• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN:"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak—Di dalam aplikasi teknik, struktur profil berbentuk silinder sering ditemukan. Studi yang pernah dilakukan menyatakan, apabila sebuah silinder dilintasi aliran fluida akan timbul gaya drag yang sering kali dianggap merugikan. Modifikasi profil silinder menjadi seolah lebih aerodinamis merupakan alternatif yang dapat dilakukan untuk mereduksi gaya drag tersebut, salah satunya dengan penambahan splitter plate di bagian belakang silinder. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan numerik. Studi eksperimen dilakukan pada subsonic wind tunnel, dengan bilangan Reynolds sebesar 2,6 104. Benda uji yang digunakan

berupa sirkular silinder (D=30mm) dan sirkular silinder dengan penambahan splitter plate di bagian belakang silinder. Panjang splitter plate (Ls) adalah 75 mm dengan ketebalan (t)

sebesar 2,4 mm. Studi numerik menggunakan perangkat lunak komersial CFD dengan model turbulensi k- shear stress trasnport (SST). Hasil eksperimen menunjukkan peningkatan koefisien friction drag (CDf) dan koefisien total drag (CDt)

dengan penambahan splitter pada silinder, sedangkan simulasi numerik menunjukkan penurunan CDf dan CDt. Kenaikan CDt

melalui metode eksperimen sebesar 17,32% sedangkan penurunan CDt melalui simulasi numerik sebesar 6,12%.

Penambahan splitte rmenurunkan harga koefisien pressure drag (CDp), namun tidak mampu menunda separasi aliran yang

terjadi pada kontur silinder. Fenomena ini ditunjukkan oleh hasil yang diperoleh melalui metode eksperimen dan numerik.

Kata Kunci— CDf, CDp, CDt, silinder sirkular, splitter plate

I. PENDAHULUAN

eiring dengan berjalannya waktu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin pesat. Telah banyak diciptakan teknologi canggih yang bertujuan untuk meringankan dan mempermudah pekerjaan manusia. Dalam aplikasinya, struktur profil berbentuk silinder, baik silinder tunggal atau kelompok silinder, sering ditemukan dalam bidang keteknikan, seperti alat penukar kalor, sistem pendingin pada pembangkit tenaga nuklir, tiang penyangga jembatan, dan kabel transisi listrik.

Profil berbentuk silinder dapat menyebabkan kerugian aerodinamis terhadap aliran yang melewatinya. Aliran yang melewati profil berbentuk silinder akan mengalami separasi

massive di sekitar daerah midspan. Separasi massive

menyebabkan adanya daerah wake dengan ukuran besar, sehingga menimbulkan gaya drag dengan nilai yang besar pula. Daerah wake yang terbentuk di bagian belakang silinder akan diisi oleh vortex. Ketika aliran turbulen melewati profil berbentuk silinder, vortex yang terbentuk akan terlepas dari boundary layer. Pelepasan vortex (vortex

shedding) terjadi secara bergantian dari permukaan atas dan

permukaan bawah silinder, sehingga menyebabkan gaya yang tidak stabil (unstable force) pada profil silinder. Oleh

sebab itu, perlu adanya usaha untuk mengurangi besarnya gaya drag yang terjadi, sehingga daerah wake dapat mengecil akibat separasi yang ditunda.

Kruger, dkk [1] melakukan penelitian mengenai pengaruh bentuk profil benda (silinder, silinder dengan short taper,

long taper, dan splitter) yang dilalui aliran, terhadap

besarnya gaya drag yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan, reduksi drag terbesar terjadi melalui penambahan splitter di bagian belakang silinder, diikuti dengan penambahan long taper dan short taper di bagian belakang silinder. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, gaya drag yang terjadi pada suatu benda dipengaruhi oleh bentuk profil yang dilalui aliran. Profil benda yang semakin aerodinamis akan menimbulkan gaya drag yang semakin kecil.

