• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Pengantar. Tim Penyusun. Kelompok 6 Kelas C

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata Pengantar. Tim Penyusun. Kelompok 6 Kelas C"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat serta hidayah Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan panduan belajar dalam bentuk lembarkerja siswa bidang study Kimia untuk SMP kelas VIIIA.

Seiring dengan pesatnya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan dan penyempurnaan kurikulum, serta perkembangan- perkembangan baru dalam cara penyajian bahan- bahan pelajaran, maka pada kesempatan kali ini kami menyusun dan menyajikan LKS kimia untuk SMP kelas VIIIA yang materi pembelajarannya sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Materi pembelajaran yang kami kemas dalam bentuk LKS ini kami pilah dan sajikan disertai berbagai kelengkapannya seperti ringkasan materi, kerja kelompok serta evaluasi.

Kami menyadari bahwa buku panduan belajar ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharap atas tegur sapa serta kritik yang membangun kesempurnaan kwalitas buku ini.

Tim Penyusun

Kelompok 6 Kelas C

(2)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………... ……….………... 1

Daftar isi………...……….………... 2

Bahan Kimia di Rumah Tangga……….………...3—5

Tugas Kelompok………...……….………...5

Lembar Evaluasi………...……….………...6

Daftar Pustaka………...……….………...7

(3)

BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA

Info:

Zat aditif merupakan alah satu bahan kimia yang digunakan untuk membuat produk lebih menarik. Misalnya untuk meningkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan

kesegaran produk. Menurut Majeed (Cahyo Eddy, 1996), zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:

1) Agen emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak dan air semacam lesitin 2) Agen penstabil dan pemekat contohnya gliserin

A. Standar Kompetensi: Memahami kegunaan dan efek dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan dalam

kehidupan sehari- hari.

B. Kompetensi Dasar:

1. Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari- hari serta mencari cara pencegahan dari efek yang ditimbulkan

2. Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia

C. Indikator:

1. Siswa dapat mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai produk pembersih, pewangi, pemutih dan pembasmi serangga

2. Siswa dapat menyebutkan pengaruh penggunaan bahan kimia yang di gunakan sebagai pembersih, pewangi, pemutih dan pembasmi serangga

3. Siswa dapat menjelaskan efek samping penggunaan bahan pembersih, pewangi, pemutih dan pembasmi serangga 4. Siswa dapat membincangkan cara pencegahan dari efek

yang ditimbulkan oleh penggunaan pembersih, pewangi, pemutih dan pembasmi serangga secara berlebihan D. Waktu Pelaksanaan: 2X80 menit

M M M

Makana akana akana akana serba instan memang ena serba instan memang ena serba instan memang ena serba instan memang enak, k, k, k, pewangi memang harum…

pewangi memang harum… pewangi memang harum…

pewangi memang harum…tapi. tapi. tapi. tapi.. bila . bila . bila . bila kita belebihan menggunakannya, apa kita belebihan menggunakannya, apa kita belebihan menggunakannya, apa kita belebihan menggunakannya, apa efek bagi lingkungan dan kesehatan efek bagi lingkungan dan kesehatan efek bagi lingkungan dan kesehatan efek bagi lingkungan dan kesehatan yaa..?

yaa..? yaa..?

yaa..??? ?? ?? ??

(4)

3) Agen penghalang kerak untuk mencegah penggumpalan 4) Agen peningkatan nutrisi contohnya berbagai vitamin 5) Agen pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit 6) Agen antioksidan contohnya vitamin C dan E 7) Agen pengembang untuk roti dan bolu

8) Agen penyedap rasa contohnya monosodium glutamat (MSG), bahan pewarna,dll

Selain beberapa macam zat aditif diatas, kita juga bisa menemukan beberapa macam produk yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari- hari yang mengandung bahan kimia.

Misalnya: Pasta gigi, sabun mandi, pemutih pakaian, pewangi (parfum, pewangi pakaian), cat rambut,dll.

