• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) : Efektifitas Pemijatan Perineum Terhadap Ruptur Perinneum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) : Efektifitas Pemijatan Perineum Terhadap Ruptur Perinneum"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1

FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT)

Judul : Efektifitas Pemijatan Perineum Terhadap Ruptur Perinneum Nama peneliti : TENGKU ROYYANY

Nim : 095102003

Saya adalah mahasiswa program D IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemijatan perineum terhadap rupture perineum.

Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di program D IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Saya mengharapkan partisipasi ibu untuk menjadi responden dalam penelitian saya ini. Saya akan menjamin kerahasiaan identitas ibu, informasi yang ibu berikan hanya akan digunakan untuk proses penelitian.

Partisipasi ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela, ibu bebas menerima menjadi responden penelitian atau menolak tanpa ada sanksi apapun. Jika ibu bersedia menjadi responden, silahkan menandatangani surat persetujuan ini pada tempat yang telah disediakan dibawah ini sebagai bukti ibu bersedia menjadi responden pada penelitian ini. Terimakasih atas perhatian ibu untuk penelitian ini.

Tanggal : Tanda tangan :

(2)

Lampiran2

LEMBAR OBSERVASI

No Responden

Kelompok Intervensi yang dilakukan pemijatan perineum

Kelompok Kontrol yang tidak dilakukan pemijatan perineum

Umur Pendidikan Pekerjaan Ruptur Umur Pendidikan Pekerjaan Ruptur

(3)

Lampiran 3

PROSEDUR PELAKSANAAN PEMIJATAN PERINEUM

1. Definisi pijat perineum

Pijat perineum adalah salah satu cara yang paling kuno dan paling pasti untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah, elastisitas, dan relaksasi otot-otot dasar panggul.

2. Syarat ibu hamil untuk dipijat

a. Ibu hamil primipara yang sehat dan tidak megalami komplikasi b. Ibu hamil primipara yang bersedia untuk dilakukan pemijatan

c. Ibu hamil yang sebelumnya pernah melahirkan dengan sectio caesare dan belum pernah melahirkan secara pervaginam

3. Manfaat pijat perineum

a. Melunakkan jaringan perineum

b. Menstimulasi aliran darah ke perineum yang akan membantu mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan.

c. Membantu ibu lebih santai di saat pemeriksaan vagina (Vaginal Touche).

d. Membantu menyiapkan mentalibu terhadap tekanan dan regangan perineum di kala kepala bayi akan keluar.

e. Menghindari kejadian episotomi atau robeknya perineum di kala melahirkan dengan meningkatkan elastisitas perineum.

4. Persiapan sebelum pemijatan

(4)

a. Persiapan untuk ibu

1) Ruangan yang tenang dan nyaman 2) Ruangan yang aman

3) Ruangan tidak terlalu terang b. Persiapan untuk pemijat

1) Tangan pemijat harus bersih dan bekerja secara hati-hati

2) Selalu cepat tanggap terhadap Ibu jika mengalami rasa nyeri yang belebihan

3) Atur posis ibu dalam keadaan yang nyaman ketika melakukan pemijitan c. Alat

1) Sarung tangan yang steril 2) Handuk kecil setelah memijat 5. Teknik pijat perineum

1) Cucilah tangan ibu terlebih dahulu dan pastikan kuku ibu tidak panjang.

2) Berbaringlah dalam posisi yang nyaman.

3) Ibu dapat menggunakan cermin untuk pertama kali guna mengetahui daerah perineum tesebut.

4) Letakkan satu atau dua ibu jari (atau jari lainnya bila ibu tidak sampai) sekitar 2-3cm di dalam vagina. Tekan ke bawah dan kemudian menyamping pada saat bersamaan. Perlahan-lahan coba regangkan daerah tersebut sampai ibu merasakan sensasi seperti terbakar, perih, atau tersengat.

(5)

5) Tahan ibu jari dalam posisi seperti diatas selama 2 menit sampai daerah tersebut menjadi tidak terlalu berasa dan ibu tidak terlalu merasakan perih lagi.

6) Tetap tekan daerah tersebut dengan ibu jari. Perlahan-lahan pijat ke depan dan kebelakang melewati separuh terbawah vagina. Lakukan ini selama 3-5 menit. Hindari pembukaan saluran kemih, dan ibu dapat memulai dengan pijatan ringan dan semakin ditingkatkan tekanannya seiring dengan sensivitas yang berkurang.