Roshko [2] melakukan penelitian mengenai penambahan

splitter di bagian belakang silinder sirkuler untuk

menghambat terjadinya fenomena vortex shedding pada Re 14.500. Splitter dipasang menempel dengan silinder, sehingga tidak ada jarak (gap) antara splitter dengan silinder. Rasio panjang splitter terhadap diameter silinder (Ls/D) = 5. Dari hasil penelitian didapatkan, penambahan splitter di bagian belakang silinder dapat menunda

terjadinya fenomena vortex shedding serta dapat mereduksi koefisien drag (CD) sebesar 37%.

Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mereduksi drag adalah memodifikasi profil benda menjadi lebih aerodinamis. Penambahan splitter di belakang silinder membuat profil silinder seolah-olah menjadi lebih aerodinamis, sehingga dapat menunda terjadinya separasi aliran. Separasi aliran yang tertunda dapat mengecilkan daerah wake yang terbentuk di bagian belakang silinder sirkular, sehingga gaya

drag yang timbul dapat direduksi. Penelitian ini bertujuan

untuk menganalisa pengaruh penambahan splitter di bagian belakang silinder sirkular terhadap karakteristik aliran yang melewatinya. Penelitian ini mengkaji korelasi keberadaan

splitter terhadap distribusi tekanan di permukaan sirkular

silinder, korelasi keberadaan splitter terhadap titik separasi aliran pada kontur silinder di daerah midspan, serta korelasi profil kecepatan aliran di daerah wake terhadap drag yang terjadi pada silinder sirkular.

II. METODEPENELITIAN

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dan simulasi numerik. Studi eksperimen dilakukan dalam subsonic open circuit wind tunnel, dengan dimensi panjang, lebar, dan tinggi test section area sebesar (600 x 300 x 300) mm. Rasio penyempitan penampang wind

Studi Eksperimen dan Numerik Mengenai Pengaruh

Penambahan Splitter Plate Terhadap Karakteristik Aliran Di

Sekitar Silinder Sirkular Pada Bilangan Reynolds (Re) 2,6

10

4

Dea Amanda Bestari dan Sutardi

Laboratorium Mekanika dan Mesin-Mesin Fluida

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

e-mail: [email protected]

(2)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN: 2301-9271 2

tunnel (A1/A2) sebesar 3,15 dengan intensitas turbulensi 0,8% [3]. Kecepatan aliran free stream yang digunakan yaitu 13,5 m/s dengan bilangan Reynolds sebesar 2,6  104. Penelitian ini menggunakan dua buah benda uji, yaitu silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter

plate. Perbandingan panjang splitter dengan diameter

silinder (Ls/D) sebesar 2,5 sedangkan perbandingan tebal splitter dengan diameter silinder (t/D) sebesar 0,08. Benda

uji diletakkan dengan jarak 5D dari sisi inlet test section

area wind tunnel. Gambar1 (a) dan (b) menunjukkan

ilustrasi wind tunnel dan benda uji yang digunakan dalam penelitian.

Studi numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak komersial CFD. Domain simulasi numerik pada benda uji serta bentuk meshing (quadrilateral-map) yang digunakan, ditunjukkan melalui gambar 2(a) dan (b). Input pada sisi

inlet berupa velocity inlet, sedangkan output pada sisi outlet

berupa outflow. Simulasi dijalankan menggunakan pendekatan 2D-steady flow dengan model turbulensi k-shear stress trasnport (SST).

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif meliputi distribusi koefisien tekanan (CP) pada kontur permukaan silinder

sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter plate, koefisien drag total (CDt), profil kecepatan fluida di daerah misdpan, dan profil kecepatan fluida di belakang benda uji

yang didapat melalui metode eksperimen dan numerik. Sedangkan data kualitatif meliputi visualisasi aliran berupa plot vektor keceoatan dan pathline stream function kecepatan aliran fluida yang didapat dari post-processing simulasi numerik.

III. HASILDANANALISA 3.1. Distribusi Tekanan

Koefisien tekanan (CP) pada kontur permukaan silinder

sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter hasil eksperimen didapatkan dengan mengolah nilai tekanan statis kontur, tekanan statis free stream, dan tekanan dinamis free

stream. Sedangkan koefisien tekanan (CP) dari hasil

numerik didapatkan dari plot post-processing. Koefisien tekanan (CP) dirumuskan sebagai berikut:

2 2 1     U p p C c P (1)

dimana pc adalah tekanan statis pada kontur silinder

sirkular, padalah tekanan statis free stream, dan ½ U2

adalah tekanan dinamis free stream [4].