Pada pewangi biasanya mengandung 30% bahan kimia bahkan sampai 95%

mengandung bahan kimia sintetik dengan bahan dasar petroleum yang kini terkenal sangat beracun. Maka dari itu alangkah baiknya bila kita bisa menggunakannya sesuai dengan atauran pakai yang sudah tertera dalam petunjuk pemakaian. Karena kalau kita menggunakannya secara berlebihan akan berdampak pada lingkungan sekitar (seperti menurunnya kesuburan tanah) dan berdampak pada tubuh kita (timbulnya berbagai macam penyakit yang berbahaya seperti kangker,dll)

Bahan kimia dalam rumah tangga juga bisa kita jumpai pada makanan yang kita konsumsi yang serba instan seperti: mie instan, nasi goring instan,dll. Karena munggkin dalam pembuatannya disertai dengan pengawet seperti formalin. Formalin merupakan salah satu bahan kimia yang mengandung 10-40% formaldehid. Dimana formaldehid merupakan salah satu bahan kimia yang sering digunakan untuk pengawet maupun antiseptik.

Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di sektor

industri sebenarnya formalin sangat banyak manfaatnya. Formaldehid memiliki banyak

manfaat, seperti anti bakteri atau pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih

lantai, kapal, gudang dan pakaian, pembasmi lalat dan berbagai serangga lain. Dalam dunia

fotografi biasaya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas. Bahan pembuatan

pupuk dalam bentuk urea, bahan pembuatan produk parfum, pengawet produk kosmetika,

pengeras kuku dan bahan untuk insulasi busa. Formalin juga dipakai sebagai pencegah

korosi untuk sumur minyak.. Di bidang industri kayu sebagai bahan perekat untuk produk

kayu lapis (plywood). Dalam konsentrasi yag sangat kecil (<1 persen) digunakan sebagai

pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci

piring, pelembut, perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet. Di industri perikanan,

formalin digunakan untuk menghilangkan bakteri yang biasa hidup di sisik ikan. Formalin

(5)

diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengobatan penyakit ikan akibat ektoparasit seperti fluke dan kulit berlendir. Meskipun demikian, bahan ini juga sangat beracun bagi ikan. Ambang batas amannya sangat rendah, sehinggga terkadang ikan yang diobati malah mati akibat formalin daripada akibat penyakitnya. Formalin banyak digunakan dalam pengawetan specimen ikan untuk keperluan penelitian dan identifikasi. Di dunia kedokteran formalin digunakan untuk pengawetan mayat manusia untuk dipakai dalam pendidikan mahasiswa kedokteran. Untuk pengawetan biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10%. Tetapi, ada juga produsen yang menggunakannya melebihi batas ukuran penggunaan.

Maka kita sebagai konsumen harus lebih hati- hati dalam memilih produk dan lebih waspada.

Tugas Kelompok Tugas Kelompok Tugas Kelompok Tugas Kelompok

Pengelompokkan Bahan/Produk yang Mengandung Bahan Kimia Yang Sering Digunakan dalam Rumah Tangga

 Tujuan:

1.Siswa mampu menginformasikan kegunaan dan efek dari penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari- hari.

2.Siswa mampu memanfaatkan bahan kimia di rumah tangga sesuai dengan aturan dan kegunaanya

 Alat dan Bahan: Berbagai macam produk yang sering digunakan dalam kehidupan sehari- hari yang ada kandungan bahan kimia

 Prosedur kerja: lakukan percobaan sederhana yang bisa membuktikan bahwa produk yang anda amati itu mengandung bahan kimia atau tidak, gunakanlah berbagai sumber materi baik dari buku maupun dari internet yang ada kaitannya dengan percobaan yang anda lakukan, dan buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah anda lakukan. Misalnya bisa berupa bentuk tabel seperti di bawah ini dan bisa juga dalam bentuk lain.

No Produk yang diamati

Mengandung bahan kimia/ tidak

kegunaan Efek bagi lingkungan sekitar dan kesehatan

(6)

Lembar Evaluasi Lembar Evaluasi Lembar Evaluasi

Pilihlah salah satu jawaban yang benar

1. Diantara produk-produk berikut yang mengandung bahan kimia adalah....

A. produk pembasmi serangga C. produk pewangi B. produk pembersih D. semua jawaban benar

2. Produk pembersih banyak sekali ragamnya, mulai dari pembersih badan, kaca, rambut, gigi dan lain-lain. Komponen utama dari produk pembersih ini adalah….