7) Ketika sedang memijat, tarik perlahan bagian terbawah dari vagina dengan ibu jari tetap berada di dalam. Hal ini akan membantu meregangkan kulit dimana kepala bayi saat melahirkan nanti akan meregangkan perineum itu sendiri.

9) Lakukan pijata perlahan-lahan dan hindari pembukaan dari katup uretra (lubang kencing) untuk menghindari iritasi atau infeksi.

6. Hal-hal yang perlu diingat sebelum melakukan pemijatan

a. Jangan memijat seandainya didaerah kemaluan ibu terdapat infeksi b. Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada ibu

c. Jangan memaksa ibu untuk dipijat

7. Hal-hal yang perlu diingat segera setelah melakukan pemijatan

Jika terjadi iritasi, segera datang untuk memberitahukan kepada bidan.

(6)

Lampiran 4

PROTAP PENELITIAN TENTANG EFEKTIFITAS PEMIJATAN PERINEUM TERHADAP RUPTUR PERINEUM DI KLINIK BERSALIN

FATIMAH ALI I DAN FATIMAH ALI II MARINDAL MEDAN

1. Menjelaskan prosedur teknik pemijatan perineum kepada responden atau suami.

2. Melakukan informed consent pada pihak responden.

3. Mempraktekkan prosedur teknik pemijatan perineum kepada responden dan bidan di Klinik Bersalin Fatimah Ali I Marendal Medan.

4. Melakukan pemijatan pada kelompok intervensi 1 x sehari dalam 15 menit selama 7 hari

5. Setelah 7 hari, Ibu melakukan kembali pemijatan perineum dirumah masing- masing sampai tiba waktunya persalinan.

6. Mengobservasi ruptur perineum yang terjadi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada saat persalinan

7. Menganalisa data yang sudah terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel.

(7)

MASTER TABEL PEMIJATAN PERINEUM

No Responden

Kelompok Intervensi yang dilakukan pemijatan perineum

Kelompok Kontrol yang tidak dilakukan pemijatan perineum

Umur Pendidikan Pekerjaan Ruptur Umur Pendidikan Pekerjaan Ruptur

1 26 SMA IRT - 31 SMP IRT

2 22 SMA SWASTA 22 SMA IRT

3 24 SMP IRT - 32 SMP IRT

4 32 SMA IRT 19 DIPLOMA PNS -

5 21 SMA IRT - 19 SMA SWASTA

6 23 SMA PNS - 23 SMA SWASTA

7 22 DIPLOMA PNS 27 DIPLOMA SWASTA -

8 28 SMA IRT - 26 SARJANA PNS

9 33 SMA IRT 16 SMA SWASTA

10 18 SMP IRT - 19 SMA SWASTA -

11 20 SMP IRT - 21 SMA SWASTA

12 25 SMP SWASTA 32 SMP IRT

13 31 DIPLOMA SWASTA - 21 SMP IRT

14 26 DIPLOMA SWASTA - 22 DIPLOMA PNS

15 21 SARJANA PNS - 28 SMP IRT

16 22 SMA SWASTA 29 DIPLOMA SWASTA -

17 22 SMA IRT 27 SMA IRT

18 25 DIPLOMA PNS - 19 SMA IRT

19 26 SMP IRT - 25 SMP IRT

20 29 SMP IRT 24 SMP SWASTA -

21 19 SMP SWASTA - 24 SMP SWASTA

22 19 SARJANA PNS 15 SMA IRT

23 27 DIPLOMA SWASTA - 26 SMA SWASTA

24 31 SMP SWASTA - 25 SMA SWASTA

25 23 SMA IRT - 24 DIPLOMA PNS

26 23 SMP IRT 20 SMA IRT

(8)

Crosstabs

[DataSet0] G:\GW SIDANG KTI\CHI SQURE.sav

Case Processing Summary Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent PIJATPERINEUM *

RUPTUR

52 100.0% 0 .0% 52 100.0%

PIJATPERINEUM * RUPTUR Crosstabulation RUPTUR

Total TERJADI

RUPTUR

TIDAK TERJADI RUPTUR PIJATPERINEUM TIDAK

DILAKUKAN

Count 21 5 26

% within PIJATPERINEUM 80.8% 19.2% 100.0%

DILAKUKAN Count 10 16 26

% within PIJATPERINEUM 38.5% 61.5% 100.0%

Total Count 31 21 52

% within PIJATPERINEUM 59.6% 40.4% 100.0%

Chi-Square Tests

(9)

Value df

Asymp. Sig.