Distribusi koefisien tekanan (CP) pada kontur silinder

ditunjukkan melalui gambar 3. Gambar 3(a) dan (b) menunjukkan perbandingan grafik silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter yang diperoleh dari hasil eksperimen dan simulasi numerik. Dari gambar 3(a) dan (b) didapatkan, silinder sirkular dengan penambahan splitter memiliki nilai base pressure yang lebih tinggi dari silinder sirkular tanpa penambahan splitter. Hal ini mengindikasikan penurunan nilai koefisien pressure drag (CDp) dengan

penambahan splitter di bagian belakang silinder. Namun, penambahan splitter tidak memiliki pengaruh terhadap posisi titik separasi aliran.

Apabila distribusi tekanan hasil eksperimen dan numerik dibandingkan, nilai base pressure dari hasil numerik bernilai lebih besar dari base pressure yang didapatkan melalui metode eksperimen. Selain itu, separasi aliran pada grafik (a)

(b)

Gambar. 1 (a). Subsonic open circuit wind tunnel; (b) Ilustrasi benda uji

(a)

(b)

(3)

eksperimen lebih dahulu terjadi dari separasi aliran pada grafik numerik. Titik separasi pada grafik eksperimen terjadi di sekitar sudut 80 dan 280° pada sisi upper dan lower, sedangkan titik separasi pada grafik numerik terjadi di sekitar sudut 100 dan 260° pada sisi upper dan lower.

Berdasarkan gambar 3(a), nilai CP minimal yang terdapat

pada sisi upper dan lower silinder dengan penambahan

splitter tidak serupa. Nilai CP minimal pada sisi upper lebih

besar daripada sisi lower. Hal ini mengakibatkan grafik CP

yang terbentuk tidak simetris. Ketidaksimetrisan tersebut disebabkan oleh kondisi aliran yang bersifat unsteady saat pelaksanaan eksperimen, sehingga waktu sangat berpengaruh terhadap nilai tekanan statis kontur yang ada pada silinder.

3.2. Profil Kecepatan Aliran Fluida di Daerah Midspan Profil kecepatan di daerah midspan diukur pada sudut 90

pada silinder tanpa dan dengan penambahan splitter. Profil kecepatan ditampilkan dalam grafik u/Umax sebagai fungsi y/h. Variabel y merupakan posisi titik pengukuran dari

permukaan benda uji hingga dinding atas test section area, yaitu pada rentang 15 mm – 150 mm, sedangkan h merupakan tinggi setengah test section areayaitu 150 mm. Hasil pengukuran profil kecepatan di daerah midspandari hasil eksperimen dan numerik pada silinder ditunjukkan pada gambar 4(a) dan (b).

Dari gambar 4(a) dan (b) terlihat, bahwa aliran fluida memiliki nilai kecepatan terbesar saat berada sedikit di atas permukaan silinder, yaitu pada posisi ±y/h = 0,12. Dari gambar 4(a) dan (b) juga terlihat, semakin aliran fluida berada jauh dari permukaan silinder, kecepatan aliran semakin mendekati besarnya kecepatan aliran free stream. Secara umum, grafik yang terlihat pada silinder tanpa dan dengan penambahan splitter memiliki kecenderungan yang serupa. Hanya saja, penurunan kecepatan yang dialami silinder tanpa splitter setelah mencapai kecepatan maksimum sedikit lebih besar dari penurunan kecepatan yang dialami silinder dengan splitter.

