondisi dan kemajuan LPDnya bervariasi. Terdapat LPD yang sangat pesat kemajuannya namun sebaliknya ada LPD yang masih berkembang. Kondisi inilah yang perlu diamati dan diteliti sehingga diketahui apa saja yang mempengaruhi kemajuan sebuah lembaga LPD. Maju tidaknya sebuah LPD salah satunya tergantung dari bagaimana kualitas laporan keuangannya.

Aspek yang dapat mempengaruhi bagaimana laporan keuangan yang berkualitas di LPD dapat dihasilkan.

Aspek pertama yang menjadi perhatian

(3)

peneliti adalah kompetensi sumber daya manusia. Kompetensi adalah kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk menunjukkan dan mengaplikasikan keterampilannya dalam kehidupan nyata.

Lingkup kompetensi sumber daya yang

dimaksud dalam hal ini adalah sejauh mana kompetensi pegawai LPD khususnya bendahara keuangan memberikan pengaruh bagi dihasilkannya laporan keuangan yang berkualitas.

Hubungan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dengan kualitas laporan keuangan mengacu pada penelitian yang dilakukan Desiana (2014) yang membuktikan bahwa kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengambil hipotesis pertama : H1 : Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan LPD.

Aspek kedua yang perlu diamati sejauh mana dapat mempengaruhi dihasilkannya laporan keuangan yang berkualitas oleh bendahara keuangan LPD adalah diterapkannya teknologi informasi di LPD. Secara umum manfaat yang ditawarkan oleh suatu teknologi informasi antara lain kecepatan pemrosesan transaksi dan membantu dalam penyiapan laporan. Selain itu dapat menyimpan data dalam jumlah besar, meminimalisir terjadinya kesalahan, dan biaya pemrosesan yang lebih rendah.

(Sembiring, 2013).

Hubungan teknologi informasi dengan kualitas laporan keuangan mengacu pada penelitian yang dilakukan Lediana (2013) menyatakan bahwa efektivitas penerapan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Menurut Sapitri (2015) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengambil hipotesis kedua : H2 : Penerapan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan LPD.

Aspek ketiga adalah Locus of Control yang merupakan aspek yang ada dalam diri individu pegawai. Locus of Control adalah persepsi seseorang terhadap keberhasilan atau kegagalan

dalam melakukan berbagai kegiatan di dalam hidupnya yang dihubungkan dengan faktor External Locus of Control dari individu yang di dalamnya mencakup nasib, keberuntungan, kekuasaan atasan dan lingkungan kerja serta faktor Internal Locus of Control yang di dalamnya mencakup kemampuan kerja dan tindakan kerja yang berhubungan dengan keberhasilan dan kegagalan kerja individu yang bersangkutan (Wibowo, 2010:17).

Hubungan Locus of Control dengan kualitas laporan keuangan belum di teliti saat ini, hanya saja penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan Jayanti (2017) menyatakan bahwa Locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap reduksi kualitas audit.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengambil hipotesis ketiga : H3 : Locus of Control berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan LPD.

Apabila sumber daya manusia sudah memiliki kualitas yang baik dalam hal ini kemampuan akuntansi maupun pengelolaan keuangan maka sumber daya manusia tersebut akan mampu menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas pula. Hal ini juga harus didukung oleh penggunaan teknologi yang memadai.

Perkembangan teknologi informasi tidak hanya diterapkan pada organisasi bisnis tetapi juga pada Lembaga Perkreditan Rakyat (LPD), meningkatnya penggunaa teknologi informasi dapat membantu dan meningkatkan kemampuan pengelolaan LPD sehingga kualitas laporan keuangan terhindar dari kesalaha. Pengelola LPD yaitu pengurus LPD itu sendiri sangat penting memiliki locus of control karena Locus of control berperan dalam motivasi, locus of control yang berbeda bisa mencerminkan motivasi yang berbeda dan kinerja yang berbeda. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengambil hipotesis keempat :

(4)

H4: Kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi, dan Locus of Control berpengaruh simultan terhadap kualitas laporan keuangan LPD

METODE

Penelitian ini akan dilakukan pada Lembaga Perkreditan Rakyat (LPD) di Kabupaten Buleleng Barat yang berada di Provinsi Bali. Data yang digunakan adalah data primer. Data primer yaitu data penelitian yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dari sumber asli (tanpa perantara). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner.