(2-sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square 9.665a 1 .002

Continuity Correctionb 7.988 1 .005

Likelihood Ratio 10.049 1 .002

Fisher's Exact Test .004 .002

Linear-by-Linear Association

9.479 1 .002

N of Valid Cases 52

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 10,50.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value

95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for PIJATPERINEUM (TIDAK DILAKUKAN /

DILAKUKAN)

6.720 1.915 23.577

For cohort RUPTUR = TERJADI RUPTUR

2.100 1.247 3.536

For cohort RUPTUR = TIDAK TERJADI RUPTUR

.313 .134 .727

N of Valid Cases 52

(10)

OUT PUT KELOMPOK INTERVENSI

Frequencies

[DataSet1] D:\KAMPUS USU\KTI D4 USU\GW SIDANG KTI\YY SPSS INTERVENSI.sav

Statistics

umur1 Pendidikan1 Pekerjaan1

N Valid 26 26 26

Missing 0 0 0

Frequency Table

Pendidikan1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid smp 8 30.8 30.8 30.8

sma 11 42.3 42.3 73.1

doploma 5 19.2 19.2 92.3

sarjana 2 7.7 7.7 100.0

Total 26 100.0 100.0

umur1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 15-20 4 15.4 15.4 15.4

21-25 12 46.2 46.2 61.5

26-30 6 23.1 23.1 84.6

>31 4 15.4 15.4 100.0

Total 26 100.0 100.0

(11)

Pekerjaan1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid IRT 13 50.0 50.0 50.0

PNS 5 19.2 19.2 69.2

SWASTA 8 30.8 30.8 100.0

Total 26 100.0 100.0

(12)

OUT PUT KONTOR

Frequencies

[DataSet2] D:\KAMPUS USU\KTI D4 USU\GW SIDANG KTI\yy spss kontrol.sav

Statistics

umur2 pendidikan2 pekeerjaan2

N Valid 26 26 26

Missing 0 0 0

Frequency Table

Umur2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 15-20 7 26.9 26.9 26.9

21-25 10 38.5 38.5 65.4

26-30 6 23.1 23.1 88.5

>31 3 11.5 11.5 100.0

Total 26 100.0 100.0

pendidikan2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid SMP 8 30.8 30.8 30.8

SMA 12 46.2 46.2 76.9

DIPLOMA 5 19.2 19.2 96.2

SARAJANA 1 3.8 3.8 100.0

Total 26 100.0 100.0

(13)

pekeerjaan2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid IRT 12 46.2 46.2 46.2

PNS 4 15.4 15.4 61.5

SWASTA 10 38.5 38.5 100.0

Total 26 100.0 100.0

(14)

RIWAYAT HIDUP

Nama : Tengku Royyany

Tempat/ Tanggal Lahir : Pekanbaru, 29 Mei 1986

Agama : Islam

Alamat : Jl. Hang Lekir No. 31 B Pekanbaru - Riau

Riwayat Pendidikan : 1990-1992 TK Pembina Pekanbaru 1992-1998 SDN 001 Rintis Pekanbaru 1998-2001 SMP N 4 Pekanbaru 2001-2004 SMU N 1 Pekanbaru

2005-2008 D III Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru

Referensi

Dokumen terkait

Sebanyak 7% responden kepala keluarga masuk dalam kategori tidak setuju karena mereka beranggapan banyak masyarakat saat ini yang sudah tidak peduli dengan kebudayaan

Namun kalau dilihat dari kerjasama dengan bidan sebelumnya maka yang bekerjasama hanya 5 orang, dengan demikian maka sebenarnya sudah 8 orang dukun bayi yang pernah

Ahli 1 Secara teknis tes pada Modul 1 dan 2 sudah ditulis dengan kualitas yang baik dan dengan bahasa yang mudah dipahami. Akan tetapi, terdapat beberapa item soal yang dibuat

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanda & gejala ketergantungan narkoba, respon keluarga terhadap penderita, jenis koping yang digunakan keluarga serta

Dari 8 kota IHK, inflasi year-on-year tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 3,16 persen, diikuti Kota Malang sebesar 2,93 persen, Kabupaten Sumenep sebesar 2,50 persen,

Passing bawah mempunyai manfaat bila menguasai teknik dasar passing bawah dengan baik yaitu pukulan atau servis sekeras apapun pemain tetap akan mampu

Pada tugas akhir ini, akan diperoleh hasil berupa alur pelayanan aktual yang umum terjadi (frequent behavior) maupun alur pelayanan lain (infrequent behavior) yang dijalani

Fokus pengamatan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi nematoda parasit pada saluran pencernaan marmut (Cavia cobaya) yang terserang sakit strongilodiasis.. Marmut (