Identifikasi fenomena separasi aliran di daerah midspan tidak dapat terlihat dengan mengunakan metode eksperimen, sedangkan melalui metode numerik dapat terlihat. Dari gambar 4(b) didapatkan, di daerah midspan telah terjadi separasi aliran di dekat dinding silinder, baik pada silinder tanpa penambahan splitter maupun silinder dengan penambahan splitter. Fenomena ini ditunjukkan dengan adanya kecepatan aliran yang bernilai negatif di dekat kontur silinder. Separasi aliran terjadi karena momentum aliran tidak sanggup mengatasi adverse pressure gradient dan tegangan geser yang ada, sehingga aliran fluida tidak lagi mengalir mengikuti bentuk profil benda yang dilaluinya. Dengan didapatinya kecepatan aliran yang bernilai negatif pada profil kecepatan silinder tanpa dan dengan penambahan splitter, dapat dikatakan bahwa penambahan splitter di bagian belakang silinder tidak dapat menunda letak separasi aliran.

(a)

(b)

Gambar. 3 (a). Distribusi tekanan pada kontur silinder dari hasil eksperimen; (b) Distribusi tekanan pada kontur silinder dari hasil simulasi numerik

(a)

(b)

(4)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN: 2301-9271 4 3.3. Profil Kecepatan Aliran Fluida di Belakang Benda Uji

Profil kecepatan diukur pada jarak x/D = 5, dimana x merupakan jarak titik pengukuran ke titik pusat silinder, sedangkan D adalah diameter silinder. Hasil pengukuran profil kecepatan di belakang silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter dapat menginterpretasi harga dari total drag yang dialami silinder tersebut. Semakin besar luasan wake yang terbentuk pada profil kecepatan, maka semakin besar pula total drag yang dilami oleh silinder. Profil kecepatan di belakang silinder sirkular dari hasil eksperimen dan simulasi numerik ditunjukkan melalui gambar 5(a) dan (b).

Berdasarkan gambar 5(a) dan (b) didapatkan, luas daerah

wake yang terbentuk di belakang silinder sirkular tanpa

penambahan splitter lebih kecil dari luas daerah wake yang terbentuk di belakang silinder sirkular dengan penambahan

splitter. Hal ini mengindikasikan, besarnya total drag yang

dialami silinder sirkular tanpa penambahan splitter lebih kecil dari total drag yang dialami oleh silinder sirkular dengan penambahan splitter. Selain itu, dari gambar (a) dan (b) terlihat bahwa lebar wake untuk silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter adalah simetri pada bagian atas dan bawah. Hal ini mengindikasikan, bahwa tidak terdapat gaya lift pada silinder tanpa dan dengan penambahan splitter. Data yang diperoleh dari hasil simulasi numerik terlihat dapat membaca pengaruh tegangan geser pada dinding atas dan bawah test section area wind tunnel

secara menyeluruh dari data yang diperoleh melalui eksperimen.

3.4 Visualisasi Numerik

Data yang telah diekstrak dari hasil simulasi numerik, akan dianalisa dari segi pathlines dan vektor. Variabel yang digunakan adalah kecepatan aliran fluida ketika melintasi silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter plate di bagian belakang slinder.

Gambar 6(a) dan (b) merupakan hasil simulasi numerik berupa pathline kecepatan aliran fluida di sekitar silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter. Dari gambar 6(a) dan (b) terlihat separasi aliran di sekitar daerah midspan hingga menyebabkan timbulnya wake pada bagian

downstream silinder. Aliran fluida yang mengalami separasi

lama kelamaan kembali normal. Titik dimana aliran terseparasi kembali normal disebut titik reattachment. Dengan penambahan splitter di bagian belakang silinder, titik reattachment aliran fluida tergeser ke belakang. Titik

reattachment aliran pada silinder sirkular tanpa dan dengan

penambahan splitter ditunjukkan oleh titik A dan B.