Data ini akan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis statistik. Sedangkan teknik ukuran yang digunakan yaitu teknik skala likert atau skala sikap. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2013).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala LPD yang ada di Kabupaten Buleleng Barat. Berdasarkan data dari Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Rakyat (LPLPD) Kabupaten Buleleng Barat jumlah LPD yang tercatat saat ini berjumlah 72 LPD.

Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala LPD yang ada di Kabupaten Buleleng Barat. Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan menggunakan rumus Slovin. Dari hasil perhitungan yang menggunakan rumus Slovin tersebut digunakan sampel sebanyak 42 LPD yang ada di Kabupaten Buleleng Barat. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan Proportional Random Sampling.

Pengambilan sampel secara proporsi dilakukan dengan mengambil subyek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata atau

wilayah (Arikunto,2006). Kemudian dilakukan tehnik Simple Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana, tehnik ini dibedakan menjadi dua cara yaitu dengan mengundi (lottery technique) atau dengan menggunakan tabel bilangan atau angka acak (random number) (Notoatmodjo, 2010).Menurut (Sugiyono, 2013), pengertian variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari sehingga diperoleh informasi hal tersebut, kemudian ditarik sebuah kesimpulannya.

variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi sumber daya manusia (X1), Penerapan Teknologi Informasi (X2) dan Locus of Control (X3). Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan (Y). Teknik analisis data yang digunakandalam penelitian ini yaitu dengan analisisregresi linear berganda, uji statistik t dan ujistatistik F.

Uji regresi berganda ini dilakukanuntuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebelum melakukan uji regresi linear berganda, terlebih dahulu dilakukan uji kualitas data (uji validitas dan uji reliabilitas) dan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heterokedastisitas). Pengujian dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS Statistics 20.0 For Windows.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji normalitas adalah pengujian mengenai kenormalan distribusi data. Cara yang digunakan adalah uji statistik non- parametrik yaitu One Sample Kolmogorov Smirnov Test (1-Sample K-S). Jika nilai signifikansi atau probabilitas > 0.05, maka distribusi data adalah normal, dan jika signifikansi di bawah 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan (data berdistribusi tidak normal). Berikut adalah tabel hasil Uji Kolmologorov-Smirnov (Uji K-S).

(5)

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 36

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 2,37562626

Most Extreme Differences

Absolute ,080

Positive ,071

Negative - ,080

Kolmogorov-Smirnov Z ,478

Asymp. Sig. (2-tailed) ,976

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : Data Primer Diolah, 2017 Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 4.12 dapat dilihat nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,976 >

0,05 maka dapat simpulkan bahwa data- data penelitian telah berdistribusi normal.

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai tolerance.

Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas

No Variabel Tolerance VIF Keterangan 1 Kompetensi Sumber

Daya Manusia 0,455 2,198 Tidak terjadi multikolinearitas 2 Penerapan Teknologi

Informasi 0,521 1,919 Tidak terjadi

multikolinearitas 3 Locus of Control 0,406 2,461 Tidak terjadi

multikolinearitas Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan hasil uji multikolonieritas pada tabel 4.13 menunjukkan nilai VIF ≤ 10 dan nilai Tolerence ≥ 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas dalam model regresi. Koefisien tolerance v ariabel bebas kompetensisumber daya manusia (X1) adalah sebesar 0,455 lebih besar dari 0,1 dan VIF sebesar 2,198 lebih kecil dari 10. Koefisien tolerence variabel p e n e r a p a n teknologi informasi (X2) adalah sebesar 0,521 lebih besar dari 0,1 dan VIF sebesar 1,919 lebih kecil dari 10. Koefisien tolerence variabel locus of control (X3) adalah sebesar 0,406 lebih

besar dari 0,1 dan VIF sebesar 2,461 lebih kecil dari 10. Hasil tersebut membuktikan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas pada variabel dalam penelitian ini.

Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik scatter plot antara lain adalah prediksi variabel terikat (ZPREID) dengan residualnya (SRESID). Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan

(6)

bahwa telah terjadi heteroskedastisitas.

Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik- titik yang menyebar diatas dan dibawah

angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut hasil uji heteroskedastisitas.

Diagram Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber : Data Primer Diolah, 2017 Berdasarkan gambar di atas, dapat

disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal tersebut dikarenakan pada diagram tidak membentuk pola tertentu serta titik-titik juga menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.

Pada penelitian ini diajukan empat hipotesis. Uji hipotesis menggunakan uji t (t-test) dilakukan untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa kompetensi

sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi, dan locus of control secara terpisah (parsial) berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik dengan menggunakan bantuan program SPSS Statistics 20.0 For Windows, maka diperoleh hasil perhitungan uji statistik seperti nampak pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d

Coefficients t Sig.

Collinearity Statistics

B Std.

Error Beta Toleranc

e VIF

1

(Constant) 8,586 3,490 2,455 0,020

X1 0,364 0,177 0,271 2,054 0,048 0,455 2,198 X2 0,344 0,152 0,279 2,263 0,031 0,521 1,919 X3 0,173 0,057 0,424 3,035 0,005 0,406 2,461 a. Dependent Variable: Y

Sumber : Data Primer Diolah, 2017 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui

tingkat signifikan masing-masing variabel bebas, yaitu:

1. Variabel kompetensi sumber daya manusia (X1) memiliki tingkat signifikasi sebesar 0,048 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,364 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Selain itu, kompetensi sumber daya manusia (X1) memiliki thitung lebih besar dari ttabel, yaitu sebesar 2,054 >

2,03693. Hal ini berarti sesuai dengan H1 yang menyatakan bahwa variabel kompetensi sumber daya manusia berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

(7)

2. Variabel penerapan teknologi informasi (X2) memiliki tingkat signifikasi sebesar 0,031 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,344 maka H0 ditolak dan H2 diterima.

Selain itu, penerapan teknologi informasi (X2) memiliki thitung lebih besar dari ttabel, yaitu sebesar 2,263 >

2,03693. Hal ini berarti sesuai dengan H2 yang menyatakan bahwa variabel penerapan teknologi informasi berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

3. Variabel locus of control (X3) memiliki tingkat signifikan sebesar 0,005 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,173 maka H0 ditolak dan H3 diterima.

Selain itu, locus of control (X3) memiliki thitung lebih besar dari ttabel

yaitu sebesar 3,035 > 2,03693. Hal ini berarti sesuai dengan H3 yang menyatakan bahwa variabel locus of control berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

Tabel 4. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 580,363 3 193,454 31,340 0,000b

Residual 197,526 32 6,173

Total 777,889 35

a. Dependent Variable: Y

b. Predictors: (Constant), X1, X2, X3

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Dari hasil pengujian terhadap uji simultan (uji F) seperti yang ditampilkan pada tabel 4 diperoleh nilai Fhitung sebesar 31,340 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari nilai signifikan 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kualitas laporan keuangan atau dapat dikatakan bahwa kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi, teknologi informasi, dan penerapan standar akuntansi secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Secara lebih tepat, nilai Fhitung dibandingkan dengan Ftabel dimana jika Fhitung > Ftabel maka secara simultan variabel-variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Pada taraf α = 0,05 dengan derajat kebebasan pembilang/df1 = k - 1 = 4 - 1 = 3 dan derajat kebebasan penyebut/df2 = n - k = 36 - 4 = 32, dimana k adalah jumlah variabel (bebas+terikat) dan n adalah jumlah observasi/sampel pembentuk regresi. diperoleh nilai Ftabel 2,90. Dengan demikian, nilai Fhitung 31,340 lebih besar dari nilai Ftabel 2,90. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat

diinterpretasikan bahwa variabel kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi, dan locus of control secara simultan mempengaruhi variabel kualitas laporan keuangan.

