Universitas Kristen Maranatha | vii
ABSTRAK
Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia seringkali diguncang gempa besar yang menelan banyak korban. Sebagian besar diantara mereka adalah anak-anak. Dalam usia yang masih belum matang secara psikologis,tentu saja hal ini menyisakan trauma tersendiri bagi anak. Kehilangan tempat bermain, lingkungan yang nyaman dan orang yang dicintai tentunya menyisakan luka bagi anak-anak di pengungsian dan daerah pasca bencana lain.
Kemampuan verbal anak (dalam hal ini akan berfokus pada anak usia 3-5 tahun) yang masih belum berkembang menyebabkan anak sulit untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Untuk itu dibutuhkan suatu media yang tepat untuk memancing emosi anak hingga mereka bersedia untuk mengeluarkan segala pikiran dan perasaan mereka. Hanya dengan cara inilah trauma dapat disembuhkan.
Media komunikasi yang paling cocok untuk anak adalah media permainan. Permainan-permainan ini akan memenuhi standar tahapan trauma yang telah ditetapkan oleh psikolog. Dalam menjalankan setiap permainan dibutuhkan bimbingan pembina untuk memberikan instruksi pada anak agar permainan dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang seharusnya.
Universitas Kristen Maranatha | viii
DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Lembar Pengesahan ii
Surat Pernyataan iii
Pernyataan Publikasi Laporan penelitian iv Kata Pengantar v
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup
1.2.1 Rumusan Masalah 3
1.2.2 Ruang Lingkup 3
1.3 Tujuan Perancangan 4
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data 4
1.5 Skema Perancangan 6
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kemasan
Universitas Kristen Maranatha | ix 2.6 Desain Mainan Anak
2.6.1 Manfaat dan Pengaruh Warna 21 2.6.2 Mainan yang cocok bagi anak 22
BAB III DATA DAN ANALISIS MASALAH 3.1 Data dan Fakta
3.1.1 Perusahaan/ Lembaga Terkait
3.1.1.1 Profil lembaga 24 3.1.1.2 Hasil Wawancara 27 3.1.1.3 Data Tentang Gejala Yang Sedang terjadi 28 3.1.1.4 Data Tentang Permasalahan Yang Dihadapi 29 3.1.2 Tinjauan terhadap proyek sejenis 33 3.2 Analisis Terhadap Permasalahan 34
3.2.1 SWOT 36
3.2.2 STP 37
3.3 Budget 38
BAB IV PEMECAHAN MASALAH
Universitas Kristen Maranatha | x
4.2 Konsep Kreatif 39
4.3 Konsep Media 40
4.4 Timeline 41
4.5 Hasil Karya
4.5.1 Logo 42
4.5.2 Tetris 43
4.5.3 Clay 44
4.5.4 Permainan Petualanga Safari 44 4.5.5 Puzzle Berseri 46 4.5.6 Buku “ Mengenal Bumi” 49
4.5.6.1 Cover buku 50
4.5.6.2 Isi Buku 51
4.5.7 Perlengkapan Sukarelawan
4.5.7.1 Ransel 54
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan 56
5.2 Saran 56
DAFTAR PUSTAKA 57
LAMPIRAN 58
DATA PENULIS 62
Universitas Kristen Maranatha | xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Teori modern tentang bermain 21 Tabel 2 Penilaian konsep ular tangga 34
Tabel 3 Budget 38
Universitas Kristen Maranatha | xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 4 fase manajemen tanggap darurat 26 Gambar 2 Irisan Permukaan bumi untuk menerangkan patahan 30 Gambar 3 Pergerakan Lempeng 30 Gambar 4 Starter Kit untu menerangkan gunung api 31 Gambar 5 Cerita tentang gempa dan tsunami 31 Gambar 6 Cerita tentang peluang terjadinya tsunami 32 Gambar 7 Permainan ular tangga LIPI 33
Gambar 8 Logo CaHaYA 42
Gambar 9 Tetris 43
Gambar 10 Clay 44
Gambar 11 Petualangan Safari 45 Gambar 12 Packaging Petualangan Safari 46
Gambar 13 Puzzle-1 47
Gambar 14 Puzzle-2 48
Gambar 15 Puzzle-3 48
Gambar 16 Puzzle-4 49
Gambar 17 Cover depan (buku) 50 Gambar 18 Cover belakang(buku) 50
Universitas Kristen Maranatha | xiii
DAFTAR DIAGRAM
Universitas Kristen Maranatha | 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akhir-akhir ini berbagai bencana terjadi di Indonesia. Dimulai dari gempa bumi, tsunami, banjir bandang hingga letusan gunung merapi. Semua bencana tersebut tentu saja menyisakan trauma tersendiri pada masing-masing korban. Pada tugas akhir ini, akan dibahas lebih lanjut tentang korban gempa bumi, khususnya anak-anak.