Gambar7(a) dan (b) menunjukkan vektor kecepatan aliran fluida melewati silinder sirkular tanpa dan dengan penambahan splitter plate. Vektor kecepatan aliran diambil pada beberapa titik, yaitu x/

D = -0,8, x/D = 0, x/D = 1, x/D = 1,5, x/

D = 2, x/D = 2,5, x/D = 3,5 dan x/D = 4. Koefisien x

merupakan jarak titik pengukuran dengan titik pusat silinder, sedangkan D adalah diameter silinder sirkular. Dari gambar 7(a) dan (b) didapatkan, penambahan splitter di bagian belakang silinder menimbulkan interaksi antara

splitter (solid surface) dengan back flow yang terdapat di

daerah wake. Dengan adanya interaksi tersebut, akan timbul tegangan geser (w) antara permukaan splitter dengan back

(a)

(b)

Gambar. 5 (a). Profil kecepatan di belakang silinderdari hasil eksperimen; (b) Profil kecepatan di belakang silinderdari hasil simulasi numerik

(a)

(b)

Gambar. 6 (a).Pathlines kecepatan aliran di sekitar silinder sirkular tanpa

splitter; (b) Pathlines kecepatan aliran di sekitar silinder sirkular tanpa splitter

(5)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN: 2301-9271 5

flow. Tegangan geser yang dihasilkan memiliki nilai negatif,

karena arah aliran fluida (back flow) berkebalikan dengan arah aliran free stream. Apabila nilai tegangan geser yang terdapat pada permukaan splitter bernilai negatif, maka kehadiran splitter memberikan tambahan nilai skin friction

drag (CDf) negatif pada akumulasi nilai drag total (CDt)

silinder. Sehingga, apabila CDt silinder tanpa penambahan splitter dibandingkan dengan CDt silinder dengan

penambahan splitter, maka besarnya CDt silinder dengan

penambahan splitter akan lebih kecil dari silinder tanpa penambahan splitter.

Dari gambar 7(a) dan (b) didapatkan, penambahan splitter di bagian belakang silinder tidak berpengaruh pada vektor kecepatan yang terbentuk di daerah upstream dan midspan. Pengaruh penambahan splitter terhadap vektor kecepatan aliran terlihat pada sisi downstream silinder dalam rentang posisi x/D = 1 – 4. Dengan penambahan splitter, back flow masih terbentuk pada posisi x/D = 3,5, sedangkan pada silinder tanpa penambahan splitter back flow sudah tidak terbentuk dalam posisi tersebut.

3.5 Koefisisen Drag Total

Gaya drag total merupakan hasil penjumlahan dari

pressure drag (CDp) dan skin friction drag (CDf). Metode

kalkulasi untuk mendapatkan gaya drag total (CDt) dari

pengujian eksperimen adalah dengan menghitung selisih defisit momentum pada daerah upstream dan daerah

downstream silinder tanpa dan dengan penambahan splitter.

Besarnya nilai pressure drag (CDp) diperoleh dari integrasi

nilai koefisien tekanan (Cp) yang terdapat pada kontur

silinder. Selisih antara nilai total drag (CDt) dan pressure drag (CDp) menunjukkan besarnya nilai skin friction drag

(CDf) yang ada. Tabel 4.1 menunjukkan perbandingan nilai CDt yang terjadi pada silinder tanpa dan dengan penambahan splitter.

Dari tabel 4.1 didapatkan dua fenomena berbeda, dimana

CDt dari hasil eksperimen mengalami peningkatan,

sedangkan CDt dari hasil simulasi numerik mengalami

penurunan dengan penambahan splitter di bagian belakang silinder. Berdasarkan luas daerah wake yang didapat melalui metode eksperimen pada gambar 5(a), luas daerah wake di belakang silinder tanpa splitter lebih kecil dari luas daerah

wake di belakang silinder dengan splitter. Hal ini

mengindikasikan bahwa CDt akan meningkat dengan

ditambahkannya splitter di belakang silinder. Indikasi peningkatan CDt melalui luasan wake pada metode

eksperimen bersesuaian dengan hasil kalkulasi yang ada. Berdasarkan luas daerah wake yang didapat melalui simulasi numerik pada gambar 5(b), luas daerah wake di belakang silinder tanpa splitter lebih kecil dari luas daerah wake di belakang silinder dengan splitter. Hal ini mengindikasikan bahwa CDt akan meningkat dengan ditambahkannya splitter

di belakang silinder. Indikasi peningkatan CDt melalui

luasan wake pada metode numerik tidak bersesuaian dengan hasil kalkulasi yang dihasilkan melalui metode numerik. Oleh sebab itu, diduga terdapat kekurangakuratan perhitungan CDt dari simulasi numerik. Kekurangakuratan

ini dapat dipengaruhi oleh model meshing, pemilihan model turbulensi, dan sebagainya.

