• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pengukuran Rugi-Rugi Jaringan Optik Untuk Daerah Transmisi Kaliasem-Ubung Dengan Menggunakan Otdr ( Optical Time Domain Reflecto Meter ).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Pengukuran Rugi-Rugi Jaringan Optik Untuk Daerah Transmisi Kaliasem-Ubung Dengan Menggunakan Otdr ( Optical Time Domain Reflecto Meter )."

Copied!
65
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Udi Teknik
  • Pengajar:
    • Bapak Ir. Nyoman Setiawan, MT
  • Sekolah: Universitas Udayana
  • Mata Pelajaran: Teknik Elektro
  • Topik: Analisa Pengukuran Rugi-Rugi Jaringan Optik Untuk Daerah Transmisi Kaliasem-Ubung Dengan Menggunakan OTDR (Optical Time Domain Reflecto Meter)
  • Tipe: laporan
  • Tahun: 2015
  • Kota: Denpasar

I. PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang pentingnya teknologi komunikasi serat optik dalam sistem transmisi modern. Dengan meningkatnya permintaan akan kecepatan dan kapasitas data, serat optik menawarkan solusi yang lebih baik dibandingkan kabel konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rugi-rugi yang terjadi dalam jaringan transmisi serat optik di daerah Kaliasem-Ubung menggunakan OTDR. Hal ini sangat relevan untuk mahasiswa Teknik Elektro dalam memahami aplikasi praktis dari teori yang telah dipelajari.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan pentingnya pemilihan teknologi komunikasi yang efisien dan efektif. Serat optik menjadi pilihan utama karena kelebihan dalam kapasitas dan biaya. Penelitian ini menyoroti kebutuhan untuk mengukur rugi-rugi dalam jaringan transmisi guna memastikan kualitas komunikasi yang optimal.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah menyentuh pada penyebab rugi-rugi dalam transmisi serat optik dan bagaimana OTDR berfungsi untuk mengidentifikasi masalah tersebut. Ini memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam sistem komunikasi.

1.3 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyebab rugi-rugi dalam transmisi serat optik dan penggunaan OTDR dalam analisis tersebut. Ini memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam memahami alat ukur yang digunakan dalam industri.

1.4 Manfaat

Manfaat dari penelitian ini mencakup referensi untuk meningkatkan kualitas penyaluran melalui serat optik dan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya. Hal ini penting dalam konteks pendidikan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik di kalangan mahasiswa.

1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah

Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada pengukuran rugi-rugi jaringan transmisi serat optik di Kaliasem-Ubung dengan OTDR. Batasan ini membantu mahasiswa fokus pada aspek tertentu dari teori yang telah diajarkan.

1.6 Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan menguraikan struktur laporan yang mencakup pendahuluan, tinjauan pustaka, materi dan metode, pembahasan, dan penutup. Ini memberikan panduan yang jelas bagi mahasiswa dalam mengikuti alur penelitian.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas teori-teori yang mendasari analisis rugi-rugi dalam jaringan serat optik. Ini mencakup sistem transmisi dengan media fisik, karakteristik serat optik, dan jenis-jenis serat optik. Pemahaman yang mendalam tentang teori ini sangat penting bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks praktis.

2.1 Sistem Transmisi dengan Media Fisik

Menguraikan berbagai jenis media transmisi yang digunakan dalam komunikasi, termasuk kabel kawat terbuka, kabel koaksial, dan serat optik. Ini memberikan gambaran tentang bagaimana serat optik berfungsi dalam sistem komunikasi modern.

2.2 Jenis-jenis Serat Optik

Menjelaskan berbagai jenis serat optik, termasuk single mode dan multimode. Pemahaman tentang jenis-jenis ini penting untuk aplikasi praktis di lapangan.

2.3 Karakteristik Serat Optik

Karakteristik serat optik, seperti ukuran, berat, dan rugi-rugi rendah, diuraikan di sini. Ini menunjukkan keunggulan serat optik dibandingkan dengan media transmisi lainnya.

2.4 Propagasi Cahaya dalam Serat Optik

Menggambarkan bagaimana cahaya merambat dalam serat optik dan prinsip-prinsip dasar yang mendasarinya. Ini penting untuk memahami bagaimana rugi-rugi terjadi.

2.5 Rugi-rugi Serat Optik

Membahas berbagai jenis rugi-rugi yang terjadi dalam serat optik dan bagaimana mereka mempengaruhi kinerja sistem. Ini memberikan wawasan yang berharga untuk analisis yang dilakukan dalam penelitian.