A. sabun C. pewangi

B. pewarna D. jawaban A dan C benar 3. Aroma dari bahan pewangi biasanya menyerupai aroma….

A. bunga dan ikan C. buah dan sayuran B. bunga dan buah D. jawaban A dan C benar 4. Zat kimia yang sering digunakan dalam produk pewangi adalah…..

A. Petrolium C. Insectisida B. LAS D. florida 5. Zat aditif biasa digunakan seperti dibawah ini kecuali….

A. Penguat rasa C. Meningkatkan kwalitas B. Menambah kesegaran produk D. menurunkan kwalitas produk 6. Fungsi senyawa aluminium dalam produk pewangi badan adalah…

A. memberi aroma bunga pada tubuh

B. mengurangi pengurangan keringat pada tubuh C. membuat wewangian lebih tahan lama

D. sebagai zat pendorong untuk mengeluarkan cairan pewangi dari dalam botol 7. Berdasarkan hasil percobaan yang telah anda lakukan, sebutkanlah efek produk yang

anda amati bagi kesehatan!

8. Sebutkan efek produk yang anda amati bagi lingkungan!

9. Sebutkan macam- macam produk yang anda amati yang mengandung bahan kimia!

10. Kelompokkan produk yang anda amati sesuai kegunaannya (pewangi, pemutih/

pengawet)!

Selamat Mengerjakan

Selamat Mengerjakan Selamat Mengerjakan

Selamat Mengerjakan

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Admin. (2007). Teori Konstruktivisme. Diambil pada tanggal 3 mei 2008 dari:

http://blog.persimpangan.com/blog/2007/09/21/construktivisme-teori- konstruktivisme/

Anwar Holil. (2008). Teori Belajar Konstruktivisme. Diambil pada tanggal 3 mei 2008 dari:

http://pkab.wordpress.com/2008/04/23/teori-belajar-konstruktivisme/

Cahyo Eddy. (2007). Dampak Makanan Siap Saji Bagi Tubuh. Diambil pada tanggal 9 juni 2008. Dari http://www.shvoong.com/medicine-and-health/1639515-dampak- makanan-siap-saji-bagi/

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Panduan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Diambil pada tanggal 3 mei 2008 dari:

http://www.geocities.com/kipetruk/silabus_smp.html

Julius Kurnia. (2007). Waspada Kemasan Pembungkus Makanan dan Minuman beracun mengandung Zat yang Berbahaya bagi Kesehatan. Diambil pada tanggal 9 Juni 2008.

Dari http://juliuskurnia.wordpress.com/2008/04/07/waspada-kemasan-pembungkus- makanan-dan-minuman-beracun-mengandung-zat-berbahaya-bagi-kesehatan/

Moh. Amien. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan Menggunakan Metode Discovery dan Inquiry. Jakarta: Depdikbud

Widodo Sudarwanto. (2000). Pengaruh Formalin Bagi Sistem Tubuh. Diambil pada tanggal 9 Juni 2008. Dari http://puterakembara.org/archives8/00000066.shtml

(8)

Lembar Jawaban Lembar Jawaban Lembar Jawaban Lembar Jawaban

Referensi

Dokumen terkait

3.2Menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari Perbandingan Molekul Unsur dan.

Aspek 3 : tidak memaksakan kehendak ketika mempelajari materi pokok Sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari dengan sungguh-sungguh. Aspek 4 : bekerja sama

Dengan mengamati, siswa dapat menemukan contoh perilaku yang menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh kepedulian..

Dengan pengamatan dan observasi, siswa dapat menemukan contoh perilaku yang menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh kepedulian.. Dengan

Contoh-contoh produk dari negara lain yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari : - Sepeda motor Yamaha, Honda dan Suzuki dari Jepang - Handphone Oppo dari Tiongkok -

Setelah mendiskusikan cerita, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.. Setelah berdiskusi,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,