IV. KESIMPULAN/RINGKASAN

Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui metode eksperimen dan numerik, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Harga koefisien base pressure (CPb) meningkat dengan

penambahan splitter di bagian belakang silinder sirkular. Kenaikan tersebut mengindikasikan penurunan harga koefisien pressure drag (CDp).

2. Terjadi peningkatan nilai koefisien friction drag (CDf)

dengan penambahan splitter di bagian belakang silinder sirkular dari hasil eksperimen, sedangkan hasil simulasi numerik menunjukkan penurunan nilai koefisien friction

drag (CDf) dengan penambahan splitter.

3. Nilai koefisien drag total (CDt) pada silinder sirkular

dengan splitter yang diperoleh melalui metode eksperimen mengalami peningkatan 17,32%, sementara nilai koefisien drag total (CDt) yang diperoleh melalui

simulasi numerik mengalami penurunan 6,12% apabila dibandingkan dengan siinder sirkular tanpa splitter. 4. Timbulnya perbedaan hasil pada metode eksperimen dan

numerik dapat disebabkan oleh perhitungan CDtdari

simulasi numerik yang kurang akurat, mengingat hasil yang diperoleh dari metode eksperimen dan numerik menunjukkan luas daerah wake yang terbentuk di belakang silinder sirkular tanpa penambahan splitter lebih kecil dari luas daerah wake yang terbentuk di belakang silinder sirkular dengan penambahan splitter. 5. Penambahan splitter di bagian belakang silinder tidak

dapat menunda separasi aliran yang terjadi. (a)

(b)

Gambar. 7 (a).Vektor kecepatan aliran fluida melewati silinder tanpa

(6)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2014) ISSN: 2301-9271 6 UCAPANTERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Ir. Sutardi, M.Eng., Ph.D, yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan penelitian ini. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Bapak Dr. Wawan Aries Widodo, ST., MT., Bapak Nur Ikhwan, ST., M.Eng., dan Bapak Dedy Zulhidayat Noor, ST., MT., Ph.D, yang telah banyak memberikan masukan demi penyempurnaan penelitian.

.

DAFTARPUSTAKA [1] Kruger, Pam., Miguel, M & Scott, S. (2001). Bluff Body

Aerodynamics and Streamlining. University of Notre Dame, Notre

Dame.

[2] Roshko, Anatol. (1954). On The Drag And Shedding Frequency Of

Two-Dimensional Bluff Bodies. California Institute of Technology,

California.

[3] Pudjanarsa, Astu & Herman, S.(2012). Oil Streak Visualization of

Fluid Flow over SingleD-Type Cylinder. Jurusan Teknik Mesin ITS,

Surabaya.

[4] Fox, Robert W., Philip, J. P & Alan, T. M. (2010) . Introduction to

Referensi

Dokumen terkait

Seluruh dana hasil dari penawaran Saham Baru yang ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi yang menjadi kewajiban

Nilai sudut yang dibangun oleh dua bidang (yang direntang

kertas karya ini maka masalah yang akan dibahas adalah kegiatan pelayanan pengguna pada perpustakaan STIE Nusa Bangsa. 1.2

Ini disebabkan pada sistem program pada prototipe pemantau kecepatan sebuah kendaraan proses transfer data dari sensor menuju mikrokontroler tidak menggunakan intrupsi, karena

emua konsentrasi ekstrak metanol tumbuhan teratai bagian dikategorikan ke dalam aktivitas anti cendawan yang sangat kuat, tetapi tidak mampu untuk mematikan pertumbuhan cendawan.Hal

Dengan kesimpulan buku Pop Up tarian Ula – ula Lembing memiliki ke unggulan – unggulan dalam isi buku, karena memiliki kelibihan ilustrasi, cerita dan buku yang

Banyak cara untuk mengamalkan Alquran, salah satunya dengan cara menghafal ayat-ayat dalam Alquran yang sering kita sebut dengan tahfizul quran. Alquran ialah pedoman