Trauma akan menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak, terutama pada perkembangan psikologis yang belum matang untuk menghadapi bencana yang terjadi. Trauma merupakan suatu gangguan psikologis yang tidak terlihat dari luar dan akan bertumbuh seiring usia jika tidak ditangani secara serius. Dampak yang ditimbulkan antara lain terganggunya keseimbangan emosional dan mental seseorang. Jika hal ini sudah mengakar pada pribadinya, maka akan sangat sulit untuk dihilangkan.
Trauma yang berkepanjangan akan menyebabkan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang berdampak pada sensitivity (kerapuhan). PTSD ini menyebabkan terjadinya stres dini pada otak anak. Stres dini pada otak anak akan mengakibatkan dampak negatif pada sejumlah sel-sel otak dan saraf di mana sel tersebut terhubung. Kerusakan pada sel otak dan saraf tersebut berdampak pada produksi hormon dalam tubuh karena menganggu kinerja kelenjar endokrin di otak. Hal ini berakibat sangat buruk bagi anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Pada usia dini, kelenjar endokrin di otak mulai aktif melakukan mensekresikan hormon, salah satunya adalah hormon adrenalin. Hormon adrenalin akan diproduksi secara berlebihan jika anak terus menerus merasakan ketakutan dan ketegangan apabila mengingat hal buruk yang telah terjadi. Kenangan akan bencana terus menerus masuk dalam amigdala (struktur saraf di bagian depan belahan otak besar). Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan
Universitas Kristen Maranatha | 2
hippocampus berhubungan dengan ingatan serta navigasi ruang. Jika trauma tidak ditangani
secara serius, anak akan terus menerus mengingat kenangan buruk yang terjadi sebelumnya. Begitu pula dengan kemampuan navigasi ruang akan terganggu sehingga anak seringkali merasakan kebingungan dan putus asa. Hypothalamus sendiri berfungsi untuk menghubungkan nervous system dengan sistem endokrin. Sistem endokrin bekerja mensekresikan hormon dan mengandung banyak sel darah. Sistem endokrin akan terus terpacu untuk menghasilkan hormon adrenalin jika nervous system memberikan rangsangan yang kuat dan terus menerus. Produksi adrenalin yang tinggi akan menyebabkan anak terus menerus merasa waspada dan tidak tenang. Demikian siklus ini akan terus berputar jika trauma tidak segera disembuhkan.
Di sisi lain, anak usia dini cenderung berada pada tahap perkembangan dan pembelajaran. Perkembangan yang dimaksudkan di sini mencakup perkembangan kognitif, emosional, dan psikologis (perkembangan kompleks pembentuk kepribadian). Sedangkan pembelajaran mencakup tentang hal yang dilihat, didengar dan dirasakan. Apa yang mereka tangkap pada tahap awal, itulah yang akan bertumbuh sebagai persepsi dasar dalam berpikir. Itulah mengapa penting anak harus diberikan pemahaman yang benar tentang semua hal.
Universitas Kristen Maranatha | 3
1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup 1.2.1 Rumusan Masalah
1. Bagaimana trauma berpengaruh terhadap perkembangan psikis dan mental anak serta apa saja gejala-gejala negatif yang ditimbulkan jika tidak ditangani secara serius ?
2. Bagaimana proses pemulihan yang efektif bagi anak penderita trauma melalui bantuan media terapi yang sesuai ?
1.2.2 Ruang Lingkup
1. Media permainan ini ditujukan untuk anak penderita trauma gempa usia 3 hingga 5 tahun karena pada usia ini anak sudah mulai dapat merasakan sesuatu dan mengambil kesimpulan. Itulah mengapa anak perlu diberi pemahaman yang jelas untuk memperbaiki pikiran negatif yang timbul dalam dirinya.
2. Permainan dilakukan di bawah bimbingan pengawas (guru atau lembaga sosial lainnya) 3. Penyembuhan trauma dilakukan melalui media playtherapy dengan penggunaan elemen
visual yang sesuai dengan keadaan psikologis anak.
4. Permainan yang akan dirancang terdiri dari 2 tahap : tahap awal untuk menghibur dan tahap akhir untuk memberi informasi tentang sebab terjadinya gempa pada anak.
1.3 Tujuan Perancangan
Adapun tujuan dilaksanakannya perancangan ini, yaitu :
• Untuk menjelaskan pengaruh negatif trauma terhadap perkembangan sistem emosi anak yang berpangkal pada kinerja kelenjar endokrin di otak. Mengurangi dan bahkan menghilangkan gejala-gejala negatif tersebut seperti munculnya Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang akan berefek jangka panjang terhadap psikis anak.
• Untuk membantu memulihkan trauma anak dengan bantuan starter kit yang berisi media
Universitas Kristen Maranatha | 4
1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
• Studi Pustaka :
Studi pustaka akan dilakukan untuk memperoleh teori yang jelas tentang psikologi anak, trauma dan efek negatifnya (PTSD), serta kategori mainan dan pengemasan yang cocok bagi anak. Studi pustaka terdiri dari buku dan jurnal ilmiah.
• Wawancara
Wawancara dilakukan pada 3 pihak dengan tujuannya masing-masing : 1. Pusat Mitigasi Bencana
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang gempa secara lebih detail serta usaha apa saja yang mungkin dilakukan untuk memberitahukan pada masyarakat khususnya anak-anak.
2. Psikolog anak (Bpk. Yuspendi, M.psi)
Wawancara untuk memperoleh informasi tentang keadaan psikologis anak usia dini serta elemen-elemen apa saja yang dibutuhkan untuk perancangan suatu media permainan yang efektif.
3. Para orang tua anak yang berlokasi di Padang
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang mainan apa saja yang paling disukai anak mereka, termasuk elemen-elemen visualnya, seperti warna dan bentuk.
• Website
Universitas Kristen Maranatha | 5
1.5 SKEMA PERANCANGAN
Diagram 1 “Skema Perancangan”
Universitas Kristen Maranatha | 52
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setiap bencana pasti menyisakan trauma tersendiri bagi para korbannya. Sebenarnya cara penyembuhan yang utama berasal dari kemampuan otak dan saraf kita sendiri. Hal ini mencakup kemampuan untuk berkonsentrasi pada hal lain, merilekskan saraf-saraf otak serta yang paling penting adalah dengan berinteraksi. Melalui interaksi dan gerakan, otot-otot dan saraf yang selama ini kaku dapat rileks kembali sehingga rasa tegang yang kita rasakan dapat perlahan-lahan mencair.
Kasus yang sama juga sering dihadapi oleh anak-anak usia dini. Namun, mereka belum bisa melakukan hal tersebut sendiri. Dibutuhkan bantuan media dan pembimbing yang sesuai untuk mengarahkan anak. Bermain adalah bentuk komunikasi yang paling baik untuk anak usia dini. Maka dengan demikian, melalui media permainan kita dapat ikut masuk dalam pikiran dan perasaan anak sehingga mampu membantu mereka keluar dari rasa traumanya.
5.2 Saran
Universitas Kristen Maranatha| 53
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Carvel, Giles. (2007). What is Packaging Desain. Switzerland : Rotovision Goleman, Daniel. (2004). Primal Leadership. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Koster, Raph. (2005). A Theory of Fun in Game Design. Arizona : Paraglyph
Michael, Davis dan Sande Chen. (2006). Serious Games : Games that Educate, Train and
Inform. Boston: Thomson Course Technology
Sobur, Drs. Alex. (2009). Psikologi umum. Bandung : Pustaka Setia Suhartin, I.R. ( 2010). Smart Parenting. Jakarta : Libri
Tanu, Suwardi. (2009). How To Create a Superbaby. Jakarta : Grasindo
Tedjasaputra, Mayke S. (2001). Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta : Grasindo
Artikel :
Adesla, Veronica, S.Psi. (2009). Post Traumatic Stress Disorder. Jakarta Mutadin, Zainun, SPsi.MSi. ( 2006). Gangguan Stres Pasca Trauma. Jakarta
Website :