2.6 Optical Time Domain Reflecto Meter (OTDR)

Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja OTDR sebagai alat ukur dalam analisis rugi-rugi. Pemahaman ini sangat penting bagi mahasiswa untuk menerapkan alat ini dalam penelitian dan industri.

III. MATERI DAN METODE

Bab ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian, termasuk tempat dan waktu pengambilan data, serta analisis data. Ini membantu mahasiswa memahami bagaimana teori diterapkan dalam praktik.

3.1 Tempat dan Waktu Kerja Praktek

Menjelaskan lokasi dan waktu pelaksanaan penelitian di PT. TELKOM Kaliasem. Ini memberikan konteks praktis bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian lapangan.

3.2 Data

Menguraikan sumber data yang digunakan, termasuk data primer dan sekunder. Ini penting untuk memahami keandalan dan validitas data yang diperoleh.

3.3 Analisis Data

Membahas metode analisis data yang digunakan, termasuk perbandingan teori dengan data yang diperoleh. Ini membantu mahasiswa dalam memahami proses analisis yang sistematis.

3.4 Alur Analisis

Menggambarkan alur proses analisis data dari pengumpulan hingga penyusunan laporan. Ini memberikan panduan yang jelas bagi mahasiswa dalam mengikuti langkah-langkah penelitian.

IV. PEMBAHASAN

Bab ini berisi hasil pengujian dan analisis rugi-rugi jaringan serat optik menggunakan OTDR. Ini memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa tentang bagaimana analisis dilakukan dan hasil yang diperoleh.

4.1 Teknik Penyambungan OTDR dengan Kabel Serat Optik

Membahas teknik yang diperlukan untuk menyambungkan OTDR dengan kabel serat optik. Ini penting untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat.

4.2 Fungsi Elemen-elemen OTDR

Menjelaskan fungsi berbagai elemen dalam OTDR dan bagaimana mereka berkontribusi pada proses pengukuran. Pemahaman ini penting untuk penggunaan alat secara efektif.

4.3 Pengukuran Rugi-rugi Penyambungan Serat Optik

Membahas proses pengukuran rugi-rugi yang terjadi pada sambungan serat optik. Ini memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa dalam melakukan pengukuran.

4.4 Konektor Optik

Menjelaskan peran konektor dalam sistem serat optik dan bagaimana mereka mempengaruhi rugi-rugi. Ini penting dalam konteks desain dan instalasi sistem.

4.5 Pengukuran Rugi-rugi Jaringan Transmisi Serat Optik Pada Kaliasem-Ubung

Membahas hasil pengukuran rugi-rugi dalam jaringan transmisi serat optik di Kaliasem-Ubung. Ini memberikan data yang relevan untuk analisis lebih lanjut.

V. PENUTUP

Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Ini membantu mahasiswa dalam memahami pentingnya refleksi terhadap hasil yang diperoleh dan rencana untuk pengembangan lebih lanjut.

5.1 Kesimpulan

Menyimpulkan hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas OTDR dalam mengukur rugi-rugi jaringan serat optik. Ini memberikan pemahaman yang jelas tentang hasil yang diperoleh.

5.2 Saran

Memberikan saran untuk penelitian selanjutnya, termasuk peningkatan metode pengukuran dan analisis. Ini penting untuk mendorong mahasiswa dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam.

Gambar

Gambar 2.2
Tabel 2.1 Perbandingan kabel
Gambar 2.26
Tabel 2.2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah kapasitas cahaya yang dipancarkan pada jaringan serat optik Single Mode 1310 nm dengan melakukan perhitungan dan pengukuran

Dalam penelitian ini, dibuat sebuah sensor serat optik yang berstruktur SMS (singlemode–multimode–singlemode) dan dihubungkan dengan OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati perubahan respon logaritmik dari OTDR, beserta rugi daya serat optik berstruktur SMS dan rugi daya total sepanjang serat

Sensor suhu dapat bekerja dengan baik untuk setiap panjang serat optik multmode 5, 6, 7, dan 8 cm dengan panjang gelombang 1310 dan 1550 nm.  Sensor suhu serat optik berstruktur

Nilai error pada gambar 5.4 dan gambar 5.5 menunjukkan seberapa besar data hasil pengukuran menyimpang dari nilai referensi, dimana nilai bending loss terhadap jumlah