PEMBAHASAN

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Berdasarkan hasil analisis statistik ditemukan bahwa variabel kompetensi sumber daya manusia (X1) memiliki tingkat signifikasi sebesar 0,048 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,364 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Selain itu, kompetensi sumber daya manusia (X1) memiliki thitung lebih besar dari ttabel, yaitu sebesar 2,054 > 2,03693.

Hal ini berarti sesuai dengan H1 yang menyatakan bahwa variabel kompetensi sumber daya manusia berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Nilai positif menunjukkan pengaruh yang searah yaitu dimana apabila kompetensi sumber daya manusia meningkat maka meningkat pula

(8)

kualitas laporan keuangan pada suatu entitas dalam hal ini adalah LPD.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan Desiana (2014) yang membuktikan bahwa kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

Pengaruh Penerapan Teknologi Informasi terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Berdasarkan hasil analisis statistik ditemukan bahwa variabel penerapan teknologi informasi (X2) memiliki tingkat signifikasi sebesar 0,031 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,344 maka H0 ditolak dan H2 diterima. Selain itu, penerapan teknologi informasi (X2) memiliki thitung lebih besar dari ttabel, yaitu sebesar 2,263 > 2,03693. Hal ini berarti sesuai dengan H2 yang menyatakan bahwa variabel penerapan teknologi informasi berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Nilai positif menunjukkan pengaruh yang searah yaitu dimana apabila penerapan teknologi informasi yang digunakan dalam suatu entitas semakin canggih maka meningkat pula kualitas laporan keuangan pada suatu entitas dalam hal ini adalah LPD.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan Lediana (2013) yang menemukan bahwa penerapan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Efektivitas penerapan teknologi informasi memberikan pengaruh sebesar 53,0% terhadap kualitas laporan.

Hal ini menunjukkan penerapan teknologi informasi sangat penting dalam keberlangsungan suatu entitas dimana penerapan teknologi ini dapat mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pembuatan laporan keuangan. Dengan adanya teknologi informasi yang mewadahi pelaku akuntansi maka laporan keuangan pada setiap entitas dapat dibuat dan disajikan dengan andal serta dapat memberikan informasi yang berguna bagi penggunanya.

Pengaruh Locus of Control terhadap Kualitas Laporan Keuangan

Berdasarkan hasil analisis statistik ditemukan bahwa variabel locus of control (X3) memiliki tingkat signifikan sebesar 0,005 < 0,05 dan memiliki koefisien positif sebesar 0,173 maka H0 ditolak dan H3 diterima. Selain itu, locus of control (X3) memiliki thitung lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 3,035 > 2,03693. Hal ini berarti sesuai dengan H3 yang menyatakan bahwa variabel locus of control berpengaruh secara positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Nilai positif menunjukkan pengaruh yang searah yaitu dimana apabila locus of control dapat dimiliki oleh pengurus dalam pembuatan laporan keuangan maka akan meningkatkan kualitas laporan keuangan pada suatu entitas dalam hal ini adalah LPD.

Menurut teori atribusi sebagaimana teori ini mempelajari tentang bagaimana seseorang menginterpretasikan suatu peristiwa, alasan, atau sebab perilakunya.

Secara singkat, teori atribusi berusaha untuk menjelaskan bagian mengapa dari perilaku (Ivaneevich, et al, 2006). Apakah perilaku itu disebabkan oleh faktor disposisional (faktor dalam/internal), ataukah disebabkan oleh keadaan eksternal. Penyebab internal cenderung mengacu pada aspek perilaku individual, sesuatu yang telah ada dalam diri seseorang seperti sifat pribadi, persepsi diri, kemampuan, dan motivasi.

Sedangkan penyebab eksternal lebih mengacu pada lingkungan yang memengaruhi perilaku seseorang, seperti kondisi sosial, nilai sosial, dan pandangan masyarakat (Lestari, 2010).

Pengaruh Sumber Daya Manusia di Bidang Akuntansi, Teknologi Informasi, Dan Penerapan Standar Akuntansi terhadap Kualitas Laporan Keuangan.

Berdasarkan hasil analisis statistik antara variabel kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi, dan locus of control terhadap kualitas laporan keuangan diperoleh nilai Fhitung sebesar 31,340 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari nilai signifikan 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kualitas laporan keuangan atau dapat dikatakan bahwa kompetensi

(9)

sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi, dan locus of control secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Apabila sumber daya manusia sudah memiliki kompetensi yang baik dalam hal ini kemampuan akuntansi maupun pengelolaan keuangan maka sumber daya manusia tersebut akan mampu menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas pula. Hal ini juga harus didukung oleh penggunaan teknologi yang memadai. Perkembangan teknologi informasi tidak hanya dimanfaatkan pada organisasi bisnis tetapi juga pada organisasi sektor publik, termasuk LPD, meningkatan penggunaan teknologi informasi dapat membantu dan meningkatkan kemampuan mengelola LPD sehingga mengurangi kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan.

Pengelola LPD yaitu pengurus LPD itu sendiri sangat penting memiliki locus of control karena Locus of control berperan dalam motivasi, locus of control yang berbeda bisa mencerminkan motivasi yang berbeda dan kinerja yang berbeda.

Sehingga dapat dikatakan kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi informasi dan locus of control sangat mempengaruhi kualitas kualitas laporan keuangan.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

(1) Kompetensi sumber daya manusia di bidang akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. (2) Penerapan teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. (3) Locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. (4) Kompetensi sumber daya manusia di bidang akuntansi, penerapan teknologi informasi, dan locus of control secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah: (1) Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menguji variabel locus of control yang berhubungan terhadap kualitas laporan keuangan karena masih sangat minim penelitian mengenai locus of control terhadap kualitas laporan keuangan. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan bisa memperluas wilayah penelitian misalnya tidak hanya mengambil sampel pada LPD saja, melainkan bisa mengambil sampel pada lembaga keuangan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Darwanis, Desi. 2009. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengendalian Intern Akuntansi terhadap Keterandalan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

Skripsi.

Roviyantie, Devi. 2011. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah. Skripsi. Universitas Siliwangi.

Sembiring, Febriady Leonard. 2013. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Keandalan dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah. Artikel Skripsi. Universitas Negeri Padang, Padang.

Soimah, Siti. 2014. Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi, cetakan ke 15, Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung : Alfabeta.

(10)

Wibowo, Nurhida Rahmalia. 2010. Hubungan Antara Locus Of Control Internal dengan Selft Efficacy dengan Kepuasan Kerja Karyawan Departemen Spinning PT. Daya Manunggal. Skripsi (diterbitkan). Program Studi Psikologi, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Gambar

Diagram  Hasil Uji Heterokedastisitas

Referensi

Dokumen terkait

jawab. Segala sesuatu yang dilakukan anak tetap harus ada di bawah pengawasan orang tua dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral. Orang tua dan anak tidak

a) Pengembangan karier ASN yang dilaksanakan di Kabupaten Nias Utara belum dapat dilaksanakan dengan baik yang ditandai dengan kepedulian pemerintah terhadap

Pada serviks terbentuk sel-sel otot terbaru,karena adanya kontraksi dan retraksi, Segera setelah lahir terjadi edema,  bentuk distensi untuk beberapa hari, struktur

Perbedaan penelitian yang dilakukan dengan penelitian terdahulu adalah gabungan metode yang digunakan untuk identifikasi biometric dalam bentuk citra digital, yaitu

Tahun 2020 adalah tahun ke-3 pelaksanaan Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, dari sebanyak 1 sasaran strategis dengan sebanyak 4 indikator kinerja yang

Tak lama kemudian, ketujuh anggota Sapta Siaga sudah berkumpul di tempat rapat mereka yang b asa. Mereka berb cara dengan ribut. Semuanya sudah mendengar kejadian tentang

Mencampur methanol ke dalam bensin dengan persentase minimal (M10 dan M15) bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar untuk spark ignition engine (SIE